Anda di halaman 1dari 15

MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN DAN BERPIKIR SISTEM

DOSEN

: Prof. dr.Veni Hadju, M.Sc., Ph.D

TUHAN, INILAH PROPOSAL HIDUPKU

MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN DAN BERPIKIR SISTEM DOSEN : Prof. dr.Veni Hadju, M.Sc., Ph.D TUHAN, INILAH

YARDI HUSAINI

K012171145

PROGRAM PASCASARJANA KESEHATAN LINGKUNGAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN

2017

TUHAN Inilah Proposal Hidupku…

Nama saya Yardi Husaini

Saya lahir di kota Makassar 21 Desember 1991, hidup dan dibesarkan bersama kedua orang tua dan 2 saudaraku, sebuah keluarga yang bertempat tinggal di BTN Minasa Upa Blok F 14 no.6. sejak kecil kami didik menjadi manusia yang tangguh tidak cengeng menghadapi kehidupan. Karna kami melihat perjuangan orang tua secara langsung mengumpulkan uang demi penghidupan kami sekeluarga bahkan kamipun turut membantu kedua orang tua kami.

SD di BTN Minasa Upa, SMP di MtSN Model Makassar, SMK Bhayangkara Makassar dan menyelasaikan Pendidikan Strata 1 di UIN ALauddin Makassar. Begitulah jenjang pendidikan yang telah aku tempuh selama ini dan suatu kesyukuran mampu melanjutkan studi di salah satu kampus ternama di kawasan timur Indonesia.

Sejak kecil saya diajar oleh orang tua bahwa betapa pentingnya pendidikan dalam mengarungi kehidupan. Kedua orang tua kami berpendidikan strata 1, hal tersebut yang memotivasi kami untuk mampu lebih dari mereka sehingga mempu membuat mereka bangga.

Pada saat duduk di bangku tingkat smp, membuat saya berpikir kemanakah saya akan melanjutkan pendidikan saya, pada akhirnya jatuhlah pilihan saya di smk keperawatan SPK POLRI BHAYANGKARA MAKASSAR.

Suatu sekolah yand diidam-idamkan banyak orang saat itu, dengan persepsi bahwa setelah selesai pendidikan disan langsung diterima kerja, tapi kenyataannya tidak demikian.

Maka saya memutuskan melanjutkan pendidikan di kampus UIN Alauddin Makassar. Akan tetapi bukan di jurusan keperawatan. Saya lulus di jurusan kesehatan masyarakat. Dan meluruskan tekad mengambil konsentrasi kesehatan lingkungan, dengan harapan jurusan tersebut memiliki potensi lowongan pekerjaan yang luas.

Masa pendidikan saya di UIN Alauddin Makassar selama 10 semester, memberikan banyak pelajaran, bukan hanya di bidang kesehatan tapi keorganisasian yang saya latih di salah satu UKM Intra kampus yaitu UKM SB eSA, dengan cabang studio Cinema dan fotografi, merupakan hobi saya semasa kuliah dulu. Karna saya percaya studio cinema dapat memberikan dampak pribasi dan sosial.

Pada Bulan desember 2014, tepat 10 semester. Masa pendidikan S1 saya berakhir, dan masih bertanya dibenakku

“SETELAH INI APALAGI???” maka saya memutuskan

merintis usaha fotografi dan videografi bersama teman- teman saya. Alhamdulillah, hasilnya cukup menggiurkan, sampai saya ketagihan, hingga pada penghujung 2015 barulah saya tersadar untuk melanjutkan penddikan. Maka saya memutuskan untuk berangkat ke Kediri untuk belajar toefl, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan disana. Mulai pola belajar dan pola hidup masyarakat jawa

yang cukup contrast dengan kebiasaan kita di kota Makassar.

Tiga bulan lamanya saya menempuh pembelajaran di Kediri, setelaha itu kembali ke Makassar dengan niat melanjut pendidikan magister kesehatan. Namun nasib berkata lain. Seorang teman menawarkanku bekerja di salah satu media TV Di Makassar. Maka diterimalah saya sebagai news anchor, sehingga membuat saya berada di posisi nyaman di satu tahun pertama.

