Anda di halaman 1dari 7

SOAL UJIAN EMERGENSI 2010

1. Wanita 24th, hamil 17 minggu (G1P0A0) mengalami A. Lakukan pemeriksaan USG


kenaikan BB total > 20 kg dan peningkatan tekanan darah dari B. Penatalaksanaan ekspektatif
100/60 mmHg menjadi 130/80 mmHg dalam 1 minggu C. induksi persalinan dengan oksitosin
D. lakukan segera pemeriksaan dalam
terakhir. Urinalisa : proteinuria +1 . Setelah 6 jam,
E. miringkan pasien dan nilai ulang keadaannya
pemeriksaan diulang dan hasilnya sama. Apa diagnosis
pasien ? 7. Wanita, 18th (G1P0A0) dengan preeklampsia berat dan
A. Eklampsia baru selesai partus. Kontraksi uterus teraba lunak dengan
B. Preeklampsia
perdarahan sedang. Tidak ada laserasi jalan lahir. Diagnosis
C. Hipertensi kronis
D. Kehamilan normal pasien atonia uteri. Apa tatalaksana yang paling tepat ?
E. Hipertensi dalam kehamilan A. Pemberian preparat oksitosin 10 IU IV.
B. Preparat ergonovin 0,2 mg IM
2. Perempuan, 16 thn, mau antenatal care (ANC) , hamil usia C. Preparat oksitosin 10 IU oral
D. Preparat ergonovin 0,2 mg per oral
34 minggu. Saat diperiksa TD 135/85 mmHg, tinggi fundus
E. Pemberian preparat prostaglandin F2-alfa 250 g
uteri 33 cm. Protein urin +2 (dipstick). Apakah diagnosis
pasien ? 8. Wanita 32th (G2P2A0) disertai bekas SC mengalami
A. Hipertensi kronis perdarahan pervaginam segera setelah partus. Saat dilakukan
B. Preeklampsia berat
laparotomi, terdapat hematoma pada ligamentum penggantung
C. Preeklampsia ringan
D. Kehamilan trimester tiga uterus dan perdarahan menetap. Lokasi perdarahan sulit
E. Superimposed preeclampsia diidentifikasi. Apakah tindakan yang paling tepat ?
A. Ligasi A.iliaka eksterna
3. Perempuan, hamil 8 bulan, masuk UGD karena kesadaran B. Lakukan terus eksplorasi
menurun. TD 60/20 mmHg, nadi 120x/menit. Apa diagnosis C. Pasang pack/tampon pada uterus
D. Ligasi A.uterina dan A.iliaka interna
yang paling tepat bila TIDAK ADA perdarahan pervaginam ?
E. Lakukan penjahitan luas ligamentum.
A. Eklampsia
B. Plasenta previa
KASUS UNTUK SOAL NO. 9 - 10
C. Solusio plasenta
Ny. A 23 thn, hamil 32 minggu mengeluh nyeri perut hebat
D. Emboli air ketuban
E. Premature ruptured of the membrane (PROM) dengan syok dan terus menerus disertai perdarahan pervaginam banyak
sepsis sejak satu jam SMRS. Didapati pasien pucat, lemah, TD
80/palpasi, nadi 120x/menit. Pada pemeriksaan obstetri tinggi
4. Perempuan 23 th, amenore 16 minggu dan perdarahan per fundus 30 cm, janin persentasi kepala, tunggal, djj 80 dpm,
vaginam sedikit-sedikit. Didapati tinggi fundus uteri seperti abdomen tegang seperti papan. USG didapati gambaran
hamil 20 minggu, auskultasi doppler/fetoskopi : djj (-). Lab : perdarahan retroplasenter.
beta-HCG 150 IU/ml. Apa pemeriksaan diagnostik
selanjutnya yang diperlukan ? 9. Apakah perdarahan yang terjadi pada pasien ini ?
A. USG Pelvis A. Abortus komplit
B. Tes Apt pada darah yg keluar B. Abortus inkomplit
C. Pemeriksaan serial kadar beta-HCG C. Perdarahan antepartum.
D. Kadar human chorionic somatotropin D. Perdarahan postpartum
E. Pemeriksaan faktor-faktor pembekuan darah E. Perdarahan intrapartum

5. Wanita 17 th, belum menikah (G1P0A0), hamil 32 minggu, 10. Apakah penyebab perdarahan pada pasien ini ?
A. Atonia Uteri
TD 135/85 mmHg, nadi 84x/menit, suhu 38,2 C, napas
B. Solusio plasenta.
20x/menit. Ditemukan edema tungkai, tinggi fundus uteri 42 C. Plasenta letak rendah
cm, USG : janin kembar. Urinalisa tidak ada leukosit maupun D. Plasenta previa totalis
bakteri, proteinuria +2, hematokrit 38% , leukosit 9800. E. Plasenta previa marginalis
Tindakan apa yang tepat untuk pasien ?
