Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI DUNIA

Oleh:
MUHAMMAD RIDHO HIDAYATULLAH

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN KELAS INTERNASIONAL

TAHUN AKADEMIK 2016/2017


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang atas
rahmat dan hidayah-Nya lah makalah ini dapat diselesaikan.
DAFTAR ISI

HAL

HALAMAN JUDUL ................................................................ i

KATA PENGANTAR .............................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................ iii

BAB 1 PENDAHLUAN ....................................................... 1

1.1 LATAR BELAKANG ................................................ 2


1.2 TUJUAN ....................................................................... 3
1.3 MANFAAT .................................................................. 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.1 DEFINISI KEPERAWATAN................................. 1


1.2 SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERWATAN
DUNIA ..................................................................... 2
1.3 SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
DI INDONESIA......................................................... 3

BAB 3 PENUTUP

1.1 KESIMPULAN .......................................................... 1


1.2 SARAN ....................................................................... 2

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG.

Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan


suatu bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan.
Pada perkembangannya ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan
ilmu lain, mengingat ilmu keperawatan merupakan ilmu terapan yang selalu
berubah mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga dengan pelayanan
keperawatan di Indonesia, kedepan diharapkan harus mampu memberikan
pelayanan kepada masyarakat secara profesional sesuai dengan tuntutan
kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang kesehatan yang senantiasa
berkembang. Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar rumah sakit
Indonesia umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses
keperawatan.
Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata
atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian
yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau
bukti secara langsung.Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha
untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori
keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep
dalam keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam
menentukan model praktek keperawatan. Berikut ini adalah ringkasan beberapa
teori keperawatan yang perlu diketahui oleh para perawat profesional sehingga
mampu mengaplikasikan praktek keperawatan yang didasarkan pada keyakinan
dan nilai dasar keperawatan.
B. TUJUAN.

1. Mengetahui model praktik keperawatan dan tujuan teori dan model


keperawatan.
2. Mengetahui karakteristik teori keperawatan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi teori keperawatan.
3. Mengetahui pandangan beberapa ahli tentang model konsep dan teori
keperawatan.
C.MANFAAT
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan keperawatan dan tujuan
teori dan model keperawatan
2. Mengetahui karakteristik teori perkembangan keperawatan dan faktor-
faktor yang mempengaruhi teori keperawatan.
3. Mengetahui pandangan beberapa ahli tentang model konsep dan teori
keperawatan.
BAB II

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perawatan sudah dilaksanakan sejak adanya manusia dan yang jadi


sasarannya adalah manusia dari sejak lahir sampai dengan datangnya
kematian.

Di Indonesia pekerjaan perawat dikerjakan berdasarkan naluri perasaan


keibuan untuk merawat anak-anaknya (Mother Instinct). Sejarah
perkembangan keperawatan di Indonesia telah banyak di pengaruhi oleh
penjajah diantaranya Jepang, Belanda, dan Inggris. Dalam perkembangan
di Indonesia di bagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
ZAMAN KUNO
Seperti juga di Negara-negara lainnya keperawatan diserahkan kepada
perempuan yang merawat keluarganya Penyakit dianggap perbuatan setan
yaitu dukun, cara pengobatan dengan menggunakan daun-daunan

Perawatan pada beberapa bangsa dan Negara.


a. Mesir

Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang
terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap
orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah
kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman
purba ( 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabib ia menggunakan bidai
(spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyai pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum
serta tentang obat-obatan. Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya
memuat kurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
b. Babylon dan syiria

Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah diketahui oleh
bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu tulisan yang menyatakan
bahwa pada 680 SM orang telah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari
hidung dan merawat jerawant pada muka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh
karena itu perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.

c. Yahudi kuno

5 di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya


Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak
: cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal
sebagai seorang ahli hygiene. Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan
minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana
cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman sekarang, misalnya :

