Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIK PEMANTAUAN DAN KEMANAN JARINGAN KOMPUTER

Percobaan 2
Routing OSPF ( Open Shortest Path First ) dengan Multiuser
Menggunakan Cisco Packet Tracer

Disusun oleh :
xx
xx
xx

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2017
A. DASAR TEORI
OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa
digunakan oleh router lainnya (cisco, juniper, huawei, dll), maksudnya dari keterangan
diatas bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada di
dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat mengadopsi routing protocol
OSPF.

OSPF ini termasuk di kategori Link-state routing protocol, Link-state routing protocol
ini ciri - cirinya memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa
melihat topologinya masing masing. Cara updatenya itu secara Triggered update,
maksudnya tidak semua informasi yang ada di router akan dikirim seluruhnya ke router
- router lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang
akan di kirim ke semua router dalam 1 area, sehingga meng-efektifkan dan meng-
efisienkan bandwidth yang ada, lalu convergencenya antar router sangatlah cepat
dikarenakan informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang dikirim ke router
- router lainnya. Dan juga tidak mudah terjadi Routing loops.

Hal hal dasar yang perlu diketahui tentang link-state.


Link-state menggunakan hello packet untuk mengetahui keadaan router
tetangganya (bukan keseluruhan), apakah masih hidup ataukah sudah mati.
Menggunakan hello information dan LSAs (Link-state advertisement) yang
diterima oleh router lain utk membuat database (topological database) ttg
networknya di masing2 router
Menggunakan algoritma SPF utk mengkalkulasi jarak terpendek utk ke setiap
network
Support CIDR dan VLSM
OSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) berdasarkan :
Cost yang berdasarkan speed dari link (bandwidth)
Speed dari linknya (bandwidth)
Cost yang paling kecil dari link OSPF

Alasan untuk mengkonfigurasi OSPF dalam sebuah topologi adalah untuk mengurangi
overhead (waktu pemrosesan) routing, mempercepat convergance,serta membatasi
ketidakstabilan network disebuah area dalam suatu network.

OSPF Message Encapsulation terjadi pada lapisan data-link dengan nomor protocol 89.
Data field ini dapat berisi salah satu dari lima tipe paket OSPF. Pada IP packet header,
alamat tujuannya mempunyai dua alamat multicast yaitu 224.0.0.5 dan 224.0.0.6
namun yang diset cukup salah satu dari alamat tersebut. Bila paket OSPF diencapsulasi
di sebuah frame Ethernet, alamat tujuan dari MAC address juga merupakan sebuah
alamat multicast, yaitu 01-00-5E-00-00-05 dan 01-00-5E-00-00-06. Semua paket OSPF
mempunyai 24 byte yang berisikan informasi yang diperlukan. Packet header ini terdiri
dari berbagai bidang seperti jenis-jenis paket OSPF, router ID serta alamat IP dari router
yang mengirimkan paket.

Ada 5 tipe paket yang digunakan OSPF, yaitu :


Hello packet -> untuk menemukan serta membangun hubungan antar tetangga
router OSPF.
Database Description (DBD) untuk mengecek singkronisasi database antar
router.
Link-State Request (LSR) meminta spesifikasi link-state records antara router
satu dengan yang lain.
Link-State Update (LSU) mengirimkan permintaan spesifikasi link-state
records.
Link-State Acknowledgement (LSAck) menerima paket link-state.

