Anda di halaman 1dari 5

A.

Deskripsi Singkapan

5
m

10m

Pengamatan singkapan dilakukan di daerah Gandasuli yang beradadi sebelah kiri jalan di
dekat jembatan. Pengamatan dilakukan pada Minggu, 14 Desember 2014, pukul 07.45 WIB.
Cuaca pada saat pengamatan mendung. Aliran sungai mengalir dari timur ke barat dan
termasuk kedalam tipe sungai dewasa. Singkapan yang diamati memiliki dimensi 10x5 meter
dengan keadaan batuan yang cukup lapuk terdiri dari batupasir kasar dan batupasir halus,
pada singkapan nampak terlihat adanya sesar minor, struktur silang-siung dan struktur
laminasi.Selain singkapan yang diamati dilakukan pula pengukuran shear dengan arah N 650
E. Pengambilan data shear ini dilakukan sepanjang 30 meter.

B. Pembahasan Perhitungan
Berdasarkan scanline yang dilakukan pada batuan yang ada di daerah
Gandasuli,Purbalingga didapatkan nilai rating dari parameter-parameter yang
menentukan Rock Mass Rating (RMR) atau sifat masa batuan seperti pada tabel dibawah
ini :

1. Intact Rock UCS , Mpa


Rating atau bobot dari Uniaxial Compressive Strength (UCS) yang didapatkan
sebesar 4 berada pada rentang 25-50, hal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan
batuan utuh (intact rock) berada pada level sedang (average) karena nilai UCS nya
sebesar 25-50.Nilai UCS sendiri merupakan besarnya tekanan yang harus diberikan
sehingga membuat suatu batuan pecah ketika ditekan dari satu arah.

2. Rock Quality Designation (RQD %)


Rating atau bobot dari RQD % sebesar 20 berasal dari rata-rata yang didapat dari
besarnya nilai RQD % tiap jarak 5 meter dari total panjang scanline 30 meter.
Perhitungan RQD% didapatkan dengan cara menghitung jarak tiap terdapatnya
fracture-fracture dibagi dengan total panjang scanline.
Berdasarkan nilai RQD% sebesar 99,067% maka termasuk kedalam rating 20 yang
menunjukkan bahwa kualitas dari batuannya sangat baik (excellent).

3. Mean Fracture Spacing (Jarak antar (spasi) kekar)


Jarak antar (spasi) kekar didefinisikan sebagai jarak tegak lurus antara dua kekar
berurutan sepanjang garis pengukuran yang dibuat sembarang.Pada perhitungan nilai
RMR , parameter jarak antar (spasi) diberi bobot berdasarkan nilai spasi kekarnya .
Dan berdasarkan pengamatan di lapangan jarak antar (spasi) kekarnya berada di
rentang 0.6- 2 meter sehingga diberi bobot 15 yang menunjukkan bahwa jaraknya
lebar (wide).

4. Fracture Conditions ( Kondisi kekar)


Kondisi dari kekar yang terdapat pada singkapan batuan tersebut adalah terbuka
(open) kurang dari 1 mm sehingga nilai ratingnya sebesar 25.

5. Groundwater State
Debit aliran airtanah dan tekanan airtanah akan mempengaruhi kekuatan masa
batuan. Kondisi airtanah yang ditemukan pada saat pengukuran kekar adalah basah
(wet) melihat dari keadaan singkapan yang berada di samping sungai ,sehingga nilai
ratingnya sebesar 7 yang termasuk dalam kondisi umum tekanan air pada kekar
sekitar 0.1-0.2 seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini

6. Fracture Orientation (Orientasi Kekar)


Orientasi dari kekar yang terdapat pada singkapan adalah unfavourable atau
merupakan factor yang tidak menguntungkan sehingga termasuk kedalam nilai rating
-15.Parameter ini merupakan parameter tambahan untuk Rock Mass Rating (RMR).

Dari penjumlahan nilai rating atau bobot semua parameter-parameter diatas yaitu
(4+20+15+25+7+(-15)) maka didapatkan nilai total Rock Mass Rating (RMR)
sebesar 56 sehingga dapat diketahui kelas dari masa batuan,dan juga perkiraan kohesi
dan sudut geser dalam untuk tiap kelas masa batuan seperti tabel dibawah ini
Berdasarkan nilai total RMR sebesar 56, maka sesuai dengan tabel kelas massa
batuan , kohesi dan sudut geser dalam menurut (Bieniawski, 1989) termasuk kedalam
rating 60-41 dengan kelas massa batuan nya sedang, kohesi 200-300 kPa, dan sudut
geser dalamnya 23o-35o