Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses pembelajaran dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas, baik melalui
belajar di luar kelas maupun kelas permanen, namun kegiatan di kelas merupakan salah satu
kegiatan pembelajaran yang prosentasenya lebih besar jika dibandingkan dengan kegiatan di
luar kelas. Oleh karena itu situasi kelas, sarana dan prasarana kelas sangat mendukung
kelancaran jalannya proses pembelajaran. Kelancaran proses pembelajaran merupakan salah
satu elemen yang mampu mendongkrak prestasi siswa, oleh karena itu diperlukan kerja sama
antara guru bidang studi dengan wali kelas.

B. Maksud dan Tujuan


Wali kelas merupakan wakil dari pihak sekolah yang senantiasa diharapkan dapat
mendampingi, memotifasi dan memonitor kegiatan siswa baik kegiatan KBM di kelas maupun
kegiatan ekstra yang diselenggarakan di sekolah. Pembentukan dan penunjukkan wali kelas oleh
kepala sekolah diharapkan dapat :
1. Membantu kepala sekolah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah

2. Membimbing siswa/siswi kelas X1 untuk meningkatkan prestasi belajar

3. Menghantarkan siswa/siswi kelas X1 melalui kekompakan, kerja sama serta memupuk


rasa persaudaraan hingga menjadi bekal dalam menghadapi ujian UAN di kelas X1 (tidak
adanya perubahan sampai di kelas X1)

4. Meningkatkan kediplinan siswa/siswi kelas X1

C. Permasalahan
Kendala yang seringkali dihadapi oleh wali kelas dalam menjalankan tugasnya
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu;
1. Daya dukung yang kurang memadai baik sarana maupun prasarana
2. Domisili peserta didik yang jauh sehingga mengalami kesulitan untuk melakukan
kunjungan rumah.
3. Kelas besar (jumlah siswa 30 siswa sedangkan kelas yang ideal berjumlah 32 siswa.
4. Kemajemukan karakter siswa, sehingga perlu pendekatan personal untuk mengarahkan
siswa yang berkarakter keras, individualis dan mau menang sendiri demi tercapainya
kekompakan siswa.
5. Latar belakang ekonomi yang berbeda, sehingga mengalami kendala dalam
penggalangan dana kelas untuk pemenuhan kebutuhan kelas.

D. Rumusan Masalah
1
Kendala-kendala yang seringkali dihadapi oleh wali kelas dapat diminimalisir dengan
adanya suatu kerjasama yaitu berupa pemikiran, tindakan, serta evaluasi dari berbagai pihak,
baik itu dari bapak/ibu guru yang mengajar di kelas X1, BP, tim tatib maupun pihak lain yang
berkompeten dalam pendidikan sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dengan
penyusunan program kerja ini diharapkan juga adanya kelanjutan sampai siswa/siswi di kelas XII
kelak. Sehingga apa yang telah dilakukan di kelas X menjadi lebih baik kala di kelas XI dan XII
setelah siswa/siswi melewati proses kenaikan kelas

2
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian
Kegiatan belajar mengejar akan berjalan dengan baik apabila aspek-aspek didalam suatu
kelas sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Adapun berikut ini
akan menguraikan aspek-aspek kelas beserta pengertiannya, yaitu :

1. Ruang kelas
Ruang Kelas adalah suatu ruangan dalam bangunan sekolah, yang berfungsi sebagai
tempat untuk kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Mebeler
dalam ruangan ini terdiri dari meja siswa, kursi siswa, meja guru, lemari kelas, papan tulis, serta
aksesoris ruangan lainnya yang sesuai. Ukuran yang umum adalah 9m x 8m.
Ruang kelas memiliki syarat kelayakan dan standar tertentu, misalnya ukuran, pencahayaan
alami, sirkulasi udara, dan persaratan lainnya yang telah dibakukan oleh pihak berwenang
terkait.

2. Siswa / peserta didik


Siswa / Siswi istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui
proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan
nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.

