Anda di halaman 1dari 23

INFO SISWA

NISN : 9981340980
Nama : LULY HELIDIYA WATI
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Lahir : TULUNGAGUNG

Tanggal Lahir : 25 Februari 1998

MAKALAH PEMILU 1955 DI INDONESIA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah-Nyalah kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul Pemilihan Umum tahun 1995di
Indonesia.
Makalah yang kami susun ini memiliki aspek tujuan.Tujuan kami adalah untuk memenuhi
persyaratan nilai mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI. Selain itu, makalah ini diharapkan
dapat bermanfaat untuk menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini:
1. Dra. Hj. Yunani Hasan, M. Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan.
2. Keluarga dan teman-teman yang memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian kepada
penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat di sebutkan satu-persatu,yang telah memberikan bantuan dalam
penulisan makalah ini
Kami menyadari bahwa makalah kami masih banyak memiliki kekurangan, Oleh karena
itu, kritik dan saran para pembaca sangat kami harapkan untuk memberikan masukan-masukan
yang bersifat membangun guna untuk menyempurnakan pembuatan makalah di waktu yang akan
datang.

Palembang, Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar isi ii
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Perumusan Masalah 1
1.3 Tujuan 2
1.4 Metode Penulisan 2
Bab II Pembahasan
2.1 Sistem Pemilihan Umum Tahun 1955 di Indonesia 3
2.2 Partai Politik Yang Berperan Dalam Pemilihan Umum
Tahun 1955 di Indonesia 6
2.3 Proses Pemilihan Umum Tahun 1955 di Indonesia 9
2.4 Hasil Pemilihan umum Tahun 1955 di Indonesia 10
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan 12
3.2 Saran 12
Daftar Pustaka 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya bangsa yang baru merdeka biasanya menetapkan pemilihan umum sebagai
program politiknya. Demikian juga Indonesia stelah bebrapa lama berada di bawah kekangan
pemerintah kolonial. Salah satu agenda politik adalah menyelenggarakan pemilihan umum . Hal
ini menunjukan euphoria politik karena sebagai bangsa yang baru merdeka yang ingin menikmati
pesta demokrasi yang belum pernah dialami pada masa- masa sebelumnya.
Pemilihan umum di Indonesia yang pertama diselanggarakan satu setengah bulan setelah
terbentuknya kabinat Burhanuddin Harahap. Sebagai ketua lembaga pemilihan umum adalah
Menteri Dalam Negeri waktu yaitu Mr. Sunaryo, yang berasaskan langsung, umum, bebas dan
rahasia. Dalam pelaksanaanya, puluhan partai politik bersaing memperebutkan kursa dewan
Perwakilan rakyat anggota konstituante. Pada waktu itu wilayah Indonesia dibagi menjadi 16
wilayah pemilihan yang meliputi 208 kabupaten, 2139 ke kecamatan dan 434529 Desa (
Sekretariat NegaraRI, 1986: 88).
1.2 Rumusan Masalah
Agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penyusunan makalah ini, maka kami
merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Jelaskan sistem pemilihan umum di Indonesia pada 1955 di Indonesia ?
2. Apa saja partai politik yang berperan dalam pemilihan umum 1955 di Indonesia?
3. Bagaimana proses pemilihan umum di Indonesia pada tahun 1955 di Indonesia ?
4. Bagaimana persentase hasil pemilihan umum tahun 1955 di Indonesia. ?
1.3 Tujuan dan Manfaat
1.3.1 Tujuan Pembuatan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui dan memahami sistem pemilu di Indonesia pada 1955 di Indonesia.
2. Untuk mengetahui dan memahami partai politik yang berperan dalam pemilu 1955 di
Indonesia.
3. Untuk mengetahui dan memahami proses pemilu di Indonesia pada tahun 1955 di Indonesia.
4. Untuk mengetahui dan memahami persentase hasil pemilihan umum tahun 1955 di Indonesia.
1.3.2 Manfaat pembuatan makalah ini yaitu :
1. Memberikan informasi tentang sistem pemilu di Indonesia pada 1955 di Indonesia.
2. Memberikan informasi tentang partai politik yang berperan dalam pemilu 1955 di Indonesia.
3. Memberikan informasi tentang proses pemilu di Indonesia pada tahun 1955 di Indonesia.
4. Memberikan informasi tentang persentase hasil pemilihan umum tahun 1955 di Indonesia.
1.4 Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah menggunakan metode
kepustakaan yaitu memberikan gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan
permasalahan melalui literatur buku dan jurnal yang tersedia di media masa atau internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Pemilihan Umum Tahun 1955 di Indonesia
pemilu 1955 yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota
DPR yang melibatkan lebih dari 39 juta penduduk Indonesia dalam memberikan suaranya dan
tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Dewan Konstituante berada di bawah
rezim hukum konstitusi Pasal 1 Ayat 1, Pasal 35, Pasal 56 s.d. Pasal60, Pasal 134 dan Pasal 135
UUDS 1950 yang kemudian diderivasi dalamUU Nomor 7 Tahun 1953 tentang Pemilihan
Umum. Pemilu tersebut berada dalam konteks sistem ketatanegaraan kabinet parlementer dengan
sistem multi partai (Poesponegoro, dkk. 2008:317).
Pemilihan umum pertama tahun 1955 ini diselenggarakan dengan 100 tanda gambar, hal
ini menunjukan bahwa antosias masyarakat dengan beragam partainya masing-masing cukup
tinggi. Namun setelah diadakan penyederhanaan, akhirnya pemilihan umum ini diikuti 28 partai.
Sebagaimana diketahui bahwa, pemilihan umum ini dapat dilaksanakan sesuai dengan jadual
yang telah di tetapkan. Sejumlah 37.875. 299 penduduk yang berhak menggunakan hak pilihnya,
dari jumlah ini 43. 104. 464 menggunakan hak pilihnya, ini berarti 87,65 persen menggunakan
hak pilihnya ( Rais, 1986: 183).
Dilihat dari persentase rakyat yang menggunakan hak pilihnya, partisifasi rakyat cukup
besar karena situasi dan kondisi pada waktu itu, dimana saranadan prasarananya masih sulit
terutama didaerah pedesaan, dan juga masih banyaknya gerakan-gerakan pengacau keamanan di
berbagai daerah Indonesia seperti Darul Islam (DI). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
pelaksanaan pemilihan umum. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pemilihan
umum tahun 1955 dapat berjalan dengan baik.

