Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN STRATEGIK

Materi Pertemuan ke 4:
ANALISIS DAN DIAGNOSIS LINGKUNGAN INTERNAL

TUGAS INDIVIDU

Oleh :

Kadek Budi Satria Utama : 1680611026

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

2017
1. Sumber Daya Perusahaan

Membangun keunggulan kompetitif melibatkan kemampuan untuk memanfaatkan


kompetensi khusus (Freed R David, 2010). Pandangan Berbasis Sumber daya (Resource-
Based View RBV) terhadap keunggulan kompetitif meyakini bahwa Sumber daya
internal lebih penting bagi perusahaan daripada berbagai faktor eksternal dalam upaya
untuk meraih serta mempertahankan keunggulan kompetitif. Pandangan RBV memiliki
alasan bahwa paduan, jenis, dan hakikat sumber daya sebuah perusahaan harus
dipertimbangkan sebagai yang pertama dan utama dalam memilih dan menetapkan
strategi yang dapat menuntun pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Pengelolaan yang strategis menurut pandangan ini adalah melibatkan pengembangan dan
eksploitasi sumber-sumber daya dan kapabilitas untuk perusahaan, dan upaya untuk terus-
menerus mempertahankan serta memperkuat berbagai sumber daya tersebut. Teori RBV
berpendapat bahwa sumber dayalah yang sesungguhnya membantu perusahaan
menangkap peluang dan menetralkan perusahaan.

2. Analisis Lingkungan Internal

Salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan merupakan dampak dari


lingkungan internal dan eksteral suatu perusahaan. Perusahaan perlu terus menerus
menganalisis faktor lingkungannya untuk mewaspadai kemungkinan timbulnya ancaman
yang dapat membahayakan eksistensi perusahaan tersebut. Analisis lingkungan internal
perusahaan dapat mempengaruhi secara langsung setiap program dan kebijakan
pemasaran yang berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu
perusahaan atas dasar sumber daya dan kapabilitas yang dimilikinya. Analisis lingkungan
internal lebih mengarah pada analisis internal perusahaan dalam menilai atau
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari tiap tiap divisi keuangan dan akutansi,
pemasaran, riset dan pengembangan, personalia serta operasional (Fred R David, 2009).
Inti dari analisis lingkungan internal ini adalah berusaha untuk mencari keunggulan
strategis yang dipakai untuk membedakan diri dari pesaing.

