Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Nama : Dede Dini Rahman

NIM : 121411008

Kelas : 2A D3 Teknik Kimia

Pada praktikum pembuatan sabun (saponifikasi) ini proses pengerjaannya kami lakukan
dengan beberapa pariasi cara, mulai dari dengan menggunakan pemanasan langsung dan
pemanasan yang tidak langsung. Cara pencampuran larutan NaOH dan minyaknya pun di
pariasikan, mulai dari larutan NaOH ke minyak atau sebaliknya, serta intensitas pencampurannya
pun berbeda mulai dari langsung dicampur semua atau sedikit demi sedikit. Hasil akhir dari
prosesnya tetap sama tetapi proses pencampuran menjadi homogennya lebih cepat ketika kita
mencampurkannya sedikit demi sedikit.

Dari hasil percobaan yang kelompok kami lakukan diperoleh sabun dengan tekstur yang
sama, baik itu yang proses pencampurannya dari minyak ke NaOH atau pun dari NaOH ke minyak.
Namun setelah di timbang hasil sabun dari proses pencampuran minyak kelapa ke NaOH memiliki
berat yang lebih besar (37,37 gram) daripada pencampuran dari NaOH ke minyak (34,98 gram).
Tetapi hal ini tidak bisa di simpulkan bahwa proses pencampuran mempengaruhi kuantitas sabun
yang diinginkan. Hal ini bisa terjadi karena adanya pengotor atau zat lain yang terdapat dalam
sabun.

Yield pembentukan sabun yang kita peroleh di atas 50 %, 64,62 % untuk proses
pencampuran dari minyak ke NaOH, dan 60,48% untuk proses pencampuran NaOH ke minyak.

Setelah dilakukan uji kualitatif dengan pengukuran pH dan % bebas alkali diperoleh pH
sabun 13 (basa) dan % alkali bebas dalam sabun A (minyak ke NaOH) 13,4% dan sabun B (NaOH
ke minyak) 9,6 %. Dengan % alkali bebas yang sangat tinggi maka sabun yang kita buat tidak
dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari karena jumlah alkali bebas dalam sabun masih sangat
tinggi jauh dari %bebas alkali yang diperbolehkan dalam SNI yaitu sebesar 0.1% . Selain itu pH
dari sabun pun masih sangat basa, jika digunakan untuk keperluan sehari hari akan menyebabkan
iritasi. Pada gelas plastik penyimpanan sabun pun terjadi pelepuhan pada gelas plastiknya setelah
sabun disimpan beberapa hari di gelas plastic tersebut.

Dari hasil praktium ini dapat disimpulkan bahwa proses pebuatan sabun berlangsung
dengan sederhana, untuk mendapatkan sabun yang sesuai dengan standar nasional maka harus
lebih diperhatkan kembali komposisi dari bahan bahan penyusunnya agar kualitas sabun yang
diperoleh sesuai dengans tandar yang seharusnya.