Anda di halaman 1dari 35

BAB I

LANDASAN TEORI

1.1. Operation Process Chart1


Teknik ini terutama untuk melihat operasi mandiri dari tiap komponen
atau rakitan. Peta ini akan memberikan gambaran yang lebih cermat tentang pola
aliran produksi dibandingkan dengan peta rakitan karena peta ini menambahkan
data kuantitatif pertama pada usulan perencanaan aliran.

Sumber: Rahmat Ryanto, Pengantar Teknik Industri, http://blogriyani.blogspot.com/2010/12/


analisis-perancangan-kerja-dan-ergonomi.html
Gambar 1.1. Peta Proses Operasi

Peta proses operasi dapat dilihat pada Gambar 1.1 memperluas peta
rakitan dengan menambahkan setiap operasi ke dalam gambaran grafis dari pola
aliran pertama yang telah dikembangkan. Peta proses operasi adalah salah satu

1
James Apple, Tata Letak Pabrik Dan Pemindahan Bahan, Penerbit ITB, Bandung, 1990,
hlm:140-142
teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Kenyataannya, peta ini
adalah diagram tentang proses, dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai
alat perencanaan dan pengendalian. Dengan tambahan data lain, peta ini dapat
digunakan sebagai alat manajemen. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari peta
proses operasi ini adalah sebagai berikut:
1. Mengkombinasikan lintasan peoduksi dan peta rakitan sehingga memberikan
informasi yang lebih lengkap.
2. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen.
3. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen.
4. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen.
5. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen.
6. Menunjukkan hubungan antar kelompok.
7. Menunjukkan panjang nisbi dari lintas fabrikasi dan ruang yang
dibutuhkannya.
8. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses.
9. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian.
10. Membedakan antara komponen yang dibuat dan yang dibeli.
11. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri.
12. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan.
13. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin, peralatan dan pekerja.
14. Menunjukkan sifat pola aliran bahan.
15. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan.
16. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran
produksi.
17. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain.
2
Pembentukan peta proses operasi:
1. Pilih komponen yang akan digambarkan. Biasanya sebuah peta yang
mempunyai penampilan menarik akan diperoleh dengan memilih komponen
yang memiliki jumlah operasi terbanyak untuk digambarkan pertama. Jika

2
Ibid., hlm. 142
komponen telah terpilih, mulailah dari sudut kanan bawah kertas, catat
operasi rakitan.
2. Jika semua rakitan dan pemerikasaan pada bagian utama telah masuk,
lanjutkan ke operasi fabrikasi, dalam urutan terbalik Setelah operasi pertama
dicatat, sebuah garis mendatar digambarkan pada bagian kanan atas dari peta
ke kanan, untuk menuliskan bahan baku. Uraian tentang bahan dapat dicatat
langsung di atas garis ini.
3. Ke sebelah kanan dari tiap lambang operasi, catat uraian operasi ini, misalnya
kaliber, bubut, potong atau periksa bahan dari kerusakan. Data lain yang
dapat dicatat adalah waktu penyelesaian pekerjaan, bagian tempat pekerjaan
dilakukan, klasifikasi pekerja, pusat biaya, jumlah mesin atau ongkos buruh,
di sebelah kanan lambang, dibawah uraian kegiatan.
4. Kembali ke operasi rakitan yang telah tercatat, cirikan komponen terakhir
pada operasi tersebut, gambar garis mendatar jauh ke kiri, kemudian belokkan
ke atas kertas.
5. Semua komponen yang dibuat, disimpan sepanjang bagian atas kertas,
biasanya dengan komponen utama di sebelah kanan. Semua komponen yang
dibeli dalam keadaan jadi harus terliput dalam peta.
6. Penggambaran grafis dari pokok-pokok pembentukan peta proses operasi
(Dari Operation and flow Process Chart, atas kebaikan A. S.M.E.). Jangan
menghubungkan peta proses operasi dengan peta rakitan secara ketat, karena
peta rakitan hanya didasarkan atas dokumen barang dan senarai komponen,
tanpa pengetahuan tentang operasi yang harus dilakukan. Jika informasi yang
lebih rinci tentang produk tersedia, seperti pada lintasan produksi, keterkaian
antar komponen yang lebih khusus dapat ditunjukkan.
7. Periksa peta dengan dokumen barang dan lintasan produksi untuk menjamin
agar tidak ada bagian atau operasi yang luput.
3
Operation process chart dapat dilihat dari sebuah contoh berikut.

Sumber: http://blog.ub.ac.id/kustaniaps/
Gambar 1.2. Contoh Peta Proses Operasi Pembuatan Keripik Kentang

Berdasarkan operation process chart (peta proses operasi) di atas, dapat


dijelaskan bahwa pada pembuatan keripik kentang Istana yang pertama dilakukan
yaitu kentang dikupas dengan menggunakan pisau. Proses ini disimbolkan dengan
lingkaran untuk menggambarkan prosesnya sebagai operasi. Lingkaran tersebut
dinamakan O-1 yang berarti merupakan operasi pertama pada pembuatan keripik
kentang Istana. Operasi pengupasan ini berlangsung selama 720 menit.
Proses kedua adalah kentang diiris dan disimbolkan dengan lingkaran
karena merupakan proses operasi sehingga dinamakan O-2. Pada operasi ini