Pearce dan Robinson, Jr dalam Kotler (2005) memberikan langkah-langkah dan


menganalisis lingkungan internal yang nantinya akan menghasilkan profit perusahaan
yang terdiri dari:
a. Pemasaran
Pemasaran adalah starting point setiap kegiatan bisnis. Fungsi-fungsi perusahaan
yang lain, seperti produksi, persediaan, keuangan, SDM dsb, merupakan derivat,
langsung atau tidak langsung, dari fungsi pemasaran. Kajian mengenai kelayakan
suatu usaha selalu dimulai dari perkiraan kemampuan melakukan penetrasi pasar.
Karena itu, tak ada bisnis yang bisa dikembangkan tanpa pemasaran.
b. Keuangan dan akunting
Faktor keuangan memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan atau laba perusahaan yang tergambar dalam laporan
keuangan perusahaan.
c. Produksi, operasi dan teknik
Bagian operasi dan teknik berkaitan dengan upaya pengendalian produksi di
pabrik tetap terjaga sesuai rencana. pengendalian produksi adalah fungsi untuk
menggerakan barang melalui siklus manufaktur keseluruhan dari pengadaan bahan
baku sampai dengan pengiriman produk jadi.
d. Personalia
Bagian personalia berkaitan dengan perencanaan, pelatihan dan penempatan staf
yang sesuai dengan rencana perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
e. Manajemen Mutu
Manajemen mutu dilaksanakan dalam menjaga kualitas kerja dan produk sehingga
tetap memenuhi standar yang diinginkan.
f. Teknologi Informasi
Teknologi informasi merupakan bagian dari sistem penunjang pengambilan
keputusan manajemen dalam berbagai hal. Pengelolaan informasi berbasis
computer sangat menentukan proses pengambilan keputusan perusahaan.
Organisasi dan Manajemen Umum Pengelolaan SDM yang benar dalam
organisasi dimaksudkan untuk mensinergikan kemampuan dengan kesesuaian
bidang kerja staf, sehingga pekerjaan yang dilaksanakan dapat maksimal.
2.1 Pendekatan Dalam Pengamatan Analisis Internal
a. Analisis PIMS (Profit Impact of Market Strategy)
Dalam analisis ini yang akan digunakan adalah strategi yang mana yang memberikan
keuntungan bagi organisasi. Karakteristik yang tercakup dalam analisis ini adalah: a)
intensitas investasi, b) pangsa pasar, c) pertumbuhan pasar, d) daur kehidupan barang,
e) rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan. Ukuran yang digunakan adalah ROI
(Return of Investment). Perusahaan dengan ROI yang tinggi mempunyai ciri-ciri,
Intensitas Investasi rendah. Pangsa pasar tinggi. Kualitas produk relatif tinggi.
Pemanfaatan kapasitas tinggi. Efektivitas operasional tinggi. Biaya langsung perunit
relatif rendah terhadap persaingan. (Buzzle & Gale, 1987). Sampai saat inu analisis
PIMS telah mengidentifikasi 9 faktor starategis utama yang bertanggung jawab
terhadap terjadinya 80% variasi dalam profitabilitas diantara perusahaan.
b. Analisis Rantai Nilai
Analisis rantai nilai merupakan salah satu cara untuk menguji sifat dan tingkat sinergi
apabila ada, dianatara kegiatan-kegiatan individual dapat mendorong kepada
pemahaman yang lebih baik terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan. Analisis
rantai nilai berguna untuk menilai apakah perusahaan saat ini sudah pada jalur rantai
nilai yang tepat dalam suatu industri dibandingkan pesaingnya. Perusahaan saat ini
sangat sulit untuk berjalan secara individual dalam mendapatkan keunggulan
kompetitif nya, melainkan harus bergabung pada rantai nilai dari perusahaan lainnya.
c. Analisis Fungsional
Cara paling sederhana untuk mengamati dan menganalisis lingkungan internal
organisasi adalah melalui analisis fungsional. Ansoff, mengemukakan bahwa keahlian
dan sumber daya perusahaan dapat diatur dalam profil kompetensi sesuai fungsi bisnis
seperti pemasaran, keuangan, penelitian dan pengembangan, dan operasi.
Pengamatan Lingkungan Internal dengan Analisis Fungsional meliputi :
- Struktur
Pemahaman terhadap bagaimana perusahaan tertentu tersusun sangat berguna dalam
perumusan strategi. Apabila struktur perusahaan cocok dengan perubahan strategi
yang diusulkan, maka struktur tersebut merupakan kekuatan perusahaan. Apabila
sebaliknya merupakan kelemahan perusahaan dan akan membuat strategi tidak dapat
dilaksanakan dengan benar.
- Budaya
Budaya perusahaan adalah sekumpulan keyakinan, harapan, dan nilai yang dipelajari
dan dibagikan oleh anggota-anggota organisasi dan disampaikan dari satu generasi ke
generasi berikutnya, yang mencerminkan nilai-nilai pendiri perusahaan dan misi
