Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Inkubator Labolatorium.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Peralatan Labolatorium Klinik
Dasar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Yogyakarta, 19 Desember 2016

Penyusun,

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. 1

DAFTAR ISI.............................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang............................................................................... 3
B. Rumusan Masalah........................................................................... 3
C. Tujuan............................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Inkubator Labolatorium............................................ 4


B. Bagian Inkubator Labolatorium ................................................... 4
C. Type Inkubator Labolatorium....................................................... 5
D. Cara kerja Inkubator Labolatorium.................................................. 5
E. Fungsi Inkubator Labolatorium ........................................................ 6
F. Cara Kalibrasi Inkubator Labolatorium...................................... 6
G. Menghidupkan Inkubator Labolatorium..................................... 6
H. Cara mematikan Inkubator Labolatorium................................... 7
I. Cara perawatan Inkubator Labolatorium.................................... 7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................ 8

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyebab tidak tahan lamanya makanan adalah terdapatnya bakteri pembusuk dalam
makanan tersebut, dalam kondisi udara terbuka (temperatur ruang tinggi, misalnya 30C)
perkembangbiakan bakteri terjadi sangat cepat akibatnya makanan menjadi cepat busuk.
Berdasarkan penelitian perkembangbiakan ini bisa dihambat (diperlambat) jika temperatur
ruang diturunkan. Perkembangbiakan bakteri yang signifikan ini ternyata ketika
temperatur ruang diturunkan dibawah 10C menjadi sangat lambat. Dengan demikian
proses pembusukan makanan dapat diperlambat juga. Maka dibuatlah suatu alat yang
berfungsi untuk menjaga/ mengkondisikan temperatur untuk menjaga makanan tersebut
sehingga bisa bertahan lebih lama(Anonim, 2011).

B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud Inkubator Labolatorium ?
2. Apa fungsi Inkubator Labolatorium ?
3. Bagaimana cara kerja kerja Inkubator Labolatorium ?
4. Bagaimana cara kalibarasi Inkubator Labolatorium ?
5. Bagaimana cara penggunaan Ikubator Labolatirum ?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian inkubator labolatorium.
2. Mengetahui fungsi inkubator labolatorium.
3. Mengetahui cara kerja d inkubator labolatorium.
4. Mengetahui cara kalibarasi Inkubator Labolatorium.
5. Mengetahui cara penggunaan Ikubator Labolatirum.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Inkubator Labolatorium

Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang
terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, dan
pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan
suhunya saat pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang
ada di dalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya
kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup
saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu.Prinsip kerja dari
incubator adalah menginkubasi dengan menggunakan suhu tertentu dalam keadaan diam.

Inkubator sederhana berbentuk kotak dengan pemanas disesuaikan, biasanya naik


ke 60 sampai 65 C (140-150 F), meskipun beberapa incubator bisa memiliki suhu yang
sedikit lebih tinggi (umumnya tidak lebih dari 100 C). Yang paling umum digunakan
adalah incubator untuk bakteri seperti E. coli sering digunakan serta untuk sel mamalia
adalah sekitar 37 C, sebagai organisme ini tumbuh baik di bawah kondisi seperti itu.
Untuk organisme lain yang digunakan dalam eksperimen biologi, seperti Saccharomyces
cerevisiae ragi pemula, suhu pertumbuhan 30 C adalah optimal. Inkubator yang lebih
rumit juga dapat mencakup kemampuan untuk menurunkan suhu (melalui pendinginan),
atau kemampuan untuk mengendalikan kelembaban atau tingkat CO2. Hal ini penting
dalam budidaya sel mamalia, dimana kelembaban relatif biasanya> 95% dan pH yang
agak asam dicapai dengan mempertahankan tingkat CO2 dari 5%.
Kebanyakan inkubator menggunakan timer, beberapa juga dapat diprogram untuk
siklus melalui temperatur yang berbeda, tingkat kelembaban, dll Inkubator dapat
bervariasi dalam ukuran dari meja ke unit-unit ukuran kamar kecil.
B. Bagian-bagian Inkubator
Bagian-bagian dari incubator adalah:

1. Pintu incubator
2. Tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu yang diperlukan

4
3. Rak incubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan di
inkubator (Anonim, 2011).

Gambar B.1 Inkubator Labolatorium

C. Type Inkubator

Tipe lain inkubator berdasarkan kegunaannya secara khusus menurut Collins et al.
(2004) adalah:

1. Shaker incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
2. Cooled incubator; inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
3. CO2 incubator; inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
4. Automatic temperature change incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengatur
perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain
saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap.
5. Portable incubator; inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan
untuk mikrobiologi lingkungan.
6. Incubator room; suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan
keperluan dan syarat mikrobiologisnya (Collins, 2004).
D. Cara Kerja Inkubator

Cara kerjanya inkubator adalah sebagai berikut:

5
1. Hubungkan kabel power ke stop kontak.
2. Putar tombol power ke arah kiri (lampu power hijau menyala).
3. Atur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set.
4. Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebeklah kanan atas tombol set
hingga mnencapai suhu yang di inginkan.
5. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set.
6. Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa
menit (Dahlia, 2011).

E. Fungsi Inkubator Labolatorium

Fungsi Alat :

1. Mengontrol suhu, kelembaban, dan kondisi yang mikrobiologikal (dalam


mikrobiologi)
2. Digunakan untuk mengatur suhu lingkungan suatu objek pengamatan (dalam
bioteknologi).

F. Cara Kalibrasi Inkubator Labolatorium.

1. Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum memulai bekerja.
2. Bila penyimpangan suhu melebihi 20 , maka pengaturan suhu perlu di setel kembali.
3. Bagian dalam inkubator dan rak harus dibersihkan secara teratur dengan disinfektan.

J. Cara Menghidupkan Inkubator Labolatorium


1. Untuk mengoperasikan inkubator. Colokan kabel inkubator ke dalam stop kontak
yang mengandung aliran listrik.
2. Siapkan sempel yang akan diinkubasi ke dalam rak yang terdapat di dalam inkubator
kemudian tutup pintu inkubator.
3. Jika persiapan sempel sudah selesai, tekan tombol POWER pada posisi ON maka alat
akan menyala dan ditandai dengan display yang menyala.

K. Cara Penggunaan Inkubator Labolatorium


1. Siapkan sempel yang akan di inkubasikan, letakan dalam rak yang terdapat di dalam
inkubator tersebut.

6
2. Set TIMER dengan memutar tombol TIMER sesuai waktu yang diinginkan, di set
awal per 10 jam, jadi jika ingin menginkubasikan selama 24 jam putar tombol pada
posisi 2 lebih 4 strip.
3. Untuk set suhu tekan tanda (<) kemudian digit hijau akan berkedip. Naikan atau
turunkan dengan menekan tombol (^/v) kemudian tekan MD (enter). Catatan : SV :
digit hijau adalah suhu yang diinginkan sementara PV : digit merah, suhu yang ada
sekarang.

L. Cara Mematikan Inkubator Labolatorium.


1. Bila inkubasi telah selesai, matikan alat dengan cara menekan kembali tombol
POOWER pada posisi OFF.
2. Lepaskan colokan pada sumber daya listrik.

j. Cara Perawatan Inkubator Labolatorium.


1. Untuk perawatan bersihakan alat dengan kain lap bersih atau kain lap yang di basahi
air kemudian lap dengan kain kering setiap selesai digunakan.
2. Rak dapat di lepas, agar memudahkan untuk membersihkan dengan cara di tarik.

7
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan.

Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu
yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur
suhu, dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula
perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula
keseragaman suhu yang ada di dalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen
pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa
model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi
penurunan suhu.Prinsip kerja dari incubator adalah menginkubasi dengan menggunakan
suhu tertentu dalam keadaan diam

8
DAFTAR PUASTAKA

[1]. http://dhevinka.blogspot.co.id/2014/10/laporan-praktikum-teknik-
laboratorium.html

[2]. http://https//alatalat-labolatori.blogspot.co.id/2016/01/kegunaan-
inkubator.html?m=1

[3]. https://alatalatlab.wordpress.com/tag/inkubator-incubator/

9
MAKALAH

PERALATAN LABOLATORIUM KLINIK DASAR

Dry Oven

NAMA : ALFIA KHAIRINA


NIM : 20153010003
KELAS : TEM A

LABOLATORIUM ELEKTROMEDIK

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROMEDIK

PROGRAM VOKASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2016

10
11

Anda mungkin juga menyukai