2.1.1 Sistem Distrik


Sistem ini merupakan sistem penilaian yang paling tua dan didasarkan atas kesatuan
geografis. Setiap kesatuan geografis ini biasa disebut distrik, yang mencakup suatu wilayah kecil
yang mempunyai satu wakil dalam parlemen.
Dalam sistem distrik, yang paling penting diperlukan puralitas suara (suara terbanyak)
untuk membentuk suatu pemerintah, dan bukan mayoritas (50 % plus 1). Oleh karena itu,
berapapun suara yang diperoleh jika ia tampil sebagai pemenang, maka dapat membentuk
kabinet tanpa koalisi, pemerintah semacam ini dinamakan minority government. Ciri khas yang
melekat pada sistem distrik ini yaitu kesenjangan antara jumlah suara yang diperoleh suatu partai
secara nasional dan jumlah kursi yang diperolehnya dalam parlemen.

Beberapa keuntungan sistem distrik :


a. Karena kecilnya distrik, maka wakil yang terpilih dapat dikenal oleh penduduk distrik sehingga
hubungannya dengan penduduk distrik lebh erat.
b. Sistem ini lebih mendorong kea rah integrasi partai- partai politik karena kursi yang
diperebutkan dalam sistem distrik pemilihan hanya satu.
c. Fragmentasi partai atau kecenderungan untuk membentuk partai baru dapat dibendung, malah
sistenm ini dapat mendorong kea rah penyederhanaan partai secara alamiah dan tanpa paksaan.
d. Lebih mudah bagi suatu partai untuk mencapai kedudukan mayoritas dalam parlemen , sehingga
tidak perlu diadakan koalisis dengan partai lain.
e. Sistem ini sederhana dan mudah untuk dilksanakan.

Beberapa kelemahan sistem distrik :


a. System ini kurang memperhitungkan adanya partai- partai kecil dan golongan minoritas, apa
lagi jika golongan ini terpencar dalam beberapa distrik.
b. Sistem ini kurang refresentatif dalam arti bahwa partai yang calonya kalah dalam suatu distrik,
kehilangan suara yang telah mendukungnya.
c. Ada kemungkinan seseorang wakil cenderung untuk lebih memperhatikan kepentingan distrik
serta warga distriknya dari pada kepentingan nasional.
d. Umumnya dianggap bahwa system distrik kurang efektif dalam masyarakat yang heterogen
karena terbagi dalam kelompok etnis, religious, sehingga menimbulkan anggapan bahwa suatu
kebudayaan nasional yang terpadu secara ideologis dan etnis mungkin merupakan pra syarat bagi
suksesnya sistem ini.
2.1.2 Sistem Proporsional
Sistem ini biasanya digunakan untuk menghilangkan beberapa kelemahan dari sistem
distrik. Dalam sistem ini jumlah kursi yang diperoleh oleh suatu golongan atau partai adalah
sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya dari masyarakat.
Dalam system proporsional. Suatu kesatuan administratife, misalnya propinsi ditentukan
sebagai daerah pemilihan.
Sistem proporsional sering dikombinasikan dengan beberapa prosedur antara lain dengan
sistm daftar (list sistem).
Sistem proporsional memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu :
a. Sistem proporsional dianggap lebih demokratis dalam arti lebih egalitarian karena asas one man
one vote dilaksanakan secara penuh, praktis tanpa ada suara yang hilang.
b. Sistem proporsional diianggap representatife karena jumlah kursi partai dalam parlemen sesuai
dengan jumlah suara yang diperolehnya dari masyarakat dalam pemilihan umum.
c. Tidak ada distorsi.
Sistem proporsional memiliki beberapa kelemahan, diantaranya yaitu :
a. Sistem ini mempermudah fragmentasi partai.
b. Sistem ini kurang mendorong partai-mmpartai untuk berintegrasi satu sama lain dan
memanfaatkan persamaan yang ada.
c. Sistem proporsional member kedudukan yang kuat pada pimpinan partai melalui Sistem daftar.
d. Wakil yang terpilih kemungkinan renggang ikatannya dengan warga yang telah memilihnya.
Karena banyaknya partai yang bersaing, sulit bagi satu partai untuk meraih mayoritas
dalam parlemen yang dperlukan untuk membrntuk pemerintah (Sair, 2005: 46).

2.2 Partai Politik Yang Berperan Dalam Pemilihan Umum Tahun 1955 di
Indonesia
Jika diperhatikan perkembangan kehidupan kepartaian di Indoensia, maka segera diketahui
bahwa pengalaman berpartai masyarakat
Indonesia berlumlah begitu lama. sebelum tercapainya kemerdekaan, khususnya pada masa
Hindia Belanda, kaum pergerakan mendirikan sejumlah partai yangantara lain dipakai sebagai
wahanan untuk pendidikan politik dan mobilisasi politik dalam rangka perjuangan kemerdekaan.
Sebelum tahun 1930 kehidupan kepartaian dapat dicirikan sebagai radikal dan konservatif,
dengan pengertian yang berani menentang Belanda secara terang-terangandan yang lain
melakukan perjuangan politik melalui cara persuasif dengan pemerintah kolonial.
Tetapi setelah partai komunis dibubarkan pemerintah kolonial Belanda menyusul pmberontakan
yang gagal tahun 1926/1927 olehkomunis, kehidupan kepartaian mengalami masa suram.
Penyesuaian gayakemudian dilakukan disana sini dan baru mulai menjadi radikal lagi menjelang
Jepang mendarat di Indonesia.
Jika dilihat dari mau tidaknya memasuki institusi-institusi kolonial,maka kehidupan
kepartaian pada masa Hindia Belanda ini dicirikan denga nmereka mau bekerja sama dengan
pemerintah kolonial (kooperasi) dan yang menolak mamasuki institusi kolonial (non kooperasi).
Seirama dengan ekslarasi perjuangan, beberapa tahun sebelum Jepang mendarat di Indonesia,
terlihat pendekatan partai radikal dengan konservatif atau antara kaum kooperator dengan non
kooperator baik dalam ikatan atasdasar kebangsaan seperti yang terwujud dalam Gabungan
Politik Indonesia (GAPI) maupun atas dasar ideologi keagamaan seperti terlihat pada
majelisIslam Ala Indonesia (MIAI).Pada masa pendudukan militer Jepang, kegiatan kepartaian
dilarang, kecuali MIAI yang diperkenankan terus berdiri edngan cara menyesuaikan AD/ART
nya dengan keinginan perang Asia Timur raya. Namun ternyata MIAI juga tidak dapat
bertahan lama, karena kegiatan-kegiatan MIAI dicurigai Jepang. MIAI lalu dibubarkan dan
pemerintah pendudukan Jepang menggantikannya dengan Masyumi (1943).Pada awal
proklamasi, PPKI merencanakan membentuk partai tunggal (partai negara) dengan sebutan
Partai Nasional Indonesia yang sama sekali tidak ada hubungan dengan PNI. Gagasan partai
tunggal ini diprakarsai Soekarno sebetulnya tidak begitu disokong oleh Bung Hatta. Hal
itu barangkali karena partai tunggal mirip dengan bentuk kepartaian di negara komunis, yang
dalam aktivitasnya cenderung diktator. Dalam kenyataannya rencana partai tunggal ini juga
terwujud antara lain karena KNIP mampu mengorganisir massa untuk membela
eksistensi proklamasi. Penentangan terhadap gagasan partai tunggal diperlihatkan lagi dengan
usulan politik Badan Pekerja KNIP kepada wakil Presiden. Pemerintah merealisasi usul Badan
Pekerja ini melalui Maklumat Wakil Presiden tanggal 3 November 1945 yang memberi
kesempatan kepada masyarakat untuk mendirikan partai politik. Sejak itu bermunculanlah partai-
partai politik yang jumlahnya tanpa batas. Keadaan ini menjadi runyam karena sebagian partai-
partai ini menuntut untuk diberi tempat dalam pemerintahan dan KNIP.
Jika melihat jumlah partai yang diwakili dalam parlemen. Sekurang- kurangnya terdapat 27
partai politik. Partai-partai tersebut adalah:
1. Masyumi (kemudian pecah : PSII menjadi partai politik sendiritahun 1947 dan NU tahun 1952).
2. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).
3. Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).
4. Partai Kristen Indonesia (PARKINDO).
5. Partai Katolik.
6. Partai Nasional Indonesia (PNI).
7. Persatuan Indonesia Raya (PIR).
8. Partai Indonesia Raya (PARINDRA).
9. Partai Rakyat Indonesia (PRI).
10. Partai Demokrasi Rakyat (BANTENG).
11. Partai Rakyat Nasional (PRN)
12. Partai Wanita Rakyat (PWR).
13. Partai Kebangsaan Indonesia (PARKI).
14. Partai Kedaulatan Rakyat (PKR).
15. Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI) .
16. Ikatan Nasional Indonesia (INI).
17. Partai Rakyat Djelata (PRD).
18. Partai Tani Indonesia (PTI).
19. Demokrasi Indonesia (WDI.
20. Partai Komunis Indonesia (PKI).
21. Partai Sosialis Indonesia (PSI).
22. Partai Murbaw.
23. Partai Buruh (dua buah).
24. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (PERMAI).
25. Partai Demokrasi Tionghoa Indonesia (PDTI).
26. Partai Indo Nasional (PIN).
2.3 Proses Pemilihan Umum Tahun 1955 di Indonesia
2.3.1 Kampanye Partai Politik Tahun 1955
Kampanye Pemilu yang sangat sengit pada tahun 1955 berlangsung lama sekali yang
memperuncing konflik sosial di banyak daerah. Ketiadaan konsensus politik yang mencolok
pada masa kamanye itu menjadi jelas lagi pada masa pasca Pemilu, yaitu pada masa kabinet Ali
Sastroamidjojo kedua (Maret 1956-Maret 1957). Dari empat partai yang keluar sebagai
pemenang dalam Pemilu 1955, PNI, Masyumi, NU dan PKI, semuanya, kecuali PKI, diwakili
dalam kabinet Ali itu. Tetapi, konflik PNI dan Masyumi berjalan terus di dalam kabinet itu,
sehingga kabinet dilihat lemah dan kurang tegas. Hal itu menyuburkan lahan bagi beberapa aktor
politik yang dari dulu merasa diri dikesampingkan oleh sistem demokrasi parlementer. Yang
paling nyata Presiden Soekarno dan pimpinan tentara. Menarik pula perilaku para politikus saat
berkampanye. Semua politikus, termasuk PM Burhanudin Harahap dan para menteri yang
menjadi calon anggota DPR, tidak pernah menggunakan fasilitas negara maupun memanfaatkan
otoritasnya sebagai pejabat negara. Mereka juga tidak pernah meminta pejabat di bawahnya
untuk menggiring masyarakat masyarakat pemilih untuk mengambil sikap yang menguntungkan
partainya. Sebab, mereka tak menganggap
sesama pejabat negara sebagai pesaing yang menakutkan. Selain itu, tak ada gelagat dari pejabat
negara tertentu untuk menghalalkan segala cara selama mengikuti kampanye. Teladan para
pejabat pada masa lalu inilah yang kita rindukan bersama saat ini. Tidak diketahui pasti berapa
lama masa kampanye pada Pemilu 1955. Ditinjau dari pelaksanaannya, pemilihan umum ini
dapat dikatakan berjalan secara bersih, jujur, aman dan tertib (Sair, 2005: 44).
2.3.2 Proses Pemilu
Pada November tahun 1952, Kabinet Wilopo mengajukan rancangan undang-undang
pemilihan umum baru. Sistem perwakilan proporsional diajukan kepada parlemen dan disetujui
secara aklamasi. Undang-undang tersebut membagi Indonesia ke dalam 16 daerah pemilihan.
Pendaftaran pemilih mulai dilaksanakan pada Mei 1994 dan baru selesai pada November.
Ada 43.104.464 warga yang memenuhi syarat masuk bilik suara. Dari jumlah itu, sebanyak
87,65% atau 37.875.299 yang menggunakan hak pilihnya pada saat itu. Pada Pemilu pertama
tahun1955, Indonesia menggunakan sistem proporsional yang tidak murni. Proposionalitas
penduduk dengan kuota 1; 300.000.Tidak kurang dari 80 partai politik, organisasi massa, dan
puluhan perorangan ikut serta mencalonkan diri dalam Pemilu yang pertama ini. Keseluruhan
peserta Pemilu pada saat itu mencapai 172 tanda gambar. Pada Pemilu ini, anggota TNI-APRI,
juga menggunakan hak pilihnya berdasarkan peraturan yang berlaku ketika itu. Pada pelaksanaan
Pemilu pertama, dibagi menjadi 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 daerah kabupaten, 2.139
kecamatan, dan 43.429 desa.
Dengan perbandingan setiap 300.000 penduduk diwakili seorang wakil. Pemilu
pertama ini diikuti oleh banyak partai politik karena pada saat itu pada saat itu NKRI menganut
kabinet multi partai sehingga DPR hasil Pemilu terbagi kedalam beberapa fraksi (Mustofa, 2013.
Dalam http://www.academia.edu/3623682/Pemilu_1955_ Pesta_ Demokrasi_Pertama_Indonesia,
diakses pada tanggal 17 Maret 2015 Pukul 23.55 WIB).
2.1 Hasil Pemilihan Umum tahun 1955 di Indonesia
2.4.1 Hasil Pemilu Tahap 1 (29 September 1955)
Dari 172 kontestan Pemilu 1955, hanya 28 kontestan (tiga diantaranya perseorangan) yang
berhasil memperoleh kursi. Empat partai besar secara berturut-
turut memenangkan kursi: Partai Nasional Indonesia (57 kursi/22,3%), Masyumi (57
kursi/20,9%), Nahdlatul Ulama (45 kursi/18,4%), dan Partai Komunis Indonesia (39
kursi/15,4%). Keseluruhan kursi yang diperoleh adalah sebesar 257 kursi. Tiga kursi sisa
diberikan pada wakil Irian Barat yang keanggotaannya diangkat Presiden. Selain itu diangkat
juga 6 anggota parlemen mewakili Tonghoa dan 6 lagi mewakili Eropa. Dengan demikian
keseluruhan anggota DPR hasil Pemilu 1955 adalah 272 orang.

2.4.2 2.4.2 Hasil Pemilu Tahap 2 (15 Desember 1955)


Jumlah kursi anggota Konstituante dipilih sebanyak 520, tetapi diIrian Barat yang
memiliki jatah 6 kursi tidak ada pemilihan. Maka kursi yang dipilih hanya 514. Hasil pemilihan
anggota Dewan Konstituante menunjukkan bahwa PNI, NU dan PKI meningkat dukungannya,
sementara Masyumi, meski tetap menjadi pemenang kedua, perolehan suaranya merosot 114.267
dibanding-kan suara yang diperoleh dalam pemilihan anggota DPR.
Sebenarnya hasil pemilihan tahun 1955 itu memperlihatkan keampuhan strategi yang
dikembangkan PKI, yang muncul sebagai pemenang no.4, Ini membuktikan, upaya PKI
,meluaskan pengaruhnya melalui penggalangan masa sangat berhasil. Dari hasil perolehan suara
itu, kekuatan PKI ternyata terdapat di Jawa ( seperti halnya PNI dan NU). Keberhasilan itu juga
karena PKI merangkul bung Karno dalam setiap permasalahan politik. Kebetulan Bung Karno
tidak sejalan dengan pemikiran Hatta dalam masalah politik dan ekonomi sangat
menguntungkan PKI yang memandangmaslah itu dari sudut ediologinya sendiri (Sair, 2005: 44).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lahir sejak bulan Agustus 1950 mewarisi sistem
multi partai. Jika melihat jumlah partai yang diwakili dalam parlemen. sekurang-kurangnya
terdapat 27 partai politik. Pemilu 1955 berlansung dengan sistem proporsional
(multimember constituency ) yang dikombinasikan dengan sistem daftar (listsystem) diikuti oleh
lebih dari 30 Partai Politik dan lebih dari 100 organisasi atau perkumpulan dan perseorangan
untuk memilih 257 anggota DPR. Dariempat partai yang keluar sebagai pemenang dalam Pemilu
1955, PNI,Masyumi, NU dan PKI, semuanya, kecuali PKI, diwakili dalam kabinetAli
Sastroamidjojo. Pada November tahun 1952, Kabinet Wilopo mengajukan rancangan undang-
undang pemilihan umum baru. Sistem perwakilan proporsional diajukan kepada parlemen dan
disetujui secara aklamasi. Undang-undang tersebut membagi Indonesia ke dalam 16 daerah
pemilihan. Pendaftaran pemilih dilakukan
pada Mei 1954 dan baru selesai pada November. Ada 43.104.464 pemilih yang sesuai dengan
syarat masuk bilik suara.
3.2 Saran
Sebagai manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan kami yakin para pembaca
juga ingin lebih mengerti tentang pemilihan umun pada tahun 1955 di Indonesia, maka kami
menyarankan para pembaca memperbanyak membaca dari sumber-sumber yang lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/3623682/Pemilu_1955_ Pesta_ Demokrasi_Pertama_Indonesia, diakses
pada tanggal 17 Maret 2015 Pukul 23.55 WIB
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2008. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka,
halaman 317.
Sair, Alian. 2005. Sejarah Nasional Indonesia VI. Palembang: Perpustakaan Prodi Sejarah FKIP
Universitas Sriwijaya, halaman 40-50.
DAFTAR MATA KULIAH PER SEMESTER

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

SEMESTER I

NO MATA KULIAH SKS


1 Pendidikan Agama (MK. Praktikum) 3
2 Pendidikan Pancasila 3
3 Pengantar Ilmu Komunikasi 3
4 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 3
5 Bahasa Inggris 1 2
6 Ilmu Kealaman Dasar 3
7 Dasar-dasar Manajemen 3
TOTAL SKS 20

SEMESTER II

NO MATA KULIAH SKS


1 Pengantar Periklanan 3
2 Kewarganegaraan 3
3 Bahasa Inggris II 2
4 Dasar-dasar Humas 3
5 Dasar-dasar Jurnalisme 3
6 Pengantar Statistik Sosial 3
7 Pengantar Psikologi 3
TOTAL SKS 20

SEMESTER III

NO MATA KULIAH SKS


1 Teori Komunikasi 3
2 Komunikasi Antar Pribadi 3
3 Psikologi Komunikasi 3
4 Magang 2
5 MPK 1 /MPS (MK. Praktikum) 3
6 Pengantar Ilmu Politik 3
7 Bela Negara (MK. Praktikum) 3
TOTAL SKS 20

SEMESTER IV

NO MATA KULIAH SKS


1 Hukum dan Etika Media Massa 3
2 Kewirausahaan (MK. Praktikum) 3
3 Jurnalisme Penyiaran (MK Praktikum) 3
4 Jurnalistik Media Cetak (MK. Praktikum) 3
5 MPK II (MK. Praktikum) 3
6 Manajemen Periklanan (MK. Praktikum) 3
TOTAL SKS 18

SEMESTER V

NO MATA KULIAH SKS


1 Etika Kehumasan (MK. Praktikum) 3
2 Komunikasi Pemasaran (MK. Praktikum) 3
3 Komunikasi Kelompok 3
4 Kuliah Kerja Nyata 3
5 Manajemen PR (MK. Praktikum) 3
6 Komunikasi Massa 3
TOTAL SKS 18

SEMESTER VI

NO MATA KULIAH SKS


1 Kepemimpinan 3
2 Sosiologi Komunikasi 3
3 Jurnalistik Online (MK. Praktikum) 3
4 Teknologi Komunikasi 3
5 Seminar Ilmu Komunikasi(MK. Praktikum) 3
6 Bahasa Indonesia 3
TOTAL SKS 18

SEMESTER VII

NO MATA KULIAH SKS


1 Seminar Ilmu Komunikasi(MK. Praktikum) 3
2 Manajemen Media Massa 3
3 Komunikasi Organisasi 3
4 Etika dan Filsafat komunikasi 3
5 Komunikasi Politik 3
TOTAL SKS 15

SEMESTER VIII

NO MATA KULIAH SKS


1 Komunikasi dan Budaya 3
2 Public Speaking (MK. Praktikum) 3
3 Skripsi 6
TOTAL 12

MATA KULIAH PILIHAN

NO MATA KULIAH SKS


1 Produksi Penyiaran Televisi 3
2 Produksi Penyiaran Radio 3
3 Design Komunikasi Visual 3
4 Lobbying /Negotiations 3
5 Perencanaan Kreatif Iklan 3
6 Media Komunikasi Film 3
7 Manajemen Event 3
8 Depth News & Invest. News 3
9 Fotografi 3
10 Komunikasi dan Gender 3
11 Perilaku Konsumen 3
12 Strategi Perencanaan PR 3
Total SKS 36

Silabus Program Studi Ilmu Komunikasi

UPN Veteran Jawa Timur

1. Kewarganegaraan

Mata ajaran Kewarganegaraan i


nasional bangsa Indonesia dalam ran
dilakukan dua cara pendekatan yang
pendekatan keamanan. Dalam mata a
pemahaman politik strategi nasional
dipisahkan dari fungsi politik strategi P
satu sistem komprehensif yang disebut sis

2. Agama Islam

Mata ajaran ini akan diawali de


utuh dan menyeluruh. Selain keimana
menyangkut hubungan antara manus
sesamanya, dan antara manusia denga
kesadaran untuk melaksanakan kewajib
tertuju ke arah kewajiban-kewajiban
negaranya. Berkaitan dengan materi di a
tentang keserasian dan keseimbangan an

3. Agama Khatolik

Mata ajaran yang menjadi ba


pemahaman mahasiswa akan konsep ber
penggumulannya pada tugas dan kewa
gereja tentang struktur kepribadian man
tentang masyarakat adil dan makmur aka

4. Agama Kristen

Mata ajaran yang menjadi bagia


dapat bertumbuh dan membentuk diri pr
Akan dikaji dan dibicarakan dalam m
pengertian tentang dunia dan man
penggenapannya, iman dan pengabdian s

5. Agama Hindu

Masa ajaran yang termasuk dalam


memperdalam dan penghayalan keaga
mengandalkan kebaktian kepada Sang
diharapkan akan menguasai pengertian
berorientasi pada asas spiritual namun pr

6. Agama Budha

Pemahaman dan penghayatan se


Maha Esa. Dharma dan kebaktian untuk
hidup beragama, bangsa dan negara yang

7. Ilmu Kealaman Dasar

Mata kuliah ini membahas prinsi


alam,mengumpulkan informasi kejadian
para mahasiswa dapat menemukan ber
sangat bermanfaat untuk alam untuk
manusia.

8. Pancasila

melalui mata pelajaran ini para


falsafah Pancasila berikut perkembangan
fundamental negara. Pembahasan-pem
meliputi pengertian Pancasila, UUD 1945
filsafat, dan ideologi Pancasila.

9.Bahasa Inggris I

Setelah mempelajari mata ajaran


bahasa Inggris. Materi yang akan disajik
exercise translation, organizing ideas,
dalam bahasa Inggris.

10.Bahasa Indonesia

Mata ajaran Bahasa Indonesia m


yang berhubungan dengan keterampilan
mengikuti mata pelajaran ini akan mamp
penalaran yang benar serta didukung
kemampuan seperti itu para mahasiswa d
ditemui dalam pembuatan karya-kary
Indonesia yang baik dan benar.

11.Pengantar Sosiologi

Melalui mata pelajaran ini para


yang jelas tentang berbagai konsep sosio
sosial, sanksi dan proses sosialisasi, peng
stratifikasi sosial yang melahirkan statu
perubahan sosial (berikut persoalan seba

12.Pengantar Ilmu Politik


Dalam mata ajaran ini para mah
dasar ilmu politik. Untuk mencapai tujua
berikut ini: politik, pemerintahan, keku
sistem ekonomi (kapitalisme dan sosialism

13.Pengantar Antropologi

Mata ajaran ini akan mengede


manusia. Budaya yang memiliki dimensi
akan dibahas bertalian dengan asalnya, p
fungsinya yang hakiki sebagai sarana pe
pola perilaku, budaya, akan dibaha
kekeluargaan dan kekerabatan, stratifi
kontek kehidupan seni, religi dan magis.

14.Pengantar ilmu Hukum.

Memberikan pengetahuan dan pe


kaitannya dengan sistem hukum yang
Hukum Indonesia. Sebagai salah satu d
Komunikasi.

15. Pengantar Statistik Sosial

Mata ajaran ini memberikan da


dimulai dari deskriptif dengan tujuan m
Akan dipelajari beberapa pengetahuan
yang terpakai di dalamnya (induksi, gene
hal matrik data dan variasi (yang kontin
skala yang dihasilkan (yang nominal, ord

16Metode Penelitian Komunikasi I

Melalui mata pelajaran ini par


pengetahuan metodologi yang memad
mempelajari pengertian-pengertian pene
dikembangkan menurut tujuan dan ke
sampelnya, pemilihan teknik koleksi d
pengukuran, pengenalan lapangan dan
akhirnya juga hal pemilihan, teknik pengo

17. Dasar-dasar Manajemen

Manajemen pada dasarnya adalah


personil), pengarahan dan pengendalian
prasarana, demikian rupa sehingga tuju
Mata ajaran ini dimaksudkan untuk m
pengertian dasar mengenai kegiatan-k
pelaksana (perencanaan) sampai ke fung

18.Bahasa Inggris II
Mata ajaran ini merupakan kelan
pada mata ajaran Bahasa Inggris I. Mata
lebih lanjut agar lebih menguasai kemam
ilmu-ilmu sosial (sesuai dengan kekhus
Bahasa Inggris.

19.Widya Mwat Yasa

Mata kuliah ini memberikan pem


khas UPN Veteran. Dengan mata kuliah
sebagai generasi muda kader pemimpin
nilai kejuangan berwawasan kebangsaan
membantu membela bangsa dan negara.

Topik-topik yang dibahas antara


Widya Mwat Yasa, pemahaman tentang
Yasa, kecintaan kepada bangsa dan negar

20.Kepemimpinan

Dalam mata ajaran ini para ma


kepemimpinan, berikut peranannya dala
topik yang dipandang menarik antara la
setiap usaha terorganisasi lainnya, fu
kepemimpinan dan kekuasaan, pengaruh

21.Kuliah Kerja Nyata

Mata ajaran ini merupakan suatu


kegiatan darma ketiga perguruan tingg
mahasiswa akan belajar bekerja dan be
kelompok) dalam kerangka pemikiran in
psikomor dirinya sebelum meninggalkan

22.Perilaku Konsumen

Pengetahuan tentang perilaku ko


melalui mata kuliah ini mahasiswa diha
dalam pasar suatu produk, memprediksi
sasaran berdasarkan perilaku konsumen
konsumen, faktor utama yang mempenga

23.Komunikasi Bisnis

Dalam rangka memberikan pen


komunikasi untuk mendukung operasi or
beberapa pokok bahasan seperti prose
strategi komunikasi dalam bisnis, mengk
korporasi, mengkomunikasikan perubah
komunikasi
24.Pengantar Ilmu Komunikasi

Membahas pengertian konsep-ko


manusia, serta ruang lingkup dan perke
mengenai ruang lingkup pengkajian d
penerimaan dan penyampaian pesan kom

25.Dasar-Dasar Humas

Membahas pengertian, konsep-ko


kegiatan humas dalam upaya menciptak
publik sasaran baik eksternal maupun int

26.Teori Komunikasi

Membahas model-model, teori-te


sebagai ilmu pengetahuan social yang be
perkembangan teori komunikasi dasar, je
penelitian di bidang ilmu komunikasi

27.Etika dan Filsafat Komunikasi

Mata kuliah ini membahas beber


yang mencakup aspek-aspek etika, logika
prepatik lambing, statement, peristiwa da

28.Komunikasi dan Budaya

Membicarakan kaitan antara kom


budaya dalam konteks situasi di Indon
mempengaruhi proses komunikasi.

29.Psikologi Komunikasi

Mata kuliah ini menguraikan te


dalam konteks komunikan, sistem dan
interpersonal, kelompok dan massa, psiko

30. Sosiologi Komunikasi

Mata kuliah ini bertujuan untuk


Ini berarti mencoba untuk melihat fen
Termasuk memahami teori-teori med
menganalisa fenomena media massa akan

31.Teknologi Komunikasi

Membalas garis besar perkem


komunikasi, dan karakteristik masing
terhadap kehidupan sosial, ekonomi, buda
32.Dasar-Dasar Jurnalistik

Mata kuliah ini membahas penger


dan jurnalistik. Berita, pengertian Berit
perbedaan karakteristik tulisan media ma

33. Komunikasi Antar Pribadi

Membicarakan pengertian komu


transaksional, prosesual, dan simbolik; a
KAP, fungsi KAP, pola dan strategi kenda
ekskalasi hubungan. Selain itu maka
interpersonal, teori-teori komunikasi
komunikasi non verbal dan efektivitas kom

34Jurnalistik Media Cetak

Mata kuliah ini membahas da


pengertian dan macam-macam berita,
Indonesia jurnalistik dan kode etik jurnal

35.Komunikasi Pemasaran Terpadu

Memberikan pemahaman tentang


program komunikasi dan pemasaran, s
komunikasi untuk menciptakan ramuan
efisien.

36.Komunikasi Politik

Pengajaran mata kuliah ini bertu


dan model komunikasi politik; komuni
politik; bahasa politik, semiotic, dan prag
politik, sosialisasi dan partisipasi.

37.Jurnalisme Penyiaran.

Mata kuliah ini menguraikan


Jurnalisme Radio dan Televisi, Fungsi dan
dan Teknik Penulisan Untuk Radio dan
Teknik Penulisan Tanda dan Angka.

38.Etika Kehumasan

Mempelajari teori dan falsafah


aksiologi komunikasi dan PR; Kode Etik
pengenalan diri; pengertian dan luas
pengembangan dalam profesi; pengelol
dalam wawancara.

39.Politik Ekonomi Media


Kuliah ini mengkaji pengaruh-pe
pasar, dan Man yang mempengaruhi org
komprehensif terhadap isu-isu ekonomi y
media massa.

40.Eksternal dan Internal PR

Mata kuliah ini diarahkan unt


internal, dinamika kelompok, manajem
hubungan manusia, manajemen konflik
membahas tugas dan peranan humas dal
membina hubungan dengan PT dan b
membina pets, serta membina hubungan

41.Fotografi

Mata kuliah ini memberikan peng


dan menjadikan foto sebagai media unt
membahas tentang pengertian fotografi
pencahayaan dan penyinaran, film, komp

42.Produksi Media Public Relations

Mata kuliah ini mengarahkan pa


berbagai media yang dibutuhkan dan keg
audio visual.

43.Public Speaking

Membicarakan tentang teknik-te


forum komunikasi. Topik bahasan meli
dengan retorika dan public speaking,
penyampaian gagasan.

44.Penulisan Berita dan Feature

Mata kuliah ini membahas tenta


penulisan lead, pengambilan isi, teknik m
pengambilan isi, teknik evaluasi dan sele
dasar feature, fungsi feature dalam medi
tulisan feature, penutup feature, dan das
diikuti dengan praktikum penulisan berit
45.Depth News dan Investigative News

Membahas tentang pengertian


pengembangan tulisan, kerja sama Tim d
Selain itu juga membahas tentang tekn
popular, kriminalitas dan lain-lain.

46.Strategi dan Perencanaan PR

Hubungan masyarakat dengan m


Humas, krisis manajemen, model identifik
analisa problem komunikasi, dasar penuli

47.Metode Penelitian Komunikasi II

Mata kuliah ini membahas be


mencakup penelitian sumber, media, pe
khusus membahas metode-metode kha
kualitatif.

48.Manajemen Public Relations

Membahas aspek-aspek pengelo


humas, program-program humas untuk
pengenalan khalayak, penentuan media
evaluasi pelaksanaan humas.

49.Manajemen Media Massa

Membahas pengelolaan penerbi


pemasaran, baik media cetak, audio, mau
dan pemasaran yang diterapkan untuk pe

50.Jurnalistik On-Line

Membahas tentang proses repor


sering disebut berita elektronik. Setelah
mengenal, mengerti dan mampu mengapl
51.Produksi Penyiaran Televisi

Melatih mahasiswa memproduks


penulisan script sampai ke produksi dan p

52.Produksi Penyiaran Radio.

Melatih mahasiswa memproduksi


penulisan script sampai ke produksi dan p

53.Riset dan Audit Humas

Mata kuliah ini diarahkan untu


dengan riset evaluasi program kehumasa
program PR salah satunya yakni dengan
kaitannya dengan program kehumasan
memberikan wawasan, pemahaman da
termasuk melakukan evaluasi input, outp

54.Manajemen Event

Mata kuliah ini membahas te


mengorganisasikan sebuah event yang
berhubungan dengan publisitas yang d
Lokakarya, Pameran, Launching Produk d

55.Magang

Teori dan sekaligus mempraktekkan di


swasta untuk memberikan pemahaman
mahasiswa melalui praktek kerja di peru
membandingkan antara pemahaman te
magang mahasiswa diwajibkan me
(Persyaratan magang adalah sertifikat PP

56. Pendidikan Bela Negara

Membahas tentang dasar pemikiran,


Negara. Memberikan pemahaman tentang
semangat bela Negara, asas pancasila, cinta
budaya bangsa dan mengimplementasikan ni

57.Desain komunikasi Visual.

Mata kuliah ini membahas konsep dasa


komposisi, prinsip simiotik dalam desain
dll.

58..Pengantar Psikologi Sosial.

Mata kuliah ini menjelaskan mengenai


bagaimana terbentuknya perilaku, perila
dan perilaku yang tidak terlihat.

59. Pengantar Periklanan

Matakuliah ini membahas tentang penger

marketing, analisis program dalam promo

segmentasi pasar, proses komunikasi dala

rencananya.

60. Hukum dan Etika Media Massa.

Membahas masalah- masalah hukum me

Pers, Kode etik jurnalistik dengan segala k

60. Manajemen Periklanan.

Membahas bagaimana mengelola b


fungsinya, account servce, creative, med
tujuan iklan dalam pemasaran, positionin

61. Komunikasi Organisasi.

Membahas teori-teori organisasidan apl


organisasi, proses komunikasi organisasi,
62. Perencanaan kreatif Periklanan.

Membahas mengenai pengertian kreat


strategi kreatif, eksekusi kreatif, penulisa
pesan iklan.

63. Seminar Ilmu Komunikasi.

Membahas permasalah komunikasi di be


iklan, humas,jurnalistik, penyiaran, komu
ditekankan pada aspek teoritis,konseptua

64. Komunikasi dan Gender.

Membahas relasi perempuan dan pria


massa,pengaruh produk-produk bu
feminisme,maskulinitas, gay, lesbian, mk
produk media seperti film, acara radio, a

65. Media Komunikasi Film.

Membahas pemahaman film sebagai suat


dan pemaknaan film, kritik film, panda
dengan teori-teori social, culture studies d

66. Perbandingan sistem Pers.

Membahas tentang sejarah pers, teori pe


dunia, peranan pers dalam pembangunan

67. Komunikasi Sosial pembangunan.

Membahas posisi dan dinamika komunik


menunjang pembangunan, komunikasi s
kendala dalam pembagunan baik psikolo

68. Kewirausahaan.

Mata kuliah ini lebih berorientasi prakti


tentang teori-teori kewirausahaan, mana
dan lingkungan, produksi, memasarkan sa

69.ISBD
Mahasiswa mampu berfikir kritis , kreatif
memiliki kepekaan dan empati sosial, bers
mencari solusi pemecahan masalah sosial dan

70. Skripsi

Mahasiswa ditugaskan membuat skripsi s


sarjana ilmu komunikasi di bawah bimbin