Anda di halaman 1dari 22

DESAIN DATABASE MENGGUNAKAN MODEL DATA REA

A. Pengertian Database

Pengertian database menurut James A Hall

Database adalah adanya pemahaman bahwa data perusahaan harus menunjang


kebutuhan informasi semua pengguna dalam organisasi tersebut. Karena itu satu aspek
penting dalam pemodelan data adalah membuat suatu model yang diyakini
mencerminkan realitas organisasi

Pengertian Database menurut Romney dan Steinbart

Menurut Romney dan Steinbart dan staibart database adalah program komputer khusus
yang mengelola dan mengendalikan data serta peralatan lainnya, yaitu antara lain data
program aplikasi.

B. Proses Desain Database

Dalam sebuah sistem informasi akuntansi kita harus menyediakan database yang
handal karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah panduan yang penting untuk
mencari informasi. Guna database yang relevan itu untuk analisis biaya dan perencanaan
pajak yang dilakukan pada sebuah organisasi. Berikut adalah langkah-langkah untuk
mendesain database seperti gambar di bawah ini :
Analisis sistem

Pemodelan Data

terjadi di sini
Desain
konseptual

Desain fisik

model data digunakan


Implementasi
disini dan konversi

Operasi dan
pemeliharaan

Gambar : Proses Desain database

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa tahap-tahap proses desain database
dimulai dari tahap analisis sistem, dimana pada tahap ini kita mulai dari perencanaan
awal yang gunanya untuk untuk kebutuhan para pengguna (user) untuk merancang
sistem yang baru. Tahap analisis sitem mempertimbangkan tentang kebutuhan pengguna,
menjelaskan segala aspek mengenai sistem baru yang akan diajukan. Kemudian dalam
analisis sistem diperlukan informasimengenai jumlah pengguna dan volume transaksi
yang diharapkan yang dapat digukanan untuk pengambilan keputusan awal yang dapat
digunakan untuk kebutuhan perangkat, baik perangkat keras atapun perangkat lunak.
Tahap kedua yaitu desain konseptual, mengembangkan uraian penalaran dari sistem
yang diusulkan untuk menentukan berbagai alternative pemenuhan kebutuhan pengguna
sistem, mengembangkan skema logis untuk sistem yang baru pada tingkat konseptual.
Agar tujuan sistem dapat tercapai batas-batas sistem baru harus komprehensif. Jika batas-
batas terlalu luas proyek pengembangan sistem akan menjadi sangat luas dan akibantya
adalah pengimplementasian sistem baru sangat sulit diterapkkan. Adanya tim kerja yang
mendesain batas-batas sistem dapat mengupayakan agar prosedur-prosedur sistem
lamatidak terlalu banyak yang dirubah.
Tahap ketiga yaitu, desain fisik. Pada tahap ini kita harus membuat secara jelas
mengenai desain sistem secara tertulis. Selain itu desain fisik itu dapat diartikan sebagai
penentuan fisik dari komponen-komponen sebuah sistem informasi akuntansi. Desain
fisik biasanya dapat berupa desain inputdesain file databasedesain inputdesain
programdesain Prosedur
Tahap keempat yaitu tahap implementasi dan konversi segala aktifitas yang terkait
dengan pentransferan data dari sistem yang sudah ada sebelumya ke sistem informasi
akuntansi database yang baru, dari menguji sistem baru sampai pada melatih karyawan
agar para pegawai mengerti menggunakannya. Kegiatan konversi itu dapat diartikan
sebagai perubahan dari sistem yang lama ke sistem yang baru, biasanya konversi tersebut
mencakup perangkat lunak, perangkat keras, file data,prosedur-prosedur.
Tahap kelima yaitu operasi dan pemeliharaan, salah satu cara pengembangan sistem
adalah mengoperasikan dan memelihara sistem baru. Untuk memastikan agar sistem
baru telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, tim kerja harus melakukan
evaluasi. Selain itu melakukanpengawasan terhadap kinerja sistem dan kepuasan
pengguna untuk menentukan kebutuhan untuk membuat peningkatan modifikasi sistem.
Para akuntan diharapkan agar dapat berpartisipasi dalam setiap proses desain database
dimana para akuntan tersebut dapat membatu dalam hal pengevaluasian proyek dan
mengidentifikasi kebutuhan informasi para penguna. Selain itu para akuntan dibutuhkan
untuk menguji ketepatan database yang baru. Sehubungan dengan itu para akuntan
banyak yang menjadi pengguna regular dari database bahkan mereka memiliki tanggung
jawab atas manajemennya yang di karenakan sering berpartisipasi.
C. Pemodelan data
Pemodelan data menurut Romney dan Steinbart adalah : Proses menjelaskan sebuah
database, sehingga ia dengan jujur merepresentasikan seluruh aspek organisasi,
termasuk interaksinya dengan lingkungan eksternal
D. Diagram Hubungan- Entitas
Menurut Romney dan Steinbart diagram hubungan-entitas (entity-relationship- E-R
diagram) adalah : Sebuah teknik grafis untuk menggambarkan sebuah skema
database.
Menurut para ahli :
Brady dan Loonam (2010), diagram hubungan entitasadalah : Teknik yang digunakan
untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh sistem analisis
dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan sistem.
Whitten and Bentley (2007 : 271), diagram hubungan entitas adalah : sebuah diagram
yang menggambarkan data dalam bentuk entitas-entitas beserta hubungan yang
terbentuk antar data tersebut.

