Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap manusia pada umumnya di anugerahi alat indera oleh Yang Maha Kuasa sejak lahir.
Alat indera adalah organ yang sangat penting bagi manusia untuk melakukan segala aktivitas
sehari-hari. Alat indera berfungsi untuk menerima rangsangan tertentu. Semua indra kita
berkembang untuk membantu kita bertahan hidup. Salah satu manfaat dari alat indera adalah
kita dapat merasakan sakit, karena rasa sakit dapat memperingatkan kita akan penyakit dan
cedera. Orang yang lahir dengan kondisi cacat indera membuat mereka tidak mampu
merasakan sakit sehingga mereka akan dengan mudah memar dan patah tulang, bahkan banyak
dari mereka yang meninggal dalam usia muda karena tidak dapat mengambil keuntungan dari
rasa sakit.
Reseptor atau penerima rangsang diberi nama berdasarkan jenis rangsangan yang
diterimanya, seperti fotoreseptor (penerima rangsang cahaya), audio reseptor (penerima
rangsang suara), dll. Selain itu, dikenal pula beberapa reseptor yang berfungsi mengenali
lingkungan dalam tubuh yang disebut interoreseptor dan reseptor yang berfungsi mengenali
perubahan lingkungan luar disebut sebagai eksoreseptor. Eksoreseptor yang kita kenal ada lima
macam yang biasa disebut dengan panca indera. Kelima indera itu adalah indera penglihatan,
pendengaran, perabaan, pengecapan, dan pembauan. Sedangkan alat indera yang mendukung
kelima indera tersebut adalah mata yang berfungsi untuk melihat, telinga yang berfungsi untuk
mendengar, kulit yang berfungsi untuk meraba, lidah yang berfungsi untuk mengecap, dan
hidung yang berfungsi untuk membau.
Mata merupakan salah satu bagian dari panca indera yang sangat penting dibanding indera
lainnya. Para ahli mengatakan, jalur utama informasi 80% adalah melalui mata. Tanpa adanya
mata, manusia pasti akan kesulitan untuk melakukan segala aktivitas dan pasti sangat
memerlukan adanya alat bantu. Tetapi, seiring dengan pentingnya mata dalam kehidupan,
banyak pula penyakit yang menghantui mata. Beberapa dari banyaknya penyakit mata tersebut
adalah katarak yaitu sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan
rabun, iridosiklitis yang disebabkan oleh gigi yang berlubang, gonoblenorrhoe yang terjadi
pada bayi yang baru lahir karena ibunya menderita gonorrhoe, glaukoma yang ditandai dengan
pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya lebar penglihatan serta gangguan lensa mata.
2

Gangguan lensa ada beragam jenisnya diantaranya miopi, hiperopi, presbiopi, astigmatisma,
amblyopia, strabismus, silindris.

B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Penyakit mata rabun dekat
2. Penyakit mata rabun jauh
3. Penyakit mata rabun tua
3

BAB II
PEMBAHASAN

A. Rabun Dekat
Pengertian Rabun dekat atau yang sering disebut dengan Hyperopia atau Hipermetropi
merupakan sesuatu gangguan pada lensa atau kornea mata yang menyebabkan penglihatan
penderita menjadi buram atau kabur terhadap objek penglihatan yang berada dekat dengan nya,
namun untuk objek atau benda yang berada agak jauh akan terlihat jelas.
1. Pengertian Rabun Dekat, Gejala, Penyebab Dan Cara Pengobatannya
Penyakit Rabun dekat sering diderita oleh orang-orang yang berusia diatas empat puluh
tahun, hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya kemampuan mata seiring bertambahnya usia,
namun walaupun demikian tidak tertutup kemungkinan untuk juga dialami oleh semua
usia. rabun dekat sering dikaitkan dengan masalah pembiasan.
2. Tanda Dan Gejala Rabun Dekat
Tanda dan Gejala Seseorang mengalamin Rabun dekat biasanya mata akan mudah
lelah.dan sering mengalami pusing dan sakit kepala tanpa alasan yang jelas. ini merupakan
salah satu ciri-ciri penyakit rabun dekat selain dari pandangan yang kabur saat melihat
benda yang berada pada jarak normal, Selengkapnya ada dibawah ini tentang ciri-ciri dan
gejala yang sering dialami oleh penderita Hypermetropi
3. Gejala Rabun dekat meliputi:
a. Sering Pusing
1) Kesulitan dalam membaca atau melihat objek yang berada di jarak normal
2) Kesulitan untuk terus fokus dalam melakukan pekerjaan yang mebutuhkan
konsentrasi tinggi seperti menjahit.
3) Sering mengerlingkan mata saat harus melihat benda dekat
4) Mata berair dan memerah
5) Mata kelelahan
Objek jauh mungkin akan terlihat jelas namun tidak untuk objek yang dekat
dengannya

