Anda di halaman 1dari 6

Masalah Akuntansi Dalam Penggabungan Badan Usaha

Dilihat dari segi akuntansinya, apabila dua atau lebih badan usaha digabungkan,
maka pencatatan kombinasi tersebut dibedakan ke dalam dua macam cara
(prosedur) sebagai berikut:
1. Pembelian (by purchase)
2. Penyatuan kepentingan (by pooling of interest)

Penggabungan Badan Usaha atas dasar Pembelian (By Purchase)


Apabila dalam suatu kombinasi usaha dimana bagian yang terpenting dari
perusahaan yang diperoleh dieliminasi, berakibat para pemilik perusahaan tidak
lagi ikut berpartisipasi dan timbul pemilikan baru maka penggabungan tersebut
disebut penggabungan atas dasar pembelian.
Untuk menentukan seberapa jauh adanya suatu pemilikan baru atau penerusan
dari pemilikan lama didalam suatu kombinasi usaha, ada beberapa faktor yang
harus dipertimbangkan, yaitu:
a. Apabila saham-saham yang diterima oleh pemilik dari perusahaan yang
terdahulu tidak secara substansial sebanding dengan kepentingannya pada
perusahaan terdahulu, maka dianggap adanya kepemilikan baru.
b. Apabila bagian-bagian hak suara yang ada diantara perusahaan yang
tergabung itu berubah secara material.
c. Apabila ada suatu rencana yang pasti untuk menarik bagian terpenting dari
modal saham yang dikeluarkan kepada para pemilik dari satu atau lebih
perusahaan yang bergabung.
d. Apabila manajemen dari salah satu perusahaan yang bergabung itu
dieliminasikan, atau pengaruhnya terhadap manajemen secara keseluruhan
perusahaan-perusahaan sedemikian kecil.

Prosedur Akuntansi Penggabungan Badan Usaha atas dasar Pembelian (By


Purchase)
Metode ini mencatat kekayaan perusahaan yang diakuisisi pada harga pasar yang
wajar (fair market value) pada buku perusahaan yang melakukan akuisisi. Dengan
demikian, maka perusahaan yang melakukan akuisisi dapat menentukan harga
perolehan yang baru (new cost basis) untuk aktiva-aktiva yang diakuisisi. Pada
metode ini, istilah akuntansi goodwill diciptakan. Goodwill merupakan selisih
antara harga yang dibayar dengan nilai pasar yang wajar dari aktiva yang
diakuisisi.

Contoh 5
Berikut ini adalah neraca PT Danny, PT Hanny dan PT Sanny pada tanggal 1 Juli
1979
PT Danny PT Hanny PT Sanny
(Rp) (Rp) (Rp)
Aktiva lain-lain 150.000.000 93.750.000 75.000.000
Jumlah Aktiva 150.000.000 93.750.000 75.000.000
Hutang 56.250.000 30.000.000 26.250.000
Modal Saham (nominal @
75.000.000 - -
Rp.50.000)
Modal Saham (nominal @
- 37.500.000 -
Rp.100.000)
Modal Saham (nominal @
- - 37.500.000
Rp.50.000)
Agio Saham 26.250.000 11.250.000 7.500.000
Laba yang ditahan (Defisit) (7.500.000) 15.000.000 3.750.000
Jumlah Hutang & Modal 150.000.000 93.750.000 75.000.000

PT Danny akan tetap meneruskan usahanya dan bersedia membeli kekayaan


bersih PT Hanny dan PT Sanny. Sebagai alat pembayarannya PT Danny akan
mengeluarkan modal sahamnya yang pada tersebut mempunyai harga pasar @
Rp.50.000/lembar. Penilai kembali terhadap harta kekayaan PT Hanny dan PT
Sanny mengakibatkan kenaikan kekayaan bersih PT Hanny sebesar
Rp.11.250.000 dan kekayaan bersih PT Sanny sebesar Rp.7.500.000. Jumlah
saham PT Danny yang dikeluarkan sesuai dengan kontribusi kekayaan bersih
setelah diadakan penilaian kembali, masing-masing untuk para pemegang saham
PT Hanny dan PT Sanny dihitung sebagai berikut:
PT Hanny PT Sanny Jumlah
(Rp) (Rp) (Rp)
Jumlah Aktiva (Nilai Buku) 93.750.000 75.000.000 168.750.000
Jumlah Kenaikan nilai Aktiva 11.250.000 7.500.000 18.750.000
Jumlah Aktiva (Penilaian) 105.000.000 82.500.000 187.500.000
Jumlah Hutang (Per buku) 30.000.000 26.250.000 56.250.000
Jumlah Kekayaan Bersih 75.000.000 56.250.000 131.250.000
Jumlah saham yang harus
dikeluarkan (kekayaan bersih 1.500 lembar 1.125 lembar 2.625 lembar
dibagi Rp.50.000)

