Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengertian Radiologi adalah


a. Suatu cabang ilmu yang berhubungan dengan study dan penerapan teknologi
pencitratan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Menggunakan sinar
x, USG, CT-Scan, MRI, Tomografi dan Emisi Positron (PET)

2. Prosedur proteksi terhadap pasien


a. Pada pasien
i. Permintaan sinar x hanya permintaan dokter
ii. Pemakaian FILTRASI MAXIMUM pada sinar primer
iii. Pemakaian VOLTAGE TINGGI sehingga daya tembus kuat
iv. Jarak focus pasien jagan terlalu pendek
v. Daerah yang disinari harus sekecil mungkin, gunakan konus
(RADIOGRAFI) diagrafma (untuk sinar tembus)
vi. Waktu penyinaran harus sesingkat mungkin
vii. Alat kelamin dilindungi
viii. Pasien hamil tidak boleh
ix. Pertahankan seluler dengan ANTIOKSIDAN CYSTEIN ,Vit-e, Vit-c

b. Dokter dan pemeriksa


i. Hindari penyinaran pada bagian tubuh yang tidak diperlukan
ii. Pemakaian sarung tangan, APRON dan GAUN PELINDUNG yang
berlapis PL dengan tebal max 0.5 mm PL
iii. Hindari melakukan sinar tembus, usahakan melakukan radiografi
iv. Akomodasi mata sebelum melakukan sinar tembus paling sedikit
selama 20 menit
v. Gunakan alat-alat pengukur sinar rongent
vi. Pemeriksaan rutin terhadap kemungkinan bocor/rusak pelindung
berlapis PL

3. Cara baca foto thorak


a. Data umum pasien
i. Nama
ii. Usia
iii. Jenis kelamin
iv. Tanggal pemeriksaan
b. Data teknis
i. Marker R dan L
ii. Kesimetrisan foto : ujung medial CLAVICULA harus sama jaraknya
dengan gaaris tengah (MIDLINE)
iii. Ketepatan factor expose : CORPUS VT hanya terlihat sampai T4-T5
sebelum percabangan trakea. VT6 kebawah terlihat samar
iv. Foto dibuat dalam keadaan inspirasi penuh: MIDPOINT
HEMIDIAFRAGMA kanan harus berada di ujung ANTERIOR costa 5 dan
7
v. SCAPULA terlempar keluar, tidak overlapping dengan jaringan paku

c. Bagian foto
i. Keadaan tulang ( SCAPULA, CLAVICULA, VERTBRE, COSTE), deformitas,
destruksi.

2. Gambaran jaringan lunak ( Soft tissue)


a. Pembengkakan, udara
3. Trakea : harus terlihat & harus ditengah
4. ICS kiri &kanan
a. Sejajar / tidak
b. Penyempitan atau tidak
5. Jantung
a. Besar jantung ( hitung CTR)
b. Bentuk jantung
c. Posisi jantung
6. Aorta
a. Meleber / tidak
b. Memanjang / tidak
c. Kalsifikasi (opak)
7. Sinus costoprenikus / sinus cardiophrenicus
a. Tajam / tumpul
8. Diafragma
a. Bentuk & letak
9. Pulmo
a. Gambaran pulmo radiolusen/ opak
b. Batas paru
c. Gambaran hilus
d. Corakan

4. Gambaran TB pada rontgen thorak


a. TB paru aktif
i. Tampak bercak berawan disertai CAPITAS pada kedua lapangan paru
b. TB paru lama aktif
i. Tampak bercak berawan pada kedua lapangan paru atas yang di sertai
cavitas, Bintik-bintik kalsifikasi, dan Garis fibrosis retraksi, hilus ke
atas.
c. TB paru lama tenang
i. Tampak bintik-bintik
ii. Kalsifikasi & garis fibrosis pada kedua lap. Paru
d. TB paru Milier
i. Tampak bercak Granuler pada seluruh lap paru

5. Gambaran Bronkiektasis pada paru


a. Tampak cincin-cincin lusen pada lap. Bawah paru yang memberikan gambaran
honey comb

6. Pemeriksaan yang digunakan untuk menilai kelainan pada sistem urinaria


a. BNO-IVP
7. Indikasi RDC & CLD pada foto thorak
a. Untuk menilai efusi plura minimal
b. Menilai adanya udara bebas di dekat diafragma

8. Kepanjagan
a. IVP : Intra vena pyelography
b. AVP : Antegrade Pyelography
c. MDP : Maag Dyodenography
d. MRI : magnetic Resonance Imaging

9. Persiapan BNO
a. Sehari sebelum persiapan pasien makan bubur kecap dan makan rendah serat
b. Puasa minimal 6 jam sebelum permeriksaan
c. Minum dolcolax 6 jam sebelum pemeriksaan
d. Dulcolac sup 1-2 jam sebelum pemeriksaan
e. Tidak boleh banyak bicara / ketawa & tidak merokok