Anda di halaman 1dari 10

Bab III

Analisa Roda Daya ( Fly Wheel )

Roda daya ( fly wheel ) adalah sebuah massa yang berputar yang
dipergunakan sebagai penyimpan tenaga / energi didalam sebuah mesin. Energi
yang disimpan dalam roda daya berupa energi kinetik yang besarnya adalah
EK= Io2
; dimana Io adalah momen inersia massa dari roda daya terhadap sumbu
putarnya. Prinsip dasar kerja roda daya adalah menyimpan energi pada saat
putaran mesin bertambah dan pada saat mesin membutuhkan energi roda daya
memberikan energi yang tesimpan.
Ada 2 jenis mesin yang memanfaatkan roda daya dalam pengoperasiannya,
yaitu :
a. mesin-mesin penggerak ( motor bakar, generator listrik, dll).
b. mesin-mesin pembuat lubang atau mesin penghancur batu.
Pada mesin otomotif (motor bakar), misalnya pada motor 4 langkah,
dimana langkah yang menghasilkan tenaga hanya terjadi sekali pada setiap 4
langkah torak, maka roda daya akan memberikan energi simpanannya pada 3
langkah lain yang tidak menghasilkan tenaga.
Sedangkan pada mesin-mesin pelubang dan pemecah, energi akan
dikumpulkan terlebih dahulu dengan cara memutar roda daya pada putaran
tertentu dengan jangka waktu tertentu pula sehingga pada saat mesin
membutuhkan energi yang sangat besar ketika melakukan pelubangan /
pemecahan, roda daya dapat akan melepaskan energi simpanannya. Dengan
demikian kebutuhan energi yang sangat besar untuk membuat lubang dapat
dikurangi.

3.1 Koefisien Fluktuasi Kecepatan


Koefisien fluktuasi kecepatan ( ) adalah variasi kecepatan yang diijinkan pada
roda daya dan didifinisikan sebagai :
1 2 V1 V2
= atau =
V
keterangan :
1 = kec. sudut maksimum roda daya;

40
2 = kec. sudut minimum roda daya
1 2
= kec. sudut rata-rata roda daya =
2
V1 = kec. maksimum suatu titik pada roda daya;
V2 = kec. minimum suatu titik pada roda daya
V1 V2
V = kec. rata-rata suatu titik pada roda daya ;V =
2
Harga koefisien fluktuasi kecepatan yang biasa digunakan dalam praktek
berkisar antara 0,02 untuk genetaror listrik sampai dengan 0,2 untuk mesin
pemecah batu, mesin pelubang ( punch ) dan mesin mesin giling.

3.2 Menentukan Berat Roda Daya


Apabila 1 = kec. sudut maksimum roda daya
2 = kec. sudut minimum roda daya
Io = momen inersia massa roda daya terhadap sumbu putarnya.

Maka perubahan energi kinetik ( Ek ) roda dayapada kecepatan maksimum


dan kecepatan minimumnya adalah

Ek = Io 12 - Io 22

= Io (12 22) = Io (1 + 2) (1 - 2 )


= Io (1 + 2) (1 - 2 )

1 2 1 2
= Io = Io
2
= Io 2

Bila k = jari-jari girasi roda daya thdp. sumbu putarnya.

W = berat roda daya

W 2 W 2 g.Ek
maka Io = k dan Ek = k 2 , sehingga W =
g g k 2 2

41
Apabila r = radius rata-rata roda daya, dan berat roda daya diasumsikan
terkonsentrasikan pada radius rata-rata, maka:
V
jari jari girasi (k) = radius rata-rata (r) dan =
r
V1 V2
Dengan menggantikan V = , maka :
2

gEk V1 V2
2
gEk
W= =
V1 V2 2 V 2
V

2 gEk
Atau W= 2 2
V1 V2

Bila roda daya berupa disk ( piringan ) maka momen inersia massanya adalah :

W
Io = ( ) R2
g

W W V2
sehingga harga Ek = ( ) R2 2 = = ( ) R2 2
g g R

2 gEk
atau W=
V 2

Berat sesungguhnya dari rim roda daya dapat diambil sebesar 90 % dari
berat yang dihitung dengan rumus-rumus diatas untuk memperhitungkan efek-
efek lengan dan hub roda daya dan badian lain yang ikut berputar.
Dan dengan mempertimbangkan gaya sentrifugal yang terjadi akibat
putaran, maka kecepatan roda daya maksimum untuk material baja adalah
40 m/detik dan untuk besi tuang adalah 30 m/detik.

42
3.3 Aplikasi Pemakaian Flywheel Pada Mesin Punch
Suatu lubang berdiameter (d) = 20 mm pada plat AISI 1030 setebal 22
mm. Mesin punch yang dipergunakan dapat menghasilkan 30 lubang setiap
menit, sedangkan waktu proses actual pelubangan adalah 10% waktu antar
pelubangan. Motor penggerak yang dipergunakan mempunyai putaran 210 rpm.
Apabila semua gesekan dan buatlah perhitungan apabila :\
1). Proses pelubangan tanpa menggunakan flywheel.
2). Proses pelubangan apabila menggunakan flywheel.
Analisis :
Waktu untuk setiap pelubangan adalah :

Waktu aktual untuk pelubangan adalah :

AISI 1030 = 360 N/mm2


= atau F = . A ;dan A = . d . t

dengan A = luas bidang potong


d = diameter lubang = 20 mm
t = tebal plat = 22 mm
= tegangan geser plat.= 360 N/mm2
sehingga: F = .A = ..d.t
= 360 N/mm2 . . 20 mm . 22 mm
= 497.630 N
Grafik dari gaya selama pelubangan actual sebagai fungsi langkah adalah
seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini

punch F max
punchp
Gaya
unch
plat
t

die

langkah
h
Gambar 3.1 Grafik kerja versus langkah pada proses
punching

43
Kerja yang diperlukan untuk 1 kali pelubangan sama dengan luasan
daerah yang diarsir pada grafik gaya sebagai fungsi dari langkah. Pendekatan
dengan asumsi luasan sebagai sebuah segitiga, maka kerja untuk satu kali
pelubangan adalah :
W= luasan kerja luas segitiga !!

Sehingga: W=

Berikut ini adalah perhitungan tenaga yang dibutuhkan apabila mesin


punch menggunakan flywheel dan tanpa flywheel.
1) Tanpa flywheel
Waktu aktual 1 kali pelubangan (atime) =

Tenaga aktual dalam 1 pelubangan dalam waktu detik ( N )


N = W/ atime = 5474 Nm / 0,2 detik
= 27370 Nm/detik = 27,37 kW
Apabila semua efisiensi sistem diperhitungkan maka ukuran motor listrik
yang dibutuhkan mencapai 54 kW
2) Dengan menggunakan flywheel
Tenaga yang harus diberikan flywheel adalah 5474 Nm dalam waktu 1/5
detik. Tenaga tersebut diatas diberikan oleh motor dalam waktu 2 detik.
Jadi dalam waktu 1 detik motor memberikan tenaga sebesar :
N=

Sehingga apabila efisiensi system diperhitungkan, maka ukuran motor


listrik yang dibutuhkan hanya sebesar maksimum 6 kW.
3) Menentukan berat flywheel
Untuk menentukan berat flywheel , perhatikan grafik kerja versus waktu berikut
ini.
g

b i f h c

a e d
9/5 1/5
detik detik
2 detik

Gambar 3.2 Grafik kerja versus waktu pada proses punching

44
Luas a b c d a = kerja yang diberikan motor selama 2 detik

Luas e f g h d e = kerja yang diperlukan selama pelubangan aktual


= 5474 Nm
Luas e i c d e = kerja yang diberikan motor listrik selama waktu
pelubangan actual
= 1/10 . ( 5474 Nm)
= 547,4 Nm.
Maka kerja yang diberikan flywheel selama waktu pelubangan (E) adalah,
= (luas e f g h d e ) (luas e i c d - e)
= 5474 Nm 547,4 Nm
= 4926,4 Nm.

Bila diameter rata-rata flywheel adalah = 75 cm, maka kecepatan maksimum


flywheel adalah :
.

Bila pengurangan kecepatan yang diijinkan adalah 10%, maka kecepatan


minimum flywheel adalah

Berat flywheel (m) adalah :


m= =

Bila flywheel adalah jenis rim, maka berat flywheel = 90% x 7431,6 N = 6688,4 N

3.4 Analisis Flywheel Pada Otomotif

Pemakaian flywheel pada otomotif dimaksudkan agar putaran yang dihasilkan


mesin rata. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut :

Pada saat mesin kelebihan tenaga, maka kelebihan tenaga ini akan
disimpan dalam flywheel berupa 45nergy kinetikflywheel.

45
Sedangkan pada saat mesin kekurangan tenaga, maka flywheel akan
memberikan simpanan tenaganya.

Untuk menentukan berat flywheel yang diperlukan, tinjauan dilakukan pada motor
empat langkah silinder tunggal. Dalam hal ini, berat flywheel ditentukan oleh
tenaga maksimumyang harus disimpan flywheel dalam satu langkah (2 putaran
engkol). Besarnya tenaga dari mesin dapat dilihat dari torsi keluaran (output
torsion) yang dihasilkan engkol.

Gambar berikut adalah skema kerja motor 4 langkah dan grafik dari torsi
keluaran yang dihasilkan engkol sebagai fungsi sudut engkol.

1. Langkah Tenaga 2. Langkah Pembuangan 3. Langkah Hisap 4. Langkah Kompresi

Gambar 3.3 Skema prinsip kerja mesin otomotif 4 langkah

46
Gambar 3. 4 Grafik Torsi Keluaran vs Sudut Engkol
Luasan yang diarsir yang berada di atas garis nol menunjukkan terjadinya
penambahan tenaga, yang dapat diartikan terjadi penambahana kecepatan.
Sedangkan luasan arsiran yang berada di bawah garis nol menunjukkan
terjadinya pengurangan tenaga dan dapat diartikan terjadi pengurangan
kecepatan.
Jumlah luasan yang diarsir menunjukkan kerja mesin tiap langkah (2
putaran).Dan ordinatnya didapat dengan membagi kerja mesin tiap langkah
tenaga dengan 2 ( 2 R ), dimana R adalah jari-jari engkol.
Luas arsiran yang berada di atas garis nol terbesar berada paling kiri dan
yang terkecil di sisi kanan. Penambahan kerja terbesar terjadi pada langkah
tenaga dari titik A sampai B. Jadi kecepatan mesin maksimum terjadi di titik B
dan kecepatan minimum di titik G.
Penambahan tenaga secara maksimum oleh flywheel dimulai pada saat
kecepatan mesin minimum di titik G sampai mulai mesin mencapai kecepatan
maksimum di titik B seperti ditunjukkan oleh (luasan I) + (luasan VII) (luasan
VIII).
Jadi penambahan tenaga maksimum dalam 1 kali langkah tenaga adalah :

E = (luas I) + (luas VII) (luas VIII)

47
Berat flywheel yang diperlukan dihitung dengan persamaan berikut :


W=
2

Dan apabila flywheel berupa disk, berat flywheel dihitung dengan


persamaan berikut:
2
W=
2
Catatan :
Pada analisis untuk flywheel disini terdapat beberapa asumsi, antara lain:
beban dianggap konstan
kecepatan mesin dianggap konstan, dengan demikian percepatan engkol
nol.
kecepatan rata-rata flywheel dianggap sama dengan kecepatan kerja
mesin (engkol)
Asumsi-asumsi di atas akan menyebabkan penyimpangan / kesalahan
perhitungan sangat kecil.

48
Soal-soal
1. Diketahui : Sebuah skematis diagram proses mesin pelubang sebagai berikut

Roda gigi 2 poros engkol flywheel


bantalan

Roda gigi 1
ram
punch
plat S45C
Motor listrik
die

Put. motor listrik 1440 rpm, jumlah gigi pada roda gigi 1 = 60, roda gigi 2 = 240
Tebal plat = 15 mm, diameter punch = 20 mm, t = 700 N/mm2
flywheel = 600 mm, terbuat dari baja dengan = 7,8 kg/cm3
Kemampuan mesin membuat lubang adalah 60 lubang/menit dan waktu proses
pelubangan aktual adalah 1/3 waktu siklus.
Tentukan : a. Ukuran daya motor tanpa flywheel dan bila dengan flywheel.
b. Bila drop kecepatan max. 10% dan tentukan berat dan tebal
flywheel yang berbentuk plat rata (flat disk flywheel),

2. Sebuah pulley 75 mm dipasang pada motor listrik yang memiliki putaran


1440 rpm, dihubungkan dengan menggunakan V belt untuk menggerakkan
pulley yang 750 mm sebagai penggerak poros flywheel pada sebuah mesin
punch yang berkapasitas pelubangan 60 lbg / menit.
Bila sebuah lubang 18 mm pada selembar plat St.60 yang tebalnya 22 mm
hendak dibuat dengan menggunakan mesin punch ini dengan ketentuan drop
kecepatan maks. 10 %, waktu pelubangan aktual 1/2 waktu siklus,
Tentukan ukuran motor listrik bila proses punching tanpa dan dengan
flywheel. Berat dan tebal flywheel tipe disk bila flywheel 950 mm dan
terbuat dari besi tuang ( = 7,6 ).

49