A. Induksi persalinan KASUS UNTUK SOAL NO. 11 - 12
B. pemberian obat anti hipertensi Wanita 30thn, hamil 33 minggu (G2P1A0) dirujuk bidan
C. SC segera karena alasan janin kembar karena perdarahan pervaginam. Riwayat SC pada anak
D. Rawat jalan sambil observasi vital sign pertama. Pada pemeriksaan didapati : tanda vital normal,
E. Bed rest total dengan observasi ketat vital sign dan evaluasi konjungtiva tidak pucat. Pemeriksaan obgin : tinggi fundus 30
urin output dan kadar protein urin. cm, janin lintang, his (-), djj 140x/menit. Inspekulo : porsio
licin, OUE tertutup, nampak darah mengalir dari OUE warna
6. Perempuan, 35th (G7P5A1) masuk ke UGD pada fase aktif
merah segar. USG didapatkan janin lintang, taksiran berat
persalinan, janin persentasi kepala station-1. Pasien mengeluh
2100 gram, plasenta berimplantasi pada corpus uteri depan
nyeri perut hebat bersamaan dengan terjadinya kontraksi.
dan meluas mencapai tepi OUE.
Nyeri bertambah hebat saat puncak kontraksi, namun setelah
kontraksi berhenti, TD sistol ibu tiba-tiba turun 15 mmHg. 11. Apakah penyebab perdarahan pervaginam pada pasien
Apa tindakan yg harus segera dilakukan ? tersebut ?

1
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
A. Inpartu gr/dL. Apakah penyebab yang paling mungkin pada bayi
B. Vasa previa tersebut ?
C. Polips serviks A. Stenosis pylorus
D. Plasenta previa. B. Breastmilk jaundice
E. Solusio plasenta C. Sindrom Crigler-Najjar
D. Inspissated bile syndrome.
12. Apakah faktor predisposisi terjadinya keadaan tersebut E. Hemolisis yang berlangsung terus
diatas ?
A. Hipertensi 18. Ibu G5P3A1, melahirkan bayi perempuan, pervaginam,
B. Usia muda ditolong dokter. APGAR score 8/9, Ballard score 24, BBL
C. Primigravida 2100 gram, PB 47 cm. 2 jam postnatal bayi terlihat sesak
D. Grande multipara
nafas, retraksi (+), sianosis (-). Apakah kemungkinan
E. Riwayat seksio caesaria.
diagnosis bayi diatas ?
KASUS UNTUK SOAL NO. 13 - 14 A. Neonatal pneumonia
Bayi perempuan, usia 2 hari nampak kuning. Bayi masih B. Penyakit membran hyalin
C. Sindrom aspirasi mekonium
menangis kuat, gerakan aktif, tapi lebih banyak tidur.
D. Sindrom gawat napas tipe-2.
Kolostrum sudah mulai keluar, refleks hisap bayi baik tapi ibu E. Takipnea sementara pada neonatus
belum mau menyusui bayinya. Hasil lab didapatkan bilirubin
total 11 mg/dL, bilirubin direk 0,8 mg/dL. KASUS UNTUK SOAL NO. 19 - 20
Laki-laki 23 th datang ke UGD dengan keluhan tidak bisa
13. Apakah tindakan yang paling tepat untuk bayi ini ? BAK sejak satu hari yang lalu. Keluhan ini dirasakan tiba-tiba
A. Fototerapi dan sebelumnya BAK lancar berwarna kuning jernih.
B. Transfusi tukar
Pemeriksaan fisik didapatkan bulging daerah suprapubis
C. Memberikan ASI lebih sering.
D. Observasi sampai timbul gejala klinis dengan perabaan kistik, nyeri tekan (+), lubang muara uretra
E. Memakai susu formula sementara ASI ibu masih sedikit eksterna terbuka.

14. Bayi diatas didiagnosis mengalami hiperbilirubinemia 19. Apakah diagnosis yg paling tepat pada pasien ini ?
karena terjadi peningkatan sirkulasi enterohepatik. Apakah A. Ruptur uretra
B. Striktur uretra
yang dapat menyebabkan peningkatan sirkulasi enterohepatik
C. Inkontinensia alvi
pada bayi ? D. Batu uretra anterior
A.Sepsis E. Batu uretra posterior.
B. Sefal hematoma
C. Terlambat minum. 20. Bagaimanakah tindakan awal yang segera dilakukan ?
D. Defisiensi enzim kongenital A. Pungsi suprapubic
E. Inkompatibilitas golongan darah B. Pasang kateter urin
C. Businasi
KASUS UNTUK SOAL NO. 15 - 16 D. Sistostomi.
Bayi laki-laki, lahir spontan, cukup bulan, ketuban warna E. Eksplorasi
hijau kental. Ketika lahir bayi tidak menangis, usaha nafas
tidak adekuat, frekuensi jantung 55x/menit, sedikit flexi, KASUS UNTUK SOAL NO. 21 - 23
dirangsang tidak ada respons, bayi warna kebiruan. Laki-laki 20 th datang ke UGD karena paha kiri ditusuk pisau
saat berkelahi 15 menit yang lalu. Nampak banyak darah
15. Berapakah nilai APGAR bayi diatas ? keluar dari luka tusuknya. Pemeriksaan fisik A:baik, B:
A. 2 frekuensi napas 22x/menit, C: TD 90/50 mmHg, nadi
B. 3.
120x/menit. Regio femur sinistra 1/3 tengah didapatkan
C. 4
D. 5 vulnus Seissum ukuran 2 cm dengan perdarahan aktif. Akral
E. 6 dingin, neurovascular distal tidak teraba dan pasien nampak
pucat.
16. Apakah tindakan resusitasi yang paling tepat dilakukan
pada saat menolong kelahiran bayi diatas ? 21. Apakah yang didapatkan pada pasien ini ?
A. Melakukan kompresi dada A. Syok obstruktif
B. Melakukan ventilasi tekanan positif B. Syok neurogenik
C. Melakukan ventilasi tekanan positif dan kompresi dada C. Syok kardiogenik
D. Mengeringkan, membersihkan jalan napas dan merangsang D. Syok hipovolemik
bayi E. Syok hemoragik.
E. Melakukan pembersihan jalan napas segera setelah kepala
22. Apakah masalah emergensi pada pasien ini ?
dilahirkan.
A. Anemia
B. Lukanya
17. Bayi usia 3 minggu dibawa ke UGD karena nampak
C. Pernapasannya
kuning sejak usianya 4 hari. Pemeriksaan fisik nampak bayi D. Perdarahannya.
ikterik, hasil lab bilirubin total 15 gr/dL, bilirubin direk 10

2
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
E. Neurovascular distal B. Bouginatie
C. Pasang kateter
23. Apakah tindakan awal yang paling tepat untuk pasien ini ? D. Sistostomi suprapubik.
A. Jahit luka E. Eksplorasi dan repair uretra
B. Balut tekan.
C. Ligasi arteri 29. Bagaimana gambaran EKG saat syok listrik DC pada RJP
D. Eksplorasi luka dilakukan pada henti jantung ?
E. Pasang torniquet A. Asistol
B. Aritmia
KASUS UNTUK SOAL NO. 24 - 25 C. Sinus takikardia
Laki-lai 22 th datang ke UGD dibawa polisi. Pasien menabrak D. 8Fibrilasi ventrikel.
pohon saat sedang mengendarai mobil. Pada pemeriksaan E. Dissosiasi elektromekanis
pasien nampak gelisah, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi
120x/menit, frekuensi napas 40x/menit, akral dingin. Nampak KASUS UNTUK SOAL NO. 30 - 32
Pria 67 th dibawa ke UGD RS karena sesak nafas, hasil
jejas di hemitoraks kiri, pergerakan dinding dada tidak sama
anamnesis pasien demam dan batuk sudah 7 hari. Pemeriksaan
saat bernapas, suara paru menurun dan hipersonor hemitoraks
fisik GCS 15, TD 145/90 mmHg, nadi 101x/menit, nafas 28-
kiri. Pada pemeriksaan regio leher didapati trakhea terdesak
36x/menit cepat dan dangkal, suhu febris. AGD didapatkan
ke arah kanan dan ditemukan pelebaran vena jugularis.
pH 7,35 PaO2 61,2 PaCO2 30,5 Saturasi O2 89,0. Hasil lab
24. Apakah diagnosis pasien diatas ? lain dalam batas normal. Ronsen toraks didapati
A. Open pneumotoraks perselubungan putih di paru kanan.
B. Closed pneumotoraks
C. Simple pneumotoraks 30. Apakah yang dialami pasien dari pemeriksaan penunjang
D. Tension pneumotoraks. diatas ?
E. Hemato-pneumotoraks A. ARDS
B. Hiperkarbia
25. Apa tindakan awal yang paling tepat pada kasus diatas ? C. Hipoksemia
A. Padding D. Asidosis respiratorik
B. Balut tekan E. Alkalosis respiratorik.
C. Dekompresi.
D. Resusitasi cairan 31. Apakah penanganan pertama pada pasien diatas ?
E. Pemberian obat adrenergic A. Intubasi
B. Rawat ICU
KASUS UNTUK SOAL NO. 26 - 27 C. Suplementasi oksigen.
Wanita 35 th mengendarai sepeda motor dan bertabrakan D. Kasih obat bronchodilator
dengan mobil kemudian terjatuh pada sisi kanan. Saat tiba di E. Konsul ke dokter spesialis paru
RS kesadaran pasien menurun, TD 90/60 mmHg, nadi
120x/menit, frekuensi napas 42x/menit dan terdengar suara 32. Dua jam kemudian pasien makin sesak, GCS 10. Pada
mengorok. pemeriksaan AGD ulang ditemukan pH 7,25 PaO2 65,4
PaCO2 62,4 Saturasi O2 70,4 dan tampak kelelahan dalam
26. Apakah tindakan awal yang harus segera dilakukan pada bernapas. Apakah tindakah yang harus dilakukan ?
pasien diatas ? A. Berikan inhalasi
A. Cardiosintesis B. Beri antibiotik dosis tinggi
B. WSD C. Intubasi dan pasang ventilator.
C. Pembebasan jalan nafas. D. Pola nafas diganti sungkup muka
D. Pemasangan Nasogastric Tube E. Siap-siap bila henti nafas dilakukan RJP
E. Pemasangan needle Thoracosintesis
33. Berapa perbandingan masase jantung luar dan bantuan
27. Jika hasil foto toraks didapatkan fraktur iga multipel nafas pada resusitasi jantung paru (RJP) ?
segmental, apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien A. 2 : 20
ini ? B. 2 : 30
A. ARDS C. 20 : 2
B. Flail chest. D. 20 : 20
C. Contusio paru E. 30 : 2.
D. Traumatic wet lung
E. Mekanisme edema alveoli 34. Kapan RJP dapat dilakukan ?
A. Henti nafas
28. Laki-lai 18 thn terjatuh dari atap rumahnya setinggi 3 B. Henti jantung
C. Penurunan kesadaran
meter dengan posisi terduduk. Pasien dibawa ke UGD dan
D. A dan B benar
didapatkan adanya nyeri serta hematoma perineal, ada daqrah E. A, B, dan C benar.
menetes dari uretra dan retensio urin. Apakah tindakan
sementara untuk mengatasi retensio urinnya ? 35. Apakah tanda-tanda henti jantung ?
A. Sectio Alta A. Penurunan kesadaran

3
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
B. Pelebaran vena-vena di leher 41. Dimanakah letak lesi yang mungkin terjadi dari gejala
C. Tidak terabanya denyut nadi arteri besar pasien tersebut ?
D. A dan B benar A. Cauda equina
E. A, B, dan C benar. B. Medulla spinalis setinggi thoracal 1
C. Medulla spinalis setinggi thoracal 4
36. Apakah penyebab henti nafas ? D. Medulla spinalis setinggi thoracal 6
A. Henti jantung E. Medulla spinalis setinggi thoracal 10.
B. Tindakan anestesia
C. Lidah yang jatuh kebelakang (faring) 42. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk
D. A dan B benar mendiagnosis kasus tersebut ?
E. A, B, dan C benar. A. MRI vertebrae lumbal
B. MRI vertebrae thoracal.
KASUS UNTUK SOAL NO. 37 - 39 C. CT-Scan vertebrae thoracal
Laki-laki 72 thn datang ke UGD dengan penurunan kesadaran D. X-ray lumbo-sacral AP/LAT
sejak 9 jam SMRS. Awalnya pasien sedang duduk diteras tiba- E. ct-Scan vertebrae thorako-lumbal
tiba cucu pasien menendang bola dan mengenai sisi kanan
kepalanya, saat itu pasien hanya merasa sakit kepala biasa dan KASUS UNTUK SOAL NO. 43 - 44
masih bisa meneruskan aktifitas. Namun 7 jam SMRS sakit Anak laki-laki 10 th datang ke UGD dengan keluhan mata kiri
kepala pasien semakin hebat disertai muntah 2x tanpa mual mendadak merah dan buram setelah matanya tidak sengaja
kemudian pasien tertidur dan menjadi sulit dibangunkan tergores kuku ibunya 3 jam SMRS. Pemeriksaan oftalmologi
hingga akhirnya dibawa ke UGD. Tidak ada kejang, OS : visus sulit dinilai karena pasien nyeri kesakitan dan mata
kelemahan pada anggota gerak kiri sesisi. Keluhan ini belum terus berair, injeksi siliar pada konjungtiva bulbi, kornea
pernah dialami sebelumnya, tidak ada riwayat stroke. keruh, BMD samar-samar terlihat dalam batas normal, pupil
bulat.
37. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini ?
A. EDH 43. Apakah kelainan dibawah ini yang dapat terjadi pada
B. ICH kasus diatas ?
C. SAH A. Keratitis OS
D. SDH. B. Erosi kornea.
E. Kontusio cerebri C. Perforasi kornea
D. Ulkus kornea OS
38. Apakah rencana pemeriksaan penunjang pada pasien ini ? E. Corpus alienum kornea
A. Schedel x-ray AP/Lat
B. MRI kepala tanpa kontras 44. Apakah penatalaksanaan utama yang segera dilakukan
C. MRI kepala dengan kontras dokter UGD sesuai kasus diatas ?
D. CT-Scan kepala dengan kontras A. Irirgasi mata dengan air mengalir
E. CT-Scan kepala dengan bone window. B. Salep antibiotik dan obat anti nyeri.
C. Salep antibiotik dan balut tekan mata
39. Apabila terjadi perdarahan pada pasien ini, maka D. Membersihkan mata dan beri salep antibiotik
pembuluh darah apakah yang robek ? E. Salep mata antibiotik dan tutup dengan kassa
A. Bridging vein.
B. A. Cerebri media KASUS UNTUK SOAL NO. 45 - 46
C. Sinus cavernosus Seorang wanita datang ke UGD dengan keluhan mata kanan
D. A. Meningea media terkena patahan kapur dinding satu jam sebelumnya.
E. A. Communicant anterior Pemeriksaan oftalmologi OD : AVOD 6/60, palpebra udem,
injeksi konjungtiva dan tampak iskemia di limbus sepanjang
KASUS UNTUK SOAL NO. 40 - 42
Laki-laki 20th, pekerja bangunan terjatuh dari ketinggian 5 dua kuadran, korne udem, pupil mid dilatasi, RC (+)
meter dengan punggung membentur batu sekitar 2 jam yang melambat.
lalu. Pasien tidak pingsan, namun mengeluh kedua kakinya
45. Kasus diatas merupakan emergency case. Apakah proses
sulit digerakkan. Pemeriksaan fisik didapati tanda vital dalam
yang terjadi pada kasus tersebut ?
batas normal, GCS E4M6V5 = 15, terasa baal dari regio A. Erosi
umbilicus ke bawah, pasien juga mengompol. B. Infeksi
C. Koagulasi
40. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien D. Penyabunan.
tersebut ? E. Proses asam
A. Tetraparesis
B. Hemiparesis 46. Apakah tujuan pemberian anti inflamasi topikal pada
C. Monoparesis pengobatan trauma kimia ?
D. Paraparesis LMN A. Mempermudah sintesis kolagen
E. Paraparesis UMN. B. Mengobati inflamasi yang berat.
C. Menghambat aktivitas enzim kolagenase
D. Mencegah reaksi kolagenolisis yang berlebihan

4
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
E. Mempermudah migrasi stem sel dari limbus ke sentral A. Perdarahan
kornea B. Rasa nyeri
C. Pasien syok
KASUS UNTUK SOAL NO. 47 - 48 D. Benda asing tertelan
Laki-laki 20th datang ke UGD RS setelah mengalami E. Obstruksi saluran pernafasan karena bekuan darah dan
kecelakaan lalu lintas 2 jam SMRS. Pemeriksaan oftalmologi lendir
OD : palpebra edem, visus 1/300, injeksi siliaris (+),
52. Komplikasi fraktur yang sering terjadi adalah mal union.
perdarahan subkonjungtiva (+), tampak iris terlepas dari
Apakah yang dimaksud dengan mal union ?
pangkalnya, refleks fundus (-) dan tekanan bola mata rendah
A. Terjadi infeksi pada bagian tulang yang fraktur
per palpasi. B. Terjadinya ebumasi pada bagian tulang yang fraktur
C. Tidak terjadinya penyatuan dari bagian tulang yang fraktur
47. Apakah penyebab kelainan yang terjadi pada kasus diatas D. Terlambatnya penggabungan dari bagian tulang yang patah
pasca kecelakaan lalu lintas ? E. Penyatuan bagian tulang yang fraktur tidak pada posisi
A. Ruptur sklera. yang sebenarnya.
B. Ruptur kornea
C. Ruptur palpebra KASUS UNTUK SOAL NO. 53 - 58
D. Ruptur trabekulum Laki-laki 45 th sesak nafas setelah minum obat-obatan yang
E. Ruptur konjungtiva
diberikan oleh dokter umum, lalu dibawa ke UGD oleh
48. Apakah nama kelainan iris yang terlepas dari pangkalnya ? keluarganya. Sesak nafas bertambah berat disertai bunyi nafas.
A. Iridoplegia Retraksi suprasternal dan supraclavicular, stridor inspiratoar.
B. Iridodialisis. Keluhan pernah dirasakan sebelumnya dengan penyebab yang
C. Iridodonesis sama yaitu setelah minum obat yang diberikan melalui resep
D. Sinekia anterior dokter. Pasien memiliki riwayat atopik pada keluarga, pasien
E. Sinekia posterior
menderita asma.
49. Laki-laki 60 th datang ke puskesmas dengan keluhan tidak
53. Apakah penyebab utama stridor pada kasus diatas ?
bisa menutup mulut. Awal kejadian satu bulan lalu saat A. Hipoksia
siskamling pasien mengantuk dan menguap lebar, sejak itu B. Pneumonia
mulutnya tidak bisa ditutup lagi. Pasien pergi berobat ke orang C. Paru menyempit
pintar karena tidak ada kemajuan sekarang berobat ke D. Sumbatan hidung
puskesmas. Dokter mendiagnosa dislokasi mandibular. E. Penyempitan lumen laring.
Apakah terapi yang akan diberikan dokter pada pasien
54. Apakah yang menginervasi organ yang terdapat kelainan
tersebut ?
sehingga dapat menimbulkan sesak nafas seperti kasus
A. Insisi pre auricular
B. Operasi condylectomi diatas ?
C. Memberikan muscle relaxan A. Nervus VII
D. Mengirim rujukan ke bagian neurologi B. Nervus VIII
E. Mengembalikan condylus mandibular dengan cara manual. C. Nervus IX
D. Nervus X.
50. Remaja 17 th datang dengan wajah babak belur setelah E. Nervus XI
tawuran antar sekolah. Pemeriksaan IO dokter menduga
55. Manakah pernyataan yang paling benar terkait kasus
fraktur di daerah corpus mandibular regio M1 bawah kanan.
diatas ?
Bagaimanakah cara dokter melakukan pemeriksaan IO A. Kontra indikasi trakheostomi
tersebut ? B. Tidak ada indikasi penanganan emergensi
A. Ibu jari dokter meraba dari pinggiran mandibular dari C. Kontra indikasi dilakukan pemasangan endo tracheal tube
posterior ke anterior D. Boleh dilakukan pemasangan endo trakheal tube (ETT)
B. Empat jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking rontgen.
meraba tepi mandibular dari posterior ke anterior E. Tidak boleh dilakukan oksigenasi, bisa menyebabkan
C. Jari telunjuk dokter dimasukan ke dalam mulut pasien, ruptur alveolus
diraba dari gigi posterior bawah sampai ke gigi anterior.
D. Jari telunjuk dan jari tengah dokter dimasukkan ke dalam 56. Manakah pada tindakan di bawah ini yang dilakukan
mulut pasien dan diraba dari posterior bawah ke anterior untuk mengatasi kegawatdaruratan pada keadaan pasien kasus
E. Ibu jari dokter dimasukkan ke dalam mulut pasien sampai diatas ?
gigi posterior bawah kemudian diraba dari posterior ke A. Segera lakukan trakheostomi
anterior B. Infus NaCl 20 tetes /menit
C. Pasang endo tracheal tube segera.
51. Anak laki-laki 14 th ditabrak sepeda motor dalam keadaan D. Tentukan dulu letak sumbatan jalan nafasnya
sadar 2 jam SMRS. Anak tsb kemudian dibawa ke UGD RS E. Cukup oksigenasi saja, sesak akan hilang sendiri
dengan kondisi fraktur dentoalveolar di daerah gigi M2 dan
57. Manakah pernyataan yang paling benar di bawah ini
M1 atas kiri. Belum sampai di rawat di UGD pasien
sesuai kasus diatas ?
meninggal. Apakah penyebab meninggalnya pasien ?

5
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
A. Sesak nafas karena tersedak obat
B. Sesak nafas karena spasme trachea 63. Penderita didiagnosis sebagai Steven Johnson Syndrom.
C. Sesak nafas karena kelainan udema di paru sangat banyak Bagaimanakah penanganan pertama yang harus dilakukan
D. Sesak nafas disebabkan adanya sumbatan lumen laring pada pasien tersebut ?
oleh udema. A. Pemberian transfusi darah
E. Sesak nafas karena sumbatan hidung oleh concha yang B. Memberikan Ig IV
udem akibat obat C. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
D. Memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi
58. Apakah pemeriksaan THT untuk menentukan letak E. Memberikan nutrisi tinggi kalori dan tinggi protein
sumbatan sesuai kasus diatas ?
