Anda di halaman 1dari 12

PALMISTRI

TANGAN
SUKSES
Mengenali Garis &
Simbol Sukses Di Tangan
Budi Daruputra

Diterbitkan secara mandiri


melalui Nulisbuku.com
PALMISTRI TANGAN SUKSES
Mengenali Garis & Simbol Sukses Di Tangan

Oleh:
Budi Daruputra

Copyright:
2015 by Budi Daruputra

Penerbit:
Budi Daruputra

Email:
daruputra2013@yahoo.co.id

Website:
palmistri.wordpress.com

Desain:
David Blyth

Diterbitkan melalui:
www.nulisbuku.com
Siapa Daruputra
Budi Daruputra lahir di Kediri pada
9 September 1951. Ia belajar Palmistry dari
Angela Mattey (Colorado) dan PalmTherapy
dari Moshe Zwang (Los Angeles).
Dunia profesi yang pernah ia geluti, di
antaranya adalah konsultan dan praktisi
bisnis, jurubahasa, penulis artikel, novelis
dan cerpenis, kolumnis surat kabar serta
Palm Reader dan Palmtherapist.
Daruputra melewatkan 25 tahun dari bagian hidupnya bekerja di
beberapa perusahaan besar Belanda, Amerika, Jepang dan Australia.
Artikelnya tentang palmistri dan terapi telapak tangan banyak
dimuat di beberapa surat kabar, tabloid dan Intisari. Buku karyanya
mengenai palmistri berjudul PALMISTRI Biarkan Tangan Bicara
diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama pada 2005 yl. Budi
Daruputra juga penulis buku Santet, Realita Di Balik Fakta
(Bayumedia) dan Misteri Hantu Orb Cahaya (JP Books).
Daruputra adalah anggota A.P.P.A. (American Professional
Palmistry Association) dan terapis telapak tangan bersertifikat
I.P.T.A. (International Palm Therapy Association).

I
II
III
Pengantar
Saya bersyukur bahwa buku saya terdahulu, Palmistri, Biarkan
Tangan Bicara (Gramedia Pustaka Utama) mendapat respon
positif dari banyak pembaca. Saya sempat disibukkan dengan
sejumlah kegiatan ceramah tunggal mengenai palmistri di berbagai
kota dan mendapat kunjungan dari berbagai penjuru bahkan
tidak jarang ada rombongan yang terbang dari dalam dan luar
pulau Jawa untuk sekedar berkonsultasi mengenai analisis tangan.
Sebagian di antaranya berlanjut menjadi kawan.
Ternyata minat utama terhadap palmistri tetap berkisar tentang
kesejahteraan (sukses, karir, rezeki) dan urusan asmara (jodoh,
kapan menikah, dsb.) pada urutan kedua. Kali ini, demi menepati
janji dan menyambut baik dorongan dari kawan-kawan, saya
memutuskan untuk menulis buku tentang palmistri dengan topik
lebih spesifik yaitu kesejahteraan: sukses, karir dan rezeki.
Sukses bisa berarti banyak. Sukses dalam kehidupan sosial seperti
seorang isteri yang disayangi oleh suami dan anak-anaknya, sukses
seorang pelajar dalam mencetak prestasi akademisnya dsb. Diskusi
palmistri kali ini lebih difokuskan pada sukses menyangkut
kesejahteraan materi.

IV
Buku ini diawali dengan pengenalan palmistri yaitu Tentang
Palmistri dan Cara Membaca Tangan, kemudian disusul dengan
tiga bab yang saling berkaitan. Bab 1 yang berjudul Tangan
Sukses memaparkan berbagai informasi tentang peran Bakat dan
Potensi di tangan seperti bakat kepemimpinan, potensi kesehatan,
kesejahteraan, keberuntungan, dsb, di samping uraian yang cukup
relevan tentangPotret Tangan Sukses yang memaparkan profil
dan analisis tangan-tangan sukses di berbagai bidang kegiatan
hidup untuk bahan studi mengenai jenis-jenis tangan sukses yang
ada dalam dunia nyata. Walau ragam tangan yang tersaji tidak
dapat mewakili seluruh profesi tangan yang ada di dunia nyata,
akan tetapi beberapa model tangan ini tetap relevan untuk sarana
pengenalan berbagai profil tangan nyata sebagai hal yang bersifat
riil dan membumi, lebih dari ilustrasi artis.
Bab 2 berjudul Mengenali Peruntungan Tangan Anda berisi
informasi singkat mengenai palmistri untuk mengenal palmistri
khususnya menyangkut watak atau kepribadian dan hal-hal yang
menyangkut keberuntungan yang ada di tangan Anda. Bab ini
menjabarkan berbagai elemen tangan seperti klasifikasi tangan,
telapak tangan, bukit tangan, garis tangan, rona, kekenyalan,
simbol dsb yang relevan dalam memberi kontribusi sukses terhadap
pemiliknya. Sebagian informasi merupakan hasil suntingan dari
buku saya berjudul Palmistri, biarkan tangan bicara (Gramedia
Pustaka Utama).
Sedangkan Bab 3 yang berjudul Terapi Telapak Tangan membahas
secara khusus pengetahuan terapi alternatif yang relatif baru untuk
peningkatan keberuntungan melalui perbaikan atau terapi elemen-
elemen telapak tangan tertentu.

