Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dede Dini Rahman

NIM : 121411008

Pada praktikum Nitrasi, praktikan membuat -nitronaftalen dengan senyawa organik


yang digunakan adalah naftalen. Nitrasi merupakan proses memberikan satu atau lebih
gugus nitro atau nitril ion (NO2+) kedalam senyawa organik.
Pada praktikum ini digunakan mixed acid(aqua regia) yaitu campuran asam pekat dari
HNO3 dan H2SO4 sebagai nitrating agent dengan perbandingan yang telah di tentukan yaitu
%0% H2SO4; 15,85% HNO3 ; dan 34,15 % H2O. Pencampuran asam-asam tersebut harus
diawali dengan memasukkan H2O terlebih dahulu untuk mencegah letupan akibat reaksi
kedua asam pekat, setelah itu diikuti H2SO4 dan terakhir HNO3. Pencampuran tersebut
dilakukan pada penangas es karena reaksinya eksotermis. Penambahan aqua regia berfungsi
sebagai agent pereaksi (HNO3) dan sebagai katalisator (H2SO4).
Pada saat pencampuran aqua regia dan naftalen, HNO3 akan bereaksi dengan H2SO4
untuk membentuk nitril ion (NO2+). Nitril ion (NO2+) bereaksi dengan naftalen untuk
membentuk -nitronaftalen. Suhu dalam reaktor pun harus dijaga pada rentang suhu 35-
50oC. Pencampuran asam ini harus dilakukan setetes demi setetes karena reaksi sangat
eksotermik.

Selanjutnya, pengadukan campuran diatas hot plate pada rentang suhu 65-70oC selama
45 menit. Pengadukan ini bertujuan untuk membantu reaksi pencampuran antara naftalen
dan campuran asam.
Pendinginan campuran dilakukan hingga mencapai rentang suhu 30 -50oC. Pendinginan
bertujuan agar kristal dapat terbentuk maksimal. Dalam mekanisme reaksi nitrasi naftalen
ini, menghasilkan produk samping berupa air dan sisa asam. . Hasil produk (Kristal -
nitronaftalen) akan berada di lapisan atas. Setelah itu, dilakukan penyaringan untuk
memisahkan kristal dengan filtratnya. Penyaringan bertujuan untuk mendapatkan kristal -
nitronaftalen kasar yang masih mengandung air dan zat-zat pengotor yang lainnya.
Sedangkan pemurnian kristal -nitronaftalen dilakukan untuk memurnikan atau
membersihkan sisa-sisa campuran asam yang mungkin masih ada atau menempel dalam
kristal. Setelah dilakukan pelarutan dengan air panas dan dilakukan penyaringan, akan
terdapat kristal kecil yang lebih murni dibandingkan penyaringan pertama.
Dari hasil praktikum ini, didapatkan titik leleh -nitronaftalen adalah sebesar 61.3oC.
Berbeda dengan literature yaitu sebesar 59-61oC. Ini disebabkan kemungkinan kristal yang
terbentuk kurang murni akibat spent acid yang masih tertinggal, zat pengotor yang tidak
sengaja masuk dalam proses atau masih ada naftalen yang tidak bereaksi sehingga titik
lelehnya pun berada di kisaran tersebut. Yield yang dihasilkan sebesar 60.47 %.
Pembentukan yield yang tidak mencapai 100% disebabkan oleh beberapa kemungkinan
sehingga proses berjalan tidak sempurna, naftalen tidak semuanya bereaksi, proses
pengadukan yang tidak merata dengan kecepatn pengaduk yang tidak stabil.