3
http://blog.ub.ac.id/kustaniaps/
berlangsung selama 120 menit dan alat yang digunakan untuk mengiris kentang
adalah pisau. Kemudian, pada proses ketiga ditambahkan air untuk proses
perendaman yang disimbolkan dengan lingkaran 0-3. Operasi perendaman ini
dilakukan selama 60 menit dalam bak rendam.
Proses keempat disimbolkan dengan lingkaran dan persegi (kotak) yang
dinamakan OI-1 karena terdapat kegiatan operasi dan inspeksi. Pada tahapan ini,
kentang ditambah air untuk perebusan selama 60 menit dalam panci besar. Pada
tahap ini memerlukan inspeksi atau pengawasan agar hasil perebusan kentang
cukup matang. Sedangkan pada proses selanjutnya merupakan proses operasi 0-4
dengan simbol lingkaran. Pada proses ini kentang ditambah air dan bumbu serta
dilakukan perendaman kembali selama 60 menit dalam bak perendaman.
Proses keenam adalah kentang yang sudah berbumbu tersebut dijemur dan
disimbolkan dengan lingkaran O-5 yang dilakukan selama 4320 menit. Operasi
penjemuran ini menggunakan alas terpal sebagai tempat penjemuran hasil
perebusan kentang. Setelah dijemur sampai benar-benar kering. Proses
selanjutnya yaitu proses ketujuh adalah keripik kentang mentah digoreng di dalam
wajan besar. Pada proses ini terdapat penambahan minyak goreng dan
disimbolkan dengan lingkaran OI-2. Dalam operasi diperlukan inspeksi karena
tingkat kematangan keripik harus tepat agar hasil sempurna dapat diperoleh.
Waktu penggorengan yang diperlukan adalah 90 menit.
Setelah melewati proses penggorengan, pada proses kedelapan keripik
kentang matang perlu didinginkan atau ditiriskan sebelum dikemas. Proses ini
digambarkan dengan lingkaran sebagai operasi O-6 yang dilakukan selam 30
menit. Kemudian keripik kentang disortir secara manual sebagai proses inspeksi I-
1 yang disimbolkan dengan kotak. Proses kesembilan atau inspeksi ini dilakukan
selama 60 menit dengan tujuan memperoleh keripik kentang dengan keseragaman
bentuk dan ukuran sebelum dikemas.
Proses kesepuluh adalah keripik kentang ditimbang dan digambarkan
dengan simbol lingkaran O-7 selama 120 menit. Penimbangan ini dilakukan
dengan menggunakan alat timbangan. Tujuan dari proses ini adalah untuk
menimbang berat keripik disesuaikan dengan kemasannya. Kemudian keripik
tersebut dikemas dalam plastik yang digambarkan dengan simbol lingkaran OI-3
karena dalam proses ini diperlukan inspeksi. Selanjutnya merupakan proses
terakhir yaitu penyimpanan yang digambarkan dengan simbol segitiga.
Berdasarkan peta proses operasi tersebut didapatkan ringkasan bahwa
jumlah operasi yang digambarkan dengan simbol lingkaran adalah sebanyak 7
buah. Untuk proses inspeksi yang digambarkan dengan simbol kotak sebanyak 1
buah. Pada proses operasi dan inspeksi yang digambarkan lingkaran dan kotak
sebanyak 3 buah dan proses penyimpanan (segitiga) sebanyak 1 buah. Sedangkan
jumlah waktu untuk proses operasi adalah 5430 menit; proses inspeksi sebanyak
60 menit; dan proses operasi dan inspeksi sebanyak 210 menit. Sehingga
didapatkan total waktu pembuatan keripik kentang Istana adalah 5700 menit.
4
Simbol-simbol yang digunakan untuk peta proses adalah operasi dan
inspeksi.
1. Operasi
Kegiatan operasi apabila proyek (material) akan mengalami perubahan sifat
baik sifat fisik maupun kimiawi dalam suatu proses transformasi. Kegiatan
merakit atau mengurai rakit juga dipertimbangkan sebagai suatu operasi
kerja. Menerima informasi maupun memberikan informasi membuat suatu
rencana (planning) atau melaksanakan kegiatan kalkulasi pada suatu keadaan
juga diklasifikasikan sebagai suatu operasi kerja. Kegiatan-kegiatan kerja
disini juga dilakukan manusia (operator) mesin, atau kedua-duanya. Operasi
merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi di dalam suatu proses kerja.
Icon operasi dapat dilihat seperti Gambar 1.3.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.3. Simbol Operasi

4
Ibid., hlm. 150
2. Pemeriksaan
Kegiatan inspeksi atau pemeriksaan terjadi apabila suatu obyek diperiksa
baik pemeriksaan pada segi kualitas maupun kuantitas apakah sudah sesuai
dengan karakteristik performance yang di standarisasi. Dalam beberapa kasus
tertentu kegiatan ini bias dilaksanakan bersama dengan kegiatan kerja lainnya
seperti operasi dan transportasi. Icon pemeriksaan dapat dilihat seperti
Gambar 1.4.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.4. Simbol Pemeriksaan

1.2. Flow Process Chart5


Peta aliran proses adalah kombinasi antara peta proses operasi dengan peta
proses untuk tiap komponen produk atau rakitan. Peta ini menggambarkan
gambaran grafis paling lengkap dari seluruh proses. Pembentukan peta proses
aliran:
1. Dapatkan peta proses operasi dari proses yang tengah dikaji.
2. Dapatkan peta proses untuk tiap kompoen.
3. Gambarkan kembali peta proses operasi pada garis tegak yang sesuai dengan
komponen.
4. Masukkan seluruh data yang diinginkan di setiap sisi samping seperti uraian,
jarak, jumlah, waktu, biaya, dan sebagainya.
5. Kaji peta yang dihasilkan untuk memungkinkan perbaikan dari seluruh
proses, keterkaitan antar kegiatan, proses mandiri dan sebagainya.

5
Ibid., hlm. 154
6
Dalam penggambaran setiap tipe kegiatan diberi simbol berbeda sebagai
berikut:
1. Operasi
Suatu operasi terjadi jika sebuah objek diubah sifat fisik atau sifat kimianya,
dirakit atau diuraikan dari objek lain, atau diubah untuk operasi yang lain,
pengangkutan, pemeriksaaan atau penyimpanan. Suatu operasi dapat juga
terjadi jika informasi diberikan atau diterima, atau jika perencanaan atau
perhitungan dilakukan. Lambang operasi juga digunakan untuk menunjukkan
orang yang sedang bekerja. Icon operasi dapat dilihat seperti Gambar 1.5.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.5. Simbol Operasi

2. Pengangkutan
Suatu pengangkutan terjadi jika sebuah objek dipindahkan dari satu tempat
ketempat yang lain, kecuali jika perpindahan ini merupakan bagian dari
operasi atau disebabkan oleh operator pada sebuah tempat kerja selama suatu
operasi atau pemeriksaan. Icon pengangkutan dapat dilihat seperti Gambar
1.6.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.6. Simbol Pengangkutan

6
Ibid., hlm. 150
3. Pemeriksaan
Sebuah pemeriksaan terjadi jika suatu objek diuji atau diperiksa untuk
pencirian atau untuk pemeriksaan mutu atau jumlah sesuai sifat-sifatnya. Icon
pemeriksaan dapat dilihat seperti Gambar 1.7.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.7. Simbol Pemeriksaan

4. Keterlambatan
Ini terjadi pada suatu objek jika keadaan tidak mengijinkan atau sifat proses
yang menuntut pelaksanaan kegiatan selanjutnya tidak boleh segera. Icon
keterlambatan dapat dilihat seperti Gambar 1.8.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.8. Simbol Keterlambatan

5. Penyimpanan
Sebuah penyimpanan terjadi jika sebuah obyek disimpan dan juga dari
pemindahan yang tidak dibenarkan. Icon penyimpanan dapat dilihat seperti
Gambar 1.9.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.9. Simbol Penyimpanan
6. Kegiatan Gabungan
Jika diinginkan untuk menunjukkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan baik
kebersamaan maupun operator yang sama pada satu tempat kerja yang sama,
ambing untuk kegiatan-kegiatan seperti itu digabungkan seperti yang
ditunjukkan dengan lingkaran dalam kubus menunjukkan gabungan antara
operasi dan pemeriksaan. Icon kegiatan hubungan dapat dilihat seperti
Gambar 1.10.

Sumber: Microsoft Office Visio 2010


Gambar 1.10. Simbol Kegiatan Gabungan

Flow process chart dapat dilihat dari sebuah contoh berikut.

Sumber: http://blog.ub.ac.id/kustaniaps/
Gambar 1.11. Contoh Peta Aliran Proses Pembuatan Keripik Kentang
1.3. Layout7
Layout adalah perencanaan dan integrasi aliran komponen-komponen
suatu produk mendapatkan intelerasi yang paling efektif dan efisien antar
operator, peralatan, dan proses transformasi material dari bagian penerimaan
sampai ke bagian pengiriman produk jadi.
Inti permasalahan Layout sebagian besar bersumber dari ketidaksesuaian
karakteristik produk yang diproduksi dengan tipe atau pola aliran bahan yang
digunakan dalam proses operasi produksi di lantai pabrik. Oleh karena itu, dalam
perancangan Layout harus benar-benar dipahami keuntungan dan kerugian dari
setiap tipe atau pola aliran dengan memperhatikan karakteristik produk yang akan
8
dihasilkan. Pada dasarnya ada empat tipe Layout yang dapat dibedakan
berdasarkan pola aliran bahan dalam proses operasi produksi yaitu Production-
line Layout, process Layout, fixed position Layout, dan group technology Layout.

1.3.1. Macam-macam Layout


1.3.1.1. Product Layout
Fasilitas produksi yaitu mesin-mesin produksi dan perangkat penunjang
disusun secara berantai mengikuti urutan proses operasi pembuatan produk. Salah
satu keuntungan dari tata letak fasilitas yang mengikuti proses operasi ialah proses
operasi produksi di lantai pabrik relatif mudah dilakukan oleh supervisor.
Sedangkan kerugiannya ialah susunan ini membuat Layout kurang fleksibel
sehingga sulit digunakan untuk menangani produk yang beragam. Keuntungan
lain ialah Layout ini memiliki aliran bahan dengan pola garis lurus (straight line
flow) ataupun pola U (turn flow) sehingga sistem pemindahan bahan relatif
efisien. Layout ini pada umumnya digunakan pada proses assembly (assembly-
line-production).

7
Sukaria Sinulingga, Pengantar Teknik Industri, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2008, hlm: 194-195
8
Hari Purnomo, Perencanaan dan Perancangan Fasilitas, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004, hlm: 69
Sumber: GIS IT TELKOM, PFT LABZ, http://pft.lab.ittelkom.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/
product-Layout.jpg
Gambar 1.12. Production-line Layout

Keuntungan dari product Layout adalah sebagai berikut:


1. Layout sesuai dengan urutan operasi , sehingga proses berbentuk garis
2. Pekerjaan dari satu proses secara langsung dikerjakan pada proses berikutnya,
sebagai akibat inventori barang setengah jadi menjadi kecil.
3. Total waktu produksi per unit menjadi pendek
4. Mesin dapat ditempatkan dengan jarak yang minimal, konsekuensi dari
operasi ini adalah material handling dapat dikurangi
5. Memerlukan operator dengan ketrampilan yang rendah, training operator
tidak lama dan tidak membutuhkan biaya
6. Lokasi yang tidak begitu luas dapat digunakan untuk transit dan penyimpanan
barang sementara
7. Memerlukan aktivitas yang sedikit selama proses produksi berlangsung.
Kerugian dari product Layout adalah sebagai berikut:
1. Kerusakan dari satu mesin akan mengakibatkan terhentinya proses produksi.
2. Layout ditentukan oleh produk yang diproses, perubahan disain produk
memerlukan penyusunan Layout ulang.
3. Kecepatan produksi ditentukan oleh mesin yang beroperasi paling lambat.
4. Membutuhkan supervisi secara umum tidak terspesialisasi.
5. Membutuhkan investasi yang besar karena mesin yang sejenis akan dipasang
lagi kalau proses yang sejenis diperlukan.

1.3.1.2. Process Layout


Layout tipe proses mengelompokkan fasilitas produksi berdasarkan
kesamaan fungsi. Produk-produk di lantai pabrik dikerjakan secara berpindah-
pindah dari kelompok fasilitas yang satu ke kelompok fasilitas lain mengikuti
urutan proses operasi pengerjaan produk tersebut. Keuntungan dari Layout ini
ialah fleksibilitas proses operasi cukup tinggi namun menimbulkan kerugian pada
sistem pemindahan bahan yang sangat kompleks dan mahal karena aliran bahan
berpola zig zag flow. Layout ini juga membutuhkan luas lantai yang relatif besar.
Layout ini cukup baik jika digunakan dalam batch production job shop.

Sumber: GIS IT TELKOM, PFT LABZ, http://pft.lab.ittelkom.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/


process-Layout.jpg
Gambar 1.13. Process Layout

Fasilitas produksi ditempatkan secara berkelompok berdasarkan jenis


operasi yang dilakukan misalnya A Kelompok mesin lathe, B mesin mill, C mesin
drill, D mesin grind, E mesin weld, F mesin paint dan G assembly. Diagram di
atas menunjukkan bagaimana aliran bahan berjalan secara zig zag.
Keuntungan dari process Layout adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan mesin dapat dilakukan dengan efektif, konsekuensinya
memerlukan sedikit mesin.
2. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup berbagai
macam jenis dan model produk.
3. Investasi mesin relatif kecil.
4. Keragaman tugas membuat tenaga kerja lebih tertarik dan tidak bosan.
5. Adanya aktivitas supervisi yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi
pekerjaan.
Kerugian dari process Layout adalah sebagai berikut:
1. Aliran proses yang panjang mengakibatkan meterial handling lebih mahal.
2. Total waktu produksi lebih panjang.
3. Inventory barang setengah jadi cukup besar.
4. Diperlukan ketrampilan tenaga kerja yang tinggi guna menangani berbagai
macam aktivitas produksi yang memiliki variasi besar.
5. Kesulitan dalam menyeimbangkan kerja dari setiap fasilitas produksi karena
penempatan mesin yang terkelompok.