Hello Packet
Hello Packet digunakan untuk menemukan serta membentuk suatu hubungan tetangga
antara router OSPF. Untuk membentuk hubungan ini router OSPF akan mengirimkan
paket berukuran kecil secara berkala ke jaringan. Paket inilah yang disebut dengan
Hello packet. Paket ini juga mengadpertensikan router mana saja yang akan menjadi
tetangganya. Pada jaringan multi-access Hello Packet digunakan untuk memilih
Designated Router (DR) dan Back-up Designated Router (BDR). DR dan BDR akan
menjadi pusat komunikasi seputar informasi OSPF dalam jaringan tersebut.
Network Mask pada format Hello packet merupakan mask dari interface jaringan dari
OSPF yang sedang berjalan. Subnet-Mask nya 0.0.0.0 (4 byte).
Hello Interval biasanya multicast (224.0.0.5). Merupakan jumlah detik antara hello
packet, biasanya 10 detik pada link point-to-point dan 30 detik pada NBMA / link
broadcast.
Options merupakan kemampuan opsional yang dimiliki router.
RTR Prio digunakan dalam pemilihan DR dan BDR. Router dengan nilai priority
tertinggi akan menjadi DR. Router dengan nilai poriotity di urutan kedua sebagai BDR.
Secara default semua router OSPF memiliki nilai priority 1. Dengan Range priority
mulai dai 0 hingga 255. Bila prioritasnya 0 berarti router tersebut tidak memenuhi
syarat dalam pemilihan DR dab BDR, sedangkan nilai 255 menjamin sebuah router
menjadi DR. Jjika dua buah router memiliki nilai priority sama, maka yang menjadi
DR dan BDR adalah router yang memiliki nilai router ID tertinggi dalam jaringan.
Router Dead Interval merupakan jumlah dalam hitungan detik sebelum tetangga
dinyatakan down. Secara default dead interval adalah 4 kali hello interval.
Designated Router bertujuan untuk mengurangi jumlah flooding pada media
multiaccess.
Backup Designated Router bertujuan sebagai cadangan dari DR. Selama flooding
berlangsung, BDR tetap pasif.
Neighbor berisi ID dari setiap router tetangga.

Database Description (DBD)


DBD digunakan selama pertukaran database. Paket DBD pertama digunakan untuk
memilih hubungan master dan slave serta menetapkan urutan yang dipilih oleh master.
Pemilihan master dan slave berdasarkan router ID tertinggi dari salah satu router.
Router dengan router ID tertinggi akan menjadi master dan memulai sinkronisasi
database. Router yang menjadi master akan melakukan pengiriman lebih dulu ke router
slave. Peristiwa ini di istilahkan fase Exstart State. Setelah fase Exstart State lewat,
selanjutnya adalah fase Exchange. Pada fase ini kedua router akan saling mengirimkan
Database Description Packet. Bila si penerima belum memiliki informasi yang terdapat
dalam paket tersebut, maka router pengirim akan memasuki fase Loading State. Dimana
fase ini router akan mengirimkan informasi state secara lengkap ke router tetangganya.
Setelah selesai router-router OSPF akan memiliki informasi state yang lengkap dalam
databasenya, ini disebut fase Full State.

Link-State Request (LSR)


LSR akan dikirim jika bagian dari database hilang atau out of date. LSR juga digunakan
setelah pertukaran DBD selesai untuk meminta LSAs yang telah terjadi selama
pertukaran DBD.

Link-State Update (LSU)


LSU mengimplementasikan flooding dari LSAs yang berisi routing dan informasi
metric. LSU dikirim sebagai tanggapan dari LSR.

Link-State Acknowledgement (LSAck)


OSPF membutuhkan pengakuan untuk menerima setiap LSA. Beberapa LSA dapat
diakui dalam sebuah paket single link-state acknowledgement. Paket ini dikirim
sebagai jawaban dari packet update link state serta memverifikasi bahwa paket update
telah diterima dengan sukses. LSAck akan dikirim sebagai multicast. Jika router dalam
keadaan DR atau BDR maka pengakukan dikirim ke alamat multicast router OSPF dari
224.0.0.5 sedangkan bila router dalam keadaan tidak DR atau BDR pengakuan akan
dikirim kesemua alamat multicast router DR dari 224.0.0.6

Media yang dapat meneruskan informasi OSPF yaitu:


1. Broadcast Multiaccess
Media jenis ini adalah media yang banyak terdapat dalam jaringan lokal atau LAN
seperti misalnya ethernet, FDDI, dan token ring. Dalam kondisi media seperti ini,
OSPF akan mengirimkan traffic multicast dalam pencarian router-router neighbour-
nya. Namun ada yang unik dalam proses pada media ini, yaitu akan terpilih dua
buah router yang berfungsi sebagai Designated Router (DR) dan Backup
Designated Router (BDR)
2. Point-to-Point
Teknologi Point-to-Point digunakan pada kondisi di mana hanya ada satu router
lain yang terkoneksi langsung dengan sebuah perangkat router. Contoh dari
teknologi ini misalnya link serial. Dalam kondisi Point-to-Point ini, router OSPF
tidak perlu membuat Designated Router dan Back-up-nya karena hanya ada satu
router yang perlu dijadikan sebagai neighbour. Dalam proses pencarian neighbour
ini, router OSPF juga akan melakukan pengiriman Hello packet dan pesanpesan
lainnya menggunakan alamat multicast bernama AllSPFRouters 224.0.0.5.
3. Point-to-Multipoint
Media jenis ini adalah media yang memiliki satu interface yang
menghubungkannya dengan banyak tujuan. Jaringan-jaringan yang ada di
bawahnya dianggap sebagai serangkaian jaringan Point-to-Point yang saling
terkoneksi langsung ke perangkat utamanya.
4. Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)
Media berjenis Nonbroadcast multiaccess ini secara fisik merupakan sebuah serial
line biasa yang sering ditemui pada media jenis Point-to- Point. Namun secara
faktanya, media ini dapat menyediakan koneksi ke banyak tujuan, tidak hanya ke
satu titik saja.

OSPF memiliki 3 tabel di dalam router :


1. Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi
the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap
router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2. Adjecency database, Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router
mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3. Topological database, Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang
berada dalam satu networknya/areanya.

Kelebihan dari OSPF sebagai berikut


Tidak menghasilkan routing loop
Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

Kekurangan dari OSPF sebagai berikut :


Membutuhkan basis data yang besar
Lebih rumit
Secara garis besar, proses yang dilakukan routing protokol OSPF mulai dari awal
hingga dapat saling bertukar informasi ada lima langkah. Berikut ini adalah langkah-
langkahnya:

1.Membentuk Adjacency Router. Adjacency router arti harafiahnya adalah router yang
bersebelahan atau yang terdekat. Jadi proses pertama dari router OSPF ini adalah
menghubungkan diri dan saling berkomunikasi dengan para router terdekat atau
neighbour router. Untuk dapat membuka komunikasi, Hello protocol akan bekerja
dengan mengirimkan Hello packet.

2.Memilih DR dan BDR (jika diperlukan) Dalam jaringan broadcast multiaccess, DR


dan BDR sangatlah diperlukan. DR dan BDR akan menjadi pusat komunikasi seputar
informasi OSPF dalam jaringan tersebut. Semua paket pesan yang ada dalam proses
OSPF akan disebarkan oleh DR dan BDR. Maka itu, pemilihan DR dan BDR menjadi
proses yang sangat kritikal. Sesuai dengan namanya, BDR merupakan shadow dari
DR. Artinya BDR tidak akan digunakan sampai masalah terjadi pada router DR. Ketika
router DR bermasalah, maka posisi juru bicara akan langsung diambil oleh router BDR.
Sehingga perpindahan posisi juru bicara akan berlangsung dengan smooth.

3.Mengumpulkan State-state dalam Jaringan Setelah terbentuk hubungan antarrouter-


router OSPF, kini saatnya untuk bertukar informasi mengenai state-state dan jalur-jalur
yang ada dalam jaringan. Pada jaringan yang menggunakan media broadcast
multiaccess, DR-lah yang akan melayani setiap router yang ingin bertukar informasi
OSPF dengannya. DR akan memulai lebih dulu proses pengiriman ini. Namun yang
menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, siapakah yang memulai lebih dulu pengiriman
data link-state OSPF tersebut pada jaringan Point-to-Point?\

Untuk itu, ada sebuah fase yang menangani siapa yang lebih dulu melakukan
pengiriman. Fase ini akan memilih siapa yang akan menjadi master dan siapa yang
menjadi slave dalam proses pengiriman.

Router yang menjadi master akan melakukan pengiriman lebih dahulu, sedangkan
router slave akan mendengarkan lebih dulu. Fase ini disebut dengan istilah Exstart
State. Router master dan slave dipilih berdasarkan router ID tertinggi dari salah satu
router. Ketika sebuah router mengirimkan Hello packet, router ID masing-masing juga
dikirimkan ke router neighbour.

4.Memilih Rute Terbaik untuk Digunakan Setelah informasi seluruh jaringan berada
dalam database, maka kini saatnya untuk memilih rute terbaik untuk dimasukkan ke
dalam routing table. Jika sebuah rute telah masuk ke dalam routing table, maka rute
tersebut akan terus digunakan. Untuk memilih rute-rute terbaik, parameter yang
digunakan oleh OSPF adalah Cost. Metrik Cost biasanya akan menggambarkan
seberapa dekat dan cepatnya sebuah rute. Nilai Cost didapat dari perhitungan dengan
rumus: Cost of the link = 108 /Bandwidth Router OSPF akan menghitung semua cost
yang ada dan akan menjalankan algoritma Shortest Path First untuk memilih rute
terbaiknya. Setelah selesai, maka rute tersebut langsung dimasukkan dalam routing
table dan siap digunakan untuk forwarding data.

5.Menjaga Informasi Routing Tetap Upto-date Ketika sebuah rute sudah masuk ke
dalam routing table, router tersebut harus juga me-maintain state database-nya. Hal ini
bertujuan kalau ada sebuah rute yang sudah tidak valid, maka router harus tahu dan
tidak boleh lagi menggunakannya.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Computer PC / laptop : 1 Unit
2. Kabel UTP Cross
3. Kabel UTP Straight
4. Software Cisco Packet Tracer versi 6.0.1
C. KONFIGURASI JARINGAN

Keterangan : sebuah router membawahi sebuah switch, satu client dan satu server.
Gambar 1.1 Topologi jaringan OSPF Multiuser

Gambar 1.2 Topologi jaringan pada OSPF Mei (Laptop-PT Mei)


Addressing Table pada jaringan OSPF Mei:
Device Interface IP Address Subnet Mask Default
Gateway
Router Fa0/0 192.168.106.254 255.255.255.0 -
Fa0/1 10.6.10.1 255.255.255.252 -
Fa1/0 10.6.9.2 255.255.255.252 -
Fa1/1 10.4.6.1 255.255.255.252 -
Laptop 0 Fa0 192.168.106.2 255.255.255.0 192.168.106.254
Server 0 Fa0 192.168.106.1 255.255.255.0 192.168.106.254

D. LANGKAH KERJA
1. Mengkonfigurasi interface pada router sesuai dengan addressing tabel.
2. Melakukan konfigurasi routing OSPF, sehingga saat dilakukan perintah Show
Run akan muncul keterangan seperti dibawah ini:
3. Selanjutnya, melakukan konfigurasi interface pada Laptop dan Server berupa
pemberian IP Statik.
4. Menghubungkan jaringan yang telah kita dibuat dengan jaringan yang telah
dibuat oleh teman dengan menggunakan tool Multiuser, dengan langkah sebagai
berikut :
a. Memberi IP pada laptop yang sedang kita gunakan (bukan laptop pada
pacekt tracer) dengan network 192.168.1.0/24
b. Menghubungkan kabel utp straight ke switch
c. Klik tab extensions multiuser port visibility, untuk memunculkan port
yang belum digunakan ke jaringan teman.
d. Mengkonfigurasi tool multiuser, sebagai incoming atau sebagai outgoing.
e. Pada jaringan Mei Harry, dan Mei Adib, Mei bertugas sebagai
incoming, dengan pengaturan seperti berikut:

f. Sedangkan pada jaringan Mei Risa, Mei bertugas sebagai outgoing,


dengan pengaturan seperti berikut:

Alamat IP pada
Laptop tujuan
( Bukan Laptop
Pada Packet tracer)
E. HASIL PERCOBAAN
1. Sh IP OSPF

2. Sh IP OSPF Neighbor
3. Sh Run
4. Sh IP Route
5. Ping dan Traceroute
192.168.106.2 > 192.168.101.2

192.168.106.2 > 192.168.118.2


6. Tes Email dan Web Browser
Tes Web Browser

Tes Email
F. ANALISIS
Pada praktikum routing OSPF single area yang telah dilakukan, diketahui bahwa setiap
router membawahi jaringannya masing masing dimana tiap jaringan yang dibawahi
oleh tiap router akan dihubungkan ke jaringan lain menggunakan routing OSPF.
Masing masing router akan mengirim paket hello untuk mengetahui router neighbor
tiap router.
Dengan menggunakan command ip ospf neighbor dapat diketui status atau keadaan
suatu jaringan OSPF. Pada jaringan OSPF yang telah terbentuk, maka statusnya adalah
FULL, seperti yang ditunjukkan gambar dibawah.

Sedangkan untuk mengetahui jaringan mana yang terhubung dapat digunakan


command show ip route dengan perintah ini pada CLI maka dapat dilihat jaringan
mana yang terhubung dengan router yang bersangkutan. Serta dapat diketahui routing
apa saja yang digunakan pada jaringan tersebut.

Berdasarkan data yang didapakan pada proses ping dari 192.168.106.2 menuju
192.168.101.2 dengan mengirim paket sebesar 32 bytes sebanyak empat kali.
Menghasilkan waktu tempuh perjalanan paket data untuk pulang pergi yang
bervariasi, dengan waktu paling cepat adalah 41ms dan paling lama adalah 101ms.
Sesuai dengan data yang telah didapatkan paket data dikirim sebanyak 4 kali dan
dengan hasil Reply sebanyak 4 kali juga, tanpa ada data yang kurang atau hilang (packet
loss), hal ini berarti koneksi antara jaringan Mei (192.168.106.2 termasuk pada jaringan
Mei) dan jaringan Aisyah (192.168.101.2 termasuk pada jaringan Aisyah) berstatus
baik.

Tracert merupakan perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk
mencapai tujuan. Diketahui dari data yang didapat perjalanan dari sumber
(192.168.106.2) menuju tujuan (192.168.101.2) perlu melewati 5 router.
1. 192.168.106.254 merupakan gateway router pertama
2. 10.6.9.1 merupakan alamat IP interface router neighbor (router kedua) yang
terhubung langsung dengan interface FastEthernet 1/0 router pertama
3. 10.9.17.2 merupakan alamat IP interface router ketiga yang terhubung melalui
routing OSPF via 10.6.9.1
4. 10.1.17.2 merupakan alamat IP interface router keempat yang terhubung melalui
routing OSPF via 10.6.9.1
5. 192.168.101.2 merupakan alamat IP tujuan yang masuk dalam jaringan
192.168.101.0/24 yang berada pada router kelima dan terkoneksi melalui routing
OSPF.
Dilakukan perintah Ping untuk mengecek sambungan pada setiap router dan computer,
muncul Replay pada layar Command Prompt yang menandakan setiap Router dan
computer yang telah terhubung.

G. KESIMPULAN
1. Jaringan OSPF single area yang dibangun telah berhasil dan dapat terkoneksi antara
satu dengan yang lain
2. Ping digunakan untuk mengecek koneksi antara perangkat sumber ke tujuan
3. Tracert digunakan untuk mengetahui rute yang diambil dalam pengiriman data