Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Terhadap Harga

Saham PT Unilever Indonesia Tbk

Erna Indah Sari (erna.indahsari29@gmail.com)


Ervita Safitri (ervitasafitri@gmail.com)
Rika Kharlina Ekawati (rikachan@stmik-mdp.net)
Jurusan Manajemen
STIE MDP

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap
harga saham PT Unilever Indonesia Tbk periode 2003-2011. Metode yang digunakan adalah analisis
regresi linier berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara parsial profit margin dan return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham PT
Unilever Indonesia Tbk hanya earning per share yang berpengaruh terhadap harga saham PT Unilever
Indonesia Tbk. Secara simultan, profit margin, return on equity, dan earning per share berpengaruh
terhadap harga saham PT Unilever Indonesia Tbk.

Kata Kunci : Faktor-faktor fundamental, profit margin, return on equity, earning per share dan harga
saham.

Abstract : The research objective was to determine the influence of fundamental factors on the price of
the shares of PT Unilever Indonesia Tbk period 2003-2011. The method of research used a quantitative
approach and multiple regression analysis of data using SPSS 16. Hypothesis testing using t-test and F
test with a significance level of 0.025. The results showed that the partial fundamental factors such as
profit margin (PM) and return on equity (ROE) does not affect the stock price of PT Unilever Indonesia
Tbk, only earnings per share (EPS) that affect the price of the shares of PT Unilever Indonesia Tbk.
Simultaneously, the fundamental factors such as profit margin (PM), return on equity (ROE), and
earnings per share (EPS) affect the stock price of PT Unilever Indonesia Tbk.

Key Words : fundamental factors, profit margin (PM), return on equity (ROE), earnings per share (EPS),
and stock prices.

1 PENDAHULUAN untuk melakukan investasi tanpa harus


menggunakan dana dari hasil operasi
1.1 Latar Belakang perusahaan. Pada fungsi keuangan, pasar
modal menyediakan dana yang diperlukan
Perekonomian berkaitan erat dengan oleh para borrowers dan para lenders tanpa
pasar modal karena pasar modal menjalankan harus terlibat langsung dalam kepemilikan
fungsi ekonomi dan keuangan. Menurut aktiva riil yang diperlukan untuk investasi.
Husnan (2009, h.4), dalam melaksanakan
fungsi ekonomi pasar modal menyediakan Menurut Sunariyah (2006, h.32),
fasilitas untuk memindahkan dana dari lender perusahaan memiliki berbagai alternatif
yaitu pihak yang mempunyai kelebihan dana sumber pendanaan untuk menjalankan
ke borrower yaitu pihak yang memerlukan
kegiatan operasional perusahaan yang dapat
dana. Dengan menginvestasikan kelebihan
dana, lenders mengharapkan akan berasal dari dalam maupun dari luar
memperoleh imbalan dari penyerahan perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam
tersebut. Sedangkan dari sisi borrowers, dana perusahaan dengan menggunakan laba yang
yang tersedia dari pihak luar akan digunakan ditahan perusahaan. Sedangkan alternatif