Awal 2017. Barulah meluruskan niat untuk melanjutkan pendidikan magister kesehatan yang saya dambakan.

Ekspertisi Yang Saya Kuasai

Ekspertisi yanga harus saya kuasai adalah kompetensi dibidang ilmu kesehatan lingkungan agar berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu membuat kebijakan yang berdampak lingkungan hidup buat sekitar.

Tuhan, Inilah Proposal Hidupku,,,, Saya , Alif Aliullah AL Rasyidi Adalah Masterpiece,

Saya sangat senang karena saya berbeda dengan siapa pun di muka bumi ini, saya lahir di Ujungpandang 05 maret 1991, bapak saya alhamdulillah seorang lulusan magister (S2) Sedangkan

ibu telah dipanggil menghadap ke sang pencipta saat saya masi berumur 12 tahun. Saya bersaudara ada tiga (3), bapak saya seorang dosen di salah satu kampus negeri di kota Makassar, beliau giat dalam bekerja semata-mata untuk menghidupi keluarga kecilnya ini, berusaha menyekolahkan kami setinggi tingginya agar kelak kami bisa melampaui pencapain beliau.

Bapak kala itu mengambil sekolah sarjana (S1) di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di kota Surabaya. Beliau semasa menempuh sekolah hanya seorang diri di kampung orang, rasa sedih, sepi kerinduan akan keluarga kecilnya tak terbendung. Akhirnya beliau memutuskan untuk membawa saya dan ibu ikut dengan beliau ke Surabaya. Pada umur lima (5) tahun bapak saya memasukkan saya di taman kanak (TK) dekat dengan tempat bapak saya kuliah, agar bapak bisa mengantar dan menjemput saya. Semasa saya tinggal di surabaya kehidupan yang keras dan lingkungan semraut ala kota besar membuat saya ketika itu di paksa anak muda untuk menghisap bekas puntung rokok sehingga saya terkena penyakit kelenjar TBC. Penyakit itu menempel di tubuh saya selama 3 tahun dan selama itu tiap harinya harus mengkonsumsi obat. Sepulangnya dari surabaya saya melanjutkan sekolah dasar (SD) di makassar, lanjut Sekolah menengah di pondok pesantren tzanawiah (Pompes) di masa ini lah mental saya di uji. Dimana ibu pergi untuk selama-lamanya yang membuat saya bagaikan kiamat kecil rasanya, mental yang drop kehilangan orang yang disayangi, membuat mental untuk belajar pun tidak ada. Demi untuk menenangkan diri saya, bapak kala itu membawa saya sekolah di kampung dan di titipkan ke tante dan nenek saya. Setelah dua tahun berlalu akhirnya saya kembali ke bapak untuk melanjutkan sekolah menegah atas (SMA) di

Makassar, prestasi yang bisa saya persembahkan kepada orang tua saya yaitu selalu masuk 5 besar di kelas dan pada saat itu juga saya sempat mendapat beasiswa siswa berprestasi. Dan sewaktu sekolah di DIII Kesehatan Lingkungan Politeknik Kemenkes Makassar saya masuk peringkat 3 besar. Sungguh senang dan sedih juga karena tak bisa memperlihatkannya kepada almarhum ibu prestasi yang saya dapatkan, tapi setidaknya senyum bahagia aku dapatkan dari ke hadiran bapak saat itu, dan yakin ini bentuk pengorbanan bapak dan almarhum ibu hingga saya bisa mendapatkan ini. Beberapa bulan saya lulus di DIII Kesehatan Lingkungan Politeknik Kemenkes Makassar saya berkeinginan untuk kembali belajar dan memperlancar kemapuan bahasa Inggris saya terutama untuk hal speaking dan grammer, kemudian saya berangkat ke Jawa Timur di Kediri untuk bergabung dan belajar di mes asrama yang mengasah kampuan dan berbicara bahasa Inggris saya. Selama saya menempuh kegiatan pemusatan di Kediri, saya mengalami kejadian yang tak perna saya bayangkan. Saat itu salah satu gunung yang ada di jawa timur meletus hingga membuat desa desa sekitar gunung tertutup dengan abu vulkanik, sementara larva dingin mengancam tempat pemusatan yang saya kunjungi, selama tiga (3) hari kami terisolir dari informasi dan kontak dari keluarga akibat letusan gunung itu. Sepulang dari kediri terpintas di pikiran untuk melanjutkan kuliah lagi, saya berkeinginan menimbah ilmu saya dan tidak stagnan di situ saja, dengan gelar AMD-Kl mungkin kurang yang bisa menerima saya di dunia kerja juga demi untuk bisa melampaui pencepaian bapak. Akhirnya saya pun daftar di tempat dlu saya lulus D III saya melanjutkan ke prodi D IV Kesehatan Lingkungan. Setelah lulus dari kampus

