Anda di halaman 1dari 2

KETOROLAC

Farmakodinamik
Ketorolac merupakan suatu analgesic non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-
inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-
inflamasi. Ketorolac menghambat sintesic prostaglandin dan dapat dianggap sebagai
analgesic yang bekerja secara perifer karena tidak mempunyai efek terhadap
reseptor opiate

Farmakokinetik
Ketorolac diserap denan cepat dan lengkap setelah pemberian intramuscular.

Indikasi
Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut
sedang-berat. Durasi total ketorolac tidak boleh diberikan lebih dari 5 hari.

Kontraindikasi
Pasien yg sebelumnya mengalami alergi dengan obat ini
Pasien yang menderita ulkus peptikum yang aktif
Gangguan ginjal derajat sedang-berat
Selama kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi

Efek samping
Dyspepsia, GI pain, nausea, headache

Dokter RSUD wonosari memberikan ketorolac pada pasien fraktur lumbal karena
untuk mengurangi nyeri pada pasien tersebut.

RANITIDIN
Farmakologi
Efek padaGI. Ranitidine menghambat reseptor histamine H2 pada sel parietal.
Menurunkan sekresi asam lambung pada kondisi basal maupun terstimulasi
makanan, insulin, asam amino, histamine maupun pentagastrin.

Farmakokinetik
Absorpsi. Ranitidine diabsorbsi dengan baik dari saluran cerna maupun
secara IM.
Distribusi. Ranitidine akan berikatan dengan protein serum
Eliminasi. Waktu paruh eliminasi rata-rata pada orang dewasa adalah 1,7-3,2
jam dan dapat berkorelasi positif dengan usia.
Metabolisme. Ranitidine dimetabolisme dihati menjadi ranitidine N-oksida,
desmetil ranitidine, dan ranitidine S-oksida.

Indikasi
Ranitidine diindikasikan pada penyakit lambung dan pemberian obat yang
mempunyai efek samping terjadinya gangguan lambung.
Kontraindikasi
Pada pasien yang mengalami alergi pada obat ini

Efek samping
Sakit kepala, agitasi, konstipasi, nausea, vomiting

Dokter RSUD wonosari memberikan ranitid kepada pasien fraktur lumbal karena
pada pasien tersebut diberikan pengobatan ketorolac yang obat tersebut
mempunyai efek samping gangguan gastrointestinal.

METILPREDNISOLON