E. Pengertian Entitas

Entitas menurut Romney dan Steinbart adalah :apa pun mengenai apa yang organisasi
ingin kumpulkan dan simpan mengenai informasi. Sedangkan entitas menurut kami
adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data yang memiliki hubungan
antar segmen data mengenai peristiwa bisnis. Sebagai contoh :penjualan ke pelanggan
dan pengiriman dari pemasok.
Biasanya dalam sebuah database relasional tabel- tabel terpisah akan dibuat untuk
menyimpan informasi mengenai setiap entitas yang berbeda dalam diagram E-R
biasanya entitas digambarkankan sebagai segi empat.
Berikut ini diagram E-R menurut nugroho wijayanto :

1 M barang M disimpan M lokasi


pemasok memasok

Diagram E-R

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa simbol segi empat dapat dikatakan sebagai
entitas, dan simbol berlian dapat menunjukan hubungan. Simbol garis yang disertai
dengan angka 1 menunjukan hubungan satu dan hurum M menunjukan hubungan
banyak. Pada gambar diatas jelas bahwa setiap pemasok dapat memasok berbagai
jenis barang (hubungan 1 dan M), dan berbagai jenis barang dapat di simpan berbagai
lokasi (hubungan M dengan M).

F. Model data REA


Model data REA menurut Romney dan Steinbart adalah data yang digunakan untuk
mendesain database SIA. Ia mengandung informasi mengenai tiga jenis entitas yang
fundamental : sumber daya, peristiwa dan agen.
Model data REA menurut James A Hall adalah sebuah framework akuntansi untuk
memodelkan resources, events, dan agents yang penting dalam suatu organisasi dan
membuat garis hubungan/keterkaitan diantara ketiganya.

G. Tiga Jenis Dasar Entitas


Sumber daya yang didapatkan dan digunakan organisasi, peristiwa (aktivitas
bisnis) yang dijalankan organisasi, serta agen yang berpartisipasi dalam peristiwa ini
adalah tiga kategori yang berbeda dalam pengklasifikasian entitas, dari
mengklasifikasikan entitas inilah yang dinamai Model data REA .
1. Sumber Daya (resources) menurut Romney dan Steinbart adalah hal-hal yang
memiliki nilai ekonomis untuk organisasi.
Sumber Daya (resources) menurut James A Halladalah semua hal yang
memiliki nilai ekonomi terhadap perusahaan.
2. Peristiwa (event) menurut Romney dan Steinbart adalah berbagai aktivitas
bisnis mengenai informasi apa yang manajemen ingin kumpulkan untuk
perencanaan atau tujuan pengendalian.
Peristiwa (event) menurut James Hall adalah fenomena yang mempengaruhi
perubahan (baik peningkatan atau penurunan) resources seperi disajikan dalam
hubungan aliran persediaan (stock flow).
3. Agen (agents) menurut Romney dan Steinbart adalah orang dan organisasi
yang berpartisipasi dalam peristiwa dan mengenai bagi siapa informasi diperlukan
bagi perencanaan, pengendalian dan tujuan evaluasi.
Agen (agents) menurut James A Hall adalah orang-orang atau department yang
terlibat dalam economic events dan support events.

Menurut james hall diagram rancangan dasar sebuah diagram REA sebagai Berikut :

participate

External economic
agent
Stock flow
Economic Resource Economic event

Internal economic
agent

Duality participate

Gambar : Basic REA model

Economic Resource
Yang dimaksud dengan peristiwa ekonomi adalah semua hal yang
memiliki nilai ekonomi terhadap perusahaan. Secara definisi adalah semua
objek baik yang langka maupun yang masih berada dalam kendali
perusahaan.sumber daya biasanya digunakan dalam pertukaran ekonomi
dengan para rekan bisnis entah mengalami kenaikan atau penurunan akibat
pertukaran tersebut.
Economic Events.
Pemodelan REA mencakup dua peristiwa.. Yang dimaksud dengan
peristiwa ekonomi adalah fenomena yang mempengaruhi perubahan (baik
peningkatan atau penurunan) resources seperi disajikan dalam hubungan aliran
persediaan (stock flow) pada gambar diatas . Hal itu disebabkan oleh berbagai
macam aktivitas seperti penjualan produk ke pelanggan, penerimaan uang dari
pelanggan, dan pembelian bahan baku dari vendor. Economic events adalah
elemen sistem informasi yang sangat penting dan harus ditangkap secara
terpilah atau serinci mungkin supaya memberikan suatu database yang
lengkap.
Support events mencakup pengendalian (control), perencanaan, dan
berbagai aktivitas manajemen yang terkait dengan economic events, tetapi
tidak secara langsung memberi efek perubahan resources. Contoh support
events adalah (1) menentukan ketersediaan inventori untuk pelanggan sebelum
melakukan penjualan, (2) melakukan verifikasi terhadap informasi pendukung
(dengan melakukan pencocokan tiga dokumen/three-way-match) sebelum
melakukan pembayaran ke vendor, dan (3) melaukan pengecekan kartu kredit
sebelum memproses penjualan.

