Anda di halaman 1dari 34

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Pembelajaran

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah

proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar di suatu

lingkungan belajar. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2008:23), pembelajaran diartikan dengan proses, cara, perbuatan menjadikan

orang atau makhluk hidup belajar.

Menurut Oemar Hamalik (2011: 57), pembelajaran adalah suatu

kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,

perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan

pembelajaran. Trianto (2009:17) mengartikanpembelajaran adalah:

Aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat


dijelaskan. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk
interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.
Dalam makna yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha
sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan
interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai
tujuan yang diharapkan.

Pendapat lain dari Asep Jihad dan Abdul Haris (2008: 11)

pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek,

yaitu: belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar

berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan, pembelajaran

adalah suatu proses interaksi untuk membelajarkan siswa dalam rangka

mencapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran merupakan interaksi dua arah

7
8

dari seorang guru dan peserta didik, oleh karena itu perlu memberdayakan semua

potensi siswa agar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

2.2. Hakikat Pembelajaran Biologi

Biologi merupakan ilmu yang mengkaji objek dan persolaan gejala

alam. Semua benda dan gejala alam merupakan objek kajian dalam biologi. Menurut

teori modern, proses pembelajaran tidak tergantung sekali kepada keberadaan guru

(pendidik) sebagai pengelola prosespembelajaran. Hal ini didasarkan bahwa proses

belajar pada hakikatnya merupakan interaksi antara peserta didik dengan objek

yang dipelajari. Berdasarkan hal ini maka peranan sumber dan media belajar tidak

dapat dikesampingkan dalam proses pembelajaran biologi.

Proses belajar biologi menurut Djohar (Sutarsih, 2010:9) yaitu:

perwujudan dari interaksi subjek (anak didik) dengan objek yang terdiri dari
benda, kejadian, proses, dan produk. Pendidikan biologi harus
diletakkan sebagai alat pendidikan, bukan sebagai tujuan pendidikan,
sehingga konsekuensinya dalam pembelajaran hendaknya memberipelajaran
kepada subyek belajar untuk melakukan interaksi dengan obyek belajar
secara mandiri, sehingga dapat mengeksplorasi dan menemukan konsep.
Dengan demikian pembelajaran biologi menekankan adanya interaksi antara
subyek dan objek yang dipelajari.

Djohar (Suratsih, 2010:9) menyatakan bahwa interaksi tersebut memberi

peluang kepada siswa untuk berlatih belajar dan mengerti bagaimana belajar,

mengembangkan potensi rasional pikir, ketrampilan, dan kepribadian serta

mengenal permasalahan biologi dan pengkajiannya. Lebih lanjut lagi, Nana

Sudjana (1987:60) menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran akan berkembang

tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan spikomotorik.

Suhardi (2007:4) mengungkapkan bahwa proses pembelajaran biologi

sebagai suatu sistem, pada prisipnya merupakan kesatuan yang tidak

terpisahkan antara komponen raw input (peserta didik), instrumental input


9

(masukan instrumental), lingkungan, dan outputnya (hasil keluaran). Keempat

komponen tersebut mewujudkan sistem pembelajaran biologi dengan prosesnya

berada di pusatnya.

2.3. Model Pembelajaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata model diartikan dengan

pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat

atau dihasilkan. Asep Jihad dan Abdul Haris (2008: 25) menjelaskan bahwa

model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rencana/pola yang digunakan

dalam menyusun kurikulum, mengatur materi peserta didik dan memberi

petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran/setting lainnya.

Joyce, Weil, dan Calhoun (2009:30) mendefinisikan model pembelajaran

adalah: Suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan

kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan

belajar, buku-buku pelajaran, bukubuku kerja, program multimedia, dan bantuan

belajar melalui program komputer.

Di samping itu terdapat pengertian lain mengenai model pembelajaran yang

diungkapkan oleh Aunurrahman (2010:146) yaitu:

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan


prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar
untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman
bagi para perancang pembelajaran dan para guru untuk merencanakan
dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran juga
dapat dimaknai sebagai serangkaian rencana atau pola yang dapat
digunakan untuk menyusun bahan-bahan pembelajaran serta membimbing
aktivitas pembelajaran di kelas atau di tempat-tempat lain yang
melaksanakan aktivitas-aktivitas pembelajaran.

Dari uraian di atas, model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu

perencanan yang dijadikan pedoman dalam pembelajaran untuk membantu peserta

didik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Model pembelajaran yang digunakan
10

guru dalam pembelajaran biologi harus bervariasi karena dengan penggunaan

model pembelajaran, diharapkan dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang

dapat membuat siswa lebih aktif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

2.4. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri

Slameto (2010:96) mengemukakan bahwa seorang guru dalam

menyampaikan materi perlu memilih model mana yang sesuai dengan keadaan

kelas atau siswa, sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran

yang diajarkan dengan variasi model yang dapat meningkatkan kegiatan belajar

siswa. Roestiyah (2008:75) menjelaskan bahwa inkuiri adalah istilah dalam bahasa

inggris, ini merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan oleh guru untuk

mengajar di depan kelas. W. Gulo (2002:84) menjelaskan mengenai inkuiri yaitu:

Inkuiri yang dalam bahasa Inggris inkuiri, berarti pertanyaan, atau


pemeriksaaan, penyelidikan. Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian
kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan
siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,
analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan
penuh percaya diri.

Menurut Wina Sanjaya (2011: 196), strategi pembelajaran inkuiri adalah

serangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara

kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah

yang dipertanyakan.

Trianto (2009: 166) mengemukakan bahwa kondisi umum yang merupakan

syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa antara lain:

1) Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa


berdiskusi.
2) Inkuiri berfokus pada hipotesis.
3) Penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi, fakta)

W.Gulo (2002: 85), menyatakan bahwa sasaran utama kegiatan pembelajaran

inkuiri adalah:
11

1) Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar.


Kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial
emosional.
2) Keterarahan kegiatan secara logis dan dan sistematis pada tujuan
pembelajaran.
3) Mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (self belief) pada diri siswa
tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Kourilsky dalam Oemar Hamalik (2011: 220), menyatakan bahwa

pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di

mana kelompok siswa inkuiri ke dalam suatu isu atau mencari jawaban-jawaban

terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan

struktural kelompok.

Menurut Oemar Hamalik (2011: 221-222) pelaksanaan inkuiri kelompok

di dalam kelas dilaksanakan oleh kelompok-kelompok yang terdiri dari enam

kelompok, masing-masing terdiri lima orang siswa, dan tiap anggota melakukan

peran tertentu, yaitu:

1) Pemimpin kelompok yang akan bertanggung jawab penuh atas


kelompoknya yang meliputi persiapan kelompok, kelengkapan tugas
kelompok, berdiskusi dengan guru tentang kemajuan dan kebutuhan
kelompoknya, dan menyampaikan informasi kepada kelas.
2) Pencatat mempunyai tugas untuk mencatat seluruh tugas yang dikerjakan
oleh kelompoknya serta membuat daftar hadir para anggota
kelompoknya.
3) Pemantau diskusi bertugas untuk mengawasi jalannya diskusi agar
diskusi dapat berlangsung secara terbuka dan mendapat dukungan.
4) Pendorong bertugas untuk memberikan motivasi terhadap anggota
kelompoknya agar mampu berpartisipasi penuh saat diskusi berlangsung.
5) Pembuat rangkuman bertugas merangkum pokok-pokok diskusi yang
muncul dan merangkum tugas-tugas spesifik baik yang lengkap maupun
yang belum lengkap serta mengundang pertanyaan-pertanyaan dari
kelompok.
6) Pengacara bertugas melakukan dan memberikan pendapat bandingan
terhadap argumen yang disampaikan dalam diskusi terhadap pendapat
yang diajukan oleh kelompok lainnya.

Dalam kelompok inkuiri, setiap anggota mendapat peran khusus dan

melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi-fungsi khusus tersebut. Dengan adanya


12

enam kelompok yang memiliki tugas masing-masing, maka diharapkan mampu

mengefektifkan kelompok dan melatih siswa untuk bertanggung jawab dengan

tugas kelompok masing-masing sehingga pelaksanaan diskusi dapat berjalan lancar.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran

inkuiri merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan

siswa untuk mencari dan menemukan pemecahan dari suatu permasalahan yang

dipertanyakan. Siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi

seluruh potensi yang ada termasuk pengembangan emosional dan pengembangan

keterampilan. Siswa harus aktif berpikir, karena model pembelajaran inkuiri

menekankan kepada proses mencari dan menemukan.

2.5. Jenis-Jenis Model Inkuiri

Menurut Mulyasa (2008:109-110) menyatakan ada delapan jenis

pendekatan model inkuiri, yaitu inkuiri terbimbing, inkuiri bebas, inkuiri bebas yang

dimodifikasi, inkuiri pendekatan peran, inkuiri dalam undangan, inkuiri teka- teki

bergambar, inkuiri pelajaran bentuk kiasan dan inkuiri penjelasan nilai.

2.5.1. Inkuiri Terbimbing (Guided Inkuiri)

Menurut Ismawati (2007: 35) inkuiri berasal dari kata inquire yang berarti

menanyakan, meminta keterangan, atau penyelidikan, dan inkuiri berarti

penyelidikan. Siswa diprogramkan agar selalu aktif secara mental maupun fisik.

Materi yang disajikan guru bukan begitu saja diberikan dan diterima oleh siswa,

tetapi siswa diusahakan sedemikian rupa sehingga mereka memperoleh berbagai

pengalaman dalam rangka menemukan sendiri konsep-konsep yang direncanakan

oleh guru.
13

2.5.2. Inkuiri Bebas (Free Inkuiri)

Menurut Nurdin (2010:1) mengatakan bahwa dalam inkuiri bebas, siswa

difasilitasi untuk dapat mengidentifikasi masalah dan merancang proses

penyelidikan. Siswa dimotivasi untuk mengemukakan gagasannya dan merancang

cara untuk menguji gagasan tersebut. Untuk itu siswa diberi motivasi untuk melatih

keterampilan berpikir kritis seperti mencari informasi, menganalisis argumen dan

data, membangun dan mensintesis ide-ide baru, memanfaatkan ide-ide awalnya

untuk memecahkan masalah serta menggeneralisasikan data. Guru berperan dalam

mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentang apa yang diperoleh dari

hasil pemecahan masalah tersebut.

2.5.3. Inkuiri Bebas yang Dimodifikasi (Modified Free Inkuiri)

Menurut Nurdin (2010:4) model pembelajaran inkuiri ini memiliki ciri yaitu

guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan, percobaan atau

prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Disamping itu guru merupakan

narasumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan untuk

menghindari kegagalan dalam memecahkan masalah.

2.5.4. Inkuiri Pendekatan Peran (Role Approach Inkuiri)

Menurut Nurdin (2010:6) model pembelajaran inkuiri pendekatan peranan

ini melibatkan siswa dalam tim- tim yang masing- masing terdiri atas empat orang

untuk memecahkan masalah yang diberikan. Masing-masing anggota memegang

peranan yang berbeda, yaitu sebagai koordinator tim, penasehat teknis, pencatat data

dan evaluator proses.


14

2.5.5. Inkuiri Teka- Teki Bergambar (Pictorial Riddle Inkuiri)

Menurut Nurdin (2010:8) pictorial riddle merupakan suatu teknik atau

metode yang dapat mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi

kelompok kecil atau besar, gambar peragaan, atau situasi sesungguhnya dapat

digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif para siswa. Biasanya

suatu riddle berupa gambar dipapan tulis, poster atau diproyeksikan dari suatu

transparansi kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan riddle

itu.

2.5.6. Inkuiri Pelajaran Bentuk Kiasan (Synecties Lesson Inkuiri)

Menurut Nurdin (2010:10) synecties lesson inkuiri lebih memusatkan

keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan supaya dapat

membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Hal ini dapat

dilaksanakan karena kiasan dapat membantu siswa dalam berpikir untuk memandang

suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide- ide kreatif.