1.3.1.3. Fixed Position Layout


Berbeda dengan kedua tipe Layout di atas, pada Layout tipe fixed
position, fasilitas produksi yang berpindah-pindah ke tempat dimana operasi
mesin tersebut dibutuhkan.
Layout tipe ini hanya digunakan pada pembuatan produk-produk besar
seperti kapal, bangunan, bandar udara dan produk-produk berukuran besar
lainnya. Para operator mesin beserta seluruh mesin-mesin produksi dan perangkat
pendukung dibawa ke lokasi pembuatan produk. Layout ini memberikan
fleksibilitas yang sangat tinggi dan aliran bahan yang sangat rendah karena
fasilitas produksi ditempatkan dimana operasi dilakukan. Tetapi biaya
pemindahan fasilitas akan tinggi karena harus selalu berpindah-pindah ke tempat
dimana fasilitas tersebut dibutuhkan. Dengan demikian, efek biaya yang
ditimbulkannya terhadap biaya produksi pada umumnya cukup tinggi.
Sumber: GIS IT TELKOM, PFT LABZ, http://pft.lab.ittelkom.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/
fixedposition-Layout.jpg
Gambar 1.14. Fixed Position Layout

Berbeda dengan kedua tipe Layout di atas, pada Layout tipe fixed position,,
fasilitas produksi yang berpindah-pindah ke tempat dimana operasi mesin tersebut
dibutuhkan.
Keuntungan dari fixed position Layout adalah sebagai berikut:
1. Karena yang berpindah adalah fasilitas-fasilitas produksi, maka perpindahan
material dapat dikurangi.
2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan dalam kegiatan produksi. maka
kotinuitas operasi dn tanggung jawab kerja bisa tercapai dengan sebaik-
baiknya.
Kerugian dari fixed position Layout adalah sebagai berikut:
1. Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas produksi atau operator
pada saat operasi berlangsung.
2. Adanya duplikasi peralatan kerja yang akhirnya menyebabkan perubahan
space area dan tempat untuk barang setengah jadi.
3. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat khususnya dalam
penjadwalan produksi.
1.3.1.4. Group Technology Layout
Tipe tata letak ini, biasanya komponen yang tidak sama dikelompokkan
ke dalam satu kelompok berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau
peralatan yang dipakai. Pengelompokan bukan berdasarkan pada kesamaan
pengguna akhir. Mesin-mesin dikelompokkan dalam satu kelompok dan
ditempatkan dalam sebuah manufacturing cell.
Kelebihan tata letak berdasarkan kelompok teknologi ini adalah dengan
adanya pengelompokan produk sesuai dengan proses pembuatannya maka akan
dapat diperoleh pendayagunaan mesin yang maksimal. Juga lintasan aliran kerja
menjadi lebih lancar dan jarak perpindahan material akan lebih pendek bila
dibandingkan tata-letak berdasarkan fungsi atau macam proses (process Layout).
Tata letak berdasarkan kelompok teknologi atau produk dapat pula menciptakan
suasana kerja yang lebih baik. Selain itu karena pada dasarnya pengaturan tata
letak tipe kelompok ini merupakan kombinasi dari product Layout dan process
Layout maka secara otomatis memiliki keuntungan-keuntungan yang bisa
diperoleh dari product Layout dan process Layout.

Sumber: GIS IT TELKOM, PFT LABZ, http://pft.lab.ittelkom.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/


grouptechonology-Layout.jpg
Gambar 1.15. Group Technology Layout

Seperti halnya tipe tata letak fasilitas yang lain, tipe tata letak fasilitas
berdasarkan kelompok produk juga mempunyai kekurangan-kekurangan di
antaranya adalah diperlukannya tenaga kerja dengan kemampuan dan ketrampilan
tinggi untuk mengoperasikan semua fasilitas produksi yang ada. Kelancaran kerja
sangat tergantung pada kegiatan pengendalian produksi khususnya dalam hal
menjaga keseimbangan aliran kerja yang bergerak melalui individu-individu sel
yang ada. Bila tidak maka diperlukan buffer & work-in-process storage. Selain
itu, akan dijumpai kerugian-kerugian seperti halnya dalam product dan process
Layout. Yang perlu diperhatikan pula adalah sulitnya mengaplikasikan fasilitas
produksi tipe khusus.
Dengan demikian, tata letak berdasarkan kelompol produk atau kelompok
teknologi ini mencoba mengkombinasikan efisiensi aliran dari tipe product
Layout dan fleksibilitas dari tipe process Layout.
Keuntungan dari group technology Layout adalah sebagai berikut:
1. Karena group technology memanfaatkan kesamaan komponen/produk maka
dapat mengurangi pemborosan waktu dalam perpindahan antar kegiatan yang
berbeda, dengan standarisasi dapat menghilangkan duplikasi dan mengurangi
waktu pelacakan sewaktu-waktu membutuhkan informasi.
2. Penyusunan mesin didasarkan pada family produk sehingga dpat mengurangi
waktu set up, mengurangi ongkos meterial handling dan mengurangi area
lantai produksi.
3. Apabila ada urutan proses yang terhenti maka dapat dicari alternatif yanglain.
4. Mudah mengidentifikasi bottlenecks dan cepat merespon perubahan
jadwal.
5. Operator makin terlatih, cacat produk dapat dikurangi dan dapat mengurangi
bahan yang terbuang.
Kerugian dari group technology Layout adalah sebagai berikut:
1. Utilisasi mesin yang rendah.
2. Memungkinkan terjadinya duplikasi mesin.
3. Biaya yang cukup tinggi untuk realokasi mesin.
4. Membutuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi dikarenakan ada kemungkinan
part yang diproses berada pada sel yang salah.
1.3.2. Perencanaan Layout
Sasaran dari perencanaan Layout dari fasilitas ialah mendapatkan
rancangan susunan atau tata letak fasilitas fisik yang mampu mendukung
pelaksanaan seluruh kegiatan dan operasi produksi dalam suatu plant lokasi secara
efisien. Perencanaan Layout yang baik akan mengintegrasikan perencanaan
produksi, analisis ekonomi, pengendalian persediaan, pemindahan bahan,
pengendalian mutu dan lain-lain.
Untuk mengetahui apakah tata letak fasilitas produksi baik atau tidak,
dapat dilihat dari beberapa gejala berikut:
1. Lantai pabrik dipenuhi oleh work-in-progress.
2. Pemindahan bahan terjadi secara berlebihan.
3. Jarak tempuh dalam pemindahan bahan-bahan relatif besar.
4. Para operator dan supervisor banyak melakukan jalan-jalan di lantai pabrik.
5. Aliran bahan dalam lintasan produksi sering mengalami bottleneck.
6. Pengawasan kegiatan di lantai pabrik mengalami kesulitan.
Jika salah satu atau lebih gejala di atas ditemukan maka dapat dipastikan
rancangan Layout perusahaan bersangkutan sedang bermasalah sehingga perlu
dilakukan perbaikan. Masalah yang ditimbulkan oleh Layout yang tidak dirancang
dengan baik bukan hanya pada biaya produksi yang tinggi tetapi juga
berkontribusi dalam peningkatan waktu proses sehingga mengancam ketepatan
waktu pengiriman produk kepada pelanggan.

