Anda di halaman 1dari 11

UJIAN AKHIR SEMESTER

Nama : M. Iksan Ardiyansyah


Nim : 16138050
Mata Kuliah : Pendekatan Sistem PTK
Kode Mata Kuliah : PTK232/2 SKS
Hari/Tanggal : Jumat/3 Juni 2017
Dosen : 1. Prof. Ali Amran, Ph.D
2. Dr. Suartin, MT.

1. Pendekatan system merupakan aplikasi pandangan system (system view or


system thinking) dalam upaya memahami sesuatu atau pemecahan masalah.
Jawab:
a) Tuliskan pengertian pendidikan menurut pendekatan system?
Pendidikan memiliki ketergantungan kepada sistem-sistem lainnya, seperti
halnya system ekonomi, system politik dan berbagai system lainnya. Dan
saling berintegrasi atau saling pengaruh antar sistem pendidikan dengan
sistem-sistem lainnya yang ada di dalam masyarakat. Sistem pendidikan
mengambil masukan (input) dari masyarakat dan memberikan (out put)
kepada masyarakat, oleh karena itu dapat disimpulkan menurut pendekatan
system pendidikan merupakan suatu keseluruhan yang terpadu dari
sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi-
fungsi tertentu dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Mulai dari input
yang diproses, atau ditransformasi oleh komponen-komponen pendidikan
yang berhubungan satu sama lain yang sesuai dengan fungsinya masing-
masing berjalan seiring seirama dalam mencapai tujuan pendidikan (output
pendidikan), yaitu manusia terdidik yang mempunyi kemampuan kognitif,
afektif, dan psikomotor.

b) Jika ditinjau dari jenisnya, system pendidikan termasuk kedalam system


sosial, jelaskan mengapa demikian!
Ditinjau dari jenis nya, hubungan system pendidikan dengan sistem sosial
berkaitan erat, system pendidikan terlibat dalam semua jenis dan jenjang
proses perkembangan sosial, baik dalam mobilitas sosial, mobilitas
geografis, penduduk, partisipasi politik, dan sistem sosial lainnya.
Pendidikan memiliki kontribusi yang sangat banyak dan luas dalam
meningkatkan kemampuan intelektualitas manusia, yang pada akhirnya
berakibat pula terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Contohnya seperti
lembaga pendidikan formal, maupun lembaga pendidikan keluarga dan
lembaga pendidikan masyarakat. Masing-masing LP ini mempunyai tugas
dan tanggung jawab yang berbeda dalam menjalankan kegiatan pendidikan,
namun kegiatannya saling menunjang dan punya tujuan yang sama yaitu
mewujudkan tujuan pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa lembaga
pendidikan sebagai sistem sosial, artinya bahwa lembaga pendidikan tidak
dapat dipisahkan pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
c) Sedangkan ditinjau dari segi hubungan dengan lingkungannya, system
pendidikan tergolong kedalam jenis system terbuka. Jelaskan kenapa
dikatakan system terbuka. Dan tuliskan input, proses dan output dari system
pendidikan tersebut. Kemudian jelaskan maksud nya.
Jawab :
Pendidikan merupakan suatu system, dan berjalannya suatu system
adakalanya berhubungan dengan supra sistemnya dan adakalanya tidak
berhubungan dengan supra sistemnya. Apabila berjalannya sebuah sistem
berhubungan dengan supra sistemnya maka sistem tersebut dinamakan
sistem terbuka. Pendidikan merupakan salah satu sistem terbuka, karena
pendidikan itu tidak akan dapat berjalan dengan sendirinya tanpa
berhubungan dengan sistem-sistem lain di luar sistem pendidikan.
Apabila lembaga pendidikan (sekolah/perguruan tinggi) dipandang sebagai
sistem pengembangan peserta didik, maka akan memiliki input,proses dan
output. Berikut pengertianya.
(a) Input adalah segala sesuatu yang dibutuhkan pendidikan untuk
tercapainya suatu proses. Biasanya input ini identik dengan siswa baru.
Mengikuti tahap seleksi untuk melihat kemampuan siswa tersebut. Akan
tetapi input memiliki bagian tersendiri yang mempengaruhi tercapai nya
kompetensi pendidikan.
Input sumber daya
nput sumber daya manusia, meliputi: kepala sekolah, guru,
karyawan, dan siswa.
Input sumberdaya non manusia, meliputi: peralatan, perlengkapan,
uang, bahan, dan lain-lain.
Input internal yaitu yang meliputi: struktur organisasi sekolah,
peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana pendidikan,
program pendidikan, dan lain-lain.