2.5.7. Inkuiri Penjelasan Nilai (Value Clarification Inkuiry)

Menurut Nurdin (2010:12) pada model pembelajaran inkuiri jenis ini siswa

lebih difokuskan pada pemberian kejelasan tentang suatu tata aturan atau nilai- nilai

pada suatu proses pembelajaran.

2.5.8. Inkuiri dalam Undangan (Invitation Into Inkuiry)

Menurut Nurdin (2010:7) model inkuiri jenis ini melibatkan siswa dalam

proses pemecahan masalah dengan cara- cara yang ditempuh para ilmuwan. Suatu

undangan (invitation) memberikan suatu masalah kepada para siswa dan melalui

pertanyaan masalah.
15

Berdasarkan jenis-jenis model inkuiri yang telah dijelaskan di atas maka

model inkuiri yang lebih tepat dalam penelitian ini adalah inkuiri terbimbing, karena

siswa terlibat aktif dalam pembelajaran tentang konsep atau suatu gejala melalui

pengamatan, pengukuran, pengumpulan data untuk ditarik kesimpulan. Pada inkuiri

terbimbing, guru tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai

penerima informasi, tetapi guru membuat rencana pembelajaran atau langkah-

langkah percobaan.

2.6. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)

2.6.1. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)

Amadi dalam Ismawati (2007:35) mengatakan bahwa inkuiri berasal

dari kata inquire yang berarti menanyakan, meminta keterangan, atau

penyelidikan, dan inkuiri berarti penyelidikan. Siswa diprogramkan agar selalu

aktif secara mental maupun fisik. Materi yang disajikan guru bukan begitu

saja di berikan dan diterima oleh siswa, tetapi siswa diusahakan sedemikian

rupa seingga mereka memperoleh berbagai pengalaman dalam rangka

menemukan sendiri konsep konsep yang direncanakan oleh guru.

Dalam pembelajaran inkuiri di harapkan siswa secara maksimal terlibat

langsung dalam proses kegiatan belajar, seingga dapat meningkatkan

kemampuan tersebut. Carin dan Saud dalam Ismawati (2007:36) berpendapat

bahwa pembelajaran model inkuiri mencakup inkuiri induktif terbimbing dan

terbimbing, inkuiri deduktif, dan pemecaan masalah.

Inkuiri terbimbing adalah sebagai proses pembelajaran dimana guru

menyediakan unsur unsur asas dalam satu pelajaran dan kemudian meminta

pelajar membuat generalisasi. Menurut Sanjaya (2008:200) pembelajaran inkuiri


16

terbimbing yaitu suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya

guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada siswa.

Sebagian perencanaan di buat oleh guru, siswa tidak merumuskan

problem atau masalah. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing guru tidak

melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Guru harus

memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa dalam melakukan

kegiatan-kegiatan seingga siswa yang berfikir lambat atau siswa yang

mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan kegiatan yang

sedang dilaksanakan dan siswa mempunyai kemampuan berpikir tinggi tidak

memonopoli kegiatan oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan

mengelola kelas yang bagus.

Sikap ilmiah sangat dibutukan oleh siswa ketika mengikuti proses

pembelajaran dengan menggunakan inkuiri terbimbing. Seperti di kutip dari Lestari

dalam Cahyono (2010:17) sikap ilmiah adalah sikap yang dimiliki seseorang

yang sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah seperti :

1) Jujur terahadap data.


2) Rasa ingin tahu yang tinggi
3) Terbuka atau menerima pendapat orang lain serta mau mengubah
pandangannya jika terbukti bawa pandangannya tidak benar, ulet dan tidak
cepat putus asa.
4) Kritis teradap pernyataan ilmiah, yaitu tidak mudah percaya tanpa adanya
dukungan hasil observasi empiris.
5) Dapat bekerja sama dengan orang lain. Sikap ilmiah merupakan faktor
psikologis yang mempunyai pengaru besar teradap keberhasilan siswa.

Pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) yaitu suatu metode

pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau

petunjuk cukup luas kepada siswa. Sebagian perencanaannya dibuat oleh guru, siswa

tidak merumuskan masalah. Dalam pembelajaran Inkuiri terbimbing guru tidak


17

melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Guru harus

memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa dalam melakukan

kegiatankegiatan sehingga siswa yang berpikir lambat atau siswa yang mempunyai

kemampuan berpikir rendah tetap mampu mengikuti kegiatan- kegiatan yang sedang

dilaksanakan dan siswa mempunyai intelegensi tinggi tidak memonopoli kegiatan.

(Herdian, 2010:1).

Menurut Suparno (dalam Ristanto, 2010:32) inkuiri terbimbing adalah

inkuiri yang banyak dicampuri oleh guru. Guru benyak mengarahkan dan

memberikan petunjuk baik lewat prosedur yang lengkap dan pertanyaanpertanyaan

pengarahan selama proses inkuiri. Dalam bentuk inkuiri ini, guru sudah memiliki

jawaban sebelumnya. Sehingga siswa tidak begitu bebas mengembangkan gagasan

dan idenya. Masalah yang diberikan oleh guru dan siswa memcahkannya sesuai

dengan prosedur tertentu yang diarahkan oleh guru.

Dapat dilihat dari sikap ilmia dan inkuiri terbimbing di atas mempunyai

peran yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Para siswa

akan berperan aktif melatih keberanian, berkomunikasi dan berusaha mendapatkan

pengetauannya sendiri untuk memcahkan masalah yang di hadapi. Tugas guru

adalah mempersiapkan sekenario pembelajaran seingga pembelajarannya dapat

berjalan dengan lancar dan baik sesuai dengan tujuan dari pembelajaran itu

sendiri. Dari pembelajaran inkuiri terbimbing tersebut merupakan langkah pada

inkuiri terbimbing yang mempunyai beberapa peranan yang sangat penting dalam

kegiatan belajar mengajar dikelas. Para siswa akan berperan aktif melatih

keberanian, berkomunikasi dan berusaha mendapatkan pengetahuannya, sendiri

untuk memecahkan masalah yang di hadapi. Tugas guru adalah mempersiapkan


18

skenario pembelajaran sehingga pembelajarannya dapat berjalan dengan lancar

dan baik sesuai dengan tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

2.6.2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Tahap-tahap pembelajaran model inkuiri terbimbing yang akan diterapkan

pada penelitian ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Trianto (2007:36),

meliputi menyajikan pertanyaan atau masalah, membuat hipotesis, merancang

percobaan, melakukan percobaan untuk memperoleh data, mengumpulkan dan

menganalisis data, serta membuat kesimpulan. Adapun kejelasannya dapat dilihat

pada tabel 2.1. berikut ini:

