Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN

TENTANG PIJAT OKSITOSIN DI RUANG MAWAR VK


RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

Pokok Bahasan : Pijat Oksitosin


Sub Pokok Bahasan :
a. Pengertian Pijat Oksitosin
b. Tujuan Pijat Oksitosin
c. Manfaat Pijat Oksitosin
d. Teknik Pijat Oksitosin
e. Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin
Tanggal : Maret 2017
Waktu :
Tempat : Ruang Mawar VK RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
Audience/sasaran : Pasien dan Keluarga

A. Latar Belakang
Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. ASI
terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman
manapun karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu
menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat (Elza, 2009). Proses menyusui idealnya
dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri
untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk
akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan kepada ibu saat proses melahirkan.
Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu
dengan baik (Soraya, 2010).
Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-
hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini.
Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari
pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya
produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proese menyusui. Menyusui dini di
jam-jam pertama kelahiran jika tidak dapat dilakukan oleh akan menyebabkan proses
menyusu tertunda, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa
ASI selama 10-20 menit hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu
memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya
proses menyusui oleh bayi, salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat
oksitosin. Dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin
setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI (Evariny, 2008).
Di RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Khususnya di Ruang Mawar VK
terdapat pasien yang baru melahirkan secara SC atau post partum, dari hasil wawancara
dan observasi yang dilakukan kelompok didapatkan bahwa terdapat ibu post partum ASI
belum keluar setelah proses kelahiran bayinya. Selain itu, para ibu mengatakan tidak
mengetahui cara agar ASInya dapat berproduksi. Berdasarkan latar belakang diatas,
kelompok tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin di Ruang
Mawar VK RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, peserta dapat
mengetahui informasi tentang Pijat Oksitosin
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, diharapkan peserta
dapat:
a) Pengertian Pijat Oksitosin
b) Tujuan pijat oksitosin
c) Manfaat Pijat Oksitosin
d) Teknik Pijat Oksitosin
e) Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

C. Topik
1. Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin
2. Menjelaskan tujuan Pijat oksitosin
3. Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin
4. Menjelaskan Teknik Pijat Oksitosin
5. Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

E. Media
1. LCD
2. Laptop
3. Power ponit
4. Leafleat

F. Kegiatan Penyuluhan

No. Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta Waktu

1. Pendahuluan 5 menit
- Memberi salam - Menjawab salam
- Memberi pertanyaan apersepsi - Memberi salam
- Mengkomunikasikan pokok bahasan - Menyimak
- Mengkomunikasikan tujuan - menyimak

2. Kegiatan inti 35 menit


- Menjelaskan pengertian pijat - Menyimak
oksitoksin
- Menjelaskan tujuan pijat oksitoksin
- Menjelaskan manfaat pijat oksitoksin
- Menjelaskan teknik pijat oksitiksin
- Menjelaskan waktu yang tepat
pelaksanaan pijat oksitoksin
- Memberikan kesempatan keluarga - Bertanya
bertanya
- Memberikan kesempatan perawat - Memperhatikan
menjawab pertanyaan

3. Penutup
- Menyimpulkan materi penyuluhan - Memperhatikan 5 menit
- Memberikan evaluasi secara lisan
- Memberikan salam penutup - Menjawab salam

G. Setting Tempat

Keterangan :

: Fasilitator

: Peserta Penyuluhan

: Penyaji

H. Pengorganisasian
1. Penyaji :
2. Fasilitator :
3. Observer :
4. Perlengkapan :
5. Dokumentasi :
6. Moderator :
7. Demonstrasi :
8. Notulen :
9. Konsumsi :
I. IRencana Evaluasi

Tahap Evaluasi Indikator Keberhasilan

Struktur - Satuan Acara Penyuluhan sudah siap sesuai dengan masalah


keperawatan
- Alat sudah dipersiapkan 15 menit sebelum penyuluhan dimulai
- Media yang digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap
digunakan yaitu berupa LCD, laptop, power point, dan leaflet.

Proses - 60% peserta berada ditempat sesuai waktu yang telah ditentukan
- 60% peserta tetap mengikuti kegiatan penyuluhan sampai selesai.
- 60% Peserta kooperatif dan aktif dalam penyuluhan dengan
memperhatikan materi yang disampaikan dan bertanya pada penyuluh
mengenai hal-hal yang belum dimengerti

Hasil - 60% peserta dapat menjelaskan manfaat pijat oksitosin.


- 60% peserta dapat menyebutkan waktu yang tepat untuk dilakukan
pijat oksitosin.
- 60% peserta dapat mendemonstrasikan pijat oksitosin.
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi
ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai
tulang costae kelima- keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin
dan oksitosin setelah melahirkan (Yohmi & Roesli, 2009).

B. Tujuan
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.

C. Manfaat
Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan
kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI,
merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan
bayi sakit (Depkes RI, 2007).

D. Persiapan Alat
1. Alat-alat
- Kursi
- Meja
- Minyak kelapa
- BH kusus untuk menyusui
- Handuk
2. Persiapan perawat
- Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien
- Membaca status pasien
- Mencuci tangan
3. Persiapan lingkungan
- Menutup gordien atau pintu
- Pastikan privaci pasien terjaga
E. Cara Pijat Oksitoksin
Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI, 2007) :
1. Melepaskan baju ibu bagian atas
2. Ibu miring ke kanan maupun kekiri, lalu memeluk bantal
3. Memasang handuk
4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan dua kepalan
tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan- gerakan
melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
7. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah, dari leher
kearah tulang belikat, selama 2-3 menit
8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara bergantian.

F. Waktu Pelaksanaan Yang Tepat


Waktu yang tepat untuk pijat oksitosin adalah sebelum menyusui atau memerah ASI,
lebih disarankan. Atau saat pikiran ibu sedang pusing, badan pegal-pegal. Cukup 3-5
menit saja per sesi (Depkes, 2007).
Daftar Pustaka

Cox, S. (2006). Breasfeeding with confidence: Panduan untuk Belajar Menyusui


dengan Percaya Diri (Gracinia, Penerjemah). Jakarta: Gramedia.
DEPKES RI, 2007
Elza, Y. (2009). Dukung Ibu untuk Meraih Emas,
http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=402
Evariny, A. (2008). Agar ASI Lancar di Awal Masa Menyusui,
http://www.hypnobirthing.web.id/
Roesli, U & Yahmi, E. (2009). Manajemen Laktasi. Jakarta: IDAI.
Soraya, L. L. (2010). Agar ASI Lancar di Masa Menyusui,
http://www.mailarchive.com/milis-nakita@net.gramedia-majalah.com,