perusahaan. Budaya perusahaan memenuhi beberapa fungsi penting dalam suatu
organisasi yaitu : budaya memberikan nuansa identitas bagi karyawan, budaya
menambah stabilitas perusahaan sebagai suatu sistem sosial, budaya adalah kerangka
referensi bagi karyawan agar digunakan sebagai pedoman bagi perilaku yang tepat.
Budaya perusahaan membentuk perilaku manusia dalam perusahaan. Karena budaya
sangat kuat pengaruhnya terhadap perilaku manajer di tiap organisasi, maka budaya
sangat mempengaruhi stabilitas perusahaan untuk mengubah arah strategisnya.
Budaya yang kuat tidak hanya dapat membantu kelangsungan hidup, melainkan juga
menciptakan dasar bagi posisi bersaing yang superior.
- Pemasaran
Tugas utama manajer pemasaran adalah mempengaruhi tingkat, waktu, dan karakter
permintaan dalam suatu cara yang akan membantu perusahaan mencapai tujuan-
tujuannya. Manajer pemasaran merupakan penghubung utama perusahaan kepada
konsumen dan pada pesaingnya karena itu manajer pemasaran harus peduli terutama
pada posisi pasar perusahaan dan bauran pemasarannya.
- Keuangan
Tugas manajer keuangan adalah mengelola dana, yaitu menentukan sumber dan
penggunaan dana yang terbaik (dari sumber internal maupun eksternal) dan
mengendalikan penggunaanya. Dari sudut pandang strategis bidang keuangan harus
dianalisis untuk melihat sebaik apa dan yang ditangani.
- Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Teknologi perusahaan membantu menentukan posisi pasar dan jenis persaingan yang
dihadapi. Manajer R&D bertanggung jawab mengusulkan dan melaksanakan strategi
teknologi perusahaan dengan mempertimbangkan tujuan dan kebijakan perusahaan.
Tugas manajer meliputi : (1) memilih salah satu diantara berbagai alternatif teknologi
baru yang akan dipakai oleh perusahaan, (2) mengembangkan penerapan teknologi
baru ke dalam produk dan proses produksi, (3) menyebarluaskan sumber daya yang
ada sehingga teknologi itu dapat dilaksanakan dengan sukses.
3. Sintetis Faktor-faktor Strategis Internal
Menganalisis lingkungan internal (IFAS) untuk mengetahui berbagai
kemungkinan kekuatan dan kelemahan. Masalah strategis yang akan dimonitor harus
ditentukan karena masalah ini mungkin dapat mempengaruhi pariwisata dimasa yang
akan datang. Menganalisis lingkungan eksternal (EFAS) untuk mengetahui berbagai
kemungkinan peluang dan ancaman. Masalah strategis yang akan dimonitor harus
ditentukan karena masalah ini mungkin dapat mempengaruhi pariwisata dimasa yang
akan datang. Penggunaan metode-metode kuantitatif sangat dianjurkan untuk
membuat peramalan (forcasting) dan asumsi-asumsi secara internal. Adapun langkah-
langkah penyusunannya sebagai berikut.
- Buat daftar faktor-faktor internal utama sebagaimana yang disebutkan dalam
proses audit internal, masukan 10 sampai 20 faktor internal termasuk kekuatan
maupun kelemahan organisasi. Daftar terlebih dahulu kekuatannya, kemudian
kelemahannya. Buat sfesifik mungkin dengan menggunakan presentase, rasio, dan
angka-angka perbandingan
- Berilah pada setiap faktor tersebut bobot yang berkisar dari 0,0 (tidak penting)
sampai 1,0 (semua penting). Bobot yang diberikan pada suatu faktor tertentu
manandakan signifikansi relatif faktor tersebut bagi keberhasilan industri
perusahaan. Terlepas dari apakah faktor utama itu adalah kekuatan atau
kelemahan internal. Faktor-faktor yang dianggap memiliki pengaruh paling besar
terhadap kinerja organisasional harus diberi bobot tertinggi. Jumlah seluru bobot
harus sama dengan 1,0
- Berikan peringkat 1 sampai 4 pada setiap faktor untuk mengindikasikan apakah
faktor tersebut sangat lemah (peringkat = 1), lemah (peringkat=2), kuat
(peringkat=3), atau sangat kuat (peringkat=4). Perhatikan bahwa kekuatan harus
mendapat peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapat peringkat 1 atau 2.
Oleh karena itu, peringkat berbasis perusahaan, sementara bobot di langkah 2
berbasis industri
- Kalikan bobot setiap faktor dengan peringkatnya unruk menentukan skor bobot
bagi masing-masing variabel
- Jumlahkan skor bobot masing-masing variabel untuk memperoleh skor bobot total
organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Buzzell, R. and Gale, B. (1987) The PIMS Principles: Linking Strategy to Performance. New
York: Free Press.

David, F.R. 2009. Manajemen Strategis. Jakarta: Salemba Empat.

David, F.R. 2010. Strategic Management: Manajemen Strategis Konsep. Jakarta: Salemba
Empat.