Anda di halaman 1dari 4

GURU DAN RANAH PENELITIAN

Irmawati

Semenjak program sertifikasi guru dilaksanakan pada tahun 2007 hingga saat ini,
telah banyak menelorkan guru tersetifikasi baik melalui jalur portofolio maupun
melalui pendidikan dan pelatihan atau lebih dikenal dengan istilah PLPG. Tujuan
sertifikasi dilaksananakan adalah untuk menghasilkan guru-guru yang cakap dan
profesional. Tingginya perhatian dan energy yang dikeluarkan untuk
mensukseskan program sertifikasi oleh pemerintah bukan tanpa alasan. Alasan
mendasar adalah Karena sertifikasi guru adalah suatu cara untuk memoles guru
lebih berkualitas dalam aspek padegogik, kepribadian, social, dan professional.
Keempat kompetensi ini seharusnya dimiliki oleh setiap guru dalam
menjalankan profesinya, terinternalisasi utuh dalam diri setiap guru serta
perlunya kesadaran untuk senantiasa mengupgrade kemampuan tersebut. Namun
disadari, banyak kalangan menilai kualitas pendidikan secara umum masih
rendah. Salah satunya terkait dengan kompetensi maupun kapabilitas guru yang
belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dan komprehensip. Kondisi
ini menjadi bahan refleksi bahwa untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas
(pendidikan yang mandiri, berkarakter dan memiliki daya saing kuat) sejatinya
didukung oleh semua elemen pendidikan terutama guru sebagai sosok yang
memiliki peran penting dan strategis dalam menciptakan pendidikan berkualitas.
Melihat pentingnya peran guru dalam mencerdaskan anak bangsa, sudah saatnya
setiap insan guru merefleksi diri apakah sudah memberi kinerja yang terbaik ??
Apakah kemampuan profesionalitas mampu menjawab realitas pendidikan saat
ini ??
Ranah Penelitian :
Adanya Peraturan Bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan Kepala BKN
No.14 tahun 2010 tentang pensyaratan mengumpulkan kredit dari unsure
publikasi ilmiah untuk setiap kenaikan pangkat/golongan, hal ini semakin
menegaskan bahwa tuntutan profesionalitas mengharuskan seorang guru untuk
memasuki sebuah ranah yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus mampu
membuat sebuah karya ilmiah. Kemampuan membuat sebuah karya ilmiah
adalah bagian dari kompetensi pengembangan profesi. Namun selama ini lepas
dari perhatian dan kesadaran sebagian besar guru. . Ditengah kesibukan
mengajar, tugas tambahan dan segudang kegiatan yang dibebankan sekolah,
hampir pasti banyak guru masih kurang lazim melakukan penelitian. Hal ini
diperparah lagi adanya pemikiran dikalangan guru bahwa keharusan membuat
karya tulis ilmiah hanya dilakukan oleh guru yang ingin mengusul kepangkatan
/golongan yang lebih tinggi ( semisal IV b), sehingga guru yang tidak mau
merepotkan diri membuat karya tulis, rela mengalami stagnasi
kepangkatan/golongan.

Urgensi Penelitian Tindakan Kelas


Melakukan sebuah penelitian pendidikan di sekolah khususnya penelitian
tindakan kelas (PTK) bukanlah hal yang sulit jika setiap guru memiliki kemauan
dan komitmen kuat untuk melahirkan sebuah pembelajaran yang berkualitas .
Dengan melakukan PTK setiap guru dapat melihat masalah-masalah yang terjadi
dalam proses pembelajaran di kelas, mampu melakukan inovasi sehingga proses
pembelajaran tidak monoton. Menurut Iskandar (2009 : 5), ada beberapa alasan
mengapa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu keharusan dan
kebutuhan yang sangat penting bagi guru untuk meningkatkan professional
seorang pendidik, sebagai berikut :
1. Melatih dan membuat guru (pendidik) menjadi peka tanggap terhadap dinamika
pembelajaran di kelasnya.
2. Guru mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas proses
pembelajaran yang terjadi di kelas.
3. Menjadikan guru lebih professional, kreatif dan inovatif
4. Dengan penerapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat memperbaiki atau
meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan
5. PTK merupakan laporan dari kegiatan nyata yang dilakukan para guru di kelasnya
dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
6. Dengan melakukan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) para guru telah
melakukan salah satu tugasnya dalam kegiatan pengembangan profesi.
7. Dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mampu menumbuh
kembangkan budaya akademik (academic culture) di lingkungan sekolah,
sehingga tercipta perbaikan dan peningkatan mutu atau kualitas pembelajaran
secara berkelanjutan.
Selain penting bagi para guru, menurut Iskandar (2009 ; 7) PTK juga penting
untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas peserta didik dalam hal
meningkatkan kinerja belajar peserta didik, memperbaiki dan meningkatkan
kualitas penggunaan media atau alat bantu belajar, memperbaiki dan
meningkatkan kualitas prosedur alat evaluasi yang digunakan dalam mengukur
proses dan hasil belajar peserta didik, sekaligus meningkatkan kualitas penerapan
kurikulum dan pengembangan kompetensi peserta didik di lingkungan
pendidikan.
Besarnya konstribusi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran menunjukkan bahwa sudah saatnya setiap guru
mencurahkan energy perhatian, dengan kesungguhan serta keseriusan
merangcang untuk membuat sebuah karya ilmiah lewat penelitian tindakan kelas.
Minimal mengawali dengan memperadakan buku-buku PTK yang dapat dijadikan
sebagai panduan. Selain itu guru pun dapat memaksimalkan teknologi informasi
(internet) untuk mengakses berbagai contoh laporan PTK. Kesemuanya dapat
menjadi referensi awal untuk memulai dan mencoba, tanpa pernah berpikir
bahwa melakukan sebuah penelitian di sekolah adalah sesuatu yang sulit dan
penuh beban. Karena sejatinya melakukan penelitian adalah bagian yang
terintegrasi, menyatu dan tak terpisahkan dari proses pembelajaran yang kita
bangun.
Ada satu hal yang tidak kalah penting bahwa jika semangat dan kemauan para
guru telah terbangun hendaknya lembaga yang menganyomi para guru dalam hal
ini Kementerian pendidikan dan pengajaran dan Kementerian Agama (Mapenda)
baik yang ada pada tingkat Provinsi dan kota mampu memberikan apresiasi dan
stimulus berupa adanya penyediaan dana bagi guru yang membuat penelitian
pendidikan di sekolah seperti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk
semua satuan pendidikan sehingga setiap guru termotivasi melakukan penelitian
tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap
sekolah.