Anda di halaman 1dari 22

1. Seorang perempuan berinisial Ny. A. K umur 71 tahun dirawat di ICCU jantung.

Mengeluh
nyeri dada sebelah kiri seperti rasa terbakar dengan skala nyeri 5, berlangsung selama 20
menit, berkeringat dingin, dan rasa lemah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD: 160/80
mmHg, RR: 24x/menit, N: 96x/menit. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan hasil
CK_MB U/L. Pertanyaan:
Berapa nilai normal pemeriksaan CK_MB ?
A. 0 - 35
B. 0 - 25
C. 0 - 45
D. 0 - 55
E. 0 15

1. Seorang perempuan usia 69 tahun dirawat di ICCU jantung. Dengan keluhan nyeri dada
sebelah kiri seperti tertindih dengan skala nyeri 6, berlangsung 20 menit, merasa lemah
dan pucat. Diagnose medis yang didapatkan yaitu STEMI. Pertanyaan :
Komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada pasien dengan diagnose STEMI ?
A. Disfungsi Ventrikuler
B. Gangguan Hemodinamika
C. Disfungsi Ventrikuler dan Gangguan Hemodinamika
D. Penyempitan arteri coroner
E. Iskemia miokardium local

2. Tindakan apakah yang harus segera dilakukan pada pasien diatas sebelum terdiagnosa
medis STEMI?
A. Pengambilan Darah
B. Pemberian O2
C. Pemasangan IVFD
D. Pemeriksaan EKG
E. Kaji riwayat penyakit dahulu

Kasus (vignete)
Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke IGD diantar oleh keluarganya. Saat dikaji klien mengeluh pusing
dan juga rasa berat di dada seperti tertekan beban berat. Data objektif: klien tampak memegang area dada, skala
nyeri 6, expresi wajah meringis. GCS: 14, TD 150/80 mmHg, frekuensi nadi 44x/menit irama ireguler, frekuensi
pernafasan 24x/menit.

Pertanyaan:
Apakah tindakan keperawatan yang utama untuk pasien tersebut?

Pilihan jawaban :

A. Berikan posisi semi fowler


B. Instruksikan teknik relaksasi nafas dalam
C. Berikan terapi O2 nasal kanul
D. Kolaborasi pemberian cairan melalui intravena
E. Kolaborasi pemeriksaan EKG
Kasus (vignete)
Tn. D.K umur 38 tahun dibawa ke ICCU setelah mendapat penanganan dari IGD. Saat dikaji klien masih
mengeluh pusing dan tampak adanya edema pada kedua tungkai kaki. TD 150/80 mmHg, frekuensi nadi
44x/menit irama ireguler, frekuensi pernafasan 24x/menit.

Pertanyaan:
Daerah jantung manakah yang mengalami gangguan sehingga menyebabkan adanya edema?

Pilihan jawaban :

A. Atrium kanan
B. Ventrikel kanan
C. Atrium kiri
D. Ventrikel kiri
E. Atrium kanan dan kiri

1. Tn. M.K, umur 72 tahun, dirawat diruangan CVCU di RS X, ruangan CVCU dipenuhi dengan
AC dan terlalu dingin bagi pasien. Pasien meminta perawat untuk mematikan AC Karena
merasa kedinginan, tetapi didalam ruangan CVCU AC tidak bias dimatikan. Perawat tidak
mengindahkan keluhan pasien.
Prinsip etika apa yang dilanggar perawat?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Justice
d. Non maleficence
e. Veracity

2. An. P.K, umur 14 tahun dirawat diruangan CVCU di RS X, pasien tersebut didiagnosa
menderita penyakit jantung bawaan. TD : 90/ 60 mmHg, N: 70 x/ menit, R: 36 x/ menit.
Keluarga selalu bertanya kepada perawat tentang penyakit yang diderita dan keadaan pasien
tetapi perawat tidak pernah memberitahukan keadaan anaknya, perawat hanya mengatakan
kalau keadaan anaknya baik-baik saja.
Prinsip etika apa yang dilanggar perawat?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Justice
d. Non maleficence
e. Veracity

1. Seorang pasien laki-laki berumur 21 tahun masuk UGD Jantung dengan keluhan nyeri
dada yang dirasakan didaerah sekitar dada,ketika pasien beristirahat lama pun nyeri tidak
hilang. Hasil pengkajian didapatkan data Tekanan Darah : 130/90 mmHg, Nadi
90x/menit, pernapasan 20x/menit, suhu badan 36,5 c. Perawat telah memberikan posisi
semifowler.
Apa tindakan utama yag harus dilakukan oleh perawat ?
a. Memasang O2 Nasal Kanul 4 l/m
b. Memasang O2 Non-Rebreathing Mask 7 l/m
c. Memasang O2 Rebreathing Mask 10 l/m
d. Menganjurkan pasien mengambil posisi supine
e. Memasang O2 Nasal Kanul 12 l/m
2. Instrukur dari dokter cairan yang diberikan NaCl pada soal no.1
Kandungan cairan dari infuse cairan NaCl adalah . . . . . . . .
a. Na:154 mmol/l Cl:154 mmol/l
b. Na:150 mmol/l Cl:140 mmol/l
c. Na:130 mmol/l Cl:109-110 mmol/l
d. Glukosa = 50gr/l, 100gr/l, 200gr/l
e. Polimer Glukosa

Kasus (vignete)
Seorang laki-laki bernama Tn. S.B usia 68 tahun, dirawat di ICCU jantung dan mengalami sesak nafas dengan
frekuensi 18x/m. Klien mendapat terapi O2 3L/m via nasal kanul. Klien juga mendapat terapi obat candesartan,
trombo aspilet, brilinta, dan atorvastatin. Diduga klien mengalami masalah keperawatan penurunan curah jantung.
Klien mengalami perubahan afterload yaitu dyspnea.

Pertanyaan:
Manakah data yang menunjang untuk diangkat masalah penurunan curah jantung karena perubahan afterload?

Pilihan jawaban :

A. Gambaran EKG aritmia


B. Edema
C. Distensi vena jugularis
D. Pulmonary Artery Wedge Pressure (PAWP) menurun
E. Pulmonary Vascular Resistance (PVR) meningkat/menurun
Kasus (vignete)
Seorang laki-laki bernama Tn. Y. P berusia 69 tahun dirawat di ICCU jantung. Pasien mengeluh sesak nafas
disetai jantung berdebar-debar (palpitasi). Didapatkan data hasil pengkajian TD 160/80 mmHg, frekuensi nadi
85x/m dan frekuensi pernafasan 18x/menit, edema (+), distensi vena jugularis (+). Tn. Y.P juga mengeluh mudah
lelah, merasa lemas dan bedrest serta kebutuhan ADL dibantu oleh keluarga.
Pertanyaan:
Apakah diagnosa masalah kepeawatan yang muncul dari kasus diatas?
Pilihan jawaban :
A. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung
B. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan frekuensi jantung
C. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas
D. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload
E. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload

1. Perhatikan Gambar- gambar EKG di bawah ini:


Berdasarkan gambar diatas, ST elevasi terdapat pada sadapan....

a. Lead I, avL, V2 dan V3


b. Lead I, aVL, V4 dan V5
c. Lead II, aVR, V2 dan V3
d. Lead II, aVr, V2,V3, V4
e. Lead I, aVF, V1-V6
Jawaban A

2. Perhatikan gambar EKG berikut.

Yang menjadi ciri-ciri STEMI adalah...


a. Adanya kenaikan segmen ST dengan atau tanpa adanya gelombang Q patologis
b. Adanya gelombang P yang lebar dan berlekuk
c. Adanya gelombang T inverted
d. Adanya depresi segmen ST dengan atau tanpa adanya gelombang Q patologis
e. Adanya depresi segmen ST dan gelombang T inverted
Jawaban A
Kasus (vignete)
Seorang laki-laki berusia 57 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar sampai

kebelakang nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk skala 7, nyeri + 30 menit hilang timbul. Dan nyeri dirasakan lebih

hebat + 1 hari yang lalu SMRS.

Pertanyaan:
Apakah tindakan keperawatan yang utama untuk pasien tersebut?

Pilihan jawaban :

A. Memberikan oksigen

B. Melakukan perekaman EKG

C. Mengukur tanda-tanda vital

D. Kolaborasi pemberian nitrat

E. Kolaborasi pemberian morfin

Kunci Jawaban: A
Referensi: Digilib.stikeskusumahusada.ac.id/ Pengalaman-perawat-dalam-penangan-pasie-penyakit-
kardiovaskular-dengan-AMI( Acut Miokard Infark)-DIIGD-RSUD-dr-Soediran-Mangun-
Sumarso-Wonogiri
Nama pembuat
Institusi/bagian

Tinjauan Jabaran

Kasus (vignete)
Tn KN berusia 57 tahun dirawat diruang ICCU dengan diagnosis medis STEMI Inferior. Keluhan nyeri dada

sebelah kiri menjalar sampai kebelakang nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk skala 6, nyeri + 30 menit hilang

timbul. TD : 120/80 mmHg, N : 64 x/menit, R : 22 x/menit, SB 36 c. kesadaran composmentis, terapi O2 : 3

liter/menit.Pertanyaan: Manakah letak perubahan EKG ST elevasi pada kasus tersebut?Pilihan jawaban :

A. ST segmen elevasi dilead V1-V4

B. ST segmen elevasi dilead V3-V4

C. ST segmen elevasi dilead II, III, aVF

D. ST segmen elevasi dilead I, aVL, V5, V6

E. ST segmen elevasi dilead V1-V2


1. Pasien TN. JR umur 53 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Dirasakan sejak
kemarin dan memberat 4 jam yang lalu. Nyeri yang dirasakan menjalar ke bahu, leher dan
lengan kiri. Dari pemeriksaan fisik terlihat gelisah, kesakitan dan tampak anemis dan
skala nyeri 6, TTV : TD : 130/90 mmHg, N : 88 x/m, R : 22 x/m, SB : 36,8 OC. saat di
IGD sudah diberikan O2 3 Liter/menit dan dari pemeriksaan EKG didapatkan ST elevasi
pada lead II, III dan AVF. Kemudian oleh dokter diberikan obat Nitrogliserin.
Apa fungsi dari dari pemberian obat Nitrogliserin ?
a. Menghambat pembentukan faktor pembekuan darah
b. Menghambat terbentuknya thrombus
c. Untuk mengurangi nyeri dada (Angina)
d. Untuk melarutkan thrombus yang ada
e. Untuh menurunkan resiko terjadinya serangan jantung

2. Pasien TN. JR umur 53 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Dirasakan sejak
kemarin dan memberat 4 jam yang lalu. Nyeri yang dirasakan menjalar ke bahu, leher dan
lengan kiri. Dari pemeriksaan fisik terlihat gelisah, kesakitan dan tampak anemis dan
skala nyeri 6, TTV : TD : 130/90 mmHg, N : 88 x/m, R : 22 x/m, SB : 36,8 OC. saat di
IGD sudah diberikan O2 3 Liter/menit dan dari pemeriksaan EKG didapatkan ST elevasi
pada lead II, III dan AVF. Kemudian oleh dokter diberikan obat anti koagulan.
Apa fungsi dari dari pemberian obat anti koagulan ?
a. Menghambat pembentukan faktor pembekuan darah
b. Menghambat terbentuknya thrombus
c. Untuk mengurangi nyeri dada (Angina)
d. Untuk melarutkan thrombus yang ada
e. Untuh menurunkan resiko terjadinya serangan jantung

1. Seorang laki-laki dirawat di RS. Z dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke
punggung seperi rasa terbakar, tertindih benda berat,rasanya seperi ditusuk-tusuk, nyeri
hilang timbul.skala nyeri 8 (0 - 10).
Diagnosa keperawatan yang di angkat adalah nyeri berhubungan dengan iskemia
miokardium.
Dengan intervensi (NIC) :
Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker sesuai indikasi.