1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan di makan


2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya,
sehingga dapat diambil tindakan

d. India

Bangsa India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agama Brahmana,


disamping memuja dan meminta pertolongan kepada dewa (dikuil) untuk
menyembuhkan orang sakit. Di India telah terdapat RS khususnya di Utara saat
pemerintahan Rasa Asoka, 8 RS dimana sebagian kemudian dijadikan sekolah-
sekolah pengobatan dan perawatan
e. Tiongkok

Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranya gonorhoea dan


syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu urut dan psikoterapi.
Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :

1. Seng Lung Dikenal sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam
dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral
6
(garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar,
Tanya, Rasa.
2. Chang Chung Ching 200 Sm telah mengerjakan lavement dengan
menggunakan bamboo.
3.
Zaman penjajahan Belanda
Tahun 1596 Cornelis De Houtman adalah orang Belanda pertama yang
datang ke Indonesia pada zaman penjajahan.

Zaman VOC, (1602 1799)


Orang-orang Belanda datang ke Indonesia pertama kali dengan maksud
untuk berdagang. Dalam usaha perdagangannya itu di bentuklah VOC.
Sehubungan dengan adanya staf dan tentara maka dua usaha kesehatan.
Untuk itu didirikanlah rumah sakit yang pertama yang bernama "
Binnen Hospital " didirikan pada tahun 1641 bertempat di Batavia (
sekarang Jakarta) Tenaga perawatannya diambil dari penduduk
pribumi ( Bumi Putera ) yang diberi nama Zieken oppaser ( penjaga
orang sakit) Rumah sakit ini dibawah pengawasan dokter militer.

Pada tahun 1724-1744) di luar kota didirikan rumah sakit yang kedua
yang diberi nama : Buiten Hospital mengantikan Binnen Hospital yang
di tutup pada tahun1808. Karena VOC dibubarkan 1799 maka oleh
pemerintahan Belanda menyerahkan kepada pemerintah Indonesia
yang kemuudian membentuk Organisasi Negara " Hindia Belanda".
Pada tahun zaman penjajahan belanda I ( 1799-1811 ) tidak ada usaha
kesehatan yang boleh dikatakan menonjol pada umumnya merupakan
usaha lanjutan dari apa yang telah ada. Pengaruh kententaraan pada
keperawatan mulai ada usaha-usaha dibidang kesehatan yang antara
lain:
MGD ( Militaire Gezondsheids Dienst ) - dinas kesehatan tentara
BGD (Burgerlije Gezon Dienst ) dinas kesehatan rakyat,
Pada waktu pemerintahan Daendels yang terkenal dengan pembuatan
jalan Merak Banyuwangi, perlu lebih meningkatkan kesehatan
tentaranya. Dibuatlah beberapa Rumah sakit Garnizoen, yaitu di
Semarang dan Surabaya. Pelayanannya hanya memperhatikan dinas
kesehatan tentara saja.

4.

Zaman Penjajahan Inggris Tahun 1811-1816


Gubernur Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat.
Usaha-usaha di bidang kesehatan tersebut dinyatakan dalam kata-
katanya "kesehatan adalah milik manusia". Usaha-usahanya:
Mengadakan vaksinasi umum
Memperbaiki perawatan orang sakit gila (jiwa)
Memperbaiki perawatan dari orang-orang tahanan.
Zaman Penjajahan Belanda II (1816-1942)
Setelah pemerintahan diserahkan kembali pada Belanda, maka usaha-
usaha kesehatan nampak maju. Prof. Dr. Reinwardt menyusun undang-
undang kesehatan, diantaranya tentang praktek dokter, kebidanan,
pengobatan dan lain-lain untuk wilayah sekitar Batavia pada 1819 oleh
Residen V Pabst didirikan rumah sakit untuk umum di Jakarta, diantara
rumah sakit Stadsverban di Glodok. Rumah sakit ini mempunyai
perlengkapan yang sederhana. Pada tahun 1919 rumah sakit
Stadsverban menjadi CBZ (Central Burgerlijke Ziekeninrichting)
yangkemudian dipindahkan di Salemba.

