Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah : Gangguan mobilitas fisik


Pokok Bahasan : Tindakan Keperawatan Dalam Pemenuhan Aktivitas
Sub Pokok Bahasan : Latihan Range Of Motion (ROM)
Sasaran : Keluarga dan pasien di Poliklinik Orthopedi RSUD Ulin
Banjarmasin
Lama Penyuluhan : 15 menit
Tanggal : 02 Agustus 2017
Penyuluh : Kelompok C2.5

A. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah diberikan penyuluhan, Keluarga dan pasien di Ruang Saraf RSUD Ulin
Banjarmasin mampu melakukan latihan ROM aktif maupun pasif dengan maksimal.

B. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit, Keluarga dan Pasien di Ruang Saraf
RSUD Ulin Banjarmasin dapat :
1. Menyebutkan kembali pengertian dari ROM setelah diberi penyuluhan.
2. Menyebutkan kembali dua manfaat dari ROM aktif maupun pasif setelah
diberikan penyuluhan selama 15 menit dengan benar
3. Mendemonstrasikan gerakan latihan ROM aktif maupun pasif dengan benar.

C. Materi
1. Pengertian latihan ROM
2. manfaat dari ROM aktif maupun pasif
3. Langkah-langkah latihan dari ROM aktif maupun pasif

D. Metoda
1. Ceramah dan Tanya Jawab
2. Demonstrasi

E. Pengorganisasian

Moderator : Giska Apriliasari


Penyaji : Sahida Norsanti dan Rusmiati
Fasilitator : Rizky Setiabudi

1
Tugas dan tanggung jawab organisasi :
1. Moderator
Membuka acara, bertanggung jawab dalam kelancaran diskusi pada
penyuluhan, mengarahkan diskusi pada hal-hal yang terkait pada tujuan diskusi,
serta memicu peserta untuk berperan aktif.
2. Penyaji
Bertanggung jawab dalam memberikan penyuluhan dengan menggunakan
bahasa yang mudah dipahami peserta penyuluhan
3. Fasilitator
Memotivasi peserta untuk aktif berperan serta dalam diskusi, baik dalam
mengajukan usulan, pertanyaan, ataupun memberi jawaban.

F. Media
Leaflet

G. Kegiatan Pembelajaran
TAHAPAN PENYULUH PESERTA WAKTU
1 2 3 4
Kegiatan 1. Memberi salam. 1. Menjawab salam. 2 menit
Pembuka 2. Apersepsi tentang 2. Memperhatikan
Pembelajaran latihan aktif dan
pasif / ROM
3. Mengajukan 3. Menjawab
pertanyaan untuk pertanyaaan tentang
menggali latihan aktif dan
pengalaman pasif / ROM.
sasaran tentang
latihan aktif dan
pasif / ROM.
Kegiatan Inti 1. Menjelaskan 1. Peserta menyimak 8 menit
pengertian latihan penjelasan tentang
ROM. ROM.
2. Menjelaskan 2. Peserta
tentang manfaat mengemukakakan
latihan aktif dan pendapatnya tentang
pasif / ROM. manfaat latihan aktif
dan pasif / ROM.
3. Menjela 3. Peserta menyimak
skan langkah- penjelasan penyuluh
langkah latihan tentang langkah-
aktif dan pasif / langkah latihan aktif

2
ROM. dan pasif / ROM.
4. Peserta menyimak
4. Menya penjelasan penyuluh
mpaikan materi 5. Peserta
Islami mengemukakakan
5. Membe tentang hal-hal yang
ri kesempatan pada belum dipahami.
sasaran untuk
mengajukan 6. Peserta menyimak
pertanyaaan. ulasan dan jawaban
6. Menjawab perawat.
pertanyaan yang
diajukan.
Kegiatan Bersama-sama dengan Bersama-sama dengan 5 menit
Penutup peserta penyuluh
menyimpulkan : menyimpulkan :
1. Pengertian latihan 1. Pengertian
ROM. latihan ROM.
2. Manfaat latihan 2. Manfaat
aktif dan pasif / latihan aktif dan pasif
ROM / ROM.
3. Langkah-langkah 3. Langkah-
latihan aktif dan langkah latihan aktif
pasif / ROM. dan pasif / ROM.

H. Evaluasi Dan Prosedur


1. Evaluasi Struktur
a. Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana
b. Mahasiswa berada pada posisi yang sudah direncanakan
c. Tempat dan media serta alat sesuai rencana
d. Mahasiswa dan sasaran menghadiri penyuluhan
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
c. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan
d. Sasaran penyuluhan dan mahasiswa mengikuti kegiatan penyuluhan
sampai selesai

3
e. Sasaran penyuluhan dan mahasiswa berperan aktif selama kegiatan
berjalan
3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu :
a. Menjelaskan pengertian latihan ROM
b. Menyebutkan 2 dari 4 manfaat latihan aktif dan pasif / ROM
c. Mendemonstrasikan kembali langkah-langkah latihan aktif dan pasif

I. Penutup
Setelah kegiatan penyuluhan ini dilakukan, diharapkan keluarga dan pasien di
ruang Saraf RSUD Ulin Banjarmasin dapat mengetahui dan melaksanakan ROM
pada pasien sehingga dapat membantu dalam pemulihan pasien.

Banjarmasin,................................2017
Ners Muda

(............................................)

Disetujui oleh

Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik

(...................................................) (...................................................)

4
Lampiran Materi

LATIHAN AKTIF DAN PASIF /


RANGE OF MOTION (ROM)

A. Pengertian
ROM adalah sejumlah pergerakan yang mungkin dilakukan pada bagian-bagian tubuh
untuk menghindari adanya kekakuan sebagai dampak dari perjalanan penyakit ataupun
gejala sisa.

B. Manfaat
1. Menjaga agar tidak terjadi kerapuhan tulang
2. Meningkatkan mobilisasi sendi
3. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
4. Meningkatkan massa otot

C. Jenis-jenis ROM (Range Of Motion)


ROM dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. ROM Aktif
ROM Aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien) dengan

menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan membimbing

klien dalam melaksanakan pergerakan sendiri secara mandiri sesuai dengan

rentang gerak sendi normal (klien aktif). Kekuatan otot 75 %.


Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara

menggunakan otot-ototnya secara aktif. Sendi yang digerakkan pada ROM aktif

adalah sendi di seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien

sendri secara aktif.


2. ROM Pasif
ROM Pasif yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari orang lain
(perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan persendian klien
sesuai dengan rentang gerak yang normal (klienpasif). Kekuatanotot 50 %.
Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan
keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan
rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan
paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008).
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan
persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat
mengangkat dan menggerakkan kaki pasien. Sendi yang digerakkan pada ROM

5
pasif adalah seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang
terganggu dan klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri.

D. Indikasi dan Sasaran ROM


1. ROM Aktif :
a. Indikasi :
1) Pada saat pasien dapat melakukan kontraksi otot secara aktif

dan menggerakkan ruas sendinya baik dengan bantuan atau

tidak.
2) Pada saat pasien memiliki kelemahan otot dan tidak dapat

menggerakkan persendian sepenuhnya, digunakan A-AROM

(Active-Assistive ROM, adalah jenis ROM Aktif yang mana

bantuan diberikan melalui gaya dari luar apakah secara manual

atau mekanik, karena otot penggerak primer memerlukan

bantuan untuk menyelesaikan gerakan).

3) ROM Aktif dapat digunakan untuk program latihan aerobik.


4) ROM Aktif digunakan untuk memelihara mobilisasi ruas diatas

dan dibawah daerah yang tidak dapat bergerak.


b. Sasaran
1) Apabila tidak terdapat inflamasi dan kontraindikasi, sasaran
ROM Aktif serupa dengan ROM Pasif.
2) Keuntungan fisiologis dari kontraksi otot aktif dan
pembelajaran gerak dari kontrol gerak volunter.
3) Memberikan rangsangan untuk tulang dan integritas jaringan
persendian
4) Meningkatkan sirkulasi
5) Mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik
2. ROM Pasif
a. Indikasi :
1) Pada daerah dimana terdapat inflamasi jaringan akut yang
apabila dilakukan pergerakan aktif akan menghambat proses
penyembuhan
2) Ketika pasien tidak dapat atau tidak diperbolehkan untuk
bergerak aktif pada ruas atau seluruh tubuh, misalnya keadaan
koma, kelumpuhan atau bed rest total
b. Sasaran :
1) Mempertahankan mobilitas sendi dan jaringan ikat
2) Meminimalisir efek dari pembentukan kontraktur
3) Mempertahankan elastisitas mekanis dari otot
4) Membantu kelancaran sirkulasi
5) Meningkatkan pergerakan sinovial untuk nutrisi tulang rawan
serta difusi persendian

6
6) Menurunkan atau mencegah rasa nyeri
7) Membantu proses penyembuhan pasca cedera dan operasi
8) Membantu mempertahankan kesadaran akan gerak dari pasien