Input target yang berupa: visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang
ingin dicapai oleh sekolah tersebut semakin tinggi tingkat kesiapan
input, maka semaki tinggi pula mutu input tersebut.
(b) Proses
Dalam pendidikan (tingkat sekolah) proses yang dimaksud adalah proses
pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses
pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan proses monitoring
dan evaluasi. Proses akan dikatakan memiliki mutu yang tinggi apabila
pengkoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input (guru, siswa,
kurikulum, uang, peralatan, dan lain-lain) dilakukan secara harmonis,
sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan
(enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar,
dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik.
Berikut yang merupakan bagian dari proses Antara lain:
Keefektifan proses belajar mengajar
Internalisasi apa yang dipelajari
Mampu belajar cara belajar yang baik
Kepemimpinan sekolah yang kuat
Kepala sekolah memiliki kelebihan dan wibawa (pengaruh)
Kepala sekolah harus mengkoordinasi, menggerakkan, menyerasikan
sumberdaya
Manajemen yang efektif
Analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kinerja,
pengembangan, hubungan kerja.
(c) Output
Sedangkan Output pendidikan adalah kinerja sekolah. Sedangkan
kinerja sekolah itu sendiri adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari
proses atau perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari
kualitasnya, efektivitasnya, produktifitasnya, efesiensinya, inovasinya,
kualitas kehidupan kerjanya, dan moral kerjanya. Jadi bisa dikatakana
bahwa output pendidikan adalah hasil atau tolak ukur dari sebuah proses
pendidikan yang akan menentukan baik, buruk atau berhasil atau tidak
berhasil dari pelaksanaan program pendidikan itu sendiri
Output sekolah dapat dikatakan berkualitas dan bermutu tinggi apabila
prestasi pencapaian siswa menunjukan pencapaian yang tinggi dalam
bidang:
Prestasi akademik, berupa nilai ujian semester, ujian nasional, karya
ilmiah, dan lomba akademik.
Prestasi non akademik, berupa kualitas iman dan takwa, kejujuran,
kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan, dan kegiatan-kegiatan
ekstrakulikuler lainnya.
2. Mengacu pada undang-undang no.20 tentang sistem pendidikan nasional
bahwa jenjang pendidikan formal diindonesia terdiri atas jenjang pendidikan
dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Berdasarkan jenjang
pendidikan ini, aplikasi pandangan sistem juga dapat dibagi atas apliksi
pendekatan sistem pada pendidikan menengah, pendidikan kejuruan,
pendidikan dasar, dan lain sebagainya. Bandingkan dan jelaskan aplikasi
pendidikan kejuruan dengan aplikasi pendidikan pada jenjang/bidang lainnya?
Jawab:
Berdasarakan jenjang pendidikan, setiap tahapan pendidikan memiliki fungsi
yang berbeda satu sama lain. Akan tetapi memilik target yang sama yaitu
memberikan pendidikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan
pendidian.
a. Pendidikan dasar.
Konsep dari pendidikan dasar adalah memberikan pembelajaran dasar
kepada perserta didik. Peserta didik diberi pembelajaran tentang dasar
menghitung, menulis, membaca dan lain lain nya. Pendekatan system yang
dilakukan adalah dengan seperti menjalin interaksi Antara siswa dengan
guru. Bercerita dan belajar sambil bermain.
b. Pendidikan menengah
Pendidikan menengah yang diselenggarakn setelah pendidikan dasar yaitu
suatu pendidikan yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif
dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi.
pendekatan sistem sebagai suatu pandangan tertentu mengenai proses
pembelajaran dimana berlangsung kegiatan belajar mengajar! terjadinya
interaksi antara siswa dan guru dan memberikan kemudahan bagi siswa
untuk belajar secara efektif
penggunaan metodologi untuk merancang sistem pembelajaran yang
meliputi prosedur perencanaan! perancangan! pelaksanaan dan
penilaian keseluruhan proses pembelajaranyang tertuju pada konsep
pencapaian tujuan pembelajaran
c. pendidikan kejuruan
pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi para
siswa yang merencanakan dan mengembangkan karirnya pada bidang
keahlian tertentu untuk bekerja secara produktif dan professional dan juga
siap melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Penerapan pendekatan system pendidikan kejuruan Antara lain: siswa
mengikuti pendidikan ditargetkan untuk menjadi tenaga yang sap kerja,
Siswa diperkenalkan dengan masalah baru dan dilatih menyelesaikan.