Tabel 2.1. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Fase Ke- Indikator Peran guru


1. Menyajikan Guru membimbing siswa mengidentifikasi
pertanyaan atau masalah dan di tuliskan di papan tulis. Guru
masalah membagi siswa dalam beberapa
kelompok.
2. Membuat hipotesis Guru memberikan kesempatan pada siswa
untuk curah pendapat dalam membentuk
hipotesis.
Guru membimbing siswa dalam menentukan
hipotesis yang relevan dengan permasalahan
dan memprioritaskan hipotesis yang akan
digunakan untuk dijadikan prioritas
penyelidikan.
3. Merancang kegiatan Guru memberikan kesempatan pada siswa
untuk menentukan langkah-langkah yang
sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan.
Guru membimbing siswa dalam menentukan
langkah-langkah kegiatan.
4. Melakukan kegiatan Guru membimbing siswa mendapatkan data
untuk memperoleh data melalui kegiatan

5. Mengumpulkan data Guru memberikan kesempatan kepada tiap


kelompok untuk menyampaikan hasil
pengolahan data yang terkumpul

6. Membuat kesimpulan Guru membimbing siswa dalam membuat


kesimpulan berdasarkan data yang telah
diperoleh.
Sumber: Trianto (2007:36)
19

Diantara model-model inkuiri yang lebih cocok untuk siswa adala inkuiri

terbimbing. Dimana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran tentang konsep atau

suatu gejala melalui pengamatan, pengukuran, pengumpulan data untuk ditarik

kesimpulan. Pada inkuiri terbimbing, guru tidak lagi berperan sebagai pemberi

informasi dan siswa sebagai penerima informasi, tetapi guru membuat rencana

pembelajaran atau langkah langkah percobaan. Siswa melakukan percobaan atau

penyelidikan untuk menemukan konsep konsep yang telah di tetapkan guru.

2.6.3. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

1. Kelebihan Model Inkuiri Terbimbing

Menurut Sanjaya (2010:208) ada beberapa keunggulan strategi pembelajaran

inkuiri. Beberapa keunggulan tersebut adalah:

a. Merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan


aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, seingga
pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
b. Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya
mereka
c. Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi
belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah
laku berkat adanya pengalaman
d. Keuntungan ini adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan
siswa yang memiliki kemampuan diatas rata rata. Artinya, siswa yang
memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang
lema dalam belajar.

Sedangkan keunggulan model inkuiri menurut Sahrul (2009:54) adalah

sebagai berikut:

a. Membantu peserta didik untuk mengembangkan kesiapan serta penguasaan


keterampilan dalam proses kognitif.
b. Peserta didik memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat
dimengerti dan mengendap dalam pikirannya.
c. Dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk
belajar lebih giat lagi.
d. Memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan
dan minat masing masing
e. Memperkuat dan menamba kepercayaan pada diri sendiri dengan proses
menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta dengan peran
20

guru yang sangat terbatas.


Sebagian perencanaannya dibuat ole guru siswa tidak merumuskan problem

atau masalah jadi kesimpulan dalam pembelajaran inkuiri terbimbing ini guru tidak

melepas begitu saja kgiatan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Dalam

pembelajaran inkuiri diharapkan siswa secara maksimal terlibat langsung dalam

proses kegiatan belajar, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa tersebut

dan mengembangkan sikap percaya diri yang dimiliki oleh siswa tersebut.

2. Kelemahan / Kekurangan Model Inkuiri Terbimbing

Selain keungulan, pada pembelajaran inkuiri terdapat pula kelemahan yang

pasti di adapi pada proses pembelajaran baik secara proses maupun teknis,

kelemahan pembelajaran inkuiri menurut Prambudi (2010:43) adalah sebagai

berikut:

a. Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur


dengan kebiasaan siswa dalam belajar
b. Kadang kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang
panjang seingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang tela
di tentukan
c. Selama kriteria keberasilan belajara di tentukan ole kemampuan siswa
menguasai materi pelajaran, maka strategi ini akan sulit di implementasikan
ole setiap guru.
Menurut Sanjaya (2010:208) disamping keunggulan strategi pembelajaran

inkuiri juga memiliki kelemahan, yaitu :

a. Digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol


kegiatan dan keberasilan siswa.
b. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran ole karena terbentur
dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
c. Kadang kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang
panjang seihngga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang
telah di tentukan.
d. Selama kriteria keberasilan belajar di tentukan oleh kemampuan-kemampuan
siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi pembelajaran inkuiri akan
sulit diimplementasikan ole setiap guru.
21

Kesimpulannya siswa di sini di desain sebagai penemu atau mencari

pengetauan itu, disinilah tugas seorang guru dalam mengkostruk siswa agar

mendapatkan pengetahuan dan menjadi bermakna. Karena dengan bermakna itulah

pengetahuan akan masuk kedalam Long term memories, sehingga akan selalu

terkenang oleh siswa. Siswalah yang melakukan semuanya guru hanya menyiapkan,

karena murid yang melakukan maka pembelajaran akan menjadi pengalaman yang

bermakna untuk siswa.

2.6.4. Evaluasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Dalam proses belajar mengajar dengan model pembelajaran inkuiri

terbimbing, siswa memperole petunjuk-petunjuk seperlunya. Petunjuk-petunjuk itu

umumnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat membimbing siswa.

Inkuiri jenis ini digunakan terutama pada siswa-siswa yang belum berpengalaman

belajar dengan model inkuiri. Pada tahap awal di berikan lebih banyak bimbingan

baru kemudian lambat laun bimbingan di kurangi.

Dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing, penilaian dapat dilakukan

dengan menggunakan tes maupun nontes. Penilaian yang digunakan dapat berupa

penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk

penilaiannya berupa kognitif, maka dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing

dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian

proses, sikap atau penilaian hasil kerja siswa maka pelakasanaan penilaian dapat

dilakukan dengan pengamatan.

2.7. Hasil Belajar

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:250), hasil belajar merupakan hal

yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa,
22

hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila

dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut

terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi

guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran. Tingkat

perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan

psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya

bahan pelajaran.

Menurut Hamalik (2010:30), hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar

akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu

menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Berdasarkan teori

Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori

ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai

melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian

Taksonomi Bloom menurut Hamalik (2010:32), adalah sebagai berikut:

a. Ranah Kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6
aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan
penilaian.
b. Ranah Afektif, berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima
jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai,
organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
c. Ranah Psikomotor, meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda,
koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).

Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor

karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus

menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil

belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya.
23

Bloom (Arikunto, 2007:35) membagi masing-masing ranah ke dalam

tingkatan-tingkatan kategori yang dikenal dengan istilah Blooms Taxonomy

(Taksonomi Bloom) adalah sebagai berikut:

1. Ranah Kognitif

a) Hafalan/C1 (Knowledge)

Jenjang ini meliputi kemampuan menyatakan atau mengingat kembalifakta,

konsep, prinsip, prosedur atau istilah yang telah dipelajari. Tingkatan ini

merupakan tingkatan yang paling rendah, tapi menjadi prasyarat bagi

tingkatan selanjutnya. Kemampuan yang dimiliki hanya menangkap

informasi kemudian mengungkapkan kembali informasi tersebut. Contoh

kata kerja operasional yaitu menyebutkan, mengenal, menunjukkan,

mengingat, dan mendefinisikan.

b) Pemahaman/C2 (Comprehension)

Merupakan kemampuan untuk memahami makna translasi, interpolasi, suatu

masalah yang dinyatakan dengan kata-kata sendiri. Munaf (2001:34)

mengemukakan bahwa pemahaman merupakan salah satu jenjang kemampuan

dalam proses berpikir dimana siswa dituntut untuk memahami yang berarti

mengetahui sesuatu hal dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Pada tingkatan

ini, siswa harus memahami makna yang terkandung didalamnya sehingga dapat

mengubah satu bentuk menjadi bentuk lain. Contoh kata kerja operasional

yaitu mengubah, menjelaskan, menyajikan, menginterpretasikan, dan

menentukan.

c) Penerapan/C3 (Application)

Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan konsep dalam situasi

baru. Jenjang ini lebih tinggi dari pemahaman. Pada tingkatan ini
24

kemampuan yang diperoleh yaitu kemampuan menerapkan prinsip, konsep,

teori, hukum maupun metode yang dipelajarinya untuk menyelesaikan suatu

masalah. Contoh kata kerja operasional yaitu menerapkan, menghitung, dan

menemukan.

d) Analisis/C4 (Analysis)

Analisis merupakan kemampuan untuk memisahkan materi atau konsep

menjadi komponen-komponen sehingga strukturnya dapat dipahami. Dengan

analisis diharapkan seseorang dapat membagi suatu sistem menjadi bagian-

bagian yang lebih rinci atau lebih terurai dan memahami hubungan diantara

bagian yang satu dengan yang lainnya. Contoh kata kerja operasional yaitu

menganalisis, mengklasifikasikan, dan membandingkan.

e) Sintesis/C5 (Synthesis)

Sintesis merupakan kemampuan untuk membangun struktur atau pola dan

unsur-unsurnya, serta menggabungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan

yang memiliki makna. Kemampuan sintesis merupakan kemampuan

menggabungkan bagian-bagian (unsur-unsur) sehingga terjelma pola yang

berkaitan secara logis atau mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa

yang ada hubungannya satu dengan yang lain (Munaf, 2001:73). Misalnya

dalam merencanakan eksperimen, menyusun karangan, menggabungkan

objek-objek yang memiliki sifat sama ke dalam satu klasifikasi. Contoh kata

kerja operasional yaitu menghubungkan, menghasilkan, merumuskan,

mengorganisasikan, dan menyimpulkan.

f) Evaluasi/C6 (Evaluation)

Merupakan kemampuan untuk membuat pertimbangan yang berkaitan

dengan nilai-nilai terhadap suatu gagasan atau materi. Evaluasi adalah


25

pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi

tujuan, gagasan, cara kerja, materi berdasarkan kriteria tertentu. Untuk dapat

membuat suatu penilaian, seseorang harus dapat memahami, menerapkan,

menganalisis dan mensintesis terlebih dahulu. Contoh kata kerja operasional

yaitu menilai, mempertimbangkan, menafsirkan, menaksir, dan memutuskan.

2. Ranah Afektif

Ranah Afektif berkaitan dengan perkembangan emosional individu misalnya

sikap (attitude), apresiasi (appreciation), dan motivasi (motivation). Bloom membagi

ranah afektif dalam lima kategori yaitu :

a) Penerimaan / Receiving

Kesukarelaan dan kemampuan memperhatikan terhadap stimulus yang tepat.

Misalkan siswa mampu mendengarkan penjelasan dari guru secara seksama

tanpa memberikan respon yang lebih.

b) Pemberian respon/Responding

Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Kemampuan ini meliputi

keinginan dan kesenangan menanggapi suatu stimulus. Misalkan dalam

pembelajaran, siswa memberikan pertanyaan terhadap hal-hal yang belum

dipahaminya, siswa menjawab pertanyaan guru dan mau bekerjasama dalam

penyelidikan.

c) Penilaian/Valuing

Nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tertentu. Reaksi-reaksi

yang dapat muncul seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan.

Contoh sikap yang ditunjukkan misalnya siswa dapat bertanggung jawab

terhadap alat-alat penyelidikan dan bersikap jujur dalam kegiatan

pembelajaran.
26

d) Pengorganisasian/Organization

Meliputi konseptualisasi nilai-nilai menjadi suatu sistem nilai. Sikap-sikap

yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik internal

dan membentuk suatu sistem nilai internal. Sikap yang ditunjukkan misalnya

kemampuan dalam menimbang dampak positif dan negatif dari suatu

perlakuan.

e) Karakteristik/Characterization

Keterpaduan semua sistem nilai yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi

pola kepribadian atau tingkah lakunya. Misalnya mau mengubah

pendapatnya jika pendapat tersebut tidak sesuai dengan bukti-bukti yang

ditunjukkan.

