Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN ISLAMI

Pandangan islam tentang kesehatan


Sehat adalah kondisi fisik di mana semua fungsi berada dalam keadaan sehat. Menjadi
sembuh sesudah sakit adalah anugerah terbaik dari Allah kepada manusia. Adalah tak mung-
kin untuk bertindak benar dan memberi perhatian yang layak kepada ketaatan kepada Tuhan
jika tubuh tidak sehat.

Tidak ada sesuatu yang begitu berharga seperti kesehatan. Karenanya, hamba Allah
hendaklah bersyukur atas kesehatan yang dimiltkinya dan tidak bersikap kufur. Nabi saw.
bersabda, Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang
baik dan waktu luang. (HR. Bukhari).

Di antara ucapan-ucapan bijaksana Nabi Dawud as adalah sebagai berikut,


Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi. Juga. Kesedihan sesaat membuat orang
Jcbih tua satu tahun. Juga, Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang schat,
yang hanya bisa dilihac oleh orang-orang yang sakit. Dan juga, Kesehatan adalah harta
karun yang tak terlihat.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa


bangun di pagi hari dengan badan schat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka
dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.

Konsep Islam Dalam Menjaga Kesehatan

Anjuran Menjaga Kesehatan

Berbagai upaya yang mesti dilakukan agar orang tetap sehat menurut para pakar kesehatan,
antara lain, dengan mengonsumsi gizi yang yang cukup, olahraga cukup, jiwa tenang, serta
menjauhkan diri dari berbagai pengaruh yang dapat menjadikannya terjangkit penyakit. Hal-
hal tersebut semuanya ada dalam ajaran Islam, bersumber dari hadits-hadits shahih maupun
ayat al-Quran.

Nilai Sehat dalam Ajaran Islam

Sebagaiman disepakati oleh para ulama bahwa di balik pengsyariatan segala sesuatu
termasuk ibadah dalam Islam terdapat hikrnah dan manfaat phisik (badaniah) dan psikis
(kejiwaan). Pada saat orang-orang Islam menunaikan kewajiban-kewajiban keagamannya,
berbagai penyakit lahir dan batin terjaga.

Kesehatan Jasmani

Ajaran Islam sangat menekankan kesehatan jasmani. Agar tetap sehat, hal yang perlu
diperhatikan dan dijaga, menurut sementara ulama, disebutkan, ada sepuluh hal, yaitu: dalam
hal makan, minum, gerak, diam, tidur, terjaga, hubungan seksual, keinginan-keinginan nafsu,
keadaan kejiwaan, dan mengatur anggota badan.
Pertama; Mengatur Pola Makan dan Minum

Dalam ilmu kesehatan atau gizi disebutkan, makanan adalah unsur terpenting untuk menjaga
kesehatan. Kalangan ahli kedokteran Islam menyebutkan, makan yang halalan dan thayyiban.
Al-Quran berpesan agar manusia memperhatikan yang dimakannya, seperti ditegaskan dalam
ayat: maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.(QS. Abasa 80 : 24 )

Kedua; Keseimbangan Beraktivitas dan Istirahat

Islam menekankan keteraturan mengatur ritme hidup dengan cara tidur cukup, istirahat cukup,
di samping hak-haknya kepada Tuhan melalui ibadah. Islam memberi tuntunan agar
mengatur waktu untuk istirahat bagi jasmani. Keteraturan tidur dan berjaga diatur secara
proporsional, masing-masing anggota tubuh memiliki hak yang mesti dipenuhi.

Nabi pernah berkata kepadaku: Hai hamba Allah, bukankah aku memberitakan bahwa
kamu puasa di szam? hari dan qiyamul laildimalam hari, maka aku katakan, benarya
Rasulullah, Nabi menjawab: Jangan lalukan itu, berpuasa dan berbukalah, bangun malam
dan tidurlah, sebab, pada badanmu ada hak dan pada lambungmujuga ada hak (HR
Bukhari dan Muslim).

Ketiga; Olahraga sebagai Upaya Menjaga Kesehatan

Dalam pandangan ulama fikih, olahraga (Bahasa Arab: al-Riyadhat) termasuk bidang
ijtihadiyat. Secara umum hokum melakukannya adalah mubah, bahkan bisa bernilai ibadah,
jika diniati ibadah atau agar mampu melakukannya melakukan ibadah dengan sempurna dan
pelaksanaannyatidakbertentangan dengan norma Islami.

Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW itu dapat dianggap sebagai
sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman sekarang. Ketiganya, mengandung
aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Sebagaimana Sabda
Nabi SAW Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Ath-
Thahawi).Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu. (Riwayat Bukhari).Kamu
harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu. (Riwayat
Bazzar, dan Thabarani).Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda). (Riwayat
Muslim). Berlari-lari kecillah kamu (HR Bukhari)

Keempat; Anjuran Menjaga Kebersihan

Berbagai ritual Islam mengharuskan seseorang melakukan thaharat dari najis, mutanajjis, dan
hadats. Demikian pentingnya kedudukan menjaga kesucian dalam Islam, sehingga dalam
buku-buku fikih dan sebagian besar buku hadits selalu dimulai dengan mengupas masalah
thaharat, dan dapat dinyatakan bahwa fikih pertama yang dipelajari umat Islam adalah
masalah kesucian.