E. Kontraindikasi dan Hal-hal yang harus diwaspadai pada latihan ROM


Kontraindikasi dan hal-hal yang harus diwaspadai pada latihan ROM
1. Latihan ROM tidak boleh diberikan apabila gerakan dapat mengganggu proses

penyembuhan cedera.
a. Gerakan yang terkontrol dengan seksama dalam batas-batas gerakan yang
bebas nyeri selama fase awal penyembuhan akan memperlihatkan
manfaat terhadap penyembuhan dan pemulihan
b. Terdapatnya tanda-tanda terlalu banyak atau terdapat gerakan yang salah,
termasuk meningkatnya rasa nyeri dan peradangan
2. ROM tidak boleh dilakukan bila respon pasien atau kondisinya membahayakan
(life threatening)
a. PROM dilakukan secara hati-hati pada sendi-sendi besar, sedangkan
AROM pada sendi ankle dan kaki untuk meminimalisasi venous stasis
dan pembentukan thrombus
b. Pada keadaan setelah infark miokard, operasi arteri koronaria, dan lain-
lain, AROM pada ekstremitas atas masih dapat diberikan dalam
pengawasan yang ketat

F. Waktu Pelaksanaan ROM


Waktu pelaksanaan: Pelaksanaan 2-3 x sehari secara teratur selama 15 menit

C. Langkah-langkah Latihan ROM


Cara melakukan latihan
a. Mengkaji pasien dan
rencanakan program
latihan yang sesuai untuk pasien.
b. Memberi tahu pasien
tentang tindakan yang akan
dilakukan, area yang akan
digerakkan, dan perannya dalam latihan.
c. Jaga privasi klien.
d. Lakukan latihan ROM
e. Sendi yang digerakkan yaitu seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari
kaki.
1) Latihan leher.
Fleksi dan ekstensi leher

7
Menggerakkan leher ke sisi kiri dan kanan

2) Latihan bahu.
Fleksi bahu keatas. Minta pasien mengangkat tangan dari
sisi badan, keatas sampai sejajar dengan kepala.

Fleksi siku. Minta pasien menekuk lengan ke atas hingga


mendekati bahu.

Ekstensi siku. Minta pasien meluruskan lengan bawah, sehingga


tangan berada di sisi tubuh.

8
Supinasi siku. Minta pasien memutar lengan bawah, hingga

telapak tangan menghadap keatas.


Pronasi siku. Minta pasien untuk membalikkan lengan bawah,
hingga posisi telapak tangan menghadap kebawah.
Ulangi gerakan supinasi dan pronasi sebanyak 8 kali untuk
masing-masing tangan kanan kanan dan kiri.

3) Latihan paha.
Atur posisi pasien sebelum latihan dilakukan yaitu dengan posisi
duduk ditepi tempat tidur atau duduk dibangku atau berdiri di
lantai dengan tangan sejajar dengan tubuh.
Fleksi paha. Minta pasien menggerakkan kaki kanan, posisi
kaki sejajar dengan kaki kiri kedepan dan keatas.

9
Ekstensi paha. Minta
pasien menggerakkan kaki
kanan, dari atas kebawah
hingga posisi sejajar
kembali dengan kaki kiri
seperti semula.

Hiperekstensi paha.
Minta pasien untuk
menggerakkan kaki kanan dengan posisi sejajar dengan kaki
kiri, kebelakang tubuh.

Ulangi gerakan fleksi, ekstensi, dan hiperekstensi sebanyak 8


kali untuk masing-masing tangan kanan kanan dan kiri.

4) Latihan pergelangan kaki.

10
Atur posisi pasien sebelum latihan dilakukan yaitu dengan
posisi duduk ditepi tempat tidur atau duduk dibangku atau
berdiri di lantai dengan tangan sejajar dengan tubuh.

Fleksi plantar. Minta pasien mengangkat telapak kaki kanan


setinggi 5 cm dari
lantai, lalu
gerakkan
pergelangan kaki
ke plantar,
sehingga posisi
jari-jari tertarik kebawah atau kearah lantai. Posisi tumit
menjadi lebih tinggi dari pada posisi jari-jari kaki.

Ekstensi dorsal. Minta pasien menggangkat telapak kaki


kanan setinggi 5 cm, kemudian gerakkan telapak kaki kearah
dorsal, sehingga jari-jari kaki tertarik keatas atau kearah lutut.

Ulangi gerakan fleksi plantar dan eksternal dorsal sebanyak 8


kali untuk masing-masing tangan kanan kanan dan kiri.

11
Materi Islami

Memberikan selebaran tentang doa mohon kesehatan kepada Allah SWT kepada
para peserta penyuluhan.

DOA MOHON KESEHATAN

12
Daftar Pustaka

Enny Mulyatsih. 2003. Stroke : Petunjuk Praktis Bagi Pengasuh dan Keluarga Pasien
Pasca Stroke, Jakarta, Unit Perawatan Khusus Stroke Soepardjo Roestam RSCM.

Kusyati Eni dkk. 2006. Keterampilan dan prosedur laboratorium keperawatan dasar.
Jakarta : EGC.

Potter, Patricia A dan Anne Griffin Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental
Keperawatan: Konsep, Proses Dan Praktek. Jakarta: EGC

13