Agents.
Agen ekonomi adalah orang-orang atau department yang terlibat dalam
economic events dan support events. Mereka adalah pihak-pihak baik di dalam
maupun di luar organisasi yang memegang kebijaksanaan untuk memutuskan
akan menggunakan atau menolak dalam transaksi economic resources.
Masing-masing economic event terkait dengan setidaknya satu agent internal
atau satu agent eksternal yang terlibat dalam pertukaran/transaksi tersebut.
Peran masing-masing agent internal dan eksternal dengab pihak luar biasanya
terlihat jelas. Contohnya, dalam transaksi penjualan, agent internal adalah para
karyawan perusahaan dan eksternal agent adalah pelanggan. Namun, untuk
transaksi yang terjadi internal dalam perusahaan, peran agent internal dan
eksternal tidak begitu terlihat jelas. Kesepakatan atau konvensi dalam
pemodelan REA adalah menganggap transaksi semacam itu adalah seperti
transaksi penjualan. Contohnya, dalam proses pemindahan produk dari work-
in-process ke inventory barang jadi, maka karyawan bagian work-in-process
dianggap sebagai agent yang menjual produk ke karyawan bagian inventory
barang jadi. Jadi karyawan yang menyerahkan kendali dan mengurangi
resources (dalam hal ini karyawan bagian work-in-process) adalah internal
agent sedangkan karyawan yang baru memegang kendali dan menambah
resource (dalam hal ini adalah karyawan bagian inventory barang jadi) adalah
eksternal agent.

Agent internal dan eksternal juga terlibat dalam support events, namun
jenis pertukaran/transaksi yang terjadi adalah transaksi/pertukaran informasi
dan bukan economic resources. Contohnya, pelanggan (agent eksternal ) yang
mengecek harga produk menerima informasi dari karyawan penjualan (internal
agent), yang menyerahkan informasi. Dengan mengaitkan agents internal
dengan cara ini akan meningkatkan pengendalian dan memungkinkan
organisasi menilai berbagai tindakan yang diambil oleh para karyawannya.
Dualitas. Fitur semantik REA diturunkan dari komponen-komponen dalam
transaksi ekonomi. Dasar pemikiran dibalik transaksi ekonomi adalah bahwa
dua agents memberikan resource kepada yang lain dan dengan cara menukar
resource yang lain sebagai gantinya. Dalam realitanya, pertukaran tersebut
adalah sepasang economic events, yang disajikan melalui asosiasi dualitas.

H. Menyusun hubungan : Rancangan REA dasar


Pola dasar entitas ditentukan oleh sumber daya, peristiwa dan agen. Fitur-fitur
esensial dasar dari pola tersebut adalah sebagai berikut :
1. Setiap peristiwa ditautkan ke setidaknya satu sumber daya yang ia pengaruhi
2. Setiap peristiwa ditautkan ke setidaknya satu peristiwa lainnya
3. Setiap peristiwa ditautkan ke setidaknya dua agen yang berpartisipasi.
Pelaku
pelaku
internal
Sumber daya Arus Menerima
masuk sumber daya A
A
Pelaku
A pelaku
eksternal

Dualitas
ekonomi

pelaku
Pelaku
Sumber daya internal
Arus Memberi sumber
keluar daya B
B

pelaku Pelaku
internal

Gambar : rancangan REA standard

Pada gambar yang berbentuk wajik diatas menunjukkan penjelasan jenis hubungan,
yang mana agen ikut serta dalam kejadian ini. Merefleksikan fakta dimana organisasi harus
menyerahkan satu sumber daya seperti kas, dan untuk mendapatkan sumber daya lainnya
seperti persediaan adalah hubungan dualisme ekonomi diantara peristiwa mendapatkan dan
peristiwa memberikan. Merepresentasikan baik arus masuk dan arus keluar sumber daya
merupakan hubungan alir stok antara sebuah peristiwa dan sebuah sumber daya.
Aturan 1: Setiap Entitas Peristiwa Harus Ditautkan ke Setidaknya Satu Entitas Sumber
Daya
Wajib menghubungkan peristiwa setidaknya ke satu sumber daya yang dipengaruhi. Seperti
yang terdapat pada gambar di atas dalam beberapa peristiwa yang dilabeli Mendapatkan
Sumber Daya A, sebuah sumber daya yang ditingkatkan kualitasnya. Seperti dalam
penerimaan pembayaran dari pelanggan yang meningkatkan jumlah kas dan penerimaan
barang dari pemasok yang meningkatkan kualitas persediaan ditangan termasuk dari
peristiwa mendapatkan. Dan dalam peristiwa lainnya secara lansung menurunkan kualitas
sebuah sumber daya yang dilabeli Memberikan Sumber Daya B. seperti membayar
pemasok dan menjual barang, yang menurunkan jumlah kas dan kualitas persediaan ditangan
secara berurutan termasuk dari peristiwa memberikan.
Hubungan alir stok yaitu menunjukkan baik arus masuk atau arus keluar sumber daya
dan kadang disebut juga sebagai hubungan yang memengaruhi kualitas sumber daya. Meski
demikian, kualitas sumber daya secara langsung tidak dapat diubah oleh setiap peristiwa yang
ada. Seperti pemesanan ke pemasok yang memperlihatkan komitmen yang nanti
menghasilkan pembelian persediaan berikutnya, sama seperti permintaan dari pelanggan yang
memperlihatkan komitmen yang nantinya menunjukkan penjualan barang dimasa yang akan
datang. Tetapi dalam gambar diatas tidak terdapat peristiwa komitmen seperti itu. Meskipun
organisasi perlu melacak pengaruh dari komitmen tersebut, baik dalam untuk tujuan
perencanaan maupun dalam menyediakan jasa yang lebih baik. Misalnya, dalam permintaan
pelanggan itu dapat menurunkan kualitas yang tersedia atas barang persediaan spesifik yang
dipesannya. Para staf penjualan harus mengetahui peristiwa ini supaya dapat merespon
dengan layak pertanyaan dari permintan pelanggan selanjutnya. Informasi mengenai
pesanan/permintaan pelanggan untuk merencanakan produksi mungkin yang digunakan oleh
perusahaan manufaktur.

Aturan 2: Setiap Entitas Peristiwa Harus Ditautkan ke Setidaknya Satu Entitas


Peristiwa Lainnya
Pada gambar rancangan REA standard, memperlihatkan bahwa peristiwa Mendapatkan
Sumber Daya A dihubungkan dengan peristiwa Memberi Sumber Daya B, terdapat hubungan
dualisme ekonomi yang dilabeli. Hubungan dualisme dapat dijelaskan dengan siklus
akuntansi dan biasanya beberapa peristiwa dikaitkan dengan peristiwa yang lainnya.
Aturan 3: setiap entitas peristiwa harus ditautkan ke setidaknya dua agen yang
berpartisipasi
Untuk melacak tindakan para pegawai sebuah organisasi harus bersifat akuntabilitas agar
dapat mengetahui perilaku pegawai. Jika pertukaran dualisme ekonomi dijalankan oleh pihak
luar maka organisasi itu perlu mengawasi status komitmen pegawainya. Seperti tampak pada
gambar rancangan REA standard yang mana sering ditautkannya entitas yang berpartisipasi.
Pegawai yang bertanggung jawab atas sumber daya adalah agen internal sedangkan pegawai
yang menerima penyimpanan atau dengan asumsi tanggung jawab adalah agen eksternal.

Siklus pendapatan Mendapatkan


Memberi
persediaan kas

siklus pendapatan bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang dimiliki
oleh perusahaan dengan kas yang dimiliki oleh konsumen

Siklus siklus pengeluaran


Memberi kas Mendapatkan
persediaan

siklus ini menggambarkan peristiwa ekonomi seperti permintaan barang, penerimaan barang,
mencatat kewajiban untuk membayar barang dan peristiwa mendapatkan persediaan yang
diminta.

Memberi kas Siklus pengajian Mendapatkan


waktu pegawai

siklus ini menggambarkan kerlibatan pihak manajemen dalam melakukan pembayaran


dengan cara memberi kas terhadap pegawai yang telah meberikan waktunya untuk
melakukan suatu pekerjaan.
Siklus pembiayaan
Memberikan kas Mendapatkan kas

siklus ini biasanya melakukan peristiwa ekonomi pembiyaan yang dikeluarkan seperti
membeli barang , dan seringkali tujuan akhirnya adalah mendapatkan kas.

Siklus produksi

Memberi waktu
pegawai

Mendapatkan
Memberi bahan persediaan
baku

Memberi mesin
dan peralatan

siklus produksi memproses transaksi akuntansi yang mencatatperistiwa


ekonomi diantaranya permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang
atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran. Dan akhir dari
proses produksi tersebut adalah mendapatkan persediaan yangdigunakan dalam
suatu proses produksi.

I. Mengembangkan Sebuah Diagram REA

Mengembangkan sebuah diagram REA bagi satu siklus bisnis spesifik terdiri atas
tiga langkah berikut :
1. Mengidentifikasi peristiwa mengenai informasi apa yang ingin manajemen
kumpulkan.
2. Mengidentifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh tiap peristiwa dan agen
yang berpartisipasi dalam peristiwa tersebut.
3. Menemukan kardinalitas dari setiap hubungan.

Langkah 1 : mengidentifikasi peristiwa yang relevan


Mengidentifikasi peristiwa yang menarik bagi manajemen merupakan siklus tunggal
yang digunakan unutk menggembangkan model REA. Dalam model REA merepresentasikan
pertukaran ekonomi dasar memberi-untuk-mendapatkan. Mengidentifikasi peristiwa mana
yang mengandung hubungan dualisme ekonomi dasar memberi-untuk-mendapatkan
merupakan sebuah pemahaman yang solid atas aktivitas-aktivitas yang dijalankan dalam
setiap siklus bisnis.
Sebagai contoh siklus pendapatan, ada 4 aktivitas-aktivitas yang saling berurutan
seperti mengambil pesanan pelanggan, maksudnya adalah dia tidak melibatkan akuisisi
sumber daya dari atau provisi sumber daya ke seorang pihak eksternal. mengisi pesananan
pesanan pelanggan, pihak eksternal biasanya menerima stok sumber daya organisasi yang
memiliki nilai ekonomis yang bertujuan untuk pengurangan sumber daya. menagih
pelanggan, biasanya pada tahap ini sering dilakukannya pertukaran informasi yang dapat
mengakan peningkatan atau penurunan kuantitas sumber daya ekonomi, dan mengumpulkan
pembayaran dari pelanggan.
Tidak ada peristiwa entri data, karena dalam model REA digunakan untuk mendesign
database pemrosesan transakasi. Apa yang dimodelkan dalam REA adalah peristiwa bisnis
(missal transaksi dan penjualan) dan fakta bahwa manajemen ingin mengumpulkan informasi
mengenai peristiwa itu, bukan entri dari data tersebut.

Langkah 2 : mengidentifikasi sumber daya dan agen


Sumber daya yang dipengaruhi peristiwa perlu diidentifikasikan, untuk dapat menjawab
pertanyaan:
a) Sumber daya ekonomi apa yang dikurangi dari peristiwa
b) Sumber daya apa yang didapatan dari peristiwa
c) Sumber daya apa yang dipengaruhi sebuah peristiwa komitmen
Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diperlukan pemahaman yang baik
atas siklus bisnis proses. Untuk dapat mengidentifikasi sumber daya yang terkait dalam
peristiwa, perlu juga untuk mengidentifikasi agen yang terlibat. Setidaknya akan selalu ada
satu agen internal dan dalam beberapa kasus seorang agen eksternal yang berpartisipasi
dalam setiap peristiwa.Didalam diagram REA sering terjadi peristiwa pertukaran ekonomi
yang melibatkan pihak eksternal dan pihak internal organisasi.

Langkah 3 : Menentukan Kardinalitas Hubungan.


Kardinalitas menurut Romney dan Steinbart adalah menjelaskan sifat dari sebuah
hubungan database yang mengindikasikan jumlah jumlah keterjadian satu entitas yang
mungkin diasosiasikan dengan sebuah peristiwa tunggal dari entitas lain.
Terdapat empat kombinasi yang mungkin dari kardinalitas. Kardinalitas minimum
dapat bernilai 1 atau 0 tergantung apakah pada hubungan kedua entitas adalah keharusan atau
opsional. Kardinalitas maksimum dapat bernilai satu atau banyak tergantung pada apakah
tiap contoh entitas A dapat ditautkan ke setidaknya satu contoh atau secara potensial dapat ke
banyak contoh entitas B.
Diagram REA sering merepresentasikan sebuah set pada tiap- tiap entitas. Seperti
bagian atau set penjualan merepresntasikan transaksi penjualan contoh yang lebih spesifik
adalah tiap-tiap baris dalam tabel pelanggan akan menyimpan informasi mengenai seorang
pelanggan tersebut yang biasanya ada pada sebuah database relasional.

Dibawah ini merupakan simbol dari kardnalitas :

Satu dan hanya Satu

Satu atau lebih

Tidak ada atau lebih

Tidak ada atau satu


Terdapat 3 (tiga) hubungan utama antara satu entitas dengan entitas lainnya. yaitu:
Menurut Romney dan Steinbart :
Hubungan satu-ke-satu (1:1)
Sebuah hubungan antara dua entitas saat kardanalitas maksimum untuk tiap entitas
adalah 1.
Hubungan satu ke banyak (1:N)
Sebuah hubungan antara dua entitas ketika kardanalitas maksimum bagi satu entitas
adalah satu, tetapi entitas lain memiliki kardanalitas maksimum yang banyak.
Hubungan banyak-ke- banyak (M:N)
Sebuah hubungan antara dua entitas saat maksimum kardanalitas kedua entitas adalah
banyak.
Menurut Romney dan Steinbart Sebuah diagram REA bagi satu siklus bisnis
spesifik memiliki 3 langkah seperti yang disebutkan diatas, tetapi menurut James Hall pada
pemodelan sebuah diagram REA individual memiliki 4 (empat) langkah yaitu:
Identifikasi entitas-entitas event
Identifikasi entitas-entitas resource
Identifikasi entitas-entitas agent
Menentukan asosiasi dan kardinalitas antar entitas

Prosedur tersebut dilakukan pada setiap fungsi organisasi yang sedang dimodelkan.
Hasilnya adalah kumpulan dari diagram REA individu. Proses pemodelan kemudian selesai
setelah fase integrasi pandangan dimana semua model individu disatukan ke dalam satu
model global tunggal.

J. Makna Bisnis Kardinalitas

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa tidaklah semaunya pilihan atas kardinalitas
tersebut, namun menunjukkan bukti nyata tentang praktik bisnis dan organisasi yang
dimodelkan. Penjelasan ini diambil selama tahap analisis sistem dan desain konseptual
database dari proses desain database.
Mengambil
Pesanan Pelanggan
Pegawai

Pelanggan
Persediaan

Penjualan

Pegawai

Kas Menerima Kas


Pelanggan

Sebagian diagram REA untuk siklus pendapatan

Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa melihat apa yang diungkapkan
mengenai siklus pendapatan pada sebuah perusahaan. Pertama, mengingat apabila
seluruh agen peristiwa adalah 1:N, yaitu ciri dari sebagian besar organisasi. Seorang
agen lah yang sering berpartisipasi dalam sebuah peristiwa. Misalnya, sebuah
perusahaan yang mengharapkan semakin lama seorang pegawai untuk mengulangi
dalam menjalankan sebuah tugas tertentu. Perusahaaan juga mengharapkan para
pelanggannya agar membuat pesanan dan pembelian berulang, sama seperti waktu
mereka biasanya menempatkan pesanan dengan pemasok yang sama. Namun, untuk
tujuan akuntabilitas, biasanya peristiwa dikaitkan kepada seorang agen internal
tertentu dan seorang agen eksternal tertentu. Dengan begitu, kardianlitas maksimum
pada sisi agen atas hubungan agen peristiwa dalam gambar diatas selalu 1. Tetapi
sebuah peristiwa maksimum pada sisi agen hubungan tersebut akan banyak.
Pada gambar tersebut juga merefleksikan proses bisnis tipikal yang diikuti
oleh sebagian besar perusahaan dalam kardinalitas minimum yang diasosiasikan
dengan hubungan agen peristiwa. Hal ini juga menunjukkan bahwa dari setiap
peristiwa harus ditautkan ke seorang agen atau dalam penjualan harus berhubungan
dengan seorang pelanggan, dan pembayaran berasal dari seorang pelanggan. Maka
kardinalitas minimum 1 pada sisi agen hubungan tersebut. Sebaliknya, gambar
tersebut menunjukkan bahwa kardinalitas minimum pada sisi peristiwa atas hubungan
agen peristiwa yaitu 0.
Beberapa alasan kenapa salah seorang agen dalam segala peristiwa tidak perlu
berpartisipasi. Perusahaan tersebut mungkin mengharapkan dalam menyimpan
informasi tentang pelanggan potensial dan mengganti pemasok yang ia belum
menjalankan urusan apapun. Didalam database terdapat informasi mengenai para
pegawai yang baru dipekerjakan sebelum hari pertama mereka bekerja. Lalu, terdapat
perbedaan fundamental pada sifat entitas agen dan entitas peristiwa. Perusahaan
mengharuskan untuk mengurus informasi tentang agen tanpa batasan, tapi menyimpan
informasi hanya tentang peristiwa yang telah terjadi selama tahun fiscal terkini. Jadi,
entitas agen selaras dengan berkas induk, sementara entitas peristiwa selaras dengan
berkas transaksi. Isi dari entitas peristiwa biasanya diarsipkan pada akhir tahun fiscal,
dan ditahun berikutnya dimulai tanpa contoh atas peristiwa tersebut.
Dalam diagram REA untuk siklus pendapatan juga menggambarkan hubungan
M:N antara sumber daya persediaan dengan berbagai peristiwa yang
memengaruhinya. Hal ini merupakan situasi tipikal bagi organisasi. Sebagian besar
organisasi dapat mencari persediaan tersebut dengan sebuah pengidentifikasi seperti
nomor suku cadang, nomor barang, atau nomor stock-keeping unit (SKU) dan tidak
berusaha untuk mencari setiap contoh fisik atas produk tersebut. Ketika terjadi sebuah
penjualan, sistem tersebut dapat mencatat nomor produk yang terjual. Jika akhir
pekan, para pelanggan yang berbeda dapat memesan satu lokomotif, maka sistem
tersebut dapat menghubungkan nomor produk kepada masing-masing peristiwa
penjualan yang berbeda. Maka, kardinalitas maksimum pada sisi peristiwa atas
hubungan tersebut banyak.

Tetapi, bagaimana jika perusahaan menjual barang unik atau antic dan hanya
satu-satunya? Dalam hal seperti itu persediaan barang yang langka dapat dijual satu
waktu. Yang menyebabkan kardinalitas maksimum pada sisi persediaan-penjualan
tersebut akan 1. Kardinalitas maksimum pada sisi persediaan atas hubungan tersebut
akan tetap banyak, tetapi karena sebagian besar perusahaan akan senang bila menjual
sebanyak mugnkin satu barang satu-satunya yang berbeda yang diinginkan pelanggan
untuk membelinya.
Kini, mempertimbangkan hubungan antara peristiwa menerima kas dan
sumber day kas. Gambar diatas menggambarkan sebagai hubungan 1:N, yang
merefleksikan prakti terbaik yang diikuti oleh sebagain besar organisasi dengan
pengendalian internal terbaik. Setiap tanda penerimaan kas dari pelanggan disetorkan
dalam satu rekenign kas, biasanya akun pengecekan umum organisasi tersebut. Lalu
bendahara mentransfer uang dari rekening itu ke rekening kas lainnya seperti
penggajian, pengecekan, dan investasi. Setiap pembayaran pelanggan harus disetorkan
kedalam rekening, karena kardinalitas minimum adalah 1 pada sisi sumber daya atas
hubungan tersebut begitu juga sebaliknya.