Pertanyaan
Manakah rasional yang tepat dari intervensi diatas?
a. Meningkatkan jumlah oksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga
mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemia.
b. Memperkuat jantung , sehingga bisa dibilang bahwa oksigen merngurangi resiko
serangan jantung.
c. Menenangkan pikiran dan menstabilkan system saraf.
d. Mempercepat proses pemulihan tubuh.

2. tn ML umur 59 thn diantar oleh keluarganya ke RS Z untuk mendapatkan pertolongan


karena klien merasa sesak napas, nyeri dada dan menjalar kepunggung kiri dengan skala
nyeri 8 .tanda- tanda vital TD : 120/80mmHg, Nadi : 85 x/m , R : 24.
Tindakan apa yang menjadi prioritas perawat ?
a. menangani Nyeri
b. memberikan oksigen
c. melakukan pemeriksaan tanda tanda vital
d. menyuruh klien untuk istirahat saja
3. seorang laki-laki usia 59 thn dirawat di ruang ICCU RS Z dengan keluhan nyeri dada kiri
menjalar sampai ke punggung, sesak nafas .Saat di observasi tampak dispnea,
letih,takikardi. Klien didiagnosa ST Elevasi Miokard Infark dan Dokter
menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan
diagnose tersebut. Maka hasil laboratorium nya adalah

a. CKMB dan CTn meningkat 2x lipat


b. Jumlah leukosit darah perifer meninggi
c. Laju endap darah naik
d. Sgot dan CPK
1. Tn.G.Lumur 66 tahunmasukrumahsakitX dengankeluhannyeri dada
sebelahkiri.Hasilpemeriksaanfisik TD 110/70 MmHg, Nadi 126 x/menit, R: 32 x/menit,
SB: 36,5 C. Klientelahdilakukanpemeriksaan EKG

Manakahinterpretasi EKG yang sesuaidenganhasil EKGdiatas?


a. Iramajantungireguler
b. ST elevasi di lead II, III, danaVf
c. ST depresipada lead II,III danaVf
d. Normal sinus Rhythm
e. HR 50x/menit

2. Tn. G.L umur 66 tahunmasukrumahsakit X padatanggal 26 Agustus 2017 jam 22.50


dengankeluhannyeri dada yang dirasakanklien 5 SMRS hasil EKG tampakada ST
elevasidanpada jam 23.00 telahdilakukantindakan primary Percutaneus Coronary
Intervention (PCI).
Manakahtindakankeperawatanprioritas6 jam posttindakanPercutaneus Coronary
Intervention (PCI) ?
a. Denganmenggunakansarungtangansterildanprosedursteril sheath di
affdandilakukanpenekananselamakuranglebih 2 jam
sampaiperdarahanberhenti
b. Denganmenggunakansarungtangansterildanprosedursteril sheath di
affdandilakukanpenekananselamakuranglebih 10-15
menitsampaiperdarahanberhenti
1. Seorang laki-laki berusia 72 tahun dirawat di ruang interna dengan diagnosis STEMI.
Pasien mengeluh nyeri dada terasa seperti diremas-remas. Nyeri hilang timbul durasi
nyeri 20 menit. Nyeri dada kiri menjalar kepunggung dengan skala nyeri 8, pasien tidak
dapat melakukan aktivitas ringan. Hasil pemeriksaaan laboratorium ada peninglatan
leukosit yaitu; 18700/uL. Pasien terlihat pucat dengan tekanan darah 100/80 mmHg; suhu
badan 36.5C; nadi 102 x/mnt; respirasi 22 x/mnt.

Pertanyaan:

Apakah tindakan klaborasi yang utama untuk pasien tersebut?

Pilihan jawaban:

A. Kolaborasi pemberian analgetik


B. Kolaorasi pemberian Nitrat
C. Kolaborasi pemberian antiseptik
D. Mengajarkan teknik relaksasi
E. Memposisikan pasien: semifowler

Kunci jawaban: B

2. Seorang laki-laki berusia 72 tahun dirawat di rumah sakit. Pasien mengeluh nyeri dada.
Nyeri hilang timbul durasi nyeri 20 menit dengan skala nyeri 4, pasien tidak dapat
melakukan aktivitas ringan. Hasil pemeriksaaan laboratorium ada peninglatan leukosit
yaitu; 18700/uL. Pasien terpasang oksigen 3 L/mnt. Pasien terlihat pucat dengan tekanan
darah 100/80 mmHg; suhu badan 36.5C; respirasi 28x/mnt. nadi 105 x/mnt; hasil EKG
sinus takikardi.

Pertanyaan:

Apakah diagnosa utama pada kasus diatas?

Pilihan jawaban:

A. Intolerasi aktivitas
B. Penurunan curah jantung
C. Nyeri
D. Risiko infeksi
E. Polanafas tidak Efektif
Kunci Jawaban: E
1. Tn. M.L dirawat diruangan ICCU di RS. X, dengan keluhan nyeri dada setelah berkebun,
nyeri seperti diremas-remas dan menjalar ke lengan bagian kiri disertai dengan keringat
dingin. Saat dikaji pasien mengatakan :
P : Nyeri setelah berkebun
Q : Seperti diremas-remas
R : Nyeri dirasakan pada dada, menjalar ke lengan kiri
S : Skala nyeri 7 (Berat)
T : Menetap
Manakah dari pengkajian PQRST yang menunjukan data keluhan ?
a. Prevalensi
b. Preventif
c. Provokatif
d. Persuasif
e. Presensi
2. Tn. M.L dirawat diruangan ICCU di RS. X, dengan keluhan nyeri dada setelah berkebun,
nyeri seperti diremas-remas dan menjalar ke lengan bagian kiri disertai dengan keringat
dingin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan pada SGOT
147 U/L, Creatinin Darah 1.8 mg/dL, CK Total 1469 U/L, CKMB 128 U/L dan Troponin
T >2000 ng/L. Skala nyeri 7 (Berat). Manakah enzim hasil pemeriksaan laboratorium
setelah onset nyeri 4-6 jam dan normal lagi setelah 7-10 hari setelah onset yang
mengindikasikan kerusakan pada otot jantung?
a. Creatinin Darah
b. CK Total
c. SGOT
d. Troponin T
e. CKMB

Seorang perempuan berusia 75 tahun dirawat di ruang perawatan jantung dengan keluhan
nyeri dada dirasakan hilang timbul durasi nyeri 20 menit. Nyeri seperti ditusuk tusuk
menjalar ke punggung dengan skala nyeri : 7. Klien tampak meringis dan hasil
pemeriksaan fisik TD : 130/90 mmHg, N : 90x/m, R : 22x/m, SB : 36C. Hasil
pemeriksaan EKG : irama irregular. Berdasarkan kolaborasi dengan dokter dianjurkan
untuk pemeriksaan laboratorium.

Pertanyaan :

1. Manakah dari hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan hasil pemeriksaan


enzim jantung ?

A. SGOT / SGPT
B. CKMB

C. Ureum Kreatinin

D. Leukosit

E. Billirubin

Jawaban : B

2. Apakah tindakan keperawatan yang sesuai untuk dilakukan berdasarkan kasus diatas ?

A. Memberikan terapi oksigen

B. Mengkaji TTV tiap 4 jam

C. Kolaborasi pemberian analgetik

D. Batasi intake output

E. Memberikan posisi semi fowler

Jawaban : C

1. seorang wanita Ny. R berusia 80 tahun,di ruang ICCU dengan diagnose medis gagal
jantung kongestif. pasien terpasang oksigen kanul 3liter/menit dengan posisi bed semi
fowler 30o. alarm pada bedside monitor berbunyi dan muncul gambaran asistole pada
bedside.
pertanyaan
manakah tindakan yang pertama dilakukan perawat pada situasi tersebut?

pilihan jawaban

a. berteriak minta bantuan


b. memeriksa respon pasien
c. langsung melakukan RJP
d. memeriksa nadi karotis pasien
e. mengubah posisi bed pasien ke posisi terlentang

Jawaban : B

1. Ny. A berusia 80 tahun dirawat di ruang perawatan jantung. Pasien mengeluh sesak napas
terutama saat berbaring, lemah dan tampak pucat serta kebutuhan ADL dibantu oleh keluarga. TD
100/70 mmHg, frekuensi nadi 82 x/m dan frekuensi pernafasan 24 x/menit, kulit dingin dan
lembab. Hasil pemeriksaan EKG : irama irregular. Hasil pemeriksaan foto thorax : kardiomegali.
Terapi O2 : 2 liter/ menit. Pasien sudah diberikan terapi obat Digoxin 0,25 mg secara oral.

Pertanyaan:
Manakah kegunaan yang benar dari pemberian terapi obat tersebut ?

Pilihan jawaban :
A. Untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan
B. Untuk mengobati denyut jantung tidak teratur
C. Untuk mengobati edema pada gagal jantung
D. Untuk mencegah hipovolemik
E. Untuk pencegahan stroke dan emboli

Jawaban : B

2. Ny. A.R berusia 80 tahun dirawat di ruang CVCU dengan diagnosa medis gagal jantung. Hasil
pemeriksaan fisik : TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 82 x/m dan frekuensi pernafasan 24 x/menit.
Hasil pemeriksaan EKG : irama irregular. Hasil pemeriksaan foto thorax : kardiomegali. Pasien
sudah diberikan terapi obat Furosemid 40 mg diberikan melalui intravena. Terapi oksigen : 2
liter/menit
Pertanyaan :
Apa yang harus di observasi oleh perawat setelah pemberian terapi obat tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Kaji Intake Output
B. Kaji Tanda Tanda Vital
C. Monitor status respirasi dan oksigen
D. Identifikasi aktifitas yang dilakukan
E. Hasil pemeriksaan laboratorium

Jawaban : A

Kasus

1. Seorang perempuan berusia 64 tahun di antar oleh keluarga ke IGD. Pasien mengeluh
rasa sakit pada dada sebelah kiri menjalar sampai ke punggung selama 20 menit yang
tidak hilang dengan istirahat, adanya riwayat hipertensi, TD 130/90 mmHg. Hasil
kolaborasi dengan dokter, pasien dianjurkan untuk dilakukan perekaman EKG, hasil
gambaran EKG di atas terdapat ST Elevasi.

Pertanyaan :

Tentukan ST Elevasi pada sandapan berapa?

Pilihan jawaban:
A. ST Elevasi V1-V2
B. ST Elevasi V1-V4
C. ST Elevasi V2-V5
D. ST Elevasi Lead II, Lead III, aVF
E. ST Elevasi V5 dan V6, Lead I dan aVL

Kunci jawaban :

Kasus

2. Seorang perempuan berusia 64 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan
rasa sakit pada dada sebelah kiri menjalar sampai ke punggung selama 20 menit tidak
hilang dengan beristirahat , sulit tidur, tampak meringis, gelisah, badan lemah dan ADL
dibantu oleh keluarga dan perawat. TD : 130/90 mmHg, dan frekuensi nafas 28 x/menit.
Hasil kolaborasi dengan dokter, pasien dianjurkan untuk dilakukan perekaman EKG,
hasil gambar EKG diatas.

Pertanyaan :

Berapakah frekuensi denyut jantung (HR) dengan menggunakan rumus kotak kecil?

Pilihan jawaban:

A. HR 75x/menit
B. HR 76x/menit
C. HR 70x/menit
D. HR 72x/menit
E. HR 73x/menit

Kunci jawaban : A

1. Ny. M.S usia 51 Tahun dirawat diruangan CVCU RS.A dengan diagnnosa ALO (Acute
Lung Oedema) pasien sesak nafas 5 bulan SMRS, lemas dan bedrest, perut membesar
dan kembung, pemeriksaan fisik TD : 110/70, N : 86 R :27x/m SB: 36,7 0C. Pengunaan
otot bantu napas oksigen 4l/m, terdengar suara ronchi.
Intervensi keperawatan untuk masalah pasien tersebut ?
a. Monitor Suhu minimal tiap 2 jam
b. Monitor warna dan suhu kulit
c. Catat adanya edema hiperlemik, hipertonik papilla lidah dan cavvitas oral
d. Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan

Jawaban : D
2. Ny. M.S usia 51 Tahun dirawat diruangan CVCU RS.A dengan diagnnosa ALO (Acute
Lung Oedema) pasien sesak nafas 5 bulan SMRS, lemas dan bedrest, perut membesar
dan kembung, pemeriksaan fisik TD : 110/70, N : 86 R :27x/m SB: 36,70C, ADL dibantu.
Tentukan intervensi keperawatan untuk masalah pasien tersebut
a. Melaporkan nilai laboratorium untuk praktisi primer
b. Dorong pasien mengidentifikasi kekuatan dirinya
c. Monitor kualitas dari nadi
d. Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan

Jawaban : D

1. Seorang laki-laki usia 72 tahun dirawat di iccu di RS.X dengan keluhan utama mengeluh nyeri
dada, seperti di remas remas skala nyeri 8 Terasa d uluhati dan dada kiri menjalar ke pinggang dan
lengan kiri disertai keringat dingin, klien dengan diagnosa Stemi. dan anjuran dokter klien harus
mengumsumsi terapi obat ISDN (isosorbide Dinitrate)
Pertanyaan, Bagaimana cara pemberian obat tersebut ??

A. Topikal
B. Oral
C. Rektal
D. Intrakutan
E. Intramuskular

2. Tn. Ms usian 72 tahun dirawat di ICCU di RS.x mengeluh nyeri dada, seperti remas remas,
skala nyeri 8 terasa di uluhati dan dada kiri menjalar ke pinggang dan lengan kiri disertai keringat
dingin, pada pemeriksaan fisik ditemukan TD= 100/80 mmHg. Rr= 22 X/menit. Pada pemeriksaan
EKG ditemukan St Elevasi pada Led 1,AVL,V1,V3.
Pertanyaan di daerah jantung manakah yang mengalami gangguan ?

A. Anteroseptal
B. Anterorateral
C. Posterior
D. High Lateral
E. Septum
Tn N berusia 55 tahun dirawat di ruang CVCU dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri . dirasakan
seperti tertusuk-tusuk, nyeri menjalar sampai ke belakang, skala nyeri 6 (1-10), riwayat hipertensi
terkontrol. TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 64 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, SB 36oC.
Hasil EKG didapatkan ST Elevasi di lead II, III, aVF. Pasien sudah diberikan terapi obat
Tromboaspilet 80 gr via Oral.

Pertanyaan

1. Apakah yang harus dievaluasi setelah pemberian obat Tromboaspilet pada kasus diatas ?
A. Resiko perdarahan
B. Ketidakefektifan pola napas
C. Nyeri akut
D. Resiko penurunan curah jantung
E. Gangguan pola tidur
Tn N berusia 55 tahun dirawat di ruang CVCU dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri . dirasakan
seperti tertusuk-tusuk, nyeri menjalar sampai ke belakang, skala nyeri 6 (1-10), riwayat hipertensi
terkontrol. TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 64 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, SB 36 oC.
Hasil EKG didapatkan ST Elevasi di lead II, III, aVF. Pasien sudah diberikan terapi obat Ramipril
2.5 mg via Oral.

Pertanyaan

2. Apa yang harus diobservasi oleh perawat setelah pemberian obat Ramipril pada kasus
diatas ?
a. Kaji intake dan output cairan
b. Kaji tekanan darah
c. Kaji adanya edema
d. Kaji adanya mual muntah
. tn.R umur 19 tahun dirawat drang jantung RS. Sehat Besama dengan keluhan nyeri dada sebelah
kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk menjalar sampai ke ekstremitas atas sebelah kiri, didapatkan TD :
130/80 mmHg, N : 75x/menit, R : 23x/menit. Tampak pasien sianosis. Manakah bagian jantung
yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh?

a. venrikel kiri

b. ventrikel kanan

c. atrium kanan

d. katup trikuspidalis

jawaban : a

2. tn.R umur 19 tahun dirawat drang jantung RS. Sehat Besama dengan keluhan nyeri dada sebelah
kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk menjalar sampai ke ekstremitas atas sebelah kiri, didapatkan TD :
130/80 mmHg, N : 75x/menit, R : 23x/menit. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan gelombang
Pdan gelombang QRS normal, interval PR 0,16 detik, lebar kompleks QRS 0,06 detik. Jarak antara
R didapatkan 13 kotak kecil. Apakah interpretasi dari pemeriksaan EKG tersebut?

a. irama sinus normal

b. sindroma sinus oleh sebeb sakit

c. ainua takikardi

d. AV blok derajat I

jawaban : C

1. Tn. G.L berusia 58 tahun dengan keluhan nyeri dada dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan selama
<5jam dan didapatkan didgnostik jantung koroner dan adanya penyempitan pembuluh darah
koroner. Apakah tindakan yang paling tepat untuk dilakukan pemasangan kateter?
a. Extracorporeal Shockwave Miocardial (ESMR)
b. Percutaneus Coronary Intervention (PCI)
c. Coronary Artery Bypass Grafting (CABG)
d. Transmiocaridal Laser Revascularization (TMR)

