Anda di halaman 1dari 8

Nama : Gustiyan Islahuzaman

NIM : 24010216130090

Kelas :B

TUGAS BAHASA INDONESIA


Bumi itu bulat atau datar ????
Sekarang ini di Indonesia maupun di dunia lagi panas-panasnya membahas bentuk
bumi itu bulat atau datar. Teori bumi datar atau yang sering disebut dengan flat earth memiliki
komunitas yang cukup besar yang tersebar diseluruh penjuru dunia sehingga tidak bisa
dianggap sebelah mata. Penulis akan memamparkan beberapa teori yang mendukung bumi
datar dan bumi bulat. Sebelum membahas lebih lanjut, perdebatan soal bentuk Bumi sudah
terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk datar, seperti
budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno. Begitu pula dengan periode awal Mesir
dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai piringan datar yang mengambang di
laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga percaya bahwa Bumi itu datar. Pada abad ke-6 SM,
kembali muncul kosep Bumi yang bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini
dikemukakan oleh Pythagoras. Teori bumi bulat atau heliosentrik dengan matahari sebagai
pusat tata surya sudah dikenalkan sejad abad 420 SM oleh Martianus Capella. Sedangkan teori
bumi datar sebagai pusat alam semesta, disebut Geosentrik, dikemukakan pertama kali oleh
Ptolemeus atau Ptolemy. Ilmuwan keturunan Yunani-Mesir yang hidup di zaman Romawi.
Ada beberapa perbedaan argumen antara penganut teori bumi datar dan bumi bulat yang dapat
disimak dalam penjelasan sebagai berikut.
1. Satelit
Dikutip dari kumparan.com : Penganut Teori Bumi Datar meragukan
keberadaan satelit-satelit yang mengudara di atmosfer. Sebanyak 3.000 satelit yang
menurut NASA mengorbit bumi di angkasa, tidak dipercayai keberadaannya oleh
mereka. Mereka mengatakan, gambar-gambar satelit di angkasa yang beredar selama
ini juga merupakan hasil rekayasa CGI. Argumen mereka, jika ada ribuan teleskop di
dunia ini yang mampu melihat dan memotret planet, bintang, dan benda langit lainnya,
kenapa tidak ada satupun yang dapat melihat dan memotret satelit?. Sementara
Penganut Teori Bumi Bulat menjelaskan penyebab tak ada teleskop di bumi yang bisa
menangkap wujud satelit di langit ialah karena ukuran satelit yang amat kecil jika
dibandingkan dengan planet, bintang, dan benda langit lainnya. Dengan demikian,
wajar jika planet, bintang, dan benda langit bisa teramati dengan lebih jelas oleh
teleskop, karena ukurannya yang besar. Penulis lebih setuju dengan pendapat Penganut
Teori Bumi Datar karena logikanya jika satelit yang berjumlah 3000an tersebar
mengelilingi bumi maka seharusnya bisa terlihat lewat teleskop. Namun, kenyatannya
belum ada yang bisa melihat satelit melalui teleskop yang katanya bisa melihat bintang
dan planet yang jaraknya jutaan tahun cahaya. Sedangkan penganut teori bumi bulat
beranggapan bahwa satelit itu ada buktinya ada GPS dan parabola yang menggunakan
jaringan satelit secara langsung. Hal tersebut memang logis untuk dijadikan bukti oleh
penganut teori bumi bulat yang rata-rata orang awam. Namun, hal tersebut sebenarnya
sudah banyak dipatahkan oleh para ahli yang percaya bahwa bumi itu datar.
2. Horizon
Ini beberapa pendapat dari para pengikut teori bumi datar yang penulis
rangkum diantaranya yaitu dikutip dari antaranews.com : Eric Dubay telah
mengumpulkan berbagai bukti yang disajikannya secara sistematis dalam bab-bab
panjangnya. Ia membahas mengapa bumi yang sebenarnya diam, tidak berputar,
berlanjut pada bab air diam adalah air yang datang.Selanjutnya ia membahas tentang
kaki langit yang selalu horizontal, non-kurvatur bumi datar yang dapat diukur,
