Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PAPER

PENGANTAR FISIKA ZAT PADAT


TEORI PITA ENERGI

Disusun oleh :

1. Melany Putri (140310130029)

2. Lisa Putri Kusuma (140310130039)

DEPARTEMEN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2016
Model elektron bebas yang dijelaskan pada Bab 5, dapat memberikan penjelasan yang
baik terhadap kapasitas panas dan hambatan listrik bahan logam. Namun demikian, seiring
dengan perkembangan teknologi dan penemuan berbagai bahan yang memiliki sifat listrik
yang berbeda-beda, model ini tidak memberikan penjelasan yang jelas terhadap berbagai
hasil percobaan seperti perbedaan besar konduktivitas atau resistivitas pada logam
(konduktor), semikonduktor dan isolator. Nilai konduktivitas bahan berada pada rentang 108
-1m-1 untuk jenis konduktor sampai dengan 10-16 -1m-1 untuk bahan isolator. Rentang
yang cukup lebar dari nilai resisivitas ini perlu dikaji lebih detail dan tidak bisa diterangkan
hanya dengan model elektron bebas seperti pada Bab 5. Pada bab ini akan dibahas beberapa
keadaan elektron dalam kristal yang dapat menjelaskan berbagai keadaan zat padat. Model
atau teori yang paling cocok untuk menjelaskan rentang yang cukup lebar dari nilai
resistivitas bahan disebut teori pita energi.

1. Konsep Pita Energi


Hal yang paling sederhana yang menyebabkan model elektron bebas tidak dapat
menjelaskan rentang yang lebar dari nilai resistivitas bahan adalah dikarenakan
penyederhanaan tentang keadaan atom/kristal beserta perilaku elektron valensi. Menurut
model elektron bebas, atom/kristal tidak memiliki energi potensial yang dapat
menghalangi pergerakan elektron valensi sehingga elektron valensi ini bebas bergerak
dalam kristal dan hanya dibatasi oleh permukaan kristal itu sendiri. Tetapi pada
kenyaataannya, energi potensial pada suatu atom/kristal merupakan fungsi posisi
elektron yang dapat bernilai 0 sampai dengan tak hingga tergantung dari jenis bahannya.
Artinya, nilai energi potensial ini bergantung pada posisi elektron tersebut di dalam
kristal diukur relatif terhadap inti atom. Di samping itu, energi potensial itu juga
mungkin timbul akibat adanya elektron-elektron konduksi lainnya di dalam kristal itu.
Jadi keadaan energi potensial yang sebenarnya di dalam kristal adalah sangat komplek.
Oleh karena itu, beberapa pendekatan dilakukan untuk menjelaskan perilaku dan keadaan
elektron bebas dalam kristal.

Salah satu pendekatan untuk menjelaskan perilaku dan keadaan elektron bebas
dalam kristal itu adalah bahwa energi potensial dari atom-atom dalam kristal merupakan
fungsi yang periodik dengan perioda sebesar konstanta tertentu. Asumsi ini juga
menganggap bahwa energi potensial akibat elektron-elektron lainnya dalam kristal selain
elektron valensi adalah konstan. Energi potensial yang periodik itu merupakan landasan
dari teori pita energi dalam zat padat. Selanjutnya, perilaku elektron di dalam potensial
ini dijelaskan menjabarkan fungsi gelombang elektron dengan menggunakan pendekatan
satu elektron. Fungsi gelombang ini mengambarkan kemungkinan gerak elektron di

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
dalam energi potensial listrik periodik tertentu yang kemudian dapat secara langsung
diketahui daerah-daerah yang dapat diduduki oleh elektron dan yang dilarang untuk
diduduki oleh elektron ini. Daerah-daerah tersebut kemudian digambarkan sebagai pita-
pita energi dan celah energi yang masing-masing menggambarkan daerah yang dapat
diduduki dan tidak dapat diduduki oleh elektron.

Untuk memahami teori dan konsep pita energi, perlu dipelajari teorema dan fungsi
Bloch, model Kronig-Penney dan model elektron hampir bebas.

