Anda di halaman 1dari 5

HUKUM STEFAN BOLTZMANN

Melany P. Razita (140310130029), Lathifa Rohamani (140310130004),Elba Salsabiila (140310130017)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Selasa, 14 Juni 2016
Asisten: Nurul Halimah

Abstrak
Benda hitam merupakan benda yang memiliki nilai emisivitas 1, yang artinya benda mampu menyerap
radiasi dan memancarkan radiasi dengan sempurna. Terdapat beberapa teori dan hukum yang membahas
mengenai radiasi benda hitam, salah satunya adalah Hukum Stefan Boltzmann, dimana dikatakan bahwa daya
total persatuan luas atau intensitas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam adalah
sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Nilai intensitas ini juga dipengaruhi oleh nilai emisivitas
(untuk benda bukan benda hitam) dan konstanta Stefan Boltzmann yang besarnya adalah 5.67x10-8 Wm-2K-4.
Pada praktikum kali ini akan didapat nilai konstanta Stefan Boltzmann hasil percobaan dan nilai emisivitas dari
benda hitam yang dipakai dalam percobaan.

Kata kunci: Benda hitam, Hukum Stefan Boltzmann, konstanta Stefan Boltzmann, emisivitas.

I. Pendahuluan pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert


Kirchoff pada tahun 1862. Radiasi termal yang
Radiasi merupakan proses perambatan diserap akan dipancarkan kembali oleh benda
energi tanpa membutuhkan medium, panas dari hitam dalam bentuk radiasi gelombang
matahari yang sampai ke bumi serta tangan elektromagnetik. Meskipun dinamakan benda
yang terasa hangat ketika mendekati api hitam, bukan berarti harus benar-benar hitam
merupakan contoh dari radiasi. Benda yang karena memancarkan energi. Jumlah dan jenis
dapat menyerap semua energi dan dapat radiasi yang dipancarkan bergantung pada suhu
memancarkan energi dengan sempurna disebut benda hitam tersebut. Semakin tinggi
dengan benda hitam. Benda hitam sempurna temperatur, semakin banyak energi yang
memiliki nilai emisivitas 1, dimana emisivitas dipancarkan dalam panjang gelombang tampak.
menyatakan kemampuan suatu benda untuk Jika suhu permukaan benda hitam lebih tinggi
memancarkan energi. Terdapat beberapa teori daripada lingkungannya maka benda hitam
yang menjelaskan tentang radiasi benda hitam, bersifat memncarkan radiasi, sedangkan jika
yaitu teori klasik (Rayleigh-Jeans dam Wien), suhu benda hitam rendah, akan bersifat sebagai
Hukum Stefan Boltzmann, dan teori kuantum penyerap radiasi. Di dunia ini tidak ada benda
yang dijelaskan oleh Max Planck. hitam yang sempurna, benda hitam
Tujuan dari praktikum kali ini adalah diasumsikan sebagai lubang kecil yang terdapat
untuk memahami teori radiasi benda Stefan pada benda yang berongga1.
Boltzmann (black body), menentukan
konstanta Stefan Boltzmann, dan menentukan 2.2. Hukum Stefan Boltzmann
konstanta emisivitas (e).
Pada tahun 1859, Gustav Kirchoff
membuktikan suatu teorema yang sama
II. Teori Dasar pentingnya dengan teorema rangkaian listrik
2.1. Radiasi Benda Hitam tertutupnya ketika ia menunjukkan argumenj
berdasarkan pada termodinamika bahwa setiap
Benda hitam merupakan benda yang benda dalam keadaan kesetimbangan termal
dapat menyerap seluruh radiasi yang dengan radiasi daya yang dipancarkan adalah
diterimanya dan memancarkan seluruh radiasi sebanding dengan daya yang diserapnya. Untuk
yang dikeluarkannya. Istilah benda hitam benda hitam, teorema kirchoff dinyatakan oleh:
Rf = J(f,T)..(1) A = Luas permukaan benda
Dengan J(f,T) adalah suatu fungsi universal Lima tahun kemudian konfirmasi mengesankan
(sama untuk semua benda) yang bergantung dari teori gelombang elektromagnetik cahaya
hanya pada f , frekuensi cahaya, dan T, suhu diperoleh ketika Boltzmann menurunkan
mutlak benda. Persaman (1) menunjukkan hukum Stefan dari gabungan termodinamika
bahwa daya yang dipancarkan persatuan luas dan persamaan-persamaan Maxwell. Karena itu
persatuan frekuensi oleh suatu benda hitam persamaan (3) dikenal juga sebagai hukum
bergantung hanya pada suhu dan frekuensi Stefan-Boltzmann1.
cahaya dan tidak bergantung pada sifat fisika
dan kimia yang menyusun benda hitam, dan ini
sesuai dengan hasil pengamatan. 2.3. Hukum Pergeseran Wien
Perkembangan selanjutnya untuk memahami
karakter universal dari radiasi benda hitam Radiasi termal yang dipancarkan oleh
datang dari ahli fisika Austria, Josef Stefan suatu permukaan benda merupakan gelombang
(1835-1893) pada tahun 1879. Ia mendapatkan elektromagnetik. Berdasarkan eksperimen,
secara eksperimen bahwa daya total persatuan radiasi termal itu terdiri atas banyak panjang
luas yang dipancarkan pada semua frekuensi gelombang. Intensitas radiasi besarnya
oleh suatu benda hitam panas, Itotal (intensitas berbeda-beda untuk panjang gelombang yang
radiasi total), adalah sebanding dengan pangkat berbeda2.
empat dari suhu mutlaknya. Karena itu, bentuk
persamaan empiris hukum Stefan ditulis
sebagai:

Itotal = = T4 (2)

dengan:

Itotal = intensitas (daya persatuan luas)


radiasi pada permukaan benda hitam
(Wm-2)
Rf = intensitas radiasi persatuan
frekuensi yang dipancarkan oleh benda Gambar 1. Intensitas radiasi untuk berbagai panjang
hitam gelombang2
T = suhu mutalak benda (K)
= tetapan Stefan-Boltzmann (5,67 Wilhelm Wien seorang fisikawan Jerman
10-8 W m-2 K-4). menemukan suatu hubungan yang empiris
sederhana antara panjang gelombang yang
untuk benda panas yang bukan benda hitam dipancarkan untuk intensitas maksimum (m)
akan memenuhi hukum yang sama hanya diberi dengan suhu mutlak (T) sebuah benda yang
tambahan koefisien emisivitas, e < 1: dikenal sebagai Hukum Pergeseran Wien. W.
Wien merumuskan bahwa terjadi pergeseran
Itotal = e T4 (3)
maksimal maks sesuai rumus2:
ingat Itotal = P/A, sehingga persamaan (3) juga
dapat ditulis sebagai:
Itotal = P/A = e T4 dengan :
P = e T4 A .(4) m= panjang gelombang pada intensitas
maksimum ( m )
dengan: T = suhu mutlak ( K )
P = daya radiasi (Watt)
C = tetapan pergeseran Wien = 2,898 x rumus empirisnya dengan membuat asumsi
10-3 mK bahwa:

1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh


2.4. Teori Klasik dan Teori Modern Radiasi getaran molekul-molekul benda bersifat
Benda Hitam diskret, yang besarnya :
Ada dua teori klasik yang mencoba
menjelaskan spektrum radiasi benda hitam
n : bilangan kuantum (n = 1, 2, 3, ...)
yaitu teori Wien dan teori Rayleigh-Jeans2.
1. Teori Wien menyatakan hubungan f : frekuensi getaran molekul
antara intensitas radiasi dengan panjang h : konstanta Planck (6,626 . 10-34 Js)
gelombang menggunakan analogi yang hanya mungkin berada pada salah
antara radiasi dalam ruangan dan satu keadaan yang disebut keadaan-
distribusi kelajuan molekul gas. Secara keadaan kuantum.
matematis ditulis : 2. Molekul-molekul menyerap atau
memancarkan energi radiasi dalam
paket diskret yang disebut kuantum atau
persamaan tersebut hanya mampu foton.
menjelaskan radiasi benda hitam untuk 3. Bila energi yang dipancarkan atau
pendek, tetapi gagal untuk panjang. diserap sebesar hf, maka radiasi itu
2. Teori Rayleigh-Jeans menyatakan dikatakan terkuantisasi2.
hubungan antara intensitas dan panjang
gelombang radiasi dengan
menggunakan penurunan dari teori III. Percobaan
klasik murni yang secara matematika
dapat dituliskan : Alat percobaan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah bangku optikal,
termokofel mall, mikrovoltmeter, tabung oven,
meja tabung oven, perlengkapan benda hitam,
persamaan tersebut berhasil probe suhu, alat ukur suhu digital, biks
menjelaskan radiasi benda hitam untuk penghubung junction, statif yang besar, 4 buah
yang panjang, tetapi gagal untuk multiclamp, kabel penghubung, clamp bunsen,
dan diafragma pinhall.
yang pendek.
Adapun prosedur percobaan nya adalah:
semua alat-alat percobaan disusun seperti
gambar dibawah ini:

