Anda di halaman 1dari 14

` PORTOFOLIO

Otitis Eksterna Difusa

DISUSUN OLEH

dr. Indah Prambono Putri

PEMBIMBING

dr. Anna Hasnaini

1
Program Internsip Dokter Indonesia

Puskesmas Kecamatan Senen

2017

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Nama : dr. Indah Prambono Putri

Judul/Topik : Otitis Eksterna

Nama Pendamping : dr. Anna Hasnaini

Nama Wahana : Puskesmas Kecamatan Senen

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya

Dokter Pendamping

dr. Anna Hasnaini

2
Topik : Otitis Eksterna Difusa Otitis Eksterna Difusa

Tanggal Kasus : 2 agustus 2017 Presenter : dr. Indah Prambono Putri

Tanggal Presentasi : Pendamping : dr. Anna Hasnaini

Tempat Presentasi : Aula Puskesmas Puskesmas Kecamatan Senen

Obyektif Presentasi :

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaj Dewasa Lansia Bumil


a
Deskripsi : Os datang ke Poliklinik puskesmas kecamatan senen dengan
keluhan nyeri telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Nyeri telinga
kanan dirasakan terus-menerus dan semakin berat bila tertekan di
bagian cuping telinga dan belakang telinga. Pasien juga
mengeluhkan pendengaran pada telinga kanan terasa menurun
dan liang telinga kanan gatal. Pasien mengatakan, 2 hari
sebelumnya pasien mengorek telinganya menggunakan cotton
bud terus menerus untuk membersihkan telinganya.

Keluhan gatal semakin memberat. Pasien juga mengeluhkan


demam sejak 1 hari yang lalu. Tidak ada riwayat berenang
sebelumnya. Tidak ada riwayat telinga berdenging. Tidak ada
keluhan pusing (perasaan berputar) ataupun sakit kepala.

Tujuan : Menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan otitis eksterna

3
Bahan Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit
Bahasan :
Cara Diskusi Presentasi dan Email Pos
Membahas : Diskusi
Data Pasien : Nama : Tn. SOD Nomor Registrasi : 0029489

Nama Klinik : Telp : - Terdaftar sejak : -


Puskesmas Kecamatan Senen

Data Utama untuk bahan diskusi :


1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
Otitis eksterna difus dikenal dengan swimmer ear (telinga perenang) atau
telinga cuaca panas (hot weather ear) adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga
akibat infeksi bakteri yang menyebabkan pembengkakan stratum korneum kulit
sehingga menyumbat saluran folikel.1 Beberapa faktor yang menyebabkan
terjadinya otitis eksterna berupa Trauma, derajat keasaaman, udara. 2

Tn. SOD datang dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang
lalu dan terus memberat . riwayat dikorek dengan menggunakan cotton bud sejak 2
hari yang lalu . Pasien juga mengeluhkan pendengaran pada telinga kanan terasa
menurun dan liang telinga kanan terasa gatal..

2. Riwayat Pengobatan : Os belum pernah berobat untuk mengurangi keluhannya


3. Riwayat Kesehatan/Penyakit : os tidak pernah mengalami keluhan tersebut
4. Riwayat Keluarga : tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang
sama seperti pasien.

Hasil Pembelajaran :
1. Mendiagnosis otitis eksterna sesuai kompetensi sebagai dokter umum.
2. etiologi dan faktor yang menyebabkan otitis eksterna difusa
3. tatalaksana otitis eksterna difusa

4
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

1. Subyektif
Os datang ke Poliklinik puskesmas kecamatan senen dengan keluhan nyeri telinga kanan
sejak 2 hari yang lalu. Nyeri telinga kanan dirasakan terus-menerus dan semakin berat bila
tertekan di bagian cuping telinga dan belakang telinga. Pasien juga mengeluhkan
pendengaran pada telinga kanan terasa menurun dan liang telinga kanan gatal. Pasien
mengatakan, 2 hari sebelumnya pasien mengorek telinganya menggunakan cotton bud terus
menerus untuk membersihkan telinganya.

Keluhan gatal semakin memberat. Pasien juga mengeluhkan demam sejak 1 hari yang lalu.
Tidak ada riwayat berenang sebelumnya. Tidak ada riwayat telinga berdenging. Tidak ada
keluhan pusing (perasaan berputar) ataupun sakit kepala.

