Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa dapat memahami konsep biologi dan hubungannya dengan ilmu lain
serta ciri-ciri kehidupan melalui pengembangan metode dan sikap ilmiah

B. KOMPETENSI DASAR
Pada akhir pengajaran, mahasiswa diharapkan dapat:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep biologi sebagai ilmu
2. Mahasiswa dapat menjelaskan manfaat mempelajari biologi
3. Mahasiswa dapat menjelaskan ciri kehidupan
4. Mahasiswa dapat menjelaskan metode dan sikap ilmiah

C. URAIAN MATERI
1. Pengertian
Biologi terdiri dari dua kata yaitu , Bios = kehidupan , Logos = ilmu. Biologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari seluk beluk tentang kehidupan dan
segala permasalahannya.
Istilah biologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani , bios, yang
berarti "kehidupan", dan akhiran -, -logia, yang artinya "ilmu. Bentuk Latin
dari kata tersebut (biologi) pertama kali digunakan oleh Linnaeus (Carl von
Linn) dalam karyanya yang berjudul Bibliotheca botanica pada tahun 1736.
Ilmuwan Islam abad pertengahan yang mempelajari biologi meliputi Al-Jahiz
(781869), Ad-Dinawari (828896), yang menulis tentang botani, dan Ar-Razi
(865925), yang menulis tentang Anatomi dan Fisiologi. Kedokteran dipelajari
berdasarkan tradisi filsuf Yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi oleh
pemikiran Aristoteles, terutama perihal hierarki kehidupan.
Biologi mulai berkembang pesat setelah Antony van Leeuwenhoek
memperbaiki mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa, bakteri, infusoria, dan

1
berbagai macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Penyelidikan
yang dilakukan oleh Jan Swammerdam membangkitkan ketertarikan terhadap
bidang Entomologi dan membantu mengembangkan teknik pembedahan dan
pewarnaan (staining) mikroskopik.
Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme
hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan
taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari
berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas,
terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga
menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai
satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi
sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu,
organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta
dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.

2. Biologi Sebagai Bidang Ilmu


Biologi merupakan bagian dari ilmu alamiah (Natural Sciences). Ilmu
alamiah ilmu pengetahuan dasar terdiri dari 3 kelompok, yaitu ilmu Fisik, Ilmu
Matematika, dan Biologi. Yang termasuk Ilmu Fisik ialah Fisika, Kimia,
Meteorologi, Astronomi dan Geologi. Biologi sebagai ilmu Alamiah, dalam
mempelajarinya banyak berkaitan dengan ilmu alamiah lain. Oleh karena itu
mahasiswa harus mempelajari banyak berkaitan dengan bidang ilmu alamiah
lain. Sebagai ilmu yang mempunyai disiplin sendiri, Biologi juga memiliki ruang
pembicaraan tertentu. Ilmu ini dalam perkembangannya mempunyai hubungan
yang sangat erat dengan berbagai ilmu lain. Beberapa ilmu penunjang dasar
adalah Matematika, fisika dan Kimia kemudian memberi dan menerima
informasi dari Geologi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi dan sebagainya.
Biologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Biologi
berkembang menjadi cabang cabang ilmu yang khusus mempelajari sesuatu
yang khas. Adapun biologi dikelompokkan menjadi beberapa cabang biologi
sebagai berikut :

2
Berdasarkan objek studi
1. botani : ilmu yang mempelajari seluk beluk tumbuhan
2. zoologi : ilmu yang mempelajari seluk beluk hewan
3. mikrobiologi : ilmu yang mempelajari kehidupan mikroorganisme (makhluk
renik).
4. mikologi : ilmu yang mempelajari seluk beluk jamur (fungi)
5. entomologi : ilmu yang mempelajari kehidupan serangga.
6. virologi : ilmu yang mempelajari kehidupan virus dan pengaruhnya terhadap
makhluk hidup lain.
7. bakteriologi : ilmu yang mempelajari kehidupan bakteri dan pengaruhnya
terhadap makhluk hidup lain.
8. zimologi : ilmu yang mempelajari kehidupan khamir.

Berdasarkan tingkat organisasi


1. sitologi : ilmu yang mempelajari susunan dan fungsi bagianbagian dari sel,
baik hewan maupun sel tumbuhan.
2. histologi : ilmu yang mempelajari susunan dan fungsi jaringan tubuh makhluk
hidup.
3. organologi : ilmu yang mempelajari organ organ makhluk hidup.
4. anatomi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh mahluk hidup.
5. morfologi : ilmu yang mempelajari struktur luar dan fungsi organ suatu mahluk
hidup.
6. fisiologi : ilmu yang mempelajari proses normal dan fungsi metabolisme (faal)
serta kegiatan hidup makhluk hidup
7. embriologi : ilmu yang mempelajari perkembangan makhluk hidup dari telur
sampai menjadi embrio (calon individu baru).