Hal - 1
pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dan pasar, industri, serta kondisi spesifik
dari kreditur berupa utang maupun pendanaan perusahaan.
yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham.
Pendanaan melalui mekanisme penyertaan Menurut Tandelilin (2010, h.363),
dalam melakukan analisis secara fundamental
dilakukan dengan cara menjual saham
dengan menganalisis perusahaan investor
perusahaan kepada masyarakat disebut dapat memilih perusahaan yang layak untuk
penawaran umum atau dikenal dengan istilah dijadikan alternatif investasi, memilih saham
go public. perusahaan yang harga pasarnya lebih rendah
dari nilai intrinsik sehingga layak dibeli, dan
Menurut Tjptono dan Hendy (2006, memilih saham perusahaan yang harga
h.6), saham dapat didefinisikan sebagai tanda pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsik
sehingga menguntungkan untuk dijual.
penyertaan atau kepemilikan seseorang atau
Sebelum memilih perusahaan untuk dijadikan
badan dalam suatu perusahaan atau perseroan alternatif investasi, investor harus cermat
terbatas. Saham berwujud selembar kertas dalam memilih perusahaan sebab belum tentu
yang menerangkan bahwa pemilik kertas semua saham dari perusahaan yang tergolong
adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan sebagai perusahaan besar selalu merupakan
surat berharga tersebut. alternatif investasi yang baik. Untuk
mengetahui saham suatu perusahaan layak
Menurut Fahmi (2012, h.86), dengan dijadikan pilihan investasi, maka investor
membeli dan memiliki saham investor akan harus melakukan analisis terhadap perusahaan
memperoleh beberapa keuntungan sebagai terlebih dahulu.
bentuk kewajiban yang harus diterima yaitu
memperoleh capital gain (selisih antara harga Berdasarkan uraian di atas maka
beli dan harga jual), memperoleh deviden penelitian ini akan menganalisis mengenai
(pembagian keuntungan yang diberikan Pengaruh Faktor-faktor Fundamental
perusahaan dan berasal dari keuntungan yang Terhadap Harga Saham PT Unilever
dihasilkan perusahaan), dan memiliki hak Indonesia Tbk.
suara bagi pemegang saham biasa.
1.2 Rumusan Masalah
Sebelum membeli saham masyarakat
sebagai investor tidak begitu saja membeli Berdasarkan latar belakang masalah
saham perusahaan, investor akan melakukan di atas, maka rumusan masalah dalam
penilaian terlebih dahulu terhadap saham penelitian ini adalah apakah ada pengaruh
perusahaan dengan melakukan analisis faktor-faktor fundamental terhadap harga
teknikal dan analisis fundamental. saham PT Unilever Indonesia Tbk periode
2003-2011?
Berdasarkan pendapat Husnan (2009,
h.307), analisis teknikal dilakukan untuk 1.3 Tujuan Penelitian
saham-saham individual ataupun untuk
kondisi pasar secara keseluruhan. Analisis Tujuan penelitian ini adalah untuk
teknikal menggunakan grafik maupun mengetahui pengaruh faktor-faktor
indikator teknis seperti harga dan volume fundamental terhadap harga saham PT
perdagangan. Sedangkan analisis secara Unilever Indonesia Tbk periode 2003-2011.
fundamental, investor melakukan penilaian
terhadap manfaat yang diharapkan baik dalam
bentuk deviden maupun laba serta menilai
resiko investasi yang akan mempengaruhi
tingkat keuntungan yang layak dengan
melakukan analisa terhadap kondisi ekonomi

Hal - 2
2 LANDASAN TEORI deviden yang dibagi, kinerja manajemen
perusahaan, dan prospek perusahaan di masa
2.1 Saham yang akan datang. Sedangkan faktor eksternal
perusahaan yaitu hal-hal diluar kemampuan
Menurut Tjiptono dan Hendy perusahaan atau diluar kemampuan
(2006,h.6), saham dapat didefinisikan sebagai manajemen untuk mengendalikan antara lain
tanda penyertaan atau pemilikan seseorang munculnya gejolak politik pada suatu negara,
atau badan dalam suatu perusahaan atau perubahan kebijakan moneter, dan laju inflasi
perseroan terbatas. Saham berwujud selembar yang tinggi.
kertas yang menerangkan bahwa pemilik
kertas adalah pemilik perusahaan yang 2.3 Faktor-faktor Fundamental yang
menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi Mempengaruhi Harga Saham
kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar
penyertaan yang ditanamkan di perusahaan Menurut Tjiptono dan Hendy (2006,
tersebut. h.189), analisis fundamental merupakan salah
satu cara melakukan penilaian saham dengan
Menurut Fahmi (2012,h.81), saham mempelajari atau mengamati berbagai
merupakan tanda bukti penyertaan indikator terkait kondisi makro ekonomi dan
kepemilikan modal atau dana pada suatu kondisi industri suatu perusahaan termasuk
perusahaan. Atau saham merupakan kertas berbagai indikator keuangan dan manajemen
yang tercantum dengan jelas nilai nominal, perusahaan. Dengan demikian, analisis
nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan fundamental merupakan analisis yang
kewajiban yang dijelaskan kepada setiap berbasis pada berbagai data riil untuk
pemegang saham. mengevaluasi atau memproyeksikan nilai
suatu saham.
2.2 Harga Saham
Beberapa data atau indikator yang
Menurut Sunariyah (2006, h.128), umum digunakan adalah pendapatan, laba,
harga saham adalah harga suatu saham pada pertumbuhan penjualan, imbal hasil atau
pasar yang sedang berlangsung di bursa efek. pengembalian atas ekuitas (return on equity),
margin laba (profit margin), dan data-data
Harga saham dapat dipengaruhi oleh keuangan lain seperti laba per lembar saham
situasi pasar antara lain harga saham dipasar (earning per share) sebagai sarana untuk
perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan menilai kinerja perusahaan dan potensi
perusahaan yang akan go public (emiten), pertumbuhan di masa mendatang. Faktor-
berdasarkan analisis fundamental perusahaan. faktor fundamental yang digunakan dalam
Peranan penjamin emisi pada pasar perdana penelitian ini adalah sebagai berikut :
selain menentukan harga saham, juga
melaksanakan penjualan saham kepada 1. Profit Margin
masyarakat sebagai calon pemodal.
Menurut Kasmir (2010, h.199), profit
Sedangkan harga saham di pasar margin on sales atau rasio profit margin
sekunder ditentukan oleh permintan dan (margin laba atas penjualan) merupakan salah
penawaran antara pembeli dan penjual. satu rasio yang digunakan untuk mengukur
Besarnya permintaan dan penawaran margin laba atas penjualan. Cara mengukur
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain rasio profit margin adalah dengan
faktor internal perusahaan yang berhubungan membandingkan laba bersih setelah pajak
dengan kebijakan internal pada suatu dengan penjualan bersih.
perusahaan beserta kinerja perusahaan yang
telah dicapai. Faktor internal juga berkaitan
dengan hal-hal yang seharusnya dapat
dikendalikan oleh manajemen misalnya
pendapatan per lembar saham, besaran

Hal - 3
2. Return On Equity pengaruh yang signifikan terhadap harga
saham perusahaan go pubic di Bursa Efek
Menurut Brigham dan Houston (2009, Indonesia, EPS memiliki pengaruh yang
h.109), tingkat pengembalian ekuitas biasa signifikan terhadap harga saham perusahaan
adalah mengukur tingkat pengembalian atas go pubic di Bursa Efek Indonesia, serta
investasi dari pemegang saham biasa. Cara dividend per share (DPS) dan earning per
menghitung return on equity (ROE) adalah share (EPS) secara simultan (bersama-sama)
dengan membandingkan laba bersih dengan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
ekuitas biasa. harga saham perusahaan go pubic di Bursa
Efek Indonesia.
3. Earning Per Share

Menurut Fahmi (2012, h.96), pengertian 3 METODE PENELITIAN


earning per share adalah bentuk pemberian
keuntungan yang diberikan kepada para 3.1 Objek Penelitian
pemegang saham dari setiap lembar saham
yang dimiliki. Cara menghitung earning per Objek dalam penelitian ini adalah
share (EPS) adalah dengan membandingkan harga saham PT Unilever Indonesia Tbk.
laaba bersih dengan jumlah saham beredar.
3.2 Teknik Pengambilan Sampel
2.4 Penelitian Sebelumnya
Populasi penelitian ini adalah
Krisnawati Br. Tarigan, Nurainun perusahaan manufaktur yang masih terdaftar
Bangun, dan Joanita (2007) melakukan di Bursa Efek Indonesia selama periode
penelitian tentang Analisis Pengaruh ROE penelitian tahun 2003 hingga 2011 dengan
dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan mengambil sampel berdasarkan pertimbangan
Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek kriteria-kriteria tertentu (purposive sampling).
Jakarta. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Kriteria-kriteria tersebut antara lain
secara parsial return on equity (ROE) dan perusahaan yang memiliki saham likuid,
earning per share (EPS) berpengaruh termasuk dalam indeks LQ 45 selama tahun
terhadap harga saham dan secara simultan 2003 hingga 2011, dan perusahaan yang
return on equity (ROE) dan earning per share memiliki laporan tahunan yang lengkap
(EPS) berpengaruh terhadap harga saham. selama tahun 2003 hingga 2011. Berdasarkan
kriteria tersebut, maka penulis memilih PT
Rd. Neneng Rina Andriani dan Aryati Unilever Indonesia Tbk sebagai sampel
Kusumastuti (2008) melakukan penelitian penelitian.
mengenai Pengaruh Earning Per Share (EPS)
Terhadap Harga Pasar Saham (Studi Kasus 3.3 Jenis Dan Sumber Data
Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing Di
Bursa Efek Indonesia). Hasil penelitan Jenis data yang digunakan dalam
menunjukkan bahwa earning per share penelitian ini adalah data sekunder. Data
mempunyai korelasi positif dan berpengaruh sekunder dalam penelitian ini berupa harga
signifikan terhadap harga pasar saham. saham PT Unilever Indonesia Tbk dengan
Artinya, bila nilai EPS naik, maka akan mengambil data dari situs yahoo finance dan
berdampak pada naiknya harga pasar saham. laporan tahunan untuk menghitung profit
margin, return on equity, dan earning per
Winston Tarore dan Winston Pontoh share dengan mengambil data dari situs resmi
(2010) melakukan penelitian mengenai Bursa Efek Indonesia.
Analisis Pengaruh Devidend Per Share
(DPS) dan Earning Per Share (EPS) 3.4 Definisi Operasional
Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go
Public Di Bursa Efek Indonesia. Hasil Penelitian ini menggunakan dua
penelitan menunjukkan bahwa DPS memiliki variabel yaitu variabel bebas dan variabel

Hal - 4
terikat. Variabel terikat (Y) dalam penelitan 3.5.2 Model Regresi Berganda
ini adalah harga saham. Sedangkan variabel
bebas dalam penelitian ini adalah faktor- Untuk mengetahui pengaruh faktor-
faktor fundamental berupa profit margin (X1), faktor fundamental terhadap harga saham PT
return on equity (X2), dan earning per share Unilever Indonesia Tbk digunakan model
(X3). regresi berganda dengan analisis
menggunakan SPSS 16 sebagai berikut:
3.5 Teknik Analisis Data
Y= a + b1 X1 + b2 X2 +b3 X3
3.5.1 Uji Asumsi Klasik
dimana :
Menurut Hasan (2001,h.280), dalam Y = Harga saham
penggunaan regresi, terdapat beberapa asumsi a = konstanta
dasar. Asumsi dasar juga dikenal sebagai b1 = koefisien regresi profit margin
asumsi klasik. Dengan terpenuhinya asumsi b2 = koefisien regresi return on equity
klasik, maka hasil yang diperoleh dapat lebih b3= koefisien regresi earning per share
akurat dan mendekati atau sama dengan X1= profit margin
kenyataan. Asumsi klasik terdiri dari : X2= return on equity
X3= earning per share
a. Autokolerasi
3.5.3 Uji Hipotesis
Autokorelasi berarti terdapat korelasi
(hubungan) antar anggota sampel atau data Untuk menguji hipotesis digunakan
pengamatan yang diurutkan berdasarkan uji t dan uji F.
waktu, sehingga muncul suatu datum 1. Uji t
dipengaruhi oleh datum sebelumnya. Cara
untuk mengetahui autokorelasi dalam regresi Pengujian hipotesis secara parsial dengan
dapat menggunakan uji Durbin-Watson. menggunakan Uji t, langkah- langkah Uji t
Kriteria yang digunakan untuk mendeteksi sebagai berikut:
ada tidaknya gejala autokorelasi sebagai 1. Merumuskan hipotesis
berikut : Ho : p = 0, tidak ada pengaruh faktor-faktor
1. 1,65<DW<2,35 tidak terjadi autokolerasi . fundamental terhadap harga saham
2. 1,21<DW<1,65 atau 2,35<DW<2,79 tidak Ha : p 0, ada pengaruh faktor-faktor
dapat disimpulkan. fundamental terhadap harga saham
3. D-W < 1,21 atau DW>2,79 terjadi
autokorelasi. 2. Menentukan nilai kesalahan dimana = 5
%, setelah diketahui kemudian mencari t
b. Multikolinearitas atau t/2 dari t tabel dengan df= n-k-1