3
4

4. Penyebab Rabun Dekat


Penyebab Rabun Dekat yaitu karena Cahaya yang masuk ke mata tidak berfokus
pada bagian retina, tetapi malah berfokus pada bagian belakang retina, sehingga
objek penglihatan menjadi buram karena cahaya tidak fokus secara benar. Hal ini
Terjadi akibat lensa mata atau kornea mata yang terlalu datar ataupun kurang
melengkung, ataupun mata yang terlalu pendek.
Cacat mata ini terjadi apabila mata melihat benda pada jarak baca normal bayangan
yang terbentuk jatuh di belakang retina. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak mampu
berakomodasi atau mencembung sesuai jarak benda, sehingga titik dekat mata (punctum
proximum) menjadi lebih jauh dari mata. Sebab terjadinya mata hipermetropi dikarenakan
kebiasaan melihat benda yang jaraknya jauh, sehingga lensa mata terbiasa memipih dan
pada saat melihat benda pada jarak baca normal lensa mata tidak mampu berakomodasi
atau mencembung sebagaimana mestinya. Contoh orang pengamat yang menggunakan
teropong. Perhatikan gambar berikut:

Mata Hipermetropi
Cacat mata hipermetropi ditolong dengan kaca mata berlensa cembung atau positif
(+) Kaca mata positif berfungsi mengubah jarak baca normal (So=25 cm) hingga menjauh
dari mata tepat pada titik dekat mata/punctum proximum (Si=-PP), harga negatif ini karena
sifat bayangan maya. Ukuran kaca mata ditentukan dengan kekuatan lensa dengan satuan
dioptri. Karena PP> 25 cm maka kekuatan lensa selalu positif.

Rumus :
P = 1/f (jika dalam satuan m) P = 1/25 - 1/PP
P = 100/f (jika dalam satuan cm) P = 100/25 - 100/PP = 4 - 100/PP
Perhatikan pembentukan bayangan yang dibentuk oleh kaca mata positif !
5

B. Rabun Jauh (Miopi)


Miopi (dari bahasa Yunani: myopia "penglihatan-dekat) atau rabun jauh adalah
sebuah kerusakan refraktif mata di mana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika
akomodasi dalam keadaan santai. Miopi dapt terjadi karena bola mata yang terlalu panjang
atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak
difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram. Penderita penyakit ini tidak dapat
melihat jarak jauh dan dapat ditolong dengan menggunakan kacamata negatif (cekung).
Rabun jauh adalah kesalahan refraksi mata di mana bola mata terlalu mencembung dan
fokus cahaya berada di depan retina mata. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk memfokuskan
objek yang jauh dari mata (Kamus Kesehatan).
Miopi merupakan mata dengan daya lensa positif yang lebih kuat sehingga sinar yang
sejajar atau datang dari tak terhingga difokuskan didepan retina. Kelainan ini diperbaiki dengan
lensa negatif sehingga bayangan benda tergeser ke belakang dan diatur dan tepat jatuh diretina
(Mansjoer, 2002).
Miopi adalah anomali refraksi pada mata dimana bayangan difokuskan di depan retina,
ketika mata tidak dalam kondisi berakomodasi. Ini juga dapat dijelaskan pada kondisi refraktif
dimana cahaya yang sejajar dari suatu objek yang masuk pada mata akan jatuh di depan retina,
tanpa akomodasi. Miopia berasal dari bahasa Yunani muopia yang memiliki arti menutup
mata. Miopia merupakan manifestasi kabur bila melihat jauh, istilah populernya adalah
nearsightedness (American Optometric Association, 2006).
Miopia atau sering disebut sebagai rabun jauh merupakan jenis kerusakan mata yang
disebabkan pertumbuhan bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang
terlalu cekung (Sidarta, 2007). Miopi adalah suatu kelainan refraksi di mana cahaya peralet
yang memasuki mata secara keseluruhan dibawa menuju focus didepan retina. Miopia, yang
umumnya disebut sebagai kabur jauh / terang dekat (Syafa, 2010). Miopi adalah suatu kelainan
refraksi dimana sinar sejajar yang masuk kemata jatuh di depan retina pada mata yang istirahat
6

( tanpa akomodasi) gambaran kelainan pemokusanan cahaya didepan retina. (Yayan A.Israr,
2010).
1. Klasifikasi Miopi
a. Menurut jenis kelainannya, Vaughan membagi miopia menjadi:
1) Miopi aksial
Miopia aksial dalah myopia yang disebabkan oleh sumbu orbita yang lebih panjang
dibandingkan panjang fokus media refrakta. Dalam hal ini, panjang fokus media
refrakta adalah normal ( 22,6 mm) sedangkan panjang sumbu orbita > 22,6 mm.
2) Myopia Kurvatura
Dalam hal ini terjadinya myopia diakibatkan oleh perubahan dari kelengkungan
kornea atau perubahan kelengkungan dari pada lensa seperti yang terjadi pada
katarak intumesen dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih
kuat, dimana ukuran bola mata normal.
3) Miopi Refraksi
Miopi Refraksi adalah myopia yang disebabkan oleh bertambahnya indek bias
media refrakta. (Sidarta, 2008)
4) Perubahan Posisi Lensa
Pergerakan lensa yang lebih ke anterior setelah operasi glaucoma berhubungan
dengan terjadinya myopia.
Miopi dikatakan berbahaya apabila berpotensi untuk menimbulkan kebutaan bagi
penderitanya, karena tidak bisa diatasi dengan pemberian kacamata. Miopi berbahaya ini
dibarengi dengan kerapuhan dari selaput jala (retina) yang makin lama makin menipis dari
waktu ke waktu. Pada puncaknya proses penipisan ini menimbulkan perobekan pada
selaput jala (retina), yang membutuhkan tindakan bedah sedini mungkin untuk
pemulihannya. Tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan akibat hal ini sangat
tergantung pada kecepatan tindakan penanggulangannya.
b. Miopi berdasarkan berat ringan
1) Miopi ringan
2) Sangat ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata 0.25 s/d 1.0D
3) Ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata -1 s/d -3 D
4) Miopi sedang dapat dikoreksi dengan kaca mata -3 s/d -6 D
7

5) Miopi tinggi dapat dikoreksi dengan kaca mata -6 s/d -10 D


6) Miopi berat dapat dapat dikoreksi dengan kacamata > -10 D
c. Klasifikasi myopia secara klinis (American Optometric Association, 1997)
1) Simpel myopia: adalah myopia yang disebabkan oleh dimensi bolamata yang
terlalu panjang, atau indeks bias kornea maupun lensa kristalinaa yang terlalu
tinggi.
2) Nokturnal myopia: adalah myopia yang hanya terjadi pada saat kondisi sekeliling
kurang cahaya. Sebenarnya, fokus titik jauh mata seseorang bervariasi terhadap
level pencahayaan yang ada. Myopia ini dipercaya penyebabnya adalah pupil yang
membuka terlalu lebar untuk memasukkan lebih banyak cahaya, sehingga
menimbulkan aberasi dan menambah kondisi myopia.
3) Pseudomyopia: diakibatkan oleh rangsangan yang berlebihan terhadap mekanisme
akomodasi sehingga terjadi kekejangan pada otot otot siliar yang memegang
lensa kristalinaa. Di Indonesia, disebut dengan myopia palsu, karena memang sifat
myopia ini hanya sementara sampai kekejangan akomodasinya dapat
direlaksasikan. Untuk kasus ini, tidak boleh buru buru memberikan lensa koreksi.
4) Degenerative myopia: disebut juga malignant, pathological, atau progressive
myopia. Biasanya merupakan myopia derajat tinggi dan tajam penglihatannya juga
di bawah normal meskipun telah mendapat koreksi. Myopia jenis ini bertambah
buruk dari waktu ke waktu.
5) Induced (acquired) myopia: merupakan myopia yang diakibatkan oleh pemakaian
obat obatan, naik turunnya kadar gula darah, terjadinya sklerosis pada nukleus
lensa, dan sebagainya.
2. Etiologi (Penyebab)
a. Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain videogames, main
komputer, main ponsel, dan lain-lain. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata.
Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.
b. Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan
komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, di depan berkas, dan lain-lain. Mata
butuh istirahat yang teratur dan sering agar tidak terus berkontraksi yang monoton.
8

c. Tinggal di tempat yang sempit penuh sesak karena mata kurang berkontraksi melihat
yang jauh-jauh sehingga otot mata jadi tidak normal. Atur sedemikian rupa ruang
rumah kita agar kita selalu bisa melihat jarak pandang yang jauh.
d. Kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mata kita seperti membaca sambil
tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah sinar matahari
langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung, dan lain sebagainya.
e. Terlalu lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata dapat
mengganggu kesehatan mata seperti sering kelamaan memakai helm, lama memakai
kacamata yang tidak sesuai dengan mata normal kita, dan sebagainya.
f. Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata juga bisa memperlemah mata sehingga kurang
mampu bekerja keras dan mudah untuk terkena rabun jika mata bekerja terlalu diporsir.
Vitamin A, betakaroten, ekstrak billberry, alpukat, dan lain sebagainya bagus untuk
mata
3. Pencegahan
a. Pencegahan miopia salah satunya dengan cara tidak membaca dalam keadaan gelap
dan menonton TV dengan jarak yang dekat.
b. Memegang alat tulis dengan benar.
c. Lakukan istirahat tiap 30 menit setelah melakukan kegiatan membaca atau melihat TV.
d. Batasi jam membaca dan aturlah jarak baca yang tepat (30 centimeter).
e. Gunakanlah penerangan yang cukup.
f. Jika memungkinkan memungkinkan untuk anak-anak diberikan kursi yang bisa diatur
tingginya sehingga jarak bacanya selalu 30 cm.
4. Pengobatan dan Perawatan Rabun Jauh.
Tindakan perawatan bertujuan untuk memperbaiki pembiasan cahaya menjadi normal
kembali, sehingga cahaya yang masuk kembali bisa berfokus pada retina.
Tindakan ini bisa dilakukan dengan pemberian Kaca mata maupun lensa kontak, namun
untuk tindakan permanen pengobatan rabun jauh bisa dilakukan dengan cara operasi laser
yang bertujuan untuk memperbaiki lensa mata menjadi normal kembali.

Cacat mata ini terjadi apabila mata melihat benda pada jarak yang jauh bayangan yang
terbentuk jatuh di depan retina. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak mampu memipih sesuai
9

jarak benda. Sebab terjadinya cacat mata miopi dikarenakan kebiasaan melihat jarak dekat yang
terlalu lama, sehingga lensa mata terbiasa berakomodasi atau mencembung dan pada saat melihat
benda yang jauh lensa mata tidak bisa memipih sebagaimana mestinya. Contoh kebiasaan
membaca yang terlalu dekat dengan mata dan dalam waktu yang lama. Perhatikan gambar berikut:

Mata Miopi

Cacat mata miopi ditolong dengan kaca mata berlensa cekung atau negatif (-)
Kaca mata negatif berfungsi mengubah jarak benda yang jauh (So=) sehingga mendekat tepat
pada titik jauh mata/punctum remotum (Si=-PR), harga negatif ini karena sifat bayangan maya.
Ukuran kaca mata ditentukan dengan kekuatan lensa dengan satuan dioptri
Rumus :
P = 1/f (jika dalam satuan m) P = -1/PR (dioptri)
P = 100/f (jika dalam satuan cm) P = - 100/-PR (dioptri)

Perhatikan gambar pembentukan bayangan yang dibentuk oleh kaca mata negatif !

Cacat mata presbiopi ditolong dengan kaca mata ganda / rangkap yaitu kaca mata negatif dan
kaca mata positif. Perhatikan gambar berikut !

Kaca mata presbiopi / lensa ganda


10

Soal 1 :
Seorang penderita rabun jauh / miopi hanya mampu melihat benda dengan jelas paling jauh 4 m
dari matanya. Berapakah ukuran kekuatan lensa kaca mata yang diperlukannya ?

Pembahasan:
Untuk menentukan ukuran kekuatan lensa kaca mata miopi harus memperhatikan jarak benda
yang mampu dilihat dengan jelas oleh mata dinamakan titik jauh (punctum remotum) (Si=-PR),
sedangkan benda yang lebih jauh yang tidak dapat dilihat dengan jelas (So= ). Kekuatan lensa
kaca matanya dirumuskan P= - 1/PR

Jawaban:

Diketahui:
So =
Si = PR = 4 m
Ditanyakan: P = ...?
Jawab:
P = -1/PR
P = - 1/4 dioptri
P = - 0.25 dioptri

Jadi ukuran kekuatan lensa kaca mata orang tersebut -0,25 dioptri
Soal 2 :
Seseorang penderita hipermetropi lupa membawa kacamata yang biasa digunakan untuk
membaca koran sehingga saat itu dia membaca koran dengan diletakkan sedikit lebih jauh dari
jarak baca normal yaitu 50 cm. Berapakah ukuran kekuatan lensa yang harus dipakai orang
tersebut ?
Pembahasan:
Jarak baca normal orang adalah 25 cm yang disebut jarak benda (So). Titik dekat mata orang itu
bergeser menjauh dari mata lebih dari jarak baca normal yang disebut (Si). Kekuatan lensa kaca
mata ditentukan dengan rumus: P = 100/So - 100/Si atau P = 4 - 100/Si
11

Jawab:
Diketahui:
So = 25 cm
Si = 50 cm
Ditanya: P = ... ?
Jawab:
P = 4 - 100/Si
P = 4 - 100/50
P=4-2
P = 2 dioptri
Jadi ukuran kekuatan lensa kaca mata orang tersebut 2 dioptri

C. Rabun Tua (Presbiopia)


Mata Rabun Tua Mata rabun di bagi menjadi beberapa bagian selain ada mata rabun jauh,
mata rabun dekat dan ada juga mata rabun tua. Mata rabun tua atau disebut dengan presbiopia
adalah kondisi yang dimana kehilangan kemampuan mata untuk dapat berfokus pada objek
penglihatan yang dekat sebagian dari proses penuaan. Mata rabun tua biasanya akan terlihat
pada awal pertengahan usia 40-an dan kemungkinan akan semakin memburuk hingga sekitar
usia 65 tahun.
Mungkin anda akan menyadari bahwa anda sudah terkena mata rabun tua pada saat anda
memegang buku dan surat kabar yang sedikit jauh untuk bisa membacanya. Dengan melakukan
pemeriksaan mata dasar anda dapat mengkonfirmasi presbiopia. Setelah itu, biasanya orang-
orang yang mengalami hal ini akan memperbaiki kondisinya dengan menggunakan kacamata
atau dengan lensa kontak. Dan kemungkinan anda akan mempertimbangkan untuk mengambil
langkah melakukan operasi.
Sama dengan halnya mata rabun jauh dan dekat, mata rabun tua juga menunjukkan gejala-
gejala umum yang biasa dialami oleh mata rabun tua ini. Lalu apa saja sih gejala yang
ditunjukkan pada rabun tua ini. Berikut penjelasannya.
1. Gejala Mata Rabun Tua
Mata rabun tua ini akan berkembang secara bertahap, mungkin tahap pertama di mulai
pada usia 40 tahun. Berikut gejala-gejalanya :
12

a. Kecenderungan untuk memegang bahan untuk membaca lebih jauh akan tetapi
membuat huruf-huruf menjadi lebih jelas.
b. Pada penglihatan mata normal jarak mata kabur.
c. Kelelahan pada mata atau rasa sakit kepala sesudah membaca atau melakukan aktifitas
pekerjaan yang mengharuskan pandangan dekat.
2. Penyebab Mata Rabun Tua
Presbiopia terjadi pada saat lensa amata mengalami kehilangan elastisitas serta
kemampuan untuk berubah bentuk, seiring bejalannya waktu dan bertambahnya usia
seseorang. Dengan kehilangan elastisitas lensa mata akan mengakibatkan mata kurang
dapat memfokuskan sinar yang akan masuk secara akurat ketika melihat objek tersebut
dekat. Untuk membuah sebuah gambar, mata akan bergantung pada kornea serta lensa
mata untuk memfokuskan pada cahaya yang akan dipantulkan dari objek gambar tersebut.
kedua struktur pada umumnya akan membiaskan cahaya yang masuk kemata yang berguna
untuk memfokuskan gambar tersebut pada retina mata yang terletak di bagian dalam
dinding belakang mata. Lensa mata bersifat lebih fleksibel serta dapat berubah bentuk
dengan dibantu oleh lingkaran otot yang mengelilinginya.
3. Mata Rabun Tua
Pada saat anda melihat sesuatu pada kejauhan, kemudian lingkaran otot menjadi meregang.
Dan pada saat anda melihat sesuatu dari jarak yang dekat, maka otot mata akan menyempit
agar lensa melengkung dan mengubah daya fokusnya. Presbiopia disebabkan oleh
pengerasan lensa mata yang dapat terjadi dengan seiring penuaan. Lensa yang kurang
fleksibel tersebut tidak bisa lagi berubah bentuk untuk berfokus pada gambar yang dekat
sehingga akan menyebabkan gambar tampak keluar dari fokus.
4. Gaya Hidup dan Pengobatan Mata Rabun Tua
a. Dengan melakukan pemeriksaan mata dengan rutin tanpa perlu memperhitungkan
proses seberapa baik untuk anda dapat melihat.
b. 2. Anda harus rajin mengontrol kondisi kesehatan kronis, karena pada kondisi tertentu
seperti penyakit diabetes dan juga penyakit tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi
penglihatan mata anda.
c. Anda juga harus mengenali gejala-gejala contohnya seperti mengalami kehilangan
penglihatan mata secara tiba-tiba, kilatan cahaya pada mata, bintik-bintik mata atau
13

lingkaran cahaya di sekitar lampu. Dan tanda-tanda tersebut bisa jadi menandakan
masalah pada robekan atau detasemen retina mata yang sangat membutuhkan perhatian
medis byang mendesak. Gejala-gejala yang sama juga dapat disebabkan oleh masalah
medis yang cukup serius lainnya seperti galukoma akut atau penyakit stroke. Sebaiknya
segera temui dokter khusus jika anda sudah mengalami gejala-gejala mata rabun tua
tersebut.
d. Melindungi mata dari teriknya sinar matahari dengan menggunakan kacamata hitam
yang dapat menghalangi radiasi ultraviolet A (UVA) dan sinar ultraviolet B (UVB).
Tentunya hal ini sangat penting bagi anda. jika anda ingin menghabiskan waktu berjam-
jam di bawah teriknya sinar matahari atau juga mengambil obat resep dari dokter yang
dapat meningkatkan sensitifitas terhadap radiasi UV.
e. Makanlah makanan yang sehat, yang dapat mencakup banyak buah-buahan dan juga
sayur-sayuran yang sudah terbukti dapat meningkatkan kesehatan mata anda. cobalah
dengan makan makanan yang mengandung vitamin A dan betakoroten seperti yang
terdapat pada wortel. Sayuran dengan warna hijau gelap dan juga ikan akan sangat
membantu untuk menjaga kesehatan mata yang sangat baik.
f. Biasakan jangan merokok, karena selain memiliki efek yang tidak baik untuk tubuh,
ternyata dengan merokok juga dapat mempengaruhi kesehatan mata anda.
g. Dan sebaiknya menggunakan kacamata yang tepat sesuai dengan resep dokter agar
fungsi mata anda akan kembali optimal .
14

BAB III
PENUTUT
A. Kesimpulan
Dengan merebaknya masalah kesehatan sekarang ini, alangkah baiknya kita menjaga
kesehatan kita agar tidak terserang penyakit, salah satunya adalah penyakit miopi (rabun jauh).

B. Saran
Mencegah lebih baik daripada mengobati, salah satunya adalah menjaga kondisi mata kita agar
tetap dalam keadaan yang sehat, sering makan buah dan sayuran segar terutama yang mengandug
vitamin A. Jika sudah terlanjur, maka sebaiknya segera periksakan dan obati agar tidak menjadi
semakin parah
15

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Mata diunduh hari Sabtu, tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 09.34.47
http://www.organisasi.org/..Hal Umum Penyebab Mata Menjadi Rabun Jauh, diunduh hari
Sabtu, tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 09.43.57
http://artikel-rizka.blogspot.com/ Pengertian Mata Struktur dan Definisi, diunduh dan disunting
hari Sabtu, tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 10.03.45
http://caramenyembuhkanmataminus.com/ Penyebab Penyakit Mata Miopi, diunduh hari Sabtu,
tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 10.28.09
http://coretandokter.wordpress.com/ 13 Jenis Penyakit Mata, diunduh dan disunting hari Sabtu,
tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 10.56.55
Meoliono, Anton M.dkk.2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.