1.3.3. Program Komputer Untuk Perancangan


Perkembangan teknologi komputer yang demikian pesat terutama sejak
tahun 1970-an telah dimanfaatkan secara efektif dalam berbagi bidang termasuk
di bidang perencanaan Layout. Sejumlah program komputer yang akan
dikembangkan sebagai alat bantu dalam analisis Layout telah dikembangkan dan
tersedia untuk dimanfaatkan. Masing-masing program komputer tersebut memiliki
kekhususan sesuai dengan karakteristik Layout yang akan dirancang. Beberapa
diantara program yang telah dikenal secara luas ialah Rigs pada tahun 1976 yaitu
CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique).
Program komputer ini menggunakan aliran bahan sebagai satu-satunya
kriteria. Data input yang dibutuhkan dalam mengoperasikan program komputer ini
dalam perancangan Layout ialah volume aliran bahan per satuan waktu, biaya
pemindahan bahan per satuan jarak dan kebutuhan ruang untuk setiap kegiatan.
CRAFT mempertukarkan tata urutan lokasi kegiatan dalam tentative design
Layout secara berulang-ulang disertai evaluasi sampai diperoleh tata urutan yang
memberikan biaya minimum. Output dari CRAFT ialah sebuah printout
komputer yang menggambarkan tata letak fasilitas dalam bentuk segi empat yang
menjadi dasar dalam penyusunan detail Layout.
CORELAP (Computerized Relatiobship Layout Planning). Program
komputer ini menggunakan simbol-simbol A-E-I-O-X untuk menyatakan derajat
kedekatan antar kegiatan, kebutuhan ruangan dan rasio panjang- lebar bangunan
maksimum dalam menggambarkan Layout. Penggunaan simbol-simbol tersebut
adalah untuk menjawab pertanyaan sehubungan dengan perlu tidaknya satu
kegiatan atau departemen berdekatan dengan kegiatan atau departemen lain
sehingga derajad keterdekatan antar departemen seluruhnya telah terdeteksi.
Output dari CORELAP ialah printout komputer yang menggambarkan
Layoutdalam bentuk yang kurang teratur.
ALDEP (Automated Layout Design Program). Program komputer ini
menggunakan data input untuk spesifikasi bangunan sebuah preference matrix
untuk mengidentifikasi tingkat hubungan antar lokasi dalam Layout. Preference
matrix adalah sebuah matrix yang memperlihatkan tingkat hubungan yang paling
diingini antara satu departemen dan departemen lain. Program dimulai dengan
memilih secara random sebuah departemen dan menempatkannya sebagai awal
perancangan. Selanjutnya data tingkat hubungan departemen lain ditentukan dan
berdasarkan derajat hubungan tersebut departemen ini ditempatkan pada posisi
tertentu relatif terhadap departemen yang telah ditempatkan sebelumnya.
Demikian seterusnya hingga semua departemen yang dibutuhkan telah
ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan derajad hubungan relatif dengan
departemen di sekitarnya. ALDEP mampu merancang Layout dengan lantai
bertingkat.
PREP (Plant ReLayout and Evaluation Package). Program komputer ini
mampu mengevaluasi sampai 99 departemen dalam waktu yang bersamaan,
mengevaluasi struktur bangunan berlantai banyak.
Keempat paket program di atas masing-masing terlihat memiliki
kelemahan sehingga tidak dapat disebutkan program yang satu lebih unggul dari
program yang lain. Teknik autocad yang berkembang pesat sejak dekade 1990-an
telah mampu memberikan pemecahan yang hampir mendekati kesempurnaan.
Namun demikian, konsep dasar perancangan yang digunakan sebagian besar
mengacu kepada pendekatan yang dikembangkan oleh Muther.

1.4. Microsoft Visio 9


Microsof Visio (atau sering disebut Visio) adalah sebuah program aplikasi
komputer yang sering digunakan untuk membuat diagram, diagram alir
(flowchart), brainstorm, dan skema jaringan yang dirilis oleh Microsoft
Corporation. Aplikasi ini menggunakan grafik vektor untuk membuat diagram-
diagramnya.
Visio aslinya bukanlah buatan Microsoft Corporation, melainkan buatan
Visio Corporation, yang diakusisisi oleh Microsoft pada tahun 2000. Versi yang
telah menggunakan nama Microsoft Visio adalah Visio 2002, Visio 2003, dan
Visio 2007 yang merupakan versi terbaru. Visio 2007 Standard dan Professional
menawarkan antar muka pengguna yang sama, tapi seri Professional menawarkan
lebih banyak pilihan Template untuk pembuatan diagram yang lebih lanjut dan
juga penataan letak (Layout). Selain itu, edisi Professional juga memudahkan
pengguna untuk mengoneksikan diagram-diagram buatan mereka terhadap
beberapa sumber data dan juga menampilkan informasi secara visual dengan
menggunakan grafik.
10
Microsoft Visio 2007 merupakan suatu aplikasi yang didesain khusus
untuk membantu dalam membuat diagram seperti Flowchart, Grantt Chart, Data

9
Anonim, Diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Visio pada tangga l 9 Juni 2013
pukul 21.15
10
Antoinette, Tutorial Visio,Diakses dari antoinette10.files.wordpress.com/2008/12/lp-3-pti-tutor-
3.pdf, pada tanggal 9 Juni 2013 pukul 21.23 WIB.
Flow, Gambar Jaringan, Gambar Denah Bangunan, dan juga pembuatan Gambar
Teknik, Gambar Elektronik, serta desain lainnya. Beberapa fitur-fitur baru dari
Microsoft Visio 2007 adalah sebagai berikut:
a. Auto Connect
Auto Connect berfungsi untuk secara otomatis menghubungkan shape baru
dengan shape yang telah ada dalam halaman gambar sekaligus mengatur
aligment.

Sumber: Antoinette, 2008, antoinette10.files.wordpress.com/2008/12/lp-3-pti-tutor-3. Pdf, 9 Juni


2013 pukul 21.24 WIB.
Gambar 1.16. Fitur AutoConnect di Microsoft Office Visio 2007

b. Themes
Themes digunakan untuk memodifikasi tampilan diagram agar menjadi lebih
menarik.
Sumber: Antoinette, 2008,antoinette10.files.wordpress.com/2008/12/lp-3-pti-tutor-3. Pdf, 9Juni
2013 pukul 21.25 WIB.
Gambar 1.17. Fitur Themes di Microsoft Office Visio 2007

c. Data Link
Data Link digunakan untuk mempermudah dalam menghubungkan diagram
visio dengan sumber data, menghubungkan sumber data dengan shape data
dan mengatur hubungan data yang dibuat.
d. Data Graphics
Data Graphics adalah data yang dapat menvisualisasikan data yang terdapat
di dalam shape tertentu.

1.4.1. Teori Pengoperasian Microsoft Visio


Microsoft Visio adalah aplikasi yang digunakan untuk merancang suatu
model perencanaan, model ini dimanfaatkan untuk kebutuhan developer maupun
engineering yang didesain untuk berbagai macam kebutuhan. Adapun untuk
mengaktifkan Microsoft Visio adalah sebagai berikut :
1. Klik menu start di windows
2. Sorot kursor mouse di program
3. Pilihlah shortcut menu Microsoft Visio
Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.18. Fitur Program Windows

4. Maka dimulai dengan masuk pada menu visio.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.19. Layar Awal Microsoft Visio
1.4.1.1. Fungsi Menu Pada Microsoft Visio
Pada Microsoft Visio terdapat beberapa menu pilihan mulai dari menu
file, edit, view, insert, format, tools, shape, windows maupun help. Menu-menu ini
memiliki kemiripan dengan aplikasi lain yang dibuat oleh Microsoft, dengan
beberapa diantaranya merupakan menu khusus yang didesain untuk Visio itu
sendiri.
Menu file hampir sama dengan format menu pada program-program
rancangan microsoft lain, yang terdiri dari sub menu New, Open, Close, Save,
Save as.., Save as Web Page.., search , Stensil, Find Shape, Page Setup, Print
Preview, Print, Send to.., dan Exit.
Adapun pada submenu new terdapat tanda panah yang menunjukkan sub
menu dari new yang berisikan menu-menu yang dapat dipilih sesuai dengan
kategori desain gambar yang kita kehendaki. Adapun pilihan tersebut dapat juga
dilakukan melalui taskpane bar, seperti yang terlihat Gambar 1.20.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.20. Taskpane Bar

Untuk pilihan menu new dengan memilih choose drawing type akan
menampilkan pilihan gambar dengan tampilan animasi berdasarkan kategori yang
dikehendaki seperti terlihat pada Gambar 1.21.
Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.21. Fitur Choose Drawing Type pada Microsoft Visio 2007

Pilihan new drawing dapat pula dipilih dengan mengklik icon new yang
terdapat pada toolbar menu. Untuk mengatur halaman yang ada di visio dapat
diklik page setup pada menu file, sehingga akan muncul form page setup yang
berisikan tab control yang terdiri dari print setup, page size, drawing scale, page
properties dan Layout routing.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.22. Form Page Setup pada Microsoft Visio 2007

Dalam tab control print setup terdapat ukuran dari halaman yang akan
digunakan, untuk merubah ukuran kertas yang akan digunakan pilihlah tombol
panah kebawah pada combo box paper size yang tersedia. Pilihan paper
orientation digunakan untuk menentukan pilihan bentuk cetakan yang akan
digunakan yaitu berbentuk portrait atau landscape.
Jika ingin membuat jenis kertas dengan ukuran yang berbeda dari bentuk
kertas yang ada, sorotlah tab control paper size dan pilihlah custom size pada
menu paper size.
Tab control drawing scale digunakan untuk menentukan skala gambar
yang akan kita buat dengan pilihan default no scale (jika skala yang digunakan
1:1). Untuk pilihan yang lain kita dapat mengatur pada pilihan pre-defined scale
dengan pilihan yang dapat dipakai yaitu : skala metrics, skala arsitektur, skala
civil engineering, maupun skala mekanik dengan perbandingan skala 1 : 1000
sampai dengan 50 : 1.
Tab control page properties digunakan untuk mendefinisikan tipe dari
halaman visio yang kita buat, apakah berfungsi sebagai foreground page atau
sebagai background page. Pada versi terbaru dari visio ini dikenalkan tab control
shadows yang berfungsi memberi efek bayangan pada halaman visio.
Pada menu view terdapat beberapa sub menu pilihan yang dapat dipilih
seperti penggunaan ruler (penggaris) yang jika dipilih sehingga tampak tanda
pada menu tersebut akan memunculkan penggaris pada di atas drawing, seperti
tampak pada Gambar 1.23.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.23. Ruler pada Microsoft Visio 2007

Pilihan grid akan memunculkan tanda grid pada halaman drawing seperti
tampak pada Gambar 1.24.
Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.24. Grid pada Microsoft Visio 2007

Pilihan guide akan memunculkan guideness jika gambar kita letakan pada
halaman drawing, seperti tampak pada Gambar 1.25.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.25. Tampilan Guideness pada Microsoft Visio 2007

1.4.1.2. Membuat New Drawing dengan Bantuan Template


Untuk membuat gambar baru dengan bantuan Template dibuat dengan
cara:
1. Pada menu organization pilihlah new dan klik panah bawah
2. Pilih choose drawing type dan klik mouse, sehingga dilayar akan tampak

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.26. Tampilan Choose Drawing Type pada Microsoft Visio 2007
3. Pada taskpane kategori disebelah kiri layar pilih organization chart dan pada
Template klik gambar organization chart di taskpane Template seperti terlihat
pada gambar di bawah ini :

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.27. Tampilan Organization Chart pada Microsoft Visio 2007

4. Maka Template organization chart telah siap untuk dirancang gambarnya

1.4.2. Command yang Terdapat pada Microsoft Visio


Pada Microsoft Visio 2007 terdapat sembilan buah menu. Menu-
menu tersebut antara lain File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Shape, Window,
dan Help. Untuk setiap menu terdapat submenu sesuai dengan fungsi atau
kegunaan masing-masing.