3. Ranah Psikomotor

Ranah psikomotor berkaitan dengan keterampilan (skills). Ranah psikomotor

dikemukakan oleh Dave (Clark, 2000) dibagi menjadi lima kategori sebagai berikut:

a) Imitation (Peniruan)

Kemampuan ini dimulai dengan mengamati suatu gerakan kemudian

memberikan respon serupa dengan yang diamati. Misalnya kemampuan

menggunakan alat ukur setelah diperlihatkan cara menggunakannya.

b) Manipulation (Manipulasi)

Kemampuan ini merupakan kemampuan mengikuti pengarahan (instruksi),

penampilan dan gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan.

Misalkan mampu melakukan kegiatan penyelidikan sesuai dengan prosedur

yang dibacanya.
27

c) Precision (Ketepatan)

Kemampuan ini lebih menekankan pada kecermatan, proporsi dan kepastian

yang lebih tinggi. Misalkan pada saat menggunakan alat ukur,

memperhatikan skala alat ukur yang digunakan dan satuan yang digunakan

juga dalam mengambil data, orang yang memiliki ketepatan biasanya

melakukan pengamatan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang lebih

pasti.

d) Articulation (Artikulasi)

Merupakan kemampuan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan

membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi

internal diantara gerakan-gerakan yang berbeda. Contoh yang ditunjukkan

menulis dengan rapi dan jelas, mengetik dengan cepat dan tepat serta

menggunakan alat-alat sesuai dengan ketentuannya.

e) Naturalization (Naturalisasi)

Menekankan pada kemampuan yang lebih tinggi secara alami, sehingga

gerakan yang dilakukan dapat secara rutin dan tidak memerlukan pemikiran

terlebih dahulu.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar

adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan

berulang-ulang, serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak

akan hilang selama-lamanya. Oleh karena hasil belajar turut serta dalam membentuk

pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi, sehingga akan

merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
28

2.8. Konsep Sistem Ekskresi pada Manusia

Pada manusia, sistem ekskresi yang ada digunakan untuk mengeluarkan zat

sisa hasil metabolisme. Zat ini akan menjadi racun jika tidak dikeluarkan oleh

tubuh.Sistem ekskresi pada manusia meliputi proses pengeluaran urine, pengeluaran

keringat, dan pengeluaran karbon dioksida yang merupakan sampah metabolisme.

Sistem ekskresi tersebut melibatkan beberapa organ penting dalam tubuh. Semua

organ-organ yang terlibat disebut dengan alat-alat ekskresi. Organ-organ yang

berperan dalam proses ekskresi manusia meliputi kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

Masing-masing organ tubuh manusia ini memiliki tugas yang berbeda dalam sistem

ekskresi. Hal inilah yang menjadi fokus pembahasan kita dalam artikel ini. Memiliki

pengetahuan yang baik tentang organ ekskresi ini akan membawa kita pada

pemahaman tentang sistem ekskresi manusia. Sebagai awal, perhatikan Gambar 2.1

berikut ini:

Gambar 2.1. Sistem Ekskresi Manusia

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pada sistem ekskresi

manusia ada beberapa organ yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas

ekskresi tersebut. Berikut ini akan dibahas semua organ ekskresi yang dimaksud.
29

2.8.1. Ginjal

a. Pengertian Ginjal

Salah satu sistem ekskresi pada manusia adalah sistem urine. Organ

penyusun sistem urine antara lain ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra. Ginjal

merupakan komponen utama penyusun sistem urine. Ginjal sering disebut juga

dengan buah pinggang karena letaknya yang berada di sebelah kanan dan kiri tulang

pinggang. Adapu bentuk dari struktur ginjal bisa kita lihat pada gambar 2.2. berikut

ini:

Gambar 2.2. struktur ginjal


Sumber : http//:www.puagem.blogspot.com
Akses: 25 november 2016

Ginjal terletak di daerah pinggang, tepatnya di perut bagian belakang dan

dilindungi tulang rusuk. Bentuk ginjal seperti kacang merah, berwarna merah coklat.

Manusia memiliki 2 buah ginjal, yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan. Ginjal kanan agak

lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena terdesak oleh hati. Setiap ginjal

beratnya kurang lebih 200g dengan panjang 10 - 15 cm dan tebal 11/2 21/2 cm.

Dalam sehari darah melewati ginjal berkali-kali. Darah memasuki ginjal melalui
30

arteri ginjal dan meninggalkan ginjal melalui vena ginjal. Rata-rata orang dewasa

mengeluarkan urine 1,5 liter per hari. Secara umum ginjal dibagi menjadi 3 bagia,

yaitu sebagai berikut:

1). Kulit ginjal

Kulit ginjal merupakan bagian terluar ginjal yang disebut juga dengan

korteks renalis. Pada kulit ginjal inilah terjadi penyaringan darah. Kulit ginjal

tersusun atas glomerulus dan simpai bowman yang membentuk kesatuan yang

disebut badan malpighi. Glomerulus adalah kumpulan cabang-cabang yang halus

atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks, sedangkan kapsula bowman

adalah lapisan yang melingkupi glomerulus, bentuknya seperti cawan dan berdinding

ganda. Pada kulit ginjal terdapat nefron. Nefron adalah unit penyaring terkecil ginjal.

Sebuah ginjal tersususn atas kurang lebih satu juta nefron. Setiap nefron tersusun

atas glomerulus, simpai bowman, saluran berkelok-kelok, Ansa Henle, dan saluran

pengumpul ginjal.

2). Sumsum ginjal

Bagian tengah ginjal disebut sumsum ginjal atau medula. Sumsum ginjal

merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari simpai bowman.

Pembuluh-pembuluh halus tersebut mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar

dan bermuara di rongga ginjal. Proses yang terjadi pada sumsum ginjal adalah

reabsorbsi dan augmentasi.