Gambar 2. Kegagalan teori Wien dan Rayleigh-


Jeans2

Teori modern untuk radiasi benda hitam di


Gambar 3. Susunan Alat Percobaan
kemukakan oleh Max Planck. Planck
Sebelum alat yang telah disusun
menggunakan dasar teoritis untuk memperkuat dihubungkan dengan PLN, periksakan terlebih
dahulu kepada asisten. Apabila alat yang telah
disusun telah diperiksa oleh asisten hubungkan
alat yang telah disusun dengan PLN. Setelah itu
ukur suhu ruangan tempat percobaan dan luas
pinhall. Kalibrasikan mikrovoltmeter yang
akan digunakan, tegangan pada mikrovoltmeter
dicatat sebagai tegangan awal (tegangan ketika
berada pada suhu ruangan). Kemudian
panaskan alat benda hitam selama 5 menit
supaya panasnya tetap stabil, Setelah 5 menit
ukur suhu dan tegangannya. Untuk penaikan Analisa:
kita memulai pada suhu 40C sampai dengan Berdasarkan data hasil percobaan dapat
suhu 253C sedangkan untuk penurunan suhu diketahui bahwa semakin besar suhu yang
dimulai dari suhu 253C sampai dengan suhu diberikan pada benda hitam, energi yang
52C. dipancarkan dalam bentuk radiasi semakin
besar pula. Hal tersebut menunjukkan bahwa
IV. Data dan Analisis benda hitam mampu memancarkan energinya
4.1. Nilai Konstanta Stefan Boltzmann dalam bentuk radiasi. Dalam percobaan ini
radiasi ditandakan dengan adanya kenaikan
A. Penaikan Suhu suhu yang diterima oleh termokopel. Suatu
benda hitam dapat dikatakan sebagai benda
hitam sempurna jika emisivitasnya e =1.
Namun, berdasarkan data hasil percobaan kita
masih belum bisa mengidentifikasi nilai e = 1.

Berdasarkan grafik P terhadap ( 4 04 )


terlihat bahwa semakin besar perubahan suhu
pada system terhadap suhu ruang yang
dipangkatkan empat, maka daya yang
dipancarkan benda hitam semakin besar. Hal
tersebut membuktikan bahwa P~ ( 4 04 ) .
Pada grafik dapat kita ketahui persamaan
kuadrat terkecilnya. Dari persamaan y = at x +
b dapat diperoleh nilai konstanta-boltzmann
sebagai konstanta pembanding. Dari data juga
dapat diketahui KSR yaitu hasil perbandingan
antara konstanta Boltzmann hasil percobaan
B. Penurunan Suhu dan hasil grafik, ternyata KSR yang diperoleh
cukup besar. selain itu nilai emisivitas dari
benda tidaklah memenuhi e = 1. Hal ini
menandakan bahwa benda yang digunakan
bukanlah benda hitam yang sempurna.
Perbedaan nilai yang cukup besar pada
nilai konstanta stefan boltzmann dan nilai
emisivitas tentunya dipengaruhi oleh data
tegangan yang diperoleh ketika praktikum.
Benar adanya ketika suhu dinaikan maka
tegangannya pun ikut naik, hanya saja nilai
tegangan yang muncul pada mikrovoltmeter
V. Kesimpulan
Dari praktikum mengenai Konstanta
Stefan Boltzmann dapat disimpulkan bahwa:
1. Praktikan dapat memahami teori radiasi
Stefan Boltzmann (black body) yang
menyatakan bahwa daya total persatuan
luas yang dipancarkan pada semua
frekuensi oleh suatu benda hitam panas,
Itotal (intensitas radiasi total), adalah
sebanding dengan pangkat empat dari
suhu mutlaknya
2. Praktikan dapat menentukan nilai
konstanta Stefan Boltzmann yang
didapat dari nilai tegangan yang
dikonversikan menjadi nilai daya.
Adapun nilainya untuk penaikan dan
penurunan suhu masing-masing adalah
7,7254x10-9 Watt/m2K4 dan
1,04781x10-8 Watt/m2K4.
3. Praktikan dapat menetukan nilai
emisivitas dari benda hitam yang
digunakan dalam percobaan.

Daftar Pustaka
[1]. Ato. 2008. Materi 23 : Radiasi Benda
Hitam.
Informasi diperoleh dari:
https://atophysics.files.wordpress.com/2
008/11/materi-23.pdf (diakses pada 13
Juni 2016, 18.31 WIB)
[2]. Nurun Nayiroh, M.Si..2014. Teori
Kuantum Radiasi (Dualisme Partikel
dan Gelombang). UIN Malang.
Informasi diperoleh dari:
http://nurun.lecturer.uin-
malang.ac.id/wp-
content/uploads/sites/7/2014/09/Materi-
ke-4-Teori-Kuantum-Radiasi1.pdf
(diakses pada 12 Juni 2016 , 18.25
WIB)