Multikolinearitas berarti antara variabel 3. Menghitung t hitung dengan menggunakan


bebas yang satu dengan variabel bebas yang SPSS 16
lain dalam model regresi saling berkorelasi
linear. Untuk mengetahui adanya 4. Kesimpulan untuk menolak atau menerima
multikolinearitas dalam perhitungan Ho, yang tergantung dari bentuk perumusan
menggunakan SPSS, dapat menggunakan hipotesis, yaitu:
partial correlation dengan melihat keeratan Ho diterima jika - t/2 to t/2
hubungan antara variabel penjelas. Untuk Ho ditolak jika to > t/2 atau to < -t/2
menentukan hubungan antara dua variabel
bebas memiliki masalah multikolinearitas 2 Uji F
adalah dengan melihat nilai significance (2-
tailed), jika nilainya lebih kecil dari 0,025 Pengujian hipotesis secara simultan
maka diindikasikan memiliki gejala dengan menggunakan Uji F, langkah-
multikolinearitas. langkah Uji F sebagai berikut:

Hal - 5
1. Menentukan formulasi hipotesis karena nilai significance lebih besar dari
Ho : p = 0 tidak ada pengaruh faktor-faktor 0,025.
fundamental terhadap harga saham
Ha : p 0 ada pengaruh faktor-faktor b. Autokolerasi
terhadap harga saham. Cara untuk mengetahui autokorelasi dalam
regresi dapat menggunakan uji Durbin-
2. Menentukan taraf nyata dan nilai F tabel Watson. Dari hasil uji autokolerasi
Taraf nyata = 5% dan nilai F tabel menunjukkan nilai Durbin-Watson sebesar
ditentukan dengan derajat bebas v1= k-1 dan 2,754. Ini menunjukkan model regresi dapat
v2= n-k. digunakan walaupun tanpa kesimpulan.

3.Menghitung F hitung dengan menggunakan 4.2.2 Uji Hipotesis


SPSS 16
Hasil penelitian menunjukkan t
4. Kesimpulan untuk menolak atau menerima hitung dari profit margin (PM) sebesar
Ho sebesar -0,104 yang lebih besar dari ttabel =-
Ho diterima jika - F/2 Fo F/2 2,571 dengan taraf signifikasi lebih besar dari
Ho ditolak jika Fo >F/2 atau Fo < -F/2 0,025 yaitu 0,922 yang berarti Ho diterima
dan menolak Ha maka tidak ada pengaruh
antara profit margin (PM) dengan harga
4 Hasil Penelitian saham.

4.1 Gambaran Umum PT Unilever Hasil penelitian menunjukkan t


Indonesia Tbk hitung dari return on equity (ROE) sebesar -
0,503 yang lebih besar dari ttabel= -2,571,
PT Unilever Indonesia Tbk dengan taraf signifikasi lebih besar dari 0,025
merupakan salah satu perusahaan Fast yaitu 0,636 yang berarti Ho diterima dan
Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka menolak Ha maka tidak ada pengaruh antara
di Indonesia. Rangkaian produk Perseroan return on equity (ROE) dengan harga saham.
mencakup produk Home & Personal Care
serta Foods & Beverages ditandai dengan Hasil penelitian menunjukkan t
brand-brand terpercaya dan ternama di dunia hitung dari earning per share (EPS) sebesar
antara lain Walls, Lifebuoy, Vaseline, 4,601 yang lebih besar dari ttabel =2,571
Pepsodent, Lux, Ponds, Sunlight, Rinso, dengan taraf signifikasi lebih kecil dari 0,025
Blue Band, Royco, Dove, Rexona, Clear, dan yaitu 0,006 yang berarti Ho ditolak dan
lain-lain. menerima Ha berarti ada pengaruh antara
earning per share (EPS) dengan harga saham.
4.2 Analisa dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan ada
4.2.1 Uji Asumsi Klasik. pengaruh secara simultan atau bersama-sama
yang signifikan antara profit margin (PM),
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini return on equity (ROE), dan earning per
adalah sebagai berikut : share (EPS) dengan harga saham karena nilai
F hitung= 56,233 yang lebih besar dari Ftabel
a. Multikolinearitas yaitu 5,41 dengan taraf signifikasi lebih kecil
dari 0,05 yaitu 0,000 yang berarti menolak Ho
Untuk mengetahui adanya dan menerima Ha.
multikolinearitas dalam perhitungan
menggunakan SPSS, dapat menggunakan
partial correlation. Dari hasil uji
multikolinearitas yang telah dilakukan
menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas

Hal - 6
5 KESIMPULAN DAN SARAN [3] Fahmi, Irham 2012, Pengantar Pasar
Modal, edisi 1, Alfabeta, Bandung.
5.1 Kesimpulan
[4] Hasan, Iqbal 2001, Pokok-pokok Materi
Secara parsial faktor-faktor Stastistik 2, edisi 2, Bumi Aksara,
fundamental berupa profit margin dan return Jakarta.
on equity tidak berpengaruh terhadap harga
saham PT Unilever Indonesia Tbk, hanya [5] Husnan, Suad 2009, Dasar-dasar Teori
earning per share yang berpengaruh terhadap Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi
harga saham PT Unilever Indonesia Tbk. 4, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Secara simultan, faktor-faktor fundamental
berpengaruh terhadap harga saham PT
Unilever Indonesia Tbk. [6] Kasmir 2010, Analisa Laporan
Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.
5.2 Saran
[7] Krisnawati Br. Tarigan, Nurainun
Saran yang ingin disampaikan penulis Bangun, dan Joanita 2007, Analisis
yaitu sebaiknya sebelum membeli saham, Pengaruh ROE dan EPS Terhadap
investor juga harus memperhatikan kondisi Harga Saham Perusahaan Manufaktur
ekonomi. Investor harus cermat memilih Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta,
perusahaan yang mampu beroperasi meskipun Jurnal Akuntansi, Volume 7, Nomor 2.
terjadi kondisi ekonomi yang tidak menentu.
[8] Rd. Neneng Rina Andriani dan Aryati
Bagi PT Unilever Indonesia Tbk Kusumastuti 2008, Pengaruh Earning
diharapkan dapat meningkatkan inovasi pada Per Share Terhadap Harga Pasar
produk. Dengan adanya inovasi pada produk Saham, Jurnal Akuntansi FE Unsil,
PT Unilever Indonesia Tbk dapat lebih Volume 3, Nomor 2.
meningkatkan penjualan dan laba yang telah
diperoleh sehingga PT Unilever Indonesia [9] Sunariyah 2006, Pengetahuan Pasar
Tbk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan Modal, edisi 5, UPP STIM YKPN,
pemegang saham dan dapat membuat investor Yogyakarta.
tertarik berinvestasi pada PT Unilever
Indonesia Tbk. [10] Tandelilin, Eduardus 2010, Portofolio
dan Investasi Teori dan Aplikasi, edisi 1,
Bagi penelitian selanjutnya, Kanisius, Yogyakarta.
sebaiknya menambahkan rasio keuangan yang
lain dalam menganalisis faktor-faktor [11] Trihendradi, Cornelius 2008, Analisis
fundamental. Data Statistik SPSS 16, Andi,
Yogyakarta.

DAFTAR PUSTAKA [12] Winston Tarore dan Winston Pontoh


2010, Analisis Pengaruh Devidend Per
[1] Brigham, Eugene F. dan Joel F. Share Dan Earning Per Share
Houston 2009, Dasar - Dasar Terhadap Harga Saham Pada
Manajemen Keuangan, Buku 1, Edisi Perusahaan Go Public Di Bursa Efek
10, Salemba Empat, Jakarta. Indonesia, Jurnal Riset Akuntansi Going
Concern, Volume 5, Nomor 2.
[2] Darmadji, Tjiptono dan Hendy M.
Fakhruddin 2006, Pasar Modal di
Indonesia, Salemba Empat, Jakarta.

Hal - 7