saya giat untuk menyebarkan Cv saya kemana-mana untuk mendapatkan pekerjaan, perusahaan demi perusahaan saya masuki tapi tidak ada satupun yang memanggil saya untuk sekedar interview, dalam benak saya apa petugas kesehatan kayak kami susah untuk mendapatkan pekerjaan di kantoran ataupun utntuk petugas lapangan. Cobaan apa yang engkau berikan kepadaku ya Allah, hamba butuh pekerjaan setidaknya bisa meringankan beban orang tua yang sekarang bertambah karena adik perempuan saya juga sudah kuliah. Tiap sholat ku pun berdoa agar di berikan kemudahan oleh yang kuasa dengan niat baik untuk bisa meringankan beban orangtua, terkadang rasa iri juga menghampiri diri ini, melihat beberapa teman yang sudah sukses mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap. Mungkin Allah pelan-pelan menjawab doa ku, alhamdulillah saya di tawari oleh om saya untuk kerja di perusahaan tambang minyak yang berlokasi di Kalimantan saya pun menerimanya dengan cv berlebelkan D-IV saya pun mengirimkan berkas saya, al hasil saya pun di terima. Setelah melalui proses traning saya baru mengerti tugas dan tanggung jawab pekerjaan ini, terlintas dalam pikiran

saya “sebenarya ini pekerjaan, walaupun dengan ijazah lulusan

SMA pasti di terima” pada dasarnya kerjaan yang di tawarkan oleh om saya tidak terlalu jelas posisi apa, yang biasa saya lihat kalau seorang sanitarian bekerja di perusahaan tambang setidaknya menjadi Safety officier junior untuk fress graduate. Saya pun tetap memberanikan diri untuk mengambil pekerjaan ini sebagai restaboard sebagai juru ngebor di tambang minyak. Hal ini sebenarya tidak sesuai basik ilmu saya dan saya merasa kurang cocok sebagai lulusan D-IV, entah kenapa cv ku mala di ajukan sebagai posisi terbawah, mungkin mereka merasa basik

ilmu yang saya punya tidak sesuai dengan tempat kerja dan hanya menerima saya karena recomendasi dari om saya saja. Ambil sisi positifnya saja setidaknya saya sudah dapat pekerjaan dan tidak ada orang yang terlahir sukses, pasti mereka yang sukses menjalani usahanya dari nol (0). Saya pun mulai kerja di tambang minyak di Kalimantan itu, hal pertama yang saya alami pastinya rasa rindu dengan keluarga yang jauh disana dan kedua beban kerja yang sangat yang beresiko kecelakaan kerja tinggi dan perlu kosentrasi, suatu ketika kurang nya konsentrasi mebuat saya merasakan insiden yang tidak menyenangkan terpleset jatuh dari pipa yang sedang saya betulkan dan membuat saya harus merasakan sakit di punggun dan di istirahatkan sehari. Suasana yang keras dan penuh resiko membuat saya merasa tidak nyaman lagi untuk melanjutkan pekerjaan di tambang minyak ini. Walaupun dengan gaji yang cukup tinggi tapi kenyamanan dalam berkerja sudah hilang, konsentrasi juga pun menurun berbahaya untuk tetap melanjutkan pekerjaan bisa-bisa menjadi kecelakaan kerja bagi diri sendiri. Akhirnya setelah menyelesaikan kontrak selama 2 bulan saya pun memutuskan tidak memperpanjang lagi, saya pun berpikir untuk melanjutkan karir disini kurang sesuai dengan minat dan basik ilmu yang saya kuasai dan saya pun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman saya. Tiap sujud pun aku berdoa terus menerus untuk di buka kan rejeki kepada hambanya ini dan tak lupa meminta restu kepada orang tua supaya di doakan cepat-cepat untuk dapat kerja. Setiap lowongan kerjaa yang buka di manapun dan sebagai posisi apapun selalu saya masukkan cv saya, tapi panggilan tes pun tidak ada, rasa lelah dan putus asa selalu ada dalam pikiran saya, tapi saya selalu berusaha hapus sikap putus asa saya dan selalu yakin Allah telah

