Anda di halaman 1dari 3

ANALISA KUANTITATIF KADAR SULFAT DALAM AIR SECARA

SPEKTROFOTOMETRI

I. MAKSUD DAN TUJUAN


1.1 Maksud
Agar praktikkan dapat mengetahui kadar sufat didalam air contoh uji dengan
cara spektrofotometri.
1.2 Tujuan
1) Untuk mengetahui jumlah kadar sulfat di dalam air contoh uji
2) Untuk mengetahui pengaruh adanya ion sulfat di dalam air untuk air
proses basah tekstil.
II. PRINSIP
Mereaksikan ion sulfat yang ada di dalam sampel air dengan larutan BaCl2,
sehingga terbentuk suspensi BaSO4. kekeruhan yang dihasilkan diukur dengan
spektrofotometri pada panjang gelombang 420 nm.
III. TEORI DASAR
3.1 Sulfat
Sulfat merupakan sejenis anion poliatom dengan rumus SO42- yang memiliki
massa molekul 96,06 satuan massa atom. Ion sulfat terdiri dari atom pusat sulfur yang
dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahedral. Ion sulfat bermuatan
negatif dua dan merupakan basa konjugat dari ion hidrogen sulfat (bisulfat), HSO4-,
yang merupakan basa konjugat dari asam sulfat, H2SO4 (Aprianti, 2008)
Dalam proses basah tekstil, ion SO42-, merupakan anion yang dapat
menyebabkan kesadahan yang bersifat tetap sehingga kandungan sulfat yang
berlebih, harus dihilangkan.
3.2 Penentuan Kadar Sulfat Secara Spektrofotometri
Cara untuk mendeteksi kandungan sulfat dalam air dapat dilakukan
dengan mempergunakan alat spektrofotometer (uji kuantitatif). Pengujian
dengan spektrofotometer akan mengukur absorban larutan melalui instensitas
warna larutan. Oleh karena itu, sampel yang akan digunakan harus jernih agar
tidak mengganggu proses pembacaan absorban pada spektrofotometer. (Astuti,
et al., 2016)
Penentuan kadar sulfat dilakukan dengan cara mengendapkan ion
sulfat oleh barium klorida dalam suasana asam menjadi barium sulfat yang
mempunyai bentuk kristal sama besar dan dengan menggunakan alat
sektofotometer pada panjang gelombang 420 nm setelah 2-10 menit
penambahan kristal barium klorida.
IV. ALAT DAN BAHAN
4.1 Alat
1) Labu ukur
2) Pipet ukur
3) Filler
4) Pipet tets
5) Spektrofotometer
6) beaker glass
4.2 Bahan
1) BaCl2
2) Air contoh uji
3) Larutan pereaksi kondisi
V. CARA KERJA
1) Pipet 25 ml air contoh uji kedalam labu ukur
2) Tambahakan pereaksi kondisi sebanyak 5 ml
3) Tambahkan 5 gram kristal barium clorida
4) Kocok dengan cepat selama 1 menit
5) Ukur nilai absorbansi dengan menggunakan alat spektrofotometer pada
panjang gelombang 420 nm
6) Pengukuran setelah 3 menit tetapi tidak melebihi 10 menit

VI. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


6.1 Data Pengamatan

no X y xy x2
1 2,5 0,081 0,2025 6,25
2 5 0,210 1,05 25
3 7,5 0,253 1,897 56,25
4 10 0,340 3,4 100
5 12,5 0,401 5,012 156,25
37,5 1,285 11,5615 343,75
6.2 Perhitungan
(xy)()()
a= ( 2 )()2
5(11,5615)(37,5)(1,285)
= 5(343,75)(37,5)2

57,807548,1875
= 1718,751406,25
9,62
= 312,5
= 0,3078
(y) ( 2 )()(x)
b= ( 2 )()2
(1,285)(343,75)(37,5)(11,5615)
=
5(343,75)(37,5)2

441,7187433,556
= 1718,751406,25
8,1627
= 312,5
= 0,026

Y = ax + b
0,104 = 0,3078x + 0,026
0,3078x = 0,104 0,026

0,078
x = 0,3078
= 0,25 ppm

VII. PEMBAHASAN