2. Teorema dan Fungsi Bloch


Salah satu bagian penting dari teori pita energi yang dapat menyempurnakan
bahasan perilaku elektron dalam kristal adalah munculnya besaran energi potensial yang
dapat membatasi pergerakan dari elektron. Felix Bloch adalah ilmuwan swiss yang
mencetuskan gagasan adanya potensial periodik dan memodifikasi fungsi gelombang
elektron bebas dengan fungsi potensial periodik tersebut. Bloch menyelesaikan
persamaan gelombang Schrodinger dengan memasukkan syarat bagi fungsi potensial
U()yang memiliki sifat periodik seperti yang terdapat dalam kristal.

Persamaan Schrodinger untuk elektron yang bergerak dalam energi potensial yang
nilainya tetap (U0) dan satu dimensi dapat ditulis dalam bentuk persamaan berikut:

d2 (x) 2m
+ (E U0 )(x) = 0
dx 2 2

Sedangkan jika terdapat potensial periodik U()seperti yang digagas Bloch, maka bentuk
persamaan Schrodinger untuk satu elektron yang berada dalam potensial periodik
tersebut pada arah adalah sebagai berikut:

d2 () 2m
+ (E ())() = 0
dr 2 2

2 d2
[ + ()] () = E()
2m dr 2

Bloch menunjukkan bahwa solusi persamaan Schrodinger adalah fungsi gelombang yang
memiliki periodisitas kisi () yang dituliskan sebagai berikut:

() = ()eik

fungsi gelombang tersebut dinamakan fungsi Bloch. Fungsi tersebut harus memenuhi
syarat batas periodik yaitu:

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
( + a) = ()

dan

( + a) = ()

Dengan a adalah vektor translasi kisi. Ini berarti fungsi gelombang harus sama pada
titik-titik yang secara fisis adalah ekivalen dalam kisi kristal. Faktor eik dalam fungsi
Bloch adalah merupakan bentuk persamaan gelombang datar, dengan k adalah vektor
gelombang.

3. Model Kronig - Penney


Kronig- Penney memperkenalkan model sumur potensial kotak yang merupakan
potensial periodik yang dapat menyelesaikan persamaan Schrodinger dalam satu dimensi
berikut:

Gambar 6.1 Model sumur potensial kotak yang digagas oleh Kronig-Penney [Kittel, C., 2005,
Introduction to Solid State Physics, John Wiley and Sons, Inc, 8th edition, pp 168]
Sumur potensial persegi dengan Uo = 0 memiliki lebar a, dipisahkan oleh penghalang
energi yang lebarnya b dan tinggi Uo. Luas penghalang b Uo, berubah dari tak berhngga
sampai nol. Sebagian dari fungsi gelombang bergetar dalam kolam dan meluruh secara
eksponensial dalam penghalang.

Persamaan Schrodinger umum dapat dibagi menjadi dua bagian:


d2 (x) 2m
+ (E U0 )(x) = 0
dx 2 2

Untuk daerah 0 < x < a

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
d2 (x) 2m
+ (E)(x) = 0
dx 2 2

Untuk daerah -b < x< 0

d2 (x) 2m
+ (E U0 )(x) = 0
dx 2 2

Kedua persamaan di dua daerah tersebut berulang secara periodik diseluruh x. Untuk
memudahkan penulisan, dua buah besaran rill yang memiliki dimensi vektor gelombang
di lambangkan oleh dan sebagai berikut:

2m
2 = E
2

2m
2 = (U0 E)
2

Sehingga persamaan Schrodinger untuk dua daerah pada sumur potensial tersebut adalah
sebagai berikut:

Untuk daerah 0 < x < a


d2 (x)
+ 2 (x) = 0
dx 2
Untuk daerah -b < x< 0

d2 (x)
2 (x) = 0
dx 2

Bentuk penyelesaian dari persamaan ini adalah sebagai berikut:

Untuk daerah 0 < x < a


= eix + eix

Untuk daerah -b < x< 0

= eix + eix

Selanjutnya, dengan membuat asumsi penyederhanaan Uo dan b 0 sehingga hasil


kali dari Uob menjadi tertentu dan dapat disesuaikan dan periodisitas kisi menjadi a.