Selamat membaca.

V
A:
TENTANG
PALMISTRI
Palmistri atau Analisis Telapak Tangan merupakan salah satu
pengetahuan yang berkembang berdasarkan studi empirik sejak
ribuan tahun yang silam - berawal di negeri timur. Entah mana
yang terjadi duluan, namun palmistri dilaporkan telah lama
dipraktekkan di India, Mesir, Yunani maupun Tiongkok. Dalam
praktek, mulai ratusan tahun yang silam palmistri berkembang
dengan baik di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Perancis,
Jepang, Singapura dan negara-negara maju lainnya.
Pada dasarnya palmistri adalah pengetahuan yang berupaya
mengungkapkan semua potensi diri seseorang, baik masa lalu,
saat ini maupun kecenderungan masa depan melalui penafsiran
berbagai petunjuk yang ada di tangan termasuk bentuk, ukuran,
kuku, punggung tangan, guratan garis tangan, bukit, formasi,
tekstur, kekenyalan, warna atau simbol dan elemen-elemen
lainnya yang relevan.
Dalam praktek, mereka tidak terpisahkan satu sama lain. Artinya,
sebuah garis baru bisa bekerja baik apabila terdapat di tangan yang
baik pula serta digabungkan dengan sejumlah unsur lain di tangan.
Tangan yang baik adalah tangan yang bentuknya proporsional,
tekstur halus, bukit-bukit di telapak tangan berkembang namun
tidak terlalu besar, rona tangan merah muda, tidak merah padam,
tidak pucat apalagi biru atau kuning.

1
Kita semua tahu bahwa astrologi mengandalkan peredaran bintang
dalam membuat ramalan, oleh karena itu untuk menguasainya, kita
perlu menghafalkan nama-nama bintang dan pola peredarannya.
Demikian pula palmistri. Pengetahuan ini pun harus dipelajari
dengan pemusatan pikiran dan pengamatan empirik, bukan sebuah
anugerah yang jatuh dari langit dan hinggap pada seseorang yang
beruntung atau terpilih untuk menguasainya. Palmistri tidak
akan dapat dipelajari dengan bertapa di pesisir Laut Selatan yang
ombaknya mematikan atau di Puncak Mahameru, puasa sekian hari
ataupun juga membaca mantra seribu kali. Pengetahuan ini haruslah
dipelajari melalui proses belajar, idealnya secara akademis, dari
orang lain atau belajar sendiri dengan sarana buku atau sarana
lainnya serta pengalaman praktek yang panjang sebelum bisa
menerapkannya dengan baik dan lancar.
Saya sangat yakin bahwa pengetahuan ini tidak akan dapat diperoleh
hanya semata-mata karena Anda putra atau putri seorang palm
reader (pembaca tangan) terkenal, atau adik seorang paranormal
tingkat super. Memang, bakat dan potensi diakui akan membantu
mempercepat atau mempertajam penguasaan, namun demikian,
tetap saja mereka harus mempelajarinya melalui riset sendiri atau
pengetahuan empirik yang diturunkan orang lain baik yang sudah
tiada maupun yang masih hidup dan mempraktekkannya.
Para palm reader bersikap optimistis bahwa palmistri akan semakin
berkembang dan mampu menempatkan posisinya di dalam ilmu
pengetahuan yang diakui sejajar dengan lain-lainnya, tidak sekedar
sebagai pseudoscience (ilmu semu). Yaschpaule dalam bukunya
Your Destiny and Scientific Hand Analysis menyebutkan bahwa
Dr Albert Einstein si penemu teori relativitas pernah menyatakan
bahwa chirology (analisis tangan ilmiah) akan menjadi sebuah ilmu
pengetahuan yang penting di masa mendatang.

2
CARA MEMBACA TANGAN
Membaca atau menganalisis tangan bisa dibilang sebagai sebuah seni.
Kreativitas diperlukan. Kegiatan ini butuh kesabaran, kecermatan
dan latar belakang penguasaan pengetahuan palmistri yang cukup
memadai. Ada banyak kombinasi yang harus dijelajah atau digali
demi menghasilkan bacaan yang baik dan relevan.
01. Pastikan terlebih dahulu
mana tangan dominan
dan tangan pasif. Bagi
kebanyakan orang, tangan
dominan adalah tangan
kanan dan tangan kiri bagi
orang kidal. Hal ini perlu
dilakukan karena tangan
dominan dibaca sebagai kondisi sekarang dan masa depan
sementara tangan pasif adalah tangan yang menyimpan
potensi, bakat dan kondisi psikologis pemilik tangan terkait
dengan elemen-elemen garis atau simbol dll. Sebaiknya,
kedua tangan selalu dibaca secara bergantian, utamanya untuk
menegaskan arti dari sesuatu kesimpulan analisis. Secara visual,
pada umumnya tangan dominan terlihat lebih besar dan kokoh
dari tangan pasif, apakah itu tangannya sendiri, jari-jarinya
atau jempolnya. Alasannya sederhana, tangan dominan lebih
banyak dipakai oleh pemiliknya untuk melakukan aktivitas
sehari-hari dibandingkan dengan tangan pasif.
02. Pada dasarnya, elemen tangan yang perlu dicermati dan
dianalisis dalam palmistri adalah tangan secara lengkap.
Dengan demikian, yang perlu diamati termasuk di antaranya
adalah bentuk tangan, bukaannya (antarjari), tekstur,
kelenturan, kekenyalan, ukuran, rona, dan punggung
tangan. Sedangkan pada telapak tangan, di antara sekian
banyak elemen yang perlu diamati adalah berbagai garis
(utama dan minor) dan simbol-simbol yang tercetak di