5
2. Objektif

Keadaan Umum : Tampak sakit ringan


Kesadaran : CM (E4V5M6)
Tekanan darah : 100/70 mmhg
Nadi : 92x/menit
Suhu : 37.6C

Pemeriksaan Fisik :
Kepala : Normocephali
Mata : Pupil bulat isokor, RC +/+ CA -/- SI -/-
Telinga : Normotia, sekret -/- nyeri tekan aurikula -/-
Hidung : Discharge -/-
Mulut dan Tenggorokan : Normoglossia, Sianosis -/- bibir kering -/-
Leher : JVP 5+0 cm, trakea ditengah, kelenjar tiroid tidak membesar
KGB : DBN
Thorax :
Paru:
Inspeksi : Gerakan dada simetris kanan dan kiri
Palpasi : Vocal fremitus simetris pada kedua lapang paru
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : Suara nafas vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki -/-
Jantung:
Inspeksi : Pulsasi iktus cordis tidak terlihat jelas
Palpasi : Iktus cordis teraba di ICS IV 1 cm medial dari linea
midclavicularis sinistra, thrill (-)
Perkusi :-
Auskultasi : S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen:
Inspeksi : Cembung, tidak terdapat pelebaran vena
Auskultasi : bising usus (+)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), nyeri tekan lepas (-), ballottement (-), hepar
dan lien tidak teraba
Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
Genitalia : Tidak dilakukan

6
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan disebabkan
oleh infeksi bakteri, jamur dan virus. Faktor yang mempermudah radang telinga luar ialah pH di
liang telinga yang biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa, proteksi terhadap infeksi
menurun. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh. 1 Faktor
lain penyebab otitis eksterna adalah trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan
berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini
menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, inflasi dan
menimbulkan eksudat. Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41%),
strepokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan bakteroides (11%).2 Istilah otitis eksterna akut
meliputi adanya kondisi inflasi kulit dari liang telinga bagian luar. 3,4
Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar
ke pinna, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi
pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna
difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas,
stafilokokus dan proteus, atau jamur.5
Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada
iklim-iklim sejuk dan kering. Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan sejak tahun
1844 banyak peneliti mengemukakan faktor pencetus dari penyakit ini seperti Branca (1953)
mengatakan bahwa berenang merupakan penyebab dan menimbulkan kekambuhan. Senturia dkk
(1984) menganggap bahwa keadaan panas, lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga
luar merupakan faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna. Howke dkk (1984) mengemukakan
pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi otitis eksterna baik
yang akut maupun kronik.3,4
Umumnya penderita datang ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa sakit pada telinga,
terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Bila peradangan ini tidak diobati
secara adekuat, maka keluhan-keluhan seperti rasa sakit, gatal dan mungkin sekret yang berbau
akan menetap.3

7
2.1.2 Etiologi

Otitis eksterna terutama disebabkan oleh infeksi bakteri, adalah bakteri gram negatif
Pseudomonas aeruginosa (Bacillus pyocaneus), staphylococcus aureus, staphylococcus albus,
dan escherichia coli. Penyakit ini dapat juga disebabkan oleh jamur (10% otitis eksterna
disebabkan oleh jamur terutama jamur pityrosporum dan aspergilosis), alergi, dan virus
(misalnya: virus varisela zoster). Otitis eksterna dapat juga disebabkan oleh penyebaran luas dari
proses dermatologis yang bersifat non infeksi.1,7

Faktor predisposisi otitis eksterna, yaitu :


1. Udara hangat dan lembab memudahkan kuman dan jamur untuk tumbuh.
2. Derajat keasaman (pH) liang telinga, dimana PH basa mempermudah terjadinya otitis
eksterna. PH asam memproteksi terhadap kuman infeksi.
3. Trauma mekanik seperti trauma lokal dan ringan pada epitel liang telinga luar (meatus
akustikus eksterna), misalnya setelah mengorek telinga menggunakan lidi kapas atau
benda lainnya.
4. Berenang dan terpapar air. Perubahan warna kulit liang telinga dapat terjadi setelah
terkena air. Hal ini disebabkan adanya bentuk lekukan pada liang telinga sehingga menjadi
media yang bagus buat pertumbuhan bakteri. Otitis eksterna sering disebut sebagai
swimmer's ear.
5. Benda asing yang menyebabkan sumbatan liang telinga, misalnya manik-manik, biji-
bijian, serangga, dan tertinggal kapas.
6. Bahan iritan (misalnya hair spray dan cat rambut).
7. Alergi misalnya alergi obat (antibiotik topikal dan antihistamin) dan metal (nikel).
8. Penyakit psoriasis
9. Penyakit eksim atau dermatitis pada kulit kepala.
10. Penyakit diabetes. Otitis eksterna sirkumskripta sering timbul pada pasien diabetes.
11. Penyumbat telinga dan alat bantu dengar. Terutama jika alat tersebut tidak dibersihkan
dengan baik. 7,4

2.1.3 Patofisiologi

Secara alami, sel-sel kulit yang mati, termasuk serumen, akan dibersihkan dan dikeluarkan

8
dari gendang telinga melalui liang telinga. Cotton bud (pembersih kapas telinga) dapat
mengganggu mekanisme pembersihan tersebut sehingga sel-sel kulit mati dan serumen akan
menumpuk di sekitar gendang telinga. Masalah ini juga diperberat oleh adanya susunan anatomis
berupa lekukan pada liang telinga. Keadaan diatas dapat menimbulkan timbunan air yang masuk
ke dalam liang telinga ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah, lembab, hangat, dan gelap
pada liang telinga merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.1,7,8
Adanya faktor predisposisi otitis eksterna dapat menyebabkan berkurangnya lapisan protektif
yang menimbulkan edema epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang
memudahkan bakteri masuk melalui kulit, terjadi inflamasi dan cairan eksudat. Rasa gatal
memicu terjadinya iritasi, berikutnya infeksi lalu terjadi pembengkakan dan akhirnya
menimbulkan rasa nyeri. Proses infeksi menyebabkan peningkatan suhu lalu menimbulkan
perubahan rasa nyaman dalam telinga. Selain itu, proses infeksi akan mengeluarkan cairan/nanah
yang bisa menumpuk dalam liang telinga (meatus akustikus eksterna) sehingga hantaran suara
akan terhalang dan terjadilah penurunan pendengaran. Infeksi pada liang telinga luar dapat
menyebar ke pinna, periaurikuler dan tulang temporal.4

Otalgia pada otitis eksterna disebabkan oleh:


1. Kulit liang telinga luar beralaskan periostium & perikondrium bukan bantalan jaringan
lemak sehingga memudahkan cedera atau trauma. Selain itu, edema dermis akan
menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat.
2. Kulit dan tulang rawan pada 1/3 luar liang telinga luar bersambung dengan kulit dan
tulang rawan daun telinga sehingga gerakan sedikit saja pada daun telinga akan
dihantarkan ke kulit dan tulang rawan liang telinga luar sehingga mengakibatkan rasa
sakit yang hebat pada penderita otitis eksterna.1,7,8
Tanda otitis eksterna menggunakan otoskop yaitu kulit pada saluran telinga tampak
kemerahan, membengkak, bisa berisi nanah dan serpihan sel-sel kulit yang mati.3
Keluhan ini bervariasi dan bisa dimulai dari perasaan sedikit tidak enak, perasaan penuh
dalam telinga, perasaan seperti terbakar, hingga rasa sakit hebat dan berdenyut. Hebatnya rasa
nyeri ini tidak sebanding dengan derajat peradangan yang ada. Rasa nyeri terasa makin hebat bila
menyentuh, menarik, atau menekan daun telinga. Juga makin nyeri ketika pasien sedang
mengunyah.1,3,7,8
Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis
eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga. Gatal-
gatal paling sering ditemukan dan merupakan pendahulu otalgia pada otitis eksterna akut. Pada

9
kebanyakan penderita otitis eksterna akut, tanda peradangan diawali oleh rasa gatal disertai rasa
penuh dan rasa tidak enak pada telinga.3

Pendengaran berkurang atau hilang. Tuli konduktif ini dapat terjadi pada otitis eksterna
akut akibat sumbatan lumen kanalis telinga luar oleh edema kulit liang telinga, sekret serous atau
purulen, atau penebalan kulit progresif pada otitis eksterna lama. Selain itu, peredaman hantaran
suara dapat pula disebabkan tertutupnya lumen liang telinga oleh deskuamasi keratin, rambut,
serumen, debris, dan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam telinga. Gangguan pendengaran
pada otitis eksterna sirkumskripta akibat bisul yang sudah besar dan menyumbat liang telinga.3

Selain gejala-gejala diatas otitis eksterna juga dapat memberikan gejala-gejala klinis berikut:
1. Tinnitus.
2. Discharge dan otore. Cairan (discharge) yang mengalir dari liang telinga (otore).
Kadangkadang pada otitis eksterna difus ditemukan sekret / cairan berwarna putih atau
kuning, atau nanah. Cairan tersebut berbau yang tidak menyenangkan. Tidak
bercampur dengan lendir (musin).
3. Demam.
4. Nyeri tekan pada tragus dan nyeri saat membuka mulut.
5. Infiltrat dan abses (bisul). Keduanya tampak pada otitis eksterna sirkumskripta. Bisul
menyebabkan rasa sakit berat. Ketika pecah, darah dan nanah dalam jumlah kecil bisa
bocor dari telinga.
6. Hiperemis dan udem (bengkak) pada liang telinga. Kulit liang telinga pada otitis
eksterna difus tampak hiperemis dan udem dengan batas yang tidak jelas. Bisa tidak
terjadi pembengkakan, pembengkakan ringan, atau pada kasus yang berat menjadi
bengkak yang benar-benar menutup liang telinga.3,7

Pemeriksaan fisik pada pasien biasanya menunjukkan:

1. Kulit MAE edema dan hiperemis merata sampai ke membran timpani dengan sekret pada
CAE. Jika terjadi edema CAE yang hebat, membran timpani dapat tidak tampak.
2. Nyeri tekan tragus (+)

10
3. Nyeri tarik auricula (+)
4. Adenopati regional yang nyeri tekan 1

Klasifikasi otitis eksterna

Penyebab tidak diketahui :


1. Malfungsi kulit : dermatitis seboroita, hiperseruminosis, asteotosis
2. Eksema infantil : intertigo, dermatitis infantil
3. Otitis eksterna membranosa
4. Meningitis kronik idiopatik
5. Lupus erimatosus, psoriasis
6. Penyebab infeksi
7. Bakteri gram (+) : furunkulosis, impetigo, pioderma, ektima, sellulitis, erisipelas
8. Bakteri gram (-) : Otitis eksterna diffusa, otitis eksterna bullosa, otitis eksterna
granulosa, perikondritis
9. Bakteri tahan asam : mikrobakterium TBC
10. Jamur dan ragi (otomikosis) : saprofit atau patogen
11. Meningitis bullosa, herpes simplek, herpes zoster, moluskum kontangiosum, variola
dan varicella
12. Protozoa
13. Parasit
14. Erupsi neurogenik : proritus simpek, neurodermatitis lokalisata/desiminata, ekskoriasi,
neurogenik
15. Dermatitis alergika, dermatitis kontakta (venenat), dermatis atopik, erupsi karena obat,
dermatitis eksamatoid infeksiosa, alergi fisik
16. Lesi traumatika : kontusio dan laserasi, insisi bedah, hemorhagi (hematom vesikel dan
bulla), trauma (terbakar, frosbite, radiasi dan kimiawi)
17. Perubahan senilitas
18. Deskrasia vitamin
19. Diskrasia endokrin3

Klasifikasi Otitis Eksterna menurut G.G.Browning:

Klasifikasi Subklasifikasi

Lokal ( Furunkulosis)

Otitis Eksterna Difus Idhiopatik

Trauma

Iritan

11
Alergi

Bakteri, fungal

Iklim dan lingkungan

Keadaan Umum Kulit Dermatitis Seboroika

Dermatitis Alergi

Dermatitis Atopik

Psoriasis

Invasif(Granula/Nekrotizing Maligna)

lainnya (Keratosis Obturan)

Tabel 1. Klasifikasi otitis eksterna

Otitis Eksterna Difus


Otitis eksterna difus adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri.
Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu
Staphylococcus albus, Escheria coli dan sebagainya. Kulit liang telinga terlihat hiperemis
dan udem yang batasnya tidak jelas. Tidak terdapat furunkel (bisul). Gejalanya sama
dengan gejala otitis eksterna sirkumskripta (furunkel=bisul). Kadangkadang kita
temukan sekret yang berbau namun tidak bercampur lendir (musin). Lendir (musin)
merupakan sekret yang berasal dari kavum timpani dan kita temukan pada kasus otitis
media.1,2,8

