Anda di halaman 1dari 2

www.inilah.

com
HOME
POPULER
INDEKS
Pasar Modal | Ekonomi | Nasional | Metropolitan | Bola |
Olahraga | Teknologi | Hiburan | Gaya Hidup | Dunia |
Ramadhan | Mozaik
GAYA HIDUP
twitterfacebook
Minggu, 17 Februari 2008 | 10:21 WIB
Meringankan Asma dengan Pijat

Oleh:
facebook facebook
Meringankan Asma dengan Pijat

INILAH.COM Jakarta " Penyakit asma berasal dari kata asthma, diambil dari bahasa Yunani yang
berarti sukar bernapas. Penyakit asma dikenali karena adanya gejala sesak napas, batuk dan mengi
yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas. perkembangan anak.
Penyebabnya banyak, tetapi yang paling sering adalah alergi. Faktor pemicu penyakit asma antara
lain adalah debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, dan asap obat
nyamuk.Penyakit ini banyak terjadi pada anak,dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan
perkembangannya.
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap
asma, dan 225 ribu orang meninggal karena asma pada 2005. Hasil penelitian pada tahun sama
menunjukkan, di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari 4,2% menjadi 5,4 %.
Penyakit asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini hanya berfungsi
menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol penyakit asma, penderita bisa bebas dari gejala
penyakit asma yang mengganggu sehingga dapat menjalani aktivitas hidup sehari-hari
Selain ditandai dengan gejala sesak nafas, nafas berbunyi (mengi), serta batuk-batuk disertai
cairan lendir, penderita asma biasanya juga sedikit rewel (mudah tersinggung). Menurut
kepercayaan yang kaprah di masyarakat, asma merupakan penyakit keturunan. Oleh karenanya
bila anda menderita penyakit yang memiliki tanda-tanda seperti di atas, seyogyanya
memeriksakan diri ke dokter.
Beberapa pengalaman menyatakan, daging kelelawar yang dimasak dengan ramuan jahe, lada,dan
asam merah dipercaya dapat mengobati asma. Bahkan di beberapa daerah dijual sebagai obat
asma. Misalnya di kawasan Ciputat, Tangerang, di Bantul, di daerah Imogiri, Yogyakarta. Apalagi
jika mendapatkan hati dan empedunya, lalu diteteskan kecap kemudian ditelan, akan lebih
mujarab.
Di luar semua itu, pijat juga dapat meringankan penderita asma. Pemijatan dilakukan saat
penderita mengalami serangan sesak nafas. Caranya sebagai berikut.
1. Posisi pasien harus telungkup, sedikit miring ke kiri.
2. Pemijatan pada punggung dimulai dari pinggang sampai di batas atas punggung (belikat).
3. Posisi tangan pasien ke bawah, lalu angkat ke punggung. Lakukan pemijatan di sela belikat dan
rusuk. Pijatan ini bertujuan mengeluarkan kotoran cairan lendir yang membuat penyempitan pada
pipa pernafasan (diafragma).
4. Pemijatan di bagian leher ditekankan pada titik limphatik agar kotoran racun keluar, dan
kotoran cairan lendir tersalurkan melalui pembuangan.
Pemijatan ini dilakukan khusus ketika anda terserang sesak nafas. Untuk perawatan rutin ada
sejumlah panti pijat tunanetra yang membantu, antara lain di Santa, Kebayoran Baru, kemudian di
Jl Pegambiran Rawamangun, atau di Jl Kesehatan,Tanah Abang. Perawatan pijat untuk asma
cukup dilakukan seminggu sekali.
Jamu-jamu pahit seperti rebusan brotowali, sambiroto, dan jamu rebus akan membantu air empedu
(air limphasid) membuang dan, menyalurkan kotoran racun dari tubuh dan dibuang melalui
saluran pembuangan. Dengan cara itu anda akan ringan dari serangan sesak nafas.
Ada beberapa hal yang perlu dijaga jika anda penderita asma. Pertama, berat badan hendaknya
diseimbangkan dengan tinggi badan. Kedua, olahraga pernafasan seperti senam pernafasan, atau
jalan kaki Waitankung. Olahraga minimal seminggu tiga kali.
Jangan menyantap makanan berminyak, jangan makan nanas, jangan merokok, istirahat cukup
serta pola hidup yang baik dan benar.(Dhn) ***
facebook facebook

Close

0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut


Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Kembali ke atas
Copyright 2008 - 2015 inilah.com, All rights reserved inilah.com