Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN POLA KONSUMSI, GAYA HIDUP, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN


HIPERTENSI PADA LANSIA TAHUN 2017
(STUDI DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUREN, KECAMATAN BANDUNGAN,
KABUPATEN SEMARANG)

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Beberapa kasus PTM yang tertinggi di Indonesia yaitu stroke dan penyakit
kardiovasikuler. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang menyerang organ
jantung dan pembuluh darah. Penyakit tersebut sering disebut sebagai penyakit
jantung koroner (PJK) atau coronary artery diseases (CAD).
Berdasarkan data statistik kesehatan dunia Tahun 2012, sebanyak 51 persen
penyebab kematian akibat stroke dan 49 persen penyebab kematian akibat PJK
adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi tingginya tekanan darah
sistolik dan diastolik melebihi batas normal, yaitu sama atau diatas 140 mmHg
(sistolik) dan 90 mmHg (diastolik). Diperkirakan pada Tahun 2025 jumlah penderita
hipertensi akan mencapai 30 persen penduduk dunia.
Penyakit hipertensi masih termasuk golongan utama penyebab kasus PTM, baik
di Kota maupun Kabupaten Semarang. Hipertensi masih menjadi kasus urutan
pertama terbesar di Kabupaten Semarang selama dua tahun terakhir berdasarkan
data Profil Kesehatan Kabupaten Semarang Tahun 2014.
Beberapa faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dikendalikan antara lain
genetik, bertambahnya usia, jenis kelamin, dan ras. Semakin bertambah usia,
kemungkinan terjadinya hipertensi semakin besar. Faktor risiko bertambahnya usia
tidak dapat dihindari oleh semua orang. Pada suatu penelitian, sebanyak 87 persen
kasus hipertensi terjadi pada orang yang berumur 50-59 tahun. Adanya hipertensi,
baik hipertensi sistolik terisolasi (HST) maupun kombinasi sistolik dan diastolik
merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia. Adapun
faktor risiko yang dapat dikendalikan yaitu kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas
fisik, stress, obesitas, kebiasaan minum kopi, kelebihan asupan natrium, kekurangan
asupan kalium dan magnesium.
Kejadian penyakit hipertensi pada lansia dapat dipengaruhi dan dikendalikan
oleh kebiasaan makan dan minum (pola konsumsi), aktivitas fisik, dan gaya hidup
yang selama ini dijalani. Pola konsumsi pada tiap daerah memiliki ciri dan jenis
makanan yang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh iklim, sosial budaya,
dan hasil pertanian di wilayah tersebut berdasarkan perbedaan letak geografi dan
topografi daerah.
Gaya hidup merokok dan kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein memiliki
pengaruh buruk yang besar terhadap kesehatan lansia. Selain itu, beberapa jenis
makanan dan zat gizi yang tidak tepat dan dikonsumsi dalam waktu yang lama oleh
para lansia akan berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit degeneratif,
salah satunya penyakit hipertensi. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian mengenai
hubungan pola konsumsi berdasarkan jenis bahan makanan dan frekuensi konsumsi
zat gizi mikro, dan gaya hidup merokok, minum kopi, serta aktivitas fisik pada lansia
di wilayah kerja Puskesmas Duren pada Tahun 2017.

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi, gaya
hidup dan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja
Puskesmas Duren, Kecamatan Bandungan.
b. Tujuan Khusus
1) Mendeskripsikan karakteristik identitas, pola konsumsi, gaya hidup dan
aktivitas fisik pada lansia.
2) Mendeskripsikan pola konsumsi berdasarkan jenis makanan pencegah dan
pemicu hipertensi pada lansia.
3) Mendeskripsikan pola konsumsi berdasarkan frekuensi makanan tinggi
natrium, kalium, magnesium, dan kafein pada lansia.
4) Menganalisis pola konsumsi berdasarkan jenis makanan pemicu dan
pencegah hipertensi pada lansia penderita hipertensi maupun normotensi.
5) Menganalisis hubungan frekuensi konsumsi tinggi natrium, kalium,
magnesium, dan kafein dengan hipertensi pada lansia penderita hipertensi
maupun normotensi.
6) Menganalisis hubungan perokok aktif dengan hipertensi pada lansia
penderita hipertensi maupun normotensi.
7) Menganalisis hubungan perokok pasif dengan hipertensi pada lansia
penderita hipertensi maupun normotensi.
8) Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan hipertensi pada lansia
penderita hipertensi maupun normotensi.
9) Menganalisis hubungan konsumsi teh dengan hipertensi pada lansia
penderita hipertensi maupun normotensi.
10) Menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia
penderita hipertensi maupun normotensi.

B. METODE PENELITIAN
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian
a. Waktu : 05 23 Juli 2017
b. Tempat : Desa Duren, Bandungan, Kenteng, Candi, dan Banyukuning,
Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang
2. Metode Pelaksananaan
a. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Sphymomanometer dan
stetoskop, lembar kuesioner penelitian, lembar FFQ Semi Kuantitatif, lembar
Food Weighing, lembar IPAQ, dan dua buah timbangan makanan.
b. Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data primer yang terdiri dari
karakteristik responden, pola konsumsi, gaya hidup, dan aktivitas fisik. Selain itu
dilakukan pengukuran untuk mengetahui frekuensi konsumsi natrium, kalium,
magnesium, dan kafein responden melalui pendataan dengan instrumen FFQ
Semi Kuantitatif serta diperkuat oleh Food Weighing menggunakan timbangan
makanan.

Semarang, 04 Juli 2017


Mengetahui
Dosen Pembimbing Penelitian Peneliti

() ()