Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN CODE BIRU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Jl. Raya Bogor, KM 29
CIMANGGIS -DEPOK 145/WAT-RSTI/XII/2015 0 1/3

Pro sedurTetap Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur

1 Desember 2015
Dr. Peppy R Firaidie. MM

Kode isyarat yang digunakan dalam Rumah Sakit untuk


mengaktifkan sebuah respon cepat yang terlatih dengan tanggap
Pengertian darurat terhadap upaya penyelamatan nyawa pasien yang sedang
mengalami kegawatdaruratan.
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemberian pertolongan
Tujuan pada pasien yang mengalami kegawat daruratan.

1. Untuk penanganan kegawatdaruratan, Rumah Sakit


menyediakan Tim Kode biru berikut perlengkapanya
2. Tim kode biru adalah petugas dari unit ICU dan IGD sesuai
dengan area kerja yang ditetapkan, yaitu :
- IGD : Farmasi, Rawat Jalan, kantor, security, parkir depan,
kantin depan, optik, admition, kasir, TPP
- ICU : Kelas I/VIP, kelas II, kelas III, Peristi, OK, ruang WK, gizi
Kebijakan
bagian umum, parkir belakang, oprator, ruang klening
service, toko koprasi
3. Yang menyatakan kode biru adalah yang pertama kali
menemukan pasien tidak sadar
4. Tim kode biru terdiri dari satu dokter dan dua perawat
5. Tim kode biru datang maksimal 5 menit

Prosedur A. Persiapan Alat


1. Laringoskop ukuran bayi dan dewasa
2. Stetoskop
3. Ambu bag
4. Mandrin
5. ETT ukuran no: 7 ; 7,5 ; 8 ; 3 ; 5

1
PENATALAKSANAAN CODE BIRU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Jl.Raya Bogor, KM 29
CIMANGGIS -DEPOK 145/WAT-RSTI/XII/2015 0 2/3

Posedur 6. OPA ( oroparingeal )


7. Silokain jelly
8. APD ( topi, masker, kaca mata, sarung tangan, apron )
sesuai kebutuhan
9. Obat-obatan ( dobutamin, epineprin, sulfasatropin,
propofol, midazolam )
10. Spuit 5cc, 20cc, 30cc
11. Papan resusitasi
12. AED ( autometik external defibrillator )

B. Cara mengaktifkan kode biru


1. Petugas unit yang mendapati pasien tidak sadar
melakukan cek respon pasien dengan cara memanggil
bapak/ibu (pasien) sambil menepuk bahu dan
menggoyang goyangkan bahu, jika pasien berespon bawa
ke IGD, jika pasien tidak berespon berteriaklah minta
tolong, yang mendengar minta tolong hubungi kode biru
2. Tim kode biru dihubungi dengan cara menekan aipon
angka 211 untuk IGD dan angka 210 untruk ICU
3. Tim kode biru IGD maupun ICU segera mengangkat aipon
dan menanyakan lokasi, dengan mengatakan kode biru
di . ( tempat kejadian ) dan penerima aipon Tim
kode biru ICU/IGD mengkonfirmasi ulang tempat kejadian,
kemudian Tim kode biru berangkat ke lokasi dengan
peralatan lengkap dan berjalan cepat.
4. Sebelum Tim kode biru kode biru datang yang menemukan
pasien tetap mendampingi dan menjaga lingkungan pasien
sedangkan yang memahami BHD dapat melakukan
prosedur Resusitasi.

2
PENATALAKSANAAN CODE BIRU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Jl.Raya Bogor, KM 29
CIMANGGIS -DEPOK 154/WAT-RSTI/XII/2015 0 3/3

Posedur 5. Setelah Tim kode biru tiba segera lakukan prosedur


Resusitasi :
- jika pasien berespon pasien segera di bawa ke IGD/ICU
dengan menggunakan prosedur transfer
- Jika pasien tidak berespon selama + 30 menit, petugas
kelelahan dan ada tanda-tanda kematian ( tidak ada
napas, tidak ada nadi, pupil midriasi ), lakukan prosedur
pasien meninggal

Unit Terkait Semua Unit