Anda di halaman 1dari 10

materi78.co.

nr BIO 3

Sistem Reproduksi
A. PENDAHULUAN 5) Saluran ejakulasi
Sistem reproduksi adalah sistem yang Adalah saluran pendek penghubung vas
menghasilkan gamet jantan atau betina agar deferens dengan uretra.
makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan 6) Uretra
berikutnya melalui fertilisasi. Adalah saluran pengeluaran sperma dan atau
B. SISTEM REPRODUKSI PRIA urin menuju penis.
Struktur sistem reproduksi pria: Bagian luar
4a 7) Skrotum
Adalah kantung pembungkus testis yang
melindungi testis.
Pada skrotum terdapat dua otot:
3
a. Otot dartos, otot polos yang dapat
5 6
mengerut dan mengendurkan skrotum.
4b 8 b. Otot kremaster, otot lurik yang
mengatur suhu testis.
4c 2
8) Penis
7 1 Adalah alat kopulasi sperma yang terdiri atas:
Bagian dalam a. Bulbus penis, bagian akar penis.
1) Testis (buah zakar) b. Korpus penis, jaringan erektil berongga
Adalah gonad pria yang menghasilkan yang mengandung pembuluh darah dan
sperma dan hormon pada pria, terdiri dari: saraf, terdiri dari:
a. Tubulus seminiferus, saluran berkelok-
korpus
kelok yang menghasilkan sel sperma. cavernosum
b. Sel sertoli, menghasilkan hormon
korpus
estrogen dan nutrisi sel sperma, dan
spongiosum
merangsang spermiasi. uretra
c. Sel Leydig, menghasilkan hormon Ketika ada rangsangan, darah masuk ke
testosteron. jaringan erektil dan penis mengalami
2) Epididimis ereksi.
Adalah saluran berkelok-kelok tempat c. Glans penis, bagian kepala penis.
pematangan dan penyimpanan sementara d. Preputium, kulit pelindung kepala penis
sel sperma sebelum dikeluarkan. yang dipotong sewaktu sirkumsisi.
3) Vas deferens Spermatogenesis adalah proses pembentukan
Adalah saluran lurus yang berujung pada spermatozoa (gamet jantan) oleh testis.
kelenjar prostat, berfungsi menyalurkan Tahap spermatogenesis:
sperma menuju kelenjar vesikula seminalis. spermatogonium
4) Kelenjar kelamin
a. Kelenjar vesikula seminalis (kantung sel sertoli
mani), berjumlah sepasang, meng- spermatosit
hasilkan nutrisi untuk sperma. primer
tubulus
seminiferus spermatosit
b. Kelenjar prostat, berjumlah satu,
sekunder
menghasilkan getah yang mengandung
fosfolipid, kolesterol dan garam. spermatid
c. Kelenjar bulbourethra (Cowper),
berjumlah sepasang, menghasilkan sel-sel
sperma
getah basa.
Sperma yang telah diberi nutrisi dan getah
disebut semen.

SISTEM REPRODUKSI 1
materi78.co.nr BIO 3
dari sel germinal C. SISTEM REPRODUKSI WANITA
spermatogonium 2n dalam tubulus Struktur sistem reproduksi wanita:
seminiferus
Bagian luar (vulva)
mitosis
1) Mons pubis (bukit Venus)
spermatosit Adalah bantalan lemak tempat tumbuhnya
primer 2n rambut pubis.
meiosis I
2) Labium mayora dan labium minora
spermatosit
n n Adalah lipatan besar yang di dalamnya
sekunder
meiosis II terdapat lipatan kecil, yang melindungi
vagina.
spermatid n n n n
3) Klitoris
spermiasi +
nutrisi dari Adalah tonjolan kecil di atas labium yang
sel n n sel sertoli mengandung jaringan erektil seperti penis.
sperma 4) Hymen (selaput dara)

2n : diploid (46 kromosom) Adalah selaput yang melindungi vagina dan


n : haploid (23 kromosom) mengandung banyak pembuluh darah.
Struktur sel sperma: Bagian dalam

3 3
4 1

2 4
2 1
1) Akrosom (kepala), mengandung enzim 5
hialuronidase, protease dan antifertizilin, 6
berfungsi untuk menembus mantel ovum.
2) Nukleus, mengandung materi genetik 1) Ovarium (indung telur)
haploid (n). Adalah gonad wanita yang menghasilkan
3) Leher, mengandung mitokondria yang ovum dan hormon pada wanita.
menghasilkan energi untuk pergerakan sel. Dalam ovarium terdapat struktur folikel
4) Ekor, alat gerak sel sperma untuk berenang. (cangkang) yang melindungi ovum.
Hormon kelamin pada pria antara lain: 2) Fimbrae
1) Follicle Stimulating Hormone (FSH) Adalah jumbai yang menangkap ovum dari
ovarium menuju pangkal oviduk yang
Dihasilkan hipofisis anterior, berfungsi
disebut infundibulum.
menstimulasi spermatogenesis pada
tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk 3) Oviduk (tuba Fallopi)
menghasilkan hormon estrogen. Adalah saluran penghubung ovarium dan
2) Interstitial Cell Stimulating Hormone uterus. Fertilisasi terjadi pada 1/3 awal oviduk.
(ICSH) 4) Uterus (rahim)
Dihasilkan hipofisis anterior, berfungsi Adalah tempat berkembangnya zigot
menstimulasi sel Leydig menghasilkan menjadi bayi. Dinding uterus tersusun atas
testosteron. otot polos dan endometrium.
3) Estrogen 5) Serviks (leher rahim)
Dihasilkan sel sertoli, berfungsi merangsang Adalah corong pembatas uterus dan vagina.
spermiasi. 6) Vagina
4) Testosteron (androgen) Adalah lubang kopulasi yang berhubungan
Dihasilkan sel Leydig, berfungsi dengan vulva.
memunculkan ciri-ciri kelamin sekunder Pada vagina, terdapat selaput yang
pria, mengatur spermatogenesis dan menghasilkan lendir yang disebut kelenjar
spermiasi. Bartholin. Jika ada rangsangan, maka
kelenjar ini akan mensekresikan lendir.

SISTEM REPRODUKSI 2
materi78.co.nr BIO 3
Oogenesis adalah proses pembentukan ovum Hormon kelamin pada wanita antara lain:
(gamet betina) oleh ovarium. 1) Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Tahap oogenesis: Dihasilkan oleh hipofisis anterior, berfungsi
mengatur perkembangan folikel primer
folikel sekunder folikel primer calon
(oosit sekunder) (oosit primer) folikel sampai menjadi folikel de Graaf (dewasa)
folikel de pada ovarium.
Graaf 2) Luteinizing Hormone (LH)
Dihasilkan oleh hipofisis anterior, berfungsi
mengubah folikel de Graaf menjadi korpus
luteum, dan menstimulasi ovulasi.
korpus
albikan 3) Estrogen
oosit
sekunder korpus luteum Dihasilkan oleh folikel de Graaf, berfungsi
memunculkan ciri kelamin sekunder
wanita, dan menebalkan endometrium.
dari sel germinal
oogonium 2n 4) Progesteron
folikel ovarium
Dihasilkan oleh korpus luteum, berfungsi
mitosis
mempertahankan endometrium untuk
(sejak dalam
(ketika anak-anak dan kandungan) persiapan kehamilan.
terhenti sampai Pembentukan hormon kelamin pada wanita
masa pubertas) 2n oosit primer
mempengaruhi siklus menstruasi.
meiosis I
1) Masa pra-ovulasi (proliferase) 7 hari
oosit polosit (terhenti sampai
n n fertilisasi) FSH dan LH mulai dibentuk.
sekunder primer
ovulasi meiosis II FSH meningkat.

ootid n n n n FSH menstimulasi perkembangan folikel


polosit primer menjadi folikel de Graaf.
n sekunder Pembentukan hormon estrogen.
2) Masa ovulasi (subur) 3 hari
2n : diploid (46 kromosom)
n : haploid (23 kromosom) Estrogen meningkat, memicu
peningkatan LH.
Struktur sel ovum:
LH menstimulasi ovulasi dan
3
2 pembentukan korpus luteum.
1 Pelepasan oosit sekunder menuju oviduk.
Oosit sekunder berkembang menjadi
5
ovum. Saat yang tepat untuk terjadinya
6
fertilisasi.
4 3) Masa pasca-ovulasi 14 hari
Progesteron mulai dibentuk.

1) Korona radiata, lapisan pelindung ovum Estrogen dan progesteron meningkat,


terluar yang mengandung hialuronid. memicu penurunan FSH dan LH.

2) Zona pelusida, lapisan pelindung ovum Penebalan endometrium oleh estrogen


tengah yang tebal yang mengandung dan persiapan kehamilan oleh
glikoprotein. progesteron.
3) Membran vitelina, lapisan pelindung ovum 4) Masa menstruasi 7 hari
paling dalam yang transparan. Estrogen dan progesteron turun, memicu
4) Protein kuning telur (sitoplasma) pembentukan FSH dan LH.
5) Nukleus, mengandung materi genetik Peluruhan endometrium dan ovum yang
haploid (n). tidak dibuahi.
6) Polosit, badan polar yang dihasilkan dari
oogenesis.

SISTEM REPRODUKSI 3
materi78.co.nr BIO 3
D. FERTILISASI Implantasi adalah proses pelekatan zigot (fase
Fertilisasi adalah proses bertemunya sel sperma blastula) pada endometrium sehingga menjadi
dengan sel ovum sehingga membentuk zigot. calon bayi yang dapat berkembang.
Mekanisme fertilisasi: Implantasi dilakukan sel luar blastula (trofoblas)
yang membentuk membran kehamilan.
1) Sperma bertemu dengan ovum dalam
oviduk dan menembus mantel ovum. Membran Pembentukan Fungsi
a. Sperma mengenali ovum akibat senyawa sakus sel embrio dan mengangkut
fertizilin. vitelinus pembuluh darah nutrisi
b. Sperma dapat menembus korona radiata penghubung
karena mempunyai enzim hialuronidase. villi korion pembuluh darah
korion
c. Sperma dapat menembus zona pelusida ibu dan embrio
karena mempunyai enzim protease. plasenta memberi nutrisi
2) Korona radiata mengubah ovum yang telah amnion air ketuban melindungi embrio
dibuahi agar tak dapat dimasuki sperma lain. alantois tali pusar (ari-ari) transportasi zat
3) Terjadi peleburan inti sperma (n) dan ovum
Organogenesis adalah proses pembentukan
(n) menjadi zigot (2n).
organ-organ dari embrio.
Kemungkinan jenis kelamin anak:
Lapisan embrionik akan berkembang menjadi:
Ovum Sperma Jenis kelamin
1) Ektoderm berkembang menjadi epidermis
X X perempuan kulit dan derivatnya, sistem saraf, sistem
X Y laki-laki indra, gigi dan rahang.
Jumlah laki-laki lebih sedikit daripada jumlah 2) Mesoderm berkembang menjadi dermis
perempuan karena perbedaan kualitas sperma X kulit, sistem gerak, sistem sirkulasi, sistem
dan kualitas sperma Y. ekskresi, sistem reproduksi.
1) Sperma X bergerak lambat, namun dapat 3) Endoderm berkembang menjadi sistem
bertahan hidup dalam waktu lama. pencernaan, sistem pernapasan, kelenjar
timus, kelenjar tiroid, dan saluran lain.
2) Sperma Y bergerak cepat, namun tidak
dapat bertahan hidup dalam waktu lama. E. KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
Kemungkinan jumlah anak yang dikandung: Kehamilan (gestasi) adalah fase dimana embrio
Kemungkinan Keterangan mulai berkembang menjadi fetus.
Kehamilan terbagi menjadi tiga trimester:
Tunggal 1 ovum dibuahi 1 sperma
1) Trimester I (0-3 bulan), perkembangan
Kembar identik/ 1 ovum dibuah 1
terpusat pada organogenesis.
monozigot (jenis sperma, lalu membelah
kelamin sama, mirip) menjadi dua 2) Trimester II (4-6 bulan), organ tubuh sudah
lengkap, perkembangan terpusat pada
Kembar dizigot
2 ovum berbeda dibuahi anggota badan.
(jenis kelamin sama/
2 sperma berbeda 3) Trimester III (7-9 bulan), penyempurnaan
beda, tidak mirip)
organ dan pertumbuhan yang pesat.
Embriogenesis adalah proses pembelahan zigot
Selama masa kehamilan, oogenesis dihentikan
menjadi embrio.
dan plasenta memproduksi hormon-hormon:
Mekanisme embriogenesis:
Hormon Fungsi
blastosol
Human Chorionic menstimulasi produksi
Gonadotropin hormon estrogen dan
Hormone (HCG) progesteron ibu
zigot morula blastula Estrogen meningkatkan perkem-
bangan fetus dan per-
Progesteron tumbuhan payudara ibu
embrio gastrula
Somatotrophic
ektoderm endoderm meningkatkan
Hormone/Growth
blastosol pertumbuhan organ fetus
archenteron Hormone (GH)

SISTEM REPRODUKSI 4
materi78.co.nr BIO 3
Mekanisme kerja hormon saat masa kelahiran c. KB kontrasepsi (alat)
(persalinan): Contoh: kondom, cervical cap/diafragma,
1) Hormon relaksin dibentuk ovarium dan Intra Uterine Device (IUD)/spiral.
plasenta yang berfungsi meregangkan pubis 4) Sterilisasi, kontrasepsi permanen dengan
simfisis. menghambat saluran kelamin.
2) Pembentukan relaksin memicu penurunan a. Vasektomi, sterilisasi pada pria yang
estrogen dan progesteron, dan pembentuk- dilakukan dengan mengikat vas deferens.
an hormon kortison bayi. b. Tubektomi, sterilisasi pada wanita yang
3) Hormon kortison memicu pembentukan dilakukan dengan mengikat oviduk.
hormon prostaglandin oleh plasenta yang
G. GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI
berfungsi merangsang kontraksi uterus.
Gangguan pada sistem reproduksi antara lain:
4) Kontraksi awal uterus memicu pembentukan
1) Infertilitas, ketidakmampuan menghasilkan
oxytocin oleh hipofisis posterior ibu yang
gamet atau keturunan.
meningkatkan kontraksi uterus.
2) Impotensi, ketidakmampuan penis untuk
Mekanisme kerja hormon saat masa menyusui
melakukan ereksi karena faktor hormon,
(laktasi):
obat-obatan, rokok dan alkohol.
Hormon Fungsi
3) Kriptokordisme, gagal turunnya testis dari
meningkatkan pertum-
Mammotropin rongga perut ke skrotum sewaktu lahir.
buhan payudara ibu
4) Orkitis, peradangan testis akibat Mumpsvirus.
Estrogen mencegah pengeluaran
5) Epididimitis, peradagan epididimis akibat E.
Progesteron ASI saat masa kehamilan
coli dan Chlamydia.
menstimulasi pengeluaran 6) Prostatitis, peradangan kelenjar prostat
Prolaktin
ASI setelah masa kehamilan akibat usia lanjut atau E. coli.
Human Chorionic 7) Pre-menstrual syndrome (PMS), gangguan
Somatomammo- emosi, rasa sakit dan nyeri yang muncul
menyokong prolaktin
tropin Hormone akibat meningkatnya hormon kelamin.
(HCS)
8) Endometriosis, terdapatnya jaringan
F. TEKNOLOGI PADA SISTEM REPRODUKSI endometrium di luar uterus yang me-
nyebabkan rasa nyeri sewaktu menstruasi.
Teknologi pada sistem reproduksi antara lain:
9) Amenore, tidak terjadinya menstruasi dalam
1) Kelahiran sesar, kelahiran yang dilakukan
waktu yang lama.
melalui tindakan operasi, dilakukan apabila
kelahiran normal tidak dapat dilakukan. Penyakit menular seks (STD) adalah penyakit
yang ditularkan melalui hubungan seksual.
2) Bayi tabung, teknologi fertilisasi in-vitro
atau terjadi di luar rahim ibu, dengan cara: Penyakit menular seks antara lain:

a. Fertilisasi dilakukan di media kultur. Penyakit Penyebab Akibat


b. Zigot yang telah membelah dimasukkan turunnya
kembali ke dalam rahim ibu dan ibu AIDS HIV sistem imun
menjalani masa kehamilan seperti biasa. tubuh
3) Keluarga berencana (KB) menggunakan Neiiseria
Gonorrhea kencing nanah
berbagai macam cara untuk mengatur gonorrhoeae
kehamilan ibu. Chlamydia keputihan,
Chlamydia
a. KB alami trrachomatis pendarahan
Contoh: sistem kalender subur. Sifilis (raja Treponema radang alat
b. KB hormon singa) pallidum kelamin
Hormon yang digunakan antara lain Herpes simplex radang alat
Herpes genital
progesteron (mencegah menstruasi), virus kelamin
atau progesteron dan estrogen
(mencegah ovulasi dan menstruasi).
Contoh: pil KB, suntik KB, vaginal ring,
Intra Uterine System (IUS).

SISTEM REPRODUKSI 5
materi78.co.nr BIO 3

Sistem Imun
A. PENDAHULUAN Respon imun adalah cara tubuh merespon
Sistem imun adalah sistem yang membentuk masuknya antigen ke dalam tubuh.
kekebalan tubuh dengan menolak berbagai Respon imun terbagi menjadi:
benda asing yang masuk ke tubuh. 1) Respon imun non-spesifik, tidak mem-
Fungsi sistem imun: beda-bedakan antigen yang diserang.
1) Pembentuk kekebalan tubuh. 2) Respon imun spesifik, menyerang antigen
2) Penolak dan penghancur segala bentuk tertentu dan dapat mengenali kembali jika
benda asing yang masuk ke dalam tubuh. sewaktu-sewaktu antigen yang sama
menyerang kembali.
3) Pendeteksi adanya sel abnormal, infeksi dan
patogen yang membahayakan. Komponen utama sistem imun yang paling
utama adalah bagian lapisan pertahanan ketiga,
4) Penjaga keseimbangan komponen dan
yaitu leukosit.
fungsi tubuh.
Sistem limfa tersusun atas organ-organ limfatik
Sistem imun membentuk beberapa lapisan
yang terdiri dari dua, yaitu:
pertahanan tubuh.
Organ limfatik primer
Lapisan pertahanan tubuh terdiri dari:
1) Sumsum tulang, menghasilkan limfosit.
Lapisan Komponen
Respon imun 2) Timus, tempat pematangan limfosit dari
pertahanan pertahanan
sumsum tulang.
Innate immunity (kekebalan yang diturunkan)
Organ limfatik sekunder
kulit non-spesifik
1) Nodus limfa, adalah titik di sepanjang
Lapisan membran mukosa non-spesifik
pembuluh limfa yang memiliki ruang (sinus)
pertama bakteri alami
non-spesifik yang mengandung limfosit dan makrofag.
apatogen Nodus limfa berfungsi sebagai penyaring
sel fagosit non-spesifik mikroorganisme.
inflamasi non-spesifik 2) Limpa/spleen, fungsinya membuang
Lapisan protein antigen dalam darah dan menghancurkan
non-spesifik eritrosit yang sudah tua.
kedua antimikroba
sel natural killer 3) Tonsil, fungsinya memerangi infeksi pada
non-spesifik saluran pernapasan bagian atas dan faring.
(NK)
Acquired immunity (kekebalan yang didapati) Berdasarkan granula pada plasma, leukosit
terbagi menjadi:
kekebalan
humoral 1) Leukosit granulosit, yaitu leukosit yang
spesifik
plasmanya bergranula, yaitu neutrofil,
Lapisan (limfosit B)
eosinofil dan basofil.
ketiga kekebalan
2) Leukosit agranulosit, yaitu leukosit yang
diperantarai sel spesifik
plasmanya tidak bergranula, yaitu monosit,
(limfosit T)
limfosit B dan limfosit T.
Kekebalan tubuh dibentuk secara:
1) Kekebalan bawaan (innate immunity)
Yaitu kekebalan diturunkan dan ada sejak
lahir.
Kekebalan bawaan melakukan respon imun
non-spesifik dalam waktu yang cepat.
2) Kekebalan adaptif (acquired immunity)
Yaitu kekebalan yang didapatkan dari
pengenalan tubuh terhadap antigen.
Kekebalan adaptif melakukan respon imun
spesifik dalam waktu yang lambat.

SISTEM IMUN 1
materi78.co.nr BIO 3
Perbedaan Neutrofil Eosinofil Basofil Monosit Limfosit B Limfosit T

gambar

sumsum sumsum tulang


tempat sumsum
jaringan limfa sumsum tulang sumsum tulang tulang (berpindah ke
pembentukan tulang
(menetap) timus)
alergi, inflamasi,
alergi, pembentukan mencerna
sinyal kimiawi menghasilkan
pergerakan/ inflamasi, fagositosis antibodi, antigen atau sel
dari daerah histamin (melawan
peningkatan leukemia, fase (makrofag di antibody- tubuh terinfeksi,
terinfeksi, alergen) dan heparin
aktivitas penyembuhan jaringan) mediated cell-mediated
fagositosis (mencegah
infeksi immunity immunity
pembekuan darah)

B. KEKEBALAN DITURUNKAN 6) Interferon


Kekebalan diturunkan (innate immunity) adalah Interferon adalah protein yang dihasilkan sel
kekebalan yang ada sejak lahir, dan melakukan tubuh yang diserang virus.
respon imun non-spesifik dalam waktu cepat. Interferon berfungsi memperingatkan sel lain
Komponen-komponen kekebalan diturunkan: di sekitarnya akan bahaya suatu antigen.
1) Kulit (fisik dan mekanik) Interferon mampu menghambat jumlah sel
Tersusun atas keratin yang sulit ditembus yang terinfeksi, karena mengubah sel di
antigen. Selain itu, terdapat rambut dan pada sekitarnya menjadi tidak dikenali antigen.
saluran pernapasan terdapat silia. 7) Sel natural killer (NK)
2) Membran mukosa (kimiawi) Adalah leukosit yang berjaga di sistem
Membran mukosa menghasilkan enzim peredaran darah dan limfatik.
lisozim yang mengkatalisis penghancuran Sel ini mampu melisis sel kanker dan sel
antigen yang masuk ke tubuh. terinfeksi virus.
Enzim lisozim terkandung dalam: 8) Respon inflamasi
Sekret Tempat Adalah peradangan jaringan yang me-
minyak dan kulit dan membran rupakan reaksi cepat terhadap kerusakan.
keringat mukosa Fungsi inflamasi:
air mata mata 1. Membunuh antigen yang masuk.
ludah mulut 2. Mencegah penyebaran infeksi.
lendir saluran pernapasan 3. Mempercepat proses penyembuhan.
Penyebab inflamasi adalah karena
3) Bakteri alami (biologis)
dihasilkannya histamin oleh sel tiang (mast
Pada tubuh manusia, hidup berbagai macam cell) dan kemokin oleh sel fagosit di jaringan
bakteri alami yang apatogen. Bakteri alami (makrofag), yang menyebabkan:
tersebut akan menghambat perkembangan
Tanda Sebab
bakteri patogen yang masuk ke tubuh.
Warna merah vasodilatasi
4) Sel fagosit
Panas aliran darah cepat
Sel fagosit terdiri atas neutrofil, monosit dan
makrofag. Sel fagosit menghancurkan Peradangan cairan jaringan meningkat
antigen dengan mekanisme fagositosis. pelepasan zat kimia dan
Rasa sakit
5) Protein antimikroba (komplemen) tertekannya sel-sel saraf
Adalah protein yang dihasilkan hati dan Kinerja respon imun non-spesifik:
mengalir dalam darah. Protein antimikroba 1) Jaringan yang terluka mengirim sinyal melalui
menempel pada membran sel mikroba agar: pembentukan histamin dan kemokin.
1. Sel asing mengalami lisis (apoptosis). 2) Histamin akan menyebabkan vasodilatasi
2. Sel fagosit mudah mengenali mikroba. dan menyebabkan plasma darah, trombosit,
3. Merangsang fagosit untuk lebih aktif. dan protein antimikroba dilepas ke jaringan.

SISTEM IMUN 2
materi78.co.nr BIO 3
3) Kemokin akan memanggil neutrofil dan Reaksi antigen-antibodi:
monosit lebih banyak dari peredaran darah 1) Aglutinasi/presipitasi, penggumpalan
untuk melakukan fagositosis. antigen.
C. ANTIGEN DAN ANTIBODI 2) Netralisasi/detoksifikasi, penetralan toksin
Antigen adalah segala bentuk molekul yang yang dihasilkan antigen.
dianggap oleh tubuh sebagai benda asing. 3) Opsonisasi, penandaan patogen/sel
Limfosit mengetahui asing atau tidaknya suatu terinfeksi oleh protein komplemen sebagai
molekul melalui protein penanda yang disebut sinyal kimiawi.
MHC (Major Histocompatibility Complex). 4) Fagositosis, penghancuran patogen/sel
Molekul MHC adalah protein yang terdapat pada terinfeksi.
membran sel di tubuh yang dianggap tidak asing. D. KEKEBALAN DIDAPATI
Suatu antigen yang tidak mengandung molekul Kekebalan didapati (acquired immunity) adalah
MHC akan dianggap asing. kekebalan yang dibentuk tubuh setelah
Macam-macam molekul MHC: mengenali suatu antigen, dan melakukan respon
1) Molekul MHC kelas I, ditemukan di sel-sel imun spesifik dalam waktu lambat.
tubuh, kecuali eritrosit. Komponen-komponen kekebalan didapati
2) Molekul MHC kelas II, ditemukan di sel dilakukan oleh sel-sel limfosit B (antibody-
limfosit T, limfosit B dan makrofag. mediated immunity) dan sel-sel limfosit T (cell-
Limfosit mengenali antigen karena dapat mediated immunity).
berikatan pada epitop antigen. Pembentukan kekebalan humoral (antibody-
Secara umum, antigen spesifik limfosit adalah: mediated immunity) dilakukan setelah respon
imun non-spesifik berhasil dilakukan.
1) Limfosit B, reseptornya mengenali:
Kekebalan humoral dibentuk dari pembentukan
a. Antigen uniselular atau prokariotik,
antibodi oleh sel limfosit B.
misalnya virus dan bakteri.
1) Fragmen antigen yang telah difagositosis
b. Antigen utuh.
tidak dicerna oleh sel fagosit.
2) Limfosit T, reseptornya mengenali:
2) Fragmen tersebut kemudian ditampilkan
a. Antigen multiselular atau eukariotik,
pada sel fagosit untuk diambil pesannya oleh
misalnya jamur, cacing parasit, darah
sel T helper melalui molekul MHC kelas II.
transfusi, sel atau organ transplantasi.
3) Pesan mengenai fragmen antigen kemudian
b. Antigen berupa fragmen.
dikirimkan oleh sel T helper kepada sel B.
Antibodi adalah protein yang menempel pada
Sel limfosit B akan membentuk kekebalan
limfosit B dan dapat mengenali antigen spesifik.
humoral dengan membelah diri.
Antibodi disebut juga immunoglobin (Ig) karena
Macam-macam sel limfosit B:
mengandung protein -globulin.
1) Sel B plasma, mensekresikan antibodi.
Kelas-kelas antibodi:
2) Sel B memori, mengingat antigen spesifik
Kelas Letak Fungsi
yang pernah menyerang tubuh.
reseptor sel B, respon
permukaan sel 3) Sel B pembelah, menambah jumlah sel-sel
IgM imun awal, aglutinasi,
B limfosit B dari pembelahan.
netralisasi
Respon imun pada kekebalan humoral:
pembentuk
ASI, air mata, 1) Respon imun primer
IgA kekebalan pasif bayi,
ludah, lendir Dilakukan dengan aktivasi sel B ke tempat
aglutinasi, netralisasi
yang terinfeksi, lalu membelah membentuk
respon imun antigen
IgG jaringan, darah populasi (klon), dan mensekresikan antibodi
yang sama
bersama-sama, yang kemudian mati ketika
reseptor sel B, infeksi berakhir.
permukaan sel
IgD meningkatkan
B 2) Respon imun sekunder
pembelahan sel B
Dilakukan sewaktu infeksi ulang dengan
reaksi alergi, aktivasi
aktivasi satu sel B memori yang membentuk
IgE jaringan histamin dari basofil
klon, dan mensekresikan antibodi spesifik
dan sel tiang
bersama-sama.

SISTEM IMUN 3
materi78.co.nr BIO 3
Pembentukan kekebalan diperantarai sel Vaksin dibuat dari:
dilakukan jika respon imun non-spesifik gagal 1) Mikroorganisme yang dimatikan.
menahan antigen masuk ke tubuh. Contoh: bakteri penyebab batuk rejan.
Kekebalan diperantarai sel dibentuk dari 2) Strain antigen yang dilemahkan.
mekanisme penghancuran antigen oleh sel
Contoh: virus Rubella yang dilemahkan,
limfosit T.
vaksin BCG, vaksin sabin.
1) Antigen yang lolos dari sel fagosit akan
3) Strain antigen yang hilang patogenitasnya
difagositosis oleh sel-sel tubuh.
karena diisolasi.
2) Fragmen yang telah difagositosis tidak
Contoh: virus influenza.
dicerna oleh sel-sel tubuh.
4) Fragmen antigen yang direkayasa genetik.
3) Fragmen tersebut kemudian ditampilkan
Contoh: penyisipan gen virus hepatitis B ke
pada sel tubuh untuk diambil pesannya oleh
dalam plasmid bakteri yang selanjutnya
sel T sitotoksik melalui molekul MHC kelas I.
menghasilkan antigen.
Sel limfosit T akan membentuk kekebalan
5) Toksin antigen yang dimodifikasi.
diperantarai sel dengan melisis sel tubuh yang
diserang sehingga mengalami apoptosis. Contoh: vaksin dipteri dan tetanus.
Kekebalan ini tidak menghasilkan antibodi. F. PENGGOLONGAN DARAH
Macam-macam sel limfosit T: Penggolongan darah dapat didasarkan oleh:
1) Sel T memori, diprogram untuk mengingat 1) Sistem ABO, dipengaruhi faktor antigen dan
dan mengenali antigen spesifik apabila antibodi darah.
menyerang tubuh sewaktu-waktu. 2) Sistem Rhesus, dipengaruhi faktor antigen
2) Sel T helper, mengontrol pembelahan sel B, protein Rhesus.
pembentukan antibodi dan aktivasi sel T. Aglutinogen adalah antigen yang menempel di
3) Sel T killer (sitotoksik), melisis sel tubuh permukaan eritrosit.
yang diserang antigen. Aglutinin adalah antibodi yang terdapat pada
4) Sel T supresor, menurunkan respon imun plasma darah yang akan bereaksi dengan
yang lebih dari cukup. aglutinogen yang berbeda dari aglutinogen yang
Respon imun primer dan sekunder yang terdapat pada darah. Hal ini akan menyebabkan
dilakukan limfosit T sama dengan cara yang aglutinasi.
dilakukan limfosit B, namun tidak menggunakan Golongan darah sistem ABO:
antibodi. Golongan Antigen Antibodi
E. KEKEBALAN AKTIF DAN PASIF A A anti-b
Kekebalan aktif adalah kekebalan yang B B anti-a
dikembangkan oleh tubuh sendiri. AB A, B -
Kekebalan pasif adalah kekebalan yang dibuat O - anti-a, anti-b
pada tubuh organisme lain.
Cara penentuan golongan darah:
Perbedaan kekebalan aktif dan pasif:
1) Jika darah ditetesi serum anti-a,
Perbedaan Aktif Pasif
a. Terjadi aglutinasi, golongan A/AB.
ingatan dapat tidak dapat
imunologis mengingat mengingat b. Tidak terjadi aglutinasi, golongan B/O.

antibodi yang antibodi dari ibu 2) Jika darah ditetesi serum anti-b,
contoh a. Terjadi aglutinasi, golongan B/ AB.
dibentuk setelah saat dalam
alami
infeksi kandungan b. Tidak terjadi aglutinasi, golongan A/O.
contoh vaksinasi atau penyuntikan Golongan darah sistem Rhesus:
buatan imunisasi antibodi dari luar Golongan Faktor Rhesus

Vaksinasi atau imunisasi adalah pemberian Rh+ +


-
vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh. Rh -
Vaksin adalah antigen yang telah lemah atau
hilang patogenitasnya dan dapat merangsang
ingatan imunologis dan antibodi secara alami.

SISTEM IMUN 4
materi78.co.nr BIO 3
Tabel kecocokan golongan darah pada 4) Penyakit autoimun, yaitu gagalnya sistem
transfusi darah: imun membedakan antigen asing dengan
Donor antigen dalam tubuh.
Resipien
A B AB O Akibat dari penyakit autoimun adalah sistem
imun menyerang tubuh sendiri.
A x x
Contoh penyakit autoimun:
B x x
- Eritematosus lupus sistemik atau lupus,
AB
menyerang organ-organ vital tubuh dan
O x x x dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Donor - Arthritis rheumatoid, menyerang sendi
Resipien
Rh+ Rh- yang diserang oleh bakteri.
Rh+ - Multiple sclerosis, menyerang sistem
saraf (selubung myelin pada sel saraf).
Rh- x
- Anemia pernisisus, menyerang sel-sel
Donor universal adalah golongan darah O darah.
karena dapat memberikan darahnya ke seluruh
5) Penolakan transplantasi dikarenakan tubuh
golongan darah.
menganggap organ transplantasi sebagai
Resipien universal adalah golongan darah AB benda asing atau antigen.
karena dapat menerima darah dari seluruh
Agar tubuh dapat menerima transplantasi,
golongan darah.
biasanya pasien diberikan imunosupresan
Pada kenyataannya, transfusi darah dari untuk menekan sistem imun sementara.
golongan darah berbeda sangat dihindari, karena
6) Erithroblastosis fetalis, yaitu kelainan yang
menimbulkan resiko yang besar.
muncul akibat perkawinan suami-istri beda
G. GANGGUAN PADA SISTEM IMUN Rhesus (istri dengan Rhesus ), biasanya
Beberapa penyakit dan kelainan pada sistem terjadi pada kehamilan setelah kehamilan
imun manusia: bayi dengan Rhesus +.
1) Alergi (hipersentivitas), yaitu respon imun
tubuh berlebih terhadap alergen (benda
asing dan antigen) baik yang membahayakan
maupun tidak.
Alergi di negara berkembang umumnya
dipicu debu yang dihasilkan tungau,
sedangkan di negara maju dipicu serbuk sari.
Gejala yang ditimbulkan alergi misalnya
ruam, hidung berlendir, mata berair dan
bersin.
2) Anapylactic shock, yaitu alergi tingkat
tinggi, dimana seluruh bagian tubuh
mengalami inflamasi.
3) Defisiensi imun, yaitu tidak bekerja atau
terganggunya salah satu atau seluruh
komponen sistem imun.
Contoh:
SCID (Severe Combined Immunodeficiency),
adalah kegagalan imunitas humoral dan
imunitas diperantarai sel untuk bekerja.
AIDS (Acquired Immunodeficiency Virus),
yaitu penyakit yang disebabkan oleh HIV
yang menyerang sel T helper yang
menurunkan kekebalan tubuh, sehingga
rentan terkena penyakit.

SISTEM IMUN 5