Penatalaksanaan

Otitis eksterna difusa harus diobati dalam keadaan dini sehingga dapat menghilangkan edema
yang menyumbat liang telinga. Terdapat 4 fundamental terapi otitis eksterna yaitu pembersihan,
pemberian antibiotik yang tepat, terapi terhadap nyeri dan inflamasi, dan pemberian edukasi
untuk mencegah terjadinya penyakit berulang. Selain itu juga dapat diberi antibiotik oral broad-
spectrum.10 Pengobatan antibiotik topikal dengan Aminoglikosida dikombinasikan dengan
antibiotik kedua dan steroid topikal (misalnya, neomycin-polymyxin B-hydrocortisone) yang
biasa digunakan sebagai persiapan topikal. Polimiksin B dan colistemethate merupakan antibiotik
yang paling efektif terhadap Pseudomonas dan harus menggunakan vehiculum hidroskopik
seperti glikol propilen yang telah diasamkan bahan kimia lain, seperti gentian violet 2% dan perak

12
nitrat 5% bersifat bakterisid dan bisa diberikan langsung ke kulit liang telinga.4

Antibiotik oral umumnya disediakan untuk pasien demam, imunosupresi, diabetes, adenopati,
atau infeksi yang membentang di luar saluran telinga. Mereka harus diberikan kepada individu
dengan selulitis di kulit wajah atau leher atau pada orang-orang di mana edema parah saluran
telinga membatasi penetrasi agen topikal. 9

Pasien harus diingatkan mengenai kemungkinan kekambuhan yang mungkin terjadi pada pasien,
terutama setelah berenang. Untuk menghindarinya pasien harus menjaga agar telinganya selalu
kering, Pasien juga harus diingatkan agar tidak menggaruk/membersihkan telinga dengan cotton
bud terlalu sering. 2

Komplikasi

20. Perikondritis
21. Selulitis
22. Dermatitis aurikularis 4

Prognosis

Otitis eksterna adalah suatu kondisi yang dapat diobati biasanya sembuh dengan cepat
dengan pengobatan yang tepat. Paling sering, otitis ekserna dapat dengan mudah diobati
dengan tetes telinga antibiotik. Otitis eksterna kronis yang mungkin memerlukan perawatan
lebih intensif. Otitis eksterna biasanya tidak memiliki komplikasi jangka panjang atau serius.5

13
DAFTAR PUSTAKA

1. Soepardie EA, Iskandar N, Bashirudin J, Restuti RD, editor. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Jakarta: FK UI. 2010.
2. Oghalai, J.S. 2003. Otitis Eksterna. Di unduh dari: http://www.bcm.
tme.edu/oto/grand/101295.htm. Di Akses pada tanggal : 29 September 2011.
3. Abdullah, F. 2003. Uji Banding Klinis Pemakaian Larutan Burruwi Saring dengan
Salep Ichthyol (Ichthammol) pada Otitis Eksterna Akut. Di unduh dari:
http://www.usudigitallibrary.com. Di Akses pada tanggal : 30 September 2011.
4. Kotton, C. 2004. Otitis Eksterna. Di unduh dari: http://www.sav-ondrugs.
com/shop/templates/encyclopedia/ENCY/article/000622.asp. Di Akses pada tanggal :
28 September 2011.
5. Nussenbaum Brian, MD, FACS. External Ear, Malignant External Otitis. Available
from http://emedicine.medscape.com/article/845525-overview. Di Akses pada
tanggal : 28 September 2011.
6. Suardana, W. dkk. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Telinga, Hidung dan
Tenggorok RSUP Denpasar. Lab/UPF Telinga Hidung dan Tenggorok FK Unud.
Denpasar. 1992
7. Adam GL, Boies LR, Higler PA; Wijaya C: alih bahasa; Effendi H, Santoso K: editor.
Penyakit telinga luar dalam Buku Ajar Ilmu Panyakit THT. Edisi 6. Jakarta: EGC.
1997.78-84.
8. Susana. 2009. Nyeri Telinga. Di unduh dari: http://www.ssmedika.com/ index.php?
option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61.
Di Akses pada tanggal : 28 September 2011.
9. Ariel A Waitzman, MD, FRCSC Assistant Professor of Otolaryngology, Wayne State
University School of Medicine. Di unduh dari:
http://emedicine.medscape.com/article/994550-treatment#d7. Di akses pada tanggal 6
september 2017.
10. Rosen CA dan Johnson JT. Baileys head and neck surgery otolaringology.
Philadelphia : Lippincott William and Wilkins. 2014.

14