pencerahan mengenai bumi datar melalui mercusuar, hingga terusan dan rel kereta
api yang membuktikan bumi itu datar. Dikutip dari dream.co.id : Jika Bumi benar-
benar bulat, kata dia, aliran sungai, seperti Mississipi, akan berbalik dan tidak akan
sampai ke laut. Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa
melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka. Jalur kereta api
dari London ke Liverpool memiliki panjang 180 mile. Jika Bumi benar-benar bulat,
maka jalur itu memiliki ketinggian 5.400 kaki di atas Birmingham. Sedangkan penganut
teori bumi bulat berpendapat bahwa Dari perjalanan yang pernah dilakukan dilakukan,
orang-orang Yunani mengetahui bahwa Bintang Utara tampak lebih rendah di langit
bila pengamat berada lebih ke selatan (karena terletak di atas kutub Utara). Bintang
Utara berada tepat di atas ubun-ubun seorang pengamat di Kutub Utara, dan di atas
horizon bila ia di khatulistiwa). Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat. Kapal yang
muncul dan tenggelam di horizon (batas terjauh yang bisa teramati). Apabila ada kapal
yang berlayar menjauhi kita, maka badan kapal tersebut akan tenggelam terlebih
dahulu di horizon. Begitu pula sebaliknya, bagian atas kapal akan terlihat terlebih
dahulu di horizon apabila mendekati kita. (dikutip dari zenius.net)
Berdasarkan pernyataan diatas, penulis ingin memberikan argumen terhadap
peristiwa kapal yang muncul dan tenggelam di horizon berdasarkan pengalaman yang
penulis alami. Sebenarnya hal ini tidak bisa dijadikan sebagai bukti bahwa bumi itu
bulat karena kejadian tersebut terjadi karenanya adanya perspektif pandangan manusia
yang terbatas yang seakan-akan membuat kapal menghilang ditengah horison. Hal ini
juga sudah dibuktikan lewat percobaan ilmiah yang videonya sudah tersebar banyak di
youtube.
3. Antartika
Kubu Bumi Datar mengajukan fakta bahwa selama ini perjalanan mengelilingi
dunia hanya dilakukan dari timur ke barat, dan sebaliknya. Tidak pernah ada yang
bisa mengelilingi dunia dari utara ke selatan, khususnya melewati Antartika atau kutub
selatan. Mereka menyatakan, Antartika adalah tembok es yang mengelilingi bumi
datar. Penyataan tersebut dibantah oleh Kubu Bumi Bulat. Mereka mengatakan,
sebenarnya sudah ada beberapa penerbangan yang melintasi kutub selatan. Hal itu
misalnya dapat dilihat pada tulisan-tulisan yang menerangkan tentang polar route
(rute perjalanan melintasi kutub). Namun, penerbangan melintasi kutub selatan
memang tidak bisa dilakukan setiap saat, tetapi tergantung faktor cuaca. Inilah kenapa
maskapai-maskapai penerbangan tidak bisa menjadwalkan penerbangan melintasi
Kutub Selatan secara reguler. Apalagi cuaca di kutub selatan bisa sangat ekstrem,
dengan suhu mencapai -40C yang dapat membekukan mesin jet sehingga
membahayakan nyawa seluruh penumpang pesawat. (dikutip dari kumparan.com).
Pada kutipan tersebut dijelaskan bahwa penerbangan melintasi kutub selatan
tidak bisa karena faktor cuaca yang ekstrem, padahal di kutub utara sendiri yang sama-
sama memiliki suhu yang ekstrem tetap bisa dilintasi oleh pesawat. Jadi menjadi
pertanyaan besar mengapa di zaman yang modern ini pesawat-pesawat dilarang
melintasi kutub selatan (Antartika) dengan alasan keamanan, cuaca ekstrem dan alasan
tak logis lainnya.
Dari berbagai sumber diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa baik teori bumi
datar maupun bumi bulat memiliki dasar-dasar yang sama kuat. Dan sejatinya teori-
teori tersebut adalah ilmu pengetahuan yang perlu dipelajari bukan sebagai bahan caci
maki. Sebenarnya semua hal ini kembali kepada anda karena andalah yang menentukan
mana yang benar mana yang salah.
LAMPIRAN
ARTIKEL 1

"Flat Earth" pengungkap bukti ilmiah bumi


datar
Jumat, 13 Januari 2017 19:33 WIB | 79. 2 Views

Oleh Hanni Sofia Soepardi

The Flat Earth Conspiracy menjadi sebuah buku yang hadir untuk menolak
kemapanan yang telah berjalan selama 500 tahun terakhir. Buku karya Eric Dubay
yang diterbitkan di Indonesia oleh Bumi Media tersebut seakan menjadi pengungkap
fakta yang disembunyikan selama 500 tahun sekaligus menyajikan bukti-bukti ilmiah
bahwa bentuk bumi bukan bulat melainkan datar! Buku setebal 416 halaman tersebut
pada awal pembahasannya mempertanyakan kebenaran bumi itu bulat dengan
berbagai pertanyaan filosofis yang mencengangkan. Bahkan Lacantius dalam On The
False Wisdom of The Philosophers pun turut dikutip pernyataannya dalam buku
tersebut. "Sebuah bola di mana orang-orang di sisi lain menjalani hidup dengan kaki
di atas dan kepala di bawah di mana air hujan, salju, dan hujan es jatuh ke atas, di
mana pepohonan dan tanaman pangan tumbuh terbalik, dan langit lebih rendah
daripada daratan? Keajaiban dunia kuno tentang Taman Bergantung Babilonia
menjadi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan bentangan lahan, laut, kota,
dan pegunungan yang diyakini oleh para filsuf pagan menggantung dari bumi tanpa
penyangga!" kata Lacantius. Sementara Eric Dubay sendiri, sang penulis, menggugat
konsep Copernicanism yang menganggap bahwa bumi berotasi pada sumbunya dan
mengelilingi matahari pada orbitnya.Ia pun mengutip pendapat Marshall Hall tentang
Exposing The Copernican Deception. "Ini adalah sebuah konsep yang telah bercokol
di benak manusia sebagai dasar kokoh pengetahuan manusia modern yang
tercerahkan. Hampir semua orang di mana-mana telah diajarkan untuk percaya dan
memang percaya bahwa konsep ini didasari sains objektif dan penalaran sekuler yang
tidak memihak. Eric Dubay telah mengumpulkan berbagai bukti yang disajikannya
secara sistematis dalam bab-bab panjangnya. Ia membahas mengapa bumi yang
sebenarnya diam, tidak berputar, berlanjut pada bab air diam adalah air yang
datang.Selanjutnya ia membahas tentang kaki langit yang selalu horizontal, non-
kurvatur bumi datar yang dapat diukur, pencerahan mengenai bumi datar melalui
mercusuar, hingga terusan dan rel kereta api yang membuktikan bumi itu datar.
Menurut Dubay, bulan menghasilkan cahaya sendiri dan semi-transparan, sementara
kedudukan matahari dan bulan yang beroposisi dianggapnya seimbang, sama di langit.
"Bumi bukan planet, planet hanyalah bintang, dan bintang bukan matahari," hal itu
dibahasnya tersendiri dalam sebuah bab pada halaman 179. Dubay sekaligus
menegaskan sikap bahwa relativitas tidak ada dan gravitasi juga tidak ada, sedangkan
gerhana total pikiran. Ia membuktikan sejumlah eksperimen dan pendapat meliputi
tentang pelayaran keliling dunia dan hilangnya lambung kapal, bukti bandul foucault
dan efek coriolis, hingga kultus penyembah matahari globalis Mason dalam NASA.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/606573/flat-earth-pengungkap-bukti-
ilmiah-bumi-datar
ARTIKEL 2

Ini 10 Bukti Bumi Berbentuk Datar,


Menurut Kamu?
Reporter : Eko Huda S | Kamis, 21 Juli 2016 17:30

Dream - Anda masih yakin bahwa Bumi berbentuk bulat? Cobalah baca buku karya
Eric Dubay. Penulis ini mengajukan sejumlah bukti untuk meyakinkan orang jika
planet yang kita tinggali ini ternyata datar.
Pemikiran Dubay dituliskan dalam buku The Atlantean Conspiracy: 200
Proofs The Earth Is Not A Spinning Ball. Dalam buku ini pula dia menuding bahwa
Bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa.
Menurut dia, NASA dan astronomi modern mempertahankan pendapat bahwa
Bulan itu padat dan berbentuk bulat. Pendapat sama juga dipakai untuk
mempertahankan teori bahwa manusia hidup dan menjejakkan kaki di atas Bumi yang
melayang. Mereka mengklaim Bulan merupakan benda langit yang tak bercahaya
dan memantulkan sinar Matahari, kata Dubay, dikutip Dream dari Metro.co.uk,
Kamis 21 Juli 2016. Kenyataannya adalah, bagaimanapun juga, Bulan bukan sesuatu
yang padat, ini jelas-jelas sebuah lingkaran, tambah dia. Perdebatan soal bentuk
Bumi sudah terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk
datar, seperti budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno. Begitu pula
dengan periode awal Mesir dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai
piringan datar yang mengambang di laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga
percaya bahwa Bumi itu datar. Pada abad ke-6 SM, kembali muncul kosep Bumi yang
bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini dikemukakan oleh Pythagoras.
Lantas, apa saja bukti yang dipakai Dubay untuk mendukung pendapatnya bahwa
Bumi berbentuk datar?
Sumber : https://www.dream.co.id/news/ini-10-bukti-bumi-berbentuk-datar-
menurut-kamu-160721d.html
ARTIKEL 3