Sumber: http://setointernational.wordpress.com/2010/01/17/ms-visio-tutorial/
Gambar 1.28. Menu Microsoft Visio

Fungsi menu tersebut antara lain:

1. File
Menu untuk mengatur yang berhubungan dengan file seperti untuk membuat
file baru, membuka file, menutup file, mengatur file, dan lain-lain.

2. Edit
Menu untuk proses pengeditan seperti copy, paste, delete,dan lain-lain.
3. View
Menu untuk mengatur tampilan lingkungan kerja Visio dan halaman
pengerjaan.

4. Insert
Menu untuk menyisipkan objek, gambar, simbol, komentar,dan lain-lain.

5. Format
Menu untuk mengatur halaman pengerjaan.

6. Tools
Menu ini berhubungan dengan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Microsoft
Visio. Beberapa fasilitas yang disediakan yang terdapat pada menu tools antara
lain Macro,Ruler & Grid.

7. Shape
Menu untuk mengatur objek shape pada halaman pengerjaan.

8. Window
Untuk mengatur tampilan window.

9. Help
Untuk bantuan Microsoft Visio.

1.4.3. Macam-Macam Penggambaran pada Microsoft Visio


Microsoft Visio 2007 memiliki 16 macam tipe drawing, yaitu:
1. Block Diagram yaitu menggambarkan serangkaian proses yang di
visualisasikan dalam bentuk hubungan antar block. Template yang
disediakan, yaitu Basic Diagram, Block Diagram, dan Block Diagram with
Perspective.
2. Brainstorming yaitu menggambarkan hubungan antar sekumpulan gagasan
yang disusun dalam bentuk diagram. Template yang disediakan, yaitu
Brainstorming Diagram.
3. Building Plan yaitu menggambarkan denah bangunan. Template yang
disediakan, yaitu Electrical and Telecom Plan, Floor Plan, Home Plan,
HVAC Control Logic Diagram, HVAC Plan, Office Layout, Plant Layout,
Plumbing and Piping Plan, Reflected Ceiling Plan, Security and Access Plan,
Site Plan, dan Space Plan.
4. Business Process yaitu menggambarkan proses bisnis perusahaan. Template
yang disediakan, yaitu Audit Diagram, Basic Flowchart, Cause and Effect
Diagram, Cross Functional Flowchart, Data Flow Diagram, EPC Diagram,
Fault Tree Analysis Diagram, TQM Diagram, dan Work Flow Diagram.
5. Charts and Graphs yaitu menggambarkan bentuk diagram dan grafik data
statistik. Template yang disediakan, yaitu Charts and Graphs, dan Marketing
Charts and Diagrams.
6. Database yaitu menggambarkan diagram yang berhubungan dengan
perancangan basis data. Template yang disediakan, yaitu Database Model
Diagram, Express-G, dan ORM Diagram.
7. Electrical Engineering yaitu menggambarkan diagram yang
berhubungan dengan bidang teknik elektro. Template yang disediakan, yaitu
Basic Electrical, Circuits and Logic, Industrial Control Systems, dan
Systems.
8. Flowchart yaitu menggambarkan diagram alir proses dan data. Template
yang disediakan, yaitu Basic Flowchart, Cross Functional Flowchart, Data
Flow Diagram, IDEF0 Diagram, dan SDL Diagram.
9. Map yaitu menggambarkan peta. Template yang disediakan, yaitu Directional
Map dan Directional Map 3D.
10. Mechanical Engineering yaitu menggambarkan diagram yang
berhubungan dengan bidang teknik mesin. Template yang disediakan, yaitu
Fluid Power dan Part and Assembly Drawing.
11. Network yaitu menggambarkan diagram yang berhubungan dengan jaringan.
Template yang disediakan, yaitu Active Directory, Basic Network Diagram,
Detailed Network Diagram, LDAP Directory, Novell Directory Services, dan
Rack Diagram.
12. Organization Chart yaitu menggambarkan struktur organisasi mulai dari level
atas hingga bawah, pada Microsoft Visio 2007 ditambahkan fasilitas baru,
yaitu dapat ditambah gambar. Template yang disediakan, yaitu Organization
Chart dan Organization Chart Wizard.
13. Process Engineering yaitu menggambarkan diagram alir proses. Template
yang disediakan, yaitu Piping and Instrumentation Diagram dan Process
Flow Diagram.
14. Project Schedule yaitu menggambarkan diagram yang berhubungan dengan
penjadwalan proyek. Template yang disediakan, yaitu Calender, Gantt Chart,
PERT Chart, dan Timeline.
15. Software yaitu menggambarkan antarmuka, tampilan, dan diagram dalam
pembuatan perangkat lunak. Template yang disediakan yaitu COM and OLE,
Data Flow Model Diagram, Enterprise Application, Jackson, Program
Structure, ROOM, UML Model Diagram, dan Windows XP User Interface.
16. Web Diagram yaitu menggambarkan diagram yang berhubungan dengan situs
web. Template yang disediakan, yaitu Conceptual Web Site dan Web Site
Map.

1.5. Teori Organisasi dan Strukturnya10


Struktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai
komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur direncanakan
dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara berbagai
komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan pada
organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang tidak
direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.
11
Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang
menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan
penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu
wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya
tersebut.