mencatat setiap rejeki umatnya akan tiba saatnya saya akan dapat pekerjaan. Muncul ide untuk mencoba berwirausaha dengan teman-teman SMA dulu tapi semakin lama kita merancang sesuatu usaha tidak perna terealisai dan akhirnya niat berwirausaha pun kandas lagi. Yaa Allah jika hamba mempunyai dosa maka ampunilah, mudahkanlah perjalanan saya untuk meraih kesuksesan, saya ingin membahagiakan orang tua saya ,hamba hanya bisa berencana dan berusaha engkaulah yang menentukannya. Akhirnya pendaftaran calon penerimaan pegawai negeri (CPNS) se Indonesia pun terbuka dengan kemauan kuat dan atas restu orang tua saya pun mencoba untuk ikut dalam seleksi CPNS untuk Kementerian Kesehatan Pelabuhan di kabupaten Kendari, saya pun belajar ekstra keras untuk mepersiapkan diri menjalani tes yang akan di laksanakan di Politeknik Kesehatan Kendari. Saya pun berangkat dari makassar dan ke kendari dua (2) minggu sebelum tes berlangsug, sampai di sana tak ada pun sanak saudara yang saya kenal akhirnya saya memutuskan untuk mengekos beberapa hari di sana, dan tak lupa selalu belajar dan berdoa ke pada yang kuasa agar di mudahkan dalam tes. Akhinrya tes di mulai dan hasilnya langsung ke luar pada hari itu juga, dengan rasa kecewa dan lesu saya meniggalkan ruangan tempat tes karena hasil poin saya kurang terlampau jauh dari terget yang di standarkan untuk bisa lolos ke tahap selanjutnya. Saya pun menelepon orang tua sambil menangis untuk tes ini anak mu ini belum bisa lolos ke tahap selanjutnya rasa kecewa orang tua kepada saya pun pasti ada, tapi apalah daya kemampuan yang saya miliki hanya sampai di situ. Lagi- lagi gagal untuk bisa membantu orang tua, saya tidak mau menyerah dengan semua ini berpikir positif bahwa di sini

mungkin belum rejeki saya. saya pun pulan ke Makassar untuk menyebarkan cv lagi ke tempat yang sedang mebuka lowongan kerja. Kemudia sepupuh saya menawarkan kerja sama dalam berwirausaha saya pun mendengarkan apa yang menjadi ide usahanya pelan-pelan kami menytukan ide untuk membuka usaha, usaha yang kami rintis iayalah usaha yang bergerak dalam bentuk penjualan, berupa penjualan parfum refille yang selama ini banyak di katakan sebagai bahan parfum copyan, tapi kami berusaha mengubah steatment kosumen karena parfum yang kami jual asli impor dari Francis, segala usaha kami lakukan demi membangun toko kami, dari mencari tempat dan membagi tugas untuk menjaga toko, karena pada dasarnya usaha yang kami rintis ini bukan menjadi salah satu wirausaha kami, kami pun memasukan kendaraan kami sebagai kendaraan berbasis online. Sembari menjalankan usaha kecil kami, ketika saya duduk bersama orang tua saya beliau pun bercerita dia mengharapkan dari anaknya ada yang bisa menggantikanya kelak sebagai seorang pengajar atau seorang dosen di tempatnya sekarang mengabdi. Saya merasa bimbang dengan pernyataan bapak, bapak selama ini telah mengeluarkan uang yang cukup banyak demi membantu saya mencari pekerjaan, di tambah lagi bapak masi membiayai adik perempuan saya untuk kuliah, saya mengerti tujuan awal bapak bekerja dengan keras agar kelak anak-anaknya bisa lebih ataupun setidaknya setara dengan dia, tapi rasanya sedih melihat bapak yang sudah tua dan ingin membantu saya melanjutkan kuliah saya, karena untuk kuliah di magister dana yang di sediakan tidak lah sedikit sedangkan saat ini saya belum bisa terlalu menghasilkan uang lebih untuk beliau. Saya sadar masi banyak impian yang di inginkan beliau kepada anak-