3). Rongga ginjal

Bagian paling dalam ginjal adalah rongga ginjal atau yang dikenal dengan

pelvis renalis. Fungsinya yaitu menampung urine sementara sebelum dikeluarkan

melalui ureter.
31

b. Fungsi ginjal

Fungsi dari ginjal adalah sebagai berikut:

1) Untuk menyaring darah

2) Osmoregulasi, yaitu pembuangan kelebihan air agar keseimbangan

konsentrasi darah terjaga

3) Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu.

4) Mengekskresikan gula darah yang melebihi kadar normal

5) Mempertahankan keseimbangan asam dan basa darah

Adapun zat-zat yang terkandung dalam urine normal adalah sebagai berikut:

1) Urea

2) Amonia

3) Air

4) Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin)

5) Zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin, obat-obatan, dan

c. Proses pembentukan urine

Proses pembentukan urine melalui 3 tahapan, yaitu sebagai berikut:

1) Filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan sel-sel darah yang terjadi di glomerulus.

Bahan dari proses ini berupa darah yang membawa sisa-sisa metabolisme

protein.

2) Reabsorbsi

Reabsorbsi adalah penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh

tubuh yang terjadi di tubulus kontortus proksimal. Bahan dari proses ini

adalah urine primer.


32

3) Augmentasi

Augmentasi merupakan proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya.

Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal. Bahan dari proses ini adalah

urine sekunder.

d. Kelainan/penyakit ginjal

1) Gagal ginjal

Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal dimanaginjal tidak dapat berfungsi

sebagaimana mestinya yaitu menyaring darah.

2) Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kelainan yang cukup sering dialami manusia. Batu

ginjal berupa endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras dan

membesar. Penyebab dari penyakit ini antara lain:

a. Urine terlalu pekat

b. Terlalu banyak mengonsumsi mineral

c. Terlalu banyak duduk

d. Kurang minum

e. Minum air yang mengandung kerak

f. Sering menahan buang air kecil

3) Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat

mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh

batu ginjal.

4) Diabetes inspidus

Gejala penyakit ini adalah mengeluarkan urine terlalu banyak disebabkan

tidak adanya hormon ADH.


33

2.8.2. Hati

a. Pengertian hati

Hati juga merupakan alat ekskresi karena hati mengeluarkan empedu.

Empedu adalah cairan berwarna kehijauan dan rasanya pahit. Empedu harus

dikeluarkan dari tubuh karena mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah

merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa. Adapun bentuk dari struktur hati

bisa kita lihat pada gambar 2.3. berikut ini:

Gambar 2.3. struktur hati


Sumber : http//:www.puagem.blogspot.com
Akses: 25 november 2016

Hati terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati

berwarna merah tua dan merupakan kelenjar terbesar pada manusia dengan berat

sekitar 2 kg. Hati dilindungi oleh selaput tipis yang disebut kapsula hepatis. Pada

hati juga terdapat pembuluh darah dan empedu yang disatukan oleh selaput jaringan

ikat (capsula glison).

b. Fungsi hati

Hati berfungsi untuk menghasilkan getah empedu dari hasil perombakan sel

darah merah. Sel-sel perombak sel darah merah ini disebut histiosit. Sel-sel darah

merah yang telah tua tersebut kemudian dirombak menjadi getah empedu. Getah

empedu ini terdiri dari garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu
34

berfungsi dalam proses pencernaan makanan, yaitu untuk mengemulsi lemak.

Sedangkan zat warna empedu inilah yang menyebabkan warna urine dan warna feses

menjadi kuning kecoklatan. Zat yang mewarnai feses disebut sterkoilin, sedangkan

yang mewarnai urine disebut urobilin. Selain sebagai alat ekskresi, hati juga

memiliki fungsi sebagai berikut:

1) Sebagai alat sekresi karena menghasilkan empedu

2) Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot)

3) Menghasilkan urea dari hasil perombakan protein

4) Mensintesis vitamin A dari provitamin A

5) Membuat fibrinogen dan protombin

6) Menghasilkan heparin yang berfungsi sebagai anti pembekuan darah

7) Sebagai penawar racun (detosifikasi)

c. Kelainan pada hati

1) Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada sel-sel hati karena terinveksi

virus. Hepatitis ada 2 macam, yaitu hepatitis A dan B. Biasanya hepatitis B

lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis A.

2) Penyakit kuning

Gejala penyakit kuning hampir sama dengan hepatitis, yaitu kulit tampak

pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku

jari juga berwarna kuning.

3) Sirosis hati

Penyakit ini biasanya diderita oleh peminum alkohol. Gejala penderita

penyakit ini adalah timbulnya jaringan perut dan kerusakan sel-sel normal

hati.
35

4) Cirrhosis

Cirrhosis adalah kelainan hati di mana jaringan hati menyusut.

2.8.3. Kulit

a. Pengertian kulit

Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh yang

merupakan organ terluas pada tubuh kita. Kulit sangant tipis dengan beberapa

lapisan yang menyusunnya. Kulit termasuk organ ekskresi karena terdapat kelenjar

keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga

berfungsi sebagai indera peraba dan perasa. Adapun bentuk dari struktur kulit dapat

dilihat pada gambar 2.4 berikut ini:

Gambar 2.4. struktur kulit


Sumber : http//:www.puagem.blogspot.com
Akses: 25 november 2016

Kulit manusia terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit

jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit.

1) Epidermis (kulit ari)

Lapisan kulit yang paling luar disebut epidermis. Lapisan ini sangat tipis.

Kulit ari terdiri dari dua lapisan, yaitu sebagai berikut:


36

a) Lapisan tanduk

b) Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah dan seraut saraf karena

merupakan sel-sel mati yang selalu mengelupas, tidak memiliki inti, dan

mengandung zat keratin. Karena tidak mengandung pembuluh darah,

maka lapisan ini tidak akan mengeluarkan darah saat mengelupas.

c) Lapisan Malpighi

Lapisan malpighi merupakan lapisan yang terdapat di bawah lapisan

tanduk. Berbeda dengan lapisan tanduk, lapisan malpighi justru selalu

membelah diri. Pada lapisan malpighi terdapat melanin, yaitu pigmen

yang menentukan warna kulit dan melindungi sel dari kerusakan yang

disebabkan oleh sinar matahari. Jika kulit terlalu banyak terkena sinar

matahari maka produksi melanin akan meningkat dan kulit menjadi gelap.