Dengan menggunakan syarat batas berikut :

(b < < 0) = (a < < + )

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
Maka diperoleh

A+B=+

i(A B) = (C D)

Pada x = a, maka dapat dirumuskan persamaan pada batas sumur potensial a dan b
sebagai berikut:

eia + eia = (eb + eb )eik(a+b)

(eia eia ) = (eb eb )eik(a+b)

Sehingga dapat dutuliskan kembali

2
[2 ] sinh b sin a + cosh b cosa = cos k(a + b)
2

ba
Dengan penyederhanaan kasus Uo , b 0 dan >> , b << 1 serta P = 2 2

diperoleh bentuk persamaan:

P
sin a + cos a = cos ka
a


Dengan k = a dapat digambarkan bentuk grafik untuk menggambarkan persamaan

tersebut sebagai berikut:

P
sin a + cos a
a

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
P
Gambar 6.2 Grafik fungsi persamaan a sin a + cos a = cos ka dari model sumur potensial kotak
yang digagas oleh Kronig-Penney [Kittel, C., 2005, Introduction to Solid State Physics, John
Wiley and Sons, Inc, 8th edition, pp 170]

Nilai dari cos ka yang dapat diselesaikan adalah cos ka = 1, sehingga persamaaan
untuk grafik yang memiliki niai lebih dari 1 atau kurang dari -1, maka grafik tersebut
tidak akan memiliki bentuk penyelesaian. Dengan kata lain daerah pada Gambar 6.2
yang berada diatas 1 atau di bawah -1 adalah daerah terlarang yang kemudian disebut
sebagai band gap. Sedangkan daerah diantara 1 dan -1 adalah daerah yang diperbolehkan
terdapat elektron didalamnya.

4. Model Elektron Hampir Bebas


Struktur pita energi pada kristal biasanya digambarkan oleh model elektron
hampir bebas. Model ini menggambarkan bahwa didalam kristal terdapat potensial
periodik yang sangat lemah yang berasal dari ion pusat. Berbeda dengan model elektron
bebas yang menganggap tidak terdapat potensial periodik dalam kristal, keberadaan
potensial periodic lemah pada model elektron hampir bebas ini, dapat menggambarkan
hampir seluruh perilaku elektron dalam logam.
Keberadaan energi gap pada kristal menyebabkan munculnya propagasi gelombang yang
menghasilkan orde persamaan gelombang yang memperbolehkan elektron berada.
Gambar 6.3 memperlihatkan perbedaan grafik antara model elektron bebas dan model
elektron hampir bebas yang memunculkan dua pita gelombang hasil dari propagasi
gelombang pada kristal.

Gambar 6.3 Grafik fungsi persamaan gelombang terhadap energi untuk model elektron bebas (a)
dan model elektron hampir bebas (b) [Kittel, C., 2005, Introduction to Solid State Physics,
John Wiley and Sons, Inc, 8th edition, pp 164].

Daerah diantara + a dan a dinamakan daerah Brillouin pertama pada kisi kristal.

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
Penggambaran daerah daerah Brillouin dan daerah daerah propagasi menghasilkan
daerah-daerah yang dilarang dan diperbolehkan pada kristal. Perbedaan lebar daerah
daerah yag dilarang untuk ditempati elektron (energi gap) ini menghasilkan
pengelompokkan kristal menjadi bahan konduktor, semikonduktor dan isolator.Bahan
dengan kelompok konduktor tidak memiliki energi gap atau memiliki energi gap yang
kecil sekali sehingga nilai konduktivitasnya dapat lebih besar dari 105 ohm-1m-1.
Untuk bahan semikonduktor, besarnya energi gap sekitar 1 eV dengan nilai konduktivitas
adalah 10-5 ohm-1m-1 105 ohm-1m-1. Untuk bahan isolator, besarnya energi gap
sekitar 6 eV dengan nilai konduktivitas adalah lebih kecil dari 10-5 ohm-1m-1.

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
Daftar Putaka

Risdiana, Dr, M Eng. 2013. Diktat Fisika Zat Padat. Departemen Fisika Universitas
Padjadjaran. Jatinangor

Paper Teori Pita Energi


Disusun oleh Melany Putri (140310130029) dan Lisa Putri Kusuma (140310130039)
Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran