Anda di halaman 1dari 3

PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen : -----/PPT/KES/I/2017


No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : Januari 2017
Halaman : 1/2
PUSKESMAS Mariati, S.ST, SKM
PADANG TIJI Nip. 19590221 198003 2 001

1. Pengertian 1. Pemasangan infus adalah salah satu cara atau bagian dari pengobatan
untuk memasukkan obat atau vitamin ke dalam tubuh pasien
(Darmawan, 2008).
2. terapi intravena adalah memasukkan jarum atau kanula ke dalam
vena (pembuluh balik) untuk dilewati cairan infus / pengobatan,
dengan tujuan agar sejumlah cairan atau obat dapat masuk ke dalam
tubuh melalui vena dalam jangka waktu tertentu (Lukman, 2007)

2. Tujuan Menurut Hidayat (2008), tujuan utama terapi intravena adalah


1. mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air,
elektrolit, vitamin, protein, lemak dan kalori yang tidak dapat
dipertahankan melalui oral,
2. mengoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit,
3. memperbaiki keseimbangan asam basa, memberikan tranfusi darah,
menyediakan medium untuk pemberian obat intravena,
4. membantu pemberian nutrisi parenteral.

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Padang Tiji Nomor :--------


/PPT/KES/I/2017 Tentang Pemasangan Infus

4. Referensi PERMENKES No 30 Tahun 2014 Tentang Pemasangan Infus

5. Prosedur / 1. Alat
2. Bahan
a. Steril
Bak instrument berisi handscoen dan kasa steril
infus set steril
jarum/iv catheter dengan no. Yang sesuai
cairan parenteral sesuai program
kom tutup berisi kapas alcohol
b. Alat yang tidak steril
standar infuse
bidai dan pembalut jika perlu
pembendunh/tournique
per
lak dan alasnya
plester
gunting perban
bengkok
jam tangan
6. Langkah- 1. tahap pra interaksi
langkah a. melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
b. Dekatkan alat
c. cuci tangan
d. menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2. tahap orientasi
a. memberikan salam kepada pasien sebagai pendekatan terapeutik
b. menjelaskan kepada pasien/keluarga tujuan, prosedur tindakan
dan sensasi yang akan dirasakan selama pemasangan infuse
c. menanyakan kesiapan pasien sebelum tindakan dilakukan
3. tahap kerja
a. melakukan desinfeksi tutup botol cairan
b. menutup saluran infus
c. menusukkan saluran infus dengan benar
d. menggantungkan botol cairan pada standart infus
e. mengisi tabung reservoir infus sesuai tanda
f. mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam selang
g. mengatur posisi pasien dan memilih vena
h. memasang perlak dan pengalas
i. membebaskan daerah yang akan diinsersi
j. meletakkan tourniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
k. memakai handscoon
l. membersihkan kulit dengan kapas alkohol ( melingkar dari
dalam ke luar)
m. mempertahankan vena pada posisi stabil
n. memegang IV kateter dengan sudut 30
o. menusuk vena dengan lubang jarum menghadap keatas
p. memastikan IV kateter masuk intravena kemudian menarik
mandrin 0,5 cm
q. memasukkan IV kateter secara perlahan
r. menarik mandrin dan menyambungkan dengan selang infuse
s. melepaskan tourniquet
t. mengalirkan cairan infuse
u. melakukan fiksasi IV kateter
v. memberi desinfeksi daerah tusukan dan memberi kasa steril
w. mengatur tetesan infus sesuai program
4. tahap terminasi
a. observasi dan melakukan evaluasi tindakan
b. melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
c. berpamitan dengan pasien dan keluarga
d. mencuci tangan
e. mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
5. Bagan Alir
6. Hal-hal
yang perlu
diperhatikan
7. Unit Terkait
8. Dokumen 1. Buku atau kartu status pasien
Terkait 2. Buku register Unit Pelayanan Umum
3. Lembaran resep
4. formulir Persetujuan tindakan medis
9. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
Historis