Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN FRANCK HERTZ

Melany P. Razita (140310130029), Lathifa Rohamani (140310130004), Elba Salsabiila (140310130017)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Selasa, 29 April 2016
Wanda Suryadinata

Abstrak

Sebuah atom terdiri dari inti atom positif dimana elektron didistribusikan di sekitar lintasan yang
berturut-turut. Model Bohr juga mampu memprediksikan energi total dari sebuah elektron atom. Meskipun
tidak perlu berusaha untuk memperoleh pernyataan yang sama selama elektron berada dalam multielektron
atom, itu jelas bahwa menurut model energi total dari masing-masing elektron juga akan diukur dan,
akibatnya, hal yang sama haruslah benar pada daya muat energi total dari sebuah atom. Ini terlihat masuk
akal dari model Bohr yang hanya dikarenakan elektron-elektron bisa melakukan peralihan menurun dari
keadaan energi yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, mereka bisa mengeksitasi ke keadaan energi yang
lebih tinggi dengan penyerapan justru besarnya energi menunjukkan perbedaan antara keadaan yang lebih
rendah dan yang lebih tinggi. Eksitasi electron atom dari keadaan dasar kekeadaan tereksitasi dapat terjadi
karena adanya serapan energy kinetic electron yang menumbuk atom gas neon. Bila tenaga kinetic electron
sama dengan tenaga ionisasi atom neon, maka elektron dapat mengionisasi atom-atom gas tersebut. Gejala
ionisasi ini ditandai oleh meningkatnya kuat arus anoda secara drastic. Ketika tegangan kisi diberikan kepada
electron,energi kinetic electron akan meningkat. Pada tegangan tertentu,arus anoda mengalami penurunan
arus yang tajam. Hal ini menandakan electron kehilangan energy kinetic yang diakibatkan oleh tumbukan
tidak elastic antara electron dengan atom neon. Pada percobaan kita menghubungkan Oven Franck Hertz
dengan control unit dengan mengeset suhu nominal sebesar 175 derajat Celcius, tegangan U2 sebesar 1 Volt,
1,5 Volt, dan 2 Volt. Untuk masing-masing tegangan tersebut kita juga memvariasikan besar tegangan U1
sebesar 30 Volt, 35 Volt, 40 Volt, 45 Volt sampai dengan 60 Volt. Kemudian kita lihat volt/div untuk kedua
channal pada osiloskop. Sehingga dapat digambarkan grafik hubungan tegangan terhadap arus. Kemudian
menentukan besar energi eksitasi dengan menggunakan persamaan: Eeksitasi = Vkritis.e, dengan e = 1,6 x
10-19 Coulomb, sehingga didapat energi eksitasi sebesar 3,2 x 10-22 eV untuk U2=1 Volt dan U1=30 Volt.

Keyword: foton, energi eksitasi, panjang gelombang, percobaan Franck-Hertz

I. Pendahuluan oleh tumbukan tidak elastic antara electron


dengan atom neon. Oleh karena itu
Kisi Percobaan Franck-Hertz yaitu percobaan ini akan membuktikan teori
eksperimen yang dikemukakan oleh James kuantum bahawa energi elektron atom itu
Franck dan Gustav Hertz pada tahun 1914. bertingkat-tingkat (terkuantisasi).
Eksitasi electron atom dari keadaan dasar
kekeadaan tereksitasi dapat terjadi karena
adanya serapan energy kinetic electron yang II. Teori Dasar
menumbuk atom gas neon.Bila tenaga 2.1. Teori Atom Bohr
kinetic electron sama dengan tenaga ionisasi Pada tahun 1913, Niels
atom neon, maka elektron dapat Bohr dapat memecahkan pertanyaan
mengionisasi atom-atom gas tersebut. stabilitas dari atom Rutherford. Bohr
merumuskan sebuah teori struktur atom
Gejala ionisasi ini ditandai oleh baru secara lengkap, berdasarkan dalil-
meningkatnya kuat arus anoda secara dalil yang pada dasarnya menyimpang
drastic. Ketika tegangan kisi diberikan dari pola fisika klasik. Bohr bekerja di
kepada electron,energi kinetic electron akan konstitusi yang merupakan salah satu
meningkat. Pada tegangan tertentu,arus perusahaan yang paling cemerlang di
anoda mengalami penurunan arus yang fisika modern dan merupakan dasar
tajam. Hal ini menandakan electron dalam perkembangan teori kuantum.
kehilangan energy kinetic yang diakibatkan
Dalam dalil pertamanya, Bohr dilepas atau diserap dalam paket sebesar
menganggap adanya keadaan yang tak hf sesuai dengan persamaan Planck.
seimbang pada atom, dengan elektron-
elektron yang bergerak di sekitar inti E = hf....(1)
positif pada lintasan yang mana dapat Dengan h adalah konstanta
dihitung dari teori klasik. Dalam hal Planck dan f adalah frekuensi cahaya
yang sederhana, atom hidrogen, sebuah
atau foton yang dilepas atau diserap.
elektron tunggal dianggap
menggambarkan suatu lingkaran, atau c.) lintasan-lintasan stasioner yang
elips dengan inti pada satuan fokus. diijinkan untuk ditempati elektron
Energi total atom pada keadaan tetap memiliki momentum sudut yang
berlawanan dengan perubahan klasik merupakan kelipatan bulat dari nilai
elektron yang tidak diradiasi.

dan .

2.2. Percobaan Franck Hertz


Eksitasi elektron atom dari keadaaan
Gambar 1. model atom bohr
dasar ke keadaan tereksitasi dapat terjadi
karena adanya serapan tenaga kinetik
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa elektron yang menumbuk atom gas Neon di
atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat dalam tabung Frenck-Hertz. Bila tenaga
berpindahnya elektron. kinetik elektron sama dengan tenaga ionisasi
atom Neon, maka elektron-elektron dapat
Kelemahan model atom ini adalah mengionkan atom-atom gas tersebut. Gejala
tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan ionisasi ini ditandai oleh meningkatnya kuat
efek Strack arus anoda secara drastis. Pada saat elektron
terkuantisasi maka elektron tersebut akan
Model atom Bohr dikemukakan oleh memencarkan energi berupa foton dengan
Niels Bohr yang berusaha menjelaskan panjang gelombang tertentu. Panjang
kestabilan atom dan spektrum garis atom gelombang dari foton tersebut bergantung
hidrogen yang tidak dapat dijelaskan oleh dari nilai energi eksitasi dari atom tersebut.
model atom Rutherford. Model atom Bohr Pada tahun 1914, James Franck dan
memuat tiga postulat sebagai berikut : Gustar Ludwig Hertz melaporkan bahwa
energi yang hilang akibat elektron yang
a.) di dalam atom hidrogen, elektron hanya
melewati uap mercury dan adanya pancaran
dapat mengelilingi lintasan tertentu
sinar ultraviolet dengan panjang gelombang
yang diijinkan tanpa membebaskan
254nm. Kemudian percobaan Frank-Hertz
(melepaskan) energi. Lintasan ini
tersebut dijadikan percobaan klasik untuk
disebut lintasan stasioner dan memiliki
menjelaskan teori kuantum.
energi tertentu yang sesuai.
b.) elektron dapat berpindah dari satu
lintasan ke lintasan yang lain. Energi
dalam bentuk foton cahaya akan
dilepaskan jika elektron berpindah ke
lintasan yang lebih dalam, sedangkan
Energi dalam bentuk foton cahaya akan
diserapkan supaya elektron berpindah
ke lintasan yang lebih luar. Energi