anaknya terutama kepada saya apa lagi saya anak pertama yang kelak akan membimbing, membantu adik-adik di saat beliau sudah tidak bisa lagi mengurus mereka. Saya pun meminta bimbingan kepada sang pencipta Allah S.W.T lewat salat malam di mana hambamu di hadapkan dengan pilihan yang sulit disatu sisi hambamu ini ingin meringankan beban orang tua, tetapi di satu sisi saya juga harus bisa menjalankan impian bapak saya yang ingin menjadikan saya dosen . Akhirnya saya menuruti saran dari bapak dan mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di indonesia, alhamdulillah dengan kerja keras semangat dan harapan yang di berikan oleh orang tua akhirnya saya bisa masuk di Pascasarjan fakultas kesehatan masyarakat (FKM) Unhas 2016 dengan status lulus bersyarat. Dalam hati pun saya berdoa saya tak tau rencana indah yang akan engkau berikan kepada hambamu ini, saya percaya engkau akan memberikan hambamu yang terbaik dari segala yang terbaik saya hanyalah hamba yang hanya bisa bersujud kepada-Mu meminta rihdo-Mu, hambamu ini hanya bisa berencana dan berusaha, engkaulah maha menentukan segala yang ada di bumi dan kehidupan setiap hambamu maka mudah kan lah ya Allah, mudahkan segala urusanku dalam menjalankan kuliah S2 hingga hambamu selesai di kampus ini. Aamiiin

Prestasi Terbaik

Prestasi terbaik saya Adalah menjadi orang yang sukses dunia akhirat yang bisa bermanfaat buat agama, keluarga, bangsa dan Negara yaitu menjadi seorang tenaga pengajar “dosen” dan jika Allah membuka kan rejeki dan jalan ingin melanjutkan cita-

cita orang tua yang ingin membuka sekolah rakyat, membangun masjid dan panti asuhan yang di modali hasil keringat saya sendiri, kemudian mendidiknya agar menjadi orang yang berbudi pekerti mulia menjadi calon pemimpin di lingkunganya , 10 tahun kedepan insyallah Aamiin ...

Oleh karena itu untuk mewujudkan prestasi terbaik saya, saya memperkaya ilmu melalui pendidikan di Magister (S2) dan saya banyak meminta saran dan pendapat terutama dari orang tua bapak karena beliau sudah mempunyai skill untuk mendidik orang lain di kampus tempat beliau mengajar dan senantiasa melibatkan teman-teman yang setujuan dengan saya dalam hal mengembangkan potensi rakyat miskin

Ekspertisi Yang Saya Kuasai

Untuk mewujudkan prestasi terbaik yang ingin saya torehkan saya harus memiliki expertise yang mendukung. Oleh karena itu saya harus berkomitmen untuk expert di bidang :

Kesehatan Lingkungan karena dari sini lah basik disiplin ilmu yang saya mengerti dan harus selalu di asa agar bisa gunakan di kehidupan sehari- hari dan memberikan informasi lebih lanjut kepada teman-teman mengenai hal-hal berkaitan dengan masalah lingkungan, menjawab apa yang saya bisa jawab, tetapi saya belum bisa mengajar dalam skala besar (depan orang banyak) tetapi face to face (privat). Maka dari itu saya selalu ingin belajar dan lebih mengetahui masalah lingkungan yang semakin hari semakin banyak dan berusaha untuk melatih diri berbicara di depan umum

Saya harus menjadi orang yang expert di bidang Kesehatan Lingkungan. Titel saya: ahli kesehatan lingkungan yang sukses berkah dan tawaddu

Guru Kehidupan

Saya akan mengangkat sedikitnya dua guru dalam kehidupan saya. guru yang pertama adalah guru yang menjadi penyemangat sekaligus inspirasi buat saya untuk terus berusaha menjalani hidup yang penuh tantangan dengan sabar dan kerja keras dan kuat dalam menggapai cita-cita saya . Orang yang saya pilih adalah orang tua saya. Selain itu, saya akan mengangkat guru spiritual saya, yang akan membimbing dan mengingatkan saya jika saya salah. Dia adalah rujukan saya untuk urusan spiritual dan nilai-nilai kehidupan. Saya akan menjadikan ustads YM sebagai panutan dan rujukan saya dalam menimba ilmu agama, selain itu saya juga biasa mengikuti beberapa ceramah agama yang biasa ada di masjid dekat rumah saya Kepada mereka saya berjanji untuk melaksanakan saran dan perndapat mereka yang di amanahkan kepada saya, sayapun akan memperlakukan mereka dengan rasa hormat dan menjadikan mereka teladan dalam kehidupan sehari-hari

Kelompok Mastermind

Untuk mendukung tujuan dan rencana saya ke depannya, saya akan mengajak sahabat-sahabat terbaik saya untuk mewujudkan rencana (mimpi) saya tersebut. Selain itu, saya akan mereka dengan sepenuh jiwa dan raga. Keberadaan mereka sangat berarti buat saya. Kami akan saling memotivasi satu sama lain dan saling menegur dan mengingatkan jika kami salah jalan.

Adapun teman-teman yang akan saya jadikan kelompok mastermind saya adalah NHS, MAR, RNS, NSW, ARM, dan MF Dalam daftar sahabat yang saya miliki semuanya sukses setelah berjuang dengan keras, memulai dari nol (0) hingga mencapai puncak di mana mereka sekarang dan menjadi orang sukses berkah. Mereka sudah saya anggap sebagai saudara beda ibu yang akan membantu saya dalam mencapai proposal hidup saya ini. Dalam setiap doa yang saya panjatkan ada nama-nama mereka semoga kami semua menjadi orang yang sukses dan menjadi panutan di lingkungan kami

Komitmen Saya

Saya akan terus belajar dan mengembangkan diri saya sebelum kembali kepada sang pencipta dengan cara mengikuti kegiatan-kegaiatn ilmiah di bidang kesehatan lingkungan baik yang sejalan dengan expert yang ingin saya capai maupun yang tidak sejalan selama itu menjadi kegaitan positif buat saya kedepanya, mengikuti berbagai seminar-seminar membangun kemampuan diri berdiskusi dengan orang-orang hebat di bidang expert yang saya inginkan, membaca buku dan mengumpulkan buku sebagai bahan ajar untuk diri sendiri, menyelesaikan pendidikan di magister dengan cepat agar kelak saya bisa menerapakan ilmu saya kepada masyrakat. Ilmu yang saya punya akan saya ajarkan untuk semua orang tampa kenal di bayar ataupun tidak inysallah akan menjadi amal jariah

Aura Sukses Berkah

Saya akan berusaha menciptakan suasana dan kondisi nyaman yang mendukung apa yang saya harapkan dapat terwujud. Setelah shalat saya akan berdoa secara khusu dan sepenuh hati

agar Allah S.W.T agar apa yang saya cita-citakan bisa terwujud dan menjadi hamba mu yang sukses dunia dan akhirat. Aamiin.

Penutup

Ya Allah, inilah proposal hidupku. Apabila dengan ini Engkau semakin cinta kepadaku bantulah aku. Jika dengan ini keberadaanku memberi manfaat kepada banyak orang bantulah aku. Akan tetapi apabila dengan proposal hidup ini Engkau menjauh dariku dan keberadaanku membebani orang-orang yang berada di sekitarku, berilah petunjuk kepadaku. Jangan Tinggalkan aku Yaa Allah meski itu sebentar saja. Saya merasa tidak tenang dan sedih bila saya menjauh dari-Mu. Ya Allah, bantulah aku untuk mampu mewujudkan Proposal Hidup ini sebab tanpa bantuan dan pertolongan-Mu saya pasti

tidak akan mampu merealisasikan “Proposal Hidup” ini. Ya Allah, kabulkanlah….

Makassar, September 2015

Alif aliullah al rasyidi