Jurnal untuk mencatat pemilikan aktiva dan pengakuan hutang PT Hanny dan PT
Sanny serta pengeluaran 2.625 lembar saham oleh PT Danny adalah sebagai
berikut:

Buku-Buku PT Danny
(Rp)
Aktiva lain-lain (penilaian) 187.500.000
56.250.000
Hutang
Modal saham
131.250.000
(2.625 lembar)

Apabila setelah terjadinya transaksi penggabungan badan usaha tersebut,


kemudian PT Danny sebagai badan usaha yang tetap melanjutkan usahanya
menyusun neracanya, maka akan nampak sebagai berikut:
PT Danny
Neraca, Per 1 Juli 1979

Aktiva
Aktiva Lain-Lain Rp. 337.500.000
Jumlah Aktiva Rp. 337.500.000

Hutang & Modal


Hutang Rp. 112.500.000
Modal Saham Rp.206.250.000
Agio Saham Rp. 26.250.000
Laba yang Ditahan (Defisit (Rp. 7.500.000)
Rp. 225.000.000
Jumlah Hutang & Modal Rp. 337.500.000

Penggabungan Badan Usaha atas dasar Penyatuan Kepentingan (By Pooling


of Interest)
Pada suatu kombinasi usaha dari dua atau lebih badan usaha, dimana pemegang-
pemegang dari bagian penting atas pemilikan masing-masing badan usaha itu
menjadi pemilik dari badan usaha yang kemudian memiliki harta kekayaan dan
usaha-usaha dari perusahaan-perusahaan yang bergabung, baik secara langsung
atau melalui satu atau lebih anak perusahaannya
Beberapa faktor lain yang merupakan petunjuk adanya penggabungan badan
usaha yang bersifat penyatuan kepentingan dapat dikemukan sebagai berikut:
a. Badan usaha yang tunggal itu dapat berupa satu diantara perusahaan yang
bergabung atau badan usaha yang tunggal itu dapat berupa suatu badan
usaha yang dibentuk baru.
b. Sesudah kombinasi usaha dilakukan, kekayaan bersih dari semua badan
usaha yang bergabung (pada umumnya) akan dipegang oleh badan usaha
tunggal tersebut.
Prosedur Akuntansi Penggabungan Badan Usaha atas dasar Penyatuan
Kepentingan (Pooling of Interest)
Dengan metode ini, aktiva-aktiva perusahaan baru dinilai sama dengan nilai buku
dari perusahaan yang mengakuisisi dan diakuisisi. Perusahaan yang baru, dimiliki
bersama oleh para pemegang saham perusahaan-perusahaan lama. Aktiva total
dan ekuitas total tidak mengalami perubahaan. Tidak ada goodwill yang timbul.
Metode ini digunakan apabila perusahaan pengakuisisi menerbitkan saham
dengan hak suara (voting stock) sebagai pertukaran minimal sebanyak 90% dari
saham denga hak suara yang diakuisisi.

Contoh 7
Apabila pada contoh no 5, dinyatakan bahwa penggabungan PT Danny, PT Hanny
dan PT Sanny sebagai suatu penyatuan kepentingan (pooling if interest), maka
jurnal yang harus dibuat oleh PT Danny untuk mencatat pemilikan harta kekayaan
dan pengakuan hutang-hutangnya adalah sebesar nilai bukunya serta pengeluaran
modal saham sebanyak 2.625 lembar adalah sebagai berikut:
Penggabungan dinyatakan sebagai pooling of Penggabungan dinyatakan sebagai
interest by purchase
Aktiva lain-lain (nilai 168.750.000 Aktiva lain-lain 187.500.000
buku) (penilaian)
Hutang 56.250.000 Hutang 56.250.000
75.000.000 131.250.000
Modal saham Modal saham
(2.625 lembar) (2.625 lembar)
18.750.000
Agio Saham
18.750.000
Laba yang Ditahan

Adapun neraca PT Danny setelah terjadinya terjadinya transaksi penggabungan


badan usaha tersebut menurut konsep by pooling of interest nampak sebagai
berikut:
PT Danny
Neraca, Per 1 Juli 1979

Aktiva
Aktiva Lain-Lain Rp. 318.750.000
Jumlah Aktiva Rp. 318.750.000

Hutang & Modal


Hutang Rp. 112.500.000
Modal Saham Rp.150.000.000
Agio Saham Rp. 45.000.000
Laba yang Ditahan (Defisit Rp. 11.250.000
Rp. 206.250.000
Jumlah Hutang & Modal Rp. 318.750.000