Dr. W. de bosch yang sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan


mendirikan sekolah dokter jawa (1852), yang kemudian berkembang
menjadi STOVIA (1898) dan akhirnya GHS (1927). Ia juga
mengadakan persiapan pendidikan kebidanan pada tahun 1852. Tahun
1875 pendidikan kebidanan ini ditutup kembali.Rumah-rumah sakit
partikelir(swasta) diadakan oleh Zending.

Muhammadiyah, bala keselamatan. Salah satu yang terkenal adalah


rumah sakit di Gang Paal yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cikini,
didirikan pada tahun 1879. rumah skit yang lain ialah: RS St Carolus di
Jakarta, RS St Borromeus di Bandung dan RS Elizabeth di Semarang.
Pendidikan perawatan telah ada yang dimulai di RS cikini pada tahun
1900. Pendidikan juru rawat dimulai pada tahun 1906 di RS Glodok
pad tahun 1912.

Zaman Penjajahan Jepang (1942-1945)


Pada zaman penjajahan jepang keperawatan di Indonesia boleh
dikatakan mundur. Pimpinan rumah sakit yang tadinya adalah orang-
orang belanda di ambil alih orang-orang jepang dan sebagian oleh
bangsa Indonesia. Obat-obatan sangat kurang,oleh karenanya wabah
penyakit dimana-mana. Bahan-bahan balutan sangat kurang,sampai
dipergunakannya daun pisang dan pelapah pisang.
5.
Zaman Kemerdekaan (1945-1961)
Keadaan rumah sakit dan perawatan mengalami kekurangan-
kekurangan terutama obat-obatan. Semenjak tahun 1949 pemerintahan
mulai membangun dan menyusun kembali perbaikan-perbaikan di
lapangan kesehatan.
Tahun 1962 - sekarang
Perawatan mulai berkembang dengan pesat,dengan didirikannya
pendidikan akademi keperawatan (AKPER) dan pada tahun 1962 dan
Program Studi Ilmu keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran
Universitas Indonsia di Jakarta (1985), yang membawa dampak positif
terhadap pelayanan perawatan. Pendekatan perawatan menggunakan
proses perawatan yang berdasarkan pada kebutuhan manusia
seutuhnya.
Perawatan Penyakit jiwa di Indonesia.
Perawatan penyakit jiwa di Indonesia tidak sama. Ada yang dirawat
dengan lemah lembut, ada juga yang secara kasar. Ini tergantung dari
kemajuan rakyat di tiap daerah. Perawatan tidak dikerjaan di rumah
sakit tetapi di luar rumah sakit, disebabkan belum ada keinsyafan dan
pengertain rakyat tentang penyakit jiwa. Baru pada tahun 1800 para
penderita penyakit jiwa dikumpulkan di bangsal-bangsal tetapi
perawatannya bersifat penjagaan saja.
Rumah-rumah sakit jiwa baru didirikan pada tahun 1875 di
Cilendek,Bogor yang merupakan rumah sakit jiwa yang pertama di
Indonesia dengan kapasitas 400. Rumah sakit jiwa yang kedua ialah
rumah sakit jiwa di Lawang didirikan pada tahun 1894 yang sekarang
terdiri dari sumber porong,Pasuruan,Sumpyuh,sehingga merupakan
rumah sakit jiwa yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas
3300. Rumah sakit jiwa ke 3 ialah yang berada di magelang,didirikan
pada tahun 1923 dengan kapasitas 1400.Yang lainnya didirikan di
Grogol, Jakarta.Padang, Palembang, Banjarmasing, Menado, yang
masing-masing dngan kapasitas 1.k.60 Perawatan dikerjakan oleh juru
rawat-juru rawat dan penjaga orang sakit dibawah pengawasan perawat
jiwa bangsa Indonesia.
Pendidikan perawat jiwa baru dibuka pada bulan September 1940 di
Cilendek,Bogor. Pendidikan ini berupa "Kursus".Pada mulanya yang
diterima hanya orang-orang Belanda dan Indo Belanda;pada tahun
1951 dibuka kursus untuk perawat-perawat bangsa Indonesia.Yang
mengikuti banyak yang berasal dari luar Jawa,misalnya :
Sumatra,Kalimantan da sebagainya.
Saat ini perawatan penyakit jiwa dikerjakan secara modern dan tidak
lagi ditempatkan dalam kamar tertutup,akan tetapi dibangsal-bangsal
bebas.Mereka mendapat kebebasan,dihibur dan dapat bergaul dengan
sopan sehingga akhirnya insyaf dan sadar.
Pengobatan dengan jalan diberi shock atau dikagetkan.Pada Zaman
pertengahan dengan cara ditakut-takuti atau dijatuhkan kedalam
sumur.Juga dipergunakan Hydro-therapie dengan menggunakan air
panas atau air dingin. Pengobatan semacam ini hingga sekarang masih
dilakukan.
Pada zaman modern sekarang pengobatan dilakukan dengan
menggunakan obat-obat tidur,dihibur dengan musik,olahraga,berdansa
dan lain-lain.Shock therapie masih dilakukan terutama dengan aliran
listrik (ECT).Therapie kerja masih tetap dilaksanakan
Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi
social dan ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial Belanda,
Inggris dan Jepang serta situasi pemerintahan Indonesia setelah
Indonesia merdeka Dibedakan atas:
Masa sebelum kemerdekaan
Masa penjajahan belanda I Pada masa ini perawat berasal dari
penduduk pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken
oppaser sebagai penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda
dibidang kesehatan adalah :
Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun
1799
Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)
Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds
dienst)

6. Zaman Penjajahan Inggris


Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan
:Kesehatan adalah milik manusia. Usaha-usahanya dibidang kesehatan
:
Pencacaran secara umum
Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
Zaman Penjajahan Jepang
Menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran
yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di
Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada
pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik,
Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang,
Obat-obatan sangat kurang
Wabah penyakit terjadi dimana-mana.

A. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia

Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi social dan


ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial Belanda, Inggris dan Jepang serta
situasi pemerintahan Indonesia setelah Indonesia merdeka dibedakan atas :

1. Masa sebelum kemerdekaan

Masa penjajahan belanda I. Pada masa ini perawat berasal dari penduduk
pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga
rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah :

- Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799


Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
- Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)
- Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst)

Zaman penjajahan Inggris, Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan


rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia. Usaha-usahanya dibidang kesehatan
:

1. Pencacaran secara umum


2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan

7
Zaman penjajahan Jepang menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami
kemunduran yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di Indonesia.
Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-
orang yang tidak terdidik, Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang, Obat-
obatan sangat kurang. Wabah penyakit terjadi dimana-mana.

2. Zaman kemerdekaan

Usaha-usaha dibidang kesehatan tahun 1949 mulai dibangun rumah sakit dan
balai kesehatn. Tahun 1952 mulai didirikan sekolah perawat yaitu sekolah guru perawat
dan sekolah perawat setingkat SLTP tahun 1962 mulai didirikan pendidikan
keperawatan professional.

Tahun 1962-sekarang keperawatan mulai berkembang dengan pesat


Tahun 1962 mulai banyak berdiri akademi keperawatan (AKPER) tahun 1985 program
studi ilmu keperawatan (PSIK) diselenggarakan oleh fakultas kedokteran universitas
Indonesia lulusan I tahun 1988. Dampaknya ialah meningkatkan pelayanan
keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan meningkatkan peran dan fungsi
perawat.

Keperawatan penyakit jiwa di IndonesiaTahun 1800 pasien jiwa sudah


dikumpulkan di bangsal-bangsal dan perawatannya bersifat penjagaan. RS jiwa
didirikan pertama kali tahun 1875 di Cilandak Bogor dnegan kapasitas 400 orang.
Rumah sakit jiwa kedua di Lawang tahun 1894 dengan kapasitas 3300 pasien.
Rumah sakit jiwa ketiga RSJ Prof. Dr. Soeroyo di magelang tahun 1923 dengan
kapasitas 1400 pasien.