K. Keunikan Diagram REA


Dalam pembahasan sebelumnya mengindikasikan bahwa setiap organisasi memiliki
diagram REA yang unik. Karena praktik bisnis berbeda antar perusahaan begitu juga
dengan kardinalitas hubungan. Kenyataannya, sebuah diagram REA untuk sebuah
organisasi harus berubah untuk merefleksikan perubahan pada praktik bisnis. Seperti
sebuah perusahaan yang memutuskan untuk memulai membuat sebagian pengiriman
untuk mengisi pesanan pelanggan. Lalu pada gambar diagram REA untuk siklus
pendapatan harus dirubah untuk menunjukkan hubungan antar peristiwa Mengambil
Pesanan Pelanggan dan Penjualan sebagai 1:N, bukan hubungan 1:1 yang
digambarkan seperti diatas. Sama dengan jika sebuah perusahaan tersebut juga
memutuskan untuk mengadopsi sebuah kebijakan penggabungan sebagai pesanan dari
satu pelanggan dalam pengiriman besar, kemudian gambar tersebut harus
digabungkan untuk menggambarkan hubungan antara dua peristiwa sebagai M:N.
Kadang perbedaan dalam praktik bisnis dapat menghasilkan entitas yang dimodelkan
berbeda.
Meskipun, perkembangan diagram REA bagi siklus pendapatan sebuah perusahaan
tersebut mungkin nampaknya secara relative langsung dan intuitif, pemodelan data
yang biasanya adalah sebuah proses yang berulang serta rumit. Maka, sering para
pemodel mengembangkan sebuah diagram REA awal yang mengembangkan
pemahaman mereka atas proses bisnis organisasi, tetapi untuk mempelajari kapan
ditunjukkannya kepada para pengguna yang dikehendaki yang mereka telah
mengabaikan dimensi kunci atau salah pemahaman dalam beberapa prosedur
peroperasian. Jadi, tidak mudah untuk menghapus dan menggambarkan ulang bagian
dari diagram REA berulang kali sebelum menghasilkan sebuah model yang dapat
diterima.
Salah satu sumber umum dari salah paham adalah penggunaan terminology yang
berbeda oleh berbagai subset kelompok pengguna yang ditunjuk. Dalam proses
pemodelan data menjadi penting untuk melibatkan pengguna sistem tersebuts
sehingga terminology tersebut konsisten.

Pembahasan Jurnal

Jurnal 1 yang berjudul Perancangan Database Sistem Informasi Akuntansi Menggunakan


Kombinasi Rea Model, Erd, Dan Normalisasi Data yang di teliti oleh Michael lskandar,
Ghristian C. Henry, AsdiAulia tahun 2011

Setelah diujicoba menggunakan sebuah studi kasus, maka akhirnya dapat disimpulkan bahwa
metode kombinasi REA Model, ERD, dan normalisasi data memang dapat dipergunakan
untuk membuat rancangan logical database yang benar. Sejumlah temuan yang didapat
selama uji coba tersebut dapat dipergunakan untuk menyempurnakan metode ini, yaitu:
a. Value Sysfem REA Model dan Value Chain REA Model meskipun dapat membantu
dalam pengembangan Eusrness Process REA Model, ternyata tidak mutlak diperlukan
karena keterikatan antara dua model pertama dengan yang terakhir agak renggang
alias tidak terkait secara erat. Oleh karena itu pengguna dapat langsung mengadaptasi
REA Model (Diagram Kotak) ke dalam bentuk Business Process REA Model tanpa
menghadapi risiko bahwa database yang dirancangnya menjadi tidak benar.
b. Analisis yang efektif dapat dilakukan langsung atas kalimat-kalimat dalam contoh
kasus, tanpa perlu menyusun Busrness Process REA Model dalam bentuk Diagram
Kotak. Caranya adalah dengan memecah setiap kalimat menjadi komponen-
komponen R - E - A - nya. Hal ini membantu dalam pemahaman, meskipun
kebingungan masih mungkin terjadi dalam membedakan "data" dengan "proses".
Kebingungan ini terutama dirasa saat ada kalimat mengenai proses yang tidak
melibatkan data.
c. Berbeda dengan ERD klasik, di mana baik entities maupun relationships dapat
memiliki atribut, serta kedua-duanya adalah kandidat untuk dijadikan tabel dalam
logical database, maka ternyata dengan menggunakan metode ini dapat dipastikan
bahwa semua tabel pasti berasal dari entities. Demikian pula, semua atribut pasti
terdapat pada entities dan tidak pernah terdapat pada relationshtps. Jadi retationshrps
tidak akan pernah menjadi tabel dan tidak akan pernah mengandung atribut. Dengan
demikian, adalah kurang relevan untuk memberi nama pada relationships sehingga
relationships tidak perlu diberi nama.
d. Pengguna harus memahami saat menyatukan dua atau lebih entitas yang memiliki
relasi 1-1, yaitu entitas mana yang "dilebur" ke dalam lntitas yang lainnya. Misalnya
pada kasus yang telah dibahas, perlu dipahami mengapa Customer Order yang dilebur
ke dalam Sales Order dan bukan sebaliknya.
e. Kasus yang telah dibahas juga menunjukkan keunggulan ERD atas normalisasi Oata
yang belum disebut dalam Tabel 6. Hal ini berkenaan dengan entitas Kuitansi yang
tadinya terhubung dengan entitas Pelanggan (lihat Gambar 7) namun pada logical
database hubungan itu-iudah tidak ada lagi, melainkan terjadi melalui tabel so_utama
(lihat Gambar 10) Jika Kuitansi dinormalisasi tanpa meiihat ke ERD, maka masih
akan terdapat field KodePlg di tabel Kuitansi. Namun dengan adanya ERD, maka
tampak bahwa Kode Plg tidak dibutuhkan lagi di tabel Kuitansi, dan justru
penambahan field itu akan menimbulkan risiko inkonsistensi antara KodePlg di tabel
SO-Utama dengan KodePlg di tabel Kuitansi.

