Anda di halaman 1dari 5

INTERVENSI KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn. P Tgl Masuk RS :8/10/2015


No. RM : 166568 Tgl Pengkajian :13/10/2015
Ruang Rawat : Interna

N DIAGNOSA
TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
O KEPERAWATAN
1. Hipertermi b/d dengan Setelah dilakukan 1. Observasi suhu 1. Pola demam dapat membantu
infeksi pada parengkim tindakan tubuh klien tiap 2 dalam mendiagnosis.
paru yang ditandai keperawatan jam dan catat Menggigil sering mendahului
dengan : diharapkan suhu adanya menggigil. puncak suhu. Penggunaan
DS : badan klien dalam antipiretik dapat ditunda
1. Klien mengatakan rentang normal sampai diagnosis dibuat.
masih demam dengan kriteria : 2. Berikan kompres 2. Dapat membantu mengurangi
DO : Suhu tubuh 36- air hangat dan demam, penggunaan air
1. KU klien lemah 37,50C hindari es/alcohol dapat
2. Bibir anemis Tanda-tanda vital penggunaan menyebabkan klien
3. TTV : stabil alkohol. kedinginan. Selain itu alcohol
TD : 130/80 mmHg dapat menyebabkan kulit
S : 38 C menjadi kering.
N : 80 kali/menit 3. Minum banyak dapat
P : 24 kali//menit 3. Anjurkan klien menyebabkan efek konduksi
untuk banyak pada tubuh klien dan
minum (2000-3000 menyebabkan hilangnya
cc) perhari. panas tubuh melalui ekskresi
urine.
4. Anjurkan klien 4. Aktifitas yang meningkat
untuk istirahat total pada klien dengan DT
diatas tempat tidur menyebakan peningkatan
dan batasi aktivitas aktivitas pada parengkim
sesuai indikasi. paru.

5. Jelaskan kepada
klien tentang 5. Pemahaman klien
pentingnya banyak meningkatkan partisipasi
minum dan dalam program perawatan
istirahat mutlak yang diberikan.
dikaitkan dengan
penyakit yang
diderita.
6. Anjurkan klien 6. Pakaian tipis dapat
menggunakan membantu dalam
pakaian tipis dan mempertahankan atau
menghindari menstabilkan suhu tubuh
penggunaan pasien.
selimut tebal.
7. Beri HE tentang 7. Menambah pengetahuan
manajemen klien dan mengurangi resiko
demam. terjadinya kecemasan.
8. Berikan antipiretik 8. Antipiretik yang membantu
dan antibiotik dalam mengurangi demam
sesuai dosis dan yang terjadi pada klien
indikasi.
2. Bersihan jalan nafas Setelah dilakukan 1. Jelaskan klien 1. Pengetahuan yang
tidak efektif dengan tindakan tentang kegunaan diharapkan akan membantu
produksi mukosa goblel keperawatan selama batuk yang mengembangkan
meningkat ditandai 3-4 hari diharapkan efektif dan kepatuhan klien terhadap
dengan : bersihan jalan nafas mengapa rencana teraupetik.
DS : menjadi efektif terdapat
1. Klien mengatakan dengan kriteria : penumpukan
- Klien sudah bisah sekret di saluran
batuk berdahak
mengeluarkan pernapasan.
2. Klien mengatakan dahak dengan
baik 2. Ajarkan klien 2. Batuk yang tidak terkontrol
susah mengeluarkan
- Batuk klien tentang metode adalah melelahkan dan tidak
dahak
berkurang yang tepat efektif, menyebabkan
3. Klien mengatakan - TTV dalam pengontrolan frustasi.
keadaan normal. batuk.
meludah kedalam
- Tidak ada bunyi
ember
tambahan paru 3. Napas dalam dan 3. Memungkinkan ekspansi
perlahan saat paru lebih luas.
DO : duduk setegak
1. Keadaan umum mungkin.
4. Bersihkan sekret 4. Hiegene mulut yang baik
lemah
dari mulut dan meningkatkan rasa
2. Klien batuk
trakhea kesejahteraan dan mencegah
3. Klien gelisah bau mulut.
5. Kolaboras 5. O2 dapat menghangatkan
4. Aktivitas klien di
pemberian sekret dan Expextorant untuk
bantu
oksigen dan obat memudahkan mengeluarkan
5. TTV ; TD : 130/80 obatan sesuai lendir dan menevaluasi
dengan indikasi perbaikan kondisi
mmHg, N : 80 kali/
klien atas pengembangan
o
menit, S : 38 C, P :
parunya.
24 kali/menit. 6. Beri HE tentang 6. Bantuk efektif dapat
manajemen membantu pengeluaran
6. Bunyi paru
batuk efektif dahak
tambahan yaitu