Pendidikan keperawatan jiwa baru dibuka bulan September 1940 di bogor


dengan kursus. Saat ini perawatan jiwa diselenggarakan secara modern.
Dibangsal-bangsal, pengobatan dengan shock terapi, menggunakan obat-obat
tidur dnegan musik, olah raga dan rekreasi.

Konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah


keperawatan dalam Islam, budaya dan kepercayaan di Arab keyakinan akan
kesehatan dari sudut pandang Islam (Islamic health belief) dan nilai-nilai profesi
yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Tidak seperti pandangan
keperawatan di Negara barat, keyakinan akan spiritual Islam tercermin dalam
budaya mereka.

Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi tinggal bagaimana


keperawatan dan islam berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan
asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan teknologi kesehatan
dan informatika kesehatan agar tetap mengenang dan menteladani sejarah
perkembangan keperawatan dimulai oleh Rufaidah binti Sa'ad
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan


manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju
peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. dan pengobatan
zaman purba orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive,
namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam
merawat atau mengobati.
Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) naluri binatang
"mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang
bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah).
keibuan kemudian bergeser kezaman purba diman zaman ini orang masih percaya
pada suatu tantangan adanya kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi
kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal dengan nama anisme, diman
seseorang yang sakit dapat disebabkan karna kekuatan alam atau pengaruh
kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang jahat akan dapat
menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan keasehatan atau
kesejahteraan.
Sumber : http://gwanakbstikes.blogspot.com/2010/02/sejarah-keperawatan.html
Sejarah Keperawatan di Indonesia
Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia telah banyak dipengaruhi oleh
kolonial penjajah diantaranya Jepang, Belanda dan Inggris. Dalam
perkembangannya di Indonesia dibagi menjadi dua masa diantaranya:
Pertama, masa sebelum kemerdekaan, pada masa itu negara Indonesia masih
dalam penjajahan Belanda. Perawat berasal dari Indonesia disebut sebagai
verpleger dengan dibantu oleh zieken oppaser sebagai penjaga orang sakit,
perawat tersebut pertama kali bekerja di rumah sakit Binnen Hospital yang
terletak di Jakarta pada tahun 1799 yang ditugaskan untuk memelihara kesehatan
staf dan tentara Belanda, sehingga akhirnya pada masa Belanda terbentuklah dinas
kesehatan tentara dan dinas kesehatan rakyat. Mengingat tujuan pendirian rumah
sakit hanya untuk kepentingan Belanda, maka tidak diikuti perkembangan dalam
keperawatan. Kemudian pada masa penjajahan Inggris yaitu Rafless, mereka
memperhatikan kesehatan rakyat dengan moto kesehatan adalah milik manusia
dan pada saat itu pula telah diadakan berbagai usaha dalam memelihara kesehatan
diantaranya usaha pengadaan pencacaran secara umum, membenahi cara
perawatan pasien dangan gangguan jiwa dan memperhatikan kesehatan pada para
tawanan.
Beberapa rumah sakit dibangun khususnya di Jakarta yaitu pada tahun 1819,
didirikan rumah sakit Stadsverband, kemudian pada tahun 1919 rumah sakit
tersebut pindah ke Salemba dan sekarang dikenal dengan nama RSCM (Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo), kemudian diikuti rumah sakit milik swasta. Pada
tahun 1942-1945 terjadi kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang.
Perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.
Kedua, masa setelah kemerdekaan, pada tahun 1949 telah banyak rumah sakit
yang didirikan serta balai pengobatan dan dalam rangka memenuhi kebutuhan
tenaga kesehatan pada tahun 1952 didirikan sekolah perawat, kemudian pada
tahun 1962 telah dibuka pendidikan keperawatan setara dengan diploma. Pada
tahun 1985 untuk pertama kalinya dibuka pendidikan keperawatan setingkat
dengan sarjana yang dilaksanakan di Universitas Indonesia dengan nama Program
Studi Ilmu Keperawatan dan akhirnya dengan berkembangnya Ilmu Keperawatan,
maka menjadi sebuah Fakultas Ilmu keperawatan dan beberapa tahun kemudian
diikuti berdirinya pendidikan keperawatan setingkat S1 di berbagai univeisitas di
Indonesia seperti di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan lain-lain.

Source: http://www.yousaytoo.com/makalah-sejarah-keperawatan/488956

PERAWAT ZAMAN BELANDA


Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk
pribumi yang disebut velpleger dengan dibantu zieken oppaser sebagai
penjaga orang sakit. Mereka bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta
yang didirikan tahun 1799.
Pada masa VOC berkuasa, Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816), telah
memiliki semboyan Kesehatan adalah milik manusia Pada saat itu Raffles telah
melakukan pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien dengan
gangguan jiwa serta memperhatikan kesehatan dan perawatan tahanan.
Setelah pemerintah kolonial kembali ke tangan Belanda, di Jakarta pada tahun
1819 didirikan beberapa rumah sakit. Salah satunya adalah rumah sakit
Sadsverband yang berlokasi di Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun 1919 rumah
sakat tersebut dipindahkan ke Salemba dan sekarang dengan nama RS. Cipto
Mangunkusumo (RSCM).
Dalam kurun waktu 1816-1942 telah berdiri beberapa rumah sakit swasta milik
misionaris katolik dan zending protestan seperti: RS. Persatuan Gereja Indonesia
(PGI) Cikini-Jakarta Pusat, RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat. RS. St
Bromeus di Bandung dan RS. Elizabeth di Semarang. Bahkan pada tahun 1906 di
RS. PGI dan tahun 1912 di RSCM telah menyelenggarakan pendidikan juru
rawat. Namun kedatangan Jepang (1942-1945) menyebabkan perkembangan
keperawatan mengalami kemunduran.

Source: http://syehaceh.wordpress.com/2010/03/09/sejarah-perkembangan-
keperawatan/
PENDIRIAN SEKOLAH PERAWAT YANG PERTAMA HINGGA
PERGURUAN TINGGI
Pada tahun 1860 Nightingale mendirikan sekolah pelatihan perawat pertama di
St. Thomas Hospital, London.
Kurikulum Nightingale sebagian besar berdasarkan pada praktik keperawatan,
dengan berfokus pada kebutuhan akan kebersihan dan kompetensi tugas. Metode
metode yang digunakannya tercantum dalam bukunya yakni Notes on Nursing,
1898.
Beberapa perawat lain pada waktu itu, Ethel Gordon Fenwick, yang mendukung
supaya keperawatan dan kurikulumnya terdaftar secara formal untuk pendidikan
yang lebih tinggi dan tidak hanya terbatas di rumah sakit.
Pendidikan perawat di Amerika Serikat banyak ditawarkan oleh berbagai
universitas, walaupun belum jelas siapa yang pertama membuka program sarjana.
Namun sampai saat ini, Yale School of Nursing dikenal sebagai sekolah khusus
keperawatan pertama di Amerika Serikat pada tahun 1923.
Sedangkan di Eropa, University of Edinburgh adalah lembaga Eropa pertama
yang menawarkan gelar keperawatan pada tahun 1972.
Di Indonesia, pendidikan tinggi perawat level sarjana pertama kali berdiri di
Universitas Indonesia pada tahun 1985.
Pada tahun 1994, Universitas Padjadjaran Bandung membuka Program Studi
Ilmu Keperawatan, kemudian pada tahun 2005 berubah menjadi Fakultas Ilmu
Keperawatan.
Saat ini sudah banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia
yang membuka program sarjana pendidikan keperawatan.

B. SARAN

Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai perawat atau calon perawat
harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan
dari keperawatan internasional.
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat A. Aziz Alimul. (2007). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Eds 2.


Salemba Medika: Jakarta

Alimul, A.H. (2002), Pengantar pendidikan keperawatan. Sagung Seto: Jakarta

Effendy, N. (1995), Pengantar proses keperawatan. EGC: Jakarta

Gaffar, L.O.J. (1999), Pengantar praktik keperawatan professional. EGC: Jakarta

Stevens, P.J.M, et al. (1999) Ilmu keperawatan. Jilid I, Ed. 2. EGC: Jakarta