Anda di halaman 1dari 3

SOP PENDARAHAN PASCA PENCABUTAN

GIGI
No.Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman :

UPTD Puskesmas Kampar dr. ALIMORA


NIP. 19711123 200312 1 003
1. Pengertian Perdarahan pasca pencabutan gigi adalah komplikasi yang terjadi setelah
dilakukan pencabutan gigi. Komplikasi pendarahan pasca pencabutan gigi
bisa terjadi karena faktor lokal maupun faktor sistemik.
Pendarahan yang terjadi karena faktor sistemik seperti :
Kelainan darah (blood dyscrasia)
Hipertensi
Gangguan pembekuan darah
Mengkonsumsi obat-obat yang mempengaruhi pembekuan darah
Diabetes Mellitus
Hemofili
Penyakit cardio vascular
Perdarahan pasca pencabutan gigi karena faktor lokal seperti :
Trauma yang berlebihan pada jaringan lunak
Mukosa yang mengalami peradangan pada daerah ekstraksi
Tidak dipatuhinya instruksi pasca ekstraksi gigi
Tindakan pasien seperti penekanan socket oleh lidah dan kebiasaan
menghisap-hisap
Kumur-kumur yang berlebihan
Memakan makanan yang keras pada daerah ekstraksi

2. Tujuan Sebagai acuan untuk penanganan perdarahan pasca ekstraksi gigi

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kampar No.


Tentang pelayanan Gigi

4. Referensi Adyatmako Andreas 1998. Tata Kerja Pelayanan Asuhan Kesehatan


Gigi dan Mulut Depkes RI
Edi Hartini, Sundoro, 2005, Serba serbi Ilmu Konservasi
Gigi, UI-Press, 2007
KMK.NO.HK.02.02/Menkes/62/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter Gigi

5. Prosedur . Alat : Bahan :


kaca mulut kassa
nierbeken alkohol
sonde masker
pinset handscoen

6. Langkah- Prosedur penatalaksanaan :


Langkah 1. Petugas menganamnesa pasien dengan hasil berupa :
nyeri bila kena rangsangan

nyeri dapat timbul akibat perubahan temperatur/ rasa, terutama dingin,


manis, dan asam dengan ciri khas rasa sakit

2. Petugas mempersilahkan pasien duduk di dental chair

3. Petugas mengenakan handscoen dan masker

4. Petugas melakukan pemeriksaan klinis :

kavitas dalam yang mencapai pulpa atau karies di bawah tumpatan lama,
dilakukan anamnesis menunjukkan pernah mengalami rasa sakit yang
spontan. Klinis terlihat kavitas profunda, tes vitalitas menunjukkan rasa sakit
bila terkena rangsangan

Gejala klinis dan pemeriksaan didapatkan karies dentin yang dalam atau
kavitas mendekati pulpa gigi
1. sondasi positif, sakit menetap
2. perkusi negatif
3. tekanan negatif
4. vitalitas positif sakit yang menetap lama walaupun rangsangan segera
dihilangkan
5. Dari hasil anamnesa, gejala klinis dan pemeriksaan ditegakkan diagnosa
pulpitis akut
6. Penatalaksanaan :

f. Berikan instruksi kepada pasien:


tidak diperbolehkan mencongkel ataupun mengorek lubang gigi dengan
tusuk gigi ataupun benda tajam lainnya
obat yang diberikan agar diminum sesuai anjuran
kontrol kembali setelah obat habis

g. Petugas mencuci tangan dengan sabun

h. Petugas memberikan resep kepada pasien

i. Pasien dipersilahkan mengambil obat ke apotik puskesmas

j. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada rekam medik dan buku register
gigi

k. Petugas menggunakan handscoen dan mencuci alat dengan sabun dibawah


air mengalir

l. Petuga mensterilkan alat setelah selesai pelayanan

7. Hal- Hal yang Persetujuan tindakan kedokteran secara lisan


perlu
Faktor sosial yang perlu diperhatikan :
diperhatikan 1.Kepatuhan pasien yang tinggi atau rendahnya kepedulian terhadap
keadaan dan kondisi giginya
2.Kerjasama dan sifat kooperatif pasien diperlihatkan pada saat
kunjungan berikutnya
8. Unit Terkait Poli Gigi

9. Dokumen
Medical record
Terkait
Register Poli gigi

10. Rekaman
Historis
Perubahan No Halaman Yang Dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.