3. Kegiatan Pembelajaran dan kegiatan mengajar


Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan aktif siswa untuk membangun makana atau
pemahaman terhadap suatu objek atau suatu peritiwa. Sedangkan kegiatan mengajar
merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan
tanggung jawab pada siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun
gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat.
4. Wali Kelas
Wali kelas merupakan tugas tambahan yang diberikan kepala sekolah selain sebagai
tenaga pendidik dan juga merupakan pengganti orang tua (wali murid) saat-saat siswa di
sekolah. Adapun tugas-tugas dari wali kelas yaitu:
1. Membantu kepala sekolah dalam kegiatan pengelolaan kelas.
2. Penyelenggara administrasi kelas yaitu membuat denah tempat duduk siswa, papan
absent siswa, daftar pelajaran siswa, daftar piket siswa, tata tertib kelas.
3. Membuat buku kegiatan pembelajaran.
4. Bertanggung jawab atas kemajuan/perkembangan dan prestasi siswa melalui kerjasama
dengan BK dan orang tua.
5. Mengisi daftar kumpulan data siswa (legger).
6. Mencatat mutasi siswa.
3
7. Membuat catatan khusus untuk pembinaan tentang siswa (pelanggaran disiplin,
ketidakhadiran).
8. Mengisi buku laporan hasil belajar (LHB)
9. Membagi buku laporan penilaian hasil belajar setiap pertengahan semester dan akhir
semester.

B. Dasar/Landasan Hukum

Landasan
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38
Ayat 2 yang menyatakan kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan
sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan atau kantor
Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk
menengah. Pasal 51 Ayat 1 yang menyatakan bahwa pengelolaan satuan pendidikan
anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan
standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal
49 ayat 1 yang menyatakan bahwa pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang
ditujukan dengan kemandiria, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
3. Undang-undang No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.

4. Undang-undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

5. PERMEN 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan


Pendidikan Dasar dan Menengah.

C. Analisis Kondisi
Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan berjalan lancar dan kondusif, apabila situasi
didalam kelas mendukung, yaitu:
1. Sarana belajar berupa bangku siswa harus dalam keadaan baik dan bagus sehingga siswa
menjadi nyaman dalam proses belajar.

2. Situasi kelas dalam keadaan bersih, tenang, damai dan jauh dari kebisingan.

3. Ketersediaan alat peraga sebagai pendukung proses belajar mengajar, seperti penggaris
panjang, penggaris segitiga, busur dan jangka.

4. Ketersediaan papan tulis (white broad) dalam keadaan baik dan dapat dipergunakan
dalam proses belajar serta braod marker dan penghapus.

5. Ketersediaan perlengkapan kebersihan untuk menunjang proses belajar mengajar


berjalan lancar.

4
6. Ketersediaan papan data siswa dan kondisinya dalam keadaan baik dan sudah terisi.

7. Ketersediaan denah bangku siswa.

8. Ketersediaan gambar-gambar yang menunjang proses belajar mengajar, seperti gambar


presiden, gambar wakil presiden, gambar pahlawan.

9. Ketersediaan jurnal kelas.

10. ketersediaan jam dinding dan lemari penyimpan.

D. Harapan Sesuai Teori


Adanya teori-teori yang membahas proses atau kegiatan KBM yang didukung oleh hasil
dari research atau penelitian, yang menghasilkan beberapa kaedah-kaedah yang harus dipenuhi
oleh pihak sekolah atau penyelenggara kegiatan KBM demi kelancaran kegiatan belajar
mengajar dengan prestasi yang memuaskan semua pihak yang terkait. Maka dengan itu pihak
sekolah bersama-sama dengan komite sekolah hendaknya bertindak mencari solusi semua
permasalahan yang berkaitan dengan kelancaran kegiatan KBM yang berupa pengadaan sarana
dan prasarana kelas. Demi terwujudnya teori menjadi sustu kenyataan dibutuhkan suatu kerja
keras bukan hanya dari wali kelas tetapi dari semua pihak yang terkait, yaitu orang tua (wali
murid, guru bidang studi, BK dan Kepala sekolah.. Keinginan / harapan dari wali kelas adalah
murid didikannya yang berbudi pekerti luhur, mampu menghormati orang tua, guru dan sesame
peserta didik dan juga memiliki wawasan luas dalam segala bidang melalui teknologi informasi
dan komunikasi serta mampu mengembangkan penguasaan berbahasa asing sebagai bekal
dalam bersaing dalam persaingan pasar global.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Program Kerja
5
Untuk memberi kemudahan dalam menjalankan program, menilai keberhasilan sesuai
dengan apa yang telah dirumuskan dalam program kerja, maka program kerja ini dibagi menjadi
beberapa aspek yaitu ;