Berdasarkan persoalan/tema pokok


1. Evolusi : ilmu yang mempelajari perkembangan mahluk hidup dari bentuk
bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang paling rumit (sempurna).

3
2. Ekologi : ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup
dan lingkungannya.
3. Genetika : ilmu yang mempelajari cara-cara pewarisan sifat individu kepada
keturunannya.
4. Patologi : ilmu yang mempelajari penyakit dan pengaruhnya terhadap
makhluk hidup.
5. Higiene : ilmu yang mempelajari cara-cara pemeliharaan kesehatan suatu
makhluk hidup, terutama manusia.
6. Taksonomi : ilmu yang mempelajari penggolongan makhluk hidup.
7. Paleontologi : ilmu yang mempelajari fosil dan bentuk-bentuk kehidupan di
masa lampau.

Gambar 1.1 Cakupan Biologi bagi Kehidupan

4
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas,
bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang
sebagai ilmu yang mandiri. Berikut adalah cabang-cabang utama biologi:

Tabel 1.1 Cabang Ilmu Biologi


Nama cabang Keterangan
Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh
Anatomi
dalam makhluk hidup
Agronomi Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan
Andrologi
reproduksi pria
Algologi Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
Botani ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
Bakteriologi Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat
Biologi molekuler
molekul
Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses
biologi secara terpadu yang meliputi proses biokimia,
Bioteknologi
mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan
peningkatan kesejahteraan manusia.
Bryologi ilmu yang mempelajari tentang lumut
ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan
Dendrologi
berkayu lainnya, seperti liana
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara
Ekologi
makhluk hidup dengan lingkungan
Embriologi Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
Entomologi Ilmu yang mempelajari tentang serangga
Enzimologi ilmu yang mempelajari tentang enzim
Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuh
Evolusi
makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
Epidemiologi Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
Eugenetika Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
Endokrinologi Ilmu yang mempelajari tentang hormone
Fisiologi Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita
Fisioterapi
yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
Farmakologi Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan

5
Genetika ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Histologi Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
Hematologi Ilmu yang mempelajari tentang darah
Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan
Higiene
makhluk hidup
Harpetologi ilmu yang mempelajari reptilia/ular
Imunologi Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
Ichtiologi Ilmu yang mempelajari tentang ikan
Kardiologi ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
Karsinologi Ilmu yang mempelajari tentang crustacean
Klimatologi Ilmu yang mempelajari tentang iklim
Limnologi Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
Mamologi ilmu yang mempelajari tentang mammalian
Mikologi ilmu yang mempelajari tentang jamur
Mikrobiologi Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
Malakologi Ilmu yang mempelajari tentang moluska
Morfologi Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
Neurologi Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
Nematologi ilmu yang mempelajari tentang nematode
Organologi Ilmu yang mempelajari tentang organ
Onkologi ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup
Onthogeni
dari zigot menjadi dewasa
Ornitologi Ilmu yang mempelajari tentang burung
Phylogeni Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup
Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya bagi
Patologi
manusia
Palaentologi Ilmu yang mempelajari tentang fosil
Paleobotani ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
Paleozoologi ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
Parasitologi Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
Protozoologi Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
Primatologi ilmu yang mempelajari tentang primate
Pulmonologi ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan
Radiologi pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang
elektromagnetik maupun gelombang mekanik

6
Rekayasa
ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
Genetika
Sanitasi Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
Sitologi Ilmu yang mempelajari tentang sel
Taksonomi Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
Teratologi Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
Virologi Ilmu yang mempelajari tentang virus
zoologi Ilmu yang mempelajari tentang hewan

3. Manfaat Mempelajari Biologi


Ilmu Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Ilmu
biologi juga beperanan penting terhadap kehidupan manusia, Untuk itu sangat
penting mengetahui peranan atau manfaat ilmu biologi dalam kehidupan
manusia. Pengetahuan mengenai mahluk hidup dimanfaatkan untuk
memecahkan berbagai macam masalah untuk meningkatkan kesejahteraan
manusia. Berbagai masalah yang berkaitan dengan sandang, pangan, papan,
energi, lingkungan kesehatan bahkan sosial dapat diatasi dengan ilmu biologi.
Beberapa contoh manfaat biologi dalam kehidupan adalah :

a. Pemanfaatan Biologi Dalam Bidang Pertanian


Dengan menerapkan prinsip genetika dalam pertanian dan peternakan
diperoleh hasil antara lain :
banyak ditemukan bibit unggul dengan mengadakan hibridisasi sehingga
mendapatkan varietas baru yang diinginkan. Melalui teknik hibridisasi telah
didapatkan varietas unggul seperti kacang-kacangan dan serealia. Varietas
padi yang bersifat unggul memiliki rasa yang enak, tahan penyakit, daya
simpan lama dan berumur pendek. Penambahan produk daging, susu dan
telur
Pengendalian hama dewasa ini telah dikembangkan melalui pengendalian
hama secara biologis, karena penggunaan pestisida dapat menyeabkan
hama menjadi resisten, sisa pestisida dapat mencemari lingkungan dan

7
residunya tersimpan dalam tanaman yang akan menimbulkan berbagai
masalah bagi kehidupan manusia.
Penyediaan bahan makanan khususnya perbanyakan bibit tanaman
dikembangkan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman
perkebunan yang diperbanyak secara vegetatif dan menghasilkan banyak
tanaman klon dari sejumlah jaringan awal. Contoh: penemuan bibit unggul
melelui seleksi, persilangan dan radiasi, pembuatan pupuk organik,
pemberantasan hama dengan predator.

b. Pemanfaatan Biologi Dalam Bidang Kesehatan


Ditemukannya antibiotik dari jamur. Penicillium memungkinkan
dihasilkannya penisilin dalam jumlah banyak dengan cara mengkulturkan
penicillium dalam tangki fermentasi yang berisi larutan untuk pertumbuhannya.
Juga ditemukan vaksin yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh
orang yang divaksinasi sehingga menimbulkan perlindungan pada tubuh dari
serangan virus dan bakteri tertentu misalnya : vaksinasi terhadap heptitis dan
vaksinasi terhadap batuk rejan ( infeksi oleh bakteri ). Contoh lainya adalah:
transplantasi organ tubuh manusia(ginjal,jantung,sumsum tulang belakang dan
hati), teknik inviltrasi in vitro, pembuatan antibiotika, penciptaan vaksin-vaksin
seperti vaksin flu burung.

c. Manfaat Biologi Dalam Menyelesaikan Masalah Sosial


Molekul DNA dapat diisolasi dari sel kemudian dideteksi sehingga
memberikan gambaran enzim retriksi yang khas pada setiap orang. Dalam
kasus pembunuhan, pengadilan bisa melacak pelakunya bila penjahat
meninggalkan sampel darah atau jaringan ditempat terjadinya kejahatan.
Demikian pula kasus perebutan anak di pengadilan dapat diselesaikan
denganadanya hasil tes DNA, karena anak memiliki kesamaan enzim retriksi
dengan orang tuanya.
Para penderita penyakit yang mengalami kerusakan pada salah satu organ
tubuhnya, kini telah mendapatkan jalan keluarnya yaitu melalui teknik

8
transplantasi (pencangkokan) organ. Transplantasi organ yang sudah
berhasil dilakukan oleh para dokter adalah pencangkokan ginjal, jantung,
sumsum tulang belakang maupun hati.
Teknik fertilasi invitro telah dapat diaplikasikan tidak hanya pada hewan
ternak, tetapi telah dapat dilakukan pada manusia. Teknik ini dapat
membantu pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan karena
suatu kelainan. Fertilasi ini tentunya berasal dari gamet pasangan yang
bersangkutan. Teknik karakterisasi dan pemisahan gamet sperma yang
membawa kromosom X dan Y (penentu jenis kelamin keturunan) juga telah
berhasil dilakukan. Teknik ini memungkinkan para pasangan suami isteri
mendapatkan keturunannya dengan jenis kelamin tertentu.

d. Bidang Industri
Dahulu manusia hanya mengambil sesuatu dari lingkungannya yang
langsung dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya, misalnya buah-buahan
langsung dipetik untuk dimakan, sementara bagian lain dari tumbuhan itu
dibiarkan atau dibuang begitu saja. Begitu pula pemanfaatan manusia terhadap
hewan, hanya diambil daging atau telurnya saja. Namun setelah berkembangnya
Biologi, khususnya pada cabang zoologi, botani, taksonomi, biokimia,
mikrobiologi, dan bioteknologi, manusia telah berhasil menemukan berbagai
bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku
industri.
Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu,
menyebabkan berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi
benang, dan kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi benang sutera,
maka berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan
sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba/jasad renik, baik yang menguntungkan
maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit), maka

9
berkembanglah industri obat-obatan, makanan/minuman yang berkhasiat
obat.
Dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri Escherichia coli
yang ternyata dapat dibuat/disintesis menjadi insulin; insulin ini sangat
berguna bagi penderita penyakit Diabetes Melitus pada manusia.

