Anda di halaman 1dari 1

Borneol

Kandungan utama dari minyak terpentin adalah -pinene yang menjadi bahan baku
utama dalam industri parfum dan berbagai fine chemicals yang mempunyai nilai jual tinggi.
Salah satu senyawa yang bisa disintesis dari -pinene adalah borneol. Borneol (C10H18O)
banyak tersebar di alam sebagai komponen minyak asiri. Di bidang industri, borneol murni
bersama dengan isoborneol digunakan sebagai bahan baku penyusun parfum dan bahan
pengester. Borneol murni bersifat racun yang dapat mengakibatkan kekacauan mental. Borneol
di China dikenal juga dengan nama Bing Pian. Salah satu penggunaannnya adalah sebagai
bahan tambahan pada pembalut wanita (bio-panty) yang bermanfaat untuk mengurangi
kesakitan dan tekanan ketika haid, mengurangi kesakitan otot dan sendi, membantu
membersihkan darah beku, dan mencegah perkembang biakan kuman (Choi 2003; Duke 2005).
Rute sintesis borneol dari -pinene yang memungkinkan untuk digunakan dalam
industri adalah melalui dua tahap reaksi yaitu esterifikasi dan saponifikasi. Senyawa -pinene
direaksikan dengan asam membentuk bornyl ester (esterifikasi) selanjutnya bornyl ester
direaksikan dengan alkali menjadi borneol (saponifikasi). Selain itu, pembuatan borneol ini
dapat dilakukan menggunakan auto catalytic mereaksikannya dengan HCl dan menggunakan
-pinene yang telah murni atau yang telah dipisahkan dari komponen minyak terpentin yang
lain dan hasil esterifikasinya adalah bornyl chloride. Lalu bornyl chloride di saponifikasi
membentuk borneol.

Gambar 1 Struktur kimia borneol

Daftar Pustaka

Choi HS. 2003. Character impact odorants of citrus hallabong (C. unshiu Marcov, C. sinensis
Osbeck, C. reticulata Blanco) cold-pressed peel oil. J Agric Food Chem. 51:2687-2692.
Duke S. 2005. Plants containing Borneol. Phytochemical and Ethnobotanical Databases.
Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon.