Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

SAP 4

TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN &

KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI AKUNTANSI

OLEH:

DYAH PARAMITHA (1515351087)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2017
4.1 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

1. Menurut PAI

Prinsip Akuntansi Indonesia (1984) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan itu
adalah sebagai berikut:

a. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva


dan kewajiban serta modal suatu perusahaan

b. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perusahaan dalam


aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari
kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba

c. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di


dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba

d. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva


dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas
pembiayaan dan investasi

e. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan


laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti
informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

2. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Menurut SAK No. 1,Tujuan Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:

a. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi


keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
b. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama
sebagian besar pemakai.laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang
mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara
umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak
diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
c. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen
(stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau
pertanggung jawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat
keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk
menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk
mengangkat kembali atau mengganti manajemen Tujuan laporan keuangan ini
diadopsi dari IASC.

3. Menurut ASOBAT

Merumuskan empat tujuan akuntansi sebagai berikut:

a. Membuat keputusan yang sesuai penggunaan kekayaan terbatas dan untuk menetapkan
tujuan.
b. Mengarahkan dan mengendalikan secara efektif sumber daya manusia dan faktor
produksi lainnya.
c. Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap kekayaan.
d. Membantu fungsi pengawasan social.

4. Menurut APB Statement No. 4

Dalam laporan ini tujuan laporan keuangan digolongkan sebagai berikut:

a. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah untuk menyajikan laporan posisi
keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya dan sesuai dengan GAAP

b. Tujuan Umum
1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi,dan
kewajiban perusahaan.
2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan yang berasal
dari kegiatan usaha dalam mencari laba.
3. Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi
perusahaan dalam menghasilkan laba
4. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan
kewajiban
5. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai
laporan
c. Tujuan Kualitatif
1. Relevance
2. Understandability
3. Verifiability
4. Neutrality
5. Timeliness
6. Comparability
7. Complateness

4.2 KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI AKUNTANSI


Berikut ini beberapa karakteristik kualitattif yang membentuk informasi yang bermanfaat.
Dikatakan kualitatif karena sampai saat ini tidak ada model matematis atau kuantitatif yang bisa
dipakai untuk membentuk informasi yang bermanfaat. Karakteristik- karakteristik tersebut akan
membedakan informasi yang lebih bermanfaat dengan informasi yang kurang bermanfaat.
Karakteristik- karakteristik ini harus dipertimbangkan ketika perusahaan memiliki beberapa
alterlatif metode akuntansi.

1. Dapat Dipahami (Understandability)

Informasi akuntansi harus disajikan dengan cara yang mudah dipahami oleh pengguna yang
memiliki pengetahuan tentang bisnis, kegiatan ekonomi, danmempunyai keinginan untuk
mempelajari informasi dengan tekun.

2. Bermanfaat untuk Pengambilan Keputusan

Merupakan karakteristikkualitatif yang digunakan untuk mempertimbangkan kualitas informasi


akuntansi. Bermanfaat atau tidaknya informasi tergantung dari keputusan yang dibuat, cara
pengambilan keputusan, informasi lain yang ada, dan kemampuan memproses pengambilan
keputusan. Hal ini juga mengacup ada pengambilan keputusan yang umum dan dalam konteks
yang umum pula.

3. Relevansi

Informasi dalam laporan keuangan yang relevan adalah ketika hal tersebut mempengaruhi
keputusan ekonomi pengguna. Yaitu, hal tersebut dapat (a) membantu mereka mengevaluasi
masa lalu, sekarang, atau kejadian masa depan yang terkaitan dengan suatu entitas (b)
mengkonfirmasikan atau mengoreksi masa lalu evaluasi yang telah mereka buat.

4. Nilai Prediksi dan Umpan Balik


Informasi akuntansi mempunyai nilai prediksi apabila informasi tersebut bisa dipakai untuk
memprediksi lebih akurat berdasarkan informasi masa lalu dan saat sekarang. Informasi
mempunyai kemampuan umpan balik apabila informasi tersebut bisa dipakai untuk
mengkonfirmasikan kesimpulan-kesimpulan tertentu mengenai masalalu. Seringkali informasi
mempunyai nilai keduanya (prediksi dan umpan balik), karena konfirmasi masalalu dipakai
untuk memprediksi masa mendatang lebih tepat lagi.

5. Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu adalah komponen lain relevansi. Untuk menjadi berguna, informasi harus
diberikan kepada pengguna dalam jangka waktu yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi
keputusan mereka.

6. Materialitas

Materialitas adalah komponen relevan. Informasi adalah material jika kelalaian atau kesalahan
pernyataan dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna. Untuk bermanfaat informasi
akuntansi harus relevan dan cukup material. Informasi akuntansi tidak akan bermanfaat apabila
tidak relevan atau jumlahnya tidak cukup berarti untuk membuat perbedaan (tidak material)

7. Keandalan

Supaya laporan keuangan bermanfaat, informasi juga harus handal (reliable). Informasi memiliki
kualitas yang handal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat
dihandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari
yang seharusnya disajikan secara wajar diharapkan dapat disajikan.

8. Keterbandingan

Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan dari suatu badan dari waktu kewaktu
sehingga mereka dapat mengidentifikasi tren dalam posisi keuangan dan kinerja. Pengguna harus
juga dapat membandingkan laporan keuanganentitas yang berbeda. Pengungkapan kebijakan
akuntansi yang penting untuk perbandingan.

9. Representatif

Representatif merupakan keterkaitan antara pengukuran dan apa yang diukur. Istilah lain yang
sering digunakan yang mempunyai arti sama dengan representatif adalah valid. Sebagai contoh
perusahaan mencatat sewa yang dibayar di muka sebagai aktiva. Aktiva merupakan sumber daya
perusahaan, dan aktiva merupakan ukuran representatif sewa dibayar di muka karena sewa
dibayar di muka meningkatkan sumber daya perusahaan meskipun perusahaan tersebut tidak
memiliki aktiva yang disewakan.

10.Netralitas
Informasi akuntansi ditunjukan kepada semua pihak (broad class) dan ditunjukan untuk tujuan
yang umum dan bervariasi, bukan untuk yang sempit.
Daftar Pustaka

Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori Akuntansi, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada

Belkaoui, Ahmed Riahi, 2006. Teori Akuntansi, Buku 1, Edisi kelima, Salemba Empat, Jakarta

http://ikumpul.blogspot.com/2013/05/karakteristik-kualitas-laporan-keuangan-menurut-
psak.html

http://fara-narsis.blogspot.com/2012/04/kerangka-konseptual-ifrs-dan.html

https://www.slideshare.net/beatrixyunarti/konsep-dasar-melkianus-timotius-de-fatima-leky-
39354003