Mengapa Harus Mempelajari Biologi


Mengapa harus mempelajari ilmu Biologi? Jawabannya paling tepat
adalah untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita dan mengenai tempat
dimana ada kehidupan baik itu tumbuhan, hewan maupun manusia.
Peristiwa (reaksi-reaksi) kimia dan fisika berlangsung di dalam tubuh
mahluk hidup. Reaksi-reaksi yang rumit (kompleks) dan teratur rapi itu
senantiasa berlangsung selama mahluk hidup itu tetap masih hidup. Jika ada
sesuatu atau beberapa reaksi mengalami hambatan/percepatan dari
biasanya(normal) maka dapat diduga bahwa individu tersebut mengalami
gangguan fisiologis (sakit). Dengan berkembangnya ilmu kimia dan fisika dan
didukung oleh ilmu matematika maka gangguan fisiologis tersebut dapat diatasi.
Penerapan ini merupakan penerapan sains. Dimana sains itu sendiri adalah
kimia Fisika, Biologi dan matematika. Itulah sebabnya diwajibkan mahasiswa
yang mengambil sains untuk mengikuti program matakuliah Kimia dasar, Fisika
dasar, matematika dasar, Biologi umum dan Pengetahuan Lingkungan.

4. Ciri-ciri Kehidupan
Ciri-ciri kehidupan mencakup keteraturan, reproduksi, pertumbuhan dan
perkembangan, pemanfaatan energi, respons terhadap lingkungan,
homeostasis, dan adaptasi evolusioner.
Kehidupan tersusun sangat teratur; dalam hierarki yang terdiri dari
tingkatan-tingkatan struktural, setiap tingkat merupakan pengembangan dari
tingkatan di bawahnya. Diawali dari tingkat paling rendah, atom-atom disusun
menjadi molekul-molekul biologis yang kompleks yang kemudian tersusun
menjadi organel, yang lalu menjadi komponen-komponen sel. Terdapat

10
organisme yang terdiri dari sel tunggal, dan terdapat pula organisme lainnya
yang merupakan agregat multiseluler dari banyak tipe sel yang terspesialisasi
dan saling bekerja sama. Pada organisme multiseluler, sel-sel yang sama
dikelompokkan menjadi jaringan, susunan spesifik dari jaringan-jaringan yang
berbeda membentuk organ, dan organ-organ bergabung membentuk sistem
organ. Individu organisme dari spesies yang sama dan hidup di tempat tertentu
dapat berkelompok membentuk suatu populasi; populasi-populasi dari berbagai
spesies berbeda yang hidup di daerah yang sama membentuk suatu komunitas
biologis, dan interaksi-interaksi komunitas yang juga menyertakan unsur-unsur
abiotik dari lingkungan membentuk suatu ekosistem. Setiap tingkatan struktur
biologis tersebut mempunyai sifat-sifat baru yang tidak dijumpai pada tingkat
organisasi di bawahnya yang dihasilkan dari interaksi antarkomponen pada
suatu tingkat. Berikut ini dikemukakan cirri-ciri dari mahluk hidup

1) Homeostasis: Pengaturan kondisi internal untuk mempertahankan keadaan


konstan, misalnya, konsentrasi elektrolit atau mengeluarkan keringat untuk
menurunkan suhu.
2) Organisasi: Secara struktural terdiri dari satu atau lebih sel, yang merupakan
satuan dasar kehidupan.
3) Metabolisme: Transformasi energi dengan mengubah bahan kimia dan
energi menjadi komponen selular (anabolisme) dan mengurai bahan organik
(katabolisme). Makhluk hidup membutuhkan energi untuk mempertahankan
organisasi internal (homeostasis) dan untuk menghasilkan fenomena lain
yang terkait dengan kehidupan.
4) Pertumbuhan: Pemeliharaan tingkat yang lebih tinggi dari katabolisme dan
anabolisme. Organisme yang tumbuh bertambah dalam ukuran di semua
bagian-bagiannya, bukan hanya sekadar mengumpulkan materi.
5) Adaptasi: Kemampuan untuk berubah selama periode waktu dalam
menanggapi lingkungan. Kemampuan ini merupakan hal mendasar untuk
proses evolusi dan ditentukan oleh perwarisan watak organisme maupun
komposisi zat yang di-metabolisme, dan berbagai faktor eksternal.

