Anda di halaman 1dari 25

Kompilasi Hadis Konseling

Ada beberapa kata dalam bahasa Arab yang berkaitan dengan bimbingan dan
konseling, di antaranya tawjih, irsyad, nashihah, mawizhah, dan istisyarah. Di dalam
kajian ini, akan dipaparkan hadis-hadis yang memuat kata-kata nashihah, mawizhah,
dan istisyarah.
Di dalam buku Tasnif Ghurar al-Hikam, bagian ketiga: al-Akhlaqi, bab ketujuh,
terdapat kumpulan hadis-hadis (no. 4518-4605) tentang nasihat (al-mawizah wa al-
nashihah)1 dan hadis-hadis yang memuat kata istisyarah (no. 10.043-10.111).2
Hadith-hadith tersebut diklasifikasi sebagai berikut:
Konseling adalah mengambil/menerima wejangan yang menyembuhkan hati dan
mengendalikan perbuatan.
Menerima wejangan adalah mengambil .

iktibar (pengajaran).
Wejangan adalah nasihat yang



menyembuhkan.

.
Wejangan yang efektif adalah yang


menahan/mengendalikan.
.

Wejangan terbaik adalah yang .



menahan/mengendalikan.
Alangkah baiknya bila wejangan yang


baik berjumpa dengan hati yang bersih,
telinga yang tajam, dan tekad yang bulat.







.

1. Hakikat nasihat


.

.1

.





.2
.



.3
.




.4
1
Mustafa Dirayati dan Husayn Dirayati, Tasnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim,
Qum: Markaz al-Abhath wa al-Dirasat al-Islamiyyah, cet. I, 1420 H., h. 224-227.
2
Mustafa Dirayati dan Husayn Dirayati, Tasnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, Qum:
Markaz al-Abhath wa al-Dirasat al-Islamiyyah, cet. I, 1420 H., h. 441-443.







.5











.

Artinya:
1. Menerima wejangan adalah menerima pelajaran.
2. Wejangan adalah nasihat yang menyembuhkan.
3. Wejangan yang efektif adalah yang menahan/mengendalikan.
4. Wejangan terbaik adalah yang menahan/mengendalikan.
5. Alangkah baiknya bila wejangan yang baik berjumpa dengan hati yang bersih,
telinga yang tajam, dan tekad yang bulat.

2. Nasihat adalah pelapang dada


.



.1


.






.2

.





.3
.





.4
1. Wejangan adalah penghidup hati.
2. Wejangan adalah pembersih jiwa dan pelapang dada.
3. Di dalam wejangan terkandung pelapang dada.
4. Persemaian pikiran adalah dengan saling mengingatkan.

3. Urgensi dan fungsi nasihat


.





.1

.






.2
.




.3






.4


.




.5

.



.6




.7

.


.








.8
.


.9
.


.10

.


.11

.


.12
.




.13
.






.14
.





.15

.

.16
Artinya:
1. Wejangan adalah gua/tempat berlindung bagi orang yang memahaminya.
2. Wejangan adalah obat bagi orang yang melaksanakannya.
3. Wejangan yang paling bermanfaat adalah yang menahan.
4. Berkat wejangan, kelalaian dapat dihilangkan.
5. Buah dari wejangan adalah kewaspadaan.
6. Pengalaman terbaik adalah yang memberikan wejangan untukmu.
7. Penyeru menyeru, penjaga menjaga. Jawablah penyeru, ikutilah penjaga.
8. Banyak pemberi nasihat tentang dunia yang engkau curigai.
9. Sudah memberi nasihat orang yang sudah memberi wejangan.
10. Sudah terjaga orang yang menerima wejangan.
11. Orang yang memberimu wejangan, jangan engkau membuatnya tidak
nyaman.
12. Orang yang memberi wejangan, dia telah berbuat baik kepadamu.
13. Orang yang mengingatkanmu, dia telah memperingatkanmu.
14. Orang yang dapat menikmati kebijaksanaan, dia tidak akan kehabisan
kelezatan.
15. Hadiah terbaik adalah wejangan.
16. Tidak akan tersesat kalau ada bimbingan.

4. Orang yang tidak dapat mengambil manfaat dari nasihat

.





.1





.2


.








.3


.














.4









.








1. Banyak pemberi nasihat bukanlah orang yang menahan diri.
2. Takkan paham nasihat sang kala orang yang berbaik sangka pada sang masa.
3. Orang yang akalnya bukanlah sesuatu yang paling memilikinya, dia tidak akan
dapat mengambil manfaat dari nasihat.
4. Janganlah jadi orang yang tidak dapat mengambil manfaat dari suatu nasihat
kecuali jika sudah disampaikan dengan cara yang menyakiti. Sebab, orang pintar
bisa dinasihati dengan cara yang santun, sedangkan binatang tidak dapat ditahan
kecuali dengan cara dipecut.

5. Urgensi nasihat

.



.1

.




.2
.




.3









.4
.


.



.5









.6

.



.






.7
.


.8



.
.9




.10
.

Commented [ML1]: Community-base counseling

Artinya:
1. Nasihat itu berbuah cinta.
2. Nasihat itu berbuah sayang.
3. Nasihat adalah akhlak orang-orang mulia.
4. Orang mukmin itu ketulusan adalah instingnya dan menahan marah adalah
wataknya.
5.
6. Salah satu nasihat terbaik adalah yang menjelaskan kejelekan.
7. Salah satu nasihat terbaik adalah yang menunjukkan kepada perdamaian.
8. Tidak ada nasihat yang sebanding dengan peringatan.
9. Tidak ada ketulusan yang sebanding dengan nasihat.
10. Tidak ada kebaikan pada orang-orang yang bukan pemberi nasihat dan tidak
menyukai pemberi nasihat.

6. Syarat-syarat nasihat

.1
.










.2
.






.3

.
.4 .
.5 .

.







.6
.








.7
.8 .
.9 .
.10
.
.11

.
.12

.
Artinya:
1. Aib terbesar adalah engkau mencela seseorang atas sesuatu yang juga ada
pada dirimu.
2. Orang yang paling mampu memberi nasihat adalah orang yang paling mampu
memberi nasihat pada dirinya sendiri dan paling taat pada Tuhannya.
3. Nasihat yang tidak dimuntahkan oleh telinga dan tidak meleset dari guna
adalah yang tidak diucapkan oleh lisan kata-kata tapi diucapkan oleh lisan perbuatan.
4. Terkadang sudah memberi nasihat orang yang tidak memberi nasihat.
5. Sungguh bodoh orang yang meminta nasihat kepada musuh-musuhnya.
6. Bagaimana dapat menasihati orang lain orang yang menipu dirinya sendiri?
7. Orang yang mampu menasihati dirinya sendiri pantas untuk menasihati orang
lain.
8. Tidak akan menipu dirinya sendiri orang yang benar-benar menasihati orang
lain.
9. Menasihati di depan publik sama dengan mengomel.
10. Jangan berbicara kecuali dengan orang yang berpikiran jernih, dan jangan
memberi nasihat kecuali kepada peminta nasihat.
11. Orang yang tercela tidak akan tulus pada orang lain kecuali karena berharap
atau takut. Jika harapan atau ketakutannya hilang, dia kembali kepada jatidirinya.
12.

7. Menerima nasihat

. .1
.2
.
.3
.
.4

.
.5
.
.6
.
.7
.
.8
.
.9 .
.10 .
.11
.
.12 .
.13 .






.14

















.







Artinya:
1. Orang yang pintar adalah orang yang bisa menerima nasihat dari orang lain.
2. Dengarkanlah orang rabbani di tengah-tengah kalian, datangkanlah dia ke
dalam hatimu, dan dengarkanlah jika dia berbisik kepadamu.
3. Turutilah nasihat dari orang yang memberikannya kepadamu dan pahamilah
nasihat itu untuk kebaikan dirimu.
4. Carilah pencerahan dari cahaya pemberi wejangan yang menerima wejangan.
Terimalah nasihat dari pemberi nasihat yang terjaga. Perhatikanlah pengajaran yang dia
berikan.
5. Ketahuilah, telinga yang paling mampu mendengar adalah telinga yang
memahami dan menerima peringatan.
6. Beruntunglah orang yang menuruti pemberi nasihat yang membimbingnya
dan menjauhi penggoda yang menjerumuskannya.
7. Kalian telah diberi nasihat, maka terimalah nasihat; telah dibuat melihat, maka
lihatlah; dan telah dibimbing, maka terimalah bimbingan.
8. Kalian harus mematuhi orang yang menyuruhmu patuh pada agama, karena
dia membimbingmu dan menyelamatkanmu.
9. Orang yang memberimu peringatan sama dengan orang yang memberimu
kabar gembira.
10. Orang yang menerima nasihat akan selamat dari skandal.
11. Orang yang menghadap kepada nasihat adalah orang yang sedang berpaling
dari kejelekan.
12. Tawfiq terbesar adalah menerima nasihat.
13. Akal tidak akan menipu orang yang meminta nasihat kepadanya.
14. Wahai manusia, terimalah nasihat dari orang yang menasihatimu, sambutlah
dengan kepatuhan dari orang yang membawakannya kepadamu, dan kerjakanlah. Sebab,
Allah tidak memuji hati kecuali yang paling mengerti hikmah, tidak memuji manusia
kecuali yang paling cepat menjawab kebenaran. Ketahuilah, jihad terbesar adalah jihad
melawan hawa nafsu. Sibuklah dengan jihad melawan dirimu sendiri, niscaya engkau
akan bahagia. Tolaklah isu dan gosip, niscaya engkau akan selamat. Perbanyaklah zikir
kepada Allah, niscaya kalian akan beruntung. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang
bersaudara satu dengan lainnya, niscaya kalian akan bahagia dengan nikmat yang abadi.

8. Celaan terhadap sikap menolak nasihat

.1

.
.2

.3
.
. .4
.5
.
.6
.
.7
.
Artinya:
1. Keburukan terbesar adalah meremehkan perihnya wejangan pemberi nasihat
yang penuh kasih dan menipu diri sendiri dengan manisnya sanjungan pemuji yang
memusuhi dan mendengki.
2. Bagaimana mungkin dapat mengambil manfaat dari nasihat orang yang
menikmati skandalnya?
3. Tidak akan berhasil orang yang menganggap baik kejelekan dan berpaling
dari kata-kata nasihat.
4. Orang yang menentang pemberi nasihatnya, dia sedang menolong lawannya.
5. Orang yang berpaling dari nasihat pemberi nasihat, dia akan dibakar oleh tipu
daya musuh dan pendengkinya.
6. Salah satu tanda kemunduran berburuk sangka pada pemberi nasihat.
7. Jangan kau tolak nasihat. Jangan kau tipu orang yang kau ajak
bermusyawarah.

9. Pujian bagi pemberi nasihat

. .1
.2
.
.3
.
. .4
.5
.
.6

.
. .7
. .8
Artinya:
1. Orang yang menasihatimu, dia mengasihimu.
2. Orang yang membayarmu atas suatu nasihat, dia telah melipatgandakan
keuntunganmu.
3. Orang yang membayarmu atas suatu nasihat, dia adalah mitramu dalam
keuntungan.
4. Tidak setengah-setengah dalam berusaha orang yang telah menunjukkanmu
kepada aibmu lalu menjaganya sebagai rahasia.
5. Orang yang memberikan nasihat kepadamu, dia menyayangimu, berbuat baik
kepadamu, memperhatikan masa depanmu, dan menutupi kekurangan-kekuranganmu.
Maka, kebaikanmu ada pada taat kepadanya dan kerugianmu ada pada menentangnya.
6. Tidak ada permusuhan bersama suatu nasihat.
7. Tidak ada pemberi wejangan yang lebih mengena daripada nasihat.

10. Celaan terhadap kecurangan dalam meminta nasihat

. .1
. .2
. .3
. .4
. .5
. .6
.7


.
Artinya:
1. Boleh jadi orang yang meminta nasihat itu melakukan tipuan.
2. Boleh jadi orang yang tidak memberi nasihat itu memberi nasihat.
3. Kadang-kadang orang yang meminta nasihat itu menipu.
4. Orang yang menipu pemberi nasihat, dia telah memandang baik suatu
keburukan.
5. Orang yang menipu pemberi nasihat, dia diliputi keburukan.
6. Pahitnya nasihat lebih bermanfaat daripada manisnya menipu.
7. Jangan meminta nasihat kepada orang yang tidak berakal. Jangan percaya
kepada orang yang latar belakangnya tidak baik. Sebab, orang yang tidak berakal akan
menipu ketika dia sedang berusaha menasihati, dan orang yang tidak baik latar
belakangnya akan merusak ketika dia sedang berusaha memperbaiki.

Selanjutnya pada halaman 441-443, pada bagian Fi al-Musyawarah, terdapat


hadis-hadis sebagai berikut:3


.10043
.10044
.10045
.10046
.10047

3
Mustafa Dirayati dan Husayn Dirayati, Tasnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, Qum:
Markaz al-Abhath wa al-Dirasat al-Islamiyyah, cet. I, 1420 H., h. 441-443.
.10048

.10049

.10050
.10051


.10052

.10053

.10054
.10055
.10056
.10057
.10058

.10059


.10060
.10061
.10062

.10063

.10064

.10065
.10066
.10067
.10068
.10069
.10070
.10071

.10072
.10073

.10074

.10075

.10076

.10077
.10078
.10079
.10080

.10081

.10082

.10083

.10084


.10085
.10086

.10087
.10088
.10089

.10090

.10091

.10092

.10093
.10094
.10095


.10096

.10097
.10098
.10099
.10100
.10101

.10102

.10103

Di dalam Sharh Risalah al-Huquq,4 al-Qabanji memaparkan beberapa hadis


yang berkaitan dengan musyawarah:

: .1





.

:
.2


:
.






: .3
.










.4












4
Al-Qabanji, Sharh Risalah al-Huquq, j. 2, h. 262-264.










: .5
.









: .6

.









: .7

.







: .8
.







: .9







.




.10






:

.









.11 :










.




.


.12 :







.13:

.






.14 :
.







.

.15 :
.




.16 :
.




.17 :



.18 :


.

.19
:

:












.








: .20

:















:







.21 :














.







.22








:
.



.



:
.23
.24 :








.





.25






:

.









.26 :













:


.


:
1. Rasulullah saw bersabda, Tidak akan menyesal orang yang meminta
arahan dari orang lain, tidak akan kecewa orang yang memohon pilihan
dari Allah.
2. Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, Apakah ketegasan itu? Dia
menjawab, Meminta pengarahan pada orang-orang yang pintar lalu
mengikutinya.
3. Dia berkata, Orang tidak akan sengsara selama dia meminta pandangan
orang lain, dan tidak akan bahagia selama dia bersikeras dengan
pandangan sendiri.
4. Jika pemimpin kalian adalah orang-orang terbaik di antara kalian, orang-
orang kaya kalian adalah orang-orang paling dermawan di antara kalian,
dan urusan kalian diselesaikan dengan musyawarah di antara kalian,
maka permukaan tanah lebih baik bagi kalian daripada di perut bumi.
Tapi, jika pemimpin kalian adalah orang-orang paling jahat di antara
kalian, orang-orang kaya kalian adalah orang-orang paling bakhil di
antara kalian, dan urusan kalian tidak diselesaikan dengan musyawarah
di antara kalian, maka berada di perut bumi lebih baik bagi kalian
daripada di atas permukaannya.
5. Dia berkata, Konselor adalah orang yang diberi amanat dan konseli
adalah orang yang diberi pertolongan.
6. Dia berkata, Tidak ada dukungan yang lebih kuat daripada bimbingan
dan pengarahan, dan tidak ada kepintaran yang sebanding dengan
perencanaan.
7. Dia berkata, Ketegasan adalah engkau meminta pengarahan kepada
orang yang pintar lalu engkau mematuhi perintahnya.
8. Dia berkata, Mintalah bimbingan dari orang yang pintar, niscaya kalian
akan tercerahkan. Janganlah kalian membangkang, niscaya kalian akan
menyesal.
9. Dia berkata, Jika orang yang pintar dan tulus mengarahkanmu,
terimalah. Jangan menyelisihinya karena di situ letak kehancuran.
10. Amir al-Mukminin as berkata, Orang yang memaksakan pendapatnya
pasti binasa, sedangkan orang yang meminta pandangan pada orang-
orang pintar, maka ia akan mendapat kontribusi dari kepintaran mereka.
11. Beliau bersabda, Mintalah pandangan musuh-musuhmu, maka dari
pendapat mereka engkau akan mengetahui seberapa besar permusuhan
mereka dan aspek-aspek yang mereka perhatikan.
12. Beliau bersabda, Tidak ada pembantu yang setara dengan musyawarah.
13. Beliau bersabda, Tidak ada bantuan yang lebih terpercaya daripada
bantuan pendapat.
14. Beliau bersabda, Meminta pandangan orang lain sudah merupakan
keterbimbingan itu sendiri, dan sungguh telah mengundang bahaya orang
yang mencukupkan diri dengan pandangannya sendiri.
15. Beliau bersabda, Tidak akan sengsara orang yang meminta pandangan
orang lain.
16. Beliau bersabda, Orang yang tidak meminta pandangan orang lain, dia
akan menyesal.
17. Beliau bersabda, Sama saja dengan tidak memiliki pendapat orang yang
mencukupkan diri dengan pendapatnya sendiri.
18. Beliau bersabda, Orang yang meminta pandangan kepada orang-orang
yang pintar, dia akan dibimbing ke arah yang tepat.
19. Di dalam al-Mahasin karya al-Barqi, Imam al-Baqir berkata, Di dalam
Taurat terdapat empat kalimat: orang yang tidak meminta pandangan
orang lain, maka dia akan menyesal; kemiskinan adalah kematian yang
paling besar; sebagaimana engkau memperlakukan orang lain, begitu
juga engkau akan diperlakukan; orang yang memiliki sesuatu, dia akan
memiliki hak lebih atas sesuatu itu.
20. Di dalam Akhlaq Al Muhammad, Imam al-Shadiq, Apa yang mencegah
salah seorang di antara kalian jika menghadapi sesuatu yang tidak dapat
dihindari untuk meminta pandangan pada orang yang berakal dan
warak? Lalu, beliau berkata, Jika dia melakukan hal itu, maka Allah
tidak akan meninggalkannya, bahkan akan meninggikannya,
membawanya kepada kebaikan, dan mendekatkannya kepada Allah.
21. Bermusyawarahkan kalian kepada orang yang pintar dan warak, karena
dia tidak akan memerintahkan kecuali kebaikan. Jangan menentangnya
karena menentangnya akan mengundang kerusakan dalam urusan agama
dan dunia.
22. Beliau berkata, Orang yang memaksanakan pandangannya sendiri, dia
berdiri di tepi jurang.
23. Tidak akan binasa seseorang kalau dia mau bermusyawarah.
24. Jika seseorang mau bermusyarawah, lalu dia benar, maka dia akan
mendapat pujian, sedangkan jika dia salah, maka dia akan mendapat
pembenaran.
25. Luqman berkata pada nasihatnya pada anaknya, Wahai anakku,
bermusyawarahkan pada orang yang lebih tua, jangan malu meminta
pandangan kepada orang yang lebih muda.
26. Dia berkata, Wahai Anakku, jadikanlah akal orang lain menjadi akalmu
dalam urusan yang hendak engkau kerjakan. Anaknya berkata,
Bagaimana aku menjadikan akal orang lain menjadi akalku? Dia
berkata, Mintalah pandangannya dalam urusanmu.

MAKRIFATULLAH DALAM HADIS ALI


Hadis-hadis berikut ini tercantum di dalam kitab Tashnif Ghurar al-Hikam wa Durar
al-Kalim pada bagian Pengaruh Makrifatullah.5




























5
Mustafa Dirayati dan Husayn Dirayati, Tasnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, Qum:
Markaz al-Abhath wa al-Dirasat al-Islamiyyah, cet. I, 1420 H., h. 79-82.


















Orang yang hatinya dibuat tenang oleh pengetahuan tentang Allah, dia telah dibuat
tenang oleh ketidakbutuhannya terhadap makhluk Allah.
Orang yang tidak memiliki pemahaman tentang Allah, dia tidak mengambil manfaat
dari wejangan siapa pun.
Orang yang mengenal Allah, dia tidak akan sengsara selamanya.
Orang yang benar-benar mempercayai Allah, dia akan selamat.
Orang yang mengenal Allah sudah sepantasnya menyukai apa yang ada di sisi
Allah.

Menjaga rahasia
Mustafa Dirayati dan Husayn Dirayati, Tasnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-
Kalim, Qum: Markaz al-Abhath wa al-Dirasat al-Islamiyyah, cet. I, 1420 H., h.
320-321.
Kemampuan menjaga rahasia diri sendiri adalah kualitas yang sangat baik.
.1
.2
.3
.4
.5
.6

Konselor adalah orang yang dititipi rahasia. Dia harus dapat menjaga rahasia
orang lain atau kliennya sama pentingnya dengan menjaga rahasia diri sendiri.
.1
.2
.3
.4
.5