1. Melengkapi administrasi kelas

Pentingnya sarana dan prasarana kelas adalah untuk kelancaran kegiatan mengajar di
kelas, yang secara tidak langsung diharapkan mampu meningkatkan prestasi siswa dalam
penguasaan semua bidang studi. Setelah diadakan evaluasi dengan semua siswa di kelas
X1, berikut adalah daftar sarana dan prasarana yang dibutuhkan yaitu ;

No Jenis Sarana & Prasarana Pengadaan Kondisi Sumber Dana

1 Papan Data Kelas

Struktur Organisasi Wakasek


kelas Sapras

Jadwal Pelajaran

Denah Tempat Duduk

Daftar Piket

2 Papan Tulis, pen & Wakasek


penghapus Sapras

3 Garuda, presiden & wakil Tim X1

4 Absensi kelas Tim BK

5 Jurnal Kelas Tim BK

6 Jam dinding Tim X

7 Mading Kelas Tim X

8 Penerangan Kelas Wakasek


Sapras

9 Sarana kebersihan kelas Tim X1

10 Penggaris, busur Wakasek


Sapras

2. Melengkapi Tata Tertib Kelas

Untuk mewujudkan kedisiplinan sekolah diberlakukan tata tertib siswa yang berfungsi
sebagai kontrol siswa-siswi dalam berprilaku, bersikap, bertutur kata, dan bertindak.
Dengan adanya tata tertib juga dapat dijadikan pedoman pihak sekolah dalam
menindak/pengambilan keputusan terhadap siswa-siswi yang melakukan pelanggaran
baik melalui teguran lisan, tertulis maupun sanksi pemberlakuan pencabutan hak
sebagai peserta didik pada SMA Negeri 1 Talang padang.

3. Pelaksanaan 7K

Untuk menciptakan suasana yang bersih, indah, nyaman dan aman, maka dibentuklah
pembagian kerja sebagai berikut ;

1) Pembentukan pengurus 7K

6
2) Pembentukan pembagian tugas piket kelas

3) Evaluasi kegiatan melalui tindakan ;

Pengecekkan petugas piket dipagi hari sebelum jam pelajaran dimulai

Melakukan koordinasi dengan guru yang mengajar pada jam pertama

4. Koordinasi dengan pihak lain

1) Kunjungan Rumah (orang tua)

Kunjungan rumah dilakukan ;

Siswa sakit

Siswa sering tidak masuk sekolah sehingga perlu melakukan pengecekkan


ke rumah untuk koordinasi secara langsung dengan orang tua / wali murid

2) Tim Kedisiplinan

Melakukan koordinasi dengan tim tata tertib sekolah atas siswa yang melakukan
pelanggaran berulang-ulang dan telah ditegur tetapi tidak ada perubahan
perilaku.

3) Bimbingan Konseling (BK)

Koordinasi dengan pihak Bimbingan Konseling (BK) supaya pelanggaran


yang dilakukan mendapat penanganan secara tepat

Konsultasi masalah perkembangan perilaku siswa setelah diadakan


bimbingan oleh pihak BK

5. Laporan Hasil Belajar (LHB)

Data Raport meliputi ;

5.1 Biodata siswa yang secara garis besar meliputi ;

5.1.1 Nama Siswa

5.1.2 Tempat/Tgl. Lahir

5.1.3 Alamat Siswa

5.1.4 Agama

5.1.5 Nama Orang Tua

5.1.6 Asal Sekolah, dll

5.2 Nilai raport diperoleh dari masing-masing guru bidang studi yang berupa lembaran
hasil evaluasi kompetensi dasar selama satu semester