Siswa mampu mengembangkan kemampuan, mencari alternative
melanjutkan pendidikan atau bekerja, pemecahannya dan berani untuk
mengambil keputusan (Pendidikan umum). Penerapan praktik kerja sebagai
siswa yang ingin mengembangkan karier untuk bekerja setelah lulus.
Mempersiapkan siswa untuk bekerja setelah lulus (Pendidikan kejuruan).
3. Seluruh lembaga pendidikan formal, termaksuk sekolah menengah kejuruan
(SMK) adalah sebuah sistem. Setiap sistem mempunyai elemen-
elemen( (unsur-unsur) yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai
suatu tujuan. Sering juga bahwa sebuah sistem meruoakan bagian bagian dari
sistem yang lebih besar (supra sistem).
Jawab:
a. Tuliskan Tujuan Pendidikan SMK
SMK (sekolah Menengah Kejuruan) dari nama kejuruan dapat diartikan
bawah Sekolah Menengah Kejuruan adalah Sekolah yang memiliki
Kejuruan (jurusan) yang berarti bidang-bidang jurusan (keahlian) yang
dapat dipilih oleh peserta didik berdasarkan minat dan bakat mereka.
Tujuan Pendidikan SMK adalah mempersiapkan tenaga yang memiliki
keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan persyaratan
lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam
mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena
itu dalam proses pendidikan kejuruan perlu ditanamkan pada siswa
pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi, keterampilan bekerja,
sikap mandiri, efektif dan efisien dan pentingnya keinginan sukses dalam
karirnya sepanjang hayat. Dengan kesungguhan dalam mengikuti
pendidikan kejuruan maka para lulusan kelak dapat menjadi manusia yang
berkompeten.
b. Tuliskan elemen-elemen yang membentuk system pendidikan SMK, serta
perannya dalam mencapai tujuan sesuai jawaban a.
Jawab:
Elemen yang membentuk system pendidikan SMK dan peranannya diantara
nya adalah:
(a) Sarana dan Prasarana
Adalah ketersedian alat, bahan dan keperluan yang dibutukan pada
proses pembelajaran. Ketersediaan sarana dan prasarana sangat
berperan dalam membantu menciptakan siswa-siswi yang berkompeten.
Dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Bukan tidak mungkin
pengetahuan, skill dan keahlian siswa semakin terasah.
(b) Tenaga pendidik
Tenaga pendidik atau guru merupakan hal yang sangat penting dalam
mengembangkan komptensi siswa, karena guru berinteraksi langsung
dengan siswa. Maka saat itu juga guru dapat memberikan arahan dan
evaluasi terhadap hasil kerja siswa.
(c) Satuan lembaga sekolah
Sebagai lembaga pendidikan kejuruan maka peran lembaga pendidik
sangat dibutuhkan, dengan kebijakan lembaga pendidik, seperti halnya
pengadaan sarana dan prasarana bagi kepentingan siswa.
(d) Kurikulum pendidikan sekolah
Sistem Pendidikan kejuruan adalah menganut system pendidikan ganda,
yaitu pendidikan dari sekolah dan di industri. Dengan kurikulum yang
tepat akan menciptakan proses belajar mengajar menjadi kondusif dan
terorganisir.
c. Tuliskan supra sistem dari pendidikan SMK dan tuliskan peranan sistem
pendidikan SMK dalam mencapai tujuan dari supra sistemnya tersebut
Pada dasarnya sistem pendidikan kejuruan terdiri dari beberapa komponen
yaitu, input, proses, output, dan outcome. Input berpengaruh pada proses,
proses berpengaruh pada output, dan output pun berpengaruh pada
outcome. Masing-masing adalah supra system dari subsistem.
(a) input
disini meliputi main input, resources input maupun environmental
input. Untuk mencapai tujuan tersebut Bagaimana kualitas
environmental inputnya, yang meliputi : lokasi geografis sekolah,
dukungan sarana, prasarana, infrastruktur, transportasi, fasilitas umum,
dunia usaha, dan dunia industri, termasuk faktor sosial, ekonomi,
budaya, politik, dan keamanan sudah cukup baik sehingga memberikan
suasana yang kondusif untuk proses belajar mengajar?
(b) Proses
Pada hakekatnya adalah interaksi antara berbagai faktor yang berasal
dari main input, resources input, dan environmental input. Sebagai
contoh sederhananya interaksi antara fasilitator (guru) dengan peserta
didik, sejauh mana guru dapat mentransfer ilmu kepada peserta didik
(how to teach). Dalam hal ini guru memiliki peranan penting dalam
proses mentransfer ilmu. Kemampuan guru menjadi tolok ukur
keberhasilan suatu pendidikan. Begitupun dengan media-media
pembelajaran yang digunakan dalam proses penyampaian ilmu tersebut.
(c) Output (lulusan)
Kompetensi yang dimiliki para lulusan mampu memenuhi permintaan
pasar (DUDI).
Keterserapan lulusan di dudi relatif sedikit bila dibandingkan dengan
jumlah lulusan setiap tahunnya.
Mampu secara professional bekerja dan menunjukan mampu
berkompeten.
4. Pendidikan SMk dirancang untuk menyiapkan peserta didik (lulusannya) yang
siap memasuki dunia kerja, mengembangkan sikap profesional di bidang
kejuruan, dan mampu bersaing di pasar kerja, serta membuka lapangan
pekerjaan (UU No. 20 tahun 2003). Realitanya adalah masih banyak lulusan
SMK yang tidak siap bekerja dan tidak mampu bersaing di pasar kerja maupun
berwiraswasta. Melihat realita ini berarti sistem pendidikan SMK belum
mampu bekerja secara optimal. Menurut anda, elemen-eleman apa sajakah
yang berkontribusi besar terhadap belum berhasilnya tujuan pendidikan SMK
ini! Beri argumen anda dengan fakta kongkrit?
Jawab :
Melihat realita yang terjadi bahwa lulusan SMK tidak siap bekerja dan kurang
mampu bersaing di industry. Terdapat elemen yang belum mampu
berkontribusi dengan baik terhadap mencapai berhasilnya tujuan SMK saat ini.
Pada point sebelum nya terdapat empat jawaban elemen yang membentuk
system pendidikan sekolah, dan pada pertanyaan ini elemen yang belum
mampu berkontribusi dengan baik adalah semua elemen.
(a) Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Kurang lengkapnya fasilitas sarana dan prasarana sangat berpengaruh
terhadap hasil yang diperoleh. Pada saat sekarang seperti di daerah pelosok
sangat minim mengenai kelengkapan sarana dan prasarana, tentu saja
berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh siswa. Misal kan saja. Untuk
masalah mesin bubut. SMK di daerah pelosok walaupun memiliki akan
tetapi hanya ada satu atau dua mesin dan untuk praktik nya membutuhkan
waktu yang lama bergantian dengan siswa yang lain.
(b) Tenaga pendidik yang kurang pengetahuan.
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru
belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan
tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu
merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan
penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat, meskipun demikian,
dalam hal distribusi guru ternyata banyak mengandung kelemahan yakni
pada satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan jumlah guru, dan di
sisi lain ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru. Sedangkan guru
SMK di tuntut memiliki keahlian yang memadai karena akan bekerja pada
dua aspek. Pengetahuan dan praktik.
(c) Lembaga sekolah.
Pada point ini lembaga sekolah di pimpin oleh kepala sekolah, terkadang
pihak sekolah tidak mengerti keinginan siswa, pembangunan sarana dan
prasarana tidak di perhatikan, pengadaan barang atau inventarisasi alat-alat
praktik tidak dilakukan. Dengan demikian seperti tidak ingin rasanya
kemajuan bagi lembaga sekolah tersebut.
(d) Kurikulum sekolah yang tidak dilaksanakan dengan baik.
Materi pendidikan yang sering juga disebut dengan istilah kurikulum
karena kurikulum menunjukkan makna pada materi yang disusun secara
sistematika guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terkadang
kurikulum tidak disesuaikan dengan keadaan perkembangan siswa. Isi
kurikulum mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Akan tetapi
dalam pelaksanaan nya tidak demikian. Guru terkadang lepas tangan
dengan pemberian tugas catatan.
5. SOAL..
1) Pada saat sekarang ini telah banyak upaya dari pemerintah untuk
memajukan pendidikan kejuruan. System pendidikan kejuruan di Indonesia
sudah berorientasi pada kebutuhan maksimal. SMK sebagai sebuah
organisasi pendidikan yang professional harus dapat memberikan perhatian
terhadap kondisi-kondisi lingkungan yang mampu menciptakan berbagai
keterampilan kerja. Untuk menciptakan agar lulusan SMK benar benar
memenuhi kebutuhan kerja beberapa yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut.
a. SMK harus melakukan perubahan mekanisme kerja dari berbagai bidang
keahlian dan berusaha melakukan terobosan dalam mengembangkan
program SMK. Sehingga dapat memberdayakan ide ide inovatif dan
membangun.
b. SMK mempersiapkan kondisi sarana dan prasarana, fasilitas dan
bangunan, sumber daya manusia yang memiliki kompetensi
professional, kepemimpinan inovatif, dan program yang variatif
membuka akses SMK sebagai sarana melahirkan sumber daya manusia
yang berkualitas.
c. Pengembangan program SMK harus mewujudkan kebutuhan lingkungan
organisasi sekolah, sehigga pelayanan dan hasil sekolah dapat
diwujudkan dalam bentuk keterampilan, keahlian dan pengetahuan.