Gambar 2. Skema Percobaan Frack-Hertz dipercepat untuk mengukur besarnya energi
eksitasi pertama pada atom gas mercury
Suatu filamen digunakan untuk (Hg). Elektron yang dihasilkan dari proses
memanasi katoda K sehingga terjadi termionik pada katoda akan dipercepat
pancaran termionik, yakni pancaran diantara katoda dan anoda, dalam tabung
elektron-elektron akibat adanya pemanasan. uap-Hg elektron tersebut akan mengalami
Elektron yang terlepas tersebut bergerak ke tumbukan dengan atom hidrogen. Proses
arah kisi yang diberi tegangan positif lebih tumbukan yang terjadi meliputi tumbukan
tinggi dari pada anoda. Pada rangkaian elastik dan non elastik. Percobaan Frank-
Gambar diatas tampak bahwa kisi selalu Hertz adalah suatu eksperimen untuk
memiliki potensial 0,5 volt lebih tinggi menguji hipotesis Bohr. Neils Bohr telah
dibandingkan anoda. Elektron-elektron itu mengembangkan kekurangan dari teori yang
selanjutnya menuju ke anoda. Bila elektron- dikemukakan oleh Rutherford pada tahun
elektron tersebut mampu mencapai anoda, 1913 melalui percobaannya tentang
maka di ampermeter akan terbaca adanya spektrum atom hidrogen.
arus i yang mengalir. Sepanjang perjalanan
dari katoda menuju ke kisi elektron-elektron
tersebut bertabrakkan dengan atom-atom gas III. Percobaan
yang telah dimasukkan ke dalam tabung itu. 3.1 Alat dan Bahan
Bila tenaga elektron diserap oleh atom-atom 1. Franck-Hertz Control Unit berfungsi
gas maka elektron itu bisa jadi tidak akan sebagai komponen utama pada
mampu mengatasi beda potensial antara kisi percobaan
dan anoda. 2. Tabung Franck Hertz berisi
Akibatnya, grafik arus terhadap Hg(mercury) berfungsi untuk
tegangan V (yakni beda potensial antara memanaskan plat.
katoda dan kisi) diperlihatkan oleh gambar : 3. Osiloskop berfungsi untuk
menampilkan sinyal hasil keluaran
percobaan Franck Hertz.
4. Komputer berfungsi untuk inputan
data dan hitungan data percobaan
Franck Hertz(jika memungkinkan).

3.2 Metode Eksperimen


Langkah pertama adalah menyiapkan
serta mengatur peralatan yang dibutuhkan
pada praktikum, misalnya kabel
Gambar 3. Grafik arus terhadap tegangan penghubung, osiloskop, control unit, dan
menurut percobaan FH tabung frankhertz.
Terlihat dari hasil eksperimen bahwa Kemudian menghubungkan tabung
pada potensial V tertentu saja terjadi Franck Hertz dengan Control Unit, oven
penurunan kuat arus i. Artinya, hanya untuk dan osiloskop. Kemudian menghidupkan
tenaga elektron tertentu saja terjadinya Control unit dan mengatur besar suhu
penurunan kuat arus. Karena penurunan kuat nominal 175 derajat celcius, tegangan
arus berarti terjadinya penyerapan tenaga U1divariasikan dari 30 sampai 45 untuk
elektron, maka hal ini menandakan bahwa setiap kenaikan tegangan U2 sebesar 0,5
penyerapan tenaga elektron-lektron oleh Volt mulai dari 1; 1,5; dan 2 Volt.
atom-atom gas bersifat diskret Memanaskan oven dan mengatur
pemanasan hingga mencapai Tnominal
Pada percobaan Frank-Hertz dengan memutar saklar putar pada bagian
mengggunakan sinar elektron yang bawah oven.
IV. Data dan Analisis
A. Menentukan Tegangan Kritis dan
Arus listrik Tabel 2. Menentukan Energi Eksitasi
Rumus: Merkury
Vkritis = div.Volt/div
Contoh perhitungan:
Vkritis = 10 . 0,2
Vkritis = 2 mV = 0,002 V

I = div.Volt/div
Contoh perhitungan:
I = 10 . 0,6
I = 6 mA = 0,006 V
Tabel 1. Menentukan Tegangan Kritis dan
Arus listrik

C. Menentukan KSR dari potensial


eksitasi Hg(Merkury)
Rumus:

Dengan:
Elit = 4,9 eV
Contoh perhitungan:

4,93,2 1022
KSR = | 4,9
| 100%
B. Menentukan potensial eksitasi KSR = 100 %
Hg(Merkury)
Rumus: Tabel 3. Menentukan KSR dari Energi
Eeksitasi = Vkritis.e Eksitasi Merkury
Dengan:
e = 1,6 x 10-19 Coulomb
Contoh perhitungan:
Eeksitasi = 0,002 . 1,6 x 10-19
Eeksitasi = 3,2 x 10-22 eV
D. Grafik Tegangan pengaruh puncak yang berikutnya juga. Berdasarkan
tegangan henti terhadap Arus yang hasil perhitungan, diambil nilai Ve rata-rata
dihasilkan sehingga diperoleh nilai Eeks rata-rata yang
nilainya berbeda untuk tiap variasi U1 dan
U2. Namun, hasil perhitungan ini tidak
sesuai dengan literatur dimana energy
eksitasi atom Hg adalah 4,9 eV.
Gambar grafik Frank-Hertz pada
osiloskop yang diperoleh tidak tepat.
Gambar pada osiloskop menunjukan bahwa
tiap naiknya energi eksitasi ketingkat yang
lebih tinggi, grafiknya sama saja antara yang
kecil dengan yang rendah. Padahal
Analisa seharusnya, semakin tinggi energinya maka
Pada praktikum berjudul percobaan grafiknya pun akan naik. Sehingga KSR
Franck-Hertz. Dimana percobaan dilakukan yang diperoleh pun memiliki nilai yang
untuk mengetahui elektron yg tereksitasi cukup besar bahkan sampai 100%.
dari tingkat energi rendah ke tingkat energi
tinggi. Alat yg digunakan antara lain Franck V. Kesimpulan
hertz central unit, osiloskop, perangkat
komputer. Dari percobaan diperoleh Dari praktikum kali kali ini dapat disimpulkan
hubungan arus dengan tegangan untuk beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
masing-masing potensial pemercepat dan Untuk menyebabkan elektron pada atom
potensial penghenti. Data yang didapat dari merkury dapat tereksitasi, elektron yang
percobaan Franck-Hertz ini adalah grafik diberi potensial pemercepat haruslah
hubungan tegangan terhadap arus yang mempunyai energi yag lebih besar dari
dibaca dari osiloskop. Dengan variasi U1 = energi ambang yang dimiliki oleh atom
30 V, 35 V, 40 V, 45 V sampai dengan 60 V Merkury sehingga terjadi tumbukan
untuk setiap variasi U1 di variasikan dengan lenting sempurna yang menyebabkan
nilai U2 =1 V, 1.5 V, 2 V. Didapatkan bahwa elektron dalam atom Merkury menyerap
adanya hubungan antara arus dan tegangan seluruh energi elektron yang
yaitu berbanding lurus. Sehingga untuk menumbuknya.
KSR yang didapatkan dari percobaan ini
setiap kenaikan tegangan maka arus pun ikut
adalah 100 % untuk semua energi
naik, hal ini disebabkan karena semakin eksitasi.
besar U1 yang diberikan maka elektron yang
datang pada keping juga bertambah Daftar Pustaka
sehingga arus listrik juga bertambah. [1] George Meikalz. 2012.
Kemudian dalam praktikum ini kita Spektrumgaris atomik dan model atom.
dapat menentukan tegangan kritis dari http://george.
gambar respon sinyal di osiloskop. Selain itu Meikalzalele.blogspot.com/2012/09/spektru
dalam praktikum ini, energi eksitasi m-garis-atomik-danmodelatom.html
diperoleh berdasarkan persamaan Eeks = eVe (diakses pada Minggu 15 Mei 2016 pukul
; e = muatan elektron (-1,6 x 10-19 23.00 WIB)
Coulomb), dimana Ve adalah tegangan [2] Irkham Luthfi, Muhammad. 2012.
eksitasi yang diambil dari selisih antara Franck-Hertz. http://irkhamluthfi-
tegangan puncak kedua dengan puncak wordpress.com/2012/05/07/franck-hertz/
pertama pada grafik data yang diperoleh. Itu (diakses pada Minggu 15 Mei 2016 pukul
untuk tingkat pertama. Sedangkan untuk 21.30 WIB)
tingkat berikutnya, digunakan nilai tegangan
[3] Anin, Chornelis. 2012. Eksperimen
Franck Hertz.
http://www.acadeia.edu/6511922/Eksperime
n_FRANCKHERTZ. (diakses pada
Mingguu 15 Mei 2016 pukul 23.30 WIB)