2. Ada seorang laki-laki berumur 58 tahun mengalami kedinginan sampai beku pada cuaca yang
sangat dingin dan kulit terasa dingin. Orang tersebut tidak bernafas serta tidak dapat dilakukan
perabaan denyut nadi. Apakah langkah yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
a. Melakukan RJP langsung dilanjutkan dengan pemberian bantuan jalan nafas
b. Menyelimuti pasien agar tidak kedinginan
c. Mengamati pasien sebelum memanggil bantuan yang terdekat
d. Menghangatkan tubuh pasien sambil membaringksn pasien ditempat yang aman
e. Memeriksa nadi, sambil menghangatkan tubuh pasien, melakukan CPR
Tn. K.A masuk RS dengan keluhan nyeri dada bagian kiri menjalar sampai ke punggung, nyeri
dirasakan seperti ditusuk-tusuk dengan durasi > 20 menit. TD 90/60 mmHg, Nadi 117x/menit, RR
24x/menit dan suhu tubuh 36,5C. Interpretasi EKG : ST elevasi di V4 V6, Irama EKG AF NVR
100x/menit. Pasien kemudian diberikan Aspirin sebagai penanganan awal. Selanjutnya sesuai
instruksi dokter pasien diberikan terapi obat Dopamin.

1. Apakah tujuan pemberian Aspirin pada penanganan awal pasien dengan penyakit
jantung?
a. Menghilangkan nyeri
b. Meningkatkan saturasi oksigen
c. Menurunkan tekanan baik preload maupun afterload
d. Menurunkan level dari tromboxane A2 yang merupakan aktifator platelet yang poten
e. Semua benar

Jawaban : D

2. Manakah yang merupakan cara kerja yang tepat dari obat Dopamin?
a. Meningkatkan cardiac output dan tekanan darah
b. Penghambat pembentukan enzim dan mencegah pembekuan darah
c. Mencegah terjadinya gumpalan darah
d. Memperlebar pembuluh darah di jantung
e. Mencegah pelekatan keping darah dan penyumbatan yang berbahaya

Jawaban : A

1. Tn. SB dirawat diruangan penyakit jantung dengan infark miokard dan telah dilakukan

tindakan kateterissi jantung 3 hari yang lalu. Tn.SB mengatakan tidak lagi merasakan

nyeri pada daerah dada, dan merasa keadaannya sudah lebih baik. Tekanan darah : 120/70

mmHg, frekuensi nadi : 88 x/menit, frekuensi pernafasan : 22 x/menit dan suhu tubuh :
36,4C. Tn.SB diijinkan pulang oleh dokter dan tinggal menunggu kelengkapan berkas

administrasi rekam medis pasien.

Pertanyaan :
Manakah tindakan rehabilitatif yang tepat untuk pasien tersebut ?
Jawab :
a. `Menganjurkan pasien berjalan kaki/treatmel selama <15 menit dengan 2-3

menit istirahat.

b. Menganjurkan pasien berjalan kaki/treatmel selama 15-30 menit dengan 2-

3 menit istirahat.

c. Menganjurkan pasien berjalan kaki/treatmel selama 30-45 menit dengan 2-3

menit istirahat.

d. Menganjurkan pasien berjalan kaki/treatmel selama >45 menit dengan 2-3 menit

istirahat.

Jawaban : B

1. Tn. M.K berusia 72 tahun dirawat diruang CVCU, RS. X dengan keluhan nyeri dada
disertai sesak napas saat beristirahat ataupun beraktivitas. Hasil pengkajian TD: 110/60
mmHg, frekuensi nadi : 52x/menit, frekuensi pernapasan 26x/menit, Capillary Refil Time
> 3 detik. Klien bedrest serta ADL dibantu keluarga. Klien mendapatkan terapi O 2 : 3
liter/menit. Hasil EKG : irama jantung irreguler. Pasien mendapatkan terapi pemberian
obat Lovenox 60mg.
Pertanyaan :
Manakah cara pemberian obat yang tepat untuk pasien tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Injeksi Intravena
B. Injeksi Subkutan
C. Injeksi Intramuskular
D. Injeksi Intradermal
E. Injeksi Intraperitoneal

2. Tn. M.K berusia 72 tahun dirawat diruang CVCU, RS. X dengan keluhan nyeri dada
disertai sesak napas. Klien mengatakan mudah merasa lelah saat beraktivitas ataupun
tidak. Hasil pengkajian TD: 110/60 mmHg, frekuensi nadi : 52x/menit, frekuensi
pernapasan 26x/menit, Suhu Badan : 36,8oC.
Pertanyaan :
Manakah pemeriksaan penunjang pelengkap yang dapat dilakukan bagi pasien tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. EKG
B. Foto Thoraks
C. Echocardiography
D. Sonogram
E. Katerisasi Jantung
1. Ny.I.B datan ke Instalasi Gawat Darurat Jantung dengan keluhan nyeri dada bagian kiri.
seperti terpelintir dan dirasakan 30 menit. Saat dilakukan pengkajian nyeri
menggunakan Verbal Pain Assessment Scale pasien mengatakan skala nyeri 7 (nyeri
berat), pasien terlihat meringis menahan nyeri. Hasil perekaman EKG : ST elevasi pada
Lead I, aVL, V5, V6 dan hasil pemeriksaan laboratorium enzim CK-MB meningkat (33
u/L). Apakah kondisi yang menyebabkan hasil tersebut meningkat?
a. Pelepasan enzim yang terdapat pada jaringan utama otot, miokardium dan
otak dari sel-sel yang rusak menuju peredaran darah di tubuh.
b. Peningkatan produksi sel darah merah sebagai upaya tubuh untuk mengkompensasi
kadar oksigen yang rendah dalam darah yang dibutuhkan oleh jaringan
c. Pelepasan hydrogen dari suatu zat dan menjadi katalisator proses konversi laktat
menjadi piruvat pada miokardium, hati, rangka, dan terutama ginjal.
d. Kompleks protein otot globuler dari pita I yang menghambat kontraksi dengan
memblokade interaksi aktin dan myosin
e. Pelepasan enzim pada jaringan di hati dan jantung sehingga terjadi perubahan asam
amino menjadi asam alfa ketoglutarate