Sebagaimana mestinya arah perubahan kurikulum SMK yang dihendaki
presiden sehingga pembelajaran di kelas dan diluar kelas sejalan dengan
pembentukan sikap, pengetahuan dan keteampilan. Untuk mencapai hal
tersebut arah kurikulum harus mengarah ke pemberdayaan factor-faktor
yang menjadi penentu system penyelengara pendidikan kejuruan sekolah
segai syarat utama menciptakan program seklah yang berkompetetif.
Wacana pembentukan system pembelajaran 40 persen di sekolah dan 60
persen di industry harus segera diterapkan. Dengan memperbanyak jam
terbang siswa dalam praktik industry memungkinkan siswa lebih
berkomptensi dan siap terjun kedunia real dunia industry.
2) Bentuk keterlibatan dunia industry dan dunia usaha terhadap siswa-siswi
pendidikan kejuruan belum maksimal diberikan. Ada rasa ketidak percayaan
dunia industry dan dunia usaha terhadap siswa-siswi yang magang di tempat
usaha dan industry. Dengan penilaian mereka siswa-siswi yang baru tahap
pembelajaran mereka kurang yakin dengan hasil yang diperoleh, mereka
takut akan adanya kerugian barang jika terjadi gagal produk. Apa lagi jika
jenis usaha dan industry mereka system target. Mereka berfikir anak
magang akan menggangu kinerja mereka. Oleh karena itu pihak sekolah dan
dunia industry maupun usaha harus bisa saling meyakinkan. Pihak sekolah
harus selalu mengawasi anak magang ketika mereka sudah terjun
kelapangan. Untuk pihak dunia usaha dan industry harus mempersiapkan
ruang bagi anak magang atau tempat pengenalan kegiatan. setelah benar-
benar yakin anak tersebut berkompeten baru lah mendapatkan izin untuk
terjun ke ruang produksi.
3) Perihal memberikan izin mendirikan sekolah kejuruan menurut saya tidak
begitu sulit. Saya pernah bertanya perihal mendirikan sekolah kejuruan
kepada Pengawas Sekolah di daerah Bengkulu. Bapak tersebut menyatakan
untuk mendirikan sekolah itu tidak sulit, baik negeri mapun swasta. Akan
tetapi yang sulit adalah mendapatkan siswa. Baik negeri maupun swasta
harus memperhatikan jumlah SLTP dan SMA di daerah tersebut. Jika jumlah
SLTP sedikit akan sulit mendapatkan siswa, belum siswa-siswi yang lebih
tertarik masuk ke SMA. Jangan sampai nanti jadi bangunan gedung yang
mubazir atau terkesan sisa murid yang gagal masuk SMA. Karena bisa
memungkinkan suasana tidak kondusif di SMK tersebut alias para murid
bandel yang mengisi.
4) Dampak negative yang timbul akibat terlalu dipermudah memberikan
perizinan sekolah, dapat menimbulkan sekolah-sekolah yang tidak
berkualitas dan tidak berkompeten. Jangan sampai kepentingan sekolah
dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan mencari uang. Beberapa sekolah
apa lagi sekolah swasta, yang lebih mengutamakan uang SPP tanpa
memperhatikan kebutuhan siswa. Hal tersebut akan berakibat kepada
keahlian siswa, sehingga lulusan dari SMK tersebut menghasilkan lulusan
yang tidak berkualitas dan tidak siap untuk terjun ke dalam dunia industry.
5) Tentu saja akan berdampak positif, Semakin banyak nya usia produktif akan
semakin baik, untuk kemajuan Indonesia akan semakin baik, Indonesia akan
memiliki jumlah tenaga kerja yang berkompetensi dan bertaraf
internasional, sehingga mampu bersaing di kancah internsional. Tidak
hanyak tenaga kerja. Indonesia akan dibanjiri entrepreneur-entrepreneur
handal, yang memiliki usaha tingkat nasional bahkan internsional dan ini
akan berdampak pada lapangan kerja baru. Akan semakin berkurang angka
penggangguran di Indonesia. Sesuai dengan materi Bapak Chairul Tanjung
yang memberikan materi di gor UNP. Indonesia hanya memilik 1,6 persen
pengusaha dan usia produktif yang sedikit.