Anda di halaman 1dari 2

KERACUNAN MAKANAN

No. Dokumen :
No Revisi :

SOP No Revisi :
Tanggal Terbit :
UPTD PUSKESMAS
PEMERINTAH Halaman : BAKUNASE
KOTA KUPANG
Ditetapkan Oleh Tanda Tangan dr. Maria V. Ivonny D. Ray
Kepala UPTD Puskesmas Bakunase NIP.19770323 201101 2 007

Keracunan makanan merupakan suatu kondisi gangguan pencernaan yang


disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan
1. Pengertian
zat pathogen dan atau bahan kimia misalnya Norovirus, Salmonella,
Clostridium perfingens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus
Agar petugas dapat memahami dan memberikan penanganan yang tepat
2. Tujuan
pada pasien keracunan makanan.
- Sebagai pedoman bagi petugas dalam menangani pasien dengan
keracunan makanan.
3. Kebijakan - Dalam menegakkan diagnosa dan pengobatan pasien dengan keracunan
makanan harus mengikuti langkah-langkah dalam SOP keracunan
makanan.
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
4. Referensi
Primer Edisi I, 2013, halaman 64-66
a. Petugas menerima pasien.
b. Petugas melakukan anamnesis pada pasien.
c. Petugas menanyakan keluhan berupa diare akut, diare disertai darah
atau lendir, nyeri perut, kram otot perut, kembung.
d. Petugas menanyakan riwayat makanan/ minuman di tempat yang tidak
higienis, konsumsi daging/ unggas yang tidak matang, konsumsi
makanan laut mentah.
e. Petugas mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan
pemeriksaan.
f. Petugas mengukur tanda vital pasien meliputi tekanan darah, nadi, suhu
dan frekuensi pernafasan.
g. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dari kepala sampai ujung kaki.
Pemeriksaan fisik difokuskan untuk menilai keparahan dehidrasi.
5. Prosedur Petugas menemukan data tidaknya tanda-tanda tekanan darah turun,
nadi cepat, mulut kering, penurunan keringat dan urine output, nyeri
tekan perut dan bising usu lemah atau meningkat.
h. Petugas mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan.
i.Petugas mendiagnosa pasien keracunan makanan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik.
j. Petugas memberikan tata laksana terhadap hasil diagnosa berupa :
Self limiting, tujuan utamanya rehidrasi yang cukup dan
suplemen elektrolit. Cairan rehidrasi oral dapat diberi oralit atau
larutan intravena (RL atau NaCl). Obat absorben (misal kaolin
pectin, aluminium hidroksida) membantu memadatkan feses
diberikan bila diare tidak segera berhenti
Jika gejala menetap setelah 3-4 hari, etiologi spesifik harus
ditentukan dengan menggunakan kultur tinja. Untuk itu harus
KERACUNAN MAKANAN
No. Dokumen :
No Revisi :

SOP Tanggal Terbit :


Halaman : UPTD PUSKESMAS
PEMERINTAH
KARANGTENGAH
KAB. PURBALINGGA
segera dirujuk.
Modifikasi gaya hidup dan edukasi menjaga kebersihan diri
k. Petugas menulis hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi pada rekam
medis pasien.
l. Petugas membubuhi tanda tangan pada rekam medis.
m. Petugas menulis hasil diagnosa pada buku register.
6. Diagram Alir
Melakukan anamnesis pada pasien

Melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesis dan hasil pemreiksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

Menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnosa


ke rekam medis

Menulis diagnosa pasien ke buku register

6. Unit terkait IGD


Laboratorium
7. Dokumen terkait Rekam medis
Register
Blanko Resep

8. Rekaman Historis

No Halaman Yang Dirubah Hasil Perubahan Diberlakukan tanggal