Jika seseorang tidak memiliki pigmen pada lapisan malpighinya maka

orang tersebut dinamakan albino.

Pada permukaan kulit ari terdapat pori-pori yang merupakan muara kelenjar

minyak. Melalui pori-pori inilah keringat diekskresikan. Kulit ari biasanya

ditumbuhi rambut, kecuali kulit ari yang ada di telapak tangan dan kaki. Kulit ari

pada telapak tangan dan kaki terdiri atas 4 lapisan, yaitu:

a). Stratum korneum

b). Stratum granulosum

c). Stratum lusidum

d). Stratum germinalis

2) Dermis (kulit jangat)

Dermis merupakan lapisan kulit yang berada di bawah lapisan epidermis.

Dibandingkan epidermis, lapisan dermis lebih tebal. Antara lapisan dermis


37

dan epidermis dilapisi dengan membran basalis. Lapisan dermis terdapat

beberapa jaringan, yaitu sebagai berikut:

a) Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar

rambut dan sel kulit.

b) Kelenjar keringat (glandula sudorifera), berfungsi untuk

menghasilkan keringat.

c) Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan

minyak agar kulit dan rambut tidak kering.

d) Pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel

atau jaringan termasuk akar rambut.

e) Ujung-ujung saraf, yaitu ujung saraf perasa dan peraba, saraf rasa

nyeri, saraf rasa panas, dan saraf rasa sentuhan.

f) Kantong rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar

minyak rambut.

3) Jaringan ikat bawah kulit

Lapisan ini berada di bawah dermis. Pembatas jaringan ikat bawah kulit

dengan dermis adalah mulainya terdapat sel lemak. Lemak berfungsi untuk

melindungi tubuh terhadap benturan, penahan suhu tubuh, dan sumber

energi.

b. Fungsi kulit

Fungsi utama kulit, yaitu sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan keringat.

Selain itu, kulit juga menghasilkan minyak melalui kelenjar minyak. Minyak

berfungsi untuk mencegah kekeringan pada kulit dan menegrutnya kulit rambut.

Berikut fungsi kulit:


38

1) Sebagai alat indera

2) Sebagai pengatur suhu tubuh

3) Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D

4) Melindungi jaringan yang ada di bawahnya

5) Menyimpan kelebihan lemak

c. Kelainan pada kulit

Beberapa kelainan yang terjadi pada kulit, antara lain sebagai berikut:

1) Jerawat

Jerawat adalah gangguan kulit pada kelenjar minyak. Hal-hal yang perlu

dilakukan untuk mencegah timbulnya jerawat, yaitu dengan makan makanan

yang seimbang, rajin menjaga kebersihan kulit dan diimbangi dengan tidur

dan olahraga yang cukup.

2) Kanker kulit

Penyebab kanker kulit adalah kulit mendapat sinar matahari yang berlebihan.

Biasanya kanker kulit menyerang orang berkulit putih karena warna kulit

tersebut lebih sensitif terkena sinar matahari. Cara pencegahannya adalah

dengan menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak dan

pemakaian tabir surya secara rutin.

3) Biduran

Penyebab biduran antara lain udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan

kimia. Tanda-tanda penyakit ini adalah timbulnya bentol-bentol yang tidak

beraturan dan terasa gatal. Cara pencegahan penyakit ini, yaitu dengan

menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi.


39

4) Psoriasis

Psoriasis disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gejala

yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan pada kulit kepala, sikut,

punggung, dan lutut. Jika terkena penyakit ini harus rutin melakukan

pengobatan.

5) Ringworm

Sebenarnya ringworm adalah nama sejenis jamur yang menginfeksi kulit.

Penyakit akibat jamur ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di

kulit. Pencegahan kulit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering

dan tidak lembab.

2.8.4. Paru-paru

Selain berfungsi sebagai alat pernapasan pada manusia, paru-paru juga

berfungsi sebagai alat ekskresi. Adapun bentuk dari struktur paru-paru bisa kita lihat

pada gamabar 2.5. berikut ini:

Gambar 2.6. struktur paru-paru


Sumber : http//:www.puagem.blogspot.com
Akses: 25 november 2016

Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel

pada diafragma. Setiap manusia memiliki 2 paru-paru. Paru-paru manusia dilindungi

oleh tulang-tulang rusuk dan dilapisi oleh selaput tipis yang disebut pleura. Paru-
40

paru terbagi menjadi 2 bagian, yaitu paru-paru kanan (dexter) yang memiliki 3

gelambir dan paru-paru kiri (sinister) yang memiliki 2 gelambir.

b. Fungsi paru-paru

Fungsi utama paru-paru adalah sebagai organ pernapasan. Selain itu, paru-

paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi. Sebagai organ ekskresi paru-paru

mengeluarkan ekskret yang berupa gas karbondioksida dan uap air. Gas-gas tersebut

merupakan zat sisa dalam proses pernapasan. Zat sisa pernapasan harus dikeluarkan

agar tidak mengganggu fungsi tubuh.

c. Kelainan pada paru-paru

Beberapa kelainan yang terjadi pada paru-paru antara lain sebagai berikut:

1) Bronchitis, adalah peradangan pada cabang batang tenggorokan (bronkus).

2) Pleuritis, adalah peradangan pada selaput pembukus paru-paru.

3) TBC

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Tanda-

tanda penyakit ini adalah adanya bintil-bintil pada alveolus. Cara pengobatan

penyakit ini adalah dengan terapi menggunakan vaksin BCG.

4) Asma

Penyebab penyakit asma adalah alergi terhadap rambut, bulu, debu atau

tekanan psikologis. Tanda-tanda penyakit ini adalah saluran pernapasan

tersumbat sehingga penderita mengalami sesak nafas.

5) Pneumonia

Penyebab penyakit ini adalah bakteri, virus, dan jamur. Tanda-tanda orang

yang terkena penyakit ini dinding alveolusnya robek sehingga mengurangi

daerah pertukaran gas.