2. Ny.I.B datan ke Instalasi Gawat Darurat Jantung dengan keluhan nyeri dada bagian kiri.
seperti terpelintir dan dirasakan 30 menit. Saat dilakukan pengkajian nyeri
menggunakan Verbal Pain Assessment Scale pasien mengatakan skala nyeri 7 (nyeri
berat), pasien terlihat meringis menahan nyeri. Hasil perekaman EKG : ST elevasi pada
Lead I, aVL, V5, V6 dan hasil pemeriksaan laboratorium enzim SGOT 50 u/L
(meningkat) . Apakah kondisi yang menyebabkan hasil tersebut meningkat?
a. Pelepasan enzim yang terdapat pada jaringan utama otot, miokardium dan otak dari
sel-sel yang rusak menuju peredaran darah di tubuh.
b. Peningkatan produksi sel darah merah sebagai upaya tubuh untuk mengkompensasi
kadar oksigen yang rendah dalam darah yang dibutuhkan oleh jaringan
c. Pelepasan hydrogen dari suatu zat dan menjadi katalisator proses konversi laktat
menjadi piruvat pada miokardium, hati, rangka, dan terutama ginjal.
d. Kompleks protein otot globuler dari pita I yang menghambat kontraksi dengan
memblokade interaksi aktin dan myosin
e. Pelepasan enzim pada jaringan di hati dan jantung sehingga terjadi perubahan
asam amino menjadi asam alfa ketoglutarate

3. Ny.I.B datan ke Instalasi Gawat Darurat Jantung dengan keluhan nyeri dada bagian kiri.
seperti terpelintir dan dirasakan 30 menit. Saat dilakukan pengkajian nyeri
menggunakan Verbal Pain Assessment Scale pasien mengatakan skala nyeri 7 (nyeri
berat), pasien terlihat meringis menahan nyeri. Hasil perekaman EKG : ST elevasi pada
Lead I, aVL, V5, V6 dan hasil pemeriksaan laboratorium enzim Troponin T 2 ng/ml dan
enzim Troponin I 1 ng/mL.
Nilai Rujukan :
Troponin T : < 0,1 ng/dL
Troponin I : < 0,04 ng/dL
Apakah kondisi yang menyebabkan hasil tersebut meningkat?
a. Pelepasan enzim yang terdapat pada jaringan utama otot, miokardium dan otak dari
sel-sel yang rusak menuju peredaran darah di tubuh.
b. Peningkatan produksi sel darah merah sebagai upaya tubuh untuk mengkompensasi
kadar oksigen yang rendah dalam darah yang dibutuhkan oleh jaringan
c. Pelepasan hydrogen dari suatu zat dan menjadi katalisator proses konversi laktat
menjadi piruvat pada miokardium, hati, rangka, dan terutama ginjal.
d. Kompleks protein otot globuler dari pita I yang menghambat kontraksi dengan
memblokade interaksi aktin dan myosin
e. Pelepasan enzim pada jaringan di hati dan jantung sehingga terjadi perubahan asam
amino menjadi asam alfa ketoglutarat

1. Tn. R berusia 20 tahun dirawat diruangan CVCU dirawat di RS X dengan keluhan nyeri

dada sebelah kiri seperti ditusuk-tusuk menjalar hingga punggung, mual dan tidak nafsu

makan. Dari hasil pengkajian didapatkan TD : 130/80 mmHg, Frekuensi Nada 59x/menit,

Frekuensi Pernafasan 20x/menit dan suhu badan 38,2 o c. skala nyeri 7, ekspresi wajah

pucat, hasil EKG ST Elevasi dan nyeri tekan abdomen. Apakah diagnose yang utama

yang paling tepat ditegakan pada kasus diatas?

a) Nyeri Akut

b) Hipertermi

c) Gangguan Rasa Nyaman Nyeri

d) Penurunan Curah Jantung

e) Ketidakseimbangan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

2. Tn. R berusia 20 tahun dirawat diruangan CVCU dirawat di RS X dengan keluhan nyeri

dada sebelah kiri seperti ditusuk-tusuk menjalar hingga punggung, mual dan tidak nafsu
makan. Dari hasil pengkajian didapatkan TD : 130/80 mmHg, Frekuensi Nada 59x/menit,
o
Frekuensi Pernafasan 20x/menit dan suhu badan 38,2 c. skala nyeri 7.dari hasil

perekaman jantung (EKG), gambaran EKG didapatkan ST Elevasi dilead III, V3 V6.

Apakah jenis STEMI Berdasarkan Hasil gambaran EKG pada kasus ini ?

a) STEMI Anterior

b) STEMI Lateral

c) STEMI interior

d) STEMI Anterolateral

e) STEMI posterior

3. Seorang laki laki bernama Tn. R berusia 20 tahun dirawat di RS X diruangan CVCU, saat

perawat mengobservasi pernapasan diperoleh data bahwa pasien terlihat gelisah terdapat

retraksi otot bantu napas, napas cuping hidung, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital

diperoleh: TD: 130/80 mmHg, nadi:59 x/menit, frekuensi pernapasan 28 x/menit, dan

suhu badan: 38,2o. Setelah kolaborasi dengan dokter diputuskan klien diberikan terapi

oksigenasi nasal kanul, manakah kosentrasi O2 yang tepat diberi dengan alat tersebut?

a) 24-44 %

b) 40-60%

c) 60-80 %

d) Lebih dari 90%

e) Semua Benar

1. Seorang laki-laki umur 60 tahun masuk diruang IGD dengan keluhan sesak napas dan
nyeri dada hebat sebelah kiri, hasil pemeriksaan fisik klien TD : 140/90 mmHg, R : 24
x/m, N : 84 x/m, SB : 36,7oC, EKG ST elevasi stetlah diberikan posisi, dipasang O2 4
liter/menit.
Apa tujuan pemberian O2 pada kondisi diatas ?
a. Mengurangi nyeri
b. Memenuhi kebutuhan O2 dalam tubuh
c. Mengurangi sesak napas
d. Mencegah terjadinya hipoksia
1. Tn A.P berusia 77 tahun dirawat di ruang interna, dengan keluhan nyeri dada yang timbul
waktu istirhat atau beraktivitas ringan, yang berlangsung 15 menit. Tekanan darah
118/48 mmhg, suhu tubuh 39C, nadi 68 x/menit, pernapasan 26 x/menit. Hasil
pemeriksaan EKG didapati irama jantung irregular. Pasien mendapat terapi obat Aspilet
80 mg.
Manakah yang tepat sebagai fungsi kerja obat tersebut ?
a. Membuat otot dan pembuluh darah di jantung menjadi lebih rileks
b. Mencegah penimbunan platelet dan pencegahan terhadap proses pembekuan
darah
c. Menurunkan kerja jantung dan mengurangi nyeri
d. Mengatasi peningkatan kolesterol
e. Mengobati keracunan obat tertentu
Jawaban = B (Mencegah penimbunan platelet dan pencegahan terhadap proses
pembekuan darah)

2. Tn A.P berusia 77 tahun dirawat di ruang interna, dengan keluhan nyeri dada, wajah
tampak pucat, dengan nilai Hb = 9.3, eritrosit = 3.09. Tekanan darah 118/48 mmhg, suhu
tubuh 39C, nadi 68 x/menit, pernapasan 26 x/menit. BB pasien 57 kg dan TB 160 cm.
Dalam sehari, pasien minum sebanyak 1000 ml. Terpasang IVFD cairan NaCl 1500 cc/24
jam. Terpasang kateter urin dengan jumlah urin dalam sehari 1700 cc.
Berapakah jumlah IWL pada pasien tersebut?
a. 83.3 cc/jam
b. 33.3 cc/jam
c. 51.2 cc/jam
d. 43.8 cc/jam
e. 14 cc/jam
Jawaban = C ( 33.3 cc/jam)

Rumus IWL normal


15 x BB
=
24

Rumus IWL dengan kenaikan suhu tubuh

[(10% x cairan masuk) ( )]


= +
24

Dari rumus diatas, didapat nilai IWL pada Tn A. P, yaitu:


Cairan masuk = 1000 + 1500 = 2500
Cairan keluar = 1700
[(10% x 2500) (39 37.5)] 15 57
= +
24 24
250 1.5 855
= +
24 24
= 15.6 + 35.6
= 51.2 /

1. Pada prosedur pemasangan CVP untuk tahap pelaksanaan langkah pertama yang
harus di lakukan adalah
a. Mencuci tangan
b. Menentukan titik nol manometer sesuai dengan tinggi atrium kanan
yang di perkirakan
c. Memutar triway sehingga cairan infus mengalir ke dalam manometer
d. Mengamati fluktuasi cairan yang terdapat dalam manometer
e. Menentukan besar tekanan vena sentral di mna cairan bergerak stabil.
Jawaban : A
2. Untuk menentukan nilai CVP hasilnya dapat di ukur dengan menggunakan
manometer dan monitor eliktronik (bed side monitor).
Berpakah nilai normal CVP ?
a. 7-10 cmH2O
b. 6-10 cmH2O
c. 5-10 cmH2O
d. 4-10 cmH2O
e. 3-10 cmH2O
Jawaban : C
3. Dalam pemasangan CVP yang maksimal untuk mendapatkn titik nol, posisi
klien adalah
a. Fowler
b. Supine
c. Dorsal recumbent
d. Lateral
e. Trendelenberg
Jawaban: B
1. Ny. K.A. Usian 72 tahun dirawat di ICCU RS. X, mengeluh nyeri dada sentral seperti
rasa terbakar skala nyeri 5 berlangsung selama 20 menit disertai rasa mul, berkeringat
dingin dan lemah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 160/80 mmHg, RR 24 x/menit.
Pada pemeriksaan EKG ditemukan ST depresi pada Lead I dan aVL.
Pertanyaan : di daerah jantung manakah yang mengalami gangguan?
a. Anteroseptal
b. Anterolateral
c. High Lateral
d. Posterior
e. Septum

jawaban : C

2. Tn. E.L. Umur 50 tahun di rawat di IRDM Kardiolog RS.X, dengan keluhan nyei dada
seperti ditindih beban berat dengan skala nyeri 6 blangsung selama 25 menit, klien
sempat pingsan. Pada pemeriksaan fisik didapati akral dingin dan tampak pucat TD
150/100 mmHg, RR 26x/menit. Berdasarkan pemeriksaan EKG yang telah dilakukan, Tn.
E.L. didiagnosa mengalami Non-ST Elevasi Miokard Infark.
Pertanyaan : Gambaran EKG yang mungkin ditemukan pada pemeriksaan tersebut
adalah.
a. ST elevasi, ST depresi
b. ST elevasi, T Inverted
c. ST depresi, T Inverted
d. ST depresi, Q patologis
e. T inverted, Q patologis

jawaban : C