11
6) Respon terhadap rangsangan: respon dapat dilakukan dalam berbagai
bentuk, dari kontraksi organisme uniseluler terhadap bahan kimia eksternal,
sampai dengan reaksi kompleks yang melibatkan semua indera organisme
multiseluler. Tanggapan sering dinyatakan dengan gerak, misalnya, daun
tanaman berbalik ke arah matahari (fototropisme) dan oleh kemotaksis.
7) Reproduksi: Kemampuan untuk menghasilkan organisme individu baru, baik
secara aseksual dari organisme orang tua tunggal, atau secara seksual dari
dua organisme induk.
8) Adaptasi; Untuk kesuksesan organism harus menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya. Untuk itu setiap organism akan membawa dua
kemungkinan untuk hidup yaitu :
Menempati lingkungan mana yang cocok dengan kondisi dan sifat
fisiologinya.
Melihat kemungkinan bahwa mereka dapat berkembangbiak dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
Perkembangan spesies hewan dan tumbuhan merupakan hasil dari
penyusuaian diri terhadap kondisi lingkungan dalam waktu yang relative lama.
Adaptasi dapat dikategorikan sesuai dengan aktivitas hidupnya, yaitu :
Cara memperoleh dan cara makan
Respirasi
Penyesuaian diri terhadap keadaan fisik dan kimia
Pergerakan
Proteksi terhadap musuh alaminya
Reproduksi
Bertumbuh
Regulasi

12
5. Metode dan Sikap Ilmiah
Metode Ilmiah merupakan suatu proses keilmuan dalam memperoleh
pengetahuan secara sistematatis berdasarkan bukti yang nyata guna
memperoleh penyelesaian dari permasalahan yang sedang dihadapi. Proses
keilmuan dilakukan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisik. Sistematis disini memiliki arti bahwa dalam usaha
menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh
menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga
menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.
Salah satu sifat khas dari ilmu pengetahuan adalah dengan menggunakan
metode ilmiah dalam setiap proses penemuan setiap teori-teori dan konsep-
konsep baru. Tahapan kerja dengan metode ilmiah ini secara singkat dapat
diuraikan sebagai berikut :
1) Identifikasi dan formulasi masalah
2) Mengumpulkan data yang relevan dengan masalah (observasi)
3) Menyusun hipotesis
4) Menarik kesimpulan
Seorang ilmuan yang menyelesaikan masalah dalam kegiatan sehari-
harinya, diharapkan selalu bertindak dan bersikap ilmiah, memengang suatu
etika, norma-norma dan moral ilmiah dimanapun ia berada, sebagai
pencerminan orang yang berilmu, Sikap yang dimaksud adalah :
1) Cara berfikir ilmiah
2) Bersikap objektif dan tidak otoriter
3) Menghargai dan bersikap toleran terhadap pendapat orang lain
4) Bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan factor-faktor yang telah
dihayati, diyakini dan teruji kebenarannya.
5) Mempunyai sikap yang jujur
Tujuan dalam mempelajari metode ilmiah adalah salah satu bentuk
harapan untuk masa depan. Oleh karena itu, dalam penulisan ilmiah kita tidak
diperbolehkan asal menulis atau mengindahkan kaidah-kaidah dalam penulisan
ilmiah. Dalam penulisan ilmiah, kita harus mempunyai metode agar tulisan dapat

13
dipahami dan dimengerti oleh pembaca dikemudian hari. Berikut beberapa
tujuan dalam mempelajari metode ilmiah :
1) Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan
fakta secara sistematis,
2) Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis, dan
3) Meningkatkan pengetahuan tentang mekanismen penulisan karangan
ilmiah.
Selain tujuan, terdapat pula manfaat yang diperoleh dari metode
ilmiah. Berikut manfaat dari metode ilmiah :
1) Untuk menghasilkan penemuan berguna,
2) Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan,
3) Untuk memecahkan suatu masalah dengan penalaran, dan
4) Untuk mengungkapkan kembali rahasia alam yang belum terungkap.

Latihan Soal
1. Jelaskan pengertian ilmu Biologi ?
2. Jelaskan manfaat mempelajari ilmu biologi?
3. Jelaskan hubungan ilmu biologi dengan ilmu lainnya ?
4. Sebutkan ciri-ciri kehidupan?
5. Jelaskan apakah yang dimaksud metode Ilmiah?
6. Jelaskan tahap-tahap kerja dengan menggunakan metode ilmiah?
7. Mahasiswa dapat menjelaskan metode dan sikap ilmiah?

14
15