A. Rhinoskopi anterior 64. Bagaimana hasil pemeriksaan lab yang ditemukan bila
B. Rontgen foto leher. kasus diatas disebabkan infeksi bakteri ?
C. Rhinoskopi posterior A. Eosinofilia
D. Rontgen foto toraks B. Limfositosis
E. Laringoskopi indirek C. Leukositosis.
D. SGOT dan SGPT meningkat
KASUS UNTUK SOAL NO. 59 - 60 E. Kadar IgG dan IgM meningkat
Laki-laki 34 th mengeluh timbul lepuh, merah, gatal dan rasa
terbakar di bibir setelah 8 jam makan amoksisilin karena sakit 65. Laki-laki 34 th mengalami pembengkakan muka dan lidah,
gigi. Pemeriksaan fisik normal, pemeriksaan dermatologi : bercak merah diseluruh tubuh dan di mulut, hidung dan mata.
pada mukosa dan bibir terdapat lesi multipel berupa makula Pasien sedang mendapat terapi antibiotik karena infeksi
oval, merah keunguan, batas tegas dengan sebagian erosi dan saluran pernafasan. Apakah tindakan yang harus dilakukan
krusta. sebagai dokter ?
A. Terapi lesi diseluruh tubuh
59. Apakah diagnosis pada kasus diatas ? B. Beri antihistamin untuk menghilangkan gatal
A. Mastositosis C. Beri steroid topikal untuk menghilangkan inflamasi
B. Angioedema D. Beri obat nyeri untuk menghilangkan nyeri akibat lesi
C. Fixed drug eruption. E. Stop obat yang diduga penyebab atau stop semua obat yang
D. Erupsi morbiliformis sedang diminum.
E. Dermatitis kontak alergi
66. Tuan menge 37 th datang ke klinik dengan keluhan sering
60. Apakah yang mendasari dugaan mekanisme imunologis nyeri di bagian paha setelah kecelakaan beberapa jam SMRS.
pada patogenesis kasus diatas ? Riwayat pasien sering mengkonsumsi obat analgesik opioid
A. Reaksi sitotoksis 3x1 tablet. Namun akhir-akhir ini dosis tersebut tidak mampu
B. Reaksi anafilaksis
lagi meredakan nyerinya. Apakah istilah untuk fenomena ini ?
C. Reaksi komplemen
A. Addiksi
D. Reaksi imun selular
B. Imunitas
E. Reaksi kompleks imun.
C. Resistensi
D. Toleransia.
61. Apakah kelainan kulit khas yang membedakan antara
E. Antahonisasi
Steven Johnson dan Toksik epidermal nekrolisis ?
A. Bula 67. Nyonya menge datang ke klinik 24 jam dengan keluhan
B. Erosi
asma. pasien diterapi efedrin dan teofilin dosis rendah untuk
C. Purpura
D. Epidermolisis. menghindari efek samping dan meningkatkan efek obat.
E. Nekrolisis yang ekstensif Apakah istilah untuk interaksi kedua obat tsb ?
A. Additif
62. Apakah yang mendasari penentuan mortalitas pada toksik B. Sinergi
epidermal nekrolisis ? C. Potensiasi
A. Usia penderita D. Antagonis
B. Komplikasi pada mata E. Equilibrium
C. Luas permukaan kulit yang terkena.
D. Kelainan pada mukosa mulut dan genital 68. Obat yang diminum pada dataran tinggi mungkin akan
E. Jenis obat yang diduga sebagai penyebab berbeda kecepatan metabolismenya dibandingkan apabila
diminum pada dataran rendah. Apakah faktor yang
KASUS UNTUK SOAL NO. 63 - 64 mempengaruhi kondisi tersebut ?
Perempuan 27 th dibawa ke UGD dengan keluhan lepuh pada A. Faktor toleran
hampir seluruh tubuh disertai mata merah dan luka di mulut. B. Faktor genetik
Keluhan timbul setelah 6 hari mengkonsumsi anti reumatik. C. Faktor metabolik
Pemeriksaan fisik didapati suhu subfebris, TD 130/90, nadi D. Faktor potensiasi
E. Faktor lingkungan
137x/menit, nafas 26x/menit. Mata eritema dan lakrimasi,
mukosa mulut erosi (+). Pemeriksaan dermato nampak di KASUS UNTUK SOAL NO. 69 - 70
badan ditemukan lesi eritem, vesikel, bula dan erosi.

6
SOAL UJIAN EMERGENSI 2010
Laki-laki 36th dirujuk ke UGD RS karena gelisah, bingung, C. Keringanan atau dispensasi hukum karena alasan tertentu
sudah tiga malam tidak bisa tidur dan bicaranya melantur. sehingga tidak dapat melakukannya sesuai dengan aturan
Pemeriksaan fisik : TD 130/90, nadi 115x/menit, suhu badan dasarnya.