5.3 Pengisian Legger

5.4 Buku Legger secara garis besar meliputi ;

5.4.1 Nama Siswa

5.4.2 Tempat/Tgl. Lahir

7
5.4.3 Nama Orang Tua / Wali

5.4.4 Asal Sekolah, dll

6. Pelaporan Kepada Kepala sekolah

Rapat Pleno Kenaikan Kelas

Penandatanganan Lembar Hasil Belajar (LHB) siswa baik pada semester ganjil
maupun genap (kenaikan kelas)

B. Jadwal Kegiatan

Kegiatan akan terarah dan berjalan dengan baik apabila dibuat suatu rencana kegiatan yang
tersusun berupa penjadwalan dari seluruh kegiatan yang akan dilakukan, dengan menyusun
jadwal memberi banyak manfaat, diantaranya adalah ;

1. Melalui penjadwalan akan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan itu tanpa
berbenturan dengan kegiatan lain

2. Memudahkan dalam memberi komando / perintah kepada peserta didik dikelas


binaannya, sehingga kemungkinan kecil terjadi overlap tugas yang ganda dan terulang
sehingga tidak efisien

3. Memudahkan dalam mengevaluasi hasil dari seluruh kegiatan

4. Memberi arahan akan kebijakan-kebijakan lebih lanjut yang harus ditempuh sehubungan
dengan adanya kendala-kendala di luar perkiraan

5. Semua kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan efisien

KALENDER KEGIATAN WALI KELAS

Bulan / Minggu Ke ....

N Uraian Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Ket


o
1 2 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Menyusun program kerja x

8
wali kelas

2 Sosialisasi program x
kegiatan kepada siswa

3 Melengkapi administrasi
kelas

3.1 struktur organisasi x x


kelas

3.2 Absensi kelas x

3.3 Jurnal kelas x

3.4 Denah tempat duduk x x

3.5 Papan data kelas x x

4 Tatib Siswa

4.1 Sosialisasi tatib siswa x

4.2 Catatan pelanggaran x

4.3 Buku pembinaan x

5 Pelaksanaan 7K

5.1 Pembentukan x x
pengurus 7K

5.2 Jadwal kebersihan x x

5.3 Keindahan kelas dan x x x x


lingkungan sekitar

5.4 Evaluasi kegiatan

6 Koordinasi dengan pihak


lain

6.1 Kunjungan rumah

6.2 Tim kedisiplinan

6.3 Bimbingan karir

7 Laporan Hasil Belajar

7.1 Pengisian data raport x x

7.2 Pengisian nilai raport X

7.3 Penerimaan raport x

7.4 Pengisian Legger X

8 Pelaporan Kepada Kepala X


Sekolah

C. Tahap Pelaksanaan

Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap namun berkesinambungan, adapun tahapan


tersebut yaitu ;

Tahap Awal

9
1. Menyusun program kerja wali kelas

2. Sosialisasi program kegiatan kepada siswa-siswi

3. Melengkapi administrasi kelas meliputi ;

1) Sturuktur organisasi kelas

2) Absensi kelas

3) Jurnal kelas

4) Denah tempat duduk

5) Papan data kelas

6) Papan majalah dinding

7) Perlengkapan kebersihan kelas

4. Bidang tatib siswa

1) Sosialisasi Tatib Siswa

2) Catatan pelanggaran siswa

3) Buku Pembinaan siswa

5. Pelaksanaan 7K

1) Pembentukan pengurus 7K

2) Jadwal kebersihan

3) Keindahan kelas dan lingkungan sekitar

Tahap Midle/tengah

1. Evaluasi kegiatan, dilakukan untuk menilai apakah seluruh program sudah dijalankan dan
diketahui oleh peserta didik kelas X-2 atau belum, bersama siswa mengevaluasi seluruh
kegiatan untuk mengambil keputusan / tindakan yang dipandang perlu.

