Anda di halaman 1dari 2

I.

PENDAHULUAN

Pada dasarnya dalam tubuh sudah memiliki pertahanan secara sendiri agar berbagai
kuman yang masuk dapat dicegah, pertahanan tubuh tersebut meliputi pertahanan
nonspesifik dan pertahanan spesifik, Proses mekanisme pertahanan dalam tubuh
pertama kali adalah pertahanan nonspesifik seperti complemen dan makrofag dimana
komplemen dan makrofag ini yang pertama kali akan memberikan peran ketika ada
kuman yang masuk ke dalam tubuh. Setelah itu maka kuman harus melawan pertahanan
tubuh yang kedua yaitu pertahanan tubuh spesifik terdiri dari system humoral dan
seluler. Sistem pertahanan tersebut hanya bereaksi terhadap kuman yang mirip dengan
bentuknya.Sistem pertahanan homoral akan menghasilkan zat yang disebut
immunoglobulin (IgA,IgM,IgG,IgE,IgD) dan sistem pertahanan seluler terdiri dari
limfosit B dan limfosit T,dalam pertahanan spesifik selanjutnya akan menghasilkan satu
cell yang disebut sel memori,sel ini akan berguna atau sangat cepat dalam bereaksi
apabila sudah pernah masuk kedalam tubuh, kondisi ini yang digunakan dalam prinsip
imunisasi.

Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan
memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah
terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai
untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui
suntikan seperti vaksin BCG, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin polio.

Pemberian imunisasi pada anak yang mempunyai tujuan meningkatkan derajat imunitas,
memberikan proteksi imun dengan menginduksi respons memori terhadap patogen
tertentu / toksin dengan menggunakan preparat antigen non-virulen/non-toksik.
Kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya terdapat
tingginya kadar antibodi pada saat dilakukan imunisasi, potensi antigen yang
disuntikkan, waktu antara pemberian imunisasi, mengingat efektif dan tidaknya
imunisasi tersebut akan tergantung dari faktor yang mempengaruhinya sehingga
kekebalan tubuh dapat diharapkan pada diri anak.
II. PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Nama Kegiatan
Pentingnya Imunisasi Pada Balita

B. Tema Kegiatan
Balita Sehat, Balita Imunisasi

C. Tujuan Kegiatan
Diharapkan peserta penyuluhan dapat lebih memahami pentingnya imunisasi pada
anak sehingga angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pada
anak dapat ditekan.

D. Bentuk Kegiatan
Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada balita

E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Keseluruhan bentuk kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal :
Tempat : Poskesdes Juku Batu, Kecamatan Banjit
Waktu : 08.00-12.00 WIB

F. Peserta
Kegiatan ini diikuti oleh ibu dan anak Desa Juku Batu, Kecamatan Banjit, Kabupaten
Way Kanan

G. Pemateri
Dalam acara ini menghadirkan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung
(UNILA) dan Bidan di Desa setempat