Abd al-Munim Qandil dalam bukunya al-Tadaivi bi al-Quran seperti halnya kebanyakan
ulama membagi thaharat menjadi dua, yaitu lahiriah dan rohani. Kesucian lahiriah meliputi
kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, jalan dan segala sesuatu yang dipergunakan
manusia dalam urusan kehidupan. Sedangkan kesucian rohani meliputi kebersihan hati, jiwa,
akidah, akhlak, dan pikiran.

Adapun konsep menjaga kesehatan rohani menurut islam adalah sebagai beriku :

1. Perbanyak Ibadah artinya memperbanyak melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh


Allah SWT sebagai contoh mendirikan sholat 5 waktu. Sebab kalau orang yang selalu
melaksanakan perintah Allah batiniahnya akan bahagia sebab tidak akan merasa
melanggar perintah Nya. Bukankan manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk
beribadah? Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya : Dan Aku tidak
menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku. (QS. Al
Dzariyat : 56).
2. Perbanyak Berdzikir artinya memperbanyak mengingat Allah SWT, baik dalam
kondisi senang maupun susah, baik dalam keadaan siang maupun malam, baik dalam
situasi sepi maupun ramai.
3. Berkhusnudzon ( berbaik sangka ) artinya sebuah sikap yang mewujudkan keadaan
jiwa dengan berprasangka baik/berpikiran positif. Baik itu berprasangka baik kepada
Allah maupun sesama manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dari Abu
Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Jauhilah kalian dari buruk sangka,
karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati). Janganlah kalian mencari-
cari berita keburukan orang lain, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang
lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki,
janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan
jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Muslim).
4. ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan dari pengaruh-pengaruh makhluk.
Abu Al Qasim Al Qusyairi mengemukakan arti ikhlas dengan menampilkan sebuah
riwayat dari Nabi SAW,Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu
Jibril berkata,Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah, lalu Allah berfirman,
(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku yang Aku berikan ke dalam hati orang-
orang yang kucintai dari kalangan hamba-hamba-Ku..
5. Sabda Nabi SAW sabar adalah cahaya maksudnya sabar itu sifat yang terpuji
dalam agama, yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam menjauhi
kemaksiatan. Maksudnya, sabar itu sifat terpuji yang selalu membuat pelakunya
memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran. Ibrahim Al Khawash berkata :
Sabar yaitu teguh berpegang kepada Alquran dan Sunnah . Ada yang berkata :
Sabar yaitu teguh menghadapi segala macam cobaan dengan sikap dan perilaku
yang baik .Abu Ali Ad Daqqaq berkata : Sabar yaitu sikap tidak mencela takdir.
Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi cobaan tidaklah
dikatakan menyalahi sifat sabar . Allah berfirman tentang kasus Nabi Ayyub :
Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar, hamba yang sangat baik, dan
orang yang suka bertobat . (QS. Shaad : 44). Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh
dengan berkata : Sungguh bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah
Tuhan yang paling berbelas kasih . (QS. Al Anbiya : 83).
6. Syukur adalah mengakui adanya kenikmatan dan menampakannya serta memuji (atas)
pemberian nikmat tersebut. Sedangkan makna syukur secara syari adalah
menggunakan nikmat Allah SWT untuk dibelanjakan ke hal-hal yang di ridhoi dan
dicintaiNya.
7. Jaga Hati artinya menjaga kesucian diri dari segala tuduhan, fitnah dan perbuatan keji
seperti hasud,riya,sombong,thulul amal,bakhil,ujub dan lain sebagainya. Hal ini dapat
dilakukan mulai dari memelihara hati (qalbu) untuk tidak membuat rencana dan
angan-angan yang buruk.

Hadist-hadist tentang berobat bila sakit:

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:

Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia
akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Taala. (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:

Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Usamah bin Syarik radhiallahu anhu, bahwa beliau berkata:

:
:




: : .

Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Lalu datanglah
serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?
Beliau menjawab: Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa
Taala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali
satu penyakit. Mereka bertanya: Penyakit apa itu? Beliau menjawab: Penyakit tua.
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-
Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-
Wadii menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami Ash-Shahih mimma Laisa fish
Shahihain, 4/486)

Dari Ibnu Masud radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:


Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan
menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak
diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-
Hakim, beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan
hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al-Arnauth atas Zadul Maad, 4/12-13)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya:

Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, demikian pula Allah
menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian dan janganlah berobat
dengan yang haram. (HR. Abu Dawud dari Abud Darda` radhiallahu anhu)

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang dari obat yang buruk (haram). (HR. Abu
Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam
Shahih Ibnu Majah, 2/255) [Lihat kitab Ahkam Ar-Ruqa wa At-Tama`im karya Dr. Fahd As-
Suhaimi, hal. 21)