Anda di halaman 1dari 10

Nama : Mukhamat Muhaimin

NIM : 150534604719

Review skripsi Komparasional


Judul: PERBEDAAN HASL BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK MENGGUNAKAN
MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) DAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA
SISWA KELAS X SMKN 1 SINGOSARI
OLEH : Budi Prasetyo_100534402713
Tahun Skripsi: 2016

BAB Isi Komentar


Kelebihan Kekurangan
I A. Latar belakang Masalah Ejaan benar Ada kata yang kurang kurang
Dalam dunia pendidikan siswa saling berlomba-lomba untuk huruf ditengahnya.
mencapi presatsi belajar yang lebih baik dari teman-tenannya. Dalam paragraf ke tiga, kalimat
Hasil belajar adalah suatu kemampuan siswa dalam pertama memberikan makna
mempelajari, menguasai, memahami, dan mampu mengerjakan yang kurang jelas.
atau menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan mata Dalam paragraph ke empat
pelajaran dasar dan pengukuran listrik. Dalam roses penyebutan instansi sekolah
pembelajaran di mata pelajaran program keahlian Teknik kurang lengkap.
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik kelas X pada SMKN 1
mengalami masalah berupa peran siswa yang pasif dan
berpengaruh terhadap hasil belajar. Berdasar masalah diatass
peneliti melakukan penelitian ini, dengan harapan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dan membantu memberikan
alternatif solusi kepada guru terkait dengan variasi
pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa.
B. Rumusan Masalah Kalimatnya mudah difahami Pada poin tiga ada huruf besar
1. Bagaimana deskripsi hasil belajar dalam mata pelajaran Rumusan masalah bisa pada kata yag seharusnyatidak
Dasar dan pengukuran LIstrik menggunakan model memberikan gambaran terhadap mengunakan huruf besar
pembelajaran Student Teams Achivement Divisions penelitian yang akan dilakukan
(STAD) pada sisiwa kelas X Teknik Instalasi Pemanfaatan
Tenaga Listrik di SMKN 1 Singosari?
2. Bagaimana deskripsi hasil belajar dalam mata pelajaran
Dasar dan pengukuran LIstrik menggunakan model
pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada sisiwa kelas X
Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik di SMKN 1
Singosari?
3. Apakah ada signifikasi perbedaan hasil belajar dalam mata
pelajaran Dasar dan pengukuran LIstrik menggunakan
model pembelajaran Student Teams Achivement Divisions
(STAD) dan Inkuiri Terbimbing pada sisiwa kelas X Teknik
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik di SMKN 1
Singosari?
C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian sudah sesuai
1. Mendeskripsikan hasil belajar dalam mata pelajaran Dasar dengan rumusan masalah
dan pengukuran LIstrik menggunakan model pembelajaran Penulisan baik
Student Teams Achivement Divisions (STAD) pada sisiwa Kalimatnya mudah difahami
kelas X Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik di
SMKN 1 Singosari.
2. Mendeskripsikan hasil belajar dalam mata pelajaran Dasar
dan pengukuran LIstrik menggunakan model pembelajaran
Inkuiri Terbimbing pada sisiwa kelas X Teknik Instalasi
Pemanfaatan Tenaga Listrik di SMKN 1 Singosari.
3. Mengetahui signifikasi perbedaan hasil belajar dalam mata
pelajaran Dasar dan pengukuran LIstrik menggunakan
model pembelajaran Student Teams Achivement Divisions
(STAD) dan Inkuiri Terbimbing pada sisiwa kelas X Teknik
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik di SMKN 1
Singosari?
D. Hipotesis Penelitian Penulisan baik
Penelitian ini mempunyai hipotesa : Kalimatnya mudah difahami
0 = Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar ranah Dapat memberikan gambaran
kognitif yang diperoleh dari penggunaan Model Pembelajaran jawaban sementara.
Student Teams Achivement Divisions (STAD) dengan
menggunakan Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.
E. Manfaat Penelitian Penulisan baik
1. Bagi Siswa a) Memeberikan suasana baru dalam Kalimatnya mudah difahami
pembelajaran, b) Meningkatkan hasil belajar siswa Memaparkan manfaat bagi
2. Bagi Guru a) Memeberika sumbanagan pemikiran bagi beberapa pihak dengan jelas
guru, b) Memeberikan masukan pada guru agar lebih
memperhatikan masalah-masalah yang terkait dalam
pembelajaran.
3. Bagi sekolah dan instansi pendidikan lainnya a)
Memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka
perbaikan proses pembelajaran, b) hasil penelitian yang
dipaparkan akan memberikan sumbangan yang baik pada
sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran.
4. Bagi peneliti, dapat menjadi bahan rujukan untuk tindakan
penelitian lebih lanjut di masa yang akan dating.
F. Batasan dan Ruang Lingkup Penulisan baik
1. Sekolah dalam penelitian ini adalah SMKN 1 Singosari Kalimatnya mudah difahami
2. Jurusan yang menjadi objek penelitian dal SMKN 1 Menerangkan batasan masalah
Singosari adalah Teknik Instalsi Pemanfaatan Tenaga secara jelas
listrik.
3. Kelas yang menjadi sampel adalah kelas X TIPTL 1, dan
kelas X TIPTL 2
4. Variabel penelitian ini, yaitu (1) Variabel bebas adalah
model pembelajaran student Teams Achievement Division
(STAD) dan model pembelajaran inkuiri Terbimbing, (2)
Variabel terikat adalah hasil belaja siswa ranah kognitif
kelas X TIPTL SMKN 1 Singosari.
G. Definisi Operasional Penulisan baik
1. Hasil belajar adalah tinglat peguasaan siswa terhadap materi Kalimat mudah difahami
yang telah di ajarkan. Dalam penelitian ini menerapkan
model pembelajaran Student Teams Achivement Divisions
(STAD) dan Inkuiri Terbimbing.
2. Model pembelajaran Student Teams Achivement Divisions
(STAD) adalah model pembelajaran berkelompok, dimana
siswa didorong untuk saling berinteraksi.
3. Model pembelajaran inkuiri bertujuan membantu siswa
menyusun fakta, membentuk konsep, dan kemudian
menghasilkan penjelasan atau teori yang menerangkan
fenomena yang sedang diselidiki.
II KAJIAN PUSTAKA Penulisan baik
A. Hasil Belajar Kalimat mudah difahami
Hasil belajar mempunyai arti hasil yang telah dicapai dalam Penulisan rujukan sudah benar
bidang akademik. Tingkat penguasaann peserta didik dapat
ditinjau dari aspek kognitif, afektif dn psikomotorik. Menurut
Bloom, dkk hasil belajar ranah kognitif dibagi menjadi 5 aspek,
yaitu: Pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, dan
evaluasi. Dalam raah psikomotorik oleh simpson dinyatakan
bahwa terdiri dari tujuh aspek, yaitu: Persepsi, kesiapan,
gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks,
penyesuaian pola gerakan dan kreatifitas. Sedngkan ranah
afektif oleh krathwohl dan bloom, dkk menyatakan bahwa
terdiri dari lima aspek, yaitu: Penerimaan, Partisipasi, penilaian,
Organisasi, pembentukan pola hidup.
B. Student Team Archievement Divisions (STAD) Penulisan baik
1. Pengertian model pembelajaran STAD Kalimat mudah difahami
Model pembelajaran yang lebih menekankan pada berbagai ciri Penulisan rujukan sudah benar
pengajaran langsung yaitu ssiwa bekerja dalam kelompok kecil
untuk berlatih menyelesaikan masalah
2. Prosedur pembelajaran STAD
Lima komponen utama pembelajaran STAD: penyajian kelas,
belajar kelompok, kuis, skor pengembangan, dan penghargaan
kelompok.
Langkah-langkaah dalam model pembelajaran kooperatif tipe
STAD sebagai berikut: Kelompok sisiwa terdiri dari tiga sampai
lima orang, kegiatan pembelajaran dimuli dengn presentasi
guru, pemahaman konsep dilakukan dengan memberi tugas-
tugas pada siswa, diberikan tes atau kuis tiap individu, hassil tes
akan dibandingakan dengan nilai sebelumnya, setelah itu
pemberian penghargaan pada kelompok terbaik.
3. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran kooperatif tipe
STAD
Kelebihan: sisiwa dapat bekerjasama dengan yang lain, siswa
lebih aktif, aktif sebagai tutor sebaya, dan munculnya interaksi
antar siswa. Sedangkan kekurangannya:membutuhkan waktu
yang lama bagi sisiwa, membutuhkan waktu yang lama bagi
guru, perlu guru kusus dan menuntut sifat tertentu dari sisiwa.
C. Pembelajaran Inkuiri Penulisan baik
1. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri Kalimat mudah difahami
Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan yang Penulisan rujukan sudah benar
menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk Tabel jelas dan mudah difahami
mencari dan menemukan sebdiri jawaban dari suatu masalah. Gambar jelas
2. Prosedur Pembelajaran Inkuiri
Menurut Djamarah secara garis besar prosedur pembelajaran
inkuiri adlah: Stimulation, Problem statement, data Collection,
dat processing, data verification dan generalization.
3. Mengenal Cara Berfikir
Proses berfikir konvergen. Proses berfikir divergen, proses
berfikir silogisme
4. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri
Kelebihan: mengembagkan penguasaan ketrampilan dan proses
kognitif, membangkitkan gairah siswa, sisiwa dapat bergerak
maju sesuai kemampuan, dan siswa terlibat langsung dalam
belajar.
D. Penelitian yang Relevan Penulisan baik
Terdapat beerapa penelitian yang relevan yang menunjukan Kalimat mudah difahami
hasil positif setelah menggunakan metode pembelajaran STAD Penelitian yang di ambil sebagai
rujukan relevan.
E. Kerangka Berfikir Isi padat dan jelas Isi kurang sesuai dengan sub
Pembelajaran di SMKN 1 Singosari bersifat konven sional dan Kalimat mudah difahami babnya.
satu arah, oleh karena itu peneliti mencoba untuk mencari Diagram blok mudah difahami
perbedaan antara metode pembelajaran STAD dan Inkuiri
terbimbing yang di pertimbangkan memiliki kelebihan yang
dapat membuatsiswa lebih aktif.
III METODE PENELITIAN Perujukan sudah benar
A. Rancangan Penelitian Isi padat dan jelas
Penelitian ini menguji perbedann hasil belajar kognitif dengan Kalimat mudah difahami
menggunakan model pembelajaran STAD dan Inkuiri Tabel Rapi dan mudah di fahami
Terbimbing pada mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik. Keterangan jelas
Kelas yang akan dijadikan sampel ada 2 kelas yaitu A(TIPTL 1)
dan kelas B(TIPTL 2). Menggunakan pendekatan kuantitatif.
B. Variabel Penelitian Isi padat dan jelas
Variabel bebas adalah model pembelajaran STAD dan Inkuiri Kalimat mudah difahami
Terbimbing, sedangkan variabel terikatnya adalah hasl belajar
siswa.
C. Instrumen Penelitian Perujukan sudah benar
1. Instrumen perlakuan Isi padat dan jelas
Perangkat pembelajaran yang digunakan adalah Silabus, RPP Kalimat mudah difahami
dan handout
2. Instrumen pengukuran
Instrument pengukuran yang digunakan adalah lembar tes.
D. Teknik Uji Coba Instrumen Isi padat dan jelas
1. Uji Validitas Isi Kalimat mudah difahami
Digunakan untuk mengukur kevalidan soal,Validitas ahli Tabel jelas dan mudah difahami
dilaukan oleh salah satu dosen FT dan oleh guru yang Rumus benar dan tetata dengan
bersangkutan dengan mata pelajaran. rapi
2. Uji Validitas Butir Soal
Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat
instrument bersangkutan yang mampu mengukur apa yang akan
diukur. Soal yang akan di uji adalah soal uji coba.
3. Uji Reliabilitas Tes
Sebuah instrument tes dikatakan dapat dipercaya apabila
memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berulang-ulang.
4. Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal
Dilakukan untuk mengetahui sukar tidaknya butir soal. Soal
yang baik adalah yag tidak terlalu sulit dan yang tidak terlalu
mudah.
5. Uji Daya Beda Butir Soal
Merupakan kemampuan suatu soal untuk membedakn siswa
yang berkemamapuan tinggi dan siswa yang berkemampuan
rendah
E. Teknik Pengumpulan Data Isi padat dan jelas
1. Tahap Persiapan Kalimat mudah difahami
Melakukan observasi ke SMKN 1 Singosari, Memilih dua kelas
sebagai sampel, menyusun proposal penelitian, mempersiapkan
perangkat pembelajaran, menyusun dan membuat rancncangan
model pembelajaran, mengurus surat ijin penelitian, serta
melakukan pengujian instrument.
2. Tahap Pelaksanaan
Langkah-lagkah yang dilakukan pada tahap pelaksanna adalah:
memeberikan pretes pada kelas A dan B, memberikan perlakuan
model pembelajaran STAD dan Inkuiri Terbimbing,
memeberikan posttest paa kelas A dan B, dan mengumpulkan
dan merangkap data.
3. Tahap Pengumpulan Data
Langkah-langkah yang dilakukan adalah: mengumpulkan data
nilai posttest dan tugas, menganalisa data dengan
statitik,membandingkan hasil belajar siswa, dan membuat
laporan hasil penelitian.
F. Teknik Analisa Data Isi padat dan jelas
1. Uji Prasyarat Analisa Kalimat mudah difahami
Dilakukam untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal Penulisan rumus dan keterangan
dan homogeny atau tidak. Maka dilakukan uji Normalitas dan uj rapi an jelas
Homogenitas untuk mengetahui hasilnya.
2. Uji Kesamaan Dua Rata-rata
Untuk membuktikan kemampuan awal siswa. Digunakan uji
statistic uji t dua arah dengan Independent sample Test.
3. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis dignakan untuk membuktikan signifikansi
perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan modep
pembelajaran STAD dan Inkuiri Terbiming.