2. Koordinasi dengan pihak lain

Kunjungan rumah orang tua / wali

Tim kedisiplinan

Bimbingan Karier (BK)

Tahap Akhir

1. Evaluasi seluruh kegiatan baik di tengah semester maupun diakhir semester

2. Laporan hasil belajar (LHB)

Pengisian data raport

Penulisan nilai raport

Penerimaan raport

10
Pengisian legger

3. Pelaporan Kepada Kepala sekolah

D. Jurnal Kegiatan

No Jenis Kegiatan Tanggal Nama Siswa Pihak Terkait Keterangan


Pelaksanaan

1 Bimbingan kelakuan
dan Kerapian

2 Bimbingan masalah Guru BK


absensi/ketidakhadiran

3 Bimbingan masalah
pelanggaran

4 Bimbingan masalah
keterlambatan

5 Bimbingan masalah
kelakuan

6 Bersih kelas Semua siswa

E. Rancangan Anggaran Belanja Kelas

Setelah diadakan diskusi dengan siswa-siswi Kelas X1 , menghasilkan rumusan beberapa


kebutuhan dengan rincian dana sebagai berikut ;

Sapu 4 buah @Rp. 15.000,- @Rp. 60.000,-

Kotak Sampah Kelas 2 buah @Rp. 20.000,- @Rp. 40.000,-

Lap Tangan 2 buah @Rp. 5.000,- @Rp. 10.000,-

Taplak Meja 1 buah @Rp. 15.000,- @Rp. 15.000,-

Papan Mading 1 buah @Rp. 75.000,- @Rp. 75.000,-

Gambar Garuda 1 buah @Rp. 5.000,- @Rp. 5.000,-

Bingkai Gambar 3 buah @Rp. 10.000,- @Rp. 30.000,-

11
Gambar Presiden & Wakil @Rp. 5.000,- @Rp. 20.000,-

Gambar Pahlawan 6 buah @Rp. 5.000,- @Rp. 30.000,-

Jam dunding 1 buah @Rp. 25.000,- @Rp. 25.000,-

Gorden 1 set @Rp. 300.000,- @Rp. 300.000,-

Vas Bunga 4 buah @Rp. 20.000,- @Rp. 40.000,-

Plastik Meja Guru 1 buah @Rp. 15.000,- @Rp. 15.000,-

Kebutuhan lain-lain @Rp. 100.000,- @Rp. 100.000,-

JUMLAH TOTAL 765.000,-

Terbilang: (Tujuh ratus enam puluh lima ribu rupiah)

BAB IV

PENUTUP
A. Kesimpulan

Tindakan yang harus diambil / ditempuh oleh wali kelas yaitu :

1. Melakukan koordinasi dengan guru bidang studi dalam upaya mengatasi masalah-
masalah yang dihadapi oleh siswa terhadap kesulitan dalam proses pembelajaran

2. Melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak tatib/wakil kepala sekolah urusan
kesiswaan, guru BK maupun pihak lain .

3. Memberi layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan
pembelajaran

4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran


tentang kelanjutan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat

12
5. Mampu menunjukkan sikap yang benar dan salah dengan memberi suri tauladan

6. Menerapkan tata tertib kelas sesuai dengan kaidah dan fungsinya

7. Menjembatani penyelesaian masalah kenakalan-kenakalan yang dilakukan siswa-


siswi kelas X1 dengan guru bidang studi agar kesalahan tidak terulang kembali.

B. Saran

Kesiapan pihak tatib, BK, guru bidang studi serta kepala sekolah maupun pihak-
pihak laindalam lingkungan sekolah berupa kerjasama dalam penanganan kasus yang
terjadi oleh siswa-siswi kelas X1, baik berupa pelanggaran kedisiplinan maupun
pelanggaran lainnya diharapkan dapat meringankan tugas dan kewajiban wali kelas
sehingga visi dan misi SMA Negeri 1 Talang padang dapat diwujudkan

Program kerja wali kelas ini diharapkan mampu membawa perubahan menuju
kesempurnaan ke arah perbaikan-perbaikan melalui evaluasi yang dilakukan oleh kepala
sekolah selaku pemberi tugas dan tanggung jawab pengelolaan kelas. Program kerja ini
dapat menjadi acuan untuk program kerja yang akan datang dengan melakukan
penyempurnaan terlebih dahulu.

Talang Padang, Juli 2010

Mengetahui Wali Kelas X1,

Kepala SMAN 1 Talang Padangi,

Drs. SUDARSONO Ana Susanti, S.Pd

NIP 196212161992031002 NIP 198208242010012019

13