3
permukaan tangan. Itu semua penting demi untuk
meningkatkan akurasi bacaan di samping kecermatan.
03. Membaca atau menganalisis tangan semestinya dilakukan
setelah mengamati tangan secara menyeluruh terlebih dahulu
dan mendapatkan gambaran yang baik tentang si empunya
tangan. Satu elemen, misalnya garis, harus dirangkai dengan
elemen lainnya seperti bukit, bentuk tangan, panjang jari dsb.
sehingga hasil analisisnya lebih akurat. Jangan membaca tangan
secara sepotong-sepotong dengan mengabaikan elemen-
elemen penting lainnya tanpa sebelumnya dirangkai jadi satu
kesatuan yang utuh. Misalnya, sebelum menyebut seseorang
berbakat pemimpin, pastikan dulu berbagai elemen
kepemimpinan yang ada di tangan seperti jempol dominan,
telunjuk panjang, kelingking panjang, Bukit Jupiter
berkembang dsb. Palmistri adalah pengetahuan empirik dan
seni, bukan mistik atau klenik, jadi selalu akan berkembang
atau bahkan berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh,
dulu ada yang disebut garis anak yaitu garis atau garis-garis
vertikal yang tumbuh di batang Garis Asmara yang diyakini
selama ratusan atau bahkan ribuan tahun sebagai petunjuk
jumlah dan bahkan jenis kelamin anak. Analisis ini telah mulai
ditinggalkan oleh sebagian palm reader karena dianggap sering
meleset dan kurang tepat. Begitu pula Garis Asmara yaitu garis
horizontal pendek di bawah kelingking, ini tidak lagi dianggap
sebagai indikasi pernikahan, melainkan sebagai jalinan asmara
yang kuat antarmanusia, termasuk antarjenis kelamin,
maksudnya antara manusia heteroseksual atau homoseksual.
Berdasarkan pengalaman, kecepatan menangkap kesan pada
tangan akan semakin cepat dalam perjalanan waktu.
04. Mengenali golongan atau klasifikasi tangan, yaitu apakah
tangan Anda tergolong dalam klasifikasi Tangan Air,
Tangan Bumi, Tangan Api ataukah Tangan Udara. Setelah
mendapatkan gambaran, coba pula kenali kombinasi klasifikasi
lain yang tergabung di dalamnya. Misalnya dari sisi bentuk
Anda melihatnya sebagai Tangan Api tetapi ternyata banyak

4
garis malang melintang di telapak bak sarang laba-laba,
misalnya. Anda bisa menyimpulkan bahwa Anda berpribadi
campuran antara Tangan Api dan Tangan Air dengan
dominasi Tangan Api.
05. Mengenali bukit-bukit di tangan Anda yang sekiranya
berkembang (menyembul). Pada dasarnya semua bukit tangan
yang menyembul kecuali Bukit Saturnus punya nilai plus
bagi pemiliknya.
06. Mengamati jari dan jempol untuk menentukan mana-mana
yang dominan dan bernilai plus.
07. Mengenali garis-garis utama (Garis Hidup, Garis Kepala,
Garis Hati, atau Garis Simian).
08. Mengenali garis-garis minor yang menguntungkan.
09. Mengenali adanya simbol-simbol di tangan yang membawa
peruntungan.
10. Silakan merujuk ke Peta Istilah untuk mengetahui tanda apa
saja yang dimaksudkan di atas dan silakan baca Bab 2 untuk
lebih memahami arti dari bukit, garis, simbol dan selebihnya.

Nah, setelah mendapatkan gambaran dan memahami cara mem-


baca tangan sebagaimana uraian di atas, kini tiba saatnya Anda
untuk mulai mempraktekkan menganalisis tangan secara cermat
Mulailah dari tangan Anda sendiri! Dengan membaca dan
menafsirkan berbagai elemen tangan Anda secara palmistri,
Anda akan mendapatkan hasil yang lebih akurat karena Anda
mendapatkan reaksi langsung yang jujur dari diri Anda sendiri
Anda bisa berimprovisasi dengan merangkaikan beberapa
elemen dan membuat kesimpulan-kesimpulan yang cermat
Setelah merasa pas di hati, mulailah membaca tangan orang lain
Jangan tergesa-gesa yang terpenting cermat dan tulus

Selamat mencoba.