39,7 C, nafas 24x/menit. Lidah nampak kotor, Cor pulmonal D. Segala sesuatu yang harus segera dilakukan, karena
dalam batas normal, abdomen tidak ditemukan kelainan. kondisinya sudah sangat gawat dan sangat mengkhawatirkan,
Status mental : kesadaran berkabut, gangguan orientasi dan serta sudah merupakan prosedur baku.
memori. E. Perbuatan atau sesuatu yang hukum asalnya haram, namun
karena tidak ada pilihan lain kecuali yang haram tersebut, jika
69. Apakah diagnosis pasien ? tidak dilakukan akan membahayakannya maka
A. Sindrom demensia mengerjakannya menjadi mubah atau wajib.
B. Psikosis akut lir skizofrenia
C. Psikosis akut dan sementara 74. Para ulama merumuskan bahwa Syariat Islam dibangun
D. Sindrom otak organik (delirium). untuk kemaslahatan, mencakup menjaga agama, nyawa atau
E. Psikosis polimorfik akut dengan predominan waham
jiwa, kehormatan atau nasab, akal dan harta. Apakah sumber
70. Apakah tindakan yang akan dilakukan dokter UGD pada penjabaran hal tersebut ?
A. Syariat Islam
pasien diatas ?
B. Darurat dan hajat
A. Analgetik
C. Hikmatuts Tasyri
B. Antibiotik
D. Maqashidusy Syariah
C. Antipiretik
E. Dharuriyah, Hajjiyah dan Tahsiniyyah.
D. Injeksi anxiolitik (valium)
E. Injeksi neuroleptik (haloperidol).
75. Tidak dalam keadaan darurat, tidak ada alasan untuk
71. Tuan Menge 48th dikirim ke RS Jiwa karena sudah 1 melakukan keringanan hukum, maka dia mesti melakukan
pekan ini selalu marah-marah pada isterinya, tidak pernah perintah agama sesuai ketentuan asalnya. Apa istilahnya
tidur, membangunkan tetangga tengah malam hanya untuk dalam hukum Islam ?
A. Rukhshah dan azimah
menemani ngobrol, bila bicara selalu membanggakan diri,
B. azimah.
sangat mudah tersinggung bila disanggah. Sebelumnya ia C. Rukhshah
pernah mengalami gangguan jiwa namun gejalanya sangat D. Hajat dan darurat
bertolak belakang dengan saat ini, yaitu ia banyak diam, E. Masyaqqat
malas, tidak bergairah. Dokter menduga ia mengalami
gangguan bipolar episode manik. Apakah obat spesifik untuk 76. Hukum asal pemeriksaan medis oleh lawan jenis yg
kasus diatas ? mengharuskan melihat, menyingkap, memegang, dst adalah
A. Tablet valium 5 mg haram, namun dalam kondisi darurat atau hajat untuk
B. Garam dapur (NaCl) kepentingan pengobatan dan penyelamatan nyawa, atau
C. Tablet frisium 10 mg penunaian hukum Islam, hukumnya diperbolehkan, sesuai
D. Garam Lithium (LiCO3). dengan kaidah hukum Islam : Addaruuraatu tubiihul
E. Garam inggris (MgSO4)
mahzuuraat
Apakah arti kaidah diatas ?
72. Nona Menge 24 th saat akan memasuki ruang ujian
A. Kesulitan itu menarik kepada kemudahan
kompetensi dokter indonesia tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. B. Segala yang memudaratkan harus dihilangkan
Kemudian ia dibawa ke UGD, setelah dilakukan pemeriksaan C. Keadaan darurat membolehkan yang diharamkan.
fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Informasi dari D. Tidak boleh memudaratkan diri sendiri atau orang lain
keluarga bahwa nona menge tidak memiliki penyakit tertentu, E. Menolak kerusakan didahulukan daripada menarik
ia kurang tidur untuk persiapan ujian ini berhubung sudah 2 kemaslahatan
kali tidak lulus ujian. Apakah kemungkinan gangguan yang
dialami nona menge ?
A. Gangguan neurolepsi
B. Gangguan somatoform
C. Gangguan hipokondriasis
D. Gangguan konversi histerik.
E. Gangguan amnesia dissosiatif

73. Ada perbedaan mendasar antara istilah darurat dari


perspektif medis dan darurat dalam syariat Islam. Apakah
pengertian darurat dalam perspektif Islam ?
A. Segala sesuatu yang sangat diperlukan dalam syariat Islam
dan harus dilakukan, ulama sepakat hukumnya wajib
B. Kebutuhan mendesak, baik menyangkut tindakan,
makanan, minuman maupun obat-obatan, ulama sepakat
hukumnya mubah.