Adu Argumen: Bumi Datar vs Bumi Bulat

Perdebatan soal bumi datar dan bumi bulat kembali mencuat. Sekelompok orang yang
tergabung dalam Komunitas Bumi Datar (Flat Earth Society) mencoba menggugat
teori mapan yang menyatakan bumi adalah bulat.
Adu argumen antardua kubu yang memiliki keyakinan berbeda terhadap bentuk bumi
dapat dirangkum secara sederhana sebagai berikut.
1. Satelit
Kubu Bumi Datar menyangsikan keberadaan satelit-satelit yang mengudara di
atmosfer. Sebanyak 3.000 satelit yang menurut NASA mengorbit bumi di angkasa,
tidak dipercayai keberadaannya oleh mereka. Mereka mengatakan, gambar-gambar
satelit di angkasa yang beredar selama ini juga merupakan hasil rekayasa CGI.
Argumen mereka, jika ada ribuan teleskop di dunia ini yang mampu melihat dan
memotret planet, bintang, dan benda langit lainnya, kenapa tidak ada satupun yang
dapat melihat dan memotret satelit? Sementara Kubu Bumi Bulat menerangkan
penyebab tak ada teleskop di bumi yang bisa menangkap wujud satelit di langit ialah
karena ukuran satelit yang amat kecil jika dibandingkan dengan planet, bintang, dan
benda langit lainnya. Dengan demikian, wajar jika planet, bintang, dan benda langit
bisa teramati dengan lebih jelas oleh teleskop, karena ukurannya yang besar. Kubu
Bumi Bulat juga memberikan contoh rekaman video wujud satelit sangat kecil yang
terekam oleh teleskop, andai Kubu Bumi Datar bisa percaya bahwa video tersebut
benar-benar merekam tampakan satelit yang sesungguhnya.
2. Antartika
Kubu Bumi Datar mengajukan fakta bahwa selama ini perjalanan mengelilingi dunia
hanya dilakukan dari timur ke barat, dan sebaliknya. Tidak pernah ada yang bisa
mengelilingi dunia dari utara ke selatan, khususnya melewati Antartika atau kutub
selatan. Mereka menyatakan, Antartika adalah tembok es yang mengelilingi bumi
datar.
Ilustrasi bumi datar dengan kutub selatan di tepi. (Foto: Wikimedia Commons)
Penyataan tersebut dibantah oleh Kubu Bumi Bulat. Mereka mengatakan, sebenarnya
sudah ada beberapa penerbangan yang melintasi kutub selatan. Hal itu misalnya dapat
dilihat pada tulisan-tulisan yang menerangkan tentang polar route (rute perjalanan
melintasi kutub).
Namun, penerbangan melintasi kutub selatan memang tidak bisa dilakukan setiap saat,
tetapi tergantung faktor cuaca. Inilah kenapa maskapai-maskapai penerbangan tidak
bisa menjadwalkan penerbangan melintasi Kutub Selatan secara reguler. Apalagi
cuaca di kutub selatan bisa sangat ekstrem, dengan suhu mencapai -40C yang dapat
membekukan mesin jet sehingga membahayakan nyawa seluruh penumpang pesawat.
Sumber : https://kumparan.com/utomo-priyambodo/adu-argumen-bumi-datar-vs-
bumi-bulat

ARTIKEL 4

Mana yang benar: Bumi bulat atau Bumi


datar?
Halo! Artikel blog Zenius kali ini akan membahas tentang bentuk bumi.
Sebenernya materi bentuk bumi merupakan materi IPA kelas 3 SD dan sudah
diketahui oleh manusia sejak 2300 tahun yang lalu. Tapi berhubung akhir-akhir ini
banyak yang mendebatkan, jadi ga ada salahnya kita flashback jauh ke belakang
sekaligus mengenang masa kecil kita masing-masing. Akhir-akhir ini di berbagai
media sosial rame banget dibahas tentang bumi yang berbentuk datar (flat earth). Ga
cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan bumi datar pun sempet rame dan cukup
banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Guru-guru yang diharapkan bisa men-
counter hal ini ga jarang ikut-ikutan terbawa arus. Berikut ini curhatan salah satu siswa
di email zenius:
Zenn, plis banget kali ini saya minta bikin artikel tentang mana yang benar
antara bumi datar atau bumi bulat (gak bulat bgt sih). Sekolah saya udah gaduh. Guru-
guru saya udah mulai percaya teori bumi datar. Angkatan kakak kelas saya juga udah
mulai gabener. Masa promosi ekskul malah nyinggung-nyinggung kalo bumi itu datar.
Masalahnya bawa-bawa ayat-ayat kitab agama tertentu. Saya cuma takut kita anak-
anak Indonesia pemikirannya malah mundur. Karena udah terjadi di lingkungan
sekolah saya. pliss banget zenn biar semua cerah terang benderang. Gaada lagi
propaganda benci negara-negara tertentu karena membeberkan teori bohong. plissss
zen saya mohon dengan sangat. Kalau bisa narasumbernya dicantumkan (yang
terpercaya). mohon ya zennn. Wew sampe segitunya ya? Selain email tersebut, Zenius
juga menerima banyak banget request dari para user maupun followers untuk ikut
membahas masalah ini. Sebenernya udah banyak artikel di internet yang udah
membahas sih, tapi ga ada salahnya juga zen ikut-ikutan bahas.
Sumber : https://www.zenius.net/blog/12699/bumi-bulat-datar