11
Rizky Febriyanto, Diakses dari http://rizkyfebriyanto.blogspot.com /2013/06/desain-dan-
struktur-organisasi.html, pada tanggal 26 juni 013, pukul 22.03
Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain
organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan
hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur
merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang
bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses
desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah
organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain
itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya
organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing,
namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari
organisasi.
Dalam kasus-kasus tertentu, ahli organisasi menggunakan pengukuran-
pengukuran untuk menjelaskan dimensi-dimensi dalam organisasi, diantaranya
adalah :
1. Ukuran yaitu jumlah anggota dalam organisasi.
2. Komponen administratif yaitu persentase total jumlah anggota yang
menjalankan tugas tanggung jawab administratif.
3. Rentang kendali yaitu jumlah bawahan yang menjadi yanggung jawab seorang
manajer.
4. Spesialisasi yaitu jumlah kekhususan yang dilakukan dalam organisasi.
5. Standardiasai yaitu adanya prosedur-prosedur untuk mengatur peristiwa yang
berulang.
6. Formalisasi yaitu sejauh mana aturan-aturan dan komunikasi yang dilakukan
secara tertulis.
7. Sentralisasi yaitu konsentrasi wewenang pengambilan keputusan.
8. Kompleksitas yaitu jumlah diferensiasi vertikal, jumlah unit atau departemen.
9. Delegasi wewenang yaitu rasio antara jumlah keputusan manajerial spesifik
yang didelegasikan pucuk pimpinan, dan jumlah yang diputuskan sendiri.
10. Integrasi yaitu kualitas kerja sama diantara unit-unit yang dibutuhkan untuk
menyatukan tujuan, atau rencana-rencana dan umpan balik yang digunakan
untuk mengkoordinasikan unit-unit.
11. Diferensiasi yaitu jumlah fungsi-fungsi khusus yang dijalankan dalam
organisasi, atau perbedaan dalam orientasi kognitif dan emosional diantara
pada menejer dari departemen yang berbeda.
12
Bentuk-bentuk organisasi yang lazim digunakan adalah organiasi
garis/lini, organisasi/lini dan staf, organisasi fungsional, organisasi proyek, dan
organisasi kepanitiaan.
1. Organiasi garis/lini
Bentuk organisasi lini timbul apabila hubungan antara tanggung jawab,
wewenang dan pekerjaan para pelaksana dilakukan dalam hubungan satu
arah. Melalui hubungan satu arah tersebut tugas-tugas organisasi dijadikan
acuan utama untuk menentukan kedudukan, jabatan, bagian, dan unsur
lainnya di dalam organisasi. Acuan lain yang dipertimbangkan adalah tujuan
yang ingin dicapai, kondisi daerah sasaran/layanan, waktu, dan lingkup
kegiatan. Hubungan bersifat tegak lurus, garis pimpinan lurus dari atas ke
bawah dan garis pertanggungjawaban lurus dari bawah ke atas. Setiap pejabat
atau badan hanya mempunyai satu pejabat atau badan diatasnya kepada siapa
ia bertanggungjawab dan dari siapa ia menerima printah. Pimpinan atau
komando dilakukan dari pimpinan atasan melalui pimpinan bawahan yang
masing-masing berurutan bertingkat ke bawah.
2. Organisasi lini dan staf
Bentuk organisasi lini dan staf dapat digunakan apabila terdapat keragaman
dalam tanggung jawab, wewenang dan tugas keragaman ini ditandai dengan
adanya perbedaan fungsi pimpinan dan staf baik ke bawah (vertikal) waupun
ke samping (horisontal). Dalam bentuk organisasi ini fungsi staf terpisah dari
fungsi pimpinan. Staf dibentuk untuk mengerjakan tugas khusus. Organisasi
lini mempunyai pimpinan dan staf yang melakukan hubungan langsung baik
ke bawah maupun dan ke samping. Staf biasanya terdiri atas staf umum dan
staf khusus. Staf umum sering memiliki latar belakang yang sama dengan
pimpinan pada tingkat yang lebih tinggi. Latar belakang staf ini antara lain

12
Dedi Kurniadi, Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/1956
03221982031DEDY_KURNIADI/MAKALAH/PENGELOLAAN_PENDIDIKAN_ABK/BAB_III.p
df pada tanggal 26 juni 013, pukul 22.03
adalah kepentingan, keahlian, dan pengalaman sedangkan staf khusus
dibentuk dengan tugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang
merupakan bagian dari keseluruhan pekerjaan organisasi. Kewajiban staf
umum ialah membantu pimpinan dalam mengkoordinasi seluruh staf khusus
sehingga kekompakan tenaga yang terlibat dapat dibina dengan baik dan
pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pimpinan
organisasi.
3. Organisasi fungsional
Bentuk orkanisasi fungsional dianggap penting apabila orang-orang atau
kelompok staf sesuai dengan fungsi dan keahliannya diberi kekuasaan atau
wewenang untuk mengatur dan memerintah unit-unit pelaksana tugas pokok
organisasi. Bentuk ini tidak mengutamakan hubungan hirarki secara
struktural melainkan lebih menitikberatkan pada fungsi yang perlu
dijalankan. Bentuk organisasi ini lebih mengembangkan hubungan
kefungsian.
4. Organisasi proyek
Menurut aliran perilaku, semua bentuk organisasi yang telah dibicarakan di
atas tergolong ke dalam bentuk birokrasi. Bentuk birokrasi menurut Max
Weber mempunyai ciri-ciri seperti adanya struktur, hirarki dan tugas khusus,
penekanan pada kemampuan tenaga untuk mentaati peraturan dengan ketat,
dan adanya hubungan kejiwaan yang mendalam antara orang-orang yang
terlibat dalam organisasi.
5. Organisasi kepanitiaan
Organisasi kepanitiaan mempunyai corak yang berlainan dari keempat bentuk
organisasi sebagaimana diuraikan di atas. Organisasi kepanitiaan dapat
didirikan baik oleh masing-masing organisasi ataupun oleh masyarakat.
Tenaga pelaksana dalam organisasi kepanitiaan disusun dalam kelompok-
keiompok tertentu berdasarkan kegiatan dan tujuan khusus yang harus
dicapai. Para pelaksana biasanya disebarkan ke dalam satuan-satuan tugas
yang mempunyai kewajiban melakukan rangkaian pekerjaan tertentu untuk
mencapai tujuan khusus pada satuan tugas masing-masing. Tugas yang
berkaitarn dengan kepemimpinan biasanya dilakukan bersama-sama oleh
sekelompok orang seperti para ketua, sekretaris, dan bendahara. Para
pimpinan pada umumnya mernpunyai wewenang, hak, dan tanggung jawab
yang sama. Keputusan pimpinan disusun secara bersama melalui proses
perundingan kelompok pimpinan dan dapat pula dengan mengikutsertakan
semua pihak yang terlibat dalam organisasi kepanitiaan.