wheezing.
3. Ganguan pola tidur Setelah perawatan 1. Pantau keadaan 1. Mengetahui kesadaran, dan
berhubungan dengan batuk, diharapkan kebutuhan umum pasien kondisi tubuh dalam
dan TTV keadaan normal atau tidak.
yang ditandai dengan istirahat tidur kien
kriteria hasil : terpenuhi, dengan 2. Kaji Pola Tidur.
2. Untuk mengetahui
DS : kriteria : kemudahan dalam tidur.
1. Klien mengatakan Klien mengatakan
3. Kaji fungsi 3. Untuk mengetahui tingkat
sudah tidur dengan
susah tidur karena pernapasan: kegelisahan.
baik bunyi napas,
batuk Klien tidak terjaga kecepatan, irama

Klien tidur 6-8 4. Kaji faktor yang 4. Untuk mengidentifikasi


2. Klien mengatakan
jam/hari menyebabkan penyebab aktual dari
batuk berdahak gangguan tidur gangguan tidur.
Batuk klien kurang
(nyeri, takut,
DO : stress, ansietas,
imobilitas,
1. keadaan umum gangguan
eliminasi
lemah sepertisering
berkemih,
2. Klien batuk gangguan
metabolisme,
3. Klien gelisah gangguan
transportasi,lingk
4. TTV ; TD : 130/80 ungan yang
asing,
mmHg, N : 80 kali/ temperature,aktiv
itas yang tidak
menit, S : 38 oC, P : adekuat).

24 kali/menit. 5. Catat tindakan 5. Untuk memantau seberapa


kemampuan jauh dapat bersikap tenang
5. Bunyi paru untuk dan rilex.
mengurangi
tambahan yaitu kegelisahan.
wheezing. 6. Ciptakan 6. Untuk membantu relaksasi
suasananyaman, saat tidur.
6. Waktu tidur 4-5 Kurangi atau
hilangkan
jam/ menit, S : 38 distraksi
o
lingkungan dan
C, P : 24 gangguan tidur.
kali/menit.
7. Bunyi paru 7. Batasi 7. Tidur akan sulit dilakukan
pengunjung tanpa relaksasi,
tambahan yaitu selama periode
istirahat yang
wheezing. optimal (mis;
setelahmakan).
Waktu tidur 4-5 jam
8. Minta klien
8. Berkemih malam hari
untuk membatasi
dapat mengganggu tidur.
asupan cairan
pada malam hari
dan berkemih
sebelum tidur.

9. Anjurkan atau
9. Kenyaman dalam tubuh
berikan
pasien terkait kebersihan
perawatan pada
diri dan pakai.
petang hari (mis;
hygienepersonal,
linen dan baju
tidur yang
bersih).

10. Gunakan alat 10. Memudahkan dalam


bantu tidur(misal mendapatkan tidur yang
; air hangat untuk optimal.
kompres rilaksasi
otot, bahan
bacaan,pijatan di
punggung,music
yang lembut, dll)

11. Untuk menenangkan


11. Ajarkan relaksasi pikiran dari kegelisahan
distraksi. dan mengurangi
ketegangan otot

12. Pemberian obat sesuai


12. Beri obat dengan jadwalnya.
kolaborasi
dokter.