Anda di halaman 1dari 12

Indonesia adalah negara kepulauan yang terbentang dari Sabang di Aceh sampai Merauke

di Papua, yang terbentuk dari ribuan pulau besar dan kecil, yang terhubung oleh berbagai selat
dan laut. Saat ini pulau yang terdaftar dan berkoordinat berjumlah 13.466 pulau.

Pada tahun 1972, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memublikasikan


sebanyak 6.127 nama pulau-pulau di Indonesia. Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan
ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 17.508,
di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau di sungai. Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), pada tahun 1992 menerbitkan
Gazetteer Nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia yang mencatat sebanyak 6.489 pulau
bernama, termasuk 374 nama pulau di sungai. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan), Pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau
di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah.

Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali
kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak
bernama. Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar
6.000 pulau. Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik
Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama,
sedangkan 9.634 belum memiliki nama.

Sebagai negara maritim Indonesia memiliki garis pantai 95.181 km dan menjadikannya
sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada. Namun, selama
itu pula Indonesia masih belum bisa merapikan akurasi datanya tentang kelautan dan perikanan.
Salah satu yang hingga kini masih diperdebatkan adalah jumlah pulau yang ada di Nusantara.
Selama ini, banyak yang menyebut jumlah pulau dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua
adalah 17.500an pulau.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, Wilayah lautnya meliputi 5,8
juta km atau sekitar 70% dari luas total wilayah Indonesia. Luas wilayah laut Indonesia terdiri
atas :

1. Luas Daratan = 1.910.931,32 km (kemendagri, Mei 2010)


2. Luas Lautan = 3.544.743,9 km (UNCLOS 1982) terdiri dari:

Luas Laut Teritorial = 284.210,90 km


Luas Zona Ekonomi Ekslusif = 2.981.211,00 km
Luas Laut 12 Mil = 279.322,00 km

Posisi dan letak geografis kawasan Asia Tenggara dapat digunakan untuk meninjau letak
Asia Tenggara. Asia Tenggara adalah suatu kawasan yang terletak di sebelah tenggara Benua
Asia. Luas wilayah daratan dari Asia Tenggara sekitar 4.817.000 km2, sedangkan perairan laut
Asia Tenggara sekitar 5.060.100 km2. Kawasan Asia Tenggara terdiri atas beberapa negara,
yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos,
Kampuchea, dan Vietnam. Kadang kala, negara Timor Leste (dahulu salah satu provinsi di
Indonesia) dianggap masuk kawasan Asia Tenggara. Negara terbesar di kawasan Asia Tenggara
adalah Indonesia (luas daratan > 1,8 juta km2), sedangkan negara terkecil adalah Singapura (luas
wilayah < 700 km2). Negara yang berada di daratan Asia, yaitu Thailand, Myanmar,
Kampuchea, Laos, dan Vietnam. Negara yang berada di kepulauan atau pulau, yaitu Indonesia,
Malaysia, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kawasan Asia Tenggara terbentuk oleh
dataran tinggi dan dataran rendah. Kawasan Asia Tenggara merupakan bagian dari Benua Asia
di bagian sebelah tenggara.

a. Posisi Geografis Kawasan Asia Tenggara Posisi geografis adalah letak suatu kawasan
berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis khayal yang
sejajar dengan ekuator, yang melingkari permukaan bumi secara mendatar. Sedangkan
garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan antara Kutub Utara dan Kutub
Selatan, serta membentuk setengah lingkaran bumi. Berdasarkan garis lintang dan bujur,
Asia Tenggara berada pada posisi 28LU11LS dan 93BT141BT. Kawasan Asia
Tenggara dilewati oleh garis khatulistiwa (ekuator) dan garis balik utara. Posisi geografis
Asia Tenggara tersebut memengaruhi iklim dan kegiatan ekonomi penduduk.

b. Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara Letak geografis adalah letak suatu kawasan
jika dilihat di permukaan bumi sebenarnya atau ditinjau dari kawasan sekitarnya.
Berdasarkan letak geografis, Asia Tenggara berada di antara Benua Australia dan daratan
utama Benua Asia serta terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Adapun
batas-batas kawasan Asia Tenggara sebagai berikut. 1) Utara : Negara Cina. 2) Selatan :
Negara Timor Leste, Benua Australia, dan Samudra Hindia. 3) Barat : Negara India,
Bangladesh, dan Samudra Hindia. 4) Timur : Negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.
Kawasan Asia Tenggara sangat strategis karena letaknya berada di antara dua samudra.
Kawasan ini menghubungkan negara-negara barat dan timur sehingga kawasan ini sangat
menguntungkan bagi peningkatan kegiatan perdagangan..

Nusantara merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan


yang membentang dari Sumatera sampai Papua, yang sekarang sebagian besar merupakan
wilayah negara Indonesia. Kata pertama kali tercatat dalam literatur bahasa Jawa Tengah (abad
ke-12 sampai ke-16) untuk menggambarkan sebuah negara mengadopsi konsep Majapahit.
Setelah dilupakan, pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara
sebagai salah satu nama alternatif untuk penerus Hindia Belanda negara merdeka yang belum
terwujud.

Indonesia secara geografis terletak diantara dua benua yaitu benua asia dan benua
australia serta indonesia juga terletak diantara dua samudra yaitu samudra hindia dan samudra
pasifik. Letak indonesia bisa dibilang sangat strategis secara geografis.

Dengan melihat gambar diatas kita dapat secara jelas melihat jika indonesia berbatasan dengan
dua benua yaitu benua asia di utara dan benua australia di selatan serta indonesia juga diapit oleh
dua samudra besar yaitu samudra hindia di sebelah barat dan smudra pasifik disebelah timur.

Ada 5 Aspek pendekatan ketahanan nasional yang terdiri dari :

Ideologi

Ketahanan Nasional di bidang ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa,
berisi keuletan dan keteguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan
gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak
langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan negara.
Politik

Ketahanan aspek politik dalam negeri = Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum,
mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan
nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat

Ketahanan pada aspek politik luar negeri yaitu meningkatkan kerjasama internasional yang
saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai
dengan kemampuan dan demi kepentingan politik. Perkembangan, perubahan, dan gejolak
dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi
ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban
dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari
kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.

Ekonomi

Peranan Negara dalam system ekonomi kerakyatan sesuai dengan pasal 33 lebih ditekankan
bagi segi penataan kelembagaan melalui pembuatan peraturan perundang-undangan.
Penataan itu baik menyangkut cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang
banyak, maupun sehubungan dengan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya. Tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat
senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk produksi
tidak jatuh ke tangan orang seorang yang memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh
segelintir orang yang berkuasa.
Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup meliputi kegiatan produksi
barang dan jasa serta mendistribusikannya kepada konsumen atau pemakai.

Sosial Budaya

Manusia mengembangkan kebudayaan tidak lain sebagai upaua mempertahankan


kelangsungan hidupnya menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari lingkungannya
untuk kemudian mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itulah dapat dikatakan
bahwa kebudayaan merupakan wujud tanggapan aktif manusia terhadap tantangan.
Aspek social biasanya mengacu pada masalah struktur social dan pola hubungan social yang
ada di dalamnya, sedangkan kalau kita bicara aspek budaya, mengacu pada kondisi
kebudayaan yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

Pertahanan Keamanan

Pertahanan keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai
inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan
nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan
perjuangannya. Hal itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan
seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara
terintegrasi dan terkoordinasi.

Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Bernegara


Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas
ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak
langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup
bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Contoh - contoh aspek yang mempengaruhi ketahanan nasional meliputi :
1. Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan
motivasi. Dalam ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan
oleh bangsa. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan
pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan borjuis
menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan
revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis.
2. Pengaruh Aspek Politik
Politik di indonesia:
Dalam Negeri : Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat
dalam satu sistem yang unsur-unsurnya adalah struktur politik, proses politik, budaya
politik dan komunikasi politik.
Luar Negeri : Landasan politik luar negeri adalah pembukaan UUD 1945 yaitu
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan.
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas berarti Indonesia tidak
memihak kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Dan aktif yang berarti Indonesia dalam pergaulan internasional tidak bersifat reaktif dan
tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya.
3. Pengaruh Aspek Ekonomi
Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi corak terhadap
kehidupan perekonomian negara yang besangkutan. Sistem ekonomi liberal dengan
orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh dari luar, sebaliknya
sistem perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan dan pengendalian oleh
pemerintah kurang peka terhadap pengaruh dari luar.
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak
dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk
mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal monopoli dan
monopsoni baik oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia
dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan.
4. Pengaruh Aspek Sosial Budaya
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam,
lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah.
Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh
budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya
daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
Kebuadayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku
bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama
seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur
paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas
bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar:
- Religius
- Kekeluargaan
- Hidup seba selaras
- Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa
yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan
mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas,
maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta
kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan
nasional.
5. Pengaruh Aspek Hankam
Pertahanan Keamanan Indonesia : Kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia
sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan
mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI.
Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan,
menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang
kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi
utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna
menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional
Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi
kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas
pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan
dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal
segala bentuk ancaman.
Adapun hal positif yang mendukung ketahanan nasional yang juga memiliki
potensi untuk mendisentigrasikan bangsa ini melalui aspek-aspek sebagai berikut:
1. Geografi
Indonesia yang terletak pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat

strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga memiliki

berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi bangsa.

Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki karakteristik yang berbeda-

beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat berbeda-beda pula menyebabkan

munculnya kerawanan sosial yang disebabkan oleh perbedaan daerah misalnya daerah

yang kaya akan sumber kekayaan alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki

kekayaan alam dimana sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah

dan daerah lain atau tergantung dari daerah lain.

2. Kekayaan Alam.
Kekayaan alam Indonesia yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap

menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan

dapat digali dan di kembangkan secara optimal namun potensi ini perlu didgunakan

dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam

peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian

nasional.

3. Ideologi
Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan

pengamalannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila,


bahkan saat ini sering diperdebatkan. Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan

adanya kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau

kebebasan tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik

kiri maupun kanan.

4. Politik.
Berbagai masalah politik yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia

saat ini seperti diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI

dengan Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi

permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai masalah

pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial berkepanjangan yang akhirnya

dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi bangsa.

5. Ekonomi
Sistem perekonomian Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat

pemberdayakan sebagian besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk

kemitraan dan kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN. Hal ini

dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat

pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta terbatasnya

lahan mata pencaharian yang layak.

6. Sosial Budaya
Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat

menimbulkan konflik etnis kultural. Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai

dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang terjadi
adalah konflik tata nilai. Konflik tata nilai akan membesar bila masing-masing

mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan yang lain.

7. Pertahanan dan Keamanan


Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat

multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini

seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi

dan komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk

ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi,

politik, ekonomi, sosial budaya.

Maka sebagai perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia yang merupakan suatu model

dalam bernegara dapat dicapai melalui peningkatan pemahaman pentingnya

memperkokoh nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Kondisi ini dapat diwujudkan

dengan berbagai tindakan nyata bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia dengan cara:

a. Pemulihan dan peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai

dasar semangat perasatuan dan kesatuan bangsa,

b. Menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesias terhadap semboyan makna

Bhinneka Tunggal Eka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,

c. Mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD

1945, dan Wawasan Nusantara, dalam kehidupan sehari-hari

d. Menciptakan dinamika kehidupan yang harmonis dengan model pemetaan sistem

kehidupan nasional bangsa Indonesia melalui pemahaman dan pengelolaan gatra alamiah

dan gatra sosial untuk memperkokoh ketahanan nasional Indonesia.


Kelebihan dan Kekurangan wilayah NKRI

1. Kelebihan

- Strategis di jalur perdagangan dunia

- Kekayaan alam melimpah dan aneka ragam

- Kekayaan dan keindahan laut yang luas

2. Kekurangan

- Banyak lokasi rawan penyeludupan

- Banyak kawasan rawan bencana

- Transportasi relative sulit dan mahal

Daftar Pustaka :

http://www.kopi-ireng.com/2014/08/letak-indonesia-secara-geografis.html

http://www.dosenpendidikan.net/2016/04/bentang-alam-letak-geografis-dan-letak-

astronomis-asia-tenggara-batas-wilayah-serta-negara-negara-di-asia-tenggara.html

http://www.wisataarea.com/2015/05/jumlah-pulau-di-indonesia.html

http://www.mongabay.co.id/2015/05/09/berapa-jumlah-pulau-yang-dimiliki-indonesia-

sebenarnya/

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-nusantara-menurut-para-ahli/