Anda di halaman 1dari 39

1

PENGARUH LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP CITRA


RUMAH SAKIT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MINAT
BEROBAT PASIEN KE POLIKLINIK RS CIKUNIR,
SURVEI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BEKASI
SELATAN

Yessica

Program Studi Magister Manajemen, Konsentrasi Manajemen Administrasi


Rumah Sakit, Universitas Pasundan, Bandung
Email: yessicajeje@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai Pengaruh


Lokasi dan Promosi terhadap Citra Rumah Sakit dan Implikasinya terhadap Minat
Berobat Pasien ke Poliklinik RS Cikunir, Survei pada Masyarakat di Kecamatan Bekasi
Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh manajemen
pemasaran RS Cikunir dalam merancang strategi untuk meningkatkan citra RS dan
menarik minat pasien berobat.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan verifikatif.
Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Pengumpulan data
di lapangan dilaksanakan pada tahun 2017. Teknik analisis data menggunakan Analisis
Jalur (Path Analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dan promosi secara simultan
berpengaruh terhadap citra perusahaan sebesar 84,2%. Promosi berpengaruh lebih
besar terhadap citra perusahaan yaitu sebesar 72,8%, sedangkan lokasi berpengaruh
sebesar 15,7%. Lokasi, promosi dan citra perusahaan secara simultan berpengaruh
terhadap minat berobat sebesar 65,7%. Namun secara parsial hanya citra perusahaan
yang berpengaruh terhadap minat berobat pasien sebesar 61.7%, sedangkan lokasi dan
promosi tidak berpengaruh. Besar pengaruh citra perusahaan terhadap minat berobat
sebesar 61,7%.

Kata kunci: Lokasi, Promosi, Citra Perusahaan dan Minat Berobat


2

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal di bawah ini:

1. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan

pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat, dimana pelayanan

kesehatan paripurna (Undang-Undang Republik Indonesia No.44 Tahun 2009).

2. Perkembangan rumah sakit semakin pesat di wilayah Bekasi Selatan. Salah

satu rumah sakit swasta yang baru berdiri di daerah Bekasi adalah Rumah Sakit

Cikunir. Data hasil kunjungan pasien poliklinik RS Cikunir berfluktuatif dan

tidak pernah mencapai target.

3. RS Cikunir bersaing dengan beberapa rumah sekitar dalam menarik minat dari

konsumen. Kondisi persaingan demikian menyebabkan rumah sakit berusaha

mencari strategi yang tepat dalam bersaing memasarkan produknya. Salah satu

strategi yang dilakukan perusahaan adalah membentuk citra yang positif di

benak masyarakat. Sebagai RS yang baru beroperasi, citra RS Cikunir belum

terbentuk dengan baik sehingga belum terbentuk kesan RS Cikunir ini dibenak

masyarakat.

4. Rumah sakit perlu meningkatkan citranya untuk meningkatkan respon dari

pasar sasaran, hal ini dapat dilakukan dengan mendesain program pemasaran.

Salah satu hal yang penting di dalam pemasaran adalah bauran pemasaran.
3

Banyak permasalahan yang dapat terjadi di RS Cikunir perihal baur pemasaran,

maka pada penelitian ini dilakukan survei pendahuluan ke RS Cikunir.Dari

hasil survei pendahuluan didapatkan bahwa masalah yang paling banyak

dikeluhkan oleh pasien adalah masalah lokasi dan promosi RS Cikunir.

1.2 Identifikasi Masalah Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mengidentifikasi masalah

sebagai berikut:

1. Angka kunjungan pasien di Poliklinik RS Cikunir yang berfluktuatif.

2. Target kunjungan Poliklinik RS Cikunir yang belum tercapai.

3. Lambatnya peningkatan jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik RS Cikunir.

4. Minat berobat pasien ke RS Cikunir belum optimal.

5. Terjadi persaingan antar rumah sakit di sekitar Bekasi Selatan.

6. Lokasi RS Cikunir kurang strategis.

7. Akses menuju RS Cikunir tidak mudah.

8. Promosi RS Cikunir belum optimal.

9. Citranya RS Cikunir masih rendah

1.3 Rumusan Masalah Penelitian

Dari latar belakang permasalahan yang diuraikan di atas , maka masalah

pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagi berikut :

1. Bagaimana persepsi masyarakat tentang lokasi RS Cikunir.

2. Bagaimana persepsi masyarakat tentang promosi RS Cikunir.

3. Bagaimana persepsi masyarakat tentang citra RS Cikunir.


4

4. Bagaimana minat berobat masyarakat ke RS Cikunir.

5. Seberapa besar pengaruh lokasi dan promosi terhadap citra RS Cikunir secara

simultan dan parsial.

6. Seberapa besar pengaruh citra RS Cikunir terhadap minat berobat masyarakat

ke RS Cikunir.

7. Seberapa besar pengaruh lokasi dan promosi terhadap minat berobat masyarakat ke

RS Cikunir secara simultan dan parsial.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka penelitin ini

bertujuan:

1. Mengetahui persepsi masyarakat tentang lokasi RS Cikunir.

2. Mengetahui persepsi masyarakat tentang promosi RS Cikunir.

3. Mengetahui persepsi masyarakat tentang citra RS Cikunir.

4. Mengetahui minat berobat masyarakat ke RS Cikunir .

5. Mengetahui besarnya pengaruh lokasi dan promosi terhadap citra RSCikunir secara

simultan dan parsial.

6. Mengetahui besarnya pengaruh citra RS Cikunir terhadap minat berobat pasien ke

RS Cikunir.

7. Mengetahui besarnya pengaruh lokasi dan promosi terhadap minat berobat

masyarakat ke RS Cikunir secara simultan dan parsial .

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini juga dilaksanakan terutama dengan harapan dapat memperoleh


5

beberapa nilai guna, baik dilihat dari aspek teoritis maupun ditinjau dari aspek praktis,

antara lain sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis pada penelitian ini adalah :

1. Memberi masukan kepada manajerial untuk mengetahui apakah program

pemasaran yang dibuat sudah efektif dan tepat sasaran

2. Sebagai dasar dalam upaya peningkatan citra RS Cikunir di mata

masyarakat sehingga dapat berpengaruh kepada minat berobat pasien ke RS

Cikunir dan akan berdampak terhadap meningkatnya angka kunjungan

pasien.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis pada penelitian ini adalah:

1. Sarana penerapan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama

pendidikan.

2. Menambah wawasan tentang pengaruh lokasi dan promosi terhadap citra

RS serta implikasinya terhadap minat berobat pasien.

II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Manajemen

2.1.1.1 Pengertian Manajemen

Menurut Robbins dan Coulter (2012:36) manajemen mengacu pada proses


6

mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan

secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

2.1.1.2 Fungsi Manajemen

Menurut Robbins dan Coulter (2012:9), fungsi manajemen meliputi: Planning,

Organizing, Leading, dan Controlling.

2.1.2 Organisasi

2.1.2.1 Pengertian Organisasi

Menurut Robbins et al (2014:5) organisasi adalah sebuat sistem yang mengatur

sekelompok orang secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang spesifik.

2.1.2.2 Rumah Sakit

Menurut Undang-Undang No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit,

mendefinisikan rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

2.1.2.3 Rawat Jalan

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.66/Menkes/II/1987 yang

dimaksud pelayanan rawat jalan adalah pelayanan terhadap orang yang masuk rumah

sakit, untuk keperluaan observasi diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan

pelayanan kesehatan lainya tanpa tinggal diruang rawat inap.

2.1.3 Pemasaran

2.1.3.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Keller (2012:5), pemasaran adalah mengidentifikasi dan


7

memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang singkat dan baik dari

pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

2.1.3.2 Pengertian Manajemen Pemasaran

Kotler dan Keller (2012:5) mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai seni

dan ilmu dalam memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, dan

meningkatkan pelanggan dengan menciptakan, memberikan, dan mengkomunikasikan

nilai pelanggan yang unggul.

2.1.4 Jasa

2.1.4.1 Pengertian Jasa

Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke

pihak lain yang secara prinsip tidak berwjud dan tidak menyebabkan perpindahan

kepemilikan (Kotler dan Keller, 2012:214).

2.1.4.2 Karakteristik Jasa

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:261), empat karakteristik jasa adalah

sebagai berikut : jasa tak berwujud, jasa tidak dapat dipisahkan, variabilitas jasa, jasa

tidak dapat disimpan.

2.1.5 Pemasaran Jasa

2.1.5.1 Pengertian Pemasaran Jasa

Manajemen pemasaran jasa merupakan proses peyelarasan sumber-sumber

sebuah organisasi terhadap kebutuhan pasar (Payne dalam Hurriyati, 2015:42).

2.1.5.2 Baur Pemasaran Jasa

Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2015:48) mengemukakan konsep baur


8

pemasaran tradisional terdiri dari 4P yaitu: product, price, place, promotion. Sementara

itu untuk pemasaran jasa perlu baur pemasaran yang diperluas dengan penambahan

unsur non-traditional marketing mix, yaitu people, physical evidence dan process,

sehingga menjadi tujuh unsur (7P).

2.1.6 Perilaku Konsumen

2.1.6.1 Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam perolehan,

pengkonsumsian, dan penghabisan produk atau jasa, termasuk proses yang mendahului

dan menyusul tindakan ini (Engel et al dalam Sangadji dan Sopiah, 2013:7).

2.1.6.2 Model Perilaku Konsumen

Dua dimensi dalam model perilaku konsumen yang sederhana, yaitu :

Stimulus-stimulus pemasaran dan respon pasar sasaran. Di antara dimensi tersebut

terdapat kotak hitam yang berupa variabel intervensi antara stimulus dan respon.

2.1.6.3 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen

Menurut Kotler dan Amstrong (2012:179), proses yang digunakan konsumen

dalam pengambilan keputusan yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi,

evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.

2.1.7 Tempat atau Lokasi

2.1.7.1 Pengertian Tempat atau Lokasi

Menurut Hurriyati (2015:57) lokasi berhubungan dengan keputusan yang

dibuat oleh perusahaan mengenai di mana operasi dan stafnya akan ditempatkan, yang

paling penting dari lokasi adalah tipe dan tingkat interaksi yang terlibat.
9

2.1.7.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lokasi


Menurut Hurriyati (2015:57), pemilihan tempat atau lokasi memerlukan

pertimbanagan yang cermat terhadap beberapa faktor berikut:akses, visibilitas, lalu

lintas, tempat parkir, ekspansi, lingkungan, persaingan, dan peraturan pemerintah

2.1.8 Promosi

2.1.8.1 Pengertian Promosi

Menurut Kotler dan Amstrong (2012:62), promosi adalah suatu unsur yang

digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk atau jasa yang

baru pada perusahaan.

2.1.8.2 Elemen-Elemen Promosi

Menurut Kotler et al (2012) dijelaskan bahwa bauran promosi terdiri dari lima

elemen, yaitu: advertising, sales promotion, personal selling, public relations, direct

marketing.

2.1.9 Citra Perusahaan

2.1.9.1 Pengertian Citra Perusahaan

Menurut Kotler dan Keller (2012:274), citra adalah seperangkat keyakinan, ide

dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek.

2.1.9.2 Dimesi Citra Perusahaan

Menurut Kotler dan Keller (2012:274), informasi yang lengkap mengenai citra

Perusahaan meliputi empat elemen sebagai berikut: kepribadian, reputasi, nilai,

identitas perusahaan
10

2.1.10 Minat Beli Konsumen

2.1.10.1 Pengertian Minat Beli Konsumen

Menurut Kinnear dan Taylor (1995) dalam Sulistyari (2012:19), minat beli

adalah tahap kecenderungan responden dalam bertindak sebelum keputusan membeli

benar-benar dilaksanakan.

2.1.10.2 Tahap-Tahap Minat Beli

Tahapan-tahapan produsen dalam menentukan minat beli dalam melakukan

pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, dapat kita lihat pada konsep atau

model AIDA yang dikembangkan oleh oleh Kotler dan Keller (2012:568), yaitu:

Attention, Interest, Desire, Action

2.1.10.3 Indikator Minat Beli Konsumen

Menurut Ferdinand (2006) dalam Sulistyari (2012:22) minat beli dapat

diidentifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut: minat transaksional,,

minat referensial, minat preferensial, minat eksploratif.

2.1.11 Penelitian Terdahulu

Untuk melihat persamaan dan perbedaan penelitian yang dilakukan penulis

dengan penelitian-penelitian yang ada sebelumnya

Tabel 2.2
Penelitian-Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian dan
No Hasil Persamaan Perbedaan
Sumber Jurnal
1 Pengaruh Citra Perusahaan Citra Perusahaan mempunyai Penelitian meneliti Obyek pada
Terhadap Minat pengaruh signifikan terhadap pengarun citra penelitian ini
Berkunjung Dan Minat Berkunjung, dengan perusahaan terhadap adalah pengunjung
Keputusan Berkunjung koefisien jalur sebesar () minat konsumen taman rekreasi
11

Judul Penelitian dan


No Hasil Persamaan Perbedaan
Sumber Jurnal

(Survei pada Pengunjung sebesar 0,366. Semakin baik


Taman Rekreasi citra perusahaan maka akan
PT.Selecta, Kota Batu, berdampak pada
Jawa Timur) meningkatnya minat beli.
Sumber: Jurnal
Administrasi Bisnis
(JAB)|Vol. 26 No. 2
September 2015
Penulis: Gagah Bimo Setyo
Putra
2 Investigating the Effect of Terdapat hubungan yang Meneliti pengaruh Peneliti juga
Marketing Mix and signifikan antara baur tempat dan promosi meneliti baur
Corporate Image on Brand pemasaran: harga , produk, terhadap citra pemasaran harga
Equity of Talia and Rightel tempat, dan promosi dengan perusahaan dan produk
Companie ekuitas merek dan citra terhadap ekuitas
Sumber: Canadian perusahaan. Terdapat pula merek dan citra
Research & Development hubungan antara ekuitas perusahaan.
Center of Sciences and merek dan citra perusahaan Serta meneliti
Cultures, Vol. 9, No. 2, hubungan antara
2014. ekuitas merek dan
Penulis: Tahmoures citra perusahaan
Hasangholipour,
Mohammad Reza
Mostaghimi, Nazli
Mohammadi Ahranjani

3 Pengaruh Citra Perusahaan Variabel citra perusahaan Meneliti pengaruh Variabel dalam
Terhadap Kepercayaan berpengaruh signifikan citra perusahaan penelitian:
serta dampaknya pada terhadap variabel kepercayaan, terhadap minat beli kepercayaan, citra
minat beli Studi pada variabel citra perusahaan perusahaan, dan
Penjual Online yang berpengaruh signifikan minat beli. Objek
Menggunakan Jasa terhadap variabel minat beli, Penelitian ada para
Sumber: Jurnal dan variabel kepercayaan penjual online
Administrasi Bisnis (JAB ) berpengaruh signifikan yang
Vol 3 No 1 Maret 2015 terhadap variabel minat beli mengguanakan
Penulis : Merza Ariszani jasa PT Tiki JNE
4 The Influence of 7Ps of Secara simultan semua Penelitian ini Selain meneliti
Marketing Mix on Buying variabel dalam baur pemasaran meneliti lokasi dan lokasi dan
Intention of Music Product bepengaruh terhadap minat promosi terhadap promosi, peneliti
in Indonesia beli konsumen terhadap minat beli juga meneliti baur
Sumber: Procedia produk musik. konsumen pemasaran lainya
Engineering 97 (2014 ) terhadap minat beli
1765 1771 konsumen.
Penulis : Reni Diah
Kusumawati,
Teddy Oswari,
Rooswhan Budi Utomo,
Vikas Kumar
5 Pengaruh Baur Pemasaran Baur pemasaran tempat dan Meneliti baur Tidak hanya
Terhadap Niat Beli Ulang produk berpengaruh terhadap pemasaran lokasi meneliti baur
Sepeda Motor Honda niat beli ulang sepeda motor dan promosi pemasaran lokasi
Honda Kategori Sport Mid terhadap niat beli
12

Judul Penelitian dan


No Hasil Persamaan Perbedaan
Sumber Jurnal

Kategori Sport Mid dan promosi, tetapi


Sumber: E-Journal juga produk dan
Graduate Unpar, Vol1, harga. Baur
No.2, 2014 pemasaran sebagai
variabel bebas dan
Penulis : Eric Kusnadi niat beli ulang
Kartika sebagai variabl
terikat.
6 Analisis Pengaruh Baur Variabel produk, harga, lokasi, Meneliti pengaruh Tidak hanya
Pemasaran Jasa Terhadap promosi, orang , proses, bukti baur pemasaran meneliti lokasi dan
Minat Pengunjung Pada fisik dan layanan pelanggan lokasi dan promosi promosi tetapi
Obyek Wisata Museum, beperngaruh secara signifikan terhadap minat variabel bebas
Kesehatan Dr. Adhyatma terhadap minat bekunjung berkunjung pada penelitian ini
MPH Surabaya konsumen adalah ketujuh
Sumber: JMM 17 Jurnal baur pemasaran
Ilmu Ekonomi dan dan variabel
Manajemen , April 2014 terikat nya adalah
Penulis: Ich Diana Sarah minat pengunjung.
Dhiba, Ayun Maduwinarti Objek penelitian
ini adalah
pengunjung obyek
wisata.
7 Investigating the Role of Lokasi /distribusi, promosi dan Meneliti pengaruh Tidak hanya
Selected Marketing-Mix harga berpengaruh terdapat baur pemasaran distribusi dan
Variables in Formatting citra perusahaan. promosi dan lokasi/ promosi tetapi
Corporate Image in distribusi terhadap meneliti harga
Egyptian Market, citra perusahaan terhadap citra
Sumber : American perusahaan,
Journal of Business and dengan obyek
Management Vol. 3, No. 4, peneliatian ada
2014. konsumen pasar
Penuli: Ahmed Yehia Egyptian
Ebeid.
8 Pengaruh Suasana Toko Variabel suasana toko dan Meneliti pengaruh Variabel bebas
Dan Lokasi Terhadap lokasi secara simultan dan lokasi terhadap pada peelitian ini
Minat Beli Konsumen Pada parsial berpengaruh signifikan minat beli terdiri dari suasana
Toko Aurora Shop terhadap minat beli konsumen konsumen toko dan lokasi.
Samarinda toko Aurora Shop Samarinda . Objek penelitian
Sumber: eJournal Variabel lokasi merupakan konsumen Toko
Administrasi Bisnis, 2016, variabel yang paling Aurora Shop
4 (3): 670-682 berpengaruh terhadap minat
Penulis : Adiba beli konsumen pada toko
Aurora Shop Samarinda.
9 Pengaruh Promosi Dan Promosi dan harga Meneliti pengaruh Tidak hanya
Harga Terhadap Minat Beli berpengaruh secara positif dan promosi terhadap meneliti pengaruh
Pelanggan Indihome Di signifikan terhadap minat beli minat beli promosi terhadap
Propinsi Dki Jakarta pelanggan Indihome konsumen minat beli, namun
Sumber: Jurnal Manajemen juga harga
Bisnis Krisnadwipayana, terhadap minat beli
Vol. 4. No. 2 Mei 2016 konsumen.
Penulis : Ismail Razak
13

Judul Penelitian dan


No Hasil Persamaan Perbedaan
Sumber Jurnal

10 Pengaruh Promosi Hasil kalkulasi koefisien Meneliti pengaruh Objek penelitian


Terhadap Citra Perusahaan determinasi adalah 0.86, dari promosi dan ini adalah
Pada Hotel Resty Menara dimana artinya terdapat citra perusahaan, pengunjung Hotel
Pekanbaru hubungan yang positif dan dengan dimensi
signifikan antara promosi dan promosi yaitu: e
citra perusahaan advertising, personal
selling, sales
promotion, public
reation
2.2 Kerangka Berpikir

Lokasi Eric Kusnadi Kartika (2014),


Ratih Hurriyati IchDiana,et.al (2014),
(2015: 57) Adiba (2016)

-Akes
-Visibilitas
-Lalulintas Ahmed YehiaEbeid (2014),
-Tempatparkir TahmouresHasangholipour,et.al
-Ekspansi
(2014)
-Lingkungan sekitar
-Persaingan
-PeraturanPemerintah Minat Beli
Citra Konsumen
Perusahaan GagahBimo Ferdinand
Kotler dan Keller ,et.al (2015), (dalamSulistyari,
(2012:274) Merza 2012:22)
Ariszani (2015)
Promosi -Kepribadian
Philip Kotler, John -Reputasi -Minat transaksional
T. Bowen, James -Nilai -Minat referensial
C.Makens(2012) -Identitas Perusahaan -Minat preferensial
-Minat eksploratif
3 -Iklan (advertising) Ahmed YehiaEbeid (2014),
-Personal selling
4 -Sales Promotion TahmouresHasangholipour,et.al (2014) ,
-Public relations Emny Oktavianty Tampubolon(2015)
-Direct Marketing
5 Ismail Razak (2016)
-Public Relations
Reni Diah Kusumawati ,et.al (2014),
IchDiana,et.al (2014),

Gambar 2.8. Paradigma Penelitian


14

5.1 Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Terdapat pengaruh lokasi dan promosi terhadap citra perusahaan

2. Terdapat pengaruh lokasi terhadap citra perusahaan

3. Terdapat pengaruh promosi terhadap citra perusahaan

4. Terdapat pengaruh lokasi dan promosi terhadap minat beli konsumen

5. Terdapat pengaruh lokasi terhadap minat beli konsumen

6. Terdapat pengaruh promosi terhadap minat beli konsumen

7. Terdapat pengaruh citra perusahaan terhadap minat beli konsumen

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian

yang digunakan deskriptif dan analitik verifikatif. Penelitian ini menggunakan tekhnik

Cross sectional.

3.2 Unit Observasi dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di RS Cikunir, dan di masyarakat Kecamatan Bekasi

Selatan, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pekayon, Kelurahan Jakamulya dan

Kelurahana Jakasetya.

3.3 Variabel Penelitian

Pada penelitian ini digunakan 3 variabel yang terdiri dari 2 variabel bebas

(independent variable) terdiri dari lokasi dan promosi, 1 variabel antara (intervening
15

variable ) yaitu citra rumah sakit dan 1 variabel teikat (dependent variable) yaitu minat

berobat masyarakat.

1. Lokasi (X1)

Lokasi sebagai lingkungan dimana serta bagaiman jasa tersebut akan

diserahkan, sebagai nilai dan manfaat dari jasa (Hurriyati, 2015:55). Dimensi lokasi:

1. Akses, misalnya lokasi yang mudah dijangkau sarana transportasi umum

2. Visibilitas, misalnya lokasi yang dapat dilihat dengan jelas dari tepi jalan

3. Lalu lintas, dimana ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

banyaknya orang yang lalu lalang dapat memberikan peluang besar

terjadinya impulse buying, dan kepadatan serta kemacetan lalu lintas dapat

pula menjadi hambatan.

4. Tempat parkir yang luas dan aman

5. Ekspansi, tersedia tempat yang cukup untuk perluasan usaha di kemudian

hari.

6. Lingkungan, yaitu daerah sekitar yang mendukung jasa yang ditawarkan

7. Persaingan, yaitu lokasi pesaing

8. Peraturan pemerintah

2. Promosi (X2)

Promosi atau biasa juga disebut dengan bauran komunikasi pemasaran

digunakan oleh suatu perusahaan untuk berkomunikasi dengan konsumen dan

membangun hubungan dengan konsumen (Kotler et al, 2012).Dimensi promosi yaitu :

a. Advertising
16

Bentuk presentasi nonpersonal dan promosi baik berupa ide, barang, maupun jasa

yang dibayar oleh seorang sponsor yang teridentifikasi

b. Sales Promotion

Insentif jangka pendek yang mendorong proses pembelian atau penjualan suatu

barang atau jasa.

c. Personal Selling

Presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan .

d. Public Relations

Membangun hubungan yang baik dengan berbagai kalangan untuk memperoleh

publisitas yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik.

e. Direct Marketing

Hubungan langsung yang cermat dengan konsumen yang ditargetkan dalam

memperoleh respon segera dan membangun hubungan pelanggan yang bersifat

jangka panjang.

3. Citra Perusahaan (Y)

Citra perusahaan (Y) adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang

dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek (Kotler dan Keller, 2012:274).Dimensi

Citra perusahaan:

1. Kepribadian

Keseluruhan karakteristik yang dipahami publik sasaran.

2. Reputasi

Hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini publik sasaran berdasarkan
17

pengalaman sendiri maupun pihak lain.

3. Nilai

Nilai-nilai yang dimiliki suatu perusahaan dengan kata lain budaya perusahaan

4. Identitas Perusahaan

Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik sasaran

terhadap perusahaan

4. Minat Beli (Z)

Minat Beli Konsumen (Z) adalah tahap kecenderungan responden dalam

bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan (Kinnear dan Taylor

dalam Sulistyari, 2012:19). Menurut Ferdinand (2006) dalam Sulistyari (2012:22),

minat beli dapat diidentifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut:

a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan untuk membeli produk.

b. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk

kepada orang lain.

c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang

memiliki preferensi utama pada produk tersebut.

d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu

mencari informasi mengenai produk yang diminatinya.

3.4. Populasi dan Penentuan Sampel

Berikut ini akan diuraikan mengenai populasi dan sampel penelitian:

3.4.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di kecamatan Bekasi Selatan.


18

Populasi terjangkaunya adalah masyarakat di tiga kelurahan Bekasi Selatan yaitu

Kelurahan Pekayon Jaya, sebesar 129.713 orang.

3.4.2 Sampel

Penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu menggunakan rumus

SlovinL,sebagai berikut: Dimana :


n = ukuran sampel
= / () 2 + 1 N = Populasi
d = taraf nyata atau batas kesalahan

n = 129.713/ 129.713 (0,1)2 +1= 99,9

Jadi dari anggota populasi yang diambil sebagai sampel adalah sebanyak 100

orang dengan tingkat kesalah 10%.

3.4.3 Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non

probability sampling dengan consecutive sampling.

3.4.4 Pemilihan Responden

Sampel yang diambil menggunakan consecutive sampling dengan kriteria

inklusi sebagai berikut: 1) Masyarakat di Kecamatan Bekasi Selatan dari tiga kelurahan

Pekayon, Jakamulya dan Jakasetya, usia diatas 17 tahun, bisa membaca dan menulis 2)

belum pernah berobat ke RS Cikunir sebelumnya 3)memiliki informasi atau

mengetahui tentang RS Cikunir, sedangkan kriteria ekslusinya yaitu: 1) bukan

masyarakat kelurahan Pekayon, Jakamulya dan Jakasetya, 2) masyarakat yang pernah

berobat ke RS Cikunir, 3) Tidak memiliki informasi tentang RS Cikunir.


19

3.4.5 Proporsional responden

Dengan 100 orang sampel dari 129.713 sama dengan 0,077%. Sampel diambil

dari 3 kelurahan dengan jumlah sampel Jakamulya 26 orang, Pekayon 45 orang dan

Jakasetia 29 orang

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitan ini teknik pengumpulan data terbagi atas prosedur

pengumpulan data dan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.

3.5.1 Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data untuk mendukung penelitian ini menggunakan teknik

sebagai berikut: data primer dengan menggunakan observasi, wawancara dan

kuesioner. Kuesioner dengan menggunakan skala diferensial semantic dimana

merupakan penyempurnaan dari skala Likert. Lalu pengumpulan data sekunder yang

diperoleh dari pihak lain secara tidak langsung, memiliki hubungan dengan penelitian

yang dilakukan .

3.5.2 Uji Validitas dan Reliabilitas

Menguji keabsahan penelitian diperlukan dua macam pengujian yaitu uji

validitas dan uji reliabilitas

3.5.2.1 Uji Validitas

Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek

penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Setelah dilakukan uji

validitas pada 51 pertanyaan didapatkan semua pertanyaan valid.


20

3.5.2.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas pada dasarnya mengukur kehandalan instrument,dikatan handal

jika pengukuran memberikan hasil yang konsisten ( Rully dan Yaniawati, 2014 :125)

Hasil pengujian dengan metode split half disimpulkan keempat variabel reliabel.

3.6 Rancangan Analisis Data

Data yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan, diolah sesuai dengan

tujuan dan kerangka konsep penelitian.

3.6.1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan tentang ciri-ciri

responden dan variabel penelitian yang selanjutnya dilakukan pengklasifikasian

terhadap jumlah total skor responden. Setelah diketahui skor rata-rata, maka hasil

dimasukkan ke dalam garis kontinum.

3.6.2 Analisis Verifikatif

Metode verifikatif digunakan untuk mengetahui dan menguji kebenaran

hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik untuk menjawab rumusan

masalah. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian akan digunakan

analisis jalur (Path Analysis).

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum RS Cikunir

Rumah Sakit Cikunir merupakan rumah sakit swasta tipe D, yang berlokasi di
21

Jl Raya Cikunir Gang Haji Napiah no.8 RT6/RW3 Jakamulya, Bekasi

Selatan, didirikan PT Jakamulya Sarana Husada yang dimiliki oleh dr. Albert Santoso.

4.1.1.1 Visi dan Misi RS.Cikunir

Rumah Sakit Cikunir memiliki visi sebagai pelayanan kesehatan pilihan

masyarakat yang terpercaya dengan berbasis komunitas di Bekasi dan misi yaitu:

memberikan pelayanan dengan standar kualitas pelayanan terbaik, terjangkau, dan

memperhatikan keselamatan pasien, memberikan pelayanan dengan jujur,

terpercaya, komunikatif dan inovatif, serta mendukung dan menjalankan program

pemerintah sebagai mitra pemerintah dalam bidang kesehatan. RS Cikunir memiliki

moto yaitu Melayani dengan tulus, ikhlas dan penuh kasih.

4.1.1.2 Fasilitas Pelayanan Kesehatan RS Cikunir

Pelayanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Cikunir meliputi Instalasi

Gawat Darurat, Rawat Jalan, Rawat Inap dengan HCU, OK, VK, Laboratorium,

Radiologi, Apotik, Instalasi Farmasi, dan General Check Up.

4.1.1.3 Struktur Organisasi RS Cikunir

Dari struktur organisasi di atas dapat dilihat bahwa bagian pemasaran berada

langsung dibawah pegawasan direktur RS Cikunir. sehingga bagian pemasaran

dalam pelaksanaan tugas-tugasnya bertanggung jawab langsung terhadap direktur

rumah sakit.

4.1.1.4 Manajemen Pemasaran RS Cikunir

Kegiatan penyelenggaraan rumah sakit tidak terlepas dari program

pemasaran. Bentuk program pemasaran yang sudah dilakukan,yaitu: kerjasama


22

dengan berbagai perusahaan, asuransi , rumah sakit dan klinik.Selain itu RS

Cikunir juga mengadakan beberapa kegiatan sebagai bentuk kegiatan pemasaran

dari RS Cikunir, sepeti pengadaan penyuluhan, donor darah, bhakti sosial.

4.1.2 Gambaran Umum Karakteristik Responden

Karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir,

pekerjaan dan pendapatan per bulan

4.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karaktersitik Responden berdasarkan usia, hasil penelitian menunjukkan

bahwa mayoritas responden adalah berusia 31-40 tahun yaitu sebesar 50%, diikuti

dengan usia 21-30 tahun yaitu sebesar 29 %.

4.1.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, didapatkan hasil

sebanyak 68% berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 32% berjenis kelamin

laki-laki.

4.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir, didapatkan hasil

bahwa tingkat pendidikan terbanyak adalah S1 yaitu sebanyak 42 orang (42%),

4.1.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Hasil karaktersitik responden berdasarkan pekerjaan, didapatkan bahwa

jumlah terbanyak responden adalah ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 36%, diikuti

dengan pegawai swasta sebanyak 33% dan wiraswasta sebanyak 17%.


23

4.1.2.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

Karakteristik responden berdasarkan pendapatan, didapatkan hasil bahwa

sebagian besar responden memiliki pendapatan lebih dari lima juta rupiah, yaitu

sebanyak 40 orang atau sekitar 40%, sebanyak 27% memiliki pendapatan diantara

dua juta hingga lima juta rupiah.

4.1.3 Uji Normalitas

Dari hasil uji normalitas didapatkan bahwa dari keempat variabel pada

penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan atau data sampel berasal dari populasi

yang berdistribusi normal atau tidak ada perbedaan antara data sampel yang berasal

dari populasi berdistribusi normal.

4.1.4 Analisis Deskriptif

Menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner dengan metode deskriptif

untuk menjawab rumusan masalah.

4.1.4.1 Deskripsi Variabel Lokasi

Besaran nilai rata-rata variabel lokasi (X1) sebesar 4,47 dengan standar

deviasi 1,282, dengan demikian kriteria intervalnya 4,47-1,282 Z 4,47+ 1,282

atau 3,188 Z 5,752. Dengan demikian kriteria variabel lokasi berada pada

kriteria tidak baik sampai dengan kriteria baik.

4.1.5.2 Deskripsi Variabel Promosi

Besaran nilai rata-rata variabel promosi (X2) sebesar 4,021 dengan standar

deviasi 1,332, dengan demikian kriteria intervalnya 4,021-1,332 Z 4,021+ 1,332

atau 2,689 Z 5,353 Dengan demikian kriteria variabel lokasi berada pada
24

kriteria tidak baik sampai dengan kriteria baik

4.1.4.3 Deskripsi Variabel Citra Perusahaan

Besaran nilai rata-rata variabel citra perusahaan (Y) sebesar 4,16 dengan

standar deviasi 1,308 dengan demikian kriteria intervalnya 4,16-1,308 Z 4,16+

1,308 atau 2,852 Z 5,468. Dengan demikian kriteria variabel citra perusahaan

berada pada kriteria tidak baik sampai dengan kriteria baik.

4.1.4.4 Deskripsi Variabel Minat Beli

Besaran nilai rata-rata variabel minat beli (Z) sebesar 3,95 dengan standar

deviasi 1,290, dengan demikian kriteria intervalnya 3,95 -1,290 Z 3,95+ 1,290

atau 2,66 Z 5.24 Dengan demikian kriteria variabel citra minat beli berada

pada kriteria tidak baik sampai dengan kriteria baik.

4.1.5 Analisis Verifikatif

Sesuai dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian akan digunakan telaah

analisis jalur (Path Analysis).

Gambar 4.2
Model Hubungan Struktur Antara Variabel Penelitian
25

4.1.5.1 Pengaruh Lokasi dan Promosi Terhadap Citra Perusahaan Secara

Simultan Maupun Parsial

Tabel 4.86
Koefisien Determinasi Substruktur I
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
1 .842a .709 .703 6.617
a. Predictors: (Constant), X2, X1

Hasil perhitungan untuk koefisien determinasi mutiple (R2yx1,yx2) sebesar

0,842, berarti bahwa 84,2% variabelitas variabel citra RS dapat diterangkan oleh

variabel bebas dalam hal ini lokasi dan promosi.

Tabel 4.87
Nilai F hitung Substruktur I
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean F Sig.
Square
1 Regression 10340.140 2 5170.070 118.082 .000b
Residual 4247.020 97 43.784
Total 14587.160 99
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X2, X1
Berdasarkan perhitungan SPSS diperoleh nilai F hitung sebesar 118.082.

Dimana kriteria penolakan H0 jika: F hitung lebih besar dari F tabel, dengan mengambil

taraf signifikan () sebesar 5% maka dari tabel distribusi F didapat nilai F tabel adalah

2,70,diartikan bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama antara lokasi dan

promosi terhadap citra RS sebesar koefisien determinasi (R2) = sebesar 0,842 atau 84,2

% dan pengaruh variabel lain diluar model sebesar 15,8% (error= 0,158).
26

Dilanjutkan uji secara parsial dimana kriteria penolakan H0, jika: t hitung lebih

besar dari t tabel, dapat dilihat hasil nilai t pada tabel 4.89.

Tabel 4.89
Nilai t hitung Substruktur I
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant)
3.112 4.014 .775 .440
X1 .159 .074 .157 2.135 .035
X2 .797 .081 .728 9.876 .000
a. Dependent Variable: Y
Koefisien beta pertama= 0,157, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,135 dengan

mengambil taraf signifikan sebesar 5%, maka nilai t tabel =1,985, sehingga t hitung

> t tabel maka menolak H0 atau dengan kata lain Lokasi berpengaruh terhadap citra RS

sebesar 0,157

Koefisien beta kedua = 0,728, diperoleh nilai t hitung sebesar 9,876 dengan

mengambil taraf signifikan sebesar 5%, maka nilai t tabel = 1,985, sehingga ,

sehingga t hitung > t tabel, maka menolak H0 atau dengan kata lain Promosi

berpengaruh terhadap citra RS sebesar 0,728.

4.1.5.2 Pengaruh Lokasi, Promosi dan Citra Perusahaan Terhadap Minat

Berobat Secara Simultan dan Parsial

Tabel 4.91
Koefisien Determinasi Substruktur II

Model Summary
Mode R R Square Adjusted R Std. Error of
l Square the Estimate
1 .810a .657 .646 6.827
a. Predictors: (Constant), Y, X1, X2
27

Tampak bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0,657 berarti bahwa 65,7%

variabelitas variabel minat berobat dapat diterangkan oleh variabel bebas dalam hal ini

lokasi, promosi dan citra RS.

Tabel 4.92
Nilai F hitung Substruktur II
ANOVAa
Sum of
Model Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 8553.873 3 2851.291 61.177 .000b
Residual 4474.317 96 46.607
Total 13028.190 99
a. Dependent Variable: Z
b. Predictors: (Constant), Y, X1, X2

F hitung sebesar 61,177. Dimana kriteria penolakan H0, jika: F hitung lebih

besar dari F tabel, dengan mengambil taraf signifikan () sebesar 5% maka dari tabel

distribusi F didapat nilai F tabel adalah 2,7. Dikarenakan 61,177 lebih besar dari 2,7,

dan sig F sebesar 0,000 maka H0 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat

hubungan secara linier antara lokasi, promosi dan citra RS dengan minat berobat. Yang

juga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama antara lokasi,

promosi, citra RS terhadap minat berobat sebesar koefisien determinasi (R2)= 0,657

berarti bahwa 65,7%.

Tabel 4.94
Nilai t hitung Substruktur II
28

Koefisien beta pertama = 0,01, diperoleh nilai t hitung sebesar 0,017 dengan

taraf signifikan sebesar 5%, maka nilai t tabel = 1,985, sehingga dikarenakan t

hitung=0,17 lebih kecil dari t tabel 1,985, maka H0 diterima atau dengan kata lain lokasi

tidak beperngaruh terhadap minat berobat.

Koefisien beta kedua = 0,220, diperoleh nilai t hitung sebesar 1,925 dengan

taraf signifikan sebesar 5%, maka nilai t tabel = 1,985, sehingga dikarenakan t

hitung=1,925 lebih besar dari t tabel =1,985, maka H0 ditolak atau dengan kata lain

promosi beperngaruh terhadap minat berobat.

Koefisien beta ketiga = 0,617, diperoleh nilai t hitung sebesar 5.568 dengan

taraf signifikan sebesar 5%, maka nilai t tabel = 1,985, sehingga dikarenakan t

hitung=5.568lebih besar dari t tabel =1,985, maka H0 ditolak atau dengan kata lain citra

RS beperngaruh terhadap minat .

Hubungan korelasi antara lokasi dan promosi sebesar 0,669, dimana termasuk

korelasi yang kuat, dimana termasuk kategori kuat bila interval koefisin 0,600-0,799.

Tabel 4.96
Korelasi Lokasi dan Promosi
Correlations
X1 X2
X1 Pearson Correlation 1 .669**
Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
X2 Pearson Correlation .669** 1
Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
29

4.5.1.3 Pengaruh Langsung, Tidak Langsung dan Total

Pada analisis jalur selain pengaruh langsung terdapat pengaruh tidak langsung

yaitu dari X1 terhadap Z melalui Y, dan pengaruh X2 terhadap Z melalui Y, dapat

dihitung sebagai berikut:

Pengaruh tidak langsung (Indirect Effect)


IEzyx1 X1 Y Z = (0,157) (0,617) =0,097
IEzyx2 X2 Y Z = (0,728) (0,617) = 0,45

Pengaruh langsung (Direct Effect)


DEyx1 X1 Y = 0,157
DEyx2 X2 Y = 0,728
DEzx1 X1 Z = 0,01
DEzx2 X2 Z = 0,220
DEzy Y Z = 0,617

Pengaruh Total
TEyx1 = DEyx1 + IEzyx1 = 0,157 + 0,097 = 0,254
TEyx2 = DEyx1 + IEzyx1 = 0,728 + 0,45 = 1,18
TEzx1 = 0,01
TEzx2 = 0,617
TEzy = 0,220

Berikut ini merupakan hubungan variabel X1, X2, Y dan Z dalam model

struktural secara keseluruhan. Pengaruh lokasi (X1), promosi (X2), citra RS (Y),

terhadap minat berobat (Z). Persamaan Struktural sebagai berikut:

Substruktur 1 Y= 0,157X1 + 0,728 X2 + 1

Substruktur 2 Z= 0,01 X1 + 0,220 X2 + 0,617 Z + 2


30

1 2

X1 P 1= 0,158 P 2 = 0,343

Pzy=0,617
Y Z
rx1x2 = 0,669

X2

Gambar 4.5
Diagram Jalur
4.1 Pembahasan
4.2.1 Pembahasan Analisis Deskriptif

1. Lokasi dilihat dari dimensi visibilitas RS menurut sebagian besar respon cukup

baik, namun masih membutuhkan banyak perhatian dari RS Cikunir. Masalah

lokasi RSCikunir yang masuk ke dalam gang bisa diperbaiki dengan semakin

mengenalkan RS Cikunir ke masyarakat serta meningkatkan mutu

pelayanan.Bila mutu pelayanannya baik walaupun dengan lokasi yang tidak

terlihat dari pinggir jalan, masyarakat akan tetap mencari RS Cikunir.

2. Dimensi direct marketing memberikan rata-rata skor paling rendah terutama

perihal tanggapan responden mengenai webiste RS Cikunir. RS Cikuir harus

segera melakukan perbaikan agar website beroperasi dengan sebaik mungkin.


31

3. Dimensi identitas perusahaan yang memberikan skor rata-rata terendah,

kurangnya pengetahuan masyarakat tentang identitas RS Cikunir, seperti

lambang RS Cikunir maupun slogan RS Cikunir, hal ini mendukung bahwa

pengetahuan masyarakat terutama masyarakat Bekasi Selatan masih rendah. RS

Cikunir harus meningkatkan pengenalan tentang RS Cikunir ke masyarakat,

agar semakin banyak masyarakat yang mengenal.

4. Variabel minat berobat dinilai dari dimensi eksploratif mendapat skor rata-

rata terendah. RS Cikunir dapat meningkat minat masyarakat untuk mencari

infromasi tentang RS Cikunir, dengan cara meningkatkan terlebih dahulu

kualitas pelayanan RS Cikunir, apabila memiliki kualitas pelayanan yang baik,

dengan sendirinya masyarakat akan mencari informasi.

4.2.2 Pembahasan Analisis Verifikatif

4.2.2.1 Pengaruh Lokasi dan Promosi Terhadap Citra Perusahaan

Lokasi dan promosi RS Cikunir bepengaruh terhadap citra RS, hal ini dapat

dilihat dari koefisien determinasi (R2) = sebesar 0,842 atau 84,2 % dan pengaruh

variabel lain diluar model sebesar 15,8% (error= 0,158). Terdapat pengaruh secara

bersama-sama antara lokasi dan promosi.

4.2.2.2 Pengaruh Lokasi Terhadap Citra RS

Lokasi dengan citra RS menghasilkan nilai koefisien jalur sebesar 0,157 dan

diperoleh nilai t hitung sebesar 2,135 dengan mengambil taraf signifikan sebesar 5%,

maka nilai t tabel =1,985, sehingga dikarenakan t hitung= 2,135 lebih besar dari t

tabel=1,985, maka menolak H0 atau dengan kata lain Lokasi berpengaruh terhadap citra
32

RS sebesar 0,157.

4.2.2.3 Pengaruh Promosi Terhadap Citra RS

Hubungan promosi dengan citra RS menghasilkn nilai koefisien jalur sebesar

0,728 dan diperoleh nilai t hitung sebesar 9,876 dengan mengambil taraf signifikan

sebesar 5%, maka nilai t tabel = 1,985, sehingga dikarenakan t hitung 9,876 lebih besar

dari t tabel 1,985, maka menolak H0 atau dengan kata lain Promosi berpengaruh

terhadap citra RS sebesar 0,728.

4.2.2.4 Pengaruh Lokasi dan Promosi terhadap Citra RS dan Dampaknya

terhadap Minat Berobat

Terdapat pengaruh secara bersama-sama lokasi, promosi dan citra perusahaan

terhadap minat berobat sebesar 65,7%, dan sisanya 34,3% dipengaruhi oleh variabel

lain di luar penelitian.

4.2.2.5 Pengaruh Lokasi Terhadap Minat Beli

Koefisien jalur antara pengaruh lokasi dan minat beli mendapatkan nilai sebesar

0,01 dengan nilai t hitung sebesar 0,17 dan nilai t tabel sebesar 1,985, disimpulkan

bahwa t tabel lebih besar dari t hitung, sehingga lokasi tidak bepengaruh terhadap minat

berobat pasien ke RS Cikunir.

4.2.7 Pengaruh Citra RS Terhadap Minat Berobat

Koefisien jalur antara pengaruh citra RS terhadap minat berobat sebesar 0,617,

dengan nilai t hitung sebesar 5,568 dan nilai t tabel sebesar 1,985. Nilai t hitung lebih

besar dari t tabel sehingga disimpulkan bahwa citra perusahaan berpengaruh terhadap

minat berobat.
33

V. SIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Simpulan

Berdasarkan dari analisis deskriptif dan verifikatif, dapat disimpulkan:

1. Lokasi berada pada kriteria tidak baik sampai baik. Namun dalam hal visibilitas

masih perlu diperbaiki.

2. Dimensi direct marketing memberikan rata-rata skor paling rendah terutama

perihal tanggapan responden mengenai webiste, sehingga perlu mendapat

perhatian serius dari RS Cikunir

3. Dimensi identitas perusahaan yang memberikan skor rata-rata terendah,

kurangnya pengetahuan masyarakat tentang identitas RS Cikunir, seperti

lambang RS Cikunir maupun slogan RS Cikunir, hal ini mendukung bahwa

pengetahuan masyarakat terutama masyarakat Bekasi Selatan terhadap RS

Cikunir masih rendah

4. Minat masyarakat untuk mencari informasi mengenai RS Cikunir masih sangat

rendah, baik dengan media sosial website maupun bertanya kepada teman.

5. Berdasarkan hasil analisis verifikatif didapatkan bahwa lokasi dan promosi

berpengaruh terhadap citra perusahaan secara simultan dan parsial.

6. Citra perusahaan berpengaruh terhadap minat berobat dimana hubungan

pengaruh langsung citra RS sebesar 61,7% .

7. Terdapat pengaruh secara bersama-sama lokasi, promosi dan citra perusahaan

terhadap minat berobat sebesar 65,7%, dan sisanya 34,3% dipengaruhi oleh

variabel lain di luar penelitian. Secara parsial hanya citra perusahaan yang
34

berpengaruh terhadap minat berobat pasien, sedangkan lokasi dan promosi

tidak berpengaruh.

5.2 Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, penulis bermaksud memberikan saran sebagai

suatu pertimbangan bagi pihak RS Cikunir, Bekasi yaitu sebagai berikut:

1. Masalah lokasi RS Cikunir yang masuk ke dalam gang bisa diperbaiki dengan

meningkatkan promosi

2. Dari segi promosi, RS Cikunir harus segera melakukan perbaikan website agar

dapat beroperasi dengan sebaik mungkin.

3. RS Cikunir harus meningkatkan pengenalan tentang RS Cikunir ke masyarakat,

agar semakin banyak masyarakat yang mengenal.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan RS Cikunir, karena apabila RS Cikunir

memiliki kualitas pelayanan yang baik, dengan sendirinya masyarakat akan

mencari informasi lebih jauh mengenai RS Cikunir

5. RS Cikunir harus berupaya meningkatkan citra RS nya, dimana berdasarkan

hasil penelitian citra RS dipengaruhi oleh lokasi dan promosi, dan faktor

promosi merupakan yang dominan.

6. Pihak manajemen pemasaran RS Cikunir harus melakukan perbaikan kegiatan

pemasaran yang sudah berjalan di RS Cikunir, dan semakin ditingkatkan,

7. RS Cikunir harus mampu meningkatkan angka kunjungan pasien, hal ini dapat

ditempuh dengan meningkatkan citra RS yang positf dibenak masyarakat,


35

VI. DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Thamrin dan Francis Tantri. 2012. Manajemen Pemasaran. Depok : PT


Raja Grafindo Persada

Adiba.2016. Pengaruh Suasana Toko Dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen
pada Toko Aurora Shop Samarinda. eJournal Administrasi Bisnis, vol 4,
no 3, pp 670-682.

Ali, Hasan. 2013. Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. Yogyakarta: CAPS.

Alma, Buchari. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung:


Alfabeta.

____________. 2013. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung:


Alfabeta.

Amini, A., Darani, M.,dan Afshani, M. 2012. Effectiveness of Marketing


Strategies and Corporate Image on Brand Equity as a Sustainable Competitive
Advantage. Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Business,
vol 4, no 2, pp 192 - 205.

Ariszani, Merza. 2015. Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Kepercayaan Serta


Dampaknya Pada Minat Beli (Studi pada Penjual Online yang Menggunakan
Jasa Pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir). Jurnal Administrasi
Bisnis (JAB ), vol 3, no 1.

Assauri, Sofjan. 2012. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Press.

Badan Pusat Statistik, 2010.Data Statistik Indonesia: Penduduk Indonesia Menurut


Desa 2010. http://www.bps.go.id/website/fileMenu/Penduduk-Indonesia-
Menurut -Desa-2010.pdf. [15/11/2016 ].

Putra,G.B.S. 2015. Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Minat Berkunjung Dan


Keputusan Berkunjung (Survei pada Pengunjung Taman Rekreasi PT.Selecta,
Kota Batu, Jawa Timur).Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), vol 26, no 2.
Blackwell, R. D., et al. 2 012. Consumer behavior. Singap ore: Cengage Learning
Asia Pte Ltd.

Depdikbud. 1 996. Kamus Besa r Baha sa Indones ia, Ja karta: Bala i Pusta ka.

Depkes. 19 87. Keputusa n Menteri Kesehatan No.6 6/ Menkes / II / 198 7 tenta ng


Pelayanan Ra wat Jala n. Ja karta: Dep kes RI.

______. 1 992. Pera turan Menter i Keseha tan Repub lik Indonesia No: 9 83. Menkes/SK/
1992 tenta ng Pedoman R umah Sakit Umum. Ja karta: Dep kes RI.

______.20 04. Peraturan Menter i Keseha tan Repub lik Indonesia No. 1204/Menkes/
SK/X/2004 tentang Per syaratan Kesehat an Lingkunga n Rumah Sakit. Jakarta:
Depkes RI.

______. Keputus an Menteri Kesehata n Nom or: 129/Menkes/S K/II/20 08 tentang


Standar Pelayanan Minimal Rumah S akit. Ja karta : Dep kes RI. 2008.

Dhiba, I.D.S. 2 014. Analisis Pengaruh Baur Pemasaran Jasa Terhadap Minat
Pengunjung Pada Obyek Wisata Mu seum Kesehatan Dr. Adhy atma, MPH
Surabay a. JMM 17.

Ebeid, A.Y. 201 4. Investigating the Role of Selected Mar keting-M ix Variables in
Formatting Corporate Image in Egy ptian Market. America n Journa l of
Business a nd Management, vol 3, no 4.

Juanim.2004. Analisis Jalur Dalam Riset Pemasaran. Bandung: Fakultas Ekonomi


Universitas Pasundan.
36

Kartika, E.K.2014. Pengaruh Baur Pemasaran Terhadap Niat Beli Ulang


Sepeda Motor Honda Kategori Sport Mid. E-Journal Graduate Unpar, vol
1, no 2.

Karyoto. 2015. Dasar Dasar Manajemen Teori, Definisi dan Konsep. Yogyakarta:
Andi.

Kusumawati, R.D et al. 2014. The Influence of 7Ps of Marketing Mix on Buying
Intention of Music Product in Indonesia. Procedia Engineering 97, pp 1765
1771.

Koontz, H. and H. Weihrich. 2015. Essentials Of Management: An International,


Innovation, and Leadership Perspective (English).10th ed. India: McGraw-
Hill Education.

Koler, P., J.T.Bowen., dan J.C.Makens. 2012. Marketing for Hospitality and
Tourism. Pearson Education Inc.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2012. Principles of Marketing, Global Edition,
14th ed, Pearson Education.

Kotler, P., dan K.L. Keller.2012. Marketing Management, 13th Edition. New
Jersey: Pearson Prentice Hall, Inc.

Lovelock, C., dan Gummesson,E.2011. Service Marketing . New Jersey USA:


Pearson.

Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa , edisi 3. Jakarta: Salemba

Empat.
________________.2014. Manajemen Pemasaran Jasa: Berbasis Kompetensi,
edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Lupiyoadi, R., dan A.Hamdani. 2011. Manajemen Pemasaran Jasa , edisi 2.


Jakarta : Salemba Empat

Morrell, Kevin. 2012. Organizational ,Society and Politics. UK: Palgrave


Macmillan.

Noor, Juliansyah. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana Prenada Media


Group

Notoadmodjo,S. 2010.Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.


37

Oentoro, Deliyanti.2012. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta:


PRESSindo

Pramono., A.G.Suyono., dan S.Sukmawati. Pertimbangan Dalam Membeli Produk


Barang Maupun Jasa. Jakarta: Intidayu Press

Purnamasari et al. 2011.Hubungan Bauran Pemasaran (marketing mix) dengan


Kunjungan Pasien di Unit Rawat Jalan RSIA Pertiwi Makassar FKM .Jurnal
AKK FKM Universitas Hasanudin. Makassar, vol 1, no 1, pp 1-55.

Razak, Ismail.2016. Pengaruh Promosi Dan Harga Terhadap Minat Beli


Pelanggan Indihome Di Propinsi DKI Jakarta. Jurnal Manajemen Bisnis
Krisnadwipayana,vol 4, no 2.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 144. Sekretariat Negara.
Jakarta.

_______________. 2009 . Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah


Sakit. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 5072. Sekretariat Negara.
Jakarta.

Robbins et al. 2015. Management The Essentials, 3rd ed. Australia:Pearson.

Robbins, S.P. dan M.Coulter. 2012. Management. New Jersey: Pearson


Education, Inc.

Sabarguna, B.S. 2011. Buku Pegangan Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit.


Jakarta: Sagung Seto.

Sangadji, E.M., dan Sopiah. 2013. Prilaku Konsumen: Pendekatan Praktis


Disertai:Himpunan Jurnal Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Silalahi, Ulber. 2015. Asas-Asas Manajemen. Bandung: PT.Refika Aditama.

Sudarso, Andriasan.2016. Manajemen Pemasaran Jasa Perhotelan. Yogyakarta:


Deepublish

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:


Alfabeta.
________. 2017. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
38

Sule,E.T., dan K.Saefullah. Pengantar Manajemen, edisi pertama. Jakarta:


Prenadamedia Group.

Sulistyari, Ikanita Novirina.2012. Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas


produk, dan harga Terhadap Minat Beli Produk Oriflame. Diponegoro Journal
Of Management. vol 1, no 1,pp 3-4.

Sumarwan et al. 2011. Riset Pemasaran dan Konsumen. Panduan Riset dan
Kajian: Kepuasan, Perilaku Pembelian, Gaya Hidup, Loyalitas, dan Persepsi
Risiko. Bogor: IPB Press

Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam


Pemasaran, edisi 2. Bogor: Ghalia Indonesia.

______________.2014.Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam


Pemasaran. Bogor :Ghalia Indonesia.

Sunyonto,D., dan F.E.Susanti. 2015. Manajemen Pemasaran Jasa, Merencanakan,


Mengelola dan Membidik Pasar Jasa. Yogyakarta: CAPS.

Tampubolon, E.O.2015. Pengaruh Promosi Terhadap Citra Perusahaan pada


Hotel Resty Menara Pekanbaru. Jom FISIP, vol 2, no 2.

Tjiptono, F., dan G.Chandra. 2012. Pemasaran Strategi.Yogyakarta: ANDI.

Tjiptono, Fandy.2016. Service, Quality dan Satisfaction. Yogyakarta: ANDI.

Umar, Husein. 2002. Metodologi Penelitian Aplikasi dalam pemasaran. edisi 2,


Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

World Health Organization.1947 . Definisi Sehat WHO. http://www.who.int.


[1511/2016 ]

______________________.1957 . Role of Hospitals in Programmes of Community


Health Protection: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/ 40375/1/
WHO_TRS_122.pdf [07/01/ 2017].

Xian,Guo li et al.2011. Corporate, Product, and User Image Dimensions and


Purchas Intentions. Journal of Computers.6(9):1875-1876.

Zeithaml et al. 2013. Service Marketing: Integrating Customer Focus Across the
Firm, 6th ed. Boston: McGraw-Hill.
39