Jurnal 2 yang berjudul Perancangan Database Sistem Informasi Akuntansi Siklus Penjualan
Dengan Menggunakan Model Rea (Studi Kasus Pada Pt Yudi Putra, Medan) yang di teliti
oleh Evayani, Ulfah Utamy tahun 2016

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah
sebagai berikut:
1) Perancangan database sistem informasi akuntansi siklus penjualan pada PT Yudi
Putra menghasilkan dua aplikasi sistem database yaitu aplikasi penjualan dan aplikasi
akuntansi yang masing-masing dijalankan oleh karyawan secara fungsional.
2) Perancangan database sistem informasi akuntansi siklus penjualan pada PT Yudi
Putra menghasilkan delapan entitas pada aplikasi penjualan, yaitu customer, sales,
EMKL,order, kemasan, shipping instruction, packing list, dan invoice.
3) Model REA dalam perancangan database sistem informasi akuntansi siklus penjualan
telah menghasilkan informasi yang cepat, akurat, lengkap, dan dapat dipercaya.
4) Hasil dari penerapan model REA dalam perancangan database sistem informasi
akuntansi siklus penjualan dapat mengurangi kegiatan manual sehingga penyimpanan
data lebih aman, mudah diakses, dan tersimpan dengan baik.
KESIMPULAN

Komponen dasar sistem informasi organisasi yang lebih besar adalah sebuah sistem
database. Siklus hidup aplikasi database memiliki hubungan yang erat dengan siklus hidup
sistem informasi. Dalam perancangan desain database, seorang akuntan memiliki peranan
yang berbeda-beda pada setiap tahapan. Peranan akuntan ini akan memberikan dampak yang
positif terhadap proses bisnis di perusahaan tersebut.
Pembuatan model data adalah proses menyusun database, agar database benar-benar
mewakili seluruh aspek organisasi. Akuntan dapat menyumbangkan nilai yang besar bagi
perusahaannya dengan cara bertanggungjawab atas pembuatan model data. Dua alat penting
yang digunakan oleh akuntan untuk memungkinkan keterlibatan dalam pembuatan model
data adalah Diagram Entity Relationship dan Model Data REA (Resource, Event, and Agent).
Model data REA memberikan petunjuk dalam desain database dengan cara
mengidentifikasi entitas apa saja yang seharusnya dimasukkan dalam database Sistem
Informasi Akuntansi dan dengan menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas
dalam database tersebut, sehingga informasi yang akan dihasilkan akan lebih relevan dan
akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Evayani, dan Ulfah Utamy. 2016. Perancangan Database Sistem Informasi Akuntansi Siklus
Penjualan Dengan Menggunakan Model REA (Studi Kasus Pada PT Yudi Putra,
Medan). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA). Vol. 1, No. 2,
Halaman 16 29, (http://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=25111, diakses
11 April 2016).
James, A. Hall. 2010. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Ketujuh, Jakarta: Salemba Empat.

Marshall B. Romney dan Steinbart , Paul john steinbart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi.
Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat.

Michael lskandar, Ghristian C. Henry, AsdiAulia. 2011. Perancangan Database Sistem


Informasi Akuntansi Menggunakan Kombinasi REA Model, ERD, dan Normalisasi
Data. Bina Ekonomi Majalah llmiah Fakultas Ekonomi Unpar. Volume 15, Nomor 2,
(http://journal.unpar.ac.id/index.php/BinaEkonomi/article/download/782/766. diakses 11
April 2016)

Nugroho Wijayanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Erlangga.