Anda di halaman 1dari 4

Berikut adalah konsep menjaga kesehatan jasmani menurut islam yaitu :

1. Menjaga Thoharoh artinya menjaga kesucian dan kebersihan dari semua


aspek mulai dari sekujur badan,makanan,pakaian,tempat tinggal maupun
lingkungan. Imam al-Suyuthi, Abd al-Hamid al-Qudhat, dan ulama yang
lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk
bagian ibadah sebagai bentuk qurbat, bagian dari taabbudi, merupakan
kewajiban, sebagai kunci ibadah. Dari Ali ra., dari Nabi SAW, beliau
berkata, Kunci shalat adalah bersuci, (HR. Ibnu Majah, al-Turmudzi,
Ahmad, dan al-Darimi). Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asyari
radhiyallahu anhu, ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW : Suci itu
sebagian dari iman. (Muslim).
2. Menjaga Makanan. Ajaran islam selalu menekankan agar setiap orang
memakan makanan yang baik dan halal, baik dan halal itu baik secara
dzatnya maupun secara mendapatkannya. Allah memerintahkan kita untuk
memakan makanan yang halal dan baik sebagaimana dalam Firman Allah
SWT di dalam Alquran, yang artinya : Dan makanlah makanan yang
halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan
bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya(Q.S. Al
Maidah : 88). Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik
dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-
langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata
bagimu (Q.S Al Baqarah : 168). Hal ini menunjukkan apresiasi Islam
terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat
tidaknya seseorang. Sebagai salah sau contoh makanan yang halal adalah
sayuran. Menurut Prof. Dr. Musthofa dari Mesir menyatakan bahwa
sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi untuk menguatkan daya tahan
tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
3. Ajaran Islam ternyata begitu sangat lengkap dan sempurna. Bahkan
olahraga saja ternyata dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti
olahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan
sebagainya. Jadi umat Islam jangan malas berolahraga. Olahraga bertujuan
untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat dipandang
sebagai nikmat kedua terbaik setelah Iman. Selain itu, banyak ibadah
dalam Islam membutuhkan tubuh yang kuat seperti shalat, puasa, haji, dan
juga jihad. Bahkan Allah sebetulnya menyukai mukmin yang kuat. Oleh
karena itu, olahraga itu perlu.Dari Abu Hurairah RA. Bahwa Rasulullah
SAW bersabda Orang mumin yang kuat adalah lebih baik dan lebih
dicintai oleh Allah daripada orang mumin yang lemah. Adanya kesan di
dunia barat bahwa agama Islam mengharamkan olah raga sehingga
negara-negara berpenduduk mayoritas muslim tidak memiliki prestasi
menonjol di bidang olah raga.Padahal, sesungguhnya tidak demikian.
Justru Nabi Muhammad SAW menganjurkan para sahabatnya (termasuk
seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu
menguasai bidang-bidang olah raga terutama berkuda, berenang, dan
memanah.
Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW itu dapat
dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman
sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan,
kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Sebagaimana Sabda Nabi SAW
Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Ath-
Thahawi).Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu. (Riwayat
Bukhari).Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk
sebaik-baik permainanmu. (Riwayat Bazzar, dan
Thabarani).Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda). (Riwayat
Muslim). Berlari-lari kecillah kamu (HR Bukhari)

Adapun konsep menjaga kesehatan rohani menurut islam adalah sebagai beriku :

1. Perbanyak Ibadah artinya memperbanyak melakukan hal-hal yang


diperintahkan oleh Allah SWT sebagai contoh mendirikan sholat 5 waktu.
Sebab kalau orang yang selalu melaksanakan perintah Allah batiniahnya
akan bahagia sebab tidak akan merasa melanggar perintah Nya.Sehingga
jiwanya akan tenang,tentram dan damai.Adapun makna ibadah itu tidak
hanya sebatas shalat, akan tetapi makna ibadah dalam interpretasi yang
sangat luas adalah semua perkara /pekerjaan yang diniati untuk mencari
ridho Allah SWT itu adalah ibadah. Dan semua ibadah akan di terima oleh
Allah SWT asalkan memenuhi 3 unsur, pertama, Niat.Niat disini harus di
ucapkan di dalam hati , Kedua, Ikhlas, Ketiga,dengan Ilmu. Senyum pun
terhadap sesama manusia juga termasuk ibadah. Bekerja dengan niat
menafkahi keluarga juga ibadah.Makan dengan niat untuk menambah
kekuatan agar bisa ibadah kepada Allah juga termasuk ibadah. Bukankan
manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah? Sebagaimana
Firman Allah SWT yang artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku. (QS. Al Dzariyat : 56).
Inilah tujuan yang utama dari penciptaan manusia, yaitu agar manusia
hanya beribadah kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa tidaklah Allah
menciptakan manusia karena Allah butuh kepada manusia, akan tetapi
justru manusialah yang membutuhkan Allah. Dan ayat ini menunjukkan
pula tentang wajibnya manusia untuk mentauhidkan Allah dan barang
siapa mengingkarinya maka ia termasuk orang yang kafir, yang tidak ada
balasan baginya kecuali neraka.
2. Perbanyak Berdzikir artinya memperbanyak mengingat Allah SWT, baik
dalam kondisi senang maupun susah, baik dalam keadaan siang maupun
malam, baik dalam situasi sepi maupun ramai. Dengan bahasa lain
berdzkir itu tidak mengenal waktu dan tempat artinya kapan pun dan
dimanapun berdzikir itu bisa dilakukan. Berdzikir boleh dengan lapadz apa
saja sepanjang itu masih dalam kategori kalimat thoyyibah.
3. Berkhusnudzon ( berbaik sangka ) artinya sebuah sikap yang mewujudkan
keadaan jiwa dengan berprasangka baik/berpikiran positif. Baik itu
berprasangka baik kepada Allah maupun sesama manusia. Hal ini sungguh
ditekankan oleh Rasulullah SAW agar kita umatnya selalu berprasangka
baik kepada siapapun.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dari Abu
Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Jauhilah kalian dari
buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati).
Janganlah kalian mencari-cari berita keburukan orang lain, janganlah
kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang
tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling
membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Muslim). Menurut Abdullah
Hakam Shah, Lc menyatakan bahwa Pertama, kita harus berbaik sangka
karena ternyata orang lain seringkali tidak seburuk yang kita kira. Kedua,
berbaik sangka dapat mengubah suatu keburukan menjadi kebaikan.
Ketiga, berbaik sangka dapat menyelamatkan hati dan hidup kita. Keempat,
berbaik sangka bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena toh Allah
SWT seringkali menyiapkan rencana yang mengejutkan bagi hambaNya.
4. Menurut Al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan
dari pengaruh-pengaruh makhluk. Abu Al Qasim Al Qusyairi
mengemukakan arti ikhlas dengan menampilkan sebuah riwayat dari Nabi
SAW,Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril
berkata,Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah, lalu Allah
berfirman, (Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku yang Aku berikan
ke dalam hati orang-orang yang kucintai dari kalangan hamba-hamba-
Ku..
5. Sabda Nabi SAW sabar adalah cahaya maksudnya sabar itu sifat yang
terpuji dalam agama, yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam
menjauhi kemaksiatan. Demikian juga sabar menghadapi hal yang tidak
disenangi di dunia ini. Maksudnya, sabar itu sifat terpuji yang selalu
membuat pelakunya memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran.
Ibrahim Al Khawash berkata : Sabar yaitu teguh berpegang kepada
Alquran dan Sunnah . Ada yang berkata : Sabar yaitu teguh
menghadapi segala macam cobaan dengan sikap dan perilaku yang
baik .Abu Ali Ad Daqqaq berkata : Sabar yaitu sikap tidak mencela
takdir. Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi
cobaan tidaklah dikatakan menyalahi sifat sabar . Allah berfirman tentang
kasus Nabi Ayyub : Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar,
hamba yang sangat baik, dan orang yang suka bertobat . (QS. Shaad :
44). Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh dengan berkata : Sungguh
bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah Tuhan yang
paling berbelas kasih . (QS. Al Anbiya : 83).
6. Syukur menurut kamus Al Mujamu Al Wasith adalah mengakui adanya
kenikmatan dan menampakannya serta memuji (atas) pemberian nikmat
tersebut.Sedangkan makna syukur secara syari adalah menggunakan
nikmat Allah SWT untuk dibelanjakan ke hal-hal yang di ridhoi dan
dicintaiNya.
7. Jaga Hati artinya menjaga kesucian diri dari segala tuduhan, fitnah dan
perbuatan keji seperti hasud,riya,sombong,thulul amal,bakhil,ujub dan lain
sebagainya. Hal ini dapat dilakukan mulai dari memelihara hati (qalbu)
untuk tidak membuat rencana dan angan-angan yang buruk.

Oleh karena itu ayo jaga kesehatan kita baik kesehatan jasmani maupun rohani,
mulai dari diri kita sendiri,keluarga dan lingkungan sehingga hidup kita akan
damai